Activity

  • Anjani Nur Prameswari posted an update 1 week, 4 days ago

    Analisis Public Relations
    Nama : Anjani Nur Prameswari
    NIM : 195120201111050
    Prodi : Ilmu Komunikasi
    Kelas : B-Kom2 (07.00-09.30)

    1. Pada dasarnya, publisitas merupakan bentuk upaya penyebaran pesan yang direncanakan melalui media untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi atau individu. Tujuan yang dimaksud adalah untuk merangsang suatu permintaan dari produk tertentu yang bersifat komersial secara non personal melalui media elektronik maupun media cetak, cara tersebut dianggap efektif dalam mengenalkan dan membentuk citra perusahaan yang memproduksi. Sedangkan, iklan merupakan bentuk persuasi yang disebarluaskan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. Tujuan utama dari periklanan adalah untuk menarik perhatian konsumen akan tawaran produk berupa barang maupun jasa. Public Relations akan cenderung terfokus pada publisitas karena menurut pernyataan resmi PRSA pada buku Public Relations: The Profession & The Practice, Lattimore dkk pada tahun 2007, menyatakan bahwa Hubungan masyarakat atau Public Relations membantu masyarakat kita yang kompleks dan majemuk untuk mencapai keputusan dan berfungsi secara lebih efektif dengan berkontribusi untuk saling memahami antar kelompok dan lembaga. Ini berfungsi untuk menyelaraskan kebijakan publik dan publik. Hubungan masyarakat melayani beragam lembaga dalam masyarakat, seperti bisnis, serikat dagang, lembaga pemerintah, asosiasi sukarela, yayasan, rumah sakit, serta lembaga pendidikan dan agama. Untuk mencapai tujuan mereka, institusi ini harus mengembangkan hubungan yang efektif dengan banyak orang yang berbeda penonton atau publik, seperti karyawan, anggota, pelanggan, masyarakat lokal, pemegang saham, dan institusi lainnya, dan dengan masyarakat pada umumnya. Kerja hubungan masyarakat adalah tentang mengembangkan hubungan yang efektif antara organisasi dan kelompok yang penting bagi mereka, termasuk media, pelanggan, karyawan, investor, pemimpin masyarakat dan anggota, kelompok aktivis, dan lembaga pemerintah. Hubungan ini harus menguntungkan kedua belah pihak. Menciptakan situasi menang-menang semacam itu membutuhkan banyak saling memberi dan menerima berdasarkan saling memahami kepentingan satu sama lain. Berdasarkan definisi dan tujuan publisitas, serta tujuan utama keberadaan Public Relations yang merujuk pada bidanh bisnis, jelas sudah bahwa Public Relations bertujuan untuk membantu perusahaan dalam membentuk citra dalam kegiatan bisnis, sehingga para praktisi Public Relations akan lebih fokus pada kegiatan publisitas daripada kegiatan periklanan.
    2. Berdasrkan buku Public Relations: The Profession & The Practice, Lattimore dkk pada tahun 2007, sejak dahulu hubungan publik dipandang sebagai upaya yang direncanakan untuk menyuarakan opini publik, umumnya melalui komunikasi yang persuasif. Kampanye komunikasi pemasaran, misalnya memanfaatkan publisitas produk untuk memperkenalkan produk. Program pemasaran sosial adalah upaya persuasi yang dirancang untuk menginformasikan orang dan untuk mengubah perilaku mereka mengenai beberapa kebaikan publik. Contohnya adalah kampanye aliansi HIV mempromosikan untuk mendorong hubungan seks yang lebih aman melalui program tukar jarum suntik di lingkungan tetangga. Praktisi hubungan publik menuliskan pesan itu dan memilih saluran komunikasi, sementara spesialis pemasaran memastikan agar pesan dan kondom itu didistribusikan. Menurut Lattimore dkk, iklan yang membawa opini publik dan menyuarakan tindakan sosial merupakan iklan yang seharusnya dibua oleh seorang Public Relations. Hal tersebut dianggap sebagai gerakan yang menunjang kegiatan sosial, sehingga masyarakat dapat lebih terbuka wawasannya setelah melihat iklan tersebut. Selain iklan mengenai kegiatan sosial, Public Relations juga dapat mengembangkan atau membuat iklan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarkat. Seperti MTV yang sukses mengembangkan kampanye perubahan iklim pada tahun 2007 yang merupakan baik hubungan publik maupun program pemasaran sosial. Pemasaran sosial adalah bentuk khusus dari hubungan publik yang mencoba untuk mengubah sikap dan perilaku publik atas nama tujuan sosial yang pekerjaannya menguntungkan masyarakat secara keseluruhan, daripada atas nama organisasi sponsor. Iklan yang diangpat MTV mencoba memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Tujuan dari Praktisi Public Relations dalam membentuk citra perusahaan, dapat terpenuhi jika ia dapat menayangkan iklan yang berkaitan erat dengan masyarkat luas (relateable).
