Hal-hal yang Bisa Dilakukan di Command Prompt

Command Prompt adalah sebuah perintah dos yang terdapat pada OS windows yang dapat memudahkan user dalam menjelajahi windows baik secara online maupun offline, dan aplikasi ini bisa juga disalahgunakan oleh seorang cracker untuk menjalankan aksi-aksinya hanya dengan menggunakan command prompt. Maka dari itu sebagai langkah antisipasi sebagai user adalah dengan mengenal lebih jauh tentang seluk beluk dari command prompt agar bisa memahami cara kerja dan manfaatnya,  salah satu dari sekian banyak manfaat dari command prompt adalah kemampuannya untuk mendeteksi adanya virus, memisahkan virus dengan file yang diinfeksinya, mencari file induk virus hanya dengan perintah ATTRIB .Perintah-perintah pada command prompt dapat dilhat dengan menuliskan perintah help.

Berikut dibawah ini merupakan daftar perintah-perintah yang ada pada command prompt dari A-X :

a

ADDUSERS : Tambah  daftar pengguna untuk / dari file CSV
ARP : Address Resolution Protocol
Assoc : Ubah ekstensi file  asosiasi
ASSOCIAT : Salah satu langkah asosiasi file
Attrib : Ubah atribut berkas

b
Bootcfg : Edit Windows boot settings
BROWSTAT : Dapatkan domain, info browser dan PDC

c
CACLS : Ubah file permissions
CALL : Panggil satu program batch yang lain
CD : Mengganti Directory – pindah ke Folder tertentu
Change : Ganti Terminal Server Session properties
CHKDSK : Check Disk – memeriksa dan memperbaiki masalah disk
CHKNTFS : Periksa sistem file NTFS
CHOICE : Menerima input keyboard ke sebuah file batch
CIPHER : Encrypt atau Decrypt file / folder
CleanMgr : Ototmatis membersihkan Temperatur file, recycle bin
CLEARMEM : Hapus kebocoran memori
CLIP : Salin STDIN ke Windows clipboard.
CLS : Menghapus layar (Clear The Screen)
CLUSTER : Windows Clustering
CMD : Start a new CMD shell
COLOR : Mengubah warna dari jendela CMD
COMP : Membandingkan isi dari dua file atau set file
COMPACT : Compress file atau folder pada partisi NTFS
Compress : Compress tunggal file pada partisi NTFS
CON2PRT : Menghubungkan atau memutuskan sambungan dengan Printer
CONVERT : Konversi FAT ke drive NTFS
COPY : Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain
CSCcmd : clien-side caching (Offline Files)
CSVDE : Impor atau Ekspor  Active Directory data

d
DATE : Display atau mengatur tanggal
Defrag : Defragment hard drive
DEL : Menghapus satu atau lebih file
DELPROF : Hapus  profil pengguna NT
DELTREE : Menghapus folder dan semua subfolder
DevCon : Device Manager Command Line Utility
DIR : Menampilkan daftar file dan folder
DIRUSE : Tampilkan penggunaan disk
DISKCOMP : Bandingkan  isi dua floppy disk
Diskcopy : Salin isi dari satu disket ke yang lain
DISKPART : Disk Administrasi
DNSSTAT : DNS Statistik

DOSKEY : Edit baris perintah, ingat perintah, dan membuat macro
DSADD : Tambah User (komputer, group ..) ke direktori aktif
DSQUERY : Daftar item dalam direktori aktif
DSMOD : Ubah user (computer, group ..) di direktori aktif
DSRM : Hapus item dari Active Directory

e
ECHO : Menampilkan pesan di layar
ENDLOCAL : Akhir localisation  perubahan lingkungan dalam file batch
ERASE : Menghapus satu atau lebih file
EVENTCREATE : Tambahkan pesan ke Windows event log
EXIT : Keluar dari skrip arus / rutin dan menetapkan errorlevel
EXPAND : uncompress file
Ekstrak : uncompress file CAB

f
FC : Bandingkan dua file
FIND : Mencari string teks dalam sebuah file
FINDSTR : Cari  string dalam file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap satu set file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap hasil perintah lain
FOR : pengulangan perintah terhadap semua options Files, Directory, List
FORFILES : Proses Batch beberapa file
FORMAT : Format disk
FREEDISK : Periksa free disk space/disk yang tersisa (dalam bytes)
FSUTIL : File dan Volume utilitas
FTP : File Transfer Protocol
FTYPE : Tampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file

g
GLOBAL : Display keanggotaan kelompok global
GOTO : Direct a batch program untuk melompat ke baris berlabel
GPUPDATE : Update pengaturan Kebijakan Grup

h
HELP : Online Help

i
ICACLS : Ubah file dan folder permissions
IF : kondisional melakukan perintah
IFMEMBER : Apakah pengguna saat ini dalam sebuah NT Workgroup
IPCONFIG : Configure IP

k
KILL : Remove program dari memori

l
LABEL : Edit disk label
LOCAL : Display keanggotaan kelompok-kelompok lokal
LOGEVENT : Menulis teks ke NT event viewer
Logoff : user log off
LOGTIME : log tanggal dan waktu dalam file

m
MAPISEND : Kirim email dari baris perintah
MBSAcli : Baseline Security Analyzer
MEM : Display penggunaan memori
MD : Buat folder baru
MKLINK : Buat link simbolik (linkd)
MODE : Mengkonfigurasi perangkat sistem
MORE : Display output, satu layar pada satu waktu
MOUNTVOL : mengelola volume mount point
MOVE : Pindahkan file dari satu folder ke yang lain
MOVEUSER : Pindahkan pengguna dari satu domain ke domain lainnya
MSG : mengirim pesan atau message
MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
MSINFO : Windows NT diagnostics
MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE : Cari dan Ganti teks dalam file (s)
MV : Copy in-menggunakan file

n
NET : Kelola sumber daya jaringan
NETDOM : Domain Manager
Netsh : Configure Network Interfaces, Windows Firewall & Remote akses
NETSVC : Command-line Service Controller
NBTSTAT : Tampilkan statistik jaringan (NetBIOS over TCP / IP)
NETSTAT : Display networking statistics (TCP / IP)
NOW : Tampilan  saat ini Tanggal dan Waktu
NSLOOKUP : Nama server lookup
NTBACKUP : Backup  folder ke tape
NTRIGHTS : Edit hak user account

p
PATH : Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable
PATHPING : jejak jalur jaringan ditambah paket latensi dan kerugian
PAUSE : memenjarakan(suspend) pengolahan file batch dan menampilkan pesan
perms : Tampilkan izin untuk pengguna
PERFMON : Kinerja Monitor
PING : Menguji koneksi jaringan
POPD : Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSHD
PORTQRY : Tampilan status ports dan services
Powercfg : Mengkonfigurasi pengaturan daya
PRINT : Mencetak file teks
PRNCNFG : Display, mengkonfigurasi atau mengubah nama printer
PRNMNGR : Tambah, menghapus, daftar printer menetapkan printer default
PROMPT : Mengubah command prompt
PsExec : Proses Execute jarak jauh
PsFile : menampilkan file dibuka dari jarak jauh (remote)
PsGetSid : Menampilkan SID sebuah komputer atau pengguna
PsInfo : Daftar informasi tentang sistem
PsKill : proses mematikan berdasarkan nama atau ID proses
PsList : Daftar informasi rinci tentang proses-proses
PsLoggedOn : siapa saja yang log on (lokal atau melalui resource sharing)
PsLogList : catatan kejadian log
PsPasswd : Ubah sandi account
PsService : Melihat dan mengatur layanan
PsShutdown : Shutdown atau reboot komputer
PsSuspend : proses Suspend
PUSHD : Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang

q
QGREP : Cari file(s) untuk baris yang cocok dengan pola tertentu

r
RASDIAL : Mengelola koneksi RAS
RASPHONE : Mengelola koneksi RAS
Recover : perbaikan file yang rusak dari disk yang rusak
REG : Registry = Read, Set, Export, Hapus kunci dan nilai-nilai
REGEDIT : Impor atau ekspor  pengaturan registry
Regsvr32 : Register atau unregister sebuah DLL
REGINI : Ubah Registry Permissions
REM : Record comments (komentar) di sebuah file batch
REN : Mengubah nama file atau file
REPLACE : Ganti atau memperbarui satu file dengan yang lain
RD : Hapus folder (s)
RMTSHARE : Share folder atau printer
Robocopy : Copy File dan Folder secara sempurna
RUTE : Memanipulasi tabel routing jaringan
RUNAS : Jalankan program di bawah account pengguna yang berbeda
RUNDLL32 : Jalankan perintah DLL (add / remove print connections)

s
SC : Control Layanan
SCHTASKS : Jadwal perintah untuk dijalankan pada waktu tertentu
SCLIST : Tampilkan Layanan NT
SET : Display, set, atau menghapus variabel environment
SETLOCAL : Pengendalian environment visibilitas variabel
SETX : Set variabel environment secara permanen
SFC : Pemeriksa Berkas Sistem
SHARE :  Daftar atau mengedit file share atau share print
SHIFT : Shift posisi digantikan parameter dalam sebuah file batch
SHORTCUT : jendela Buat shortcut (. LNK file)
SHOWGRPS : Daftar NT Workgroups seorang pengguna telah bergabung
SHOWMBRS : Daftar Pengguna yang menjadi anggota dari sebuah Workgroup
SHUTDOWN : Shutdown komputer
SLEEP : Tunggu untuk x detik
SLMGR : Software Licensing Management (Vista/2008)
SOON : Jadwal perintah untuk menjalankan dalam waktu dekat
SORT : Sort input
START : memulai sebuah program atau perintah dalam jendela terpisah
SU : Switch User
SUBINACL : Edit file dan folder Permissions, Kepemilikan dan Domain
SUBST : Associate jalan dengan huruf drive
Systeminfo : Daftar konfigurasi sistem

t
TASKLIST : Daftar menjalankan aplikasi dan services
TASKKILL : Hapus proses yang berjalan dari memori
TIME : Menampilkan atau mengatur waktu sistem
TIMEOUT : penundaan pemrosesan dari sebuah batch file
TITLE : Mengatur judul window untuk sesi cmd.exe
TLIST : daftar tugas dengan path lengkap
TOUCH : mengganti file timestamps
Tracert : Trace route ke sebuah remote host
TREE : tampilan grafis struktur folder
TYPE : Menampilkan isi dari file teks

u
USRSTAT : Daftar domain nama pengguna dan terakhir login

v
VER : Tampilkan versi informasi
VERIFY : Pastikan bahwa file sudah disimpan
VOL : Menampilkan sebuah label disk

w
WHERE : Menempatkan dan menampilkan file dalam sebuah pohon direktori
wHOAMI : Output UserName saat ini dan manajemen domain
WINDIFF : Bandingkan isi dua file atau set file
WINMSD : Sistem Windows diagnostik
WINMSDP : Sistem Windows diagnostik II
WMIC : Perintah WMI

x
XCACLS : Ubah file dan folder permissions
XCOPY : Menyalin file dan folder

 

 

 

Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan dengan menggunakan Command Prompt alias CMD pada sistem operasi Windows XP (tips ini juga dapat berlaku untuk sistem operasi Windows lainnya).

