annisaa rahmawati Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

19Mar/130

TUGAS M-5 STELA

BAHAN DISKUSI MINGGU KE-5

SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN

KELAS C AGROEKOTEKNOLOGI

Oleh :

Apri Aditya DP.                                115040201111052

Aldita Adin Nugraha                        115040201111058

Annisaa Rahmawati                        115040201111063

Anufa I.K.                                            115040201111274

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

 

 

 

 

 

TUGAS !

  1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik.
    • Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut
    • Berikan contoh kedua pendekatan tersebut

Jawab :

Perbedaan

Pendekatan Sintetik

Dilakukan pengamatan terlebih dahulu, kemudian dikelompokkan berdasarkan sifat sifat tertentu, sehingga dihasilkan satuan peta. Kemudian deberlakukannya buttom-up atau pemberian nama terlebih dahuu baru setelah itu dikelompokkan. Selain itu kegiatan ini juga  meliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun, mengembangkan, mengolah dan membuat hipotesis.

Pendekatan Analitik

Pertama landskap dibagi ke dalam tubuh tanah berdasarkan karekteristik eksternal. Setelah itu dilakukan penentuan karakteristik tanah pada masing masing satuan melalui pengamatan dan pengambilan sampel. Selain itu juga diterapkan pendekatan top-down, pendekatan yang dilakukan dengan cara membagi terlebih dahulu yang kemudian diberi nama.

Persamaan :

-          Dalam praktiknya pendekatan ini dilakukan secara bersama sama.

-          Dalam pendekatan sintetik, penempatan pengamatan sering kali mengikuti petunjuk eksternal yang mengarahkan dimana batas batas antara tanah tanah yang berbeda akan terjadi, dimana petunjuk ini sama dengan yang digunakan pendekatan analitik. Begitupun sebaliknya.

analitik

 

  1. Lihat pada peta landform Pujon dan sekitanya di bawah. Gambaran relief wilayah tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

 

a. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

 

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

 

- menggunakan grid kaku

 

- menggunakan grid bebas

 

- menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

Untitled

 

Jawab :

a)       Pendekatan yang tepat dipakai adalah pendekatan sintetik, dimana pendekatan ini akan diawali dengan pembagian persil-persil wilayah kedalam sebuah bagan bersegi yang berkesinambungan. Perpotongan garis bersegi nantinya akan membentuk titik yang nantinya dijadikan pula sebagai titik yang akan diamati. Sehingga pada titik yang diamati tersebut akan diketahui titik-titik mana yang memiliki kesamaan lalu dihubungkan dengan poligon/ mendeliniasi dan terbentuk SPT pada relief diatas. Kemudian daripada itu akan diketahui klasifikasi tanah yang berbeda pada daerah tersebut dan akhirnya akan terlihat seperti gambar diatas.

b)      -    menggunakan grid kaku : Dilihat dari bentuk tutupan permukaan lahan yang tidak rata dan tidak homogen (seragam) memungkinkan dilakukannya metode survey secara grid kaku. metode survey ini di awali dengan skema pengambilan contoh tanah secara sistematik dirancang dengan mempertimbangkan kisaran special autokorelasi  antara model topografi /model permukaan tanah yang memiliki kesamaan. Jarak pengamatan dibuat secara teratur dan tidak semata-mata mengambil perwakilan jarak daerah sampel sehingga menghasilkan jalur segi empat diseluruh daerah survey yang teratur. Metode ini sangat cocok untuk survei intensif dengan skala besar, dimana penggunaan IFU sangat terbatas, serta pada daeerah yang belum tersedia foto udara. Berhubungan dengan hal tersebut, survey di daerah Pujon tergolong pada skala yang luas, sehingga kecocokon terhadap metode survey ini sangatlah tepat.

 

 

Untitled2

-          menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

Tak jauh beda dengan model pendekatan yang lain, pendekatan fisiografis hampir sama dengan pendekatan yang lain yaitu melakukan interpretasi foto udara terlebih dahulu dan melakukan pengamatan lapang hanya pada daerah pewakil saja. Kemudian dari bentang FU yang telah diambil dilakuka pembatasan (delineasi) berdasarkan kesamaan secara fisiologi topografi daerah-daerah tersebut. Metode ini dilakukan bila tersedia foto udara yang berkualitas tinggi. Umumnya diterapkan pada skala 1 : 50.000 – 1 : 200.000

Untitled1

 

 

 

 

Filed under: TUGAS No Comments
17Mar/130

TUGAS M-4 STELA

 

1.Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

a.Kososiasi

Satuan pemetaan tanah konsosiasi didominasi oleh satua tanah dan tanah yang serupa (similar soil unit). Dalam konsosiasi paling tidak mempunyai 50% satu satuan tanah yang sama dan 25% satuan tanah yang serupa. SPT konsosiasi diberi nama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang seripa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau dua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan kedalam kelompok yang berbeda. Secara umum satuan-satuan tanah yang serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanah dikatakan tidak serupa apabila keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas.

Suatu jenis peta tanah yang tersusun dari delineasi, dimana tiap delineasi menunjukkan ukuran, bentuk, dan lokasi dari suatu satuan lanskap yang tersusun atas suatu jenis komponen tanah, atau satu jenis lahan miselaneus ditambah inklusi yang diperbolehkan. Ukuran, bentuk, dan lokasi dari tiap tubuh komponen tanah atau areal miselaneus ditunjukkan secara pasti oleh intensitas pemetaan dan inklusi yang diperbolehkan. Lihat komponen tanah, kompleks tanah, asosiasi tanah, grup tak terbedakan, areal miselaneus.

b. Kompleks

SPT ini mirip dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan-satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT, demikian juga komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanah yang ada pada SPT ini tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain


 TUGAS STELA M-4

1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?

Jawaban :

SPT terkecil 0.4 cmmerupakan sebuah saran dari Van Wambake untuk menyajikan satuan peta tanah terkecil. Ketentuan SPT terkecil ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam menggambarkan dan mendelineasi sebuah peta. Jika satuan peta tanah semakin kecil, maka akan semakin sulit untuk digambarkan. Penggambaran satuan yang lebih kecil dari 0.4 cm2 maka akan dimasukan ke dalam inklusi.

2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN

Jawaban:

Menurut saya, pembesaran peta analog dengan menggunakan scanner/fotocopy dimana skala yang awalnya 1:250.00 menjadi 1:50.000 tidak dibenarkan, karena jika peta sudah dalam bentuk cetakan ketika dilakukan scanning, gambar tidak akan dapat diperbesar dengan skala yang lebih besar. Skala yang lebih besar akan menunjukkan kedetailan yang lebih tinggi mengenai suatu informasi dalam suatu peta. Sedangkan, pada ilustrasi di atas, peta analog yang awalnya merupakan skala kecil yaitu 1: 250.000, yang hanya mengandung beberapa informasi, ketika dilakukan pembesaran skala menjadi 1 : 50.000, informasi tersebut akan tetap adanya, artinya informasi dalam peta tidak akan semakin detail. Selain itu proses delineasi yang akan dilakukan pun akan semakin berbeda, karena dengan skala yang lebih besar yakni dari 1:250.000 menjadi  1:50.000 maka akan terjadi batas-batas yang kemungkinan terlihat lebih jelas berbeda, ataupun perbedaan dalam delineasi suatu poligon yang ada.

 

3. Skala Peta

a. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti pada butir- butir di bawah?

b. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?

