Analisis Masa Pemerintahan Indonesia Menggunakan Indikator Makro Tahun 1966 – 2019

November 24th, 2019

Analisis Masa Pemerintahan Indonesia

Menggunakan Indikator Makro

Tahun 1966 – 2019

 

Sebelum masuk dalam analisis masa pemerintahan beberap Indonesia, maka adanya analisis di bawah ini melihat bagaimana hasil kerja dari beberapa presiden Indonesia mulai dari presiden Soeharto hingga presiden Joko Widodo. Maka dari analisis di bawah ini bertujuan untuk melihat sistem pemerintahan dan kelembagaan yang ada pada masa pemerintahan tersebut, dikatakan baik atau buruk berdasarkan data yang sudah di dapatkan. Berikut ini hasil analisis dari masing masing masa pemerintahan presiden Indonesia.

  1. Soeharto ( 12 Maret 1967 – 21 Mei 1998)

Dalam bentuk perubahan (%)

1996 1997 1998
Inflasi 6.50 11.10 77.6
PDRB riil 7.8 4.9 -13.7
Tingkat Pengangguran 4.9 4.3 5.1
Transaksi berjalan -8.1 -1.7 4.2
Cadangan devisa 19.9 13.2 15.8
Nilai tukar (Rp) 2.419 8.325 8.685

 

Dari tabel di atas maka dapat dikatakan bahwa :

  • Pada tabel inflasi terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 1997 hingga tahun 1998 sebesar 66.5% di mana peningkatan dalam inflasi terjadi timbul dari beberapa permasalahan yaitu adanya efek ketidakseimbangan neraca yang terjadi berbagai sector usaha termasuk perbankan di mana terjadi ketidakseimbangan sector moneter maupun fiscal, selain itu adanya masalah kelembagan di mana pemerintah Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi kepada utang luar negeri khususnya yang berjangka pendek, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap perekonomian juga menurun
  • Pada tabel pdrb riil terjadi penurunan yang sangat signifikan hingga mencapai angka -13.7 yang dapat diartikan bahwa perekonomian Indonesia mengalai penurunan setiap tahunnya sehingga dikatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi buruk
  • Tingkat pengangguran di atas juga setiap tahunnya mengalami peningkatan hal ini merupakan dampak lanjutan dari runtuhnya perusahaan – perusahaan karena perekonmian Indoesia yang mengalami krisis sehingga terjadi PHK
  • Transkasi berjalan menglami peningkatan dalam hal ini pertumbuhan impor lebih rnedah daripada ekspor
  • Cadangan devisa menunjukkan penurunan di setiap tahunnya hal ini disebabkan oleh krisi moneter yang terjadi dan akan memberikan dampak penurunan pembiayaan impor dan penurunan pembayaran kewajiban luar negeri
  • Nilai tukar Indonesia terhadap dollar dalam tabel yang mengalami peningkatan mengakibatkan terjadinya keruntuhan pada pasar uang, pasar modal dan bak – bank nasional mengalami kesulitan
  • Dikatakn bahwa sistem pemerintahan pada Soeharto kurang baik, hal ini terlihat ari kurangnya pengawasan dan sistem kelembagaan pada masa pemerintahan tersebut. Meskipun sitem yang diberikan oleh bapak Soeharto sudah sangat kompleks akan tetapi harus didukung dengan kelembagaan yang tepat

 

  1. Habibie ( 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999)

Dalam bentuk perubahan (%)

1998 1999
Inflasi 77.6 2.01
PDRB riil -13.7 0.8
Tingkat Pengangguran 5.1 6.4
Transaksi berjalan 4.2 4.1
Cadangan devisa 15.8 16.4
Nilai tukar (Rp) 8.685 7.850

 

Dari tabel di atas maka dapat dikatakan bahwa :