Menuliskan daftar semua file yang terdapat pada hard disk dalam sebuah file teks. Perintah yang perlu Anda eksekusi pada Command Prompt yaitu:

DIR /S C:*.* > C:semua.txt

Perintah di atas berfungsi untuk menuliskan semua nama file yang tersimpan pada drive C: (Anda juga dapat menggantinya dengan drive lainnya). Semua nama file tersebut akan tersimpan pada sebuah file semua.txt (Anda juga dapat menggantinya dengan nama yang lain sesuai dengan keinginan Anda). Cara ini merupakan cara yang paling tepat untuk mengetahui semua file yang terdapat pada hard disk Anda.

Mendapatkan daftar kumpulan file yang terdapat pada hard disk dengan tipe file yang berbeda. Perintah yang digunakan tidak jauh berbeda, hanya saja Anda harus menentukan tipe file atau ekstensi (extension) file yang diinginkan:

DIR /S C:*.DOC > C:semuadoc.txt

Perintah di atas berfungsi untuk menuliskan semua nama file dengan ekstensi .doc yang tersimpan pada drive C:. Semua nama file tersebut akan tersimpan pada sebuah file semuadoc.txt. Selain file .doc, Anda juga dapat menggantinya dengan ekstensi lain. Beberapa ekstensi umum yang terdapat pada Windows diantaranya yaitu:

–          Plain Text        : TXT

–          Word               : DOC

–          Excel               : XLS

–          Video              : AVI, WMV, MPG, MPEG, QT, MOV

–          Audio              : WMA, MP3

–          Image              : JPG, JPEG, GIF, PNG

–          Archive           : ZIP, RAR

–          Executable      : EXE, MSI

Script Untuk Menghapus Temporary File Pada Windows

Seperti yang telah kita ketahui, sistem operasi Windows memerlukan perhatian “ekstra” jika dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Jika telah lama digunakan,  Windows dapat terasa semakin berat atau berjalan lambat. Atau lebih parah lagi, terkadang dapat dijumpai eror ketika sedang mengoperasikannya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang dapat digunakan adalah dengan cara perawatan (maintenance). Salah satu langkah maintenance yang mudah dilakukan adalah menghapus temporary files. Dengan begitu, kapasitas penyimpanan akan memiliki sedikit tambahan, dan komputer Windows dapat “bernapas” lebih leluasa.

Namun, dapat cukup merepotkan jika ingin menghapusnya secara manual. Karena kita harus menemukan direktori yang tepat untuk menghapus semua temporary file secara keseluruhan. Walau begitu, terdapat sebuah cara untuk menghapus semua temporary file dengan mudah dan cepat. Yaitu pada command prompt (CMD):

del /q /f /s %temp%*

Langkah ini dapat bekerja untuk Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista.

Menampilkan daftar koneksi TCP

Untuk menampilkan daftar koneksi TCP, ketikkan perintah berikut: “netstat -a” tanpa tanda petik. Dengan menggunakan perintah tersebut, maka komputer akan menampilkan koneksi yang aktif untuk semua protokol.

Ketika daftar koneksi telah ditampilkan, urutan informasi yang ditampilkan dari kiri ke kanan, yang pertama adalah protokol, alamat IP komputer dan port, foreign IP address beserta port yang terhubung, dan juga status koneksi. Ketika digunakan untuk menyelidiki keberadaan worm, trojan horse, dan spyware, netstat juga dapat menjadi alat yang sangat berguna.

Menampilkan aplikasi yang terhubung dengan Jaringan Internet

Perintah berikut adalah perintah yang dapat kita gunakan untuk melihat semua aplikasi yang sedang menggunakan akses jaringan internet pada komputer:

1.      Ketikkan perintah “NETSTAT –B” tanpa tanda petik pada Command Prompt.

2.      Tekan tombol Enter.

Semua aplikasi yang sedang menggunakan jaringan internet akan ditampilkan. Dan aplikasi lain yang tidak menggunakan jaringan internet tidak akan ditampilkan.

Mengetahui apakah computer terkoneksi dengan web yang tidak kita ketahui

1. Ketik cmd di kotak Run Windows Anda.

2. Ketik “netstat-b 5 activity.txt>” dan tekan enter. Setelah katakanlah 2 menit, tekan Ctrl + C.

3. Ketik “activity.txt” pada command line untuk membuka file log di notepad (atau software default editor teks Anda)

Para activity.txt file akan memiliki log dari semua proses yang membuat koneksi ke Internet dalam dua menit terakhir. Hal ini juga akan menunjukkan proses yang terhubung ke situs yang saat ini. Dan bukan hanya browser web (seperti Iexplore.exe atau opera.exe), log juga akan menunjukkan Anda klien IM, download manager, program email atau perangkat lunak yang membutuhkan koneksi bersih.

Lakukan scroll pada file activity.txt dan mencari setiap nama proses atau alamat website yang Anda tidak menyadari. Jika Anda melacak satu, pergi ke task manager (atau Process Explorer) untuk mencari lokasi executable pada komputer Anda dan menghilangkannya.

Free Port Analyzers – Spyware dan Botware

Windows XP memiliki sebuah utilitas command line yang akan membantu Anda menentukan apakah Anda memiliki spyware atau botware berjalan pada sistem Anda. Netstat menampilkan statistik protokol dan TCP / IP saat koneksi.

Biasanya utilitas ini digunakan untuk menguji, memastikan bahwa tool anti-malware dan firewall berjalan pada sistem berfungsi dengan benar dan tidak ada koneksi yang terbuka tanpa disadari.

Bagaimana cara menggunakan Netstat :

Anda harus menutup semua program yang terbuka sebelum Anda memulai proses berikut, jika Anda tidak yakin dengan port / koneksi yang terbuka saat Anda terhubung ke internet. Di sisi lain, jika Anda sudah familiar dengan port / koneksi yang biasanya terbuka, tidak perlu untuk menutup program.

Ada beberapa metode yang akan membawa Anda ke command prompt.

Klik Start> Run> ketik “cmd” – tanpa tanda kutip> klik> OK ini akan membuka command box.
Dari command prompt, ketik Netstat-a, untuk menampilkan semua koneksi dan listening port.

Anda dapat memperoleh informasi tambahan dengan menggunakan switch berikut.

Ketik netstat –r untuk menampilkan isi dari tabel routing IP dan setiap rute persisten.

Ketik netstat –s untuk menunjukkan semua statistik protokol.

Ketik netstat – p dapat digunakan untuk menunjukkan statistik untuk protokol tertentu atau bersama-sama dengan opsi-s untuk menunjukkan koneksi hanya untuk protokol tertentu.

Untuk mendapatkan file di atas, dapat di downluad pada link berikut :

Anggi_Jarkom7

 

Sekilas tentang BGP (Border Gateway Protocol)

 

Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan.

BGP memiliki tugas yang kurang lebih sama dengan divisi marketing dan promosi pada sebuah perusahaan. Tugas utama dari BGP adalah memberikan informasi tentang apa yang dimiliki oleh sebuah organisasi ke dunia di luar.

Tujuan BGP adalah untuk memperkenalkan pada dunia luar alamat-alamat IP apa saja yang ada dalam jaringan tersebut. Setelah dikenal dari luar, server-server, perangkat jaringan, PC-PC dan perangkat komputer lainnya yang ada dalam jaringan tersebut juga dapat dijangkau dari dunia luar. Selain itu, informasi dari luar juga dikumpulkannya untuk keperluan organisasi tersebut berkomunikasi dengan dunia luar.

Dengan mengenal alamat-alamat IP yang ada di jaringan lain, maka para pengguna dalam jaringan Anda juga dapat menjangkau jaringan mereka. Sehingga terbukalah halaman web Yahoo, search engine Google, toko buku Amazon, dan banyak lagi.

Contoh Implementasi BGP

Jika AS diumpamakan sebagai sebuah perusahaan, routing protocol BGP dapat diumpamakan sebagai divisi marketing dan promosi dalam sebuah perusahaan. Divisi marketing memiliki tugas menginformasikan dan memasarkan produk perusahaan tersebut. Divisi marketing memiliki tugas menyebarkan informasi seputar produk yang akan dijualnya. Dengan berbagai siasat dan algoritma di dalamnya, informasi tersebut disebarkan ke seluruh pihak yang menjadi target pasarnya. Tujuannya adalah agar mereka mengetahui apa produk tersebut dan di mana mereka bisa mendapatkannya.

Selain itu, divisi marketing juga memiliki tugas melakukan survai pasar yang menjadi target penjualan produknya. Para pembeli dan pengecer produk juga akan memberikan informasi seputar keinginan dan kebutuhan mereka terhadap produk yang dijual perusahaan tersebut. Divisi marketing juga perlu mengetahui bagaimana kondisi, prosepek, rute perjalanan, karakteristik tertentu dari suatu daerah target penjualannya. Jika semua informasi tersebut sudah diketahui, maka akan diolah menjadi sebuah strategi marketing yang hebat.
Ciri-cirinya  :

  1. BGP adalah Path Vector routing protocol yang dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
  2. Routing table akan dikirim secara penuh pada awal dari sesi BGP, update selanjutnya hanya bersifat incremental atau menambahi dan mengurangi routing yang sudah ada saja.
  3. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port TCP nomor 179.
  4. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
  5. Kegagalan menemukan sinyal keepalive, routing update, atau sinyal-sinyal notifikasi lainnya pada sebuah router BGP dapat memicu perubahan status BGP peer dengan router lain, sehingga mungkin saja akan memicu update-update baru ke router yang lain.
  6. Metrik yang digunakan BGP untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan sangat fleksibel. Ini merupakan sumber kekuatan BGP yang sebenarnya. Metrik-metrik tersebut sering disebut dengan istilah Attribute.
  7. Penggunaan sistem pengalamatan hirarki dan kemampuannya untuk melakukan manipulasi aliran traffic membuat routing protokol BGP sangat skalabel untuk perkembangan jaringan dimasa mendatang.
  8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat informasi prefix-prefix routing yang diterimanya dari router BGP lain. Prefixprefix ini juga disertai dengan informasi atributnya yang dicantumkan secara spesifik di dalamnya.
  9. BGP memungkinkan Anda memanipulasi traffic menggunakan attribute-attributenya yang cukup banyak. Attribute ini memiliki tingkat prioritas untuk dijadikan sebagai acuan.