    3. Tell the Truth dalam kegiatan Public Relations merupakan kegiatan yang memmiarkan publik tahu apa yang terjadi dan sediakan gambar yang akurat dari karakter ideal dan praktek lembaga. Segala kejadian maupun peritiwa yang terjadi di dalam lembaga pemerintahan, merupakan obyek perhatian publik. Karena lembaga pemerintahan merupakan lembaga yang berkedudukan di ruang publik. Artinya, setiap kegiatan maupun pekerjaan yang dilakukan, dilakukan atas nama publik dan demi kepentingan publik. Oleh sebab itu, publik memiliki hak tersendiri untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya terkait dengan lembaga. Dengan tersampaikannya informasi kepada publik, diharapkan publik menjadi tahu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan lembaga, sehingga kemudian dapat sampai pada tahap mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan, melalui penyampaian informasi yang akurat dan sebenar-benarnya terkait dengan suatu isu atau peristiwa atau kejadian, bahkan kegiatan operasional sehari-hari. Berikan gambaran yang tepat, dan sediakan informasi yang dibutuhkan kepada publik. Dengan demikian, publik mengetahui apa yang terjadi, dengan sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutupi. Kebutuhan mereka akan informasi yang benar terpenuhi, dan hubungan baik antara lembaga dengan publiknya dapat dijaga. Informasi yang dimaksud, dapat berupa data statistik, dokumentasi atau apapun yang dapat berguna bagi publik luas. Informasi tersebut, kemudian disampaikan kepada publik, tanpa ditutupi, atau dengan kata lain, sampaikan informasi dengan sejujur mungkin. Untuk mendapatkan dukungan dari publik, karena publik dapat menangkap apabila lembaga melakukan kebohongan. Akibatnya, akan lebih fatal bila publik dapat menemukan kebenaran dari pihak lain, dan bukan dari lembaga itu sendiri. Kepercayaan publik terhadap lembaga akan luntur, mengarah pada hilangnya dukungan publik kepada lembaga. Hilangnya dukungan publik, akan menimbulkan kesulitan bagi lembaga pada saat harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat publik. Base on Fact dalan artian Bahasa Indonesia adalah berlandaskan fakta, segala sesuatu yang dilakukan oleh Public Relations haruslah berdasarkan fakta dan tidak ada yang ditutupi. Prinsip Base on Fact akan berpengaruh terhadap citra yang dijaga oleh seorang Public Relations. Berdasarkan paparan di atas, prinsip Tell The Truth berkaitan erat dengan prinsip Based on Fact dalam kegiatan Public Relations. Hal yang berkaitan dengan fakta akan sangat berkaitan dengan kejujuran yang dibangun oleh seorang Public Relations.
