Activity

  • Kuncoro Wahyudjati posted an update 1 month, 1 week ago

    Nama : Kuncoro Wahyudjati (195120201111022)

    BAB 5
    HAKIKAT KOMUNIKASI FONDASI KEHIDUPAN
    A. BERBAGAI MAKNA KOMUNIKASI
    Ontologi (kajian hakikat objek) dasar komunikasi. Pembahasan difokuskan pada konsep-konsep dasar komunikasi. Konsep–konsep dasar komunikasi tersebut ada komunikasi itu sendiri, pesan, berfikir, informasi, dan terakhir ada simbol atau lambang. Etimologi (asal kata), bahwa “komunikasi” berasal dari bahasa yunani, yakni communicatio atau communis, yang berarti sama makna. Bahwa komunikasi mencakup kegiatan menyampaikan gagasan yang kemudian diterima dan dimaknai oleh banyak orang dan dapat dipahami. Terminologi (definisi). Ada definisi yang menganggap komunikasi sebagai pertukaran simbol, proses pemahaman, interaksi membangun relasi, pengurangan ketidakpastian, atau proses mengikat dan menghubungkan individu-individu (Griffin, 2012; Littlejohn, 1992).
    Dapat kita simpulkan bahwa komunikasi adalah proses dimana individu atau kelompok saling mengirim dan memaknai sebuah pesan dalam interaksi sosialnya. Interaksi sosial bisa terjadi lewat tatap muka atau tidak tatap muka dengan mengirim pesan lewat surat atau media online.
    B. KOMUNIKASI ITU DINAMIS, TERUS-MENERUS, DAN KOMPLEKS.
    Dinamis bermakna bahwa komunikasi akan terus berubah dari waktu ke waktu. Hal yang mempengaruhi sifat dinamis pada komunikasi antara lain adalah adanya motif, kepentingan pribadi, konteks pribadi, dan kemampuan berkomunikasi yang terus berubah-ubah. Terus-menerus berarti bahwa komunikasi akan terus terjadi sampai kapanpun. Dari sejak kita lahir kita sudah melakukan komunikasi, sampai kita dewasa. Komunikasi seseorang juga dipengaruhi oleh pengalam dalam hidupnya dan lingkungannya. Kompleks karena komunikasi tidak terjadi di ruang hampa akibat adanya faktor kehidupan yang mempengaruhinya. Faktor tersebut antara lain: budaya, lingkungan sosial, psikologis seseorang, ekonomi, dan politik.
    C. MAKNA DAN SIFAT SIMBOL
    Simbol adalah sesuatu yang digunakan oleh manusia untuk mempresentasikan sesuatu yang akan memberikan makna kepada orang lain, dan akan dipahami oleh orang lain. Simbol bisa berupa verbal dan nonverbal. Simbol bersifat manasuka, yaitu suatu simbol akan berbeda-beda pemaknaannya pada orang-orang yang berbeda karena dipengaruhi oleh latar belakang dan konteks komunikasi yang terjadi. Simbol bersifat kesepakatan bersama, yaitu suatu simbol dapat dimaknai sama hanya oleh kelompok tertentu.
    Tanda adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk mempresentasikan sesuatu diluar dirinya. Ikon adalah sesuatu yang berupa benda dua dimensi atau tiga dimensi yang menyerupai benda lain. Indeks adalah tanda yang mempresentasikan sesuatu secara alamiah, dilihat dari dari hubungan sebab akibatnya.
    D. RELASI SIMBOL, PESAN, DAN INFORMASI
    Pesan adalah seperangkat simbol yang dipilih dan disusun sedemikian rupa agar dapat dipahami oleh orang lain. Informasi merupakan pesan yang berisi makna bagi orang lain. Yang berarti informasi adalah makna dari sebuah pesan. Informasi memiliki beberapa pengertian antara lain: informasi merupakan hasil proses komunikasi yang berupa fakta atau data, komunikasi diartikan sebagai makna, simbol, atau pesan, dan terakhir komunikasi sebagai alat untuk mengurangi ketidakpastian atau keragu-raguan.
