Activity

  • Wahyu fahmi bagaskara posted an update 4 months, 2 weeks ago

    assalamualaikum teman teman UB

    hari ini saya akan berbagi tentang tugas komunikasi bisnis dari jurusan manajamen

    dengan pemnahasan perbedaan buadaya dalam bisnis dari negara menganut liberalisme( amerika, jeapang) sosialisme(rusia dan cina) sampai pancasila (indonesia)

    berikut ini yang menjadi perbedaan budaya saat berbisnis:
    A. Nilai nilai social

    1. Amerika
    Pada saat pengucapkan salam di Amerika Serikat cenderung informal, pada saat itu pastikan Anda tersenyum dan memanggil seseorang dengan menggunakan nama pertama mereka. Jika Anda sedang bersama teman-teman Anda jangan lupa untuk saling memperkenalkan mereka. Jabat tangan merupakan hal yang umum dan ucapan “Hello” umum dipergunakan untuk memulai percakapan. Orang Amerika cenderung berbicara terbuka apa adanya. Jangan tersinggung dengan ucapan mereka, karena mereka pada dasarnya tidak menyukai obrolan yang sekedar basa basi.

    2. Jepang
    Jepang dikenal sebagai Negara yang penduduknya penuh dengan sikap makoto atau kesungguh-sungguhan. Sikap ini menyiratkan bahwa orang Jepang mempunyai motivasi yang tinggi untuk maju.Sikap ini melahirkan etos kerja maupun kedisiplinan yang tinggi. Selain itu ajaran untuk membalas budi merupakan perwujudan konsep giri dan ninjou yang menjadi ciri khas budaya Jepang. Kata giri, memiliki beberapa arti, antara lain „jalan yang benar untuk melakukan sesuatu hal atau perkara, budi pekerti‟. Konsep ini berawal dari ajaran konghuchu yang merupakan dasar ajaran Shinto. Konsep giri ini dipakai dalam hubungan antar individu, dan merupakan tradisi yang sudah lama menyatu pada diri masyarakat Jepang, terutama pada masyarakat petani pedesaan.

    3. Indonesia
    Didalam masyarakat memang terdapat begitu banyak tata kehidupan berupa aturan-aturan dan norma-norma yang diberlakukan dan dipatuhi oleh masyarakat karena memiliki nilai-nilai pembentukan kepribadian, berupa norma moral, tradisi, adat kebiasaan, turan social dan perstuan dari perbedaan.

    4. Cina
    Kebudayaan Cina telah dalam makalah ini dipandang sebagai suatu set nilai-nilai inti yang mendasari interaksi sosial diantara orang-orang Cina kebanyakan dan tetap relatif stabil dalam jangka waktu yang lama. Fokus dari makalah ini adalah pada kebudayaan nasional, khususnya elemen-elemen yang dapat dilihat baik di RRC dan diantara masyarakat Cina ditempat-tempat lain. Kebudayaan kontemporer Cina di RRC terdiri dari tiga elemen utama: kebudayaan tradisional, ideologi komunis dan, baru-baru ini, nilai-nilai Barat. Kebudayaan Cina tradisional mencakup mahzab pemikiran yang beragam dan kadang berkompetisi, termasuk Confusianisme, Taoisme, Buddisme, dll.,
    dan tuan rumah dari kebudayaan-kebudayaan regional. Meskipun demikian, Confusianisme, dengan tidak terbantahkan, merupakan pemikiran yang paling berpengaruh, yang membentuk pondasi dari tradisi kebudayaan Cina dan masih memberikan dasar untuk norma-norma perilaku interpersonal Cina (Pye, 1972). Pada dasarnya Confusianisme adalah doktrin moral atau perilaku yang berdasarkan pada pengajaran dari Confusius mengenai hubungan manusia, struktur sosial, perilaku berbudi luhur dan etos kerja. dalam Confusianisme, peraturan dikeluarkan dari sikap sosial dari setiap individu, mengatur keseluruhan interaksi para manusia dalam masyarakat.
    Ajaran dasar Confusius disarikan dalam Lima Nilai Konstan: kemanusiaan, kebenaran, kepemilikan, kebijaksanaan serta kesetiaan (Ch’en, 1986). Confusius kemudian mendefinisiak lima hubungan dasar manusia dan prinsip dari setiap hubungan, yang disebut Wu Lun

