Archives

Categories

Hippobroma longiflora (L.) G.Don

╔═════════════════╗

Nama spesies: Hippobroma longiflora (L.) G.Don

Nama lokal: Tanaman Kitolod, Tanaman Korejat, Bunga Bintang, Kembang Jangar, Ki Tolod, Daun Tolod (Sunda), Kendali, Sangkobak (Jawa).

╚═════════════════╝

  1. Deskripsi:
    Kitolod merupakan tanaman berupa semak dan berbatang lurus yang berada diberbagai suku dan daerah dengan sebutan nama yang berbeda. Nama tanaman kitolod di daerah Melayu yaitu lidah payau, di Sunda dikenal dengan daun kitolod atau jarojet, di Jawa Tengah dikenal dengan kendal atau sangkobak, di Inggris dikenal Star of Betlehem, dan di China dikenal dengan tong ban cao (Dalimarta, 2008). Kitolod adalah tanaman herba menahun yang umumnya tumbuh pada pinggiran tembok yang lembab dan mempunyai sistem perakaran tunggang berwarna putih pucat (Gambar 1c). Batang herba berbetuk silindris dan sedikit ruas pada bagian batang muda (Gambar 1b). Bunga dan daun kitolod tunggal dengan daun berwarna hijau dan terdapat rambut halus di permukaan daun, ujung runcing, serta tepi daun berigi (Gambar 1a). Panjang daunnya berukuran sekitar 14 cm dengan lebar sekitar 3 cm. Kitolod termasuk tanaman liar yang umumnya dimanfaatkan sebagai tanaman obat (Steenis, 2006).Tanaman Kitolod merupakan terna tegak dan seringkali mulai bercabang pada pangkal batang dengan tinggi mencapai 20 – 60 cm (Gambar 1b), bergetah putih yang memiliki rasa tajam dan mengandung racun. Daunnya tunggal, duduk, berbentuk lanset, permukannya kasar, ujungnya meruncing, bagian pangkal menyempit, tepi melekuk ke dalam, bergigi hingga melekuk menyirip. Panjang daunnya 5-17 cm dengan lebar 2-3 cm. Bunga Kitolod tegak, tunggal dan berada dari ketiak daun, bertangkai panjang, dan mahkota berbentuk bintang berwarna putih. Buahnya berupa buah kotak berbentuk lonceng, merunduk, merekah menjadi dua ruang, serta berbiji banyak (Gambar 1g). Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji, stek batang ataupun anakan (Dalimartha, 2008).

    Gambar 1. Tanaman Kitolod (Hippobroma longiflora (L.) G.Don) (a) habitus, (b) tinggi tanaman, (c) akar, (d) daun, (e) bunga kuncup, (f) bunga rekah, (g) buah.

  2. Habitat dan Distribusi:
    Tanaman Kitolod berasal dari Hindia Barat dan dapat tumbuh liar di pinggir saluran air maupun sungai, pematang sawah, sekitar pagar, dan tempat-tempat lainnya yang lembab dan terbuka. Tanaman ini juga dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.000 m di atas permukaan laut. Tanaman tersebut dapat dijumpai pada daerah tropis seperti Hawaii, Karibia, Jamaika, dan di seluruh Indonesia, hingga sebagian di Amerika Utara. (Dalimarta, 2008).
  3. Kegunaan atau Peran:
    Suatu tanaman dapat digunakan sebagi antikanker yaitu apabila tanaman mengandung senyawa yang bersifat sitotoksik yang berarti toksik bagi sel kanker. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol daun dan bunga kitolod positif mengandung alkoloid, saonin flavonoida, dan tanin (Siregar, 2015). Daun kitolod mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoida, dan polifenol (Hariana, 2008). Ekstrak kitolod berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui analisis dengan menggunakan GC-MS mengandung komponen senyawa flavonoid eskuletin (Gambar 2a) sebanyak 3.64%, 4 etenil 2 metoksi fenol sebanyak 3.59%, alkaloid (xantosin pada Gambar 1b sebanyak 1.2%), dan saponin (Levoglukosan pada gambar 1c sebanyak 1.75%) (Siregar, 2015).

    Gambar 2. Struktur senyawa (a) Aeskuletin, (b) Xantosin, (c) Levoglukosan.

