Activity

  • Trimitha Widianto posted an update 2 months, 1 week ago

    Nama : Trimitha Dyah Puspitasari Widianto
    Prodi : Ilmu Komunikasi
    Kelas : B-2
    Waktu, tanggal : 09.00-10.00/26 maret 2020
    Analisis Public Relations
    1. Jelaskan mengapa PR mesti lebih fokus pada publisitas daripada iklan.
    John E. Marston dalam Modern Public Relation (1979) memberikan definisi yang bersifat umum, yakni: “ Public Relations is planned, persuasive communication designed to influence significant public.” Maksudnya, public relations merupakan suatu pekerjaan yang mempunyai jiwa komunikasi persuasif yang dirancang untuk mempengaruhi publik yang signifikan. Public relations dan publisitas merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan. Tujuan dari public relations ialah untuk membangun sebuah citra positif di mata publiknya. Cara agar mendapat citra positif dimata publik adalah dengan memberikan atau menyampaikan ketercukupan dan wawasan informasi mengenai perusahaan tersebut kepada publiknya. Lawrence & Dennis L. Wilcox (pakar humas dari San Jose State University) juga menyatakan publisitas sebagai informasi yang tidak perlu membayar ruang-ruang pemberitaannya atau penyiarannya namun disaat yang sama tidak dapat dikontrol oleh individu atau perusahaan yang memberikan informasi, sebagai akibatnya informasi dapat mengakibatkan terbentuknya citra dan mempengaruhi orang banyak dan dapat berakibat aksi-dimana aksi ini dapat menguntungkan atau merugikan saat informasi dipublikasikan. Dalam hal ini kegiatan dalam menyampaikan atau menyebarkan informasi ini disebut kegiatan publikasi (Kriyantono, 2008:40). Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan publikasi perusahaan akan menyebarkan informasi kepada publik sehingga dapat dikenal masyarakat luas. Sedangkan jika publisitas merupakan publikasi yang menggunakan sarana media massa dalam jalan menyebarkan informasi. Jadi peran publisitas secara umum disini adalah sarana perusahaan melalui public relations untuk menyebarkan informasi kepada publik. Perusahaan atau instansi tersebut mengharapkan dengan adanya iklan, mereka dapat meraih keuntungan berupa pasar maupun keuntungan finansial. Tentunya iklan tak serta merta dibuat begitu saja, akan tetapi banyak sekali bumbu yang digunakan untuk menarik konsumennya. Disinilah peran seorang praktisi public relation bekerja. Bukan dibagian periklanannya, namun dibagian publisitas sebuah iklan tersebut.
    2. Iklan yg bagaimana yg mestinya dibuat PR? Jelaskan disertai contoh!
    Iklanan adalah salah satu kegiatan di dalam kerja PR, periklanan adalah proses pembelian tempat di dalam suatu internet, radio, surat kabar, ataupun majalah yang bertujuan untuk menyampaikan informasi suatu barang kepada massa atau target publik. Kegiatan periklanan contohnya adalah iklan pos dan sales promotion. Perbedaan antara iklan dan publisitas adalah kegiatan publisitas tidak memerlukan pembelian ruang dan waktu agar bisa masuk kedalam berita dan media entertain atau sosial. Para Public Relations atau Humas biasanya menggunakan iklan di saat mereka ingin mengontrol pesan yang dikirim, seperti dimana dan kapan suatu pesan tersebut disampaikan. Sebaliknya, kegiatan publisitas dan banyak teknik kegiatan Humas atau Public Relations lebih fokus untuk merayu konsumen daripada menginformasikan fungsi produk mereka, sehingga mereka menolak pesan yang disampaikan. Adapun beberapa tipe periklanan seperti, Institutional Advertising: adalah memperkenalkan suatu organisasi atau mengumumkan indentitas baru dari suatu perusahaan pada target publik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan reputasi perusahaan atau menarik simpati masyarakat melalui perusahaan didalam kegiatan masyarakat. Contohnya aplikasi Ruang Guru sebagai aplikasi belajar yang berusaha merubah citra institusinya menjadi lebih baik melalui adanya fitur belajar online via LINE. Financial Advertising: adalah yang digunakan oleh perusahaan besar untuk menunjukkan perkembangan baru kondisi keuangan perusahaan tersebut pada masyarakat.
