Activity

  • Yeni Anggita Putri posted an update 1 month ago

    GENERASI DIGITAL DAN APLIKASI INTERNET

    A. Sejarah Generasi Modern
    Dikutip dari wikipedia.id Menurut teori ilmu sosiologi, para sosiolog membagi generasi manusia modern dalam beberapa era generasi, yaitu:

    1. Generasi Perang
    a. Generasi Perang Klasik adalah generasi yang didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir pada tahun 1648 sampai dengan tahun 1860 masehi. Generasi Perang Klasik merupakan generasi perang yang sangat ditentukan oleh kekuatan pasukan dalam bentuk jumlah prajurit, persenjataan dan keahlian, serta pengalaman dalam bertempur secara frontal berhadapan. Contoh paling sederhana dari Generasi Perang Klasik ini adalah Perang Napoleon yaitu ketika bangsa Prancis melakukan ekspansi di daratan Eropa.
    b. Generasi Perang Dunia I adalah generasi yang didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir pada tahun 1860 sampai dengan tahun 1918 masehi. Pada Perang Dunia I merupakan generasi yang lahir pada awal permulaan hingga berlangsungnya Perang Dunia I. Ciri dari Generasi Perang Dunia I ini ialah generasi yang menerapkan konsep perang dengan daya tembak yang terkendali secara terpusat, terperinci dan teratur bagi infantri, tank dan artileri yang menekankan pentingnya peran komandan dalam pertempuran. Doktrin yang sangat ditekankan dalam Generasi Perang Dunia I ini adalah “the artilery conquers, the cavalry as the attackers and the infantry occupies.” Selanjutnya motto yang berkembang dalam Generasi Perang Klasik dan Generasi Perang Dunia I adalah “close and destroy”.
    c. Generasi Perang Dunia II adalah generasi yang didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir pada masa Perang Dunia II, yaitu lahir dalam rentang tahun 1939 sampai dengan tahun 1945 masehi. Ciri Generasi Perang Dunia II ini adalah generasi yang menerapkan konsep perang dengan mengutamakan kecepatan, spontanitas, kekuatan mental serta fisik prajurit. Dalam strategi ini, kedisiplinan prajurit dalam bertempur akan menentukan hasil yang dicapai dan bukan menentukan cara bertempur. Maka pada Generasi Perang Dunia II, insiatif prajurit maupun komandan lapangan menjadi lebih penting dari pada ketaatan kepada komando atas. Selanjutnya desentralisasi dan insiatif yang berasal dari Generasi Perang Dunia II memunculkan strategi baru dalam perang, yaitu interoperability strategy dalam membangun sinergitas dan komunikasi pertempuran dengan dukungan perangkat teknologi modern.