Jawaban:

Diketahui :

  • 1 : 10.000

luas peta = 0,8 cm2

Luas asli = 0,8 x (10000)2

= 8 x 107x 108

= 8 x 107x 10-8

= 8×10-1ha

  • Eksplorasi 1 : 1.000.000

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 x (1.000.000)2

= 0.8 x 1012 cm2

= 0.8 x 104 ha

  • Tinjau 1 : 250.000

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 x (250.000)2

=  0.8 x 625 x 108

= 500 x 108 cm2

= 500 ha

  • Semi detil 1 : 50.000

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 x (50.000)2

=  0.8 x 25 x 108

= 20 x 10cm2

= 20 ha

  •  Detil 1 : 25.000

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 x (25.000)2

=  0.8 x 625 x 106

= 500 x 106 cm2

= 5 ha

  •  Sangat Detil 1 : 5000

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 x (5000)2

=  0.8 x 25 x 106

= 20 x 106 cm2

= 20-1 ha

 

TUGAS-STELA-MINGGU-4 nisa

Filed under: TUGAS No Comments
16Mar/130

TUGAS M-3 STELA

NAMA  : ANNISAA RAHMAWATI

NIM       : 115040201111063

KELAS  : C

TUGAS M-3 STELA

  1. 1.      Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

 

©      Satuan peta aladah satuan lahan yang sistem fisiografi/bentuk lahannya sama, yang dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alami, dan dapat digunakan sebagai satuan evaluasi lahan. Satuan-satuan yang dihasilkan umumnya berupa tubuh lahan yang memiliki ciri-ciri tertentu yang dibedakan atas batas-batas alami di tempat terjadinya perubahan dan ciri-ciri yang paling cepat adalah ke arah lateral. Pendekatannya adalah pendekatan fisiografis.

©      Satuan taksonomi tanah adalah sekelompok tanah dari suatu sistem klasifikasi tanah, masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah yang mencerminkan konsep pusat dengan sejumlah kisaran penyimpangan sifat-sifat dari  konsep pusat tersebut.

©      Macam-macam satuan peta tanah, yaitu konsosiasi, asosiasi, komples dan kelompok tak dapat dibedakan (undifferentiated groups)

  1. asosiasi tanah yaitu sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam satu satuan peta menurut peta tertentu yang dapat diduga posisinya, tetapi karena kecilnya skala peta, taksa-taksa itu tidak dapat dipisahkan.
  2. kompleks tanah yaitu sekelompok tanah dari taksa yang berbeda, yang berbaur satu dengan yang lainnya dalam suatu delineasi tanpa memperlihatkan pola tertentu atau menunjukkan pola yang tidak beraturan
  3. kelompok tak dibedakan (undifferentiated groups), terdiri atas dua atau lebih tanah yang secara geografis tidak selalu berupa konsosiasi tetapi termasuk dalam satuan peta yang sama karena penggunaan dan pengelolaannya sama atau mirip.

ª      Metode survei tanah ada 5, yaitu metode survei grid (grid kaku), metode survei fisiografi (IFU), metode grid bebas, survei nonsistematik, dan survei kontinu

  1. Metode grid kaku. Jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segi empat di seluruh daerah survei. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur (interval titik pengamatan berjarak sama pada arah vertikal dan horizontal). Jarak pengamatan tergantung pada skala peta. Titik pengamatan ditempatkan di lapangan dan diamati karakteristiknya.
  2. Survei Fisiografi (IFU). Survei ini diawali dengan melakukan interpretasi foto udara (IFU) untuk mendelineasi landform yang terdapat di daerah yang disurvei, diikuti dengan pengecekan lapangan terhadap komponen satuan peta, biasanya hanya di daerah pewakil.
  3. Metode grid bebas. Perpanduan antara metode grid kaku dan metode fisiografi. Diterapkan pada survei detail hingga semi detail, foto udara berkemampuan terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi di lapangan cukup sulit dilakukan.
  4. Survei nonsistematik. Dalam survei ini batas tanah ditentukan dari peta lain, seperti peta geologi dan peta fisiografi. Pengecekan lapangan hanya dilakukan di beberapa tempat dengan intensitas sangat rendah untuk menentukan sifat-sifat tanah tipikal.
  5. Survei kontinu. Merupakan hasil interpretasi citra penginderaan jauh terhadap tanah atau terhadap sifat-sifat yang berhubungan dengan tanah.

 

 

 

  1. 2.      Koleksi peta rupa bumi/topografi, geologi, peta tanah, dan peta penggunaan lahan masing-masing asal daerah anda.
  2. 3.      Buat halaman pada blog anda, upload peta-peta tersebut dan berikan penjelasan setiap peta tentang:
    1. Judul (lembar peta untuk peta rupa bumi) , Tahun Penerbitan, Pembuat Peta
    2. Skala dan Sistem Proyeksi
    3. Lokasi Keberadaan Peta Tersebut :

 

ª      Peta Rupa Bumi Indonesia Kota Bandung

 

Judul                           : Peta Geologi Kota Kecamatan Beleendah, Bandung

Tahun Penerbitan        : -

Pembuat Peta              : -

Skala                           : 1:25.000

Sistem Proyeksi           : -

Lokasi                         : Bandung

 

 

ª      Peta Geologi Kota Kecamatan Beleendah, Bandung

 

Judul                           : Peta Geologi Kota Kecamatan Beleendah, Bandung

Tahun Penerbitan        : -

Pembuat Peta              : Jurusan Pendidikan Geografi

Skala                           : 1:60.000

Sistem Proyeksi           : -

Lokasi                         : Kecamatan Beleendah, Bandung

Keterangan                  : Informasi geologi. Sebagian besar didapat dari peta geologi daerah Garut dan Bandung dengan skala 1:100.000 yang diterbitkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan.

No Satuan Geologis Luas (ha)
1 Qi 1.226
2 Qd 1.619
3 Qwb 962,9
4 Tmb 350,9
Total 4.158,88

 

 

 

 

ª      Peta Penggunaan Lahan Kecamatan Beleendah, Bandung

 

Judul                           : Peta Penggunaan Lahan Kota Kecamatan Beleendah, Bandung

Tahun Penerbitan        : -

Pembuat Peta              : Jurusan Pendidikan Geografi

Skala                           : 1:60.000

Sistem Proyeksi                       : -

Lokasi                         : Kecamatan Beleendah, Bandung

Keterangan                 : Peta tata guna lahan. Peta tata guna lahan didapat dari hasil digitasi peta rupa bumi digital Indonesia lembar Pakutandang, Soreang, Bandung dan Ujungberung yang telah disesuaikan dengan daerah kecamatan Baleendah.