    4. Objektivitas atau objektif dalam keilmuan berarti upaya-upaya untuk menangkap sifat alamiah (empiris) sebuah objek yang sedang diteliti/ dipelajari dengan suatu cara di mana tidak tergantung pada fasilitas apapun dari subjek yang menyelidikinya. Keobjektifan pada dasarnya tidak berpihak, di mana sesuatu secara ideal dapat diterima oleh semua pihak, karena pernyataan yang diberikan terhadapnya bukan merupakan hasil dari asumsi (kira-kira), prasangka, ataupun nilai-nilai yang dianut oleh subjek tertentu. Pers (media massa) adalah industri yang unik. Terlepas dari aspek bisnis yang melekat dalam kata “industri”, media massa juga mempunyai sebuah tanggung jawab besar terhadap khalayak yang menjadi konsumennya. Tanggung jawab yang dimaksud adalah untuk tetap menjunjung objektivitas media. Tanggung jawab media massa dan aspek bisnisnya ini telah menjadi bahan kajian yang menarik dalam ilmu sosial. Hal ini disebabkan perbedaan kepentingan yang disebabkan oleh dualitas tersebut. Kita mengetahui dampak yang mampu diciptakan oleh media kepada khalayaknya. Media mempunyai peran yang sangat urgen di tengah tengah masyarakat. Media bukan hanya dapat, namun harus memberi kontribusi moral terhadap masyarakat. Ibarat Rasul, masyarakat menganggap apa yang disajikan media adalah sebuah kebenaran. Oleh sebab itu, media berkewajiban menyebarkan kebenaran (objektif) kepada khalayaknya. Kesalahan yang dilakukan oleh jurnalis seperti distorsi pemberitaan, pemujaan terhadap citra palsu, pencurian privasi, pencemaran nama baik, eksploitasi anak dan sebagainya bisa membawa pengaruh buruk bagi masyarakat. Dalam pemberitaannya, media massa haruslah objektif. Objektivitas secara teoritis adalah konsep utama bagi media dalam menyediakan kualitas informasi, khususnya terkait pemberitaan. Objektivitas dalam jurnalisme atau pers adalah prinsip yang signifikan profesionalisme jurnalistik. Objektivitas Jurnalistik sering kali merujuk pada keadilan, kenetralan, faktualitas, dan nonpartisan. Berita yang objektif dan berdasarkan fakta adalah berita yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Fakta dalam jurnalistik terdiri dari: Kejadian nyata (real event), Pendapat (opinion), dan Pernyataan Narasumber. Dalam penulisan berita dapat digunakan konsep penulisan sebagai berikut :
    1)Bahasa yang dipakai harus komunikatif ( bahasa tutur )
    2)Tulis seperti apa yang kita katakan ”Write the Way Your Talk ”
    3)Satu ide satu kalimat
    4)Menggunakan kalimat tunggal
    5)Penulisan singkat, padat, tajam (Short, Sharp & Strenght)
    6)Sebaiknya menggunakan kalimat positif
    7)Menggunakan kalimat aktif ( Subjek-Predikat-Objek )
    Sedangkan gaya penulisan dapat digunakan konsep penyajian mulai hal-hal yang penting sampai yang kurang penting dengan memperhatikan prinsip segitiga terbalik untuk berita yang terikat waktu dan segitiga tegak dari yang kurang penting menuju ke yang penting untuk berita yang tidak begitu terikat dengan waktu. Seorang Public Relations harus mampu menulis berita yang sesungguhnya, tidak ada fakta yang ditutupi dalam berita tersebut. Konsep dalam penulisan di atas dapat menjadi acuan seorang Public Relations dalam menulis sebuah berita yang bersifat akurat, objektif, dan sesuai fakta. Jika seorang Public Relations mampu menulis berita dengan objektif dan berlandaskan fakta, maka citra dari suatu perusahaan yang membawahinya akan baik dan mudah diterima oleh masyarakat luas.