    2. Generasi Pasca Perang Dunia II
    a. Generasi Era Depresi adalah generasi yang didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir sebelum dan setelah perang dunia I dan II, yang mengalami depresi atau stress akibat kondisi yang terjadi pada masa tersebut. Selain itu, menurut para sosiolog, Generasi Era Depresi juga dinamakan sebagai generasi era 70-an
    b. Generasi Baby Boomer adalah generasi yang lahir pasca perang dunia II, dengan rentang tahun lahir 1946 – 1964. Generasi ini lahir akibat tingginya angka kelahiran setelah perang dunia II. Generasi Baby Boomer memiliki banyak saudara, akibat dari banyaknya pasangan yang berani untuk mempunyai banyak keturunan. Generasi yang adaptif, mudah menerima dan menyesuaikan diri. Dianggap sebagai orang lama yang mempunyai pengalaman hidup. Generasi ini diramalkan sebagai generasi yang akan menggebrak dunia karena memiliki kemapanan dalam hal ekonomi hingga kesehatan dan gaya hidup pada usia produktif mereka.
    c. Generasi X adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1965 sampai dengan 1980 masehi. Generasi ini terlahir pada masa gejolak dan transisi global seperti era Perang Dingin antara blok barat yang dikomandoi Amerika Serikat dan blok timur yang dikomandoi Uni Soviet, Perang Vietnam antara pasukan Vietkong yang berhaluan komunis dengan pasukan Vietnam Selatan yang dikomandoi Amerika Serikat, serta Revolusi Tenteram yang menandakan jatuhnya tembok Berlin dan bersatunya Jerman Timur dan Jerman Barat. Tahun-tahun ketika generasi ini lahir merupakan awal dari penggunaan PC (personal computer), video games, tv kabel, dan internet. Penyimpanan datanya pun menggunakan floopy disk atau disket. MTV dan video games sangat digemari oleh orang – orang pada masa ini. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Jane Deverson, sebagian dari generasi ini memiliki tingkah laku negatif seperti tidak hormat pada orang tua, mulai mengenal musik punk, dan mencoba menggunakan ganja.
    d. Generasi Y adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1981 sampai dengan 1994 masehi. Generasi ini disebut juga dengan sebutan generasi milenial, yang sudah mengenal teknologi seperti komputer, video games, dan smartphone. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti facebook, line, path, instagram, whatsapp, dan twitter. Mereka juga suka main game online.
    e. Generasi Z adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2010 masehi. Generasi Z adalah generasi setelah Generasi Y, generasi ini merupakan generasi peralihan Generasi Y dengan teknologi yang semakin berkembang. Beberapa diantaranya merupakan keturunan dari Generasi X dan Y.
    Disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan Generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.
    f. Generasi Alpha adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 2011 sampai dengan tahun 2025. Generasi yang lahir sesudah Generasi Z.
    Melihat dari banyaknya pimpinan. baik itu negara maupun perusahaan, generasi X masih mendominasi. Sementara itu generasi Y masih menggeliat, mencari kemapanan dalam bidang pekerjaan maupun pribadi, tidak dipungkiri beberapa sudah menjadi pimpinan sebuah perusahaan sejak usia muda. Generasi Z yang merupakan keturunan dari generasi X dan Y, sekarang ini merupakan anak-anak muda yang rata-rata masih mencari jati diri, beberapa di antaranya sudah mempunyai penghasilan sendiri yang cukup besar terutama dari bidang seni.

    B. Generasi Digital Native dan Digital Immigrant
    Dikutip dari kompasiana.com yang ditulis oleh Aji Raditya bahwa “Digital Native” dan “Digital Immigrant” adalah dua istilah yang digunakan Marc Prensky untuk membedakan keterkaitan manusia dengan teknologi saat ini. “Digital Native” merupakan gambaran seseorang (terutama anak hingga remaja) yang sejak kelahirannya telah terpapar gencarnya perkembangan teknologi, seperti perkembangan komputer, internet, animasi dan sebagainya yang terkait dengan teknologi. Sedangkan “Digital Immigrant” merupakan gambaran seseorang (terutama yang telah berumur) yang selama masa kehidupan anak hingga remaja berlangsung sebelum berkembangnya komputer.

