Activity

  • Inez Wianda Yubi Rahamadhini posted an update 1 week, 4 days ago

    Nama : Inez Wianda Yubi Rahmadhini
    Nim : 195120207111048
    Jurusan : Ilmu Komunikasi
    Hari Matkul : Kamis, 9.40 WIB
    Nama kelas : Dasar PR D2

    Nomor 1

    Mengenal lebih jauh mengenai publisitas, publisitas sendiri adalah suatu kegiatan yang bertujuan ntuk mengenalkan suatu perusahaan atau brand kepada khalyak umum. menurut kriyantono ( 2008) ” publisitas adalah publikasi perusahaan yang dimuat di media massa ” Publisitas sendiri terjadi ketika wartawan atau pihak luar berniat secara sukarela untuk mempublikasi perusahaan atau brand yang kita miliki sehingga publikasi yang berjalan adalah karena keberhasilan perusahaan atau brand yang kita miliki memanglah menarik, sehingga ketika ada pihak luar yang berniat untuk melakukan publikasi terhadap perusahaan atau brand kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan publikasi tersebut. hal tersebut adalah pembeda dari iklan dan publikasi, ketika kita melakukan iklan di suatu media cetak maupun online , kita melakukan transaksi disana. ketika kita melakukan iklan sistem yang diberikan adalah take and give ketika kita memberikan uang dari pihak eksternal akan membelikan iklan yang akan di taruh di platform mereka.
    Namun ketika kita membahas terkait iklan dan publikasi.Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, secara gamblang mungkin bisa kita nilai bahwasalnya publikasi adalah cara terbaik untuk mengenalkan perusahaan atau brand kedunia luar, karena publikasi adalah suatu hal yang memang diinginkan dari pihak luar maupun dalam perusahaan kita. Namun publikasi sendiri memang memiliki kekurangan yaitu kita tidak dapat melakukan kontrol terhadap isi berita maupun konten yang akan disajikan oleh wartawan dalam platform mereka karena kita tidak melakukan pembayaran dan publikasi murni adalah keinginan dari pihak eksternal pula
    Namun kelebihan yang dimiliki oleh publikasi adalah publikasi memiliki suatu kredibilitas yang tinggi sehingga masyarakat akan mudah percaya terhadap publikasi daripada iklan yang kita taruh di platform baik media online maupun media cetak. Kelebihan selanjutnya sesuai dengan pendapat Blanco.J ( 2004) Publicity is free, preceived as objective and defined as any kind of media, sehingga kita tidak perlu membayar atau publikasi tersebut. selanjutnya adalah kedetailan cerita atau narasi yang akan dibangun oleh para wartawan.
    Alasan tersebut lah yang menjadikan publikasi harus lebih sering dilakukan daripada iklan karena masyarakat lebih percaya informasi yang didapatkan dari pihak luar dan sifatnya bukan iklan karena iklan sendiri adalah suatu tindakan yang komersil, mungkin akan mendapatkan perhatian dari pihak luar , namun tidak akan sebesar perhatian yang didapatkan dari publikasi. Sehingga akan lebih menguntungkan perusahaan untuk melakukan publikasi.

    Nomor 2

    Iklan mungkin adalah salah satu ujung tombak dari pengenalan serta branding dari barang atau perusahaan yang kita miliki. Iklan bertujuan agar masyarakat mengenal lebih jauh serta membuat masyarakat tertarik dengan produk yang kita miliki sehingga omset akan menjadi naik dan perusahaan akan semakin berkembang.
    Iklan pula adalah salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan sebelumnya, karena konten iklan akan mempengaruhi hasil diakhirnya nannti. Ketika suatu iklan tidak dipersiapkan dengan matang maka akan terjadi suatu pemborosan biaya dan malah lebih jauh mungkin akan menjadi boomerang buat perusahaan atau brand yang kita miliki. Sifat iklan yang memeiliki durasi lebih sedikit mengharuskan kita membuat iklan dengan persiapan yang matang.
    PR sebagai perantara antara perusahaan atau brand dengan khalayk umum yang menjadi target pasar maupun bukan, wajib memikirkan terkait konten yang akan disajikan di dalam iklan tersebut sehingga iklan akan berjalan dengan efektif,efesien dan menarik.Pertanyaan yang mendasar dalam pembuatan iklan oleh PR adalah apa yang harus disajikan oleh perusahaan dalam hal ini PR dalam iklan nya.
    PR dalam pembuatan konten iklan haruslah memiliki beberapa hal yang penting yang pertama adalah menarik dan dapat membuat konsumen atau khalayak umum merasa tertarik dengan iklan yang disajikan contoh dari iklan yang menarik adalah ” Gunakan sabun cuci tangan merek X, karena sabun cuci tangan ini terbuat dari bahan yang telah diuji oleh universitas terkenal di dunia “. Ikaln yang harus dibuat oleh PR selanjutnya adalah iklan yang persuasif, iklan yang persuasif adalah iklan yang membuat masyarakat merasa harus menggunakan produk yang kita miliki sehingga dari dasar tersebut masyarakat akan menggunakan produk yang kita miliki contoh dari iklan yang persuasif dan membuat masyarakat merasa harus menggunakan produk kita adalah ” gunakan produk sabun cuci tangan merek kami karena merek kami menggunakan bahan yang berkualitas dan ketika anda tidak menggunakan sabun cuci tangan maka tangan anda akan memiliki banyak kuman yang berbahaya bagi tubuh”.
    Maka dari itu penting untuk PR menggunakan konten yang menarik dan persuasif dalam setiap iklan yang disajikan di media sehingga masyarakat merasa membutuhkan produk yang kita gunakan dan produk atau perusahaan kita akan dikenal oleh khalayak umum.

