Activity

  • Khamdan Yuwafi posted an update 1 week, 4 days ago

    Khamdan Yuwafi
    175020900111009

    1. Push strategi adalah suatu strategi marketing yang berusaha untuk menjual produk/layanannya kepada konsumen dengan cara dan strategi yang masif, yang tujuannya adalah semakin banyak produk/layanan yang terjual kepada konsumen. Dalam konteks pricing berarti bagaiamana customer terdorong untuk membeli suatu produk/layanan.
    Contoh:
    Penetapan harga dengan cara menjual produk dalam satu paket dengan satu harga tertentu yang lebih murah dibanding membeli satu unik produk masing-masing
    DBroth Online Store – Blackberry Torch Accessories Bundle

    Perusahaan jual beli online DBroth menawarkan paket aksesoris untuk Blackberry Torch dengan harga $69.99. Bila dibandingkan dengan harga eceran, akan jatuh lebih mahal. Seperti harga baterainya $24.99, travel charger $9.99, sync/charge Pod+micro SD card reader $26.99, data cable $7.99, dan car charger $6.99. Bila ditotal harganya mencapai $76,95 dan selisih dengan harga paket ialah $6,96.
    Pull strategi adalah suatu strategi marketing yang berusaha membuat konsumen tertarik untuk membeli produk/jasa yang ditawarkan. Kelebihan atau keuntungan yang ditawarkan menjadi senjata utama dalam strategi ini. Berbicara pricing berarti bagaimana suatu harga yang ditetapkan mampu menarik konsumen untuk membeli produk/jasa yang ditawarkan.
    Contoh:
    Strategi menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah.
    Katalog harga supermarket

    2. Strategi yang diterapkan dear me beauty dengan nissin adalah strategi co branding
    Co branding adalah suatu kombinasi , perpaduan atau kerja sama antara dua brand/merek pada satu produk atau jasa yang sama.Dua merk ini bekerja sama dan berbagi kompetensi untuk memaksimalkan pendapatan , memperluas pangsa pasar menggaet customer dari brand partnernya.
    Salah satu contoh penerapan strategi co branding adalah antara dear me beauty dengan nissin.
    Koloborasi ini menghasilkan lip coat dengan warna dasar cokelat layaknya wafer. Produk yang dinamai Perfect Matte Lip Coat ini dikemas dengan botol warna cokelat gelap khas Nissin Wafer Cokelat, tak lupa logo Nissin ada dibagian botol lip cream tersebut.
    Dear Me Beauty juga menyatakan, ketika Anda membuka botol lip cream tersebut akan mengingatkan Anda dengan wafer cokelat Nissin yang memiliki aroma khas.
    Tujuan dari co branding ini adalah untuk meningkatkan brand equity dari kedua brand, walaupun dalam bidang produksi yang berbeda. Brand dear me beauty mendapatkan keunikan serta persepsi yang khas dari nissin dengan warna dan aroma yang mirip wafer nissin, mengingat nissin merupakan salah satu perusahaan wafer yang terkenal. Sedangkan nissin juga diuntungkan karena dengan diciptakannya produk dear me beauty nissin edition maka brand nissin akan lebih dikenal, terutama oleh pelanggan dan loyalis dari dear me beauty.

    3. Jelaskan mengenai tentang Conceptual Framework of the Book: The Gaps Model of Service Quality.
    Gap Model yang digambarkan diatas adalah urutan langkah- langkah yang harus diikuti dalam desain
    proses yang baru. Kesenjangan- kesenjangan dalam proses ini akan dijelaskan sebagai berikut
    (Fitzsimmons, 2011) :

    Gap 1 Kesenjangan pertama muncul dari kurangnya pemahaman pihak manajemen mengenai
    bagaimana mereka berdasarkan sumber–sumber yang tersedia, misalnya: iklan, pengalaman
    sebelumnya yang dialami terhadap perusahaan tersebut dan pesaingnya, kebutuhan personal, dan kerabat. Untuk meminimalkan kesenjangan, dalam tahap ini perusahaan harus melakukan
    penelitian (market research) untuk memahami secara utuh sesuai kebutuhan dan mereka.

    Gap 2 Kesenjangan ini ditimbulkan dari kurangnya pihak manajemen dalam memberikan atau bahwa perusahaan tidak memungkinkan untuk memenuhi. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penyusunan tujuan perusahaan (goal setting) dan membuat bagaimana itu disampaikan (delivery) dapat menutup kesenjangan ini. Kesenjangan ini terjadi karena penyampaian yang terjadi tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan perusahaan (conformance gap).

    Gap 3 (Standards – Service Delivery) Kesenjangan dalam penyampaian ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, beberapa diantaranya adalah kurangnya kerjasama tim, pemilihan atau seleksi karyawan yang buruk, yang kurang memadai, dan desain pekerjaan yang tidak sesuai. Terhadap pelayanan yang akan diterimanya dibentuk oleh media iklan dan berbagai media yang berasal dari perusahaan.

    Gap 4 (Delivery –) Perbedaan antara yang disampaikan dan eksternal berupa janji-janji yang berlebihan dan kurang tersedianya informasi bagi calon akan menimbulkan kesenjangan ini. Perusahaan dinilai perlu untuk menyesuaikan informasi yang diberikan kepada calon pembeli dengan bukti pelayanan yang sesungguhnya diberikan (managing the evidence).

    Gap 5 ( – Customer Expectation) Kesenjangan ini merupakan hal esensi akhir yang menentukan kepuasan. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada minimalisasi kesenjangan pertama hingga kesenjangan keempat yang terkait dengan penyampaian pelayanan/jasa.