  • Pada tabel inflasi terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 1998 hingga tahun 1999 sebesar 75.59% di mana penuruna dalam inflasi terjadi karena ada beberapa penyelesaian permasalahan diantarnya yaitu penyempurnaan kelembagaan, perbaikan undang – undang selain itu juga melakukan stabilitas harga dan nilai tukar, restrukturisasi perbankan serta penyelesaian terkait hutang dalam dan luar negeri
  • Pada tabel pdrb riil terjadi peningkatan yang sangat signifikan hingga mencapai angka 0.8 yang dapat diartikan bahwa perekonomian Indonesia mengalai peningkatan setiap tahunnya sehingga dikatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi meningkat
  • Tingkat pengangguran di atas juga setiap tahunnya mengalami peningkatan hal ini merupakan dampak lanjutan dari perusahaan yang masih tidak dapat mengontrol perusahaan terkait permasalahan krisis moneter tahun 1998
  • Transkasi berjalan menglami penurunan dalam hal ini pertumbuhan impor lebih tinggi daripada ekspor
  • Cadangan devisa menunjukkan peningkatan di setiap tahunnya hal ini memberikan dampak bahwa meningkatkan negara untuk dapat memenuhi biaya impor dan meningkatkan pembayaran kewajiban luar negeri
  • Nilai tukar Indonesia terhadap dollar dalam tabel yang mengalami penurunan menunjukkan bahwa terjadi perbaikan dalam pasar modal, pasar uang maupun bank bank nasional
  • Dikatakan bahwa pada sistem pemerintahan BJ Habibie banyak memberikan pengaruh yang signifikan hal ini dapat dilihat dari penurunan inflasi yang sangat signifikan, akan tetapi pada masa pemerintahan beliau hanya menjabat selama satu tahun hal ini terjadi karena salah satunya BJ Habibei memberikan pada Timor Timur (Timor Leste) utuk memilih merdeka atau tetpa menjadi bagian dari Indonesia. Hal ini mengakibatkan BJ Habibie dilengserkan

 

  1. Abdurrahman Wahid ( 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001 )

Dalam bentuk perubahan (%)

1999 2000 2001
Inflasi 2.01 9.35 12.55
PDRB riil 0.8 4.8 3.3
Tingkat Pengangguran 6.4 6.1 8.1
Transaksi berjalan 4.1 5.0 3.4
Cadangan devisa 16.4 17.8 5.9
Nilai tukar (Rp) 7.850 8.400 10.255

 

Dari tabel di atas maka dapat dikatakan bahwa :

  • Pada tabel inflasi terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 1999 hingga tahun 2001 di mana penuruna dalam inflasi terjadi karena melemahnya transaksi dari kinerja ekspor
  • Pada tabel pdrb riil terjadi peningkatan yang sangat signifikan hingga mencapai angka 3.3 yang dapat diartikan bahwa perekonomian Indonesia mengalai peningkatan setiap tahunnya sehingga dikatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi meningkat
  • Tingkat pengangguran di atas juga setiap tahunnya mengalami peningkatan hal ini merupakan dampak meberuknya kondisi ekonomi
  • Transkasi berjalan menglami penurunan dalam hal ini pertumbuhan impor lebih tinggi daripada ekspor
  • Cadangan devisa menunjukkan penuruna setiap tahunnya hal ini mengakibatkan menurunnya kemampuan pemerintah untuk melakukan pembiayaan impor dan pembayaran kewajiban luar negerei
  • Nilai tukar Indonesia terhadap dollar dalam tabel yang mengalami peningkatan menunjukkan bahwa terjadi permasalahan yang diiiringi dngan volatilotas yang meningkat
  • Dikatakan bahwa pada sistem pemerintahan Abdurrahman Wahid jika melihat pada data terjadi penurunan terhadap perekonomian akan tetapi hal tersebut diimbangi dengan adanya peneguhan prinsip – prinsip dasar toleransi, adanya jaminan hak – hak buruh dan adanya persamaan hak melalui perlindungan hak minoritas serta pengentasan kemiskinan, pada sistem pemerintahan Abdurrhman wahid sudah lebih baik dari sebelumnya

 

  1. Megawati Soekarnoputri (23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004)

Dalam bentuk perubahan (%)

2001 2002 2003 2004
Inflasi 12.55 10.03 5.06 6.4
PDRB riil 3.3 3.7 4.1 5.1
Tingkat Pengangguran 8.1 9.3 9.8 10.32
Transaksi berjalan 4.7 4.5 3.8 1.2
Cadangan devisa 5.9 6.6 7.1 5.6
Nilai tukar (Rp) 10.255 9.316 8.572 8.940

