Activity

  • Arina Rusyda Hartono posted an update 1 week, 1 day ago

    Tugas 3 Individu Ekonomi Pembangunan

    Pasar-bebas neoklasik adalah keyakinan bahwasanya liberalisasi (pembukaan) pasar-pasar nasional akan merangsang investasi, baik itu investasi domestik maupun luar negeri, sehingga dengan sendirinya akan memacu tingkat akumulasi modal. Model-model pertumbuhan neoklasik tradisional sesungguhnya bertolak secara langsung dari model-model Harrod-Domar dan Solow yang sama-sama sangat mementingkan tabungan.
    Model pertumbuhan neoklasik Solow merupakan pilar yang sangat memberi kontribusi terhadap teori pertumbuhan neoklasik sehingga penggagasnya, Robert Solow, dianugerahi Hadiah Nobel bidang ekonomi. Pada intinya model ini merupakan pengembangan dari formulasi Harrod-Domar dengan menambahkan faktor kedua, yakni tenaga kerja, serta memperkenalkan variabel independen ketiga, yakni teknologi, ke dalam persamaan pertumbuhan (growth equation).
    Menurut teori pertumbuhan neoklasik tradisional, pertumbuhan output selalu bersumber dari satu atau lebih dari tiga faktor: kenaikan kuantitas dan kualitas tenaga kerja (melalui pertumbuhan jumlah penduduk dan perbaikan pendidikan), penambahan modal (melalui pertumbuhan jumlah investasi), serta penyempurnaan teknologi.
    MODEL KONTEMPORER
    Teori pertumbuhan endogen memberikan kerangka teoritis untuk menganalisis pertumbuhan endogen, yaitu pertumbuhan GNI yang persisten, yang ditentukan oleh sistem yang mengatur proses produksi dan bukan oleh kekuatan-kekuatan di luar sistem. Berlawanan dengan teori neoklasik tradisional, model-model ini menganggap bahwa pertumbuhan GNI merupakan konsekuensi alamiah dari ekuilibrium jangka panjang. Motivasi utama dari teori pertumbuhan endogen adalah untuk menjelaskan perbedaan tingkat pertumbuhan antarnegara maupun faktor-faktor yang memberi proporsi lebih besar dalam pertumbuhan yang diobservasi.
    Model pertumbuhan endogen mempunyai kemiripan struktural dengan model neoklasik, namun sangat berbeda dalam hal asumsi yang mendasarinya dan kesimpulan yang ditarik darinya. Perbedaan teoritis yang paling signifikan berasal dari dikeluarkannya asumsi neoklasik tentang hasil marjinal yang semakin menurun atau investasi modal, memberikan peluang terjadinya skala hasil yang semakin meningkat dalam produksi agregat, dan sering kali berfokus pada peran eksternalitas dalam menentukan tingkat pengembalian investasi modal. Dengan mengasumsikan bahwa investasi sektor publik dan swasta dalam sumber daya manusia menghasilkan ekonomi eksternal dan peningkatan produktivitas yang membalikkan kecenderungan hasil yang semakin menurun yang alamiah, teori pertumbuhan endogen berupaya menjelaskan keberadaan skala hasil yang semakin meningkat pola pertumbuhan jangka panjang yang berbeda-beda antarnegara. Dan karena teknologi masih memainkan peran penting dalam model-model ini, perubahan eksogen tidak diperlukan lagi untuk menjelaskan pertumbuhan jangka panjang.