Activity

  • novilia edenia sanjaya posted an update 1 week, 4 days ago

    nama : novilia edenia sanjaya
    175020901111001

    1. Perbedaan push dan pull startegy dalam penetapan harga
    Strategi mendorong dan menarik menurut kotler(2007:369)

    a. Push strategi
    Aktivitas promosi produsen kepada perantara biasanya dengan personal selling dan trade promotion, dengan tujuan agar para perantara itu memesan kemudian menjual serta mempromosikan produk ke konsumen akhir
    Kelebihan:
    • Memiliki target secara khusus dan terarah.
    Konten yang dikirim dapat disesuaikan dengan kondisi atau Behaviour konsumen.
    • Dapat mengetahui secara pasti target dan peluang konsumen yang potensial.
    Kekurangan:
    • Butuh mekanisme dan Teknik yang baik.
    • Ada kemungkinan pesan tidak diterima atau ditolak konsumen.
    • Timbulnya rasa kebosanan atau terganggunya konsumen dengan pesan yang disampaikan
    Contoh kasus
    • perusahaan suzuki menawarkan berbagia insentif bonus untuk karyawan atau sales dalam melakukan penjualan.

    • Advertising dan consumer promotional yang mengarahkan konsumen untuk membeli produk kapur barus bagus saat itu juga, biasanya menggunakan bahasa “buy now” atau “buy 1 get 2”.

    • Wholesale discount, bonus, insentif tambahan atau support lain yang dapat diberikan kepadadistribution channel mulai dari wholesalers sampai retailers dengan tujuan para distribution channel
    b. Pull strategy
    Aktivitas promosi produsen kepada konsumen akhir biasanya dengan iklan dan consumer promotion dnegan tujuan agar mereka mencari pada perantara, sehingga perenaara memesan produk yang diccari kepada konsumen

    Kelebihan:
    • Hanya melakukan sebuah usaha atau tindakan yang satu arah. Tanpa harus adanya respons.
    • Tidak ada Batasan dari segi konten yang artinya dapat ditentukan secara bebas oleh anda sendiri.
    • Yang lebih banyak melakukan aktifitas hanyalah konsumen, kita hanya menyediakan.
    Kekurangan:
    • Tidak ada personalisasi untuk menarik konsumen.
    Bersifat pasif tanpa tindakan
    Contoh pull startegy
    • Pull System adalah kebalikannya, yakni sebuah cara untuk menarik customer maupun caloncustomer (prospek) datang kepada kita. Lippo Life Insurance, misalnya, semula melakukan strategi Push System yaitu dengan mengutus sales person mereka mengunjungi rumah atau kantor prospek. Sekarang mereka merubah strategi menjadi Pull System yakni dengan mengusahakan mengundang prospek untuk mendatangi counter-counter Lippo Life
    2. Strategi apa yang di joint buz kan dalam kolabaroasi dear me x nissin

    Pt garland cantik indonesia(dear me bauty) menghadirkan versi kecantikan yang lebih baik dan membuatnya dapat diakses oleh semua orang. Sebagai merek yang digerakkan oleh orang, kami berupaya memahami kebutuhan konsumen dengan pikiran terbuka melalui pengembangan dan perumusan produk yang menanamkan integritas, kualitas, dan yang mendukung pasar lokal Indonesia.
    Co-branding merupakan strategi pemasaran yang menggunakan banyak nama merek sebagai barang atau jasa yang merupakan bagian dari aliansi strategis. Istilah ini dikenal juga sebagai kemitraan merek, co-branding (atau “cobranding”) mencakup beberapa jenis kolaborasi branding yang biasanya melibatkan merek setidaknya dua perusahaan.
    Ini merupakan strategi yang berguna untuk banyak bisnis yang ingin meningkatkan basis pelanggan, profitabilitas, pangsa pasar, loyalitas pelanggan, citra merek, nilai yang dirasakan, dan penghematan biaya.
    Co branding yang dilakukan dear me untuk memenangkan pasar bagaiamana dengan kolaborasi dengan produk yang terkenal, memberikan pengalaman yang berbeda pada konsumen, dear me beauty ini merupakann kolaboratif yang sanagat kreatif bagaimana memenangkan emosi para konsumen, jika biasanya lipstik hany begitu saja dengan aroma seperti rasa permen,tidak berbau, atau rasa buah, namun dear menjadikan aroma dan packaging dengan koloborasi dengan citra merek juga yang melegenda dimiliki nissin.
    Seperti dear me menghadirkan dear me x nissin dengan packaging khas nissin orang naik sepeda dan lipstik yang memiliki aroma wafer nissin yang khas, yang ketika digunakan dibibir terasa seperti mengkonsumsi wafer nissin, selain dera me x nissin, dear me berkolaborasi dengan sasa, permen yupi ,dll.

