Activity

  • Alfalasifatul Azizah posted an update 4 months, 4 weeks ago

    1. Jelaskan perbedaan antara push and pull strategy

    Perbedaan utama antara push dan pull marketing terletak pada bagaimana konsumen didekati. Dalam push marketing, idenya adalah untuk mempromosikan produk dengan membuat produk tersebut sampai ke konsumen. Bila itu dilakukan maka tampilan penjualan dan iming-iming buat pembeli di toko perlu diperhatikan. Sementara itu, dalam pull marketing, idenya adalah untuk membangun kesetiaan dan menarik konsumen kepada produk. Contohnya adalah Porsche dan Lamborghini. Dua merek tersebut perlu lagi beriklan karena konsumen akan mendatangi kepada mereka.
    Push Marketing Push marketing adalah strategi promosi yang digunakan oleh pemasar agar merek atau produk yang dikelolanya sampai ke pelanggan. Taktiknya secara umum misalnya menjual barang dagangan secara langsung kepada pelanggan melalui showroom perusahaan dan bernegosiasi dengan pengecer untuk menjual produk mereka, atau mengatur point-of-sale. Untuk kepentingan tersebut, untuk meningkatkan visibilitas, seringkali pengecer menerima insentif penjualan khusus dalam bentuk pertukaran baik berupa uang maupun produk.
    Salah satu contoh push marketing dapat dilihat di department store yang menjual parfum atau pendekatan yang dilakukan tenaga penjual obat-obatan kepada dokter. Produsen parfum sering menawarkan insentif penjualan ke department store untuk mendorong produk-produknya ke pelanggan. Taktik ini bisa sangat bermanfaat bagi merek-merek baru yang belum mapan atau lini merek baru tertentu yang membutuhkan promosi tambahan. Secara keseluruhan, yang ditawarkan kepada banyak konsumen di toko adalah aroma parfum sehingga konsumen mendapatkan pengalaman pertama dan baru dengan produk. Asumsinya pengalaman tersebut diciptakan karena selama ini belum mengetahuinya.
    Pull Marketing Pull marketing mengambil pendekatan yang berlawanan. Tujuan pull marketing adalah membuat pelanggan mendatangi merek. Taktik penjualan umum yang biasa digunakan meliputi promosi melalui media massa, word-of-mouth terarah, dan penjualan melalui iklan. Dari perspektif bisnis, pull marketing merupakan upaya menciptakan loyalitas merek dan membuat pelanggan datang kembali, sedangkan push marketing lebih ditujukan untuk penjualan jangka pendek.
    Contoh pull marketing sering Anda jumpai. Merek atau produk dipromosikan melalui kampanye pemasaran dengan iklan. Tarik pemasaran ini membutuhkan biaya yang besar untuk periklanan. Salah satu contoh adalah pemasaran mainan anak-anak. Pada tahap pertama, perusahaan mengiklankan produk tersebut. Selanjutnya, anak-anak dan orang tua melihat iklan dan ingin membeli mainan. Begitu permintaan meningkat, pengecer mulai berusaha merebut pangsa pasar produk di toko . Sementara itu, perusahaan telah berhasil menarik pelanggan mereka.

    2. Jelaskan alasan strategi kolaborasi yang dilakukan Dear me beauty ft Nissin
    Saat ini, industri kosmetik di Indonesia semakin digandrungi oleh pelaku bisnis. Mulai dari skincare sampai makeup, semua bersaing untuk memenangkan hati seluruh lapisan masyarakat. Salah satu beauty brand lokal yang berhasil eksis adalah Dear Me Beauty.
    Meluncurkan produk pertamanya pada tahun 2017 lalu, Dear Me Beauty berhasil menghadirkan produk berkualitas yang mengandung bahan-bahan alami dan tidak melakukan uji porduk ke hewan.
    Selain itu, Dear Me Beauty kerap mengeluarkan produk hasil kolaborasi yang sangat menggemaskan dan wajib kamu miliki.

    Wafer cokelat klasik selalu mengingatkan kita pada manisnya masa kecil yang sangat menyenangkan. Mengambil inspirasi dari rasa cokelatnya yang ternama, berkolaborasi dengan Nissin Wafer, yang merupakan salah satu merk wafer ternama di tanah air. Dear Me mengeluarkan koleksi terbatas Perfect Matte Lip Coat Special Edition. Lipstik ini tampil dalam kemasan yang sleek berwarna cokelat dengan sentuhan emas. Saat dibuka, kosumen akan mencium aroma wafer cokelat ikonis dan manis.

    Koleksi ini memiliki empat lip coat dengan warna-warna menawan, yakni Dear Amelia dengan shade warna merah salamander yang klasik dan hangat, Dear Sara dengan warna sangria dengan rona merah delima untuk membuat Anda terlihat bold secara instan, Dear Lisa dengan shade warna raspberry yang romantis dengan sentuhan warna bata dan magenta yang cocok untuk mencerahkan penampilan Anda ke kantor sehari-hari, serta Dear Susan dengan shade nude berona apricot yang hangat dan cocok dipakai dalam situasi apa pun.

    3. Jelaskan mengenai tentang Conceptual Framework of the Book: The Gaps Model of Service Quality.

    Gap Model yang digambarkan diatas adalah urutan langkah- langkah yang harus diikuti dalam desain proses yang baru. Kesenjangan- kesenjangan dalam proses ini akan dijelaskan sebagai berikut (Fitzsimmons, 2011) :
    1. Gap 1 Kesenjangan pertama muncul dari kurangnya pemahaman pihak manajemen mengenai bagaimana mereka berdasarkan sumber–sumber yang tersedia, misalnya: iklan, pengalaman sebelumnya yang dialami terhadap perusahaan tersebut dan pesaingnya, kebutuhan personal, dan dengan kerabat. Untuk meminimalkan kesenjangan, dalam tahap ini perusahaan harus melakukan penelitian (market research) untuk memahami secara utuh sesuai kebutuhan dan mereka.
    2. Gap 2 Kesenjangan ini ditimbulkan dari kurangnya pihak manajemen dalam memberikan atau bahwa perusahaan tidak memungkinkan untuk memenuhi. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penyusunan tujuan perusahaan (goal setting) dan membuat bagaimana itu disampaikan (delivery) dapat menutup kesenjangan ini. Kesenjangan ini terjadi karena penyampaian yang terjadi tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan perusahaan (conformance gap).
    3. Gap 3 Standards – Service Delivery) Kesenjangan dalam penyampaian ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, beberapa diantaranya adalah kurangnya kerjasama tim, pemilihan atau seleksi karyawan yang buruk, yang kurang memadai, dan desain pekerjaan yang tidak sesuai. Terhadap pelayanan yang akan diterimanya dibentuk oleh media iklan dan berbagai media yang berasal dari perusahaan.
    4. Gap 4 Delivery –) Perbedaan antara yang disampaikan dan eksternal berupa janji-janji yang berlebihan dan kurang tersedianya informasi bagi calon akan menimbulkan kesenjangan ini. Perusahaan dinilai perlu untuk menyesuaikan informasi yang diberikan kepada calon pembeli dengan bukti pelayanan yang sesungguhnya diberikan (managing the evidence).
    5. Gap 5 ( – Customer Expectation) Kesenjangan ini merupakan hal esensi akhir yang menentukan kepuasan. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada minimalisasi kesenjangan pertama hingga kesenjangan keempat yang terkait dengan penyampaian pelayanan/jasa.