No Penggunaan Lahan Luas (ha)
1 Pemukiman 748,4
2 Sawah 1.749
3 Semak belukar 31,70
4 Tegalan 867,6
5 perkebunan 543,3
6 Tanah kosong 96,08

 

ª      Peta Tanah Kecamatan Beleendah, Bandung

 

Judul                           : Peta Tanah Kota Kecamatan Beleendah, Bandung

Tahun Penerbitan        : -

Pembuat Peta              : Jurusan Pendidikan Geografi

Skala                           : 1:60.000

Sistem Proyeksi           : -

Lokasi                         : Kecamatan Beleendah, Bandung

Keterangan :

No Jenis Tanah Luas (ha)
1 Latosol 3.359
2 Alluvial 763,6
Total 4.158,88

 

TUGAS M-3 STELA FIX

Filed under: TUGAS No Comments
15Mar/130

TUGAS M-2 STELA

NAMA  : ANNISAA RAHMAWATI

NIM       : 115040201111063

KELAS  : C

 

1. Ada beberapa istilah dalam kuliah ini, dalam kuliah minggu 1 dan 2 ada beberapa istilah yang perlu pemahaman, berikan penjelasan (definisi dan penjelasannya), misalnya:

  • Peta Tanah adalah peta yang dibuat umtuk mempertihatkan sebaran taksa tanah yang berhubungan dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi.
  • Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua tempat (titik) pada peta, dengan jarak sebenarnya di lapangan. Skala peta di setiap jenis peta berbeda-beda. Misalnya peta tanah bagan yang memiliki skala peta sama atau lebih kecil dari 1:2.500.000
  • Delineasi batas tanah (Soil delineation) adalah daerah yang dibatasi oleh suatu batas tanah pada suatu peta.
  • Poligon adalah garis-garis yang saling terhungung membentuk suatu luasan yang memiliki banyak sudut tepinya.
  • Satuan Peta (Map unit) adalah di dalam setiap peta tanah terdapat garis-garis batas (delineasi) yang berupa poligon-poligon, hal ini juga mewakili keadaan sebenarnya di lapangan (serupa dengan polipedon). Dalam setiap peta tanah selalu berisikan lebih dari satu satuan peta tanah. pada setiap satuan peta tanahm dapat terdiri dari satu satuan taksa tanah tertentu atau dapat juga terdiri dari dua atau lebih taksa tanah, baik itu berupa asosiasi tanah (yaitu sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam satu satuan peta menurut peta tertentu yang dapat diduga posisinya, tetapi karena kecilnya skala peta, taksa-taksa itu tidak dapat dipisahkan) maupun kompleks tanah (yaitu sekelompok tanah dari taksa yang berbeda, yang berbaur satu dengan yang lainnya dalam suatu delineasi tanpa memperlihatkan pola tertentu atau menunjukkan pola yang tidak beraturan) yang didefinisikan dalam istilah taksonomi tanah atau kalsifikasi tanah lainnya.
  • Satuan peta adalah satuan lahan yang mempunyai sistem fisiografi/landform yang sama, yang dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alami dan dapat dipakai sebagai satuan evaluasi lahan.
  • Legenda adalah suatu daftar atau tabel yang berisi tentang penjelasan mengenai suatu peta. Legenda peta tanah berfungsi untuk memudahkan mengidentifikasikan satuan peta serta memberikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta. Legenda ini secara singkat dapat dijelaskan sebagai penjelasan dari simbol-simbol yang terdapat di dalam peta.
  • Stereoskop merupakan alat yang digunakan untuk dapat melihat sepasang gambar/foto secara stereoskopis. Untuk dapat melihat sepasang foto yang saling overlap secara streoskopis tanpa bantuan perlengkapan optis, sangat dirasakan sekali kesulitannya.
  • Foto udara adalah sebuah gambar yang dicetak dalam media kertas foto yang dihasilkan dari hasil pemotretan dengan perekaman secara fotografi.

 

2. Buat halaman yang berisi resume bahan kajian kuliah minggu pertama, yang berisi penjelasan (definisi dan penjelasannya) .

Tanah adalah benda alami di permukaan bumi yang dimodifikasi atau bahkan dibuat oleh manusia dari bahan-bahan tanah, mengandung gejala-gejala kehidupan dan mampu menopang pertumbuhan tanaman di lapangan.

Tanah sebagai satuan tiga dimensi dengan variasi internal disajikan dengan cara ‘multifactorial’ dalam bentuk peta tanah sebagai satuan dua dimensi yang digambarkan pada peta tanah, sedangkan dimensi vertikal (kedalaman) serta sifat-sifat internal (sifat peta) disajikan dalam legenda peta.

Dalam bumi ini, terdapat pula bukan area tanah atau bukan tanah, diantaranya pantai, daerah perkotaan, habitat perairan dalam, singkapan batuan dan glasier. Mereka disebut bukan tanah sebab jika mengacu pada pengertian tanah sendiri, dimana sebuah tanah harus mampu menopang pertumbuhan tanaman, sebab pada jenis bukan tanah tadi terbentuk bukan dari lima faktor pembentuk tanah.

Macam-macam peta tanah terbagi atas tiga bagian dimana berdasarkan berbagai sudut pandang:

1. berdasarkan cara penyajian

Peta ini dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:

  • Peta tanah bersimbolkan titik. Peta ini menunjukkan lokasi titik-titik pengamatan yang benar-benar dilakukan, disertai nama taksa tanah atau satu atau lebih sifat-sifat tanah.
  • Peta tanah poligon kelas areal.
  • Peta lapangan kontinyu yang dibuat dengan metode interpolasi.
  • Peta lapangan kontinyu yang dibuat melalui pengamatan langsung di seluruh daerah survei.

2. berdasarkan teknik pelaksanaannya

Terdapat dua pendekatan yang dapat membagi permukaan tanah sebagai ‘kontinum’ ke dalam suatu satuan tertentu dalam membuat peta tanah.

  • Pendekatan sintetik
  • Pendekatan analitik

3. berdasarkan tujuan

Berdasarkan tujuannya, survei tanah dibedakan menjadi 6 macam, yaitu peta tanah bagan, peta tanah eksplorasi, peta tanah tinjau, peta tanah semi-detail, peta tanah detail, dan peta tanah sangat detail.

Peta Dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tanah atau wadah untuk menggambarkan delineasi satuan peta tanah.

Satuan peta tanah adalah satuan peta yang terdiri dari kumpulan semua delineasi tanah yang ditandai oleh simbol, warna, nama atau lambang yang khas pada suatu peta.

Inklusi dalam satuan peta tanah merupakan satuan peta tanah yang mengandung satuan tanah lain yang di dalam legenda peta tanah tidak dimunculkan. Sebab inklsi tersebut terlalu kecil untuk didelineasi tersebdiri atau terkadang tidak teramati oleh metode survei yang dilakukan. Hal ini berkaitan dengan ketentuan bahwa delineasi terkecil dalam peta adalah 0.4 cm2 .

tugas M-2

Filed under: TUGAS No Comments
8Mar/130

TUGAS STELA M-3

Tugas STELA L8_minggu 3

Filed under: TUGAS No Comments
4Mar/130

TUGAS STELA M-2

tugas 2 stela

Filed under: Uncategorized No Comments
2Mar/130

TUGAS STELA M-1

Tugas M-1 Survey Tanah dan Evaluasi Lahan (STELA) 2013

NAMA           : ANNISAA RAHMAWATI

NIM                : 115040201111063

KELAS          : C – AGROEKOTEKNOLOGI

 

1. Peta skala besar dan skala kecil?

  • Beri contoh masing-masing?
  • Apa saja yang berbeda?