    Contohnya pihak penjual saham yang setiap saat mengumumkan pada rakyat, saat saham baru ditawarkan oleh perusahaan kepada investor. Tujuan dari financial advertising yaitu untuk menumbuhkan kondisi beli dan jual oleh pemegang saham. Political Advertising: adalah iklan yang digunakan untuk kegiatan politik, contohnya adalah pada kampanye Pak Jokowi lebih banyak dukungan dari PDI. Public Relations dan iklan adalah dua jenis komunikasi yang berbeda. Iklan adalah komunikasi yang tida bersifat personal dan Public Relations adalah komunikasi yang bersifat personal dan langsung. Dengan adanya perbedaan ini, keduanya saling melengkapi. Iklan sudah mencakup informasi yang luas berdasarkan media yang mempublikasikannya. Tetapi terkadang iklan dapat membuat persepsi yang berbeda antar individu. Maka disinilah peran Public Relations dibutuhkan, yaitu menyebarluaskan informasi yang tepat serta menjaga hubungan yang baik dan menjaga kepercayaan masyarakat.
    3. Prinsip utama PR adalah tell the truth. Jelaskan disertai contoh kaitan prinsip ini dengan prinsip lainnya bahwa PR based on fact.
    Arthur W. Page menyebutkan sejumlah prinsip yang dapat digunakan dalam praktek dan sebagai filosofis PR dalam menjaga hubungan lembaga dengan publiknya.
    Dengan menerapkan Tell the Truth. Yaitu membiarkan publik tahu apa yang terjadi dan sediakan gambar yang akurat dari karakter ideal dan praktek lembaga. Segala kejadian maupun peritiwa yang terjadi di dalam lembaga pemerintahan, merupakan obyek perhatian publik. Mengapa? Karena lembaga pemerintahan merupakan lembaga yang berkedudukan di ruang publik. Artinya, setiap kegiatan maupun pekerjaan yang dilakukan, dilakukan atas nama publik dan demi kepentingan publik. Oleh sebab itu, publik memiliki hak tersendiri untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya terkait dengan lembaga
    Dengan tersampaikannya informasi kepada publik, diharapkan publik menjadi tahu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan lembaga, sehingga kemudian dapat sampai pada tahap mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut.
    4. PR harus mampu menulis berita. Jelaskan prinsip menulis berita berdasarkan prinsip objektivitas secara lengkap, disertai contoh!
    Public Relations harus mampu menulis berita. Ada dua prinsip objektivitas berita yaitu :
    1. Faktualitas,
    Yaitu berita harus berdasarkan fakta bukan karangan wartawan. Fakta dalam berita harus dapat dikonfirmasi ulang atau dicek dengan sumber berita. Tidak mencampuradukkan antara fakta dengan opini pribadi wartawan. Fakta adalah hasil pengamatan sebenarnya dari hasil wawancara si wartawan. Sedangkan opini adalah pendapat pribadi yang berisi nilai-nilai pribadi wartawan. Sementara faktual di sini adalah sifat relevansi dan informatif. Relevansi berarti bahwa media harus mempertimbangkan dampak berita bagi publik. Materi berita sangat penting dan dibutuhkan oleh pembaca karena berita dituntut didalamnya berisi informasi yang jelas dan lengkap terkait suatu peristiwa yang sedang diberitakan. Berita juga diharapkan tidak membuat pembaca bingung dan tidak mengetahui maksut yang disampaikan. Agar berita tersebut informative, berita harus komperhensif tetapi tetap fokus (tidak bertele-tele), ringkas (concise), jelas (clarity), mengandung 5W+1H, dan mudah dipahami.
    Contoh: Dalam kasus virus corona seorang public relations di sebuah rumahsakit mamberikan data-data faktual mengenai berapa jumlah orang yang dirawat. Yang terbagi menjadi beberapa golongan yaitu yang dalam masa suspend, yang positif terjangkit. Dan harus memaparkan berapa orang yang dinyatakan sembuh.
    2. Imparsialitas, berita tidak boleh memihak pada golongan tertentu dan tidak boleh sepotong-potong dalam memberitakan suatu peristiwa. Ada dua ciri berita yang imparsial, yaitu (1) Berita mesti netral dan tidak sepotong-sepotong. Netral dimaksudkan untuk tidak memihak salah satu pihak dengan memberikan opini-opini pribadi wartawan ditulis berdasarkan konteks peristiwa secara keseluruhan dan tidak dipotong-potong oleh kecenderungan subjektif. Kenetralan ini dapat dilihat dari pilihan kata atau kalimat maupun pilihan sudut pandang (angle) pemberitaan.
    (2) Berita mesti seimbang dalam pemberitaannya (balance), yaitu dengan memberikan proporsi yang seimbang antara berbagai pihak yang diberitakan (cover both sides). Berita harus menceritakan apa sesungguhnya yang terjadi. Jika sumber berita X lebih banyak diberitakan daripada sumber berita Y maka berita itu tidak seimbang; Jika pihak A diberi porsi liputan lebih
    5. Agar publisitas sukses, perlu win the editior’s heart melalui media relations. Jelaskan strategi2 media relations yang bisa dilakukan PR!..
