Activity

  • Shafa Ainina Ramadhana posted an update 1 week, 6 days ago

    Peran Mahasiswa Dalam Menerapkan SDGs untuk Membuat Indonesia Sejajar dengan Negara Maju Selama Masa Pandemi Covid-19

    Sejak berakhirnya MDGs pada tahun 2015, Indonesia berhasil mencapai angka 49 dari 67 target indikator yang telah ditetapkan. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan program baru untuk melanjutkan MDGs yang bernama Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan keberlanjutan. SDGs tersebut memuat 17 sasaran pembangunan berkelanjutan yang terbagi ke dalam 169 target untuk menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik. Secara garis besar, SDGs memuat isu sosial yang sering terjadi di masyarakat, misalnya kemiskinan, kondisi iklim, tingkat pendidikan, dan lain-lain. SDGs mempunyai prinsip untuk tidak meninggalkan seorang pun di belakang. Program SDGs diharapkan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat terutama bagi kelompok yang tertinggal.
    Di era sekarang, pemuda menjadi tulang punggung dan kekuatan ekonomi pembangunan negara. Bonus demografi juga diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2030-2040 karena penduduk yang berstatus pemuda saat ini akan mendominasi populasi kedepannya. Bonus demografi merupakan kondisi jumlah penduduk usia produktif yang berkisar antara usia 15-64 tahun yang mana jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Diprediksi pada periode 2030-2040, penduduk usia produktif mencapai 64% dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.
    Menurut Undang-Undang No. 40 tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia yang berusia antara 16 sampai 30 tahun. Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019 memperkirakan jumlah pemuda Indonesia sebesar 64,19 juta jiwa atau seperempat dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini menunjukkan potensi besar dalam pembangunan. Jika para pemuda dibekali dengan berbagai keterampilan, maka para pemuda tersebut akan berkontribusi secara nyata dan signifikan terhadap kemajuan Indonesia.
    Pada tahun 2019 penerapan SDGs di Indonesia menduduki peringkat 102 dari 196 negara di dunia dikarenakan Indonesia memperoleh skor yang sangat rendah. Skor rata-rata dari keseluruhan negara adalah 65, sedangkan Indonesia hanya memperoleh skor 64 yang mana Indonesia memperoleh skor di bawah rata-rata negara lainnya. Hal ini patut untuk dipertanyakan mengingat pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 mengenai Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani realisasi pembangunan berkelanjutan. Namun apabila pemerintah telah melakukan berbagai upaya termasuk membuat peraturan tersebut, pelaksanaan pembangunan keberlanjutan tidak akan tercapai secara maksimal jika tidak dibarengi dengan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Kurang maksimalnya penerapan program SDGs di Indonesia disebabkan oleh kurangnya peran masyarakat Indonesia. Peran aktif Indonesia dalam program SDGs yang meliputi penurunan angka kemiskinan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui program Usaha Kecil Menengah (UMKM), reformasi penghentian tambang liar, restorasi gambut, serta program substitusi bahan bakar ke bahan bakar yang rendah karbon seperti B30 atau penggunaan kendaraan listrik, selain itu, peran aktif masyarakat dalam mendukung program SDGs dan mengimplementasikannya di Indonesia juga sangat penting, ucap Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin dalam pertemuannya dengan Executive Secretary of United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP). Sehingga diperlukannya pembinaan kepada masyarakat mengenai pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Duta SDGs periode 2019-2021 sekaligus Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar mengatakan bahwa dari 17 sasaran SDGs, hanya terdapat 3 sasaran yang sudah tercapai. Diantaranya yaitu berkurangnya kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan, serta aksi-aksi perubahan iklim. Pencapaian sasaran SDGs tidak hanya melibatkan pemerintah, namun peran dari masyarakat dan sektor swasta juga penting. Menurut Billy, saat ini generasi muda sudah banyak yang ikut berperan menggerakkan program SDGs di Indonesia, terutama aksi mengurangi perubahan iklim. Salah satu contohnya aksi program Zero Plastic Waste yang diselenggarakan oleh pemuda di Bali mengurangi kegiatan penggunaan plastik dan menggantinya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Walaupun begitu masih ada juga generasi muda dari Sabang sampai Merauke yang ikut berpartisipasi dalam menggerakkan program SDGs. Padahal sudah seharusnya generasi muda mmepunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan, terutama mahasiswa yang merupakan insan akademis yang diharapkan dapat memberikan cerminan yang baik. Sebelum mengajak orang lain, sangat penting untuk memulai dari diri sendiri untuk menyadari akan pentingnya kesadaran SDGs.
    Terdapat kompetisi debat SDGs Indonesia yang diadakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) yang bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasioan (BAPPENAS), Kemenlu, dan Tanoto Foundation. Para mahasiswa dalam kompetisi tersebut diajak untuk berpikir kritis dan ikut terlibat dalam mencari strategi guna mencapai target SDGs, terutama dalam masa pandemi Covid-19. Diharapkannya kompetisi ini dapat mempersiapkan diri mahasiswa untuk membantu Indonesia mempercepat SDGs dan mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Selain itu, diadakan juga webinar Internasional SDGs yang dihadiri oleh para mahasiswa Universitas Bina Mandiri yang membahas mengenai pengaruh pandemi terhadap capaian target SDGs. Dalam webinar tersebut pemerintah Provinsi Gorontalo telah berupaya untuk menangani capaian target SDGs selama masa pandemi dengan melakukan realokasi APBD tahun anggaran 2020 yang difokuskan pada penyediaan sarana prasarana kesehatan, Jaring Pengamanan Sosial, serta pemberdayaan masyarakat melalui stimulus ekonomi khususnya sektor UMKM.
    Pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa yang memiliki karakter kritis, independen, dan obyektif untuk turut bekerja sama dalam melaksanakan SDGs. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk ikut menggerakkan program SDGs, antara lain:
    1. Kesadaran pentingnya program SDGs
    2. Ikut melaksanakan program SDGs
    3. Menggerakkan program SDGs di kalangan masyarakat
    4. Meneliti dan menganalisis perkembangan pelaksanaan SDGs di Indonesia
    Jika para pemuda dibekali dengan keterampilan dan kemampuan yang baik, maka kesuksesan pencapaian SDGs akan terwujud. Salah satu dukungan yang dibutuhkan pemuda adalah akses terhadap pendidikan berkualitas serta pembangunan karakter sebagai pemimpin masa depan. Jika program SDGs terlaksana, maka kesejahteraan masyarakat Indonesia akan meningkat dan terbebas dari kesenjangan sosial. Selain itu, peningkatan kualitas kehidupan masyarakat pun juga akan terus meningkat baik generasi sekarang hingga generasi selanjutnya. Apabila program SDGs terlaksana secara baik dan maksimal, hal ini bisa menuntun Indonesia untuk menjadi negara maju kelak. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya mempunyai tanggung jawab untuk ikut menyukseskan pelaksanaan program SDGs di Indonesia.