Mahasiswa Kurang Beretika dalam Mengirim Pesan, Solusinya?

SOP! ANDONG

Tahukah anda? Akibat buruk dari semakin canggihnya teknologi komunikasi adalah kurangnya kualitas kesopanan. Inilah yang melatarbelakangi kampanye sosial sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya yang menamakan dirinya tim CCS (Cakep Cakep Sopan). Kegiatan kampanye bertajuk SOP! ANDONG mengusung tema etika dalam berkirim pesan kepada dosen. Diadakan pada hari Selasa, 16 Desember 2014 bertempat di Gedung FISIP Universitas Brawijaya Malang.

“Semakin sering mahasiswa berkirim pesan dengan dosen, mereka menganggap hubungan keduanya dalam posisi sejajar dan mereduksi nilai moral serta etika. Padahal, etika merupakan hal penting yang harus diperhatikan mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki peradaban masyarakat yang santun dan penuh etika” ungkap Maya Diah Nirwana, dosen sekaligus Pembantu Dekan I dikutip dari rilis yang ditulis Irna.

Kurangnya kesadaran mahasiswa akan etika berkirim pesan kepada dosen menjadi isu penting dalam kampanye sosial ini. Diungkapkan dalam rilisnya, faktor yang dianggap sebagai pelanggaran etika antara lain (1) sensitivitas waktu pengiriman pesan, (2) empati terhadap kondisi dosen, (3) kurangnya kesadaran terhadap batasan hubungan, (4) penggunaan panggilan,  dan (5) penggunaan diksi dan bahasa yang salah.

Kesalahan yang nampaknya sepele dan sering diabaikan oleh mahasiswa inilah yang ingin diperbaiki tim CCS dalam kampanye sosialnya. Mereka menjelaskan bagaimana format pesan serta pemilihan waktu saat berkirim pesan. Hal ini dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial mereka dalam lingkungan kampus yang diharapkan dapat menyadarkan mahasiswa dan direalisasikan kedepannya.

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=9P76mBugL0I[/youtube]

Ditulis oleh:

Annisa Rahmaesra

Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya

Email: annisaesra@gmail.com

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*