 

Jenis-jenis BGP

Routing protokol BGP dibagi menjadi dua subbagian besar yang berbeda berdasarkan fungsi, lokasi berjalannya sesi BGP, dan kebutuhan konfigurasinya:

1.      IBGP (Internal BGP)

Sesuai dengan namanya, internal BGP atau IBGP adalah sebuah sesi BGP yang terjalin antara dua router yang menjalankan BGP yang berada dalam satu hak administrasi, atau dengan kata lain berada dalam satu autonomous system yang sama. Sesi internal BGP biasanya dibangun dengan cara membuat sebuah sesi BGP antarsesama router internal dengan menggunakan nomor AS yang sama.

Biasanya IBGP berguna untuk memungkinkan router internal saling bertukar rute-rute yang didapat dari dunia luar. Dengan demikian semua router saling dapat mengetahui rute-rute apa saja yang disimpan oleh masing-masing router. Setelah mengetahui lebih banyak rute, maka jalan menuju ke suatu situs di internet memiliki banyak pilihan.

IBGP biasanya digunakan pada jaringan internal ISP atau perusahaan-perusahaan besar. Tujuannya adalah agar antarsesama router di dalamnya dapat saling bertukar informasi yang didapat dari dunia luar, atau dengan kata lain dari AS number lain. Untuk menjalankan IBGP dalam jaringan internal, sebuah sesi IBGP memerlukan bantuan routing protocol yang lain. Tujuannya adalah agar router tetangga yang menjadi tujuan sesi IBGP dapat dicapai oleh router tersebut. Hal ini diperlukan karena untuk membuka sebuah sesi BGP diperlukan reachability ke tetangga tujuannya.

Sebuah sesi IBGP antardua buah router atau lebih tidak memerlukan koneksi secara langsung, atau dengan kata lain tidak memerlukan koneksi Point-to-Point. Kita bisa membangun sesi IBGP antardua router meskipun keduanya berada dalam jarak yang jauh, asalkan tidak terpisah dalam autonomous system yang lain. Namun syarat untuk membuatnya demikian adalah desain dan implementasi internal routing protocol yang baik. Internal routing protocol sangat berguna untuk melakukan routing terhadap paket-paket komunikasi BGP sehingga bisa sampai dari router asal ke router tujuannya.

2.      EBGP (External BGP)

Kebalikannya dari IBGP, External BGP atau sering disingkat EBGP berarti sebuah sesi BGP yang terjadi antardua router atau lebih yang berbeda autonomous systemnya atau berbeda hak administratif. Tidak hanya sekadar beda nomor AS saja, namun benar-benar berbeda administrasinya. Jadi misalnya router Kita dengan router ISP ingin dapat saling bertukar informasi dengan menggunakan bantuan BGP, maka kemungkinan besar Kita akan membuat sesi EBGP. Hal ini dikarena autonomous system router Kita dengan router ISP dibuat berbeda.

Pihak ISP tentu tidak akan memasukkan router BGP Kita dalam autonomous systemnya  karena memang bukan hak dan kewajiban mereka untuk mengurus router Kita. Dengan perbedaan autonomous system ini, maka seperangkat peraturan saat melakukan routing  update tentu berbeda dengan apa yang ada dalam IBGP. Untuk itulah sesi BGP jenis ini dikategorikan berbeda, yaitu sebagai External BGP.

Sesi External BGP biasanya dibuat dengan menggunakan bantuan media point-to-point seperti misalnya line Point-to-Point serial, satelite Point-to-Point, wireless Point-to-Point, dan banyak lagi. Sesi EBGP biasanya terjadi pada router yang letaknya berada di  perbatasan antara jaringan Kita dengan jaringan lain, atau sering disebut juga dengan istilah border router. Tujuan utama dibuatnya EBGP adalah untuk memudahkan pendistribusian informasi routing dari pihak luar ke jaringan Kita.

 

Cara Kerja Router Menjalankan Routing Protokol BGP

BGP bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). Hal ini digambarkan sebagai sebuah protokol path vector. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan atau ruleset. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja

Routing protokol BGP baru dapat dikatakan bekerja pada sebuah router jika sudah terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya yang juga menjalankan BGP. Sesi komunikasi ini adalah berupa komunikasi dengan protokol TCP dengan nomor port 179. Setelah terjalin komunikasi ini, maka kedua buah router BGP dapat saling bertukar informasi rute.

Untuk berhasil menjalin komunikasi dengan router tetangganya sampai dapat saling bertukar informasi routing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kedua buah router telah dikonfigurasi dengan benar dan siap menjalankan routing protokol BGP.
  2. Koneksi antarkedua buah router telah terbentuk dengan baik tanpa adanya gangguan pada media koneksinya.
  3. Pastikan paket-paket pesan BGP yang bertugas membentuk sesi BGP dengan router tetangganya dapat sampai dengan baik ke tujuannya.
  4. Pastikan kedua buah router BGP tidak melakukan pemblokiran port komunikasi TCP 179.
  5. Pastikan kedua buah router tidak kehabisan resource saat sesi BGP sudah terbentuk dan berjalan.
  6. Setelah semuanya berjalan dengan baik, maka sebuah sesi BGP dapat bekerja dengan baik pada router Kita.

Untuk membentuk dan mempertahankan sebuah sesi BGP dengan router tetangganya, BGP mempunyai mekanismenya sendiri yang unik. Pembentukan sesi BGP ini mengkitalkan paket-paket pesan yang terdiri dari empat macam. Paket-paket tersebut adalah sebagai berikut:

1. Open Message

    Sesuai dengan namanya, paket pesan jenis ini merupakan paket pembuka sebuah sesi BGP. Paket inilah yang pertama dikirimkan ke router tetangga untuk membangun sebuah sesi komunikasi. Paket ini berisikan informasi mengenai BGP version number, AS number, hold time, dan router ID.

    2. Keepalive Message

      Paket Keepalive message bertugas untuk menjaga hubungan yang telah terbentuk antarkedua router BGP. Paket jenis ini dikirimkan secara periodik oleh kedua buah router yang bertetangga. Paket ini berukuran 19 byte dan tidak berisikan data sama sekali.

      3. Notification Message

        Paket pesan ini adalah paket yang bertugas menginformasikan error yang terjadi terhadap sebuah sesi BGP. Paket ini berisikan field-field yang berisi jenis error apa yang telah terjadi, sehingga sangat memudahkan penggunanya untuk melakukan troubleshooting.

        4. Update Message

          Paket update merupakan paket pesan utama yang akan membawa informasi rute-rute yang ada. Paket ini berisikan semua informasi rute BGP yang ada dalam jaringan tersebut. Ada tiga komponen utama dalam paket pesan ini, yaitu Network-Layer Reachability Information (NLRI), path attribut, dan withdrawn routes.

          Atribut-Atribut BGP

          Salah satu ciri khas dan juga merupakan kekuatan dari routing protokol BGP ada pada atribut-atribut pendukungnya. Atribut-atribut ini yang nantinya digunakan sebagai parameter untuk menentukan jalur terbaik untuk menuju ke suatu situs. Atribut ini juga dapat mengatur keluar masuknya routing update dari router-router BGP tetangga. Dengan mengatur atribut ini, Kita dapat dengan bebas mengatur bagaimana karakteristik dan sifat dari sesi BGP tersebut.

          Untuk melayani Kita mengatur dengan sebebas-bebasnya, tersedia 10 macam atribut BGP yang umum ditambah satu atribut BGP yang hanya ada pada produk-produk Cisco. Masing-masing memiliki ciri khas dan tugasnya tersendiri untuk memungkinkan Kita memanajemen routing update dan traffic yang keluar masuk. Berikut ini adalah ke-11 atribut-atribut BGP:

          1. Origin

            Atribut BGP yang satu ini merupakan atribut yang termasuk dalam jenis Well known mkitatory. Jika sumbernya berasal router BGP dalam jaringan lokal atau menggunakan asnumber yag sama dengan yang sudah ada, maka indicator atribut ini adalah huruf “i” untuk interior. Apabila sumber rute berasal dari luar jaringan lokal, maka tkitanya adalah huruf “e” untuk exterior. Sedangkan apabila rute didapat dari hasil redistribusi dari routing protokol lain, maka tkitanya adalah “?” yang artinya adalah incomplete.

            2. AS_Path

              Atribut ini harus ada pada setiap rute yang dipertukarkan menggunakan BGP. Atribut ini menunjukkan perjalanan paket dari awal hingga berakhir di tempat Kita. Perjalanan paket ini ditunjukkan secara berurut dan ditunjukkan dengan menggunakan nomor-nomor AS. Dengan demikian, akan tampak melalui mana saja sebuah paket data berjalan ke tempat Kita.

              3. Next Hop

                Next hop sesuai dengan namanya, merupakan atribut yang menjelaskan ke mana selanjutnya sebuah paket data akan dilemparkan untuk menuju ke suatu lokasi. Dalam EBGP-4, yang menjadi next hop dari sebuah rute adalah alamat asal (source address) dari sebuah router yang mengirimkan prefix tersebut dari luar AS. Dalam IBGP-4, alamat yang menjadi parameter next hop adalah alamat dari router yang terakhir mengirimkan rute dari prefix tersebut. Atribut ini juga bersifat Wellknown Mkitatory.

                4. Multiple Exit Discriminator (MED)

                  Atribut ini berfungsi untuk menginformasikan router yang berada di luar AS untuk mengambil jalan tertentu untuk mencapat si pengirimnya. Atribut ini dikenal sebagai metrik eksternal dari sebuah rute. Meskipun dikirimkan ke AS lain, atribut ini tidak dikirimkan lagi ke AS ketiga oleh AS lain tersebut. Atribut ini bersifat Optional  Nontransitive.

                  5. Local Preference

                    Atribut ini bersifat Wellknown Discretionary, di mana sering digunakan untuk memberitahukan router-router BGP lain dalam satu AS ke mana jalan keluar yang di-prefer jika ada dua atau lebih jalan keluar dalam router tersebut. Atribut ini merupakan kebalikan dari MED, di mana hanya didistribusikan antar-router-router dalam satu AS saja atau router IBGP lain.

                    6. Atomic Aggregate

                      Atribut ini bertugas untuk memberitahukan bahwa sebuah rute telah diaggregate (disingkat menjadi pecahan yang lebih besar) dan ini menyebabkan sebagian informasi ada yang hilang. Atribut ini bersifat Wellknown Discretionary.

                      7. Aggregator

                        Atribut yang satu ini berfungsi untuk memberikan informasi mengenai Router ID dan nomor Autonomous System dari sebuah router yang melakukan aggregate terhadap satu atau lebih rute. Parameter ini bersifat Optional Transitive.

