Activity

  • Haidar posted an update 2 weeks ago

    Perbedaan Manajemen Pelayanan Publik dan Privat
    Manajemen pelayanan publik dapat diartikan sebagai suatu proses penerapan ilmu dan seni untuk menyusun rencana, mengimplementasikan rencana, mengoordinasikan dan menyelesaikan aktivitas-aktivitas pelayanan demi tercapainya tujuan-tujuan pelayanan. Atau dengan kata lain, manajemen pelayanan publik berarti suatu proses perencanaan dan pengimplementasiannya serta mengarahkan atau mengkoordinasikan penyelesaian aktivitas-aktivitas pelayanan publik demi tercapainya tujuan-tujuan pelayanan publik yang telah ditetapkan.
    Manajemen pelayanan privat diartikan sebagai ketatalaksanaan pelayanan yang dilaksanakan oleh pihak swasta atau bisa disebut perusahaan yang memberikan produk barang/jasa bagi para pelanggannya. Mutu pelayanan privat akan menjadi kompetitif sehubungan dengan penilaian langsung dilakukan oleh customer. Manakala pelayanannya buruk, maka customer akan berpindah ke produk/jasa yang diberikan oleh penyedia lain (perusahaan lain). Sedangkan target dari pelayanan privat pada akhirnya adalah untuk mendapatkan profit bagi perusahaan.
    Perbedaan yang mendasar adalah bahwa pelayanan publik bertujuan untuk memberikan kepuasan atas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai tugas pemerintah memberikan pelayanan kepada rakyat, sedangkan pelayanan privat bertujuan memberikan pelayanan kepada para customer agar perusahaan mendapatkan profit yang sebesar-besarnya sebagai tujuan pendirian perusahaan.

    Peran Pemerintah dalam Pelayanan Publik
    Peran pemerintah dalam pelayanan publik sangat besar. Keterlibatan pemerintah dalam menyelenggarakan fungsi pelayanan masyarakat berkembang seiring dengan munculnya paham atau pandangan tentang filsafat Negara. Hal ini diungkapkan oleh Prawirohardjo (1993), dengan mengatakan bahwa: Semenjak dilaksanakannya cita-cita negara kesejahteraan, maka pemerintah semakin intensif melakukan campur tangan terhadap interaksi kekuatan-kekuatan kemasyarakatan dengan tujuan agar setiap warga dapat terjamin kepastian hidup minimalnya. Oleh karena itu, secara berangsur-berangsur, fungsi awal dari pemerintahan yang bersifat represif (polisi dan peradilan) kemudian bertambah dengan fungsi lainnya yang bersifat melayani.
    Disadari atau tidak, setiap warga selalu berhubungan dengan aktivitas birokrasi pemerintah, sehingga keberadaannya menjadi suatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pelayanan birokrasi akan menyentuh ke berbagai segi kehidupan masyarakat, demikian luasnya cakupan pelayanan masyarakat yang harus dilaksanakan pemerintah maka mau tidak mau pemerintah harus berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan publik.

    Tugas negara atau pemerintah tercermin dalam struktur serta proses pelaksanaan kegiatan yang tekanannya pada kegiatan organisasi yaitu untuk mencapai tujuan dan dikerjakan oleh beberapa orang dengan pembagian tugas tertentu. Tugas mengorganisasi pekerjaan ini dilakukan dalam birokrasi. Menurut Parson (dalam Supriatna, 1996) megnatakan bahwa “birokrasi adalah instrumen yang terbaik untuk dapat mencapai tujuan negara kesejahteraan yaitu dengan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat”. Pertanyaan-pertanyaan etis kemudian muncul sehubungan dengan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Untuk memperoleh pelayanan yang paling sederhana saja, masyarakat selalu dihadapkan pada berbagai kesulitan yang sengaja dibuat-buat.

    Referensi :
    id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080515174152AArRCdw&guccounter=1&guce_referrer=aHR0cHM6Ly93d3cuZ29vZ2xlLmNvbS8&guce_referrer_sig=AQAAACjGmplFCThjFBfJRGZ7JfREzaTAXLZrGxnUinzq1aBJvRW1Hl9Zex4kFAjCbyoJrRU9LpXyA_q5ii4sqhWgwzTwAjpatKXoCOlLoUE5qVZoJWImzk6pvEMEPUxq55b70kbaS3SFJtgOKmbwQwgWOVq51U4tYaNhncrI1MAFju77
    http://www.psychologymania.com/2012/12/peran-pemerintah-dalam-pelayanan-publik.html