    5. Strategi Public Relations dalam Membangun Hubungan Dengan Media
    Seorang public relations akan dapat melakukan tugas-tugasnya dengan baik (termasuk dalam melakukan media relations) kalau didukung oleh strategi komunikasi yang tepat dan efektif. Sayangnya, public relations sering kali mengalami kegagalan dalam melakukan media relations, bukan karena public relations tidak mengerjakan kegiatan media relations, tetapi karena public relations tidak tahu apa itu strategi komunikasi dan bagaimana strategi komunikasi dalam media relations ini. Adapun strategi komunikasi public relations dengan media, (Soemirat dan Ardianto, 2003:23) adalah :
    1. By serving the media (pelayanan kepada media)
    Strategi dengan membeikan pelayanan kepada media. Seorang public relations dituntut untuk selalu siap memberikan pelayanan kepada media sesuai yang dibutuhkan oleh media massa tersebut. Pelayanan kepada media massa ini dapat berupa menyiapkan jawaban-jawaban serta memberikan jawaban maupun informasi yang dibutuhkan oleh media massa pada saat-saat tertentu yang berhubungan dengan informasi tentang perusahaan atau institusi tempat mereka berada. Pelayanan kepada media ini biasanya dilakukan pada saat perusahaan sedang mengalami masalah atau pada saat perusahaan sedang berada di puncak (sedang sukses). Biasanya perusahaan atau organisasi akan menjadi sumber berita yang menarik. Pelayanan lain yang harus diberikan oleh public relations kepada media massa adalah pelayanan untuk memberikan salinan pers (press release). Dalam segala situasi (baik itu dalam situasi yang tidak menguntungkan bagi perusahaan maupun pada saat ada berbagai event tertentu), seorang public relations harus selalu siap melayani media ketika media massa tersebut membutuhkan salinan pers.
    2. By reliability (menegakkan reputasi perusahaan agar tetap di percaya) establishing a reputations
    Strategi yang dilakukan oleh public relations sebagai upaya untuk menegakkan reputasi perusahaan supaya tersebut tetap dapat dipercaya. Untuk membangun masyarakat, perusahaan atau organisasi tidak hanya bisa mengandalkan promosi atau memasang iklan di media massa.Perusahaan atau organisasi harus melakukan kegiatan untuk membangun reputasi perusahaan supaya tetap dipercaya oleh masyarakat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk reputasi suatu perusahaan. Kegiatan pertama yang dapat dilakukan adalah membuat tulisan yang dikirimkan ke media massa. Tulisan bisa berupa berita maupun informasi tentang perusahaan yang dapat ditulis dalam bentuk straight news maupun feature. Cara lainnya adalah dengan melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat, yang kemudian dipublikasikan dengan menggunakan media massa. Selain menggunakan publikasi yang tidak menggunakan data, publisitas lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan dana. Cara yang bisa dilakukan ini adalah dengan membuat iklan. Informasi tentang perusahsaan atau organisasi bisa dibuat dalam bentuk tulisan corpotorial. Informasi tentang kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh perusahaan maupun kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial (social responsibility)perusahaan bisa ditulis dalam bentuk artikel berupa opini atau pendapat tentang suatu permasalahan. Supaya masyarakat dapat memercayai tulisan opini atau pendapat ini maka perusahaan atau organisasi harus menyediakan orang-orang yang memiliki kredibilitas dalam bidang tersebut. Strategi ini bisa dilakukan dengan menyediakan narasumber yang kredibel dalam memberikan jawaban untuk kasus-kasus tertentu atau bisa juga dengan menyediakan pakar-pakar yang ada di perusahaan tersebut untuk membantu menyelesesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.Strategi lain yang dapat digunakan public relations adalah strategi dengan memberikan klarifikasi apabila perusahaan atau organisasi itu sedang mengalami suatu permasalahan. Klarifikasi dapat didukung dengan menunjukkan fakta-fakta yang sesungguhnya.