                        8. Community

                          Community merupakan fasilitas yang ada dalam routing protokol BGP-4 yang memiliki kemampuan memberikan tag pada rute-rute tertentu yang memiliki satu atau lebih persamaan. Dengan diselipkannya sebuah atribut community, maka akan terbentuk sebuah persatuan rute dengan tag tertentu yang akan dikenali oleh router yang akan menerimanya nanti. Setelah router penerima membaca atribut ini, maka dengan sendirinya router tersebut mengetahui apa maksud dari tag tersebut dan melakukan proses  sesuai dengan yang diperintahkan. Atribut ini bersifat Optional Transitive.

                          9. Originator ID

                            Atribut ini akan banyak berguna untuk mencegah terjadinya routing loop dalam sebuah jaringan. Atribut ini membawa informasi mengenai router ID dari sebuah router yang telah melakukan pengiriman routing. Jadi dengan adanya informasi ini, routing yang telah dikirim oleh router tersebut tidak dikirim kembali ke router itu. Biasanya atribut ini digunakan dalam implementasi route reflector. Atribut ini bersifat Optional Nontransitive.

                            10. Cluster list

                              Cluster list merupakan atribut yang berguna untuk mengidentifikasi router-router mana saja yang tergabung dalam proses route reflector. Cluster list akan menunjukkan path-path atau jalur mana yang telah direfleksikan, sehingga masalah routing loop dapat dicegah. Atribut ini bersifat Optional Nontransitive.

                              11. Weight

                                Atribut yang satu ini adalah merupakan atribut yang diciptakan khusus untuk penggunaan di router keluaran vendor Cisco. Atribut ini merupakan atribut dengan priority tertinggi dan sering digunakan dalam proses path selection. Atribut ini bersifat lokal hanya untuk digunakan pada router tersebut dan tidak diteruskan ke router lain karena belum tentu router lain yang bukan bermerk Cisco dapat mengenalinya. Fungsi dari atribut ini adalah untuk memilih salah satu jalan yang diprioritaskan dalam sebuah router.

                                Ketika ada dua buah jalan keluar, maka dengan memodifikasi atribut Weight ini, router dapat memilih salah satu jalan untuk diprioritaskan sebagai jalan keluar. Jadi Kita dapat mengatur dengan leluasa jalan mana yang akan digunakan. Weight tidak digunakan pada router lain selain Cisco.

                                Proses Path Selection (Pemilihan Jalur Terbaik) dalam BGP

                                Router perlu melakukan pemilihan rute terbaik ketika mendapatkan dua atau lebih rute untuk menuju ke suatu lokasi di luar. Biasanya sebuah router BGP mungkin saja mendapatkan sebuah rute lebih dari dua, tergantung pada banyaknya sesi BGP yang dibentuk dengan tetangga-tetangganya. Semakin banyak sesi BGP dengan router tetangga, maka router tetangga tersebut akan mengirimkan banyak rute yang diketahuinya, sehingga mungkin saja ada yang sama.

                                Ketika dihadapkan pada dua jalan dengan tujuan yang sama, maka tugas router BGP adalah harus memilih salah satu jalan untuk digunakan meneruskan informasi yang dibawanya. Jalan yang dipilih haruslah jalan yang terbaik yang ada saat itu untuk dapat meneruskan informasi sebaik mungkin. Untuk memilih salah satu jalan tersebut, router BGP akan langsung menjalankan prosedur pemilihan rute terbaik atau yang sering disebut dengan istilah path selection.

                                Dalam proses pemilihan jalur terbaik atau path selection, atribut-atribut yang telah dijelaskan di ataslah yang sangat berperan penting. Semua atribut tersebut memiliki tingkat prioritasnya sendiri dalam proses penentuan jalur terbaik. Maksudnya ketika ada dua rute menuju ke lokasi www.yahoo.com masing-masing memiliki atribut B dan C, maka router BGP akan membandingkan nilai B dengan C.

                                Jika ternyata nilai B yang lebih baik, maka rute menuju ke www.yahoo.com adalah rute yang beratribut B. Rute tersebut akan dijadikan sebagai jalur terbaik dan semua traffic menuju www.yahoo.com akan dilarikan melalui jalur B. Sedangkan rute yang memiliki atribut C dijadikan sebagai back-up. Back-up ini akan digunakan suatu saat ketika rute yang beratribut B tadi sedang bermasalah. Jadi rute yang tidak terpilih bukan berarti diabaikan begitu saja. Mekanisme inilah yang merupakan salah satu kehebatan dari BGP.

                                Proses path selection ke sebuah lokasi yang terjadi dalam sebuah sesi BGP hingga menemukan sebuah jalur terbaik adalah sebagai berikut:

                                1.      Jika hanya ada sebuah rute menuju ke lokasi A, maka rute tersebutlah yang pasti dijadikan rute terbaik dan akan langsung digunakan.

                                2.      Jika ada dua buah rute menuju ke lokasi A, maka router BGP akan menggunakan atribut WEIGH untuk memilih rute mana yang paling baik. Rute dengan nilai WEIGH yang paling tinggi akan dipilih sebagai jalur terbaik.

                                3.      Jika nilai weight keduanya sama, maka router akan menggunakan atribut LOCAL PREFERENCE sebagai bahan pembanding. Rute dengan nilai LOCAL PREFERENCE yang paling tinggi adalah rute yang terpilih sebagai rute terbaik.

                                4.   Jika nilai local preference sama, maka sebagai bahan pembanding router BGP akan memeriksa rute mana yang berasal dari dirinya sendiri. Jika rute tersebut berasal dari dirinya sendiri maka rute tersebut yang akan dijadikan rute terbaik.

                                5.    Jika rute menuju A bukan berasal dari dirinya, maka router akan menggunakan atribut AS_PATH untuk mencari rute terbaik. Rute dengan atribut AS_PATH terpendek akan dipilih sebagai rute terbaik. Apabila atribut AS_PATH nya sama, maka atribut selanjutnya yang digunakan untuk memilih jalan terbaik adalah ORIGIN. Atribut ORIGIN terdiri parameter IGP, EGP dan Incomplete.  Parameter dengan nilai referensi terendah yang akan dipilih menjadi rute terbaik. IGP memiliki nilai referensi paling rendah, disusul EGP dan akhirnya Incomplete. Rute dengan atribut ORIGIN IGP akan lebih dipilih daripada EGP atau Incomplete, begitu seterusnya hingga rute dengan atribut Incomplete menjadi rute yang berada di urutan paling belakang.

                                6.   Jika atribut Origin pada rute-rute tersebut sama, maka atribut selanjutnya yang digunakan adalah MED (Multi Exit Discriminator). MED merupakan atribut untuk memungkinkan Kita memilih jalan mana yang paling baik untuk menuju sebuah situs. Jenisnya kurang lebih sama seperti Local Preference, namun bedanya atribut MED ini hanya disebarkan dalam satu AS yang sama saja. Atribut ini tidak dikirimkan ke luar AS dari router BGP tersebut. Biasanya atribut ini banyak digunakan jika sebuah router memiliki dua atau lebih jalan yang sama namun menuju ke satu ISP. Rute dengan nilai MED yang paling rendah adalah yang terpilih sebagai rute terbaik.

                                7.      Jika nilai MED pada kedua rute tersebut sama, maka router BGP akan melakukan pemilihan berdasarkan jenis sesi BGP dari rute-rute tersebut. Seperti telah dijelaskan diatas, jenis BGP ada dua macam yaitu IBGP dan EBGP. Kedua parameter ini juga digunakan dalam pemilihan jalan terbaik. Sebuah rute yang berasal dari sebuah sesi EBGP memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada rute dari sesi IBGP. Jadi rute yang berasal dari sesi EBGP dengan router BGP lain tentu akan dijadikan sebagai rute terbaik.

                                8.   Jika setelah melalui ketentuan diatas, kedua rute tersebut juga masih identik, maka proses path selection selanjutnya adalah menggunakan parameter jalur terdekat dalam jaringan internal untuk menuju ke Next Hop. Maksudnya adalah, router BGP akan  membaca atribut Next hop dari kedua jalur tersebut. Setelah diketahui, router tersebut akan memeriksa jalur mana yang memilik Next hop yang terdekat dari router tersebut. Jalur yang diperiksa ini merupakan jalur yang berasal dari routing protokol internal seperti OSPF, EIGRP, atau bahkan statik. Setelah didapatkan rute mana yang memiliki Next hop yang paling dekat dan mudah diakses, maka rute tesebut langsung dipilih menjadi yang terbaik.

                                9.    Jika prosedur ini masih tidak membuahkan sebuah rute terbaik juga, maka jalan terakhir untuk menemukannya adalah dengan membandingkan BGP ROUTER ID dari masingmasing rute. Sebuah rute pasti akan membawa informasi BGP ROUTER ID dari router asalnya. Parameter inilah yang menjadi pembanding terakhir untuk proses path selection ini. Karena BGP ROUTER ID tidak mungkin sama, maka sebuah jalan terbaik pastilah dapat terpilih. BGP ROUTER ID biasanya adalah alamat IP tertinggi dari sebuah router atau dapat juga berupa IP interface loopback. Router BGP akan memilih rute dengan nilai BGP ROUTER ID yang terendah.

                                Kekuatan BGP yang lainnya adalah Kita dapat memodifikasi dan mengubah atribut-atribut yang ada pada sebuah rute, sehingga proses pemilihan jalur terbaik ini juga dapat Kita atur. Dengan mengatur proses ini, maka Kita dapat mengatur lalu-lintas data yang keluar masuk jaringan Kita.

                                 

                                Untuk mendapatkan materi ini, berikut link pdf nya.

                                BGP

                                Advertisement melalui Internet di Indonesia

                                Advertisement merupakan kegiatan periklanan yang bertujuan meningkatkan daya beli dan daya jual dari suatu produk. Dengan adanya advertisement / iklan, maka orang akan mengetahui seperti apa produk yang akan dipasarkan. Hingga awal tahun 1990, media untuk advertisement masih sangatlah tradisional yaitu melalui majalah, Koran, tabloid, radio, dan televisi. Namun seiring dengan berkembangnya waktu, sekarang  ini kita telah mengenal media lain dalam meletakkan advertisement yang ada yaitu melalui internet. Konsep advertisement melalui internet ini berkembang seiring munculnya World Wide Web yang mampu menmpung advertisement secara mudah dan dapat menyebarkannya hingga ke seluruh dunia luas. Banyak keuntungan yang bisa diraih dengan meletakkan advertisement kita di internet, contohnya adalah biaya yang relative lebih murah dan lebih mudah dalam perancangannya.

                                Ada dua metode yang dapat dilakukan dalam memasang advertisement di Internet yaitu pertama dengan meletakkan iklan di web milik perusahaan itu sendiri dengan syarat harus menyebarluaskan alamat web kita kepada khalayak public dan kedua dengan meletakkan advertisement kita di situs web yang sering dikunjungi oleh user internet.

                                Jenis-jenis iklan di Internet :

                                1.      Banner merupakan papan iklan elektronik, yang biasanya berisi teks singkat atau pesan grafis untuk mempromosikan produk atau penjual.