    Nomor 3

    Konsep utama pr adalah tell the truth. Pernyataan ini maksudnya adalah bahwa seorang pr haruslah mengatakan hal hal yang jujur terkait perusahaannya terhadap publik. Walaupun tujuan utama adanya seorang pr dalam suatu perusahaan ialah untuk menciptakan serta menjaga citra baik dalam suatu perusahaan, namun hal ini tidak membenarkan bahwa seorang pr harus berkata hal hal yang baik dan positif saja dan dengan tidak jujur.
    Dikutip dari (Rahmat Kriyantono, 2019), konsep boundary-spanning dalam ilmu public relations mensyaratkan organisasi memberikan peluang bagi publik untuk mengekspresikan pendapat dan opininya secara terbuka. Situasi ini baru dapat tercapai jika organisasi menyediakan saluran komunikasi yang dapat menjamin kerahasiaan datanya serta bersifat dua arah atau timbal balik. Data yang dihasilkan pun dapat memenuhi kriteria kebenatan korespondensi. Pr juga harus bersifat transparan dengan mempublikasikan semua informasi perusahaannya kepada publik. Kaitan konsep tell the truth dengan based on fact adalah seorang pr harus mengatakan hal yang jujur dan hal tersebut merupakan sebuah fakta dan nyata. Lalu, fakta tersebut juga merupakan fakta yang akurat dan dengan sumber yang jelas dan terpercaya.
    Fact dan truth sendiri merupakan dua hal yang berbeda. Fact merupakan suatu yg memiliki realitas objektif dengan menunjukkan sebuah kebenaran yang bersifat universal. Fact juga menunjukkan suatu yang tidak pernah berubah. Sedangkan truth mengindikasikan sebuah kondisi sementara. Dari pernyataan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsep tell the truth dari Ivy Lee dan konsep based on fact dari Newsom & Scott me merupakan suatu hal yang berkaitan dikarenakan kejujuran yang dikatakan oleh seorang pr dalam sebuah perushaan kepada masyarakat atau publik merupakan sebuah kenyataan yang berupa fakta dalam kondisi yang sementara.
    Namun, seorang pr juga tidak dapat melupakan peran dan fungsi utama keberadannya dalam perusahaan yaitu menciptakan dan menjaga citra baik walaupun banyak isu isu negatif terhadap perusahannya, ia harus menanggapinya dengan perkataan yang baik dan sopan serta dengan mengatakan hal yang sejujurnya berdasarkan fakta.

    Nomor 4

    Masyarakat atau khalayak umum sebagai target utama dalam pasar memiliki ketertarikan akan produk yang memang memiliki dasar atau memiliki kualitas yang baik karena prinsipnya masyarakat tidak akan mau menghabiskan uang atau menggelontarkan tenaga untuk produk yang tidak baik. Sehingga masyarakat percaya terhadap produk atau perusahaan kita.
    Dalam pembuatan berita mengenal prinsip yang dinamakan prinsip objektivitas. Objektivitas menurut Rianto (2007) adalah bahwa berita tersebut bebas dari pendapat atau perasaan wartawan itu sendiri saat menjelaskan fakta yang berasal dari laporan independen dan tidak memihak maka dari itu piar dalam pembuatan berita objektivitas tidak boleh menggunakan perasaan atau pendapat pribadi yang akan membuat masyarakat tidak percaya sepenuhnya terhadap produk tersebut
    ojektivitas akan terlihat sekali perbedaannya dengan prinsip objektivitas yang mana hanya mengedepankan mendapat kita pribadi pendapat kita mungkin akan didengarkan oleh masyarakat namun pendapat yang secara universal atau tidak hanya bersumber dari pendapat pribadi akan lebih didengarkan serta menarik perhatian masyarakat sehingga pemberitaan tersebut haruslah memiliki prinsip subjektivitas.
    Contoh berita yang memiliki prinsip objektivitas adalah berita “ Produk X menggunakan produk unggulan yang baik di masyarakat

    Dafta Pustaka
    Rahmad Riyanto. (2008). Pengantar lengkap ilmu komunikasi filsafat dan etika ilmunya ,n. Yogyakarta: Penerbit GPFE