    Dikutip dari majalah digital “Swara Cinta” Edisi 65 bulan Juli – Agustus 2016 (hlm 13-14), Dalam konteks Indonesia, menurut Blog Takita, mereka yang lahir setelah tahun 1990-an sudah bisa disebut sebagai awal GDN, tapi bila ingin dikatakan sebagai sebuah generasi, tentunya mereka yang lahir setelah tahun 2000-an. Blog ini menguraikan ciri-ciri GDN:
    1. Bebas, Tidak Mau Terkekang
    Mereka cenderung hidup dalam kebebasan digital. Dalam kehidupan nyata, mereka pun cenderung menuntut rentang kebebasan yang lebih. Ketika di sekolah dan di rumah dikuasai oleh orang dewasa, GDN memilih berinteraksi di media sosial sebagai ruang-ruang baru yang mereka kuasai.
    2. Bermain, Bukan Hanya Bekerja
    Anak-anak GDN menjalani hidup dengan semangat bermain. Tidak ada kesulitan, yang ada adalah tantangan yang ingin mereka atasi untuk menyelesaikan permainan. Dalam bekerja pun, mereka tetap menggunakan logika bermain sehingga cenderung menolak pekerjaan rutin yang tanpa makna.
    3. Ekspresif, Tidak Hanya Reseptif
    Generasi digital native senang mengekspresikan diri. Dalam dunia digital, mereka bisa hadir dan diakui sebagai individu. Hampir semua hal kesukaan diekspresikan melalui media sosial. Mereka enggan melakukan perjumpaan yang menempatkan mereka hanya sebagai reseptif, menerima mentah-mentah ekspresi dari generasi sebelumnya
    4. Cepat, Enggan Menunggu
    Sebagai dunia digital yang ukurannya adalah kecepatan, GDN pun ingin menjalani kehidupan dengan cepat. Ketika ada keadaan yang memaksa mereka untuk menunggu maka akan beralih pada kegiatan lain seperti mendengarkan musik, bermain games dan lainnya.
    5. Mencari, Bukan Menunggu Instruksi
    Mereka tidak suka diajari. Mereka lebih memilih belajar dengan mencari sendiri konten di dunia digital. Mereka gunakan mesin pencari. Mereka cari video tutorial di youtube dan belajar sendiri.
    6. Unggah, Bukan Hanya Unduh
    Perkembangan teknologi web 2.0 memungkinkan siapa pun dapat mengunggah konten. Dampaknya, GDN bukan hanya mengunduh tapi juga mengunggah konten. Mereka merasa tidak eksis bila tidak mengunggah konten di internet.
    7. Interaktif, Bukan Hanya Komunikasi
    Searah Mereka cenderung menolak komunikasi searah dalam bentuk apapun, offline maupun online. Mereka senang bila bisa mengkustomisasi sebuah konten sesuai dengan selera mereka.
    8. Berkolaborasi, Tak Hanya Berkompetisi
    Dunia digital mendorong orang untuk berbagi dan berkolaborasi. Sebuah karya bisa dicipta ulang oleh banyak orang sesuai kreativitas masingmasing. Begitu pula karakter generasi ini yang suka berkontribusi sesuai kemampuan dalam sebuah aktivitas bersama.

    C. Dampak Positif dan Negatif Aplikasi Internet
    Perkembangan internet masa kini telah memberikan banyak dinamika baru dalam kehidupan manusia. Internet merupakan bentuk dunia lain alias maya yang kehadirannya telah membentuk sistem kehidupan yang baru pula. Kecanggihan teknologi ini telah mampu menjawab tantangan hambatan jarak, waktu dan kondisi.
    Di depan internet semuanya menjadi praktis, mudah dan murah. Kehidupan dunia maya pun telah menciptakan sebuah komunitas-komunitas kehidupan yang baru. Layaknya dunia nyata, di internet Anda juga dapat menemukan berbagai aktivitas kehidupan, seperti bisnis, berjualan, belajar, beribadah, informasi dan komunikasi dan seterusnya.