    5. Rusia
    Ini adalah salah satu kebiasaan umum di Rusia. Memang, ada juga orang-orang yang tak terlalu menghiraukan zebra cross dan menyeberang di mana pun mereka mau (khususnya di jalan-jalan kecil yang tak banyak dilalui kendaraan). Namun, jika situasi di jalan cukup padat kendaraan, kebanyakan orang akan menunggu sinyal lampu pejalan kaki menyala untuk menyeberang. Jika ada yang melanggar dan tertabrak kendaraan, sang korban tak bisa menyalahkan si pengemudi.
    Yang jelas, menyeberang di Rusia tidak sesulit di Indonesia. Secara umum, pengemudi Rusia sangat menghormati pejalan kaki. Jika Anda berdiri di ujung zebra cross dan terlihat hendak menyeberang, para pengemudi yang kebetulan melintasi jalan itu akan memelankan laju kendaraan mereka sehingga Anda bisa menyeberang dengan aman. Anda hampir tidak akan menemukan situasi ketika para pengemudi enggan memberikan jalan atau bahkan buru-buru mempercepat laju kendaraan mereka supaya jalannya tak dipotong oleh pejalan kaki yang hendak menyeberang.

    B. Konsep mengenai waktu
    1. Amerika
    Dimulai dari kebiasaan yang mendasar Amerika adalah negara yang sangat mengharagi waktu “time is money” dapat dlihat dari cara mereka berjalan cepat seakan tidak mempedulikan apa yang ada disekitar mereka saat berjalan. Kebanyakan mereka selalu tiba tepat waktu, bahkan 15 menit sebelumnya mereka sudah tiba bilamana ada appointment. Seandainya ada keterlembatan, entah dari pihak yang membuat appointment atau sebaliknya, maka mereka akan langsung memberitahukan terlebih dahulu.

    2. Jepang
    am kerja di Jepang umumnya lebih lama dari jam kerja negara-negara lainnya, bahkan jepang disebut memiliki jam kerja terlama di dunia.
    Hampir seperempat dari perusahaan Jepang mengharuskan karyawan untuk bekerja dengan jam lebur lebih dari 80 jam dalam sebulan, menurut survei pemerintah tahun 2016. Dilansir dari CNBC International, pekerja yang bekerja di jam-jam ekstra itu bahkan sering tidak dibayar.

    3. Indonesia
    Mungkin sebagian dari kita ada yang bertanya-tanya, mengapa jam kerja setiap kantor bisa berbeda-beda. Ada yang masuk jam 9 hingga 5 sore, ada yang jam 8 hingga 4 atau 5 sore, bahkan ada yang jam setengah 9 hingga setengah 6 sore. Apakah pengaturan jam kerja ini hanya berlandaskan peraturan perusahaan saja?
    Jam kerja di Indonesia, termasuk di dalamnya waktu istirahat kerja dan lembur, telah diatur dalam pasal 77 hingga pasal 85 Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Untuk waktu pastinya, waktu-waktu tersebut dicantumkan dalam peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama.
    Jam Kerja dalah waktu untuk melakukan pekerjaan, dapat dilaksanakan siang hari dan/atau malam hari. Untuk karyawan yang bekerja 6 hari dalam seminggu, jam kerjanya adalah 7 jam/hari dan 40 jam/minggu. Sedangkan untuk karyawan dengan 5 hari kerja dalam seminggu, kewajiban bekerja mereka 8 jam/hari dan 40 jam/minggu.

    4. Cina
    Meski wilayahnya jauh lebih luas dari Indonesia, Cina hanya menerapkan 1 zona waktu.
    China adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi dan pekerja keras. Dalam satu hari, orang China mampu bekerja selama 11 jam, padahal kita saja yang berkerja 8 jam sehari sudah merasa berat.