                                2.       Iklan melalui E-Mail yaitu pemasaran mengembangkan atau membeli daftar alamat e-mail, lalu menggunakannya sebagai customer database dan kemudian mengirimkan iklan pada customer melalui e-mail.

                                3.      URL (Universal Resource Locator) yaitu perusahaan dapat melengkapi URL pada search engine dan di data, selain itu dapat mengunci target audience dan menyaring kembali viewer yang tidak tertarik berdasarkan fungsi keyword.

                                4.      Pop up adalah iklan yang secara otomatis akan aktif jika ada pemicunya dan muncul di depan jendela yang aktif.

                                5.      Pop up under adalah iklan yang secara  otomatis akan aktif jika ada pemicunya dan akan muncul di bawah jendela yang aktif; ketika pengguna menutup jendela yang aktif, akan melihat iklan tersebut.

                                 

                                Keuntungan memasang iklan di Internet :

                                a.      Mencapai high quality customers: web surfer pada umumnya berasal dari high income earners, educated, technologically savvy (IAB – Internet Advertising Bureau, www.iab.net).

                                b.      Konsumen yang benar-benar terfokus (targetted customers).

                                c.       Dengan menempatkan iklan / promosi pada halaman internet yang spesifik, maka perusahaan anda akan mencapai konsumen secara lebih spesifik.

                                d.      Dengan menempatkan iklan / promosi pada halaman internet yang spesifik, maka perusahaan anda akan mencapai konsumen secara lebih spesifik.

                                e.      Iklan dapat termonitor dengan program khusus.

                                 

                                Di Indonesia, advertisement melalui internet belumlah terlalu dikenal. Hal ini dikarenakan terbatasnya user yang melakuakan transaksi melalui Internet. Masih ada rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap transaksi melaui internet. Padahal, advertisement melalui internet sangatlah bermanfaat bagi kelangsungan advertisement di Indonesia. Oleh karena itu, pertama kita harus lebih meningkatkan kepercayaan kita terhadap kualitas produk dengan bertransaksi melalui internet. Selain itu, harus ada penyebaran yang efektif bila melakukan advertisement di Internet, contohnya bisa meletakkan advertisement di media social network seperti twitter dan facebook yang hampir seluruh masyarakat di dunia ini mengenal dan sering mengunjunginya. Harapan kedepannya, semoga advertisement melalui Internet di Indonesia dapat berkambang dengan pesat seiring semakin berkembangnya pula dunia teknologi.

                                Perangkat – Perangkat pada Layer 1, 2, dan 3 beserta Karakteristiknya

                                0. Contoh Perangkat – Perangkat pada Layer 1, 2, dan 3 beserta Karakteristiknya

                                Layer 1 – Physical Layer

                                Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Perangkat-perangkat yang terhubung dengan Physical Layer antara lain : NIC dan kabel-kabelnya, HUB, serta Repeater.

                                Karakteristik NIC :

                                Kartu jaringan (Inggris: network interface card disingkat NIC atau juga network card) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

                                Karakteristik HUB :

                                Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.

                                 

                                Jika jumlah port yang tersedia tidak cukup untuk menghubungkan semua komputer yang akan dihubungkan ke dalam satu jaringan dapat digunakan beberapa hub yang dihubungkan secara up-link. Port yang tersedia biasanya sampai 8, 16, 24 atau lebih banyak sesuai kebutuhan Anda. Untuk kecepatan, Anda dapat menggunakan HUB 10 atau Switch 10/100. Sebaiknya menggunakan 10/100 karena dapat digunakan untuk jaringan berkecepatan maksimal 10 atau 100. Hub ada yang mendukung penggunaan kabel coax yang menukung topologi BUS dan UTP yang mendukung topologi STAR. Namun type terbaru cenderung hanya menyediakan dukungan untuk penggunaan kabel UTP.

                                Karakteristik Repeater :

                                Fungsi Repeater ini sederhananya adalah meneruskan paket data yang dikirim dari PC tanpa memiliki kecerdasan seperti Router yang memiliki filtering destination baik IP, MAC Address dan lain-lain sehingga hanya memiliki kemampuan meneruskan saja ke alamat yang akan dituju.

                                 

                                Data yang dikirim oleh sebuah computer akan disampaikan ke tujuan dengan menyebarkan berita (broadcast) ke seluruh computer yang terhubung dalam satu terminal (Repeater), akibatnya seluruh computer yang terhubung akan menerima paket data dan jika dalam waktu yang bersamaan ada computer lain yang mengirim paket data maka yang terjadi adalah crush atau tumbukan data, dan ini akan mempengaruhi kelancaran arus data dalam jaringan tersebut.

                                 

                                Repeater tidak memiliki kemampuan untuk meneruskan data ke computer lain yang berada dalam broadcast domain atau network ID yang lain, oleh sebab itu IP Address yang diberikan pada computer yang berada dalam LAN yang sama biasanya memiliki network yang sama pula.

                                 

                                Layer 2 – Data Link Layer

                                Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC). Perangkat-perangkat yang terhubung dengan Data Link Layer yaitu : Switch dan Bridge.

                                Karakterisktik Switch :

                                1.      Tergolong peralatan Layer 2 dalam OSI Model (Data Link Layer)

                                2.      Dapat menginspeksi data yang diterima

                                3.      Dapat menentukan sumber dan tujuan data

                                4.      Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga akan menghemat bandwith.

                                5.      Dapat menangani lebih dari dua port dan lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan.

                                Karakteristik Bridge :

                                1.      Dapat memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebih kecil.

                                2.      Dapat mempelajari alamat, meneliti paket data dan menyampaikannya.

                                3.      Dapat mengoleksi dan melepas paket-paket diantara dua segmen jaringan.

                                4.      Dapat mengontrol broadcast ke jaringan.

                                5.      Dapat merawat address table.

                                 

                                Layer 3 – Network Layer

                                Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga traffic di jaringan membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking. Perangkat-perangkat yang terhubung dengan Network Layer yaitu : Router.

                                Karakteristik Router :

                                1. Untuk semua tujuan address dimana data akan dikirim, maka address layer 3 akan dipakai (yaitu address jaringan)
                                2. Pemilihan jalur selalu optimal
                                3. Forwarding paket berdasarkan isian pada table routing. Jalur optimal dapat dipilih dari kemungkinan banyak pilihan.
                                4. Router menggunakan protocol routing untuk menkomunikasikan informasi routing dengan roouter lainnya. Untuk jaringan-2 yang berskala besar sangat dianjurkan untuk memakai routing dynamic seperti RIP; EIGRP; OSPF.
                                5. Secara default, semua paket broadcast akan di blok, seperti packet broadcast dari DHCP server.
                                6. Harus menggunakan kedua address layer 2 (MAC) dan juga address layer 3.
                                7. Security dan pengendalian dapat diimplementasikan pada layer 3 dengan menggunakan extended access-list.

                                 

                                1. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KARAKTERISTIK ANTARA HUB,SWITCH,REPEATER,BRIDGE DAN ROUTER

                                Repeater/Penguat

                                Repeater, bekerja pada layer fisik jaringan, menguatkan sinyal dan mengirimkan dari satu repeater ke repeater lain. Repeater tidak merubah informasi yang ditransmisikan dan repeater tidak dapat memfilter informasi. Repeater hanya berfungsi membantu menguatkan sinyal yang melemah akibat jarak, sehingga sinyal dapat ditransmisikan ke jarak yang lebih jauh.

                                Hub

                                Hub menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN. Hub adalah repeater dengan jumlah port banyak (multiport repeater). Hub tidak mampu menentukan tujuan; Hub hanya mentrasmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, menggunakan mode half-duplex.

                                Bridge

                                Bridge adalah “intelligent repeater”. Bridge menguatkan sinyal yang ditransmisikannya, tetapi tidak seperti repeater, Brigde mampu menentukan tujuan.

                                Switch

                                Switch menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN, sama seperti hub. Perbedaannya adalah switch dapat beroperasi dengan mode full-duplex dan mampu mengalihkan jalur dan memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik.

                                Router

                                Router adalah peningkatan kemampuan dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah.

                                Cara Kerja ICMP di dalam RFC yang Mendefinisikannya

                                ICMP

                                Kita harus mengetahui konsep umum dan khusus tentang Internet Control Message Protocol (ICMP) untuk menghadapi ujian CCNA. ICMP membantu mengontrol dan mengatur kerja IP, sehingga ia dianggap sebagai bagian network layer TCP/IP. RFC 792 mendefinisikan ICMP dan menyertakan kutipan berikut, yang menggambarkan protokol ini:

                                Kadang-kadang gateway atau host tujuan akan berkomunikasi dengan host asal. Sebagai contoh, untuk melaporkan kesalahan dalam proses datagram. Untuk itu, protocol ICMP digunakan. ICMP menggunakan dukungan IP sebagaimana protokol yang lebih tinggi; namun ICMP sebenarnya merupakan bagian kesatuan dari IP dan harus diimplementasikan dalam setiap modul IP.

                                ICMP menggunakan pesan-pesan untuk melakukan tugasnya. Bahkan banyak dari pesan ini digunakan dalam jaringan IP terkecil. Ketika router atau host tujuan menginformasikan sesuatu kerusakan pada IP datagram, protokol yang digunakan adalah Internet Control Message Protocol (ICMP). Karakterisitk dari ICMP antara lain :

                                • ICMP menggunakan IP
                                • ICMP melaporkan kerusakan
                                • ICMP tidak dapat melaporkan kerusakan dengan menggunakan pesan ICMP, untuk menghindari pengulangan
                                • Untuk data yang terfragmentasi, pesan ICMP hanya mengirimkan pesan kerusakan pada fragmentasi pertama
                                • Pesan ICMP tidak merespon dengan mengirimkan data secara broadcast atau Multicast
                                • ICMP tidak akan merespon kepada IP datagram yang tidak memiliki header IP Pengirim
                                • Pesan ICMP dapat membuat proses kerusakan pada IP datagram

                                Spesifikasi ICMP dapat dilihat pada RFC 792 dengan update RFC 950.

                                Pesan ICMP

                                Pesan ICMP dikirimkan dalam IP Datagram. Pada IP header, protokol akan berisikan no 1

                                (ICMP). Dan type of service (TOS) bernilai 0 (routine). Format ICMP dapat dilihat pada

                                Gambar berikut :

                                Gambar Format Pesan ICMP

                                Cara Kerja DHCP yang tertulis di dalam RFC yang Mendefinisikannya

                                DHCP Protokol

                                DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

                                DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).

