LALAPAN

December 26, 2011 in artikel by Andi Mudjianto

Ehmmm..
Siapa sih yang gak ngiler ngliat gambar ini?hahaha
Menyantap lalapan merupakan suatu kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan untuk menjadikan penambah nikmat dalam menyantap hidangan makan siang, hmm… sedep banget rasanya, apalagi pasangannya tuh sambal yang mantap dan ikan asin, maknyus-lah kalau kata Bondan Winarno mah he…..

Menjadikan lalapan sebagai pelengkap makan masih dalam ruang lingkup yang terbatas, hal ini disebabkan tidak semua orang dari berbagai kalangan menyukainya. Biasanya kebanyakan orang Sunda yang sangat menyukai lalapan, saya termasuk didalamnya karena lahir dan dibesarkan di Tatar Pasundan (Ya iyalah, masa ya iya dong he….) belajar menerapkan bahasa prokem nih. Tetapi, walaupun bukan orang sunda, banyak juga yang suka akan lalapan. Ada temen yang berasal dari daerah Gombong dan Lombok yang suka banget akan lalapan, tetapi ada juga teman dari dua daerah tersebut yang hampir tidak pernah mau menyentuh lalapan sama sekali saat makan siang bareng bersama.

Dibalik itu semua, ternyata kegemaran menyantap lalapan itu ada manfaatnya. Jadi, selain nikmat, lalapan juga banyak memberikan dampak yang baik bagi kesehatan. Berikut ini beberapa lalapan populer yang memiliki bonus sehat (kayak belanja ya, dapet bonus):

 

  • Mentimun. Memiliki kandungan air sampai 90 persen, sehingga dapat membantu menggelontor bakteri di sepanjang usus dan dinding kandung kemih serta mampu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal. Efek diuretiknya juga membantu memperlancar kencing. Kaya vitamin A, B1, B2, C, mineral kalsium, kalium, mangan, dan sulfur.
  • Kol. Kaya akan vitamin C dan E yang berperan sebagai antioksidan. Bau khas kol yang tajam berasal dari komponen sulfur yang disebut indol. Penelitian membuktikan bahwa indol berefek antikanker terutama mencegah kanker payudara. Jus kol mentah terbukti efektif mengobati sakit maag, radang tenggorokan, dan sariawan.
  • Labu siam. Banyak mengandung air, protein, lemak, kalsium, fosfor, dan besi. Labu siam dapat membantu proses penyembuhan gusi berdarah. Selain itu, menyantap labu siam yang dikukus atau direbus bisa menyembuhkan sariawan.
  • Kemangi. Kaya akan kandungan minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi, dan sulfur. Harum kemangi dapat menghilangkan bau badan. Selain itu juga punya efek menenangkan serta mengeluarkan gas dari dalam perut. Karena itu, kemangi baik dikonsumsi saat susah tidur. Daun kemangi juga bisa mengobati diare, sariawan, dan menghilangkan bau mulut.
  • Selada keriting. Dapat membantu mengurangi resiko kanker, katarak, stroke, anemia, dan meringankan insomnia.
TAPI……!!!!!!!!!!!!
Ditinjau dari gizinya, lalapan mentah memang mengandung unsur gizi lebih banyak dibanding lalapan matang. Namun, dari segi keamanannya, lalapan mentah beresiko terkontaminasi pestisida atau bakteri berbahaya.Menurut Prof.Dr.Ir. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB dalam bukunya Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan, residu pestisida seringkali masih tertinggal pada sayuran sampai beberapa hari setelah penyemprotan, terutama pada masa kemarau karena itu seharusnya petani tidak memanen sayuran sehabis disemprot pestisida.

Proses pencucian sayur yang tidak sempurna juga perlu diwaspadai. Pasalnya beberapa zat kimia dalam pestisida ada yang tidak bisa hilang meski dicuci. Oleh karena itu, cuci sayur dan buah dalam air mengalir. Khusus untuk lalapan mentah, untuk lebih amannya cuci lalapan dengan air matang agar terhindar dari bakteri penyebab infeksi.

Selain pestisida, waspadai pula kontaminasi bakteri berbahaya, terutama sayuran yang menjalar di permukaan tanah atau ketinggiaannya dekat dengan tanah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, para petani seringkali menggunakan pupuk organik berupa humus atau kotoran ternak (bahkan kotoran manusia).

Contoh bakteri patogen yang berasal dari tinja adalah Eschericia coli yang dapat menimbulkan diare, Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi penyebab demam tifus. Salmonella juga dapat menyebabkan gangguan perut, dengan gejala diare, sakit kepala, muntah-muntah, dan demam.

Beberapa jenis bahan pangan mengandung senyawa beracun alami, misalnya saponin pada kedelai, kacang tanah, bayam, dan asparagus, goitrogen (kol dan lobak), asam sianida (daun singkong), solanin (kentang), dan lain-lain. Senyawa beracun tersebut hanya dapat dihilangkan melalui proses pencucian dan pemasakan dengan suhu yang tepat.

Meski sejauh ini belum dilaporkan adanya kasus orang yang keracunan atau meninggal gara-gara mengonsumsi lalapan mentah, tapi tak ada salahnya kita lebih memerhatikan keamanan pangan yang dikonsumsi. Bila Anda termasuk pecinta lalapan, mungkin Anda bisa mulai menanam tanaman yang biasa dipakai untuk lalapan di halaman rumah atau dalam pot. Dengan demikian, kita tahu persis sayuran tersebut bebas dari pestisida dan kontaminasi bakteri atau tinja manusia.