    Waktu yang tersisa itu hanya digunakan untuk tidur atau untuk keperluan yang berkaitandengan usaha dagangnya.
    Orang Cina memiliki kebiasaan datang 15 menit sebelum suatu acara dimulai. Mereka sangat menghargai waktu yang berlalu setiap harinya. Waktu bagi mereka sangatlah berharga setiap detik adalah kerja keras yang harus ditempuh.
    Mereka juga bekerja dengan serius, dan tidak bermalas-malasan. Ini mungkin satu dari sekian hal yang jadi resep suksesnya Cina menjadi negara adidaya yang menyaingi negara-negara Eropa dan Amerika

    5. Rusia
    mengenai kenapa Rusia lebih maju dibanding Indonesia salah satunya adalah fakta yang berikut ini. seperti yang kita ketahui di Rusia khusus nya di kota-kota besar seperti di saint petersburg ataupun Moscow beberapa individunya bekerja di 2-3 perusahaan berbeda dan hal ini wajar karena biaya hidup di Moscow dan saint petersburg cukup mahal juga. di kota Tomsk yang biaya hidup nya lebih murah dibanding Moscow atau saint petersburg saya menemukan fakta lain jika sebagian penduduk nya bekerja diatas 9 jam (jam kerja normal di Indonesia)

    C. BAHASA TUBUH

    1. Amerika
    Tanda “V”Saat melakukan kesalahan secara tak sengaja, kita pasti akan mengacungkan jari membentuk huruf “V” sebagai permintaan maaf atau berdamai. Di negara Eropa dan Timur Tengah tanda “V” diartikan sebagai kemenangan. Di Amerika, tanda “V” diartikan sebagai tanda perdamaian. Kalau di Australia, tanda “V” diartikan sebagai tanda terserah!

    2. Jepang
    Tatapan mata Di Amerika dan beberapa negara, menatap mata seseorang diperbolehkan. Hal itu bertujuan untuk menguji kejujuran seseorang. Kalau di Puerto Rico dan Jepang, menatap mata seseorang dianggap tidak sopan, apalagi jika orangnya sudah tua.

    3. Indonesia
    Untuk Memegang Hidung dan Melambaikan Tangan Negara Italia punya dua bahasa tubuh yang cukup unik. Pertama, memegang hidung artinya “awas”. Kalau di Inggris, memegang hidung artinya “rahasia”. Kedua, melambaikan tangan diartikan sebagai ajakan atau “ayo ke sini!” oleh orang Italia. Padahal di Indonesia, melambaikan tangan dianggap sebagai tanda perpisahan.

    4. Cina
    Di China, jika ada seseorang yang melakukan bahasa tubuh melingkarkan jari kelingkingnya, berarti mereka sedang berjanji akan sebuah hubungan yang serius.
    Gambar kedua menunjukkan jika seseorang memegang dada dengan erat, menandakan jika orang China ini bersungguh-sungguh akan sesuatu hal
    Sedangkan untuk bahasa tubuh ketiga menunjukkan jika seseorang sedang memberikan tanda akan suatu hal yang berlaku pada lawan bicaranya.

    5. Rusia
    Kalau di Indonesia, bahasa tubuh di gambar pertama berarti hal yang buruk, Rusia, bahasa tubuh ini menunjukkan jika kamu sedang diajak minum bareng.
    Nah, untuk bahasa tubuh kedua, menunjukkan jika orang tersebut sudah selesai menyelesaikan sesuatu kegiatan. Haha, kamu pasti mengiranya pria Rusia ini sedang pamer ketampanan, kan?
    Untuk bahasa tubuh ketiga, menunjukkan jika pria Rusia ini sudah cukup atas apa yang sudah ia lakukan.