Jawab:

v  Peta Skala Besar adalah peta yang berskala antara 1:5.000 sampai dengan  1:250.000. Peta ini berfungsi untuk menggambar wilayah yang relatif sempit  seperti kelurahan, kecamatan dan seterusnya. Peta skala besar memiliki tingkat detail yang lebih tinggi dibandingkan dengan peta skala kecil. Peta Skala besar merujuk kepada nisbah yang digunakan untuk jarak atau keluasan yang kecil, supaya objek kelihatan lebih besar. Peta skala besar dapat dilihat dari semakin kecil angka pembandingnya, maka akan semakin besar skala petanya. Misalnya: percobaan pertanian, untuk mempelajari variabilitas respon tanaman terhadap pemupukan atau perlakuan tertentu dan pengamatannya > 2 per ha. Contoh peta skala besar:

Peta Tanah Semi Detail : skala 1:50.000

v  Peta Skala Kecil adalah peta yang berskala antara 1:500.000 sampai dengan 1:1000.000. Salah satu peta skala kecil adalah peta tanah eksplorasi yang bertujuan untuk menggambarkan sebaran tanah secara umum untuk penyusunan atlas nasional, dan tidak untuk keperluan praktis,karna informasi tentang sifat-sifat tanah sangat minim.Peta ini di buat dengan survei sepanjang jalan menggunakan helikopter pada tempat-tempat tertentu yang di duga tanahnya berbeda, dilakukan dengan bantuan IFU atau citra satelit dengan insensitas pengamatan di lapangan sangat rendah. Peta skala kecil pula digunakan untuk merujuk kepada nisbah yang digunakan untuk kawasan yang luas. Peta skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas, misalnya peta negara, benua bahkan dunia. Peta ini dapat dilihat dari semakin besar pembandingnya, maka akan semakin kecil skala petanya. Contoh Peta Skala Kecil :

Perbedaan antara peta skala besar dan peta skala kecil adalah penyajian, tujuan  (intensitas pengamatan) dan teknik pelaksanaanya. Selain itu, peta skala besar mencakup daerah yang terbatas namun jarak antar titik di peta lebih lebar. Informasi yang diberikan lebih detail. Angka pembanding pada skalanya kecil. Simbol pada peta skala besar juga lebih jelas dan beragam sesuai dengan ragam informasi yang disajikan. Sedangkan peta skala kecil mencakup daerah yang lebih luas namun jarak antar titik di peta pendek dan informasi yang diberikan hanya secara umum, tidak mendetail.

 

2. Survei Tanah Bertujuan UMUM dan KHUSUS?

Beri Contoh masing-masing

Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing

Jawab:

Survei tanah bertujuan Umum berfungsi untuk memberikan data sebagai dasar interprestasi untuk berbagai penggunaan yang berbeda. Contohnya yaitu : pembuatan peta pedologi yang menyajikan sebaran satuan-satuan tanah yang ditentukan menurut morfologi serta data sifat fisik, kimia, dan biologi yang dikumpulkan di lapangan dan laboratorium dan sebagai dasar untuk melakukan riset yang berkaitan dengan hubungan tanah tanaman.

Kelebihan dan kelemahan dari survei tanah tujuan umum

  • Kelebihan dari survei tanah tujuan umum ini sangat bermanfaat untuk di terapkan pada wilayah-wilayah yang masih belum berkembang, yang faktor fisik lingkungannya (potensi penggunaan lahannya ) belum banyak di ketahui. Selain itu kisaran penggunaan lahan yang di gunakan sangat luas, meliputi penggunaan untuk pertanian dan non pertanian
  • Kelemahan survei tanah tujuan umum ini yaitu pada kisaran penggunaan lahan yang di gunakan sangat luas, meliputi penggunaan untuk pertanian dan non pertanian sehingga informasi dasar tentang tanah harus di kumpulkan sebelum di lakukan pengambilan keputusan penggunaan lahan yang menguntungkan.

Survei tanah untuk tujuan khusus, survei tanah ini dilakukan apabila tujuannya telah diketahui sebelumnya dan bersifat spesifik, misalnya untuk irigasi reklamasi lahan atau penanaman jenis tanaman tertentu. Survei tanah tujuan khusus dapat dilakukan asalkan penggunaanya dikemukakan secara jelas. Contoh survei tanah untuk tujuan khusus yaitu sebagai pengembangan irigasi, sebagai analisis contoh tanah, sebagai pengingat sifat-sifat tanah yang terkait telah diketahui serta nilai-nilai pembatas masing-masing faktor yang akan digunakan telah ditentukan.

Kelebihan dan kelemahan dari survei tanah tujuan khusus

  • Kelebihan dari survei tanah tujuan khusus sangat bermanfaat apabila mencantumkan informasi tentang daerah tersebut berikut dengan penggunaan lahan yang berpotensi untuk dikembangkan telah di ketahui, sehingga penggunaan khusus dapat digunakan.
  • Kelemahan dari survei tanah tujuan khusus ketidakmampuannya dalam memenuhi semua tujuan atau keperluan,tidak seperti yng berlaku pada survei bertujuan umum.

 

3.  Siapa saja pengguna survei tanah? Jelaskan secara detil apa yang dimaksud. Misalnya mengapa petani bisa memutuskan apa yang sebaiknya dilakukan atas tanahnya menggunakan hasil survei tanah. dstnya

     Jawab:

Pengelola Lahan, yaitu petani, peternak, pengelola hutan dan pengelola perkebunan.Kelompok ini akan memutuskan apa yang sebaiknya di lakukan untuk lahannya, misalnya untuk apa dan bagaimana sistem penggelolaanya yang tepat.

Penyuluh lapangan, kelompok ini bertugas memberikan penyuluhan kepada pengelolaan yang lahan.

Industri jasa yang berhubungan dengan penggunaan lahan, misalnya lembaga pemberi kredit,bank,dan kelompok investor. Kelompok ini memfasilitasi penggunaan lahan dan membutuhkan informasi apakah lahan tersebut akan menghasilkan dan menguntungkan secara ekonomi.

Perencana penggunaan lahan pedesaan lahan pedesaan dan perkotaan. Kelompok perencana ini merekomendasikan atau memfasilitasi jenis-jenis penggunaa lahan tertentu di daerah lahan yang berbeda.

Lembaga pengendali penggunaan lahan, merupakan kelompok perencana penggunaan lahan dengan kewenangan khusus untuk mengatur penggunaan lahan. Sebagi contoh, di Belanda jumlah pupuk kandang yang boleh di berikan setiap hektar di tentukan oleh jenis tanah untuk menghindari polusi air tanah.

Badan otoritas pajak, di beberapa negara,pajak atas lahan di dasarkan pada produksi potensi lahan. Semakin subur tanah semakin tinggi pajak yang harus di bayar oleh pemilik lahan tersebut.

Pakar dalam bidang rekayasa, ahli-ahli dalam bidang rekayasa memerulkan hasil surevei tanah untuk menentukan apa yang harus di perhatikan dalam pembangunan gedung, jalan maupun pipa-pipa saluran minyak dan gas bumi agar tidak mudah mengalami korosi.

Pengelola lingkungan yang menggunakan tanah sebagai unsur ekologi landskap. Hasil survei tanah dapat menunjukan lokasi-lokasi dalam suatu daerah yang memiliki resiko tinggi jika di gunakan untuk kepentingan tertentu.

Peneliti, mengkaji tanggapan lahan terhadap pengguna lahan dan strategis pengelolaannya.Termasuk dalam kelompok ini adalah peneliti pada plot percobaan yang berharap bahwa satuan tanah yang berbeda akan memberikan tanggapan ( respon ) yang berbeda pula terhadap macam penggeloalaan yang di terapkan.

 

4. Pertanyaan apa saja yaang bisa dijawab dari hasil survei tanah?

Jawab:

a. Menyimpulkan keseluruhan daerah kajian.

- Apa kelas (taksa) tanah yang di jumpai di daerah yang di kaji?

- Bagaimana propinsi masing-masing kelas yang ada di daerah tersebut?