    3. By supplying good copy (memasok naskah informasi yang baik)
    Strategi dengan memasok naskah informasi yang baik. Naskah informasi dapat dibuat dalam bentuk artikel yang berupa opini atau pendapat tentang suatu permasalahan. Naskah informasi yang baik bisa diberikan berdasarkan data-data yang sebenarnya. Naskah bisa disertai dengan gambar atau foto. Dengan memberikan naskah yang baikyang disertai dengan pembuatan teks dan gambar atau foto yang baik, diharapkan bisa menjadi satu strategi untuk menarik perhatian massa.Selain pengiriman naskah informasi, staregi by supplying good copy ini dapat dilakukan dengan cara pengirian news release yasng baik. Tujuannya supaya release yang dikirimkan dapat dimuat dan sesuai dengan „selera‟ media massa maka seorang public relations tidak harus melakukan revisi yang banyak. Dia hanya memerlukan sedikit penulisan ulang atau menyuntingnya.
    4. By cooperations in providing material(kerjasama dalam menyediakan bahan informasi)
    Strategi yang dilakukan dengan kejasama yang baik dalam menyediakan bahan informasi. Yang menjadi penekanan strategi ini adalah penghargaan yang tinggi dari seorang public relations kepada media massa, termasuk pekerja media. Maksudnya seorang public relations dituntut untuk menghargai media massa serta pekerja media dengan menyediakan waktu yang tepat dan meghargai kedatangan mereka.
    5. By providing verification facilities (menyediakan fasilitas)
    Strategi memikirkan fasilitas yang harus disediakan bagi pekerja-pekerja media. Tujuannya adalah agar pekerja media massa merasa nyaman dalam bekerja, yaitu ketika mereka melakukan liputan terhadap perusahaan tempat public relations itu berada. Cara yang dilakukan untuk menerapkan strategi ini adalah dengan memberikan fasilitas kepada pekerja media dan wartawan apabila mereka membutuhkan ruangan untuk melakukan liputan di organisasi atau perusahaan tersebut. Fasilitas ini termasuk fasilitas internet yang dibutuhkan wartawan pada saat mereka meliput berita di perusahaan tersebut.
    6. By building personal relationship with the media (membangun hubungan secara personal dengan media)
    Strategi ini merupakan strategi yang dilakukan dengan membangun hubungan secara personal antara public relations dengan media massa (baik itu orang-orang yang ada di institusi media maupun dengan wartawan dan pekerja media lainnya). Hubungan personal yang baik antara public relations dengan pekerja media diharapkan dapat digunakan sebagaidasar untuk membangun keterbukaan dan saling menghormati antar profesi masing-masing.Dalam strategi ini, seorang praktisi public relations dapat membangun hubungan personal yang baik dengan orang-orang yang berada di institusi media maupun dengan wartawan dan pekerja melalui sms, e-mail, atau pesan-pesan dengan menggunakan media sosial untuk menyapa dan menanyakan kabar pekerja media. Strategi yang lain adalah dengan memberikan informasi dan ide-ide yang dapat digunakan sebagai masukan ketika pekerja media ini akan membuat bahan pemberitaan.Strategi ini merupakan strategi yang sangat diperlukan dalam membangun hubungan dengan media. Hubungan yang baik dengan pekerja media, saling mengerti, saling memahami, dan saling menghormati antara profesi public relations dengan media merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan media relations yang dilakukan oleh praktisi public relations.Berdasarkan fakta di lapangan, dari keenam strategi ini, antara satu strategi dengan strategi lain saling terkait dan saling membutuhkan. Apabila seorang praktisi public relations ingin tugas ke-PR-annya berjalan dengan efektif maka harus mengunakan keenam strategi tersebut untuk melaksanakan tugasnya dengan saling terkait antara satu strategi dengan strategi yang lain.

    DAFTAR PUSTAKA
    Baskin, O. W., Aronoff, C. E., & Lattimore, D. (2007). Public relations: The profession and the practice. New York, NY: McGraw-Hill Humanities, Social Sciences, & World Languages.
    Cutlip,Scott M., Allen H. Center, dan Glen M. Broom. (2009). Effective Public Relations (ed. 9). Jakarta: Kencana.
    Kriyantono, R. (2016). Public relations writing: Teknik produksi media public relations dan publisitas korporat. Jakarta: Prenadamedia Group.