    Berikut ini beberapa dampak yang dapat muncul dari adanya perkembangan internet masa kini pada kalangan usia anak-anak dan remaja;
    Dampak positif teknologi internet:
    1. Perpustakaan raksasa
    Kehadiran teknologi tak lain adalah mempermudah sistem kehidupan. Internet bagi kalangan remaja dan anak-anak memberikan ruang sebagai tempat belajar yang sangat efektif dan baik. Internet merupakan bentuk perpustakaan raksasa yang menyediakan banyak hal pengetahuan yang tidak kita temukan di perpustakaan-perpustakaan dunia nyata.
    Di internet, para remaja dan anak-anak dapat memperoleh materi pembelajaran baik secara audio maupun visual, bahkan audio visual. Seorang anak tak perlu lagi bersusah-susah mengajak orang tuanya ke toko buku untuk membeli buku. Secara mudah ia tinggal membuka internet di kamarnya, dan mencari sesuatu yang menjadi kebutuhan pelajarannya. Akan lebih murah dan efisien. Perpustakaan raksasa menyediakan berbagai disiplin ilmu yang sangat luas.
    2. Ruang belajar teknologi dan mempermudah akses komunikasi
    Perkembangan internet masa kini memberikan banyak hal positif lain pada kalangan usia remaja dan anak-anak. Banyak remaja maupun anak-anak yang memanfaatkan internet sebagai ruang ia belajar perkembangan teknologi. Misalnya kemampuan seorang anak maupun remaja memanfaatkan layanan blog, aplikasi desain website, desain grafis, teknologi conference, aneka macam software dan sebagainya.
    Bahkan bisa tidaknya mengoperasikan internet terkadang menjadi standar buta tidaknya seseorang terhadap perkembangan teknologi. Di samping itu, kehadiran internet juga mempermudah seorang remaja atau anak dalam mendapatkan informasi kejadian terbaru di seluruh dunia.
    Terlebih dengan kehadiran layanan streaming di internet, informasi tak hanya bisa kita akses dari layar kaca saja, internet memberikan suguhan aneka informasi yang up to date dan aktual.
    Dampak Negatif Teknologi Internet:
    1. Waspadai lalai waktu
    Banyak anak-anak maupun remaja yang merasa tertarik dengan internet hanya karena layanan game online di internet. Pastikan bahwa anak-anak kita saat bermain bisa mengatur waktu secara proporsional. Tidak terlalu banyak bermain sehingga melupakan tugas utamanya untuk belajar.
    2. Tersebarnya Informasi Palsu
    Informasi palsu atau yang lebih dikenal dengan istilah HOAX dibuat oleh orang-orang tertentu dengan tujuan menakut-nakuti orang lain, menjelek-jelekkan suatu pihak dan lain sebagainya. Sebetulnya cukup mudah untuk mendeteksi informasi palsu yang masuk dalam broadcast pesan, namun orang lebih suka untuk langsung mempercayai dan membagikan walaupun info tersebut belum dipastikan kebenarannya.
    3. Menampilkan Kekejaman
    Kekompleksan informasi di internet membuat beberapa situs menampilkan segala bentuk kekejaman dan kesadisan untuk menjual situs yang bersangkutan. Hal-hal bersifat tabu memang menjadi salah satu cara yang bisa menaikkan pamor situs tersebut.
    4. Penipuan
    Tidak hanya dalam media internet, penipuan adalah dampak negatif yang mengintai dalam segala hal. Internet menjadi salah satu sasaran para penipu untuk melancarkan aksinya. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah mengabaikan informasi tertentu yang dianggap memiliki unsur penipuan.

    Untuk mengurangi dampak negatif teknologi informasi pada anak-anak orang tua dan tenaga turut berperan serta di dalamnya. Berikut tips yang bersumber dari majalah digital Swara Cinta Edisi 65, bulan Juli-Agustus 2016. Berikut tips-tips penggunaan gadget (jika harus diberikan) untuk anak-anak :
    1. Batasi Usia Penggunaa Gadget
    Bagi Anda orang tua yang memiliki anak berusia di bawah 5 tahun, pengenalan gadget hanya seputar bentuk, warna dan suara. Ditinjau dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam taraf perkembangan. Rangsangan sensorik secara langsung membantu perkembangan otak anak lebih optimal.
    2. Batasi Waktu Penggunaan Gadget
    Buatlah kesepakatan waktu penggunaan gadget dengan anak Anda. Penggunaan gadget tidak lebih dari 2 jam dalam sehari untuk anak berusia 5 tahun.
    3. Pilih Aplikasi Yang Sesuai
    Mulailah memilah-milah tayangan dan aplikasi yang sesuai untuk usia anak Anda. Jika perlu tayangan atau aplikasi yang ada dalam gadget bisa memicu anak untuk terlibat aktif, berfikir dan memecahkan masalah, bukan sekedar untuk bermain.
    4. Bijak Menghadiahkan Gadget Pada Anak
    Orangtua harus bijak dalam menghadiahkan gadget kepada anak-anaknya. Pastikan anak Anda telah siap dan mau mengikuti aturan main jika Anda menghadiahkan gadget.
    5. Ikut Terlibat
    Temani anak ketika sedang menggunakan gadget. Jadikan gadget sebagai media belajar yang menyenangkan bagi anak sekaligus waktu Anda bermain bersama anak.