 

Dari tabel di atas maka dapat dikatakan bahwa :

  • Pada tabel inflasi terjadi penurunan dari tahun 2001 sebesar 2004 di mana penurunan disebabkan adanya peningkatan investasi dari swasta
  • Pada tabel pdrb riil terjadi peningkatan yang sangat signifikan hingga mencapai angka 5.1 yang dapat diartikan bahwa perekonomian Indonesia mengalai peningkatan setiap tahunnya sehingga dikatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi meningkat
  • Tingkat pengangguran di atas juga setiap tahunnya mengalami peningkatan hal ini merupakan adanya permasalahan kelembagaan daam tatanan pemerintah
  • Transkasi berjalan menglami penurunan dalam hal ini pertumbuhan impor lebih tinggi daripada ekspor, di mana disebabkan karena adanya peningkatan investasi domestic yang menyebabkan impor meningkat
  • Cadangan devisa menunjukkan stabil tidak menigkatn ataupun turun secara signifikan di setiap tahunnya hal ini memberikan dampak bahwa meningkatkan negara untuk dapat memenuhi biaya impor dan meningkatkan pembayaran kewajiban luar negeri
  • Nilai tukar Indonesia terhadap dollar dalam tabel yang mengalami penurunan menunjukkan bahwa perekonomian Inonesia berada pada kondisi stabil di mana banyakya investasi yang masuk
  • Dikatakan bahwa pada sistem pemerintahan Megawati Soekarnoputri mengalami peningkatan dengan data yang dihasilkan di atas akan tetapi terjadi beberapa permasalahan di dalamnya di mana adanay pengaturan kelembagaan yang tidak tepat sehimgga dengan adanya peningkatn pertumbuhan ekonomi seharusnya diimbangi dengan menurunnya tigkat pegangguran akan tetapi hal ini tidak terjadi pada masa pemerintahan Megawati di mana tingkat pengangguran mengalami peningkatan

 

  1. Susilo Bambang Yudhoyono (20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2014)

Dalam bentuk perubahan (%)

2004 2005 2006 2007 2008
Inflasi 6.4 17.11 6.6 5.61 11.06
PDRB riil 5.1 5.6 5.5 6.3 6.1
Tingkat Pengangguran 10.32 10.84 10.3 9.11 8.39
Transaksi berjalan 1.2 1.1 2.6 2.5 1.26
Cadangan devisa 5.6 4.4 4.5 5.7 1.945
Nilai tukar (RP) 8.940 9.713 9.167 9.419 10.950

 

2009 2010 2011 2012 2013
Inflasi 2.78 6.96 5.4 4.3 8.4
PDRB riil 4.7 6.2 6.5 6.0 5.6
Tingkat Pengangguran 7.87 7.14 7.48 6.13 6.17
Transaksi berjalan 1.02 0.9 0.6 -2.66 -3.19
Cadangan devisa -12.506 -30.3 -22.3 -3.176 7.325
Nilai tukar 9.400 9.087 9.068 9.670 12.189

 

Dari tabel di atas maka dapat dikatakan bahwa :

  • Pada tabel inflasi terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 2004 hingga tahun 2005 sebesar 10.71% hal ini dikarenakan adanya peningkatan dalam biaya produksi
  • Pada tabel pdrb riil terjadi peningkatan setiap tahunnya yang dapat diartikan bahwa perekonomian Indonesia mengalai peningkatan setiap tahunnya sehingga dikatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi meningkat
  • Tingkat pengangguran di atas juga setiap tahunnya mengalami penurunan hal ini dikarenakan perekonomian yang tinggi maka tersedianya lapangan pekerjaan dari perusahaan – perusahaan swasta
  • Transkasi berjalan menglami penurunan dalam hal ini pertumbuhan impor lebih tinggi daripada ekspor, di mana dalam hal ini ekpsor Indonesia mengalami penurunan yang disebabkan menurunnya produksi
  • Cadangan devisa menunjukkan peningkatan di setiap tahunnya hal ini memberikan dampak bahwa meningkatkan negara untuk dapat memenuhi biaya impor dan meningkatkan pembayaran kewajiban luar negeri
  • Nilai tukar Indonesia terhadap dollar dalam tabel yang mengalami peningkatan mengakibatka perusahaan – perusahaan mengalami kesulian dalam menjlankan perusahaan
  • Dikatakan bahwa pada sistem pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dikataka bhawa kelembagaan menglami peningkatan di mana dalam hal ini terliat dari perekonomian yang menngkat meskipun rupiah terdepresiasi yang aka berdampak pada perusahaan perusahaan, selain itu pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dipercayai oleh rakyat hingga menjabat dua kali dengan pencapaiannya

