Menuntut Ilmu lagi di Kampus yang Baru, Kota yang Baru dan Suasana yang Baru

2016
01.31

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah, terima kasih kepada Allah SWT atas segala karunia dan rahmat-Nya, terima kasih juga buat orang tua, saudara dan teman-teman yang selalu mendoakan saya. Namanya rezeki, tidak akan lari kemana, asal disertai usaha dan doa.

Alhamdulillah saya sudah menjadi seorang Sarjana Farmasi setelah 4 tahun kuliah Farmasi di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Tapi saya benar-benar terombang-ambing setelah wisuda (22/11/15) kemarin, karena saya bingung harus bagaimana, rencanaya mau segera ambil profesi apoteker tapi profesi apoteker UB belum buka dan rencananya akan dibuka pada pertengahan tahun 2016. Meskipun ada beberapa teman saya yang memilih kerja dulu, tapi saya pribadi belum sanggup buat cari kerja karena ilmu kefarmasian saya masih cemen.

Akhirnya saya dan teman-teman yang memutuskan untuk ikut seleksi profesi apoteker di Universitas lain, seperti UI, ITB, Unpad dan lainnya. Teman-teman yang lain ada yang sudah ikut tes di ITB, tetapi saya tidak punya nyali buat tes di sana hehe, karena persiapan saya juga belum mantap saat itu. Saya dan teman-teman lainnya mencoba ikut seleksi di UI dulu tanggal 29 November 2015. Alhasil sebulan kemudian setelah tes saya membuka pengumuman, yaah namanya juga bukan rezeki, saya tidak lulus tes di UI. Alhamdulillah lumayan banyak teman-teman saya yang diterima disana, termasuk teman-teman dekat, rata-rata diterima di sana. Ada juga teman-teman saya yang sudah diterima di ITB. Tapi saya tidak putus asa begitu saja, dan saya masih mau mencoba ikut tes di tempat lain.

Alhamdulillah, ada Universitas lain lagi yang buka pendaftaran profesi apoteker. Akhirnya saya coba tes di Universitas Padjajaran di Jatinangor bersama teman-teman yang lain tanggal 23 Januari 2016. Dan, pengumuman kelulusannya cepat banget keluarnya, yaitu tanggal 29 Januari 2016. Hal yang menyebalkan dan menegangkan yaitu menunggu pengumuman. Tangan dan tubuh saya benar-benar gemetar bukan kepalang saking paniknya, mulut saya juga komat-kamit ber-istighfar, benar-benar menakutkan. Dan Alhamdulillah ya Allah, saya lulus dan diterima di profesi apoteker Unpad. Dari 340 peserta yang daftar,  saya dan beberapa teman dari UB diterima. Alhamdulillah.

LULUS

Tetapi saya juga ikut sedih buat teman-teman saya yang belum diberikan rezeki untuk lulus di Unpad, semoga dipermudah dan diperlancar segala urusan oleh Allah dan ditempatkan di Universitas terbaik lainnya, aamiin.

Untuk seleksi profesi apoteker Unpad itu sendiri, tiap peserta harus melengkapi berkas-berkas yang diwajibkan sesuai persyaratan. Dan untuk tesnya, peserta harus mengikuti tes tulis dan wawancara dari jam 08.00 sampai 14.00. Tes tulisnya berupa tes potensi akademik (TPA), bahasa Inggris (sejenis TOEFL) dan soal kefarmasian (dasar).

Kartu Peserta

Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman lain, untuk tes wawancara itu tergantung pewawancara, tetapi yang wajib ditanya itu pastinya tentang kelengkapan berkas atau dokumen sesuai persyaratan, sisanya tergantung pewawancaranya mau menanyakan masalah apa, misalnya tentang skripsi, kegiatan selama dikampus S1 dulu, prestasi, alasan pilih Unpad dan sebagainya.

Alhamdulillah ya atas segalanya, berkat usaha dan doa. Saya tidak ingin mengeluh dan bermalasan, karena Allah sudah berkata hayya ‘alal falah (marilah menuju kemenangan), bahwa jarak kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah.

Ketika pertolongan Allah belum kunjung datang, maka ingatlah firman-firman Allah SWT di Al-Qur’an.

Screenshot_2015-12-30-08-36-50

Screenshot_2015-12-30-08-37-12-1

Screenshot_2015-12-30-08-36-33

Saya juga minta maaf buat teman-teman saya yang belum lulus di Unpad, kata sabar pun tidak cukup untuk menenangkan mereka. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, selain mendoakan yang terbaik buat mereka. Perjuangan saya dan teman-teman saya belum selesai begitu saja setelah diterima di profesi apoteker karena harus melalui berbagai macam ujian kefarmasian, belum lagi ujian hidup lainnya –halaah, lebaay– hahaha

Semoga Universitas Brawijaya segera membuka profesi apoteker dan mendapatkan akreditasi A, aamiin.

Bismillah, selamat datang di Unpad, semoga saya dkk tetap dapat melakukan yang terbaik dan menjadi apoteker yang budiman \(^o^)/

Bandung

 

In our life, we’ve lived, we’ve loved, we’ve lost, we’ve missed, we’ve hurt, we’ve trusted, we’ve made mistakes,

but most of all, we’ve LEARNED”

Your Reply

CAPTCHA Image
*