- Berapa persen dari daerah tersebut yang di duduki oleh tanah dengan sifat-sifat tertentu? (misalnya tanah yang berbatu pada kedalaman <50 cm).
Kelompok pertanyaan pertama ini hanya memerlukan prosedur pengambilan contoh secara statistik dan memerlukan peta. Pertanyaan ini hanya bermanfaat untuk memberikan informasi di tingkat nasional.

 Pada lokasi tertentu pada suatu daerah yang di pilih.

- Apa kelas (taksa) tanah pada lokasi tersebut ?
- Bagaimana sifat tanah pada lokasi tersebut?
- Bagaimana pola spesial dari kelas tanah pada dan di sekitar lokasi tersebut?
- Bagaimana pola spesial dari sifat-sifat tanah pada atau di sekitar lokasi tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus diajukan oleh pihak penggelola lahan yang sudah memeiliki atau yang sedang mengelola daerah tertentu serta pihak perencana yang telah mengidentifikasi daerah tertentu yng akan di rancang penggunaan lahannya.

c. Memilih lokasi daerah yang diinginkan.

- Dimana lokasi kelas-kelas ( taksa ) tanah tertentu misalnya Mollisol di daerah tersebut dapat dijumpai ?

- Dimana lokasi tanah-tanah yang memiliki sifat-sifat tertentu misalnya yang berdrainasi baik, KB > 50%, tidak berkrikil dan lain-lain, yang berdekatan dengan tanah yang memiliki drainase buruk, KB > 50%, dekat sumber air dan lain-lain dapat dijumpai?
Kelompok pertanyaan di atas harus di jawab oleh pihak perencanaan atau pengguna lahan yang akan mencari dan menggunakan lahan sesuai dengan kebutuhan mereka. Lahan tersebut dapat berupa lahan yang sudah dimiliki atas telah dikelola atau bisa juga berupa lahan yang dicari untuk dikelola.

 

5. Ada Berapa kategori dalam Soil Taxonomy. Apa kaitannya dengan Peta Tanah?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam sistem Taksonomi Tanah USDA, terdapat 6 kategori yang tersusun secara berhiraki yaitu:

Ordo : Proses pembentukan tanah seperti yang ditunjukkan oleh ada tidaknya horizon penciri serta jenis horizon penciri yang ada (12 taksa).

Sub-ordo : keseragaman genetik, misalnya ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh air,rezim lengas tanah, bahan induk utama, pengaruh vegetasi, tingkat dekomposisi bahan organik (64 taksa)

Group : kesamaan jenis, susunan dan perkembangan horizon, kejenuhan basa, suhu lengas, tanah ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain seperti fragipan, duripan.

Sub-group : 1. Sifat-sifat inti dari gorup; 2. Sifat-sifat tanah peralihan; 3. Sifat-sifat tanah peralihan ke bukan tanah.

Famili : Sifat-sifat penting untuk pertanian atau bidang rekayasa. Sifat yang sering digunakan sebagai pembeda antara lain adalah : sebaran besar butir, susunan mineral liat, kelas aktivitas tukar kation, rezim suhu tanah.

Seri : Jenis dan susunan horizon, warna, tekstur, struktur, konsistensi, reaksi tanah, sifat-sifat kimia dan mineralogi masing-masing horizon.

 

v  Kaitan antara kategori dalam taksonomi tanah dengan peta tanah adalah untuk membantu mendeskripsi dan mengklasifikasikan profil-profil tanah pada lokasi di daerah survei, dan mempermudah dalam pembuatan peta tanah.

 

6. Cari contoh peta Tanah dan Peta Evaluasi Lahan dari Internet. Apa yg berbeda. Mana yg lebih bermanfaat bagi:
(a) petani,
(b) peneliti
(c) konsultan perkebunan,
(d) mahasiswa

 

a. Peta Tanah

Peta tanah adalah peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Peta ini dilengkapi dengan legenda yang secara singkat menerangkan sifat-sifat tanah dari masing-masing satuan peta. Peta tanah biasanya disertai dengan “Laporan Pemetaan Tanah” yang menerangkan lebih lanjut sifat-sifat kemampuan tanah yang digambarkan dalam peta tanah tersebut.

Jenis-jenis peta tanah

  1. Peta Tanah Bagan

Peta tanah bagan (Skala 1 : 2.500.000 Atau Lebih Kecil); fungsi dari peta ini untuk memberikan petunjuk kasar mengenai penyebaran jenis-jenis tanah.

  1. Pata Tanah Eksplorasi (Skala 1 : 1.000.000 – 1 : 2.500.000); peta tanah eksplorasi berfungsi untuk memberikan gambar kemungkinan penelitian terarah, menunjukkan potensi sumberdaya alam (tanah), adanya problem area suatu daerah serta kemungkinan pengembangan daerah.
  2. Peta Tanah Tinjau (Skala 1 : 100.000 – 1 : 250.000); peta tanah tanah tinjau berfungsi memberikan keterangan lebih lanjut tentang jenis tanah suatu wilayah untuk keperluan tertentu.
  3. Peta Tanah Semi Detil (Skala 1 : 25.000 – 1 : 100.000); peta tanah semi detil berfungsi untuk pelaksanaan-pelaksanaan tertentu dari suatu wilayah yang luasnya dibatasi pada maksud tersebut. Peta ini dapat menggambarkan lebih jelas legi mengnai hal-hal yang dalam peta tanah eksplorasi atau peta tinjau belum disajikan (jelaskan).
  4. Peta Tanah Detil (Skala 1 : 5.000 – 1 : 25.000); peta tanah detil berfungsi untuk proyek-proyek khusus misalnya proyek trasmigrasi, rencana pengairan, kebun percobaan dan sebagainya.

b. Peta evaluasi lahan.

 

Peta tematik adalah peta yang menggambarkan tujuan yang diinginkan dari awal pembuatan peta. Fungsinya memberi gambaran yang jelas terhadap tujuan yang khusus. Seperti peta budaya yang hanya menggambarkan lokasi-lokasi tertentu yang erat kaitannya dengan sejarah masa lalu. Contoh peta tematik adalah peta tata guna lahan, peta batas wilayah, dan sebagainya.

 

Perbedaan peta tanah dan peta evaluasi lahan

Peta Tanah

a. Memperlihatkan distribusi taksa tanah

b. Berhubungan dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi

Peta evaluasi lahan

a.Memperlihatkan peta tata guna lahan

b. Berkaitan dengan peta batas wilayah dan peta tata guna lahan

 

Apa yang bermanfaat peta tanah dan peta evaluasi lahan bagi:

a)    Petani : peta evaluasi lahan

Para petani sangat membutuhkan peta evaluasi lahan memperlihatkan tata guna lahan yang sangat berkaitan dengan kesesuaian tanah terhadap komoditas pertanian yang ditanam.

b)   Peneliti : peta tanah dan peta evaluasi lahan

Para peneliti, terutama peneliti tanah sangat membutuhkan kedua jenis peta tersebut. Hal ini sangat membantu dalam penelitian yang dilakukan, yang dimana peneliti tersebut tidak hanya membutuhkan peta tanah saja atau peta evaluasi lahan saja. Kedua jenis peta ini akan sangat membantu peneliti dalam mengembangkan hasil penelitiannya serta dapat membantu dalam penelitian yang dilakukan.

c)    Konsultan perkebunan : peta tanah

Konsultan perkebunan sangat memerlukan peta tanah yang sangat membantu mengetahui sejauh mana perkebunan tersebut dapat ditanami jenis tanaman perkebunan sesuai dengan jenis tanahnya.

d)   Mahasiswa.: peta tanah dan peta evaluasi lahan.