    E. KOMUNIKASI BERSIFAT SISTEMATIK
    Penggunaan simbol merupakan ungkapan ekspresi perasaan manusia atau individu dalam pikiran yang penting untuk keterlanjutan proses interaksi. Seluruh proses komunikasi melibatkan tanda atau simbol yang dikodifikasikan, yaitu disusun sehingga beberapa tanda atau simbol terhubung satu dengan yang lain agar dapat menghasilkan suatu makna tertentu. Hasil kodifikasi ini disebut sebagai pesan.
    Komunikasi bersifat sistemik adalah budaya, latar belakang personal, dan karakter sosio-demografis yang mempengaruhi komunikasi atau sebaliknya. Sifat sistem ini pada akhirnya menghasilkan dua jenis pemaknaan pesan dan simbol dalam proses komunikasi, yaitu makna isi pesan dan hubungan. Terdapat dua dimensi hubungan yakni immediacy dan control. mediasi adalah tingkat suka atau tidak, akrab atau tidak dengan lawan bicara dan kontrol adalah sifat hubungan dan pesan sangat dipengaruhi siapa yang dominan terhadap yang lain.
    F. MANUSIA ADALAH HEWAN BERSIMBOL
    Simbol adalah hasil dari berpikir yang dapat kita maknai bahwa berpikir adalah proses seseorang menyusum dan memaknai sebuah pesan. Manusia disebut animal simbolicum karena kemampuan berpikir inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Manusia memiliki norma-norma seperti, norma ketuhanan, norma kesusilaan, norma hukum, dan norma kesopanan. Di dalam norma terdapat aturan-aturan bagi kehidupan manusia, maka dari itu manusia tidak bisa hidup bebas sebebas-bebasnya karena jika tidak ada norma-norma itu berarti manusia tidak ada bedanya dengan hewan yang tidak memiliki norma-norma seperti manusia.
    G. DAPATKAH KITA TIDAK BERKOMUNIKASI? TIGA SIFAT KOMUNIKASI
    Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi terdapat dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari politik, perkuliahan, kehidupan sehar-hari, dan masih banyak lagi aspek kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari komunikasi. Muncul sebuah pertanyaan: apakah manusia bisa hidup tanpa berkomunikasi? Apakah kita bisa menghindar dari kegiatan berkomunikasi? Mungkinkah masyarakat bisa terbentuk tanpa sebuah komunikasi? Jawabannya ada pada definisi komunikasi itu sendiri, dengan mengaji realitas di sekitar kita. Ada argumen bahwa seseorang yang sendiri adalah contoh bahwa manusia dapat tidak berkomunikasi, padahal jika seseorang itu sendiri dan dia sedang merenungkan dosa-dosa yang telah dia lakukan, sebenarnya orang tersebut sedang melakukan komunikasi meskipun dia sedang sendirian.
    Komunikasi intrapersonal, komunikasi yang dilakukan oleh satu orang (terjadi dalam pikiran seseorang). Komunikasi trasendental (seseorang yang sedang solat dan dia berdoa kepada Allah SWT). Komunikasi juga bisa terjadi tanpa kehadiran seseorang.
    H. MENGAPA BERKOMUNIKASI?
    Komunikasi memiliki fungsi sebagai penyedia informasi untuk alat interaksi sosial yang berguna memenuhi kebutuhan hidup dan perkembangan manusia. Secara khusus, kebutuhan manusia tersebut dapat dipenuhi dengan komunikasi dengan cara:
    1. Sebagai Radar Sosial, Identitas, Ekspresi Diri, dan Jaringan Sosial
    Yang dimaksud sebagai latar sosial adalah komunikasi berfungsi sebagai alat peneguh eksistensi diri sendiri dan orang lain. manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan perasaan dihargai dan eksistensi sebagai manusia oleh orang lain.
