Activity

  • Dewi Munawaroh posted an update 1 week, 5 days ago

    tugas pemasaran jasa
    Nama : Dewi Munawaroh
    Nim 175020901111011
    Soal
    1. Perbedaan antara strategi penetapan harga full strategi, dan push strategi
    2. Strategi apa yang akan diambil Nissin dan Bear me Beauty
    3. Jelaskan mengenai konsep framework of the book : the gaps model of service quality
    Jawaban :
    1. Perbedaan utama antara push dan pull marketing terletak pada bagaimana konsumen didekati. Dalam push marketing, idenya adalah untuk mempromosikan produk dengan membuat produk tersebut sampai ke konsumen. Bila itu dilakukan maka tampilan penjualan dan iming-iming buat pembeli di toko perlu diperhatikan. Sementara itu, dalam pull marketing, idenya adalah untuk membangun kesetiaan dan menarik konsumen kepada produk.
    Push Marketing Push marketing adalah strategi promosi yang digunakan oleh pemasar agar merek atau produk yang dikelolanya sampai ke pelanggan. Taktiknya secara umum misalnya menjual barang dagangan secara langsung kepada pelanggan melalui showroom perusahaan dan bernegosiasi dengan pengecer untuk menjual produk mereka, atau mengatur point-of-sale. Untuk kepentingan tersebut, untuk meningkatkan visibilitas, seringkali pengecer menerima insentif penjualan khusus dalam bentuk pertukaran baik berupa uang maupun produk.
    Salah satu contoh push marketing dapat dilihat di department store yang menjual parfum atau pendekatan yang dilakukan tenaga penjual obat-obatan kepada dokter. Produsen parfum sering menawarkan insentif penjualan ke department store untuk mendorong produk-produknya ke pelanggan. Taktik ini bisa sangat bermanfaat bagi merek-merek baru yang belum mapan atau lini merek baru tertentu yang membutuhkan promosi tambahan. Secara keseluruhan, yang ditawarkan kepada banyak konsumen di toko adalah aroma parfum sehingga konsumen mendapatkan pengalaman pertama dan baru dengan produk. Asumsinya pengalaman tersebut diciptakan karena selama ini belum mengetahuinya.
    Pull Marketing Pull marketing mengambil pendekatan yang berlawanan. Tujuan pull marketing adalah membuat pelanggan mendatangi merek. Taktik penjualan umum yang biasa digunakan meliputi promosi melalui media massa, word-of-mouth terarah, dan penjualan melalui iklan. Dari perspektif bisnis, pull marketing merupakan upaya menciptakan loyalitas merek dan membuat pelanggan datang kembali, sedangkan push marketing lebih ditujukan untuk penjualan jangka pendek.
    Salah satu contoh adalah pemasaran mainan anak-anak. Pada tahap pertama, perusahaan mengiklankan produk tersebut. Selanjutnya, anak-anak dan orang tua melihat iklan dan ingin membeli mainan. Begitu permintaan meningkat, pengecer mulai berusaha merebut pangsa pasar produk di toko . Sementara itu, perusahaan telah berhasil menarik pelanggan mereka
    2. Strategi yang diambil nissin and bear me beauty yaitu menggunakan kolaborasi dengan pemasok (vertical integration : backward integration) karena nissin merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang makanan ringan, kemudian nissin bekerjasama/berkolaborasi dengan bear me beauty yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan. Kedua perusahaan ini melakukan kolaborasi untuk membuat produk kecantikan yang ber-merk nissin and bear me beauty. Tujuan dengan kolaborasi ini yaitu mendongkrak popularitas kedua perusahaan dan juga membuat inovasi baru dalam bidang kecantikan.