Karena mahasiswa, terutama mahasiswa pertanian sangat membutuhkan peta tanah dan peta evaluasi lahan. Kedua peta ini dapat sangat membantu dalam mengembangkan studi mengenai tanah, dimana sangat erat kaitannya dalam menentukan kesesuaian komoditi yang akan ditanam dengan jenis tanah yang tersedia serta mencocokkan cara pengolahan lahan terhadap tanah.

 

 

 

 

 

 

 

  1. 7.    Cari contoh deskripsi profil tanah (dr Internet), yang lengkap dengan data hasil analisis tanahnya (data laboratorium). Tiap kelompok beda Ordo Tanah : (Kel: 1. Inceptisol, 2, Vertisol, 3. Mollisol, 4. Alfisol, 5. Andisol, 6. Ultisol, 7. Oxisol, 8. Spososol, 9. Histosol, 10. Entisol.

KELOMPOK 10:
APRI ADITYA DANANG              115040201111052

ALDITA ADIN NUGRAHA          115040201111058

ANNISAA RAHMAWATI             115040201111063

ANUFA   I. K                                                115040201111274

 

ORDO TANAH : ENTISOL

ENTISOLS

 

A. Karakteristik Tanah Entisol

Secara umum jenis tanah entisol merupakan tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan. Tanah ini dulu disebut dengan tanah Aluvial atau Regosol. Tanah entisol dicirikan oleh kenampakan yang kurang muda dan tanpa horison genetik alamiah, atau juga mereka hanya mempunyai horison-horison permulaan. Pengertian Entisol adalah tanah-tanah dengan regolit dalam atau bumi tidak dengan horison, kecuali mungkin lapis bajak. Beberapa Entisol, meskipun begitu mempunyai horison plaggen, agrik atau horizon E (albik), beberapa mempunyai batuan beku yang keras dekat permukaan

Entisol dicirikan oleh bahan mineral tanah yang belum membentuk horizon pedogenik yang nyata, karena pelapukan baru diawali, atau hasil bahan induk yang sukar lapuk seperti pasir kuarsa, atau terbentuk dari batuan keras yang larutnya lambat seperti batu gamping, atau topografi sangat miring sehingga kecepatan erosi melebihi pembentukan horizon pedogenik, atau pencampuran horizon oleh pengolahan tanah atau hewan. Profil tanahnya tidak memperlihatkan translokasi bahan (Darmawijaya, 1990). Entisol mempunyai kadar lempung dan bahan organik rendah, sehingga daya menahan airnya rendah, struktur remah sampai berbutir dan sangat sarang, hal ini menyebabkan tanah tersebut mudah melewatkan air dan air mudah hilang karena perkolasi.

Di Indonesia tanah Entisol banyak diusahakan untuk areal persawahan baik sawah teknis maupun tadah hujan pada daerah dataran rendah. Tanah ini mempunyai konsistensi lepas-lepas, tingkat agregasi rendah, peka terhadap erosi dan kandungan hara tersediakan rendah. Potensi tanah yang berasal dari abu vulkan ini kaya akan hara tetapi belum tersedia, pelapukan akan dipercepat bila terdapat cukup aktivitas bahan organik sebagai penyedia asam-asam organik.

Entisol mempunyai kejenuhan basa yang bervariasi, pH dari asam, netral sampai alkalin, KTK juga bervariasi baik untuk horison A maupun C, mempunyai nisbah C/N < 20% di mana tanah yang mempunyai tekstur kasar berkadar bahan organik dan nitrogen lebih rendah dibandingkan dengan tanah yang bertekstur lebih halus. Hal ini disebabkan oleh kadar air yang lebih rendah dan kemungkinan oksidasi yang lebih baik dalam tanah yang bertekstur kasar juga penambahan alamiah dari sisa bahan organik kurang daripada tanah yang lebih halus. Meskipun tidak ada pencucian hara tanaman dan relatip subur, untuk mendapatkan hasil tanaman yang tinggi biasanya membutuhkan pupuk N, P dan K (Munir, 1996).

Entisol dapat juga dibagi berdasarkan great groupnya, beberapa diantaranya adalah Hydraquent, Tropaquent dan Fluvaquents. Ketiga great group ini merupakan subordo Aquent yaitu Entisol yang mempunyai bahan sulfidik pada kedalaman ≤ 50 cm dari permukaan tanah mineral atau selalu jenuh air dan pada semua horizon dibawah 25 cm terdapat hue dominan netral atau biru dari 10 Y dan warna-warna yang berubah karena teroksidasi oleh udara. Jenuh air selama beberapa waktu setiap tahun atau didrainase secara buatan (Hardjowigeno, 1993).

Hydraquent adalah great group dari ordo tanah Entisol dengan subordo Aquent yang pada seluruh horison di antara kedalaman 20 cm dan 50 cm di bawah permukaan tanah mineral, mempunyai nilai-n sebesar lebih dari 0,7 dan mengandung liat sebesar 8 persen atau lebih pada fraksi tanah halus (Soil survey staff, 1998).

Tropaquent adalah great group dari ordo tanah Entisol dengan subordo Aquent. Tanah ini dibedakan karena memiliki regim suhu tanah iso (perbedaan suhu musim panas dan dingin kurang dari 50 C. Tanah ini terbentuk karena selalu basah atau basah pada musim tertentu. Jika dilakukan perbaikan drainase akan berwarna kelabu kebiruan (gley) atau banyak ditemukan karatan (Hardjowigeno, 1993).

Fluvaquents adalah great group dari ordo tanah Entisol dengan subordo Aquent yang mengandung karbon organik berumur Holosen sebesar 0,2 persen atau lebih pada kedalaman 125 cm di bawah permukaan tanah mineral, atau memiliki penurunan kandungan karbon organik secara tidak teratur dari kedalaman 25 cm sampai 125 cm atau mencapai kontak densik, litik, atau paralitik apabila lebih dangkal (Soil survey staff, 1998).

 

B. Pembentukan Tanah Entisol

Tahap I : Pelapukan dari batuan induk,

Tahap II : batuan yang lapuk akan menjadi lebih lunak. Kemudian rekahan-rekahan yang terbentuk pada batuan akan menjadi jalur masuknya air dan sirkulasi udara. Sehingga, dengan proses-proses yang sama, terjadilah pelapukan pada lapisan batuan yang lebih dalam.
Tahap III : lapisan tanah bagian atas mulai muncul tumbuh-tumbuhan perintis. Akar tumbuhan ini membentuk rekahan pada lapisan-lapisan batuan yang ditumbuhinya (mulai terjadi pelapukan Biologis). Sehingga rekahan ini menjadi celah/ jalan untuk masuknya air dan sirkulasi udara
Tahap IV : Pada tahapan ini lapisan humus dan akumulasi asam organik lainnya semakin meningkat. Seperti proses yang dijelaskan pada tahap-tahap sebelumnya, keadaan ini mempercepat terjadinya proses pelapukan yang terjadi pada lapisan batuan yang lebih dalam lagi.