 

  1. Joko Widodo (20 Oktober 2014 – 20 Oktober sekarang )

Dalam bentuk perubahan (%)

2014 2015 2016 2017 2018 2019
Inflasi 8.4 3.4 3.0 3.6 3.13 3.16
PDRB riil 5.0 4.9 5.0 5.1 5.17 0
Tingkat Pengangguran 10.32 5.5 5.33 5.13 5.01
Transaksi berjalan -3.09 -2.04 -1.82 -1.59 -2.98 -3.0
Cadangan devisa -2.41 -5.089 -4.505 -9.74 -5.4 -2.4
Nilai tukar 12.440 13.795 13.436 13.548 14.481 14.008

 

Dari tabel di atas maka dapat dikatakan bahwa :

  • Pada tabel inflasi terjadi penurunan tahun 2014 hingga tahun 2019 sebesar di mana penuruna dalam inflasi terjadi karena peningkatan pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan pada pdrb
  • Pada tabel pdrb riil terjadi peningkatan yang sangat signifikan yang dapat diartikan bahwa perekonomian Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga dikatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi meningkat yang berakibat pada investasi dan inflasi
  • Tingkat pengangguran di atas juga setiap tahunnya mengalami penurunan hal ini terjadi karena adanya investasi yang masuk dengan penambahan lapangan pekerjaan sehingga mengurangi pengangguran
  • Transkasi berjalan dapat dikatakan mengalami peningkatan dalam hal ini pertumbuhan impor lebih tinggi daripada ekspor
  • Cadangan devisa menunjukkan penurunan hal ini memberikan dampak bahwa kammpuan negara untuk dapat memenuhi biaya impor dan pembayaran kewajiban luar negeri menurun
  • Nilai tukar Indonesia terhadap dollar dalam tabel yang mengalami peningkatan hal ini juga dikaibatkan karena adanya perang dagang antara AS dan China
  • Dikatakan bahwa pada sistem pemerintahan Jokowi sistem kelembagan masih kurang hal ini dapat dilihat dari angka angka pada data di atas masih naik turun, meskipun begitu inflais juga dapat di atasi akan tetapi nilai rupiah mengalami depresiasi

 

  • Kesimpulan :

Dalam hal ini dikatakn pada masa pemerintahan masing – masing presiden memiliki kekurangan dan kelebihan. Setiap presiden Indonesia memiliki ciri khas dan konsentrasi masing masing untuk permaslahan yang lebih diprioritaskan dalam penyelesaiaanya. Menurut saya, dari beberpa presiden yang telah dan sedang menjabat di Indonesia yang terbaik adalah masa pemerintaha Soeharto, hal ini dikarenakan beliau masih bisa menjaga nilai tukar meksipun terdepresiasi tetapi tidak signifikan, akan tetapi beliau juga sangat memperhatikan rakyat dan tingakt ekspor Indonesia pada masa pemerintahan beliau sangat tinggi.

Akan tetapi, juga memiliki kekurangan yaitu terjadinya krisis moneter dan Soeharto diturunkan paksa oleh beberapa oknum setelah menjabat kurang lebih 32 tahun. Beliau bisa menjadikan Indonesia swasembada pangan dan banya rakyat Indoensia hingga saat ini masih mengingat perjuangan beliau dan pencapaian beliau yang telah diberikan kepada ralyat Indonesia.

 

Sumber:

  • BPS
  • BI
  • lokadata.id
  • detik.com
  • kompas.com
  • databoks.co.id