    Komunikasi fatik, yaitu komunikasi yang dapat membangkitkan rasa senang karena merasa eksistensinya diperhatikan. Salam merupakan wujud komunikasi radar sosial dan Islam sudah mewajibkan saling berbalas alam jauh sebelumnya. Komunikasi fatis juga mencakup upaya ekspresi dan aktualisasi diri individu. seseorang memiliki kecenderungan ingin diperhatikan atau ingin dipuji oleh orang lain.
    Teori nubuat yang dipenuhi sendiri menyebut bahwa perilaku kita dapat dipengaruhi konsep diri kita dan orang lain tentang kita serta pelabelan yang kita terima sehari-hari. Identitas sosial sebagai manusia terbentuk dan terbangun dari proses komunikasi dengan orang lain. Kita hanyalah suatu objek tanpa atribut jika tanpa berkomunikasi.
    2. Fungsi Menjaga Kesehatan Rohani dan Fisik
    Relasi sosial adalah esensi dasar manusia sebagai makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan berinteraksi sebagai bagian kesehatan rohaninya.
    Silaturahmi adalah bentuk komunikasi yang selaras dengan ajaran agama Islam, dan selaras dengan ajaran yang lain dari Rasulullah SAW kepada umatnya. Pertama, ada prinsip memberi dan memberi. Kedua orang yang bersilaturahmi kepada orang yang memutus tali silaturahmi kepada dirinya. Ketiga Menjalin silaturahmi kepada orang yang berbeda pandangan dan yang pernah menzalimi dirinya.
    3. Musik Sebagai Sarana Komunikasi Sosial-Silaturahmi
    Mudik merupakan budaya menjelang Idul Fitri yang di mana silaturahmi dan ukhuwah terjadi satu tahun sekali. Saat Idul Fitri, kebanyakan orang akan melakukan kegiatan bermaaf-maafan dan saling memaafkan. Meskipun kita juga tahu bahwa meminta maaf atau memaafkan orang lain tidak harus dilakukan saat Idul Fitri.

    4. Fungsi Pengawasan Sosial
    Suatu informasi penting untuk digunakan sebagai: Masukan dan pertimbangan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, dan sarana menghilangkan ketidakpastian dan keterasingan dan memenuhi sifat keingintahuan.
    5. Sarana Mengontrol Perilaku
    Komunikasi berfungsi sebagai alat kontrol terhadap perilaku diri sendiri maupun perilaku orang lain supaya tidak melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain maupun masyarakat. Komunikas dapat menjadi sumber bagi superego, yang dapat mengontrol perilaku manusia.
    6. Alat Adaptasi Sosial
    Komunikasi berfungsi sebagai alat untuk seseorang menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi sangat diperlukan agar individu dapat bertahan dan selamat. Komunikasi berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
    7. Sosialisasi Nilai Antar Generasi
    Komunikasi berfungsi sebagai alat transpor atau sosialisasi nilai-nilai sosial budaya, moralitas, maupun agama dari generasi sebelumnya ke generasi selanjutnya.
    8. Deteritorialisasi Budaya
    Deteritorialisasi budaya adalah batasan budaya mempunyai arti yang luas daripada sekedar perilaku masyarakat budaya atau suku bangsa tertentu. deteritorialisasi budaya dampak nya semakin besar karena perkembangan teknologi.
    9. Korelasi Antar-Elemen Masyarakat untuk Memecahkan Masalah
    Komunikasi juga berfungsi sebagai sarana penghubung elemen masyarakat yang satu dengan yang lainnya melalui pertukaran pendapat sehingga dapat sebagai sarana memecahkan persoalan bersama.

    10. Sarana Hiburan
    Komunikasi juga berfungsi untuk menghibur. Hiburan merupakan kebutuhan manusia untuk melepaskan diri dari masalah sehari-hari yang bertujuan untuk menenangkan perasaan manusia.