    3. Conceptual model of service quality merupakan model penciptaan kualitas yang dimulai dari mengenali kesenjangan (gap) pelayanan yang terjadi sampai dengan mencari jalan keluar untuk mengurangi atau menghilangkan kesenjangan tersebut.
    Yang dimaksud kesenjangan atau gap di sini adalah ketidaksesuain antar apa yang menjadi harapan konsumen dengan apa yang telah diterimanya dari pemberi jasa. Adapun langkah-langkah yang harus diikuti dalam desain proses pelayanan yang baru. Kesenjangan-kesenjangan dalam proses ini akan dijelaskan sebagai berikut :
    • Gap 1 (Customer Expectation – Management Perceptions)
    Kesenjangan pertama muncul dari kurangnya pemahaman pihak manajemen mengenai bagaimana pelanggan membentuk harapan mereka berdasarkan sumber –sumber yang tersedia, misalnya: iklan, pengalaman sebelumnya yang dialami terhadap perusahaan tersebut dan pesaingnya, kebutuhan personal, dan komunikasi dengan kerabat.
    Untuk meminimalkan kesenjangan, dalam tahap ini perusahaan harus melakukan penelitian pasar (market research) untuk memahami pelanggan secara utuh sesuai kebutuhan dan harapan mereka.
    Contohnya yaitu : Harapan konsumen adalah mendapatkan pelayanan yang terbaik meskipun harganya mahal. Sebaliknya manajemen mempunyai persepsi bahwa konsumen mengharapkan harga yang murah meskipun kualitasnya agak rendah.
    • Gap 2 (Management Perceptions – Service Standards)
    Kesenjangan ini ditimbulkan dari kurangnya komitmen pihak manajemen dalam memberikan kualitas pelayanan atau persepsi bahwa perusahaan tidak memungkinkan untuk memenuhi harapan pelanggan. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penyusunan tujuan perusahaan (goal setting) dan membuat standar bagaimana pelayanan itu disampaikan (service delivery) dapat menutup kesenjangan ini. Kesenjangan ini terjadi karena penyampaian pelayanan yang terjadi tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan perusahaan (conformance gap).
    Contohnya yaitu : konsumen mengharapkan service yang baik dari manajemen, akan tetapi manajemen tidak bisa memenuhi hal tersebut karena lemahnya komitmen manajemen terhadap kualitas pelayanan terhadap konsumen.
    • Gap 3 (Service Standards – Service Delivery)
    Kesenjangan dalam penyampaian pelayanan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, beberapa diantaranya adalah kurangnya kerjasama tim, pemilihan atau seleksi karyawan yang buruk, pelatihan yang kurang memadai, dan desain pekerjaan yang tidak sesuai. Harapan pelanggan terhadap pelayanan yang akan diterimanya dibentuk oleh media iklan dan berbagai media komunikasi yang berasal dari perusahaan.
    Contohnya yaitu : spesifikasi pelayanan menyatakan bahwa jam keberangkatan kereta api maksimal terlambat 3 menit dari jadwal, tetapi pada pelaksanaannya terjadi keterlambatan selama 30 menit karena factor system control kereta api.

    • Gap 4 (Service Delivery – Customer Perception)
    Perbedaan antara pelayanan yang disampaikan dan komunikasi eksternal berupa janji-janji yang berlebihan dan kurang tersedianya informasi bagi calon pelanggan akan menimbulkan kesenjangan ini. Perusahaan dinilai perlu untuk menyesuaikan informasi yang diberikan kepada calon pembeli dengan bukti pelayanan yang sesungguhnya diberikan (managing the evidence).
    Contohnya yaitu : jadwal keberangkatan kereta api yang dijanjikan selalu tepat waktu, ternyata selalu terlambat
    • Gap 5 (Customer Perception – Customer Expectation)
    Kesenjangan ini merupakan hal esensi akhir yang menentukan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada minimalisasi kesenjangan pertama hingga kesenjangan keempat yang terkait dengan penyampaian pelayanan/jasa.
    Contohmya yaitu : konsumen berharap bisa menyelesaikan pembuatan SIM, KTP dalam satu hari saja, tetapi pada kenyataanya proses pembuatan SIM,KTP membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.