    Adapun pengaruh negatif internet bagi organisasi informasi seperti perpustakaan yaitu dengan adanya teknologi yang dapat memudahkan akses pengguna perpustakaan dalam mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dapat mengurangi jumlah kunjungan ke gedung perpustakaan, jadi perpustakaan akan tampak sepi. Untuk buku yang jarang digunakan pun akan perlahan rusak.

    D. Contoh Aplikasi Internet
    1. Facebook
    Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes. Digital immigrant misalnya para orang tua mengenal facebook biasanya karena terpengaruh anaknya. Mereka penasaran apakah itu facebook dan bagaimana cara menggunakannya. Fenomena di lingkungan sekitar saat ini para orang tua menggunakan facebook untuk berkomunikasi dengan rekan masa kecilnya ataupun masa sekolahnya yang sudah lama tidak berjumpa, hanya sekedar melihat atau memantau kegiatan anaknya di facebook dan adapun untuk media promosi jualannya. Sedangkan Digital natives mengenal facebook sejak mereka kecil, fenomena saat ini anak-anak banyak yang sudah mempunyai akun facebook hanya untuk kesenangannya berupa update status, mengunggah foto kegiatannya, maupun mencari teman melalui facebook. Adapun dampak negatif yang terjadi akibat media sosial facebook ini yaitu terjadinya saling olok mengolok sehingga menyebabkan perkelahian berujung kematian.
    2. Twitter
    Twitter adalah layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet). Twitter didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey, dan situs jejaring sosialnya diluncurkan pada bulan Juli. Tingginya popularitas Twitter menyebabkan layanan ini telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam berbagai aspek, misalnya sebagai sarana protes, kampanye politik, sarana pembelajaran, dan sebagai media komunikasi darurat. Twitter juga dihadapkan pada berbagai masalah dan kontroversi seperti masalah keamanan dan privasi pengguna, gugatan hukum, dan penyensoran. Digital Immigrant sebagian ada yang mengenal twitter ada juga yang tidak mengenal, terkadang ada juga mereka yang mengenal apa itu twitter dari berita yang ada di televisi. Sedangkan untuk digital natives mereka pastilah mengenal apa itu twitter dan dipastikan hampir semuanya pasti mempunyai akun twitter pribadi, namun twitter saat ini mulai perlahan ditinggalkan karena adanya sosial media instagram. Namun, masih banyak pula yang aktif menggunakan twitter meskipun tidak sebanyak dulu.
    3. Instagram
    Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Dengan makin berjalannya waktu, Instagram pun terus berkembang. Pada awal mulanya yang hanya beberapa pengguna saja, sekarang sudah melebihi 8 juta pengguna dari seluruh dunia. Tidak hanya itu saja untuk menyeimbangi makin bertambahnya para pengguna Instagram, versi Instagram pun terus meningkat. Pada tanggal 20 September 2011, Instagram telah mengeluarkan versi terbarunya yaitu versi 2.0 dengan beberapa fitur-fitur yang ditambahkan dan juga diperbaiki. Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan menjadi mengikuti akun pengguna lainnya, atau memiliki pengikut Instagram. Dengan demikian komunikasi antara sesama pengguna Instagram sendiri dapat terjalin dengan memberikan tanda suka dan juga mengomentari foto-foto yang telah diunggah oleh pengguna lainnya. Untuk menemukan teman-teman yang ada di dalam Instagram, dapat menggunakan teman-teman mereka yang juga menggunakan Instagram melalui jejaring sosial seperti Twitter dan juga Facebook. Digital Immigrant sekarang banyak yang mempunyai akun instagram untuk mengikuti perkembangan zaman, namun aktifitas mereka tidak seperti digital natives yang sangat aktif berkreasi di sosial media instagram.
    Digital Immigrant juga ingin eksis dengan mengunggah foto maupun video aktivitas yang sedang mereka lakukan namun tidak secanggih dan sekreatif digital natives.

    Daftar Pustaka
    “Ciri-Ciri Generasi Digital Native” diakses melalui majalah digital Swara Cinta Edisi 65, bulan Juli-Agustus 2016, hlm 13-14