    D. Budaya perusahaan
    1. Amerika
    Orang Amerika bekerja sangat struktural. Pemimpinnya menyukai hal yang terorganisasi dengan baik dan mempunyai rencana yang baik. Pemimpin selalu membuat panduan mengenai hal-hal apa saja yang dilakukan sebelum, saat dan sesudah sebuah pekerjaan/proyek. Pemimpin juga menyiapkan seluruh template yang diperlukan dari awal hingga akhir proses. Setiap karyawan harus mengikuti panduan tersebut sehingga setiap karyawan akan melalui proses yang sama. Hal ini juga memudahkan setiap karyawan dalam melakukan pekerjaannya serta dapat lebih terlihat kemajuan di setiap tahapan sebuah proyek. Disamping itu, akan lebih mudah bagi karyawan lain untuk melanjutkannya proyek tersebut apabila yang bersangkutan berhalangan karena semuanya teratur sesuai panduan yang ada serta terdokumentasi.
    2. Jepang
    Seperti halnya di Indonesia dan masyarakat timur umumnya, orang-orang Jepang sangat menjunjung tinggi ikatan keluarga. Orang Jepang senang mengekspresikan dirinya dengan huruf wa: washoku, washiki, washitsu, dan sebagainya. Wa artinya keharmonisan, kedamaian,dan ketiadaan konflik, dan ketiadaan perbedaan.
    Ada perbedaan mencolok antara kaum junior dan senior, terbukti dengan adanya songkeigo dan kenjogo. Songkeigo adalah ekspresi penghormatan terhadap para senior aatau pihak luar (outsider), sedangkan kenjogo adalah ekspresi penuh kerendahhatian terhadap para junior.
    Dalam berbisnis, ada nilai-nilai okyaku sama (menghormati pelanggan); Shimrai (dasar-dasar saling percaya); dan tsukian (hubungan jangka panjang). Dalam bekerja pun ada nilai-nilai yang dipegang teguh masyarakat negeri Sakura. Misalnya menghargai keterampilan yang tinggi (Shokunin waza), kesempurnaan, kebanggaan akan hasil kerja sendiri, dan tanggung jawab sosial. Agaknya, nilai-nilai inilah yang membuat masyarakat Jepang bangga terhadap produk-produk dalam negerinya sendiri.
    Dalam memanajemeni karyawannya, perusahaan-perusahan Jepang punya gaya sendiri. Di sana, karyawan menganggap perusahaan tempatnya bekerja sebagai rumah besar (uchi). Karyawan diharapkan tidak pindah-pindah kerja hingga pensiun. Selama masa kerjanya, karyawan ditugaskan berbagai macam pekerjaan.
    Namun, konsep uci ini kemudian melahirkan masalah. Apakah uchi berlaku juga untuk orang asing yang bekerja di perusahaan Jepang, juga, sampai di manakah batas-batas Uchi? Karena bagaimanapun, perusahaan bukan rumah. Perusahaan bertujuan untuk menangguk keuntungan sebanyak-banyaknya, sedangkan rumah adalah tempat memupuk kasih sayang, tanpa perhitungan untung-rugi.
    Pertanyaan berikutnya, apakah staf lokal yang bekerja di perusahaan Jepang akan dianggap sebagai uchi? Karena ada juga serikat pekerja yang menganggap perusahaan-perusahaan jepang tempat mereka mencari nafkah sebagi musuh.
    Dalam menjalani hubungan dengan orang non Jepang, banyak perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih senang jika berurusan dengan sesama orang Jepang, atau paling tidak dengan orang yang berpengalaman berurusan dengan orang-orang Jepang.
    Demikianlah sedikit gambaran secara umum tentang budaya perusahaan-perusahaan Jepang. Pengecualian-pengecualian tentu saja ada. Perlu dicatat, tidak ada masalah benar atau salah dalam soal budaya ini. Yang paling penting, apakah budaya yang berlaku masih sesuai atau tidak dengan situasi lingkungan.
    3. Indonesia
    Indonesia yang masih terdaftar sebagai negara berkembang memiliki budaya organisasi yang sudah mengakar pada setiap anggota organisasinya. Salah satu perusahaan ternama “Astra Internasional” sering disebut sebagai simbol kemenangan profesionalisme. Perusahaan ini memiliki budaya organisasi yang disebut sebagai Catur Dharma, terdiri dari nation, team work, customer, dan the best. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam budaya organisasi Astra membentuk sumber daya manusianya sanggup bertahan dalam berbagai rintangan. Hal-hal tersebut kemudian yang menjadikan Astra sebagai Asset for Nation yang dibanggakan Indonesia.

    Memang tidak semua perusahaan di Indonesia memiliki budaya organisasi yang buruk, seperti halnya Astra Internasional yang dapat menjadi Asset for Nation Indonesia. Kita seharusnya memperhatikan aspek-aspek yang membuat budaya organisasi dapat berjalan efektif, agar perusahaan dan organisasi di Indonesia dapat lebih maju dan menjadikan Indonesia sebagai Negara maju.