 

C. Proses pembentukan tanah Entisol dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

  1. Iklim yang sangat kering, sehingga pelapukan dan reaksi-reaksi kimia berjalan sangat lambat.
  2. Erosi yang kuat, dapat menyebabkan bahan-bahan yang dierosikan lebih banyak dari yang dibentuk melalui proses pembentukan tanah. Banyak terdapat dilereng-lereng yang curam.
  3. Pengenndapan terus menerus,menyebabkan pemebentukan horizon lebih lambat dari pengendapan. Terdapat misalnya di daerah dataran banjir di sekitar sungai, delta, lembah-lembah, daerah sekitar gunung berapi,bukit-bukit pasir pantai.
  4. Bahan induk yang sangat sukar dilapuk (inert), atau tidak permeable, sehingga air sukar meresapdan reaksi-reaksi tidak berjalan.
  5. Bahan induk yang tidak subur atau mengandung unsure-unsur beracun bagi tanaman atau organisme lain. Diferensiasi oleh bahan organik tidak dapat terjadi.
  6. Selalu jenuh air atau bergenang, menghambat perkembangan horizon.
  7. Waktu yang singkat, belum memungkinkan perkembangan tanah.
  8. Perubahan yang dratis dari vegetasi. Kalau pohon-pohon cemara yang mempengaruhi pembentukan tanah Spodosol (Podsol) diganti dengan tumbuhan berdaun lebar, maka profil Spodsol dapat berubah menjadi Entisol dalam waktu kurang dari satu abad (Hole, 1976) Beberapa macam proses pembentukan tanah mungkin mulai berjalan, tetapi belum dapat menghasilkan horizon penciri horizon tertentu yang dapat digolongkan ke dalam ordo tanah lain selain Entisol.

 

D. Pengelolaan Tanah

Potensi
Banyak tanah entisol yang digunakan untuk usaha pertanian, misalkan didasrah endapan sungai atau daerah rawa-rawa pantai. Tanah entisol berasal dari bahan alluvium umumnya merupakan tanah subur. Digunakan pula sebagai areal persawahan. Memelihara tambak perikanan, bandeng, gurame cukup memberikan produksi.

Permasalahan
Pengawasan tata air termasuk perlindungan terhadap banjir, drainase dan irigasi. Tekstur tanahnya sangat variebel, baik vertical maupun horisontal, jika banyak mengandung lempung tanahnya sukar diolah dan menghambat drainase. Perbaikan drainase didaerah rawa-rawa menyebabkan munculnya cat clay yang sangat masam akibat oksidasi sulfida menjadi sulfat. Tanah yang berasal dari Bengawan Solo dan sungai berasal dari pegunungan karst (gunung sewu) umumnya kekurangan unsur phosfor dan Kalium.

Perbaikan
Entisol didaerah basah yang mendapatkan bahan alluvium dimanfaatkan secara intensif oleh masyarakat sebagai kawasan budidaya padi sawah. Intensitas pengelolaan termasuk tinggi, karena hampir setiap tahun dimanfaatkan untuk budidaya pertanian dengan pola tanam. Padi-padi atau padi – palawija – bero. Dan dapat pula digunakan untuk tambak.

 

 

 

 

E. Uji Laboratorium Tanah Entisol

 

 

 

Referensi ENTISOL :

Anonymous. 2013. Tanah Entisol (Online) http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30 184/4/Chapter%2520II.pdf.  Diakses pada 25 Februari 2013.

Arifin, Zainal. 2006. Analisi Nilai Indeks Kualitas Tanah Entisol pada Penggunaan Lahan yang Berbeda. (Online)http://fp.unram.ac.id/data/2012/04/21-1_06-Zaenal-_Rev-Prof-Suwardji_.pdf

Darmawijaya, I. 1990. Klasifikasi Tanah, Dasar–dasar Teori Bagi Penelitian Tanah dan Pelaksanaan Penelitian. Yogyakarta: UGM Press

Hardjowigeno, Sarwono. 1983. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta: Akademika Pressindo

Munir. 1996. Tanah-Tanah Utama Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya

Soil Survey Staff. 1998. Keys to Soil Taxonomy. United State Departement of Agriculture.

 

Monggo didownload :)

TUGAS M-1 STELA

Filed under: TUGAS No Comments
1Dec/120

hama, musuh alami, dan serangga lain

  • Hama adalah binatang atau sekelompok binatang yang pada tingkat populasi tertentu menyerang tanaman budidaya sehingga dapat menurunkan produksi baik secara kualitas maupun kuantitas dan secara ekonomis merugikan.

(Hairiah,dkk, 2011)

  • Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia.
  • Hama adalah apabila serangga dapat mengurangi kualitas maupun kuantitas bahan makanan, pakan ternak, tanaman serat, hasil pertanian atau panen, pengelolahan dan dalam penggunaannya serta dapat bertindak sebagai vektor penyakit pada tanaman, binatang dan manusia, dapat merusak tanaman hias, bunga serta merusak bahan bangunan dan milik pribadinya.
  • Musuh Alami adalah organisme yang dalam perkembangannya di alam dapat mengganggu perkembangan atau menyebabkan kematian OPT. Musuh alami dibedakan menjadi parasitoid, patogen dan predator.

    •             Musuh alami adalah serangga yang terdapat pada tanaman yang dapat menyebabkan kerusakan, akan tetapi serangga tersebut dapat memakan organisme pengganggu pada tanaman tersebut.

    Natural enemy is an effective alternative for some producers which hace problems with aphd resurgence following destruction of the natural enemy complex by the broad-spectrum insecticides in pecan aphids are quite common.

    Translate : Musuh alami adalah alternatif yang efektif untuk beberapa produsen yang mempunyai masalah dengan peledakan apid berikut sebagai penghancuran kompleks insektisida dalam spektrum luas oleh musuh alami.

    (Barbosa, P. 1998)

  • serangga lain adalah serangga yang tidak termasuk hama maupun musuh alami, yang tidak memakan tanaman dan juga tidak memangsa hama
Filed under: Pertanian No Comments
1Dec/120

makalah pertumbuhan vegetatif, generatif, dan photomorphogenesis

MAKALAH PERTUMBUHAN

Filed under: TUGAS No Comments
26Jun/121

Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

 PENGERTIAN PHT

  • Pengendalian Hama Terpadu adalah konsep pengendalian hama dan penyakit tanaman yang aman bagi lingkungan dan makhluk hidup.

(Endah & Abidin, 2002)

  • Pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan unsur-unsur alami yang mampu mengendalikan hama agar tetap berada pada jumlah dibawah ambang batas yang merugikan.

(Juanda & Cahyono, 2005)

 

 PENGERTIAN OPT

  • Organisme Pengganggu Tanaman adalah  semua organisme yang dapat menyebabkan penurunan potensi hasil yang secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya. (Anonymous, 2011)

 

 PENGERTIAN EKOSISTEM

  • Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya di mana manusia merupakan bagian integral dari ekosistem tempat hidupnya.

(Hartono, )

  • Ekosistem adalah pola hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antara makhluk hidup dengan lingkungan keberadaannya.

(Isma’il, 2009)

 

 Komponen PHT

Komponen PHT adalah perpaduan dari cara pengendalian pengendalian kultur teknik, hayati, varietas yang tahan, fisik dan mekanik, peraturan-peraturan, serta kimiawi (pestisida).

(

 Komponen Ekosistem

Lingkungan ekosistem terdiri atas dua jenis :

  1. Lingkungan biotik (komponen makhluk hidup), misalnya hewan, tumbuh-tumbuhan dan mikroba.
  2. Lingkungan abiotik (komponen benda mati), misalnya cahaya, air, udara, tanah, dan energi.