                                Cara Kerja
                                Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
                                DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
                                DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
                                DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
                                DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

                                • DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
                                • DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
                                • DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
                                • DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

                                Contoh Implementasi ipv6 serta Perbedaan ipv6 dan ipv4 —Review tentang Situs web www.kame.net

                                Contoh Implementasi ipv6

                                IPv6 yang disebut sebagai IP next generation, bagi penyelenggara telekomunikasi merupakan teknologi yang perlu diantisipasi pertumbuhan demand dan implementasinya. Pada saat ini hampir semua aplikasi bisnis khususnya di segmen korporasi masih memanfaatkan teknologi IP eksisting yakni IPv4, namun demikian belum terdapat tanda yang jelas kapan migrasi atau implementasi IPv6 secara global akan terjadi. Kelebihan atau solusi yang terdapat di dalam desain IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan implementasi. Kelebihan-kelebihan IPv6 adalah sebagai berikut:

                                1)      IPv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif).

                                2)      Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.

                                3)      Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.

                                4)      IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin dan sebaliknya.

                                Implementasi IPv6

                                Secara garis besar implementasi IPv6 tidak dapat dengan serta merta dilakukan di semua lini end-to-end, terkait dengan keterlibatan jumlah komunitas/organisasi yang sangat besar di Internet, banyaknya aplikasi berbasis IPv4 yang telah digunakan, dan banyaknya bisnis yang masih memanfaatkan IPv4. Hal yang akan terjadi adalah adanya fase transisi secara bertahap dari IPv4 ke IPv6 dan implementasi IPv6 yang co-exist dengan IPv4 selama renggang waktu yang tidak dapat diprediksi.

                                Namun demikian desain IPv6 sudah menyertakan mekanisme transisi. Beberapa mekanisme transisi tersebut yaitu:

                                • Translasi: yaitu mekanisme implementasi yang memungkinkan komunikasi antara IPv6 dengan IPv4. Beberapa contoh mekanisme ini adalah SIIT, NAT-PT, SOCKS 64.
                                • Tunneling yaitu mekanisme yang memungkinkan komunikasi end-to-end IPv6 di atas jaringan IPv4 atau sebaliknya. Contoh mekanisme tunneling ini 6to4, 6 over4, Tunnel broker, automatic tunnel.
                                • Dual Stack adalah mekanisme implementasi yang mempersyaratkan dukungan terhadap IPv6 dan IPv4 di perangkat yang sama. IPv6 berdasarkan implementasinya dapat dibedakan dalam 2 kelompok, yakni:
                                • Implementasi di level aplikasi yang terkait juga dengan dukungan servernya.
                                  Pada saat ini telah terdapat beberapa aplikasi yang sudah mendukung IPv6 diantaranya aplikasi jaringan dasar (Apache: Web server, FTP, Ping, Telnet, SSH, mail) serta XML (bahasa pemrograman untuk pengembangan software), dan untuk server hampir semua Operating System versi terakhir telah mendukung IPv6 diantaranya adalah Windows XP SP1, Linux (antar lain: Fedora, Mandrake, Ubuntu), Mac OS, Sun Solaris, AIX.
                                • Implementasi level jaringan IP.

                                Untuk perangkat jaringan IP yang bekerja di bawah layer 3 OSI (seperti hub, switch layer 2, teknologi transmisi) tidak terpengaruh dengan implementasi IPv6, namun perangkat-perangkat yang melibatkan proses routing dan identifikasi layer 3 OSI (seperti routing, switch layer 3) perlu mendukung teknologi IPv6. Kedua level implementasi IPv6 di atas dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi penyelenggara telekomunikasi untuk mengimplementasikan IPv6 di dalam infrastrukturnya dan pertimbangan pengembangan organisasi untuk implementasi IPv6.

                                Implementasi IPv6 di level aplikasi

                                Pada saat ini telah banyak aplikasi yang dikembangkan berbasis IPv6, namun demikian belum terdapat implementasi komersial yang market proven terkait dengan keengganan konsumen khususnya yang menyangkut perlunya pembelajaran bagi teknologi dan investasi baru. Banyak yang memprediksi bahwa demand/ implementasi global IPv6 muncul pada saat teknologi wireless dapat memenuhi kebutuhan jangkauan wireless yang semakin luas, dan dukungan bandwidth yang semakin besar (seperti WIMAX), serta penetrasi yang semakin besar dan dukungan IPv6 pada perangkat komunikasi mobile (handphone, PDA, notebook) serta dukungan aplikasi voice switching di atas jaringan IPv6 yang semakin mapan (standar, industri).
                                Terkait dengan hal tersebut bagi penyelenggara telekomunikasi, antisipasi terhadap booming IPv6 di level aplikasi perlu dipersiapkan dalam bentuk kemampuan upgrade IPv6 aplikasi/server khususnya bagi aplikasi voice dan internet.

                                Implementasi IPv6 di level jaringan IP

                                Mengacu pada rekomendasi IETF RFC 1752, implementasi IPv6 di level jaringan IP sebaiknya dilakukan dalam bentuk upgrade secara bertahap, implementasi secara bertahap, serta biaya awal implementasi yang rendah, dimana hal tersebut dimaksudkan sebagai:

                                • Fase pengenalan terhadap fitur dan karakteristik dari IPv6.
                                • Berorientasi pada penghematan investasi.
                                • Manajemen resiko yang lebih baik.

                                Sebagai pertimbangan di dalam implementasi IPv6, saat ini teknologi MPLS telah umum digunakan di jaringan backbone penyelenggara telekomunikasi. Di dalam MPLS terdapat beberapa metoda untuk mendukung IPv6, yaitu: Metoda dual stack IPv6-IPv4 CE. Pada metoda ini CE memiliki kemampuan membentuk tunneling IPv6 di atas IPv4. PE mengenali trafik dari CE sebagai trafik IPv4. MPLS memberikan layanan standar IP VPN layer 3 sebagai transport trafik antar site IPv6.

                                Booming implementasi IPv6 khususnya di level aplikasi tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, namun dukungan industri terhadap teknologi tersebut semakin besar (baik disisi hardware dan software). Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka penyelenggara telekomunikasi perlu mempersiapkan skenario implementasi IPv6 baik di level aplikasi maupun di level jaringan IP. Implementasi IPv6 di level jaringan sebaiknya dilakukan dalam bentuk upgrade secara bertahap, implementasi secara bertahap, serta biaya awal implementasi yang rendah.

                                Tuneling IPv6 di atas IPv4 oleh CE

                                • Metoda L2 VPN (VPN berbasis Layer 2 OSI). Pada metode ini, PE tidak membaca alamat IP dari CE, PE hanya menyediakan layer 2 VPN (berbasis standar Martini, Compella atau VPLS) yang bersifat transparan terhadap protokol trafik di layer atasnya dan dapat digunakan sebagai transport antar site IPv6. Komunikasi antar CE menggunakan IPv6 melalui layer 2 VPN tersebut.

                                IPv6 di atas L2 VPN

                                • Dual Stack model 6PE yang mengacu pada draft-ietf-ngtrans-bgp-tunnel-04. Pada metode ini implementasi IPv6 mensyaratkan router PE mempunyai kemampuan 6PE. Antar 6PE melakukan pertukaran informasi (reachability message) mengenai keberadaan jaringan IPv6 yang diwakili menggunakan alamat IPv6. Routing dan identifikasi router di dalam jaringan MPLS tetap menggunakan IPv4.

                                Perbedaan ipv6 dan ipv4

                                Ipv4 IPv6
                                Panjang alamat 32 bit (4 bytes) Panjang alamat 128 bit (16 bytes)
                                Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4 Tidak harus dikonfigurasi secara manual, bisa menggunakan address autoconfiguration
                                Dukungan terhadap IPSec opsional Dukungan terhadap IPSec dibutuhkan
                                Header mengandung option. Data opsional dimasukkan seluruhnya ke dalam extensions
                                header.
                                Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte. Paket link-layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun
                                kembali paket berukuran 1500 byte
                                Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan  ada router, menurunkan kinerja router. Fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
                                Checksum termasuk pada header. Cheksum tidak masuk dalam header.
                                Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat
                                link-layer.
                                ARP Request telah digantikan oleh Neighbor Solitcitation secara multicast.
                                Untuk mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management Protocol (IGMP). IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)

                                Sementara kelebihan atau solusi yang terdapat di dalam desain IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan implementasi. Kelebihan-kelebihan IPv6 adalah sebagai berikut:

                                • IPv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif).
                                • Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
                                • Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.
                                • IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin dan sebaliknya.

                                b. Review tentang Situs web www.kame.net

                                Kame project merupakan gabungan dari 6 perusahaan yang bekerja sama di Jepang untuk menyediakan free stack of IPv6, IPsec, dan Mobile IPv6 untuk BSD variants. Produk yang disediakan antara lain :

                                • FreeBSD 4.0 dan yang diatasnya

                                FreeBSD adalah operasi sistem lanjutan untuk server modern, desktop, dan platform komputer. Dasar dari kode FreeBSD beroperasi selama 30 tahun dengan terus-menerus mengalami perkembangan, perbaikan, dan pengoptimalan. FreeBSD menyediakan jaringan lanjutan, memberikan keamanan yang mengesankan, dan penampilan. Ini digunakan oleh beberapa web site yang sibuk dan kebanyakan masuk ke dalam jaringan dan piranti penyimpanan.

                                • OpenBSD 2.7 dan yang diatasnya

                                OpenBSD project memproduksi secara gratis multi-platform 4.4BSD-berbasis UNIX-seperti sistem operasi. OpenBSD menekankan pada portabilitas/pembatasan, standarisasi, kebenaran, keamanan proaktif, dan integrasi kriptografi. OpenBSD tersedia gratis untuk FTP site ini, dan juga tersedia dalam sebuah inexpensive 3-CD set.

                                • NetBSD 1.5 dan yang diatasnya

                                NetBSD merupakan portable Unix yang gratis, cepat, dan aman seperti sistem operasi open source. Ini tersedia untuk platform dengan range yang luas, untuk server skala besar, dan sistem desktop yang powerful untuk penanganan dan penanaman piranti. Banyak aplikasi yang siap untuk digunakan dalam pkgscr, koleksi package pada NetBSD.

                                • BSD/OS 4.2 dan yang diatasnya

                                Project secara resmi disahkan pada Maret 2006 (dapat dilihat di WIDE project). Hampir semua kode implementasi telah digabungkan  ke FreeBSD dan NetBSD. Rilis snap (FTP atau cvsweb), anoncvs access, git, dan penyimpanan snap – mailing list user juga tersedia. Tempat penyimpanan histori dari KAME CVS tersedia di FTP server

                                Cara Kerja dan Implementasi Network Address Translation (NAT)

                                Cara Kerja NAT

                                Pada jaringan komputer, proses Network Address Translation (NAT) adalah proses penulisan ulang (masquerade) pada alamat IP asal (source) dan/atau alamat IP tujuan (destination), setelah melalui router atau firewall. NAT digunakan pada jaringan dengan workstation yang menggunakan IP Private supaya dapat terkoneksi ke Internet dengan menggunakan satu atau lebih IP Public. Ilustrasi NAT terlihat pada Gb. 1.