    4. Cina
    Budaya China tradisional banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai Konfusianisme. Dalam ajaran Konfusian, masyarakat dibentuk dalam hirarki berdasarkan profesi dan atau peran mereka di dalam masyarakat. Paling atas adalah para intelektual, pemuka masyarakat dan mereka yang bekerja sebagai pejabat pemerintah. Kemudian lapisan di bawahnya adalah kaum atau golongan petani yang menghasilkan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan semua penduduk. Di bawah kaum petani adalah perajin, tukang kayu, tukan batu, dan profesi semacam itu. Kaum perajin menempati posisi ketiga karena dianggap karya mereka tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar manusia. Pada hirarki terbawah berkumpul pedagang, pemain teater, dan tentara.

    Memperhatikan hirarki masyarakat China tradisional, tampak nyata betapa struktur masyarakat China dibangun berdasar satu organisasi sosial yang otokratis, hierarkis, dan tidak demokratis. Kemakmuran bersama dicapai dari hasil-hasil pertanian. Kestabilan suatu negara dapat dijamin dengan hierarki yang jelas. Dengan kata lain, yang lebih rendah taat kepada yang lebih tinggi, dan yang lebih tinggi menunjukkan kemurahan hati sebagai balasan terhadap kesetiaan tersebut.

    5. Rusia
    Komunikasi Bisnis
    Pengusaha di Rusia lebih menekankan pada kata yang diucapkan daripada yang di AS, yang cenderung berkomunikasi dalam bentuk tertulis. Pebisnis profesional Rusia lebih suka mendengar hal-hal secara langsung, dan dari rekan yang mereka percaya.

    Pertemuan tatap muka dianggap lebih bermanfaat daripada korespondensi atau telepon karena memungkinkan mitra untuk meneliti dan mendiskusikan masalah secara penuh. Orang Rusia juga cenderung menunjukkan bahasa tubuh yang lebih sedikit daripada orang Amerika, dan ini terutama berlaku untuk negosiasi. Sebaliknya, orang Amerika suka menggunakan bahasa tubuh.

    Selama negosiasi, orang Amerika cenderung lebih mampu berkompromi. Orang Rusia, di sisi lain, menganggap kompromi sebagai tanda kelemahan dan berarti mereka mundur dari apa yang seharusnya dilakukan. Karena itu, kesabaran merupakan kecakapan yang penting dimiliki saat berbisnis dengan orang Rusia. Seperti kata pepatah lokal: “Jangan terburu-buru membalas, tapi tetaplah mendengarkan”.

    Hirarki Perusahaan
    Hirarki perusahaan Rusia sangat berbeda dengan di AS, dan seringkali lebih ketat dan spesifik. Sebagian besar pengambilan keputusan di perusahaan-perusahaan Rusia dibuat pada tingkat tertinggi, oleh satu pemimpin yang mendelegasikan tugas ke staf.

    Berbeda dengan budaya perusahaan Amerika, bawahan di Rusia tidak leluasa, dan mereka diharapkan mengikuti arahan dengan sedikit atau tanpa diskusi. Sementara itu, di AS bahkan karyawan dengan peringkat lebih rendah diizinkan untuk mempertanyakan keputusan manajemen, menawarkan solusi, dan berinisiatif.

    Kontrak dan Hubungan Pribadi
    Perjanjian tertulis sangat dihargai di AS, tapi tidak begitu adanya di Rusia, di mana hubungan pribadi dan rasa kehormatanlah yang diutamakan. Pengusaha Rusia biasanya menyetujui sesuatu hanya dengan berjabat tangan, dengan sedikit dokumen yang ditandatangani. Jika Anda berhasil menyelesaikan sebuah kesepakatan, jangan berharap hal itu segera berlaku karena realisasinya akan sangat bergantung pada hubungan baik Anda dengan rekan bisnis.

    Hadiah sangat dihargai dalam budaya bisnis Rusia, dan pengusaha Amerika harus membawa sedikit tanda mata kepada mitra Rusia mereka. Hadiah ini merupakan tanda rasa hormat dan perhatian, dan keduanya sangat penting dalam bisnis Rusia.