Dari segi makanan ekosistem memiliki 2 komponen yang biasanya secara bagian terpisah dalam ruang dan waktu yaitu:

  1. Komponen autotrofik (autotrophic). Kata autotrofik berasal dari kata autos artinya sendiri, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Komponen autotrofik, yaitu organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri berupa bahan organik berasal dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan klorofil dan energi utama berupa radiasi matahari. Oleh karena itu, organisme yang mengandung klorofil termasuk ke dalam golongan autotrof dan pada umumnya adalah golongan tumbuh-tumbuhan hijau. Pada komponen autotrofik terjadi pengikatan energi radiasi matahari dan sintesis bahan anorganik menjadi bahan organik kompleks.
  2. Komponen heterotrofik (heterotrofhic). Kata heterotrof berasal dari kata hetero artinya berbeda atau lain, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Komponen heterotrofik, yaitu organisme yang hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik sebagai bahan makanannya, sedangkan bahan organik yang dimanfaatkan itu disediakan oleh organisme lain. Jadi, komponen heterotrofit memperoleh bahan makanan dari komponen autotrofik, kemudian sebagian anggota komponen ini menguraikan bahan organik kompleks ke dalam bentuk bahan anorganik yang sederhana dengan demikian, binatang, jamur, jasad renik termasuk ke dalam golongan komponen heterotrofik.

Ekosistem dari segi struktur terdiri dari 4 komponen :

(1). Komponen abiotik

(2). Komponen produsen

(3). Komponen konsumen (herbivora, carnivora dan omnivora)

(4). Komponen pengurai (dekomposer)

(Anonymous, 2011)

 Peranan PHT dalam Ekosistem Pertanian

Untuk menekan dampak negatif pemakaian pestisida sintetis, mencegah resurgensi dan kekebalan OPT, serta memanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan alam untuk mengendalikan OPT.

(Novizan, 2002)

 Faktor Penyebab Timbulnya Peledakan Hama dan Penyakit

Banyak faktor yang bisa menyebabkan timbulnya ledakan hama dan penyakit, yaitu penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia. Penggunaan kedua bahan tersebut dalam kurun waktu panjang akan berdampak negatif pada kehidupan serta keberadaan musuh alami hama dan penyakit. Selain itu penggunaan pupuk dan pestisida kimia juga berdampak pada kehidupan biota tanah. Hal ini akan menyebabkan terjadinya ledakan hama dan penyakit.

(Supriati & Herliana, 2010)

 Metode Pengendalian OPT

Berikut ini disajikan beberapa cara yang dapat dipakai untuk mengendalikan serangan OPT menurut konsep PHT.

  1. Perlakuan Fisik
  • Pemangkasan bagian tanaman yang sakit atau memusnahakan tanaman yang sakit.
  • Pengumpulan hama dan memusnahkannya secara fisik
  • Pemakaian perangkap lampu untuk menjerat serangga
  • Pemasangan bebegig atau orang-orangan di sawah untuk mengusir burung
  1. Pengendalian Biologis

Pengendalian biologis ini dilakukan dengan menyebarkan dan memelihara musuh alami atau predator dari OPT tertentu di daerah pertanian.

  1. Pengendalian Kimiawi

Program PHT masih mengizinkan pemakaian pemakaian racun kimia buatan (pestisida sintetis) untuk mengendalikan OPT, asal dilakukan dengan metode yang benar. Selain itu juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan senyawa kimia beracun yang dikandung oleh tumbuhan

(Novizan, 2002)

 Konsep Ambang Ekonomi

Ambang ekonomis merupakan suatu tingkat atau batas toleransi serangan hama dan penyakit terhadap tanaman budidaya. Jika hama dan penyakit yang  terdapat pada areal budidaya tanaman berada dibawah ambang ekonomis maka tidak perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit tersebut. Sedangkan jika keberadaan hama dan penyakit pada areal pertanaman tersebut diatas ambang ekonomis maka perlu dilakukan pengendalian.

Ambang ekonomis serangan hama dan penyakit adalah :

  1. Jika serangan hama dan penyakit tersebut menurunkan biaya produksi tanaman secara kualitas. Jika suatu hama dan penyakit tidak menyebabkan kerugian atau menurunkan produksi tanaman secara kualitas maka serangan hama dan penyakit tidak perlu dilakukan pemberantasan. Penurunan kualita produksi tanaman ini akan berkabit pada nilai ekonomis terhadap hasil produksi tanaman tersebut. Serangan hama dan penyakit tanaman perlu dilakukan kegiatan pemberantasan bila telah menurunkan kualitas produksi hasil pertanian atau menurunkan nilai ekonomis hasil tanaman.Penurunan kualitas atau nilai ekonomi hasil tanaman akan berdampak terhadap petani yang mengusahakan tanaman tersebut penurunan pendapatan atau dapat menyebabkan gagal panen.
  2. Jika serangan hama dan penyakit mengadakan suatu persaingan terhadap kepentingan manusia. Persaingan terhadap kepentingan manusia atau petani jika serangan hama dan penyakit mengakibatkan peningkatan biaya produksi seperti pengadaan benih untuk mengganti tanaman yang terserang hama. Dengan terganggunya kepentingan petani atau manusia akibat serangan hama dan penyakit maka perlu dilakukan kegiatan penanggulangan.
  3. Jika serangan hama dan penyakit tersebut sudah menjadi permasalahan dalam usaha pertanian. Serangan hama dan penyakit dikatakan sudah menjadi permasalahan dalam pertanian jika serangan hama dan penyakit tersebut mengakibatkan terganggunya produksi hasil tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas, persentase tumbuh tanaman, dan biaya perawatan tanaman. Jika serangan hama dan penyakit telah menyebabkan hal tersebut perlu dilakukan tindakan pengendalian sehingg dapat meminimalisir permasalahan tersebut.
  4. Jumlah populasi organisme penyebab hama dan penyakit lebih dari 10 ekor pada setiap tanaman. jika populasi vektor hama dan penyakit pada setiap tanamaan melebihi 10 ekor perlu dilakukan kegiatan tindakan pengendalian hama dan penyakit. Jika populasi masih dibawah 10 ekor pertanaman tidak perlu dilakukan pengendalian karena maih dibawah ambang batas ekonomis. Jika dilakukan pengendalian akan menyebabkan kerugian yang meliputi biaya produksi semakin meningkat, musnahnya musuh-musuh alami hama dan penyakit.

(Anonymous(b), 2011)

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonymous(a).2011.Komponen Ekosistem. http://www.irwantoshut.net/ekosistem.html.diakses tanggal 23 Desember 2011

Anonymous(b).2011.Konsep Ambang Ekonomi. http://wahanapertanian.blogspot.com/2011/01/ambang-ekonomi-hama-dan-penyakit.html.diakses tanggal 23 Desember 2011

Endah, joesi & Abidin, zaenal.2002.Membuat Tanaman Buah Kombinasi.AgroMedia Pustaka : Jakarta.

Hartono. .Geografi : Jelajah Bumi dan Alam Semesta.CV Citra Praya :

Isma’il, mokhamad.2009.Bahas Tuntas 1001 Biologi SMP.Pustaka Widyatama : Yogyakarta.

Juanda, dede & Cahyono, bambang.2005.WIJEN : Teknik Budi Daya dan Analisis Usaha Tani.Kanisius : Yogyakarta.

Novizan.2002.Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan.AgroMedia Pustaka : Jakarta

Supriati, Yati & Herliana, Ersi.2010.Bertanam 15 Sayuran Organik dalam Pot.Penebar Swadaya : Jakarta.

Filed under: Pertanian 1 Comment