RSS
 

Adab Masuk Kamar Mandi dan WC

06 Jun

Berikut adab masuk kamar mandi dan wc yang bisa dipraktekkan sehari-hari:

1. Berdo’a Sebelum Masuk WC

WC dan yang sejenisnya adalah salah satu tempat yang dihuni oleh jin/setan. Maka sebagai seorang muslim sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala dari kejelekan makhluk setan tersebut. Nah, Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan do’a saat akan masuk WC:

Berikut ini adalah doa masuk kamar mandi

2. Mendahulukan Kaki Kiri Saat Masuk WC Dan Mendahulukan Kaki Kanan Saat Keluar

Dalam masalah ini tak terdapat hadits shahih yang secara khusus menyebutkan disukainya mendahulukan kaki kiri saat hendak masuk WC. Hanya saja terdapat hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyukai mendahulukan yang kanan pada setiap perkara yang baik.” (HR. Muslim). Nah, Oleh karena itu, beberapa dari ulama seperti Al-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau, Syarhu Shahih Muslim, dan juga Al-Imam Ibnu Daqiqil ‘Id menyebutkan disukainya seseorang yang masuk ke dalam WC dengan mendahulukan kaki kirinya dan saat keluar dengan mendahulukan kaki kanannya.

3. Tak Membawa Sesuatu Yang Terdapat Padanya Nama Allah

Segala apapun yang terdapat padanya nama Allah subhanahu wata’ala, atau terdapat padanya ayat Al-Qur’an, atau terdapat padanya nama yang disandarkan kepada salah satu dari nama Allah subhanahu wata’ala seperti Abdullah, Abdurrahman dan yang lainnya, maka Tak sepantasnya dimasukkan ke tempat buang hajat (WC). Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

4. Berhati-hati Dari Percikan Najis

Tak berhati-hati dari percikan kencing merupakan salah satu penyebab diadzabnya seseorang di alam kubur. Tetapi perkara ini sering disepelekan oleh kebanyakan orang. Suatu saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melalui dua kuburan, seraya beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh dua penghuni kubur ini sedang diadzab. Taklah keduanya diadzab melainkan karena menganggap sepele perkara besar. Adapun salah satunya, ia diadzab karena Tak menjaga dirinya dari kencing. Sedangkan yang lainnya, dia diadzab karena suka mengadu domba….” (HR. Al-Bukhari no. 216 dan Muslim no. 292)

5. Tak Menampakkan Aurat

Menutup aurat adalah perkara yang wajib lho dalam Islam abik itu laki-laki maupun perempuan. Nah, Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang hambanya menampakkan aurat di dalam keadaan apapun, termasuk saat buang hajat(BAB atau BAK), untuk menampakkan auratnya di hadapan orang lain. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila dua orang buang hajat, maka hendaklah keduanya saling menutup auratnya dari manusia yang lain dan janganlah keduanya saling berbincang-bincang. Sesungguhnya Allah sangat murka dengan perbuatan tersebut.” (HR. Ahmad dishahihkan Ibnus Sakan, Ibnul Qathan, dan Al-Albani, dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu)

6. Tak Beristinja’ dengan Tangan Kanan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang beristinja’ dengan tangan kanan sebagaimana sabda beliau shalallahu ‘alaihi wasallam: “Janganlah seseorang di antara kalian memegang kemaluan dengan tangan kanannya saat sedang kencing serta jangan pula cebok dengan tangan kanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Qotadah radhiallahu ‘anhu)

7. Boleh Bersuci dengan Batu (Istijmar)

Di antara bentuk kemudahan dari Allah subhanahu wata’ala adalah dengan diperbolehkannya bagi seseorang muslim untuk bersuci dengan menggunakan batu (istijmar). Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam buang hajat, kemudian beliau meminta kepadaku tiga batu untuk bersuci.” (HR. Al-Bukhari No. 156)

8. Larangan Beristinja’ dengan Tulang dan Kotoran Binatang

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang beristinja’ dengan tulang atau kotoran binatang, disamping keduanya merupakan benda yang Tak dapat menyucikan. Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah melarang beristinja’ dengan tulang dan kotoran binatang.” (HR. Muslim)

9. Tak Menghadap Atau Membelakangi Kiblat Saat Buang Hajat

Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini. Ada dari Sebagian ulama berpendapat dilarangnya buang hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat secara mutlak, baik itu di tempat terbuka ataupun di tempat tertutup. Inilah pendapat Ibnu Taimiyyah, Asy-Syaukani, Asy-Syaikh Al-Albani dan yang lainnya. Berdalil dengan hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila seseorang dari kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Akan tetapi hendaknya ia menyamping dari arah kiblat.” (HR. Al-Bukhari No. 394 dan Muslim No. 264)

10. Berdo’a Setelah Keluar WC

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan do’a yang dibaca saat keluar dari tempat buang hajat.

Artikel Lainnya: doa agar suami tunduk kepada istri

 
No Comments

Posted in Tips

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*