                                Gb 1. Network Address Translation

                                Kalo kita menginap di hotel tentunya kita akan mendapatkan nomor kamar bukan? Nah, alamat lengkap hotel dimana kita menginap disebut alamat publik, alamat yang dikenal oleh orang luar. Sedangakan nomor kamar kita adalah alamat private. Jadi misalnya kita memesan nasi padang di luar, yang akan kita sebutkan alamatnya adalah alamat lengkap hotel tersebut, bukan alamat kamar kita kan? Sedangkan kita tahu bahwa bisa jadi yang menginap di hotel itu nggak hanya kita. Jadi kepemilikan alamat hotel tersebut itulah yang disebut KTP bersama. Nah, nasi padang yang kita pesan nanti tentunya akan tiba di resepsionis, lalu nanti resepsionis akan meminta seorang OB untuk mengantarkan pesanan kita ke kamar anda. Fungsi resepsionis inilah yang kita sebut NAT, contoh lainnya,  ternyata telpon kita di hotel hanya bersifat lokal, untuk dapat menghubungi orang diluar, kita harus mengontak resepsionis agar dapat menghubungkan kita dengan orang tersebut. Seperti itulah cara kerja NAT, menerjemahkan alamat private menjadi publik

                                Implementasi NAT

                                Pada mesin Linux, untuk membangun NAT dapat dilakukan dengan menggunakan iptables (Netfilter). Dimana pada iptables memiliki tabel yang mengatur NAT.

                                Pada tabel NAT, terdiri dari 3 chain (Gb. 2) yaitu:

                                – PREROUTING, digunakan untuk memilah paket yang akan diteruskan

                                – POSTROUTING, digunakan untuk memilah paket yang telah diteruskan

                                – FORWARD, digunakan untuk memilih paket yang melalui router.

                                Gb 2: Tabel NAT pada iptables

                                Proses NAT dilakukan pada data yang akan meninggalkan ROUTER. Sehingga pada iptables untuk pengolahan NAT dilakukan pada chain POSTROUTING. Rule yang diberikan kepada paket data tersebut adalah MASQUERADE.

                                Langkah-langkah membangun NAT dengan iptables pada Linux Router:

                                1. Tentukan NIC mana yang terkoneksi ke internet dan yang terkoneksi ke LAN

                                2. Tentukan Network Address dari LAN, misal 192.168.1.0/24

                                3. Menambahkan Rule di iptables

                                # iptables -t nat -I POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -j MASQUERADE

                                Dengan menggunakan NAT ini, IP dari LAN akan dapat terkoneksi ke jaringan yang lain, tetapi tidak dapat diakses dari jaringan lain.

                                Tugas Jarkom

                                Organisasi IEEE

                                IEEE merupakan sebuah asosiasi yang didedikasikan untuk memajukan inovasi dan keunggulan teknologi untuk kepentingan kemanusiaan. IEEE adalah komunitas masyarakat profesional terbesar di dunia teknis. IEEE dirancang untuk melayani para profesional yang terlibat dalam semua aspek bidang kelistrikan, elektronik dan komputasi serta bidang terkait ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendasari peradaban modern. Akar IEEE berawal dari 1884 ketika listrik baru mulai menjadi kekuatan utama dalam masyarakat. Ada satu industri listrik utama terbentuk, yaitu telegraf, yang-dimulai pada tahun 1840-an-telah datang untuk menghubungkan dunia dengan sistem komunikasi lebih cepat dari kecepatan transportasi. Sebuah wilayah besar kedua yang hampir tidak mendapatkan tenaga-listrik dan cahaya, yang berasal dari penemuan-penemuan Thomas Edison yang merintis Pearl Street Station di New York.

                                Misi IEEE

                                IEEE mempunyai tujuan inti untuk mendorong inovasi teknologi dan kesempurnaan untuk kepentingan kemanusiaan.


                                Visi IEEE

                                IEEE akan menjadi penting untuk masyarakat teknis global dan profesional teknis di mana-mana, dan dikenal secara universal untuk kontribusi teknologi dan profesional teknis dalam meningkatkan kondisi global.

                                IEEE bergerak dalam proses perencanaan enterprise-wide strategis. Ringkasan dari rencana strategis jangka panjang, yang diistilahkan sebagai IEEE membayangkan Masa Depan, rincian unsur-unsur utama dari rencana tersebut.

                                IEEE dipimpin oleh tubuh yang beragam anggota relawan terpilih dan diangkat. Struktur pemerintahan termasuk papan untuk daerah operasional serta badan mewakili anggota di 45 masyarakat dan dewan teknis dan sepuluh wilayah geografis di seluruh dunia.

                                Selama lebih dari satu abad, IEEE telah mensponsori berbagai program untuk prestasi terhormat di bidang pendidikan, penelitian industri, dan jasa. Penghargaan ini dan pengakuan masing-masing memiliki misi dan criteria yang unik, dan menawarkan kesempatan untuk menghormati rekan yang berbeda, guru berdedikasi, dan pemimpin perusahaan yang telah membuat dampak yang besar pada kemanusiaan, teknologi, dan profesi.

                                IEEE Standards

                                Tujuan Standards pada IEEE :

                                • Standar diterbitkan dokumen yang menetapkan spesifikasi dan prosedur yang dirancang untuk menjamin kehandalan materi, produk, metode, dan / atau jasa orang-orang gunakan setiap hari.
                                • Standar alamat berbagai isu, termasuk tetapi tidak terbatas pada berbagai protokol yang membantu memastikan fungsi produk dan kompatibilitas, interoperabilitas memfasilitasi dan keselamatan dukungan konsumen dan kesehatan masyarakat.
                                • Standar membentuk blok bangunan dasar bagi pengembangan produk dengan mendirikan protokol yang konsisten yang dapat universal dipahami dan diadopsi. Bahan bakar ini membantu kompatibilitas dan interoperabilitas dan menyederhanakan pengembangan produk, dan kecepatan waktu-ke-pasar.
                                • Standar juga membuat lebih mudah untuk memahami dan membandingkan produk yang bersaing. Karena standar merupakan global diadopsi dan diterapkan di banyak pasar, mereka juga bahan bakar perdagangan internasional.

                                Hanya melalui penggunaan standar yang persyaratan kesalingterkaitan dan interoperabilitas dapat yakin. Hanya melalui penerapan standar yang kredibilitas produk baru dan pasar baru dapat diverifikasi. Dalam standar ringkasan bahan bakar pengembangan dan implementasi teknologi yang mempengaruhi dan mengubah cara kita hidup, bekerja dan berkomunikasi.

                                Proses pengembangan standar biasanya difasilitasi oleh Standards Development Organizations (SDO), yang menganut proses yang adil dan adil yang menjamin keluaran kualitas tertinggi dan memperkuat relevansi pasar standar. SDOs seperti IEEE, IEC, ISO, dan lain-lain menawarkan platform teruji oleh waktu, aturan, pemerintahan, metodologi dan bahkan layanan fasilitasi yang obyektif alamat standar siklus hidup pengembangan, dan membantu memfasilitasi pengembangan, distribusi dan pemeliharaan standar.


                                Sedangkan tujuan dari setiap SDO pada dasarnya sama, masing-masing SDO menerapkan aturan sendiri, proses, terminologi untuk proses pengembangan standar. Biasanya, setiap SDO terdiri dari Dewan, Komite dan staf yang menetapkan dan memelihara kebijakan, prosedur dan pedoman yang membantu memastikan integritas dari proses pengembangan standar, dan standar yang dihasilkan sebagai hasil dari proses ini.

                                IEEE 802 Standards & the 802 working groups

                                IEEE 802 standards
                                Standar yang ditetapkan oleh IEEE untuk jaringan, khususnya melalui jaringan lokal area atau LAN. Di bawah ini adalah daftar beberapa dari 802 standards saat ini dirujuk dalam database Hope Komputer.

                                802.3
                                802.3ab
                                802.3ae
                                802.3u
                                802.3z
                                802.11a
                                802.11b
                                802.11g
                                802.12
                                802.16

                                Ethernet
                                Awalnya dikenal sebagai Alto Aloha Network, Ethernet adalah jaringan local-area luas digunakan (LAN) protokol awalnya diciptakan oleh Xerox PARC pada tahun 1973 oleh Robert Metcalfe dan lain-lain (US Patent # 4063220). Menjadi jaringan pertama yang menyediakan Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection (CSMA / CD), Ethernet adalah jaringan yang cepat dan handal solusi yang masih banyak digunakan saat ini. Di bawah ini adalah daftar standar yang berbeda Ethernet dan informasi tambahan tentang masing-masing.


                                Ethernet II / DIX / 802.3

                                Ethernet II adalah versi revisi Ethernet ulang oleh dengan Digital Equipment Corp, Intel dan Xerox. Ethernet II, juga dikenal sebagai DIX (Digital, Intel, dan Xerox) dan 802.3.

                                Fast Ethernet / 100BASE-T / 802.3u

                                Fast Ethernet juga disebut sebagai 100BASE-T atau 802.3u dan merupakan protokol komunikasi yang memungkinkan komputer pada jaringan lokal area untuk berbagi informasi dengan satu sama lain dengan tarif 100 juta bit per detik, bukan 10 juta BPS. Fast Ethernet bekerja selama Kategori 5 twisted-pair kabel.


                                Ada dua tersedia
                                100BASE-T standar. Standar pertama kali dikenal sebagai 100BASE-T menggunakan CSMA / CD. Standar kedua, yang dikenal sebagai 100VG-AnyLAN atau 802,12, mirip dengan standar lainnya, namun menggunakan frame Ethernet berbeda untuk mengirim data.
                                100BASE-T tersedia dalam tiga teknologi kabel yang berbeda:

                                • 100BASE-T4 = Memanfaatkan empat pasang kawat twisted-pair telepon kelas dan digunakan untuk jaringan yang membutuhkan twisted berkualitas rendah-pasangan pada Ethernet 100-Mbps.
                                • 100BASE-TX = Dikembangkan oleh ANSI 100BASE-TX juga dikenal sebagai 100BASE-X, 100BASE-TX menggunakan dua data kelas kawat twisted-pair kawat
                                • 100BASE-FX = Dikembangkan oleh ANSI, 100BASE-FX menggunakan 2 berdiri kabel serat.

                                Ethernet SNAP

                                Ethernet SNAP adalah singkatan subnetwork Ethernet dan Access Protocol adalah protokol Ethernet yang memungkinkan protokol lama dan baru yang akan dikemas dalam sebuah LLC Type 1.