    Kesetaraan Gender
    Secara umum, budaya bisnis Rusia saat ini mempromosikan kesetaraan gender di tempat kerja. Namun tidak selalu seperti ini. Rusia harus menetapkan prioritas baru ketika Uni Soviet roboh pada 1991, termasuk peran perempuan di rumah dan di tempat kerja. Selama puncak penurunan ekonomi pasca-Soviet, peran perempuan di tempat kerja juga terkena dampaknya, yang mengakibatkan lebih sedikit dari mereka yang menduduki jabatan senior perusahaan. Pada 1990-an, tetap banyak wanita bekerja, tapi hanya yang berhasil sampai ke puncak.

    Di masa lalu, wanita bisnis Barat di Rusia mungkin sering berada pada posisi yang kurang menguntungkan: diperlakukan dengan sopan tapi dipandang lebih rendah daripada rekan prianya, terlepas dari posisi mereka. Selama rapat, mungkin sulit bagi mereka untuk mengemukan pendapat, karena biasanya laki-laki yang dipilih.

    E. Adat pembuatan keputusan
    1. Amerika
    Dalam pengambilan keputusan selalu bersifat pribadi (individual decision making), dan umumnya orang Amerika cenderng mempercayai pertimbangan indiviual dan lebih suka membuat keputusan sendiri.

    2. Jepang
    Proses pengambilan keputusan di Jepang berdasarkan “Buliding Block’’yaitu adanya seksi yang dikepalai seorang Kacho atau kepala seksi. Seksi ini adalah kelompok dalam organisasi yang pertama menghimpun solidaritas anggotanya,jumlah anggotanya berkisar antara 10 sampai 20 orang. Dari seksi ini lahirlah “ringi”, yaitu konsep keputusan”.Ringi sendiri yaitu mencari informasi (inquiry). Cara pengambilan keputusan seperti ini dikritik bahwa terlalu lama dan bertele-tele.Untuk mengurangi waktu perdaran ringi ,maka sekarang dimanfaatkan mesin foto kopi.
    3. Indoensia
    Di Indonesia adat pengambilan sebuah keputusan dengan meakukan musyawarah, voting dll, dikarenakan di indoneisa masyarakat masih memegang erat persatuan dalam perbedaan di sebuah Negara
    4. Cina
    Bagi orang Cina kepercayaan antar pribadi merupakan hal yangterpenting. Para pengusaha etnis Cina biasanya hanya berhubungan komersialdengan orang yang sudah mereka kenal. Oleh karena itu, reputasi seseorangpenting artinya bagi transaksi bisnis. Dahulu, para pebisnis Cina secara pribadiakan berhubungan langsung dengan rekan-rekan bisnisnya, karena hal ini akanmeningkatkan kemutlakan peran pemilik di samping tetap menjaga reputasinyasebagai pemilik perusahaan. Fenomena serupa terjadi hingga kini diperusahaan-perusahaan milik etnis Cina di Asia Tenggara, seperti Singapura,Malaysia, dan lain-lain. Sebaliknya, fenomena di Cina Daratan menunjukkanbahwa kehadiran seorang pemimpin perusahaan dalam sebuah pertemuanbisnis tidak selalu signifikan, karena keputusan final tetap dipegang olehkomune/dewan eksekutif yang belum tentu hadir di pertemuan tersebut, yangbisa saja mengakibatkan suatu pertemuan bisnis dengan tema yang sama dapatterjadi berkali-kali dan mungkin sangat
    alot bagi pihak asing yang masuk kedalam lingkaran mereka
    5. Rusia
    Hirarki perusahaan Rusia sangat berbeda dengan di AS, dan seringkali lebih ketat dan spesifik. Sebagian besar pengambilan keputusan di perusahaan-perusahaan Rusia dibuat pada tingkat tertinggi, oleh satu pemimpin yang mendelegasikan tugas ke staf.

    Saya harap informasi di atas bisa menjadi refrennsi teman teman saat melakukan bisnis di luar negeri.

    untuk mendukung blog saya tinggal share atau favorite
    untuk ada keslahan informasi di atas tinggal di comment

    makasih assalamualaikum teman teman

    dan terima kasih untuk
    @nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id