    11. Paradoks Perkembangan Komunikasi dan Perubahan Masyarakat
    Komunikasi berkembang seiring dengan berkembangnya kehidupan manusia. Perubahan cara berkomunikasi menghasilkan perubahan cara hidup manusia. Berdasarkan konsep The Third Wave dari Alvin Tofler (1980), perubahan masyarakat dan komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:
    1. Gelombang pertama (8000 SM-1700 SM). manusia mengolah hasil alam melalui pertanian dan berkomunikasi secara langsung.
    2. Gelombang kedua, revolusi industri mendorong masyarakat beralih dari mengolah hasil alam ke industri. Hal ini menyebabkan munculnya pelayaran pelayaran samudra mencari daerah baru. Wilayah cakupan manusia semakin luas dan untuk berkomunikasi membutuhkan media (seperti surat, teleks, telepon).
    3. Gelombang ketiga. terjadi ketika teknologi komunikasi semakin canggih dan menguasai segala aspek kehidupan. Cakupan wilayah manusia semakin luas dan bergerak nya semakin cepat.
    I. LGBT DAN PERILAKU SEKS MENYIMPANG
    Akibat perubahan masyarakat terutama pada teknologi, terciptanya struktur dan identitas homoseksual yang pun kian populer. Mereka mengampanyekan LGBT adalah suatu bentuk cinta kasih, saling menyayangi, kepedulian sesama jenis yang harus di hormati sebagai bagian dari hak asasi manusia. LGBT adalah penyakit sosial dan biologis dengan obat mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Rasulullah SAW berkata: “janganlah laki laki melihat aurat laki laki lain dan janganlah pula perempuan melihat aurat perempuan yang lain.” (HR. Muslim, Abu Dawud, at – Tirmidzi). Adzab Allah selain bencana alam, homoseksual juga diadzab penyakit menular. Ilmu kedokteran membenarkan ayat Alquran dan hadis Rasulullah SAW dengan menemukan beberapa penyakit akibat seks menyimpang seperti homoseksual, anal seks, dan biseksual. Penyakit akibat pelanggaran yang telah dilakukan manusia dalam perilaku seks menyimpang adalah AIDS.
    J. KOMUNIKASI DAN KEBUTUHAN MANUSIA
    Kebutuhan pokok manusia berupa berpakaian (sandang), makanan dan minuman (pangan), dan tempat tinggal (papan). Agar terpenuhi kebutuhan hidupnya, setiap individu harus berkomunikasi dengan individu yang lain demi mengetahui keinginan dan melancarkan pendapatan kebutuhan. Melalui komunikasi, seorang individu akan kelihatan identitas dirinya sebagai makhluk sosial. Akibat interaksi inilah individu-individu membentuk kelompok sistematis dan terstruktur dalam pembagian kerja yang jelas maka terbentuklah organisasi. Dengan demikian, komunikasi adalah pondasi awal dari terbentuknya interaksi sosial dalam proses penyampaian pikiran setiap individu. “… bahkan sesungguhnya spesialisasi dalam organisasi muncul dan dipelihara karena tuntutan-tuntutan komunikasi. Komunikasi merupakan darah kehidupan organisasi.” (lifeblood of an organization) (hardjana, 2000, h. ix). Kemampuan komunikasi membuat kita dapat hidup ditengah persaingan dan menentukan kualitas kita sebagai makhluk hidup.
    K. MENGAPA BELAJAR KOMUNIKASI?
    Proses komunikasi adalah sebuah bentuk simbol manusia yang di ditujukan untuk sesamanya sebagai guna menyampaikan pesan tertentu. Dengan kita belajar komunikasi menjadikan kita makin efektif dalam memperoleh informasi, bekerja sama dengan orang lain dan mempengaruhi orang lain. Lulusan komunikasi harus dapat mengetahui komunikasi generalis yang terbagi menjadi dua, yakni komunikasi bersifat general yang memiliki peluang mendapatkan lapangan kerja yang luas. Dan kedua sebagai akibat yang pertama bermakna kemampuan yang generalis, bukan spesialis. Mahasiswa dituntut mengusir sebanyak mungkin kemampuan sehingga dapat membuka pintu dunia kerja.

    Daftar Pustaka
    Kriyantono, Rachmat. 2019. Pengantar Lengkap Ilmu Komunikasi: Filsafat dan Etika Ilmunya serta Perspektif Islam. Prenada Media Group, Jakarta.