Activity

  • Veninurcahyati posted an update 3 weeks, 2 days ago

    System Thinking dalam Organisasi Sektor Publik
    System Thinking menurut Peter Senge adalah cara dimana ia menempatkan teori sistem untuk bekerja. Berpikir sistemik adalah landasan konseptual (The Fifth Discipline) dari pendekatannya. Ini merupakan disiplin yang mengintegrasikan orang lain, menggabungkan mereka menjadi suatu tubuh yang koheren antara teori dan praktek. Kemampuan sistem teori untuk memahami dan mengatasi keseluruhan, dan untuk memeriksa keterkaitan antara bagian-bagian yang menyediakan, baik insentif dan sarana untuk mengintegrasikan disiplin ilmu. Peter Senge berpendapat bahwa salah satu masalah utama yang banyak yang ditulis, dan dilakukan atas nama manajemen, adalah bahwa kerangka kerja yang agak sederhana diterapkan untuk sebuah sistem yang kompleks. Orang cenderung untuk berfokus pada bagian parsial daripada melihat keseluruhan, dan gagal untuk melihat organisasi sebagai proses dinamis. Dengan demikian argumen tidak berjalan, apresiasi yang lebih baik dari sistem akan tidak mengarah pada tindakan yang lebih tepat. Peter Senge mendukung penggunaan ‘sistem peta’ – diagram yang menunjukkan elemen kunci dari sistem dan bagaimana mereka terhubung. Orang perlu melihat masalah sistem, dan dibutuhkan kerja untuk memperoleh blok bangunan dasar dari teori sistem, dan menerapkannya pada organisasi. Di sisi lain, kegagalan untuk memahami dinamika sistem dapat membawa organisasi ke dalam ‘siklus menyalahkan dan membela diri: musuh selalu ada di luar sana, dan masalah selalu disebabkan oleh orang lain.
    Pemikiran kesisteman merupakan pendekatan ilmiah untuk mengkaji permasalahan. Pendekatan ini memerlukan telaah berbagai hubungan yang relevan, komplementer, dan terpercaya. Pada tahun 1968, Von Bertalanffy memperkenalkan dan mempublikasikan gagasan tentang General System Theory (GST), sebagai suatu doktrin interdisipliner yang mengupas tentang prinsip-prinsip dan model-model yang diterapkan pada sistem secara umum, dengan memperhatikan jenis dan ukuran elemen spesifik maupun daya geraknya (Eriyatno dan Sofyar, 2007).
    Pemodelan pada tingkat metodologi sistem terbagi dua, yaitu Hard System Metodology (HSM) seperti teknik operasional riset dan sistem dinamis; serta Soft System Metodology (SSM) namun sering juga dimanfaatkan keandalan sistem dinamis dari HSM untuk analisis sebab akibat. Pemahaman sistem menurut Jackson (2005), digambarkan secara sederhana dan tepat bahwa: “a system is a complex whole the functioning of which depends on its parts and the interactions between those parts”. Dari definisi tersebut dijelaskan bahwa sistem adalah suatu keseluruhan yang kompleks. Bagian-bagian di dalamnya mempunyai fungsi tertentu yang saling bergantung, dan terdapat interaksi di antara bagian-bagian yang terdapat di dalamnya. Pengertian tersebut menjelaskan bahwa suatu sistem sangat bergantung pada subsistem-subsistem yang saling menunjang antara satu sama lain.
    Disarikan dari buku: Solusi Bisnis untuk Kemiskinan, Penulis: Prof. Dr. Eriyatno & Moh. Nadjikh, Hal: 39-43.