Activity

  • Ade Irfan posted an update 1 week, 1 day ago

    Dalam perkembangannya, di pemakaian istilah “implementasi kebijakan publik dan pemberian layanan publik” terdapat 2 jenis rezim yang muncul, yang belum diketahui apakah 2 tahap jenis kebijakan ini merupan paradigm atau bukan. Dan telah dirasakan bahwa dalam pemberian layanan publik terdapat 3 fase yaitu dari rezim yang paling lama dan paling awal yaitu Public Administration, dari akhir abad 19 hingga akhir 1970-an/awal 1980-an, dilanjutkan oleh New Public Management melalui awal abad ke-21, dan yang ketiga adalah saat ini yaitu New Public Governance Ketiga elemen rezim ini adalah bentuk penyederhanaan dari rezim sebelumnya, dan tidak bisa dihindari bahwa ketiga rezim ini saling berhubungan dana tau saling tumpeng tindih, contohnya terdapat keterkaitan dalam Public Administration dan Public Governance yang mengndung elemen hierarki yang kuat.
    Buku ini merupakan bentuk kritis terhadap jenis “pemerintahan publik” dengan menawarkan beberapa perspektif, apakah Public Governance merupakan paradigm baru untuk memberi layanan publik di Indonesia pada abad kedua puluh satu, serta menawarkan beberapa perspektif kritis, dan dalam setiap diskusi perlu diingat bahwa New Public Management dibedakan baik sebagai ideology politik, sebagai bidang studi akademik dan sebagai badan praktik manajerial
    PUBLIC ADMINISTRATION
    1. Dominasi “aturan hokum”
    2. Berfokus pada sistem administrasi dan peraturan yang ditetapkan
    3. Peran sentral birokrasi dalam membuat dan menerapkan kebijakan kebijakan
    4. Pemisahan politik dan administrasi
    5. Adanya komitmen penganggaran tambahan
    6. Hegonomi professional dalam layanan publik
    NEW PUBLIC MANAGEMENT
    1. Mempelajari manajemen sector swasta
    2. Manajemen sasta dan publik tumbuh dengan sendirinya dan tidak sebagai cabang profesionalisme
    3. Berfokus pada kepemimpinan kewirausahaan dalam organisasi layanan publik
    4. Penekanan pada input, control outpu, dan evaluasi, serta menilai manajemen kinerja dan audit
    5. Di wilayah Anglo-Amerika, Australia, Selandia Baru, memiliki fokus pada pertumbuhan pasar, persaingan dan kontrak untuk sumber daya alokasi dan pemberian layanan publik
    Dan banyak argument pakar dan peneliti yang menilai Public Administration dan New Public Management gagal untuk membatasi pemahaman realitas kompleks dari desain, pemberian, dan manajeman layanan publik di abad ke-21, oleh karena itu sudah saatnya untuk mempertanyakan, pada kebutuhan mendesak saat ini terhadap pemahaman yang lebih “canggih” tentang implementasi kebijakan publik, dan pengiriman layanan publik.
    NEW PUBLIC GOVERNANCE, Disajikan sebagai alat konspetual dengan potensi untuk membantu pemahaman kita terhadap kompleksitas tantangan dan sebagai refleksi dan realitas kehidupan kerja manajemen publik saat ini, selanjutnya “governance” dan “public Governance” bukanlah istilah baru melainkan datang dengan “bagasi” teoritis dan/atau ideology yang cukup besar sebelumnya
    PUBLIC GOVERNANCE , berkonsentrasi pada 5 bagian yaitu :
    1. Pemerintahan social-politik, terkait dengan kelembagaan yang mengatur hubungan nya dengan masyarakat
    2. Tata kelola kebijakan publik, berkaitan dengan bagaimana elite dan kebijakan saling berinteraksi dan mengatur proses kebijakan publik
    3. Tata kelola administrasi, berkaitan dengan penerapan yang efektif terhadap public Administration dan reposisi untuk mencakup kompleksitas masalah negara/daerah bagian
    4. Tata kelola kontrak, bekaitan dengan kinerja New Public Mnajemen
    5. Tata kelola jaringan, berkaitan dengan bagaimana “pengorganisasian diri jaringan organisasi” berfungsi dengan baik.
    Dan disini walaupun terhadap keterkaitan dengan PA dan NPM dalam implementasi kebijakan publik, Public Governance menjadi khas rezim dalam haknya sendiri yaitu New Public Governance yang semakin berkembang dalam tata kelola kepemerintahan diberbagai belahan dunia.