    Tanaman famili Campanulaceae mengandung senyawa alkaloid norlobelanidin (Gambar 3b), lobelanidin (Gambar 3c), dan isolobelanin (Gambar 3d) (Villegas dkk, 2014). Gambar 3 merupakan struktur senyawa alkaloid yang terkandung dalam tanaman Lobelia polyphylla yang merupakan satu famili dengan tanaman kitolod, yaitu famili Campanulaceae. Daun dan bunga Kitolod dapat digunakan dalam bentuk tumbukan, perasan, seduhan, rebusan yang berguna sebagai obat glaukoma pada mata, katarak, sakit gigi, asma, bronchitis, radang tenggorokan, luka, sifilis, asma, antivirus dan obat kanker. Hal tersebut dikarenakan mengandung zat bioaktif seperti senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin (Dalimarta, 2008). Zat bioaktif yaitu zat yang termasuk metabolit sekunder bersifat aktif secara biologis. Aktifitasnya meliputi sebagai antimikroba seperti bakter, khamir, dan kapang yang dapat digunakan dalam industri pangan serta farmasi (Heyne, 1987). Daun kitolod juga memiliki aktivitas sebagai anti bakteri pada pasien penderita konjugtivitis. Bakteri yang dapat berhasil diisolasi teridentifikasi sebagai Stapylococcus hominis (Ismailova, 2008) dan Staphylococcus aureus (Safitri dkk, 2009). Ekstrak seduhan dari daun kitolod mempunyai aktivitas antibakteri lebih besar apabila dibandingkan ekstrak refluks daun kitolodnya (Ismailova, 2008).

    Gambar 3. Struktur senyawa (a) Lobelin, (b) Norlobelanidin, (c) Lobelanidin, (d) Isolobelanin.

  4. Klasifikasi (ITIS Species, 2020):
    Kingdom          : Plantae
    Divisio              : Spermatophyta
    Sub Divisio      : Angiospermae
    Classis              : Dicotyledoneae
    Sub Classis      : Sympetalae
    Ordo                 : Asterales
    Family              : Campanulaceae
    Genus               : Hippobroma
    Species             : Hippobroma longiflora (L.) G.Don
    Sinonim           :
    Isotoma longiflora (L.) C.Presl (synonym)
    Isotoma longiflora var. runcinata (Hassk.) Panigrahi, P.Daniel & M.V.Viswan. (synonym)
    Isotoma runcinata Hassk. (synonym)
    Laurentia longiflora (L.) Peterm. (synonym)
    Laurentia longiflora var. runcinata (Hassk.) E.Wimm. (synonym)
    Lobelia longiflora L. (synonym)
    Rapuntium longiflorum (L.) Mill. (synonym)
    Solenopsis longiflora (L.) M.R.Almeida (synonym)
  5. Referensi:
    Dalimartha, S. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 5. Pustaka Bunda. Jakarta.Hariana, A. 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Cetakan ke-5. Penebar Swadaya. Jakarta.Ismailova, M. 2008. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air Daun Kitolod (Laurentia longiflora (L.)Peterm.) Terhadap Bakteri yang Diisolasi dari Pasien Penderita Konjungtivitis. Institut Teknologi Bandung. Bandung.ITIS Species. 2020. Hippobroma longiflora (L.) G.Don.Safitri, I., Yulis, I.M. and Dasni, H. 2009. Isolasi dan Uji Aktifitas Antimikroba Ekstrak Metanol Bunga, Batang dan Daun Sapu Jagad (Isotoma Longiflora (L) Presl.) terhadap Staphylococcus Aureus. Jik. 3(1): 20–23.

    Siregar, R.M. 2015. Antibacterial Activity of Kitolod (Laurentia longiflora (L). Peterm) Leaf and Flower Extact Against Several Conjunctivity Causing Bacteria. Bogor Agricultural University. 1 (L): 8.

    Steenis, V. 2006. Flora Cetakan Kelima. PT. Pradya Paramita. Jakarta.

    Villegas, A., Espinoza, J. and Urzua, A. 2014. Piperidine alkaloids from Lobelia  polyphylla Hook. & Arn. (Campanulaceae). Boletín Latinoamericano y del Caribe de Plantas Medicinales y Aromáticas. 13(2): 205–212.

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!