    3. Jelaskan Conceptul Framework : The Gaps Model Of Service Quality

    Kesenjangan pelanggan
    Merupakan harapan yang diekpetasikan pelanggan tidak sesuai dengan realita, atau ada perbedaan dengan harapan dan persepsi.
    Contoh: ketika pergi ke suatu hotel mahal, maka dalam benak konsumen akan mendpaatkan pelayanan yang sangat baik sesuai dengan harga yang dibayarkan, namun harapan tinggi yang dipikirikan tidak selaras dengan realitas pada hotel tersebut.

    THE PROVIDER GAPS
    Gap 1: the Listening Gap
    perbedaan antara harapan pelanggan layanan dan pemahaman perusahaan tentang harapan tersebut. Alasan utama itu
    banyak perusahaan yang tidak memenuhi harapan pelanggan karena perusahaan tersebut kurang akurat memahami dengan tepat apa harapan-harapan itu. Ada banyak alasan bagi manajer
    tidak menyadari apa yang pelanggan harapkan: mereka mungkin tidak berinteraksi langsung dengan pelanggan,mereka mungkin tidak mau bertanya tentang harapan, atau mereka mungkin tidak siap mengatasinya.
    Gap 2: Design and Standards Gap
    Persepsi akurat tentang harapan pelanggan diperlukan, tetapi tidak cukup, untuk
    memberikan layanan yang unggul. Prasyarat lain adalah adanya desain layanan dan standar kinerja yang mencerminkan persepsi akurat tersebut. Perubahan dan peningkatan teknologi sangat membantu dalam menutup celah ini,
    Gap 3: the Service Performance Gap
    adalah perbedaan antara pengembangan standar layanan yang digerakkan oleh pelanggan dan kinerja layanan aktual oleh karyawan perusahaan. Standar harus didukung oleh sumber daya yang sesuai (orang, sistem, dan teknologi) dan harus diberlakukan untuk menjadi efektif.
    Gap 4: the Communication Gap
    kesenjangan komunikasi, menggambarkan perbedaan antara layanan pengiriman dan komunikasi eksternal penyedia layanan. Janji yang dibuat oleh layanan perusahaan melalui iklan media, tenaga penjualan, dan komunikasi lainnya dapat meningkatkan harapan pelanggan, standar yang digunakan pelanggan untuk menilai layanan kualitas. Perbedaan antara layanan aktual dan yang dijanjikan, karena itu, dapat meleba kesenjangan pelanggan. Janji yang rusak dapat terjadi karena berbagai alasan: terlalu banyak berjanji pada iklan atau penjualan pribadi, koordinasi yang tidak memadai antara operasi dan pemasaran, dan perbedaan kebijakan dan prosedur di seluruh outlet layanan.
    Gap 5 : Customer Expectataation Kesenjangan
    merupakan hal esensi akhir yang menentukan kepuasan. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada minimalisasi kesenjangan pertama hingga kesenjangan keempat yang terkait dengan penyampaian pelayanan/jasa.