Activity

  • Miranda posted an update 2 weeks, 5 days ago

    Hasil Analisis tentang Komunikasi, Kepemimpinan, Konflik, dan Negosiasi dalam Film Avengers: End Game
    Miranda Pradnya
    175020207111016

    /spoiler alert/

    Komunikasi adalah perpindahan dan pemahaman arti. Komunikasi memiliki beberapa arah yaitu ke arah atas, bawah, dan lateral. Dalam Avengers: End Game, secara struktural sulit diketahui siapa pemimpin dalam tim karena setelah adanya kondisi kehilangan separuh populasi alam semesta semua anggota yang tersisa menjadi terpukul dan kehilangan tujuan. Di kantor Avengers terlihat bahwa Nat (Black Widow) adalah pemimpinnya, dibuktikan dengan komunikasi jarak jauh yang pelaporannya dilakukan padanya. Namun sekali lagi Tony (Iron Man) dan Steve (Captain America) terlihat sama kuatnya dan seolah beradu pendapat untuk masing-masing membuat keputusan dan menjadi pemimpin atas keputusan tersebut. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa arah komunikasi yang digunakan adalah lateral di mana terjadi di antara para anggota dengan sedikit memperhatikan hierarki.
    Jaringan kelompok kecil yang formal terbagi menjadi 3 jaringan yaitu rantai, roda, dan seluruh saluran. Tim Avengers cenderung mengadopsi tipe jaringan seluruh saluran karena kecepatan komunikasinya sangat cepat yang disebabkan oleh komunikasi antar anggota yang sering dan aktif. Keakuratan informasi dapat dikatakan moderat karena terkadang informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan terkadang malah menimbulkan konflik akibat miskomunikasi. Munculnya seorang pemimpin tidak bisa dikatakan tidak ada karena sebenarnya seluruh anggota memiliki kekuatan yang berbeda-beda dengan tingkatan yang benar-benar tinggi sehingga masing-masing anggota seolah berusaha untuk menjadi pemimpin tim. Dalam scene tertentu seperti pembagian tim untuk menuju waktu yang berbeda, setiap tim memiliki pemimpinnya masing-masing yang sosoknya muncul secara tidak sengaja dan seterusnya memandu untuk mengambil keputusan. Contohnya dalam perjalanan menuju Asgard, Rocket menjadi pemimpin dengan membuat keputusan-keputusan dan melakukan penyerangan. Sementara Thor yang sedang dalam kondisi terpukul tidak dapat memimpin siapapun bahkan dirinya sendiri.
    Dari segi kepemimpinan dengan definisinya yaitu kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi atau tujuan yang ditetapkan dapat dilihat bahwa karakter-karakter dengan kekuatan fisik yang menonjol agak lemah dalam segi pengaruh. Misalnya saja Carol (Captain Marvel) dan Hulk yang secara fisik sangat kuat dan merupakan sosok petarung ternyata memang berada pada lini depan pertarungan tetapi tidak dengan perumusan tujuan dan karismatik alamiah sebagai pemimpin. “Otak” pada Avengers terletak di Nat (Black Widow), Steve (Captain America), Tony (Iron Man), dan Lang (Ant Man) yang secara jelas ditunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang pandai dengan ide-ide cemerlang. Hulk dalam alter egonya yaitu Bruce Banner juga digambarkan sebagai sosok yang pandai, mirip dengan Lang (Ant Man) yang memiliki pemahaman khusus terkait fisika kuantum. Secara karismatik Steve (Captain America) dengan sendirinya dapat memberikan pengaruh terhadap tim dari segi pengambilan keputusan atas segala alternatif dan masalah yang ada. Tony (Iron Man) menjadi orang kedua yang tampak berebut kuasa dengan Steve (Captain America). Dalam Guardian of The Galaxy sendiri sosok Quill (Star Lord) sebagai pemimpin ada kalanya tidak diakui baik oleh Rocket maupun oleh teman baru mereka Thor.
    Konflik adalah sebuah proses yang dimulai ketika salah satu pihak memandang pihak lainnya telah memengaruhi secara negatif, atau akan berpengaruh secara negatif, terhadap segala sesuatu hal yang dipedulikan oleh pihak pertama. Konflik dalam Avengers: End Game tampak dalam hubungan antara Thanos dengan kedua anaknya yakni Gamora dan Nebula. Thanos ingin menghilangkan setengah dari populasi di alam semesta, sementara Gamora dan Nebula tidak menginginkannya.
    Setiap konflik adalah unik, namun peneliti kemudian hanya membagi jenis konflik ini ke dalam 3 kategori yaitu tugas, hubungan, dan proses. Konflik tugas adalah konflik tentang kandungan atau tujuan dari pekerjaan. Konflik ini terjadi di awal ketika Avengers ingin menemukan Thanos dan mengembalikan setengah populasi sementara Tony Stark (Iron Man) dan Thor tampak sudah tidak memiliki tujuan itu lagi dan memilih untuk hidup saat ini apa adanya. Dalam konflik hubungan atau konflik yang didasarkan pada hubungan interpersonal terjadi di antara Gamora dan Nebula yang keduanya sama-sama ingin unggul di depan ayahnya yaitu Thanos. Gamora dan Nebula awalnya mendukung keinginan jahat Thanos tersebut dan berlomba-lomba memberi kontribusi dengan saling menjatuhkan satu sama lain sebelum akhirnya tampak tak setuju dan memilih pihak oposisi. Konflik proses merupakan konflik mengenai bagaimana pekerjaan akan diselesaikan. Konflik ini terjadi saat Avengers secara tim ingin menyelesaikan masalah bersama namun Carol (Captain Marvel) merasa dirinya sangat kuat sehingga ia ingin menyelesaikannya sendiri.
    Dari segi negosiasi yang didefinisikan sebagai suatu proses yang mana dua atau lebih pihak saling bertukar barang atau jasa dan berupaya untuk setuju dengan nilai tukar bagi mereka, terjadi cukup sering di Avengers: End Game. Pertama adalah ketika Lang (Ant Man) bersikukuh menjelaskan fisika kuantum agar Avengers setuju untuk kembali ke masa lalu dengan menggunakan mesin waktu. Hasil akhir negosiasi adalah saran Lang diterima dan sampai pada akhir film mesin waktu ini terus digunakan. Kedua adalah ketika Tony Stark (Iron Man) tidak ingin ikut dalam tujuan-tujuan gila Avengers dan memilih untuk tetap di rumah bersama keluarganya. Akan tetapi Avengers butuh sosok Stark (Iron Man). Pada akhirnya Stark (Iron Man) datang ke markas Avengers dan setuju untuk ikut dengan mereka meskipun tidak menemui akhir yang bahagia.
    Seperti itulah review film Avengers: End Game ditinjau dari mata kuliah Perilaku Organisasi. Semoga review ini bermanfaat bagi para pembaca. Sekian dan terima kasih.