browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Upaya untuk Mewujudkan GREEN CITY di Indonesia

Posted by on 27 June 2014

Indonesia's future          Indonesia merupakan negara dengan penduduk hingga lebih dari 5 juta jiwa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di antara seluruh pulau yang ada, pulau Jawa merupakan pulau dengan penduduk terpadat. Penyebaran penduduk di Indonesia memang belum merata. Transmigrasi seolah hanya wacana yang memang harusnya diberlakukan secara terintegrasi. Memang beberapa kali Indonesia melaksanakan pemerataan penduduk, tetapi hingga detik ini penduduk belum juga rata, bahkan terpusat di Ibu Kota Jakarta. Berbondong-bondong manusia mengadu nasib, berharap bisa mendapatkan uang lebih banyak dari yang ia pernah dapatkan di desanya dahulu. Alhasil karena mereka kebanyakan tidak memiliki sanak saudara yang telah memiliki rumah, maka mereka lebih suka mendirikan gubuk di pinggir sungai atau di bawah jembatan. Hanya dengan beralaskan tanah, berdindingkan triplek atau bekas banner dan beratapkan seng atau bahkan terpal mereka hidup dan menjalankan aktivitas mereka sehari-hari.

          Indonesia merupakan negara dengan penduduk hingga lebih dari 5 juta jiwa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di