                                Gigabit Ethernet / 1000BASE-T / 802.3z / 802.ab

                                Gigabit Ethernet juga dikenal sebagai 1000BASE-T atau 802.3z / 802.3ab adalah teknologi Ethernet kemudian yang memanfaatkan semua empat kawat tembaga dalam (Cat 5 dan Cat 5e) 5 Kategori mampu mentransfer 1 Gbps


                                10 Gigabit Ethernet / 802.3ae

                                10 Gigabit Ethernet juga dikenal sebagai 802.3ae adalah sebuah standar baru yang mendukung 10.000 Gb / s.

                                1000BASE-CX
                                Sebuah kabel tembaga gigabit Ethernet standar yang tidak lagi digunakan. Standar ini telah digantikan oleh 1000BASE-T.


                                1000BASE-LX
                                Sebuah serat optik standar gigabit Ethernet yang beroperasi atas serat single-mode.

                                1000BASE-SX
                                Sebuah serat optik standar gigabit Ethernet yang beroperasi atas serat multi-mode, dengan jarak khas sampai 550 meter (1804 kaki)


                                Ethernet adapter

                                Pengendali Ethernet adaptor atau Ethernet adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah kartu Ethernet jaringan yang digunakan untuk menghubungkan komputer desktop ke jaringan. Jika Anda mencari driver adapter jaringan, Anda dapat menemukan mereka melalui halaman driver jaringan kami.

                                IEEE 802.11


                                IEEE 802.11 adalah standar yang diperkenalkan oleh IEEE pada bulan Juni 1997 yang digunakan untuk jaringan Ethernet nirkabel. Di bawah ini adalah daftar dari masing-masing standar IEEE nirkabel saat ini tersedia. Pengguna rumahan hanya harus peduli tentang 802.11a, 802.11b, atau 802.11g untuk jaringan nirkabel di rumah mereka.

                                IEEE 802.11 Rilis awal standar ini mampu transmisi 1 sampai 2 Mbps dan beroperasi pada pita 2,4 GHz.
                                IEEE 802.11a Mampu transmisi hingga 54 Mbps dan beroperasi pada pita 5 GHz.
                                IEEE 802.11b Diperkenalkan pada tahun 1999, 802.11b mampu transmisi hingga 11 Mbps dan beroperasi pada pita 2,4 GHz.
                                IEEE 802.11c Mendefinisikan operasi jembatan nirkabel
                                IEEE 802.11d Mendefinisikan standar bagi perusahaan mengembangkan produk nirkabel di berbagai negara.
                                IEEE 802.11e Mendefinisikan perangkat tambahan ke 802.11 MAC untuk QoS.
                                IEEE 802.11f Mendefinisikan Access Point Protocol Inter (IAPP)
                                IEEE 802.11g Mampu transmisi hingga 20 Mbps dan beroperasi di pita 2.4, 3.6 dan 5 GHz.
                                IEEE 802.11i Perbaikan enkripsi (WPA).
                                IEEE 802.11 802.11j perpanjangan digunakan di Jepang.
                                IEEE 802.11n baru standar yang diharapkan akan selesai pada tahun 2005 yang diharapkan dapat mendukung hingga 100 Mbps.

                                WiMAX

                                Atau disebut sebagai
                                IEEE 802.16, WiMAX merupakan kependekan Worldwide Interoperabilitas untuk Microwave Mobilitas dan adalah sebuah teknologi microwave nirkabel yang digunakan di MAN yang menyediakan koneksi hingga 75Mbs sejauh 30 mil.

                                802 working groups

                                Name Description Note
                                IEEE 802.1 Bridging (networking) and Network Management
                                IEEE 802.2 LLC inactive
                                IEEE 802.3 Ethernet
                                IEEE 802.4 Token bus disbanded
                                IEEE 802.5 Defines the MAC layer for a Token Ring inactive
                                IEEE 802.6 MANs disbanded
                                IEEE 802.7 Broadband LAN using Coaxial Cable disbanded
                                IEEE 802.8 Fiber Optic TAG disbanded
                                IEEE 802.9 Integrated Services LAN disbanded
                                IEEE 802.10 Interoperable LAN Security disbanded
                                IEEE 802.11 a/b/g/n Wireless LAN (WLAN) & Mesh (Wi-Fi certification)
                                IEEE 802.12 100BaseVG disbanded
                                IEEE 802.13 unused
                                IEEE 802.14 Cable modems disbanded
                                IEEE 802.15 Wireless PAN
                                IEEE 802.15.1 Bluetooth certification
                                IEEE 802.15.2 IEEE 802.15 and IEEE 802.11 coexistence
                                IEEE 802.15.3 High-Rate wireless PAN
                                IEEE 802.15.4 Low-Rate wireless PAN (e.g. ZigBee)
                                IEEE 802.15.5 Mesh networking for WPAN
                                IEEE 802.16 Broadband Wireless Access (WiMAX certification)
                                IEEE 802.16.1 Local Multipoint Distribution Service
                                IEEE 802.17 Resilient packet ring
                                IEEE 802.18 Radio Regulatory TAG
                                IEEE 802.19 Coexistence TAG
                                IEEE 802.20 Mobile Broadband Wireless Access
                                IEEE 802.21 Media Independent Handoff
                                IEEE 802.22 Wireless Regional Area Network
                                IEEE 802.23 Emergency Services Working Group New (March, 2010)

                                Managerial Issues=>E-Commerce

                                Sekilas tentang E-Commerce

                                Is it Real ?

                                E-Commerce yang jika diartikan secara sempit merupakan perdagangan melalui media elektronik, dalam hal ini yang digunakan adalah internet khususnya, merupakan salah satu inovasi dalam memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Muncul pertanyaan dalam benak manusia, apakah E-Commerce ini nyata dan mungkin dapat dapat dijalankan? Jawabnya adalah Nyata. Kegiatan E-Commerce sudah banyak terjadi di dunia dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia. Namun,media yang digunakan dalam perdagangan inilah yang bersifat maya, yaitu  melalui dunia cyberspace. Perdagangan dilakukan dengan menggunakan internet yang dapat menghubungkan dua pihak yang saling bersimbiosis untuk memenuhi targetnya. Dengan media internet, perdagangan ini dilakukan tanpa harus bertatap muka. Setiap orang pun dapat melakukannya dimana saja, dengan syarat disitu terdapat akses internet. Sayangnya, penerapan E-Commerce di Indonesia masih sangat kurang diminati karena banyaknya faktor penghambat seperti belum percayanya masyarakat terhadap E-Commerce untuk memenuhi kebutuhan mereka.

                                Bagaimana kita menilai besarnya tekanan bisnis ?

                                Banyak faktor hal yang harus dipikirkan dalam melakukan ataupun memulai suatu bisnis.  Salah satunya adalah tekanan bisnis. Tekanan bisnis ini dapat terjadi dari faktor luar / eksternal maupun faktor dari dalam / internal. Faktor eksternal ini berupa persaingan. Kita harus dapat menilai seberapa besar peluang bisnis yang kita jalankan dan ancaman apa saja yang mungkin dapat menyerang bisnis kita. Sedangkan dari faktor internal, kita harus menilai kekurangan apa yang ada pada bisnis kita dan kekuatan / kelebihan apa yang ada pada bisnis tersebut. Kekurangan ini harus seminimal mungkin dapat kita tutup dengan menghadirkan ide-ide baru dalam bisnis kita, dan menonjolkan kelebihan bisnis sebagai daya tarik untuk menggapai keinginan pasar. Dalam melakukan bisnis kita harus melihat dari 3 segi yaitu segi ontologis yaitu objek apa yang kita tawarkan, segi tomologis yaitu bagaimana proses dari bisnis yang yang akankita jalankan, dan segi aksiologis yaitu apa manfaat bisnis tersebut untuk pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

                                Apa yang menjadi strategi perusahaan saya mengarah ke E-Commerce ?

                                Strategi perusahaan saya sebagai penyedia layanan adalah dengan memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada pembeli. Banyak faktor yang menjadi perhatian dari sini, yaitu seperti kehandalan produk untuk memenuhi permintaan pembeli, keamanan dalam bertransaksi, dan fitur-fitur yang dapat menarik minat pembeli. Produk yang saya jual harus memiliki daya jual yang menarik minat pembeli dan berbeda dengan produk lain. Keamanan jaringan juga harus diperhatikan guna mengatasi adanya ancaman dari pihak luar, sehingga pembeli dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman. Fitur-fitur dan desain tampilan dalam web bisnis harus dibuat semenarik dan seatraktif mungkin. Selain itu juga harus diperhatikan kinerja pegawai dalam melakukan tugasnya masing-masing. Diperlukan pula kemampuan unutk menguasai IT dengan baik agar dapat mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

                                Mengapa B2B sangat menarik ?

                                B2B adalah hubungan kerjasama antara dua perusahaan yang saling memberi keuntungan satu sama lain. Dengan melakukan B2B akan terjalin trading partners yang sangat baik untuk kelangsungan perusahaan. B2B juga memeberikan keuntungan berupa efisiensi waktu dan biaya dalam transaksi. Selain itu juga memberikan manfaat secara tidak langsung kepada tenaga kerja unutk meningkatkan kemampuannya.

                                Apa jalan terbaik untuk belajar E-Commerce ?

                                Hal-hal yang harus kita kuasai dalam dunia E-Commerce antara lain cara berkomunikasi yang baik, ilmu mengenai IT setidaknya mengerti tentang internet dan segala hal yang berkaitan dengan E-Commerce, pengertian tentang E-Commerce, serta kemampuan untuk menrik minat pembeli. Kemampuan-kemampuan tersebut harus selalu kita kembangkan untuk menjalani dunia E-Commerce

                                Etika isu apa saja yang ada dalam E-Commerce ?

                                Isu-isu atau masalah yang sering dibicarakan dalam E-Commerce antara lain masalah privasi konsumen ataupun pirvasi pebisnis yang sering terganggu karena ulah tangan-tangan usil, kekayaan intelektual atas barang yang dipasarkan, masalah kebebasan berbicara dan berpendapat dalam dunia internet, masalah pajak yang dikenakan dalm bisnis melalui internet, dan perlindungan terhadap konsumen.

                                Bagaimana cara untuk menghindari kegagalan ?

                                Untuk menghindari gegagalan, maka harus dilakukan upaya-upaya lain guna meningkatkan pelayanan kepada pembeli. Yang dapat dilakukan contohnya antara lain :

                                1. Memeberikan informasi produk dengan jelas
                                2. Membuat situs yang benar-benar terpercaya dan dapat menarik minat pembeli
                                3. Memberikan layanan forum diskusi sehingga pembeli dapat memberikan saran tentang apa saja yang ada dalan produk kita
                                4. Memberikan pelayanan yang maksimal sesuai keinginan pembeli
                                5. Memeberikan rasa nyaman kepada pembeli dengan adanya keamanan jaringan
                                6. Memberikan harga yang dapat terjangkau masyarakat
                                7. Melakuakn inovasi-inovasi produk yang berbeda dengan produk lainnya.
                                Return top