Tulisan ini hanyalah sebuah cermin refleksi, apa yang ada di dalam hatiku, aku ungkapkan. Tak jauh dari duniaku, dunia pertanian, ingin mengungkapkan selaras dengan motto blog ini, Agriculture is Our Future.

Seperti yang saudara-saudara ketahui, Indonesia adalah negara agraris, yang mana sebagian besar sumber nadi kehidupan berasal dari pertanian. Hampir seluruh apa yang kita makan adalah berasal dari komoditas pertanian. Dan tak sedikit orang-orang yang bergelut di bidang pertanian menjadi orang yang sukses. Tak salah apabila sesungguhnya pertanian menjadi bidang  pengetahuan yang sangat dicari sampai saat ini. Dan tak bisa dipungkiri walaupun bidang pertanian juga banyak yang meremehkan.

“Emang mau jadi petani klo lulus ntar?”… “Ngapain masuk fakultas pertanian?”… “Mau jadi apa kamu kuliah di fakultas pertanian?”…

Kalian pasti tahu dan pernah mendengar statement-statement seperti itu. Suara-suara sumbang yang kadangkala membuat kita sebagai mahasiswa pertanian sakit hati mendengarnya. Mungkin suara-suara sumbang seperti itu datang dari orang-orang terdekat kita, misalnya orang tua yang kita pernah bilang kalau kita ingin masuk fakultas pertanian. Mungkin juga guru-guru kita yang pernah bertanya kepada kita mau kuliah di mana, saat kita masih SMA dulu. Mungkin juga dari teman-teman kita yang kuliah di fakultas lain. Terkadang pula, ketika kita benar-benar agak emosi, membalas suara-suara itu dengan kata-kata misalnya “Kamu kalau makan pake apa, pake nasi kan, nasi dari mana, dari pertanian kan?”….

Namun sesungguhnya tidak perlu membalas seperti itu, tak akan efektif. Janganlah kita membalas kata-kata dengan kata-kata pula tanpa bukti dari kita. Bukti di sini adalah parameter keberhasilan kita di bidang pertanian. Kita harus menunjukkan bahwa apa yang kita omongkan akan selaras dengan hasilnya kelak. Kita harus membuktikan dengan ilmu pertanian yang telah kita peroleh.

Saat-saat awal kita masuk kuliah pertama di fakultas pertanian, beberapa di antara kita pasti berpikir bahwa pertanian itu mudah. Namun seiring waktu berjalan, pasti kita menyadari kalau sesungguhnya pertanian itu kompleks, tidak melulu sawah saja, namun juga berkaitan dengan ekosistem, sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya. Banyak yang harus kita pelajari dari bidang pertanian. Dari situ juga kita bisa membayangkan bahwa profesi sebagai petani itu sangat tidak mudah. Kita tentu pernah membayangkan apabila misalnya kita menabur benih jagung pada lahan beberapa meter saja sudah lelah, apalagi petani yang lahannya berhektar-hektar.

Well, kita akan semakin tahu bahwa kita yakin dengan pilihan kita akan pertanian. Kita harus bangga dengan apa yang kita sandang sekarang, yaitu sebagai mahasiswa fakultas pertanian di universitas yang terkemuka. Jadikan suara-suara sumbang tadi sebagai tantangan dan pelecut semangat bagi kita. Kita harus mampu membuktikan kalau apa yang mereka suarakan adalah salah besar. Kita harus meyakini berkecimpung di bidang pertanian adalah tugas yang mulia kelak. Untuk kalian semua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, jadilah petani muda yang jaya!

Tani Joyo!