Begitu banyak alasan mengapa saya mempelajari perilaku konsumen. Perilaku konsumen sangat ingin saya pelajari karena yang pertama saya pikirkan ketika membaca kata perilaku konsumen adalah bagaimana cara kita mempelajari perilaku konsumen dalam kehidupan ini. Akan sangat bermanfaat sekali jika kita memiliki kemampuan untuk melihat dan mempelajari perilaku konsumen di kehidupan ini, karena dengan begitu kita dapat secara tepat mengambil keputusan untuk langkah apa yang akan kita ambil. Inilah yang menjadi dasar mengapa saya ingin mempelajari perilaku konsumen.

Dalam perkuliahan S1 manajemen ini saya mengambil mayor pemasaran, jadi perilaku konsumen yang saya pelajari ini juga lebih berkaitan dengan pemasaran. Di era globalisasi seperti sekarang ini sudah tentu banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia ini, misalnya saja teknologi, produk−produk baru bermunculan dan mulai dilibatkan dalam aktivitas bisnis. Persaingan pun semakin seru, masuknya pendatang baru membawa angin segar dalam kompetisi produk. Ketika pengiklan dihadapkan dengan kenyataan yang ada, salah satu cara yang paling tepat adalah melakukan riset perilaku konsumen untuk menciptakan iklan yang efektif.

Untuk dapat melakukan proses strategi pemasaran lainnya pun, ternyata mengharuskan pemasar untuk memaham iterlebih dahulu konsumennya. Mereka harus mengakrabkan diri dengan cara berpikir konsumen dengan faktor-faktor yang memotivasi mereka dengan lingkungan dimana mereka hidup.

Kebutuhan dan keinginan para konsumen terus berubah. Agar berhasil, para pemasar perlu bersungguh-sungguh berupaya untuk menentukan kebutuhan konsumen mereka sekarang.

Perilaku konsumen menjadi dasar yang amat penting dalam pemasaran dan periklanan. Riset konstan terhadap perilaku konsumen dan faktor−faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian sangatlah penting.

Setiap pemasar berkewajiban untuk memahami konsumen untuk meraih kesuksesan dalam menjalankan bisnisnya. Tanpa mengenal konsumen, pemasar akan mendapatkan kesulitan yang akhirnya dapat menjauhkannya dari konsumen.

Jika konsumen sudah jauh dari bisnis yang dijalankan pemasar, menjadi pertanda bisnis yang sedang dijalanan dan dikembangkan akan berujung pada kegagalan.

Setidaknya terdapat 3 (tiga) hal yang wajib diketahui oleh pemasar atas konsumennya, yaitu :

• Mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen

• Mengetahui apa seleranya

• Bagaimana konsumen mengambil keputusan

 

Berikut adalah beberapa manfaat penting dalam mempelajari perilaku konsumen baik untuk sekarang dan masa datang, antara lain :

1. Analisis Konsumen sebagai Dasar Manajemen Pemasaran. Analisis ini akan membantu para manajer untuk :

a. Mendesain bauran pemasaran

b. Mensegmen pasar bisnis

c. Memposisikan dan mendirensiasikan produk

d. Melaksanakan analisis lingkungan

e. Mengembangkan studi riset pasar

2. Perilaku konsumen harus memainkan peranan yang penting dalam pengembangan kebijakan publik

3. Studi perilaku konsumen akan memungkinkan seseorang menjadi konsumen yang lebih efektif

4. Analisis konsumen memberikan pengetahuan menyeluruh tentang perilaku manusia

5. Studi perilaku konsumen juga memberikan tiga jenis informasi :

a. Orientasi Konsumen

b. Fakta-fakta tentang perilaku manusia

c. Teori-teori yang menjadi pedoman proses pemikiran

 

Ada juga ulasan yang menarik dan unik dalam mempelajari perilaku konsumen, yakni 9 customer behavior trends dalam cover story-nya. Tak disangkal, memahami perilaku konsumen di sebuah wilayah adalah mutlak bagi pemasar. Berikut adalah beberapa perilaku konsumen tersebut :

Pertama, I Hunt Deals. Konsumen Indonesia cenderung “berjuang mati-matian” dalam memperoleh produk yang harganya lebih murah, meskipun selisihnya mungkin cuma seribu perak. Konsumen juga pandai dalam menimbang-nimbang nilai lebih dari sebuah tawaran, meskipun produk yang dijual sama, tapi mereka rela memilih tempat yang memberikan benefit lebih.

Kedua, I dare to buy. Konsumen Indonesia sekarang lebih berani merogoh kocek lebih dalam untuk membeli apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Keberanian ini didasari oleh kepercayaan diri akan daya belinya selama 12 bulan ke depan. Tidak disangkal bahwa perekonomian nasional yang makin positif menunjang kebutuhan mereka. Selain itu, mereka lebih suka menjajal produk-produk baru.

Ketiga, I want it now! Konsumen sekarang ini tidak sabaran. Apa yang ia inginkan, sebisa mungkin harus mereka miliki secepat mungkin. Proses instan pun tak terelakkan. Tren serba cepat, serba mudah, dan terjangkau menjadi momentum di pasar Indonesia. Pemasar kudu menyadari hal ini.

Keempat, I do Care. Konsumen Indonesia tidak melulu menjadi mahkluk yang mengkonsumsi secara buta. Katakanlah, mahkluk hedonis! Namun, di tengah gempuran arus konsumerisme, orang Indonesia masih bisa memelihara jiwa sosialnya. Sebab itu, bila ada masalah yang sensitif menyinggung kehidupan sosial, konsumen Indonesia bangkit menunjukkan dukungannya.

Penjelasan diatas adalah ulasan pentingnya mempelajari perilaku konsumen. Apa saja yang perlu kita riset dari perilaku konsumen serta bagaimana meriset perilaku konsumen itu sendiri. Itulah mengapa saya sangat ingin mempelajari perilaku konsumen dalam studi saya di jurusan manajemen fakultas ekonomi dan bisnis universitas brawijaya malang. Andik2010.

 

Reference :

http://moebarak.wordpress.com/2009/03/06/

Majalah Marketeers edisi Maret 2012

 

Link :

http://nanangsuryadi.lecture.ac.id

http://blog.ub.ac.id/megafitrah/

http://blog.ub.ac.id/rizkamelia/

http://blog.ub.ac.id/danafitriana/

http://blog.ub.ac.id/kututtyo/

http://blog.ub.ac.id/diwasasripawitra/

http://blog.ub.ac.id/afifiraman/