    Agar publisitas sukses Disini berlaku prinsip “wins editor heart & mind” yang memiliki arti “menangkan hati dan pikiran editor” (Kriyantono, 2008:70). Dalam hal ini public relations sangat perlu membangun hubungan yang baik dengan menenangkan hati dan fikiran sang editor publisitas dalam media. Kualitas liputan berita di media sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan media. Karena pada prinsipnya media dan public relations layaknya simbiosis mutualisme. Public relations membutuhkan media dalam rangka penyebaran informasi mengenai perusahaan. Media juga sejatinya juga butuh public relations, karena dapat membantu mereka dalam pencarian berita, untuk memenuhi hak masyarakat akan informasi.
    Strategi2 media relations yang bisa dilakukan PR
    1) Memahami Karakterstik Media
    Memahami karakterstik media merupakan menjadi dasar acuan bagaimana membangun komunikasi. Kriyantono (2008) menjelaskan karakterstik media yang perlu kita pahami mencakup :
    a. Karasteristik jenis media, Jenis media antara media cetak dan media elektronik memengaruhi pola pikir wartawan, penulisan, dan sebagainya.
    b. Kebijakan redaksional, Kebijakan redaksional berarti kebiasaan dan aturan yang dilakukan redaksional. Banyak hal mengenai kebijakan redaksional yang perlu dimengerti public relations untuk bisa menyesuaikan dengan apa yang dicari media.
    c. Sitem Distribusi, Hal ini berkaitan dengan wilayah edar media masa, dan juga mencakup segmentasi khalayak mulai dari gaya hidup, pekerjaan, tingkat ekonomi, jenis pendidikan, tiap media massa berbeda-beda, serta juga frekuensi penerbitan apakah harian, mingguan, bulanan.
    d. Karakteristik wartawan, Karena setiap hari public relations bertemu wartawan, penting untuk mengerti dan memahami karena karakteristik masing-masing wartawan berbeda-beda.
    2) Memahami Kebutuhan Media
    Memahami kebutuhan media berarti public relations menghargai profesi media. Kiyantono (2008) menjelaskan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memahami kebutuhan media, diantaranya :
    a) Selalu Menyampaikan informasi secara jujur, Hal ini dimangsudkan sebegai salah satu cara meraih kredibilitas, yakni berbicara dengan jujur dan apa adanya.
    b) Penuhi janji anda, Jika anda berjanji untuk memberikan informasi, penuhi janji anda sebelum ditagih. Jika anda bohong media tidak akan percaya lagi, dan memilih pihak lain sebagai sumber informasi
    c) Jangan sampai memberikan pernyataan “no comment”, Jangan katakan ”no comment” karena apa gunanya public relations jika hanya memberikan jawaban seperti itu? Karena pada dasarnya public relations adalah pintu informasi.
    d) Mencerdaskan pers, Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas wartawan dengan hal seperti mengadakan pelatihan jurnalistik dan lain sebagainya.
    e) Melayani pekerjaan media, Public relation bisa dianggap partner dalam mendapat sumber infromasi bagi media. Public relations perlu untuk inisiatif menghubungi media apakah sedang membutuhkan infromasi atau tidak, jangan hanya sekedar menunggu untuk dihubungi.
    f) Bersikap profesional dalam menghargai profesi masing-masing, Public relations harus menyadari tugas, kewajiban, dan etika profesi public relations dan wartawan. Public relations harus menghormati wewenang media dalam pemuatan informasi, jangan merayu terlebih memberi “amplop” untuk dimuat, ini sama saja melecehkan profesi wartawan.
    g) Jalin komunikasi terus menerus, Hal ini untuk menghindari tersumbatnya saluran komunikasi antara public relations dengan media. Public relations perlu sadar hubungan diantara keduanya merupakan prinsip simbiosis mutualisme yang berarti saling membutuhkan satu sama lain.

    Daftar Pustaka
    Cutlip, Center, & Broom. Effective Public Relations.Terjemahan oleh Prenada Jakarta.(2011). Prenada Media Group, Jakarta.
    Kriyantono, R. (2008). Public Relations Writing: Teknik Produksi Media Public Relations dan Publisitas Koorporat. Jakarta: prenadamedia Group.
    Lattimore,Otis Baskin,Suzette T., Elizabeth L.(2010). Public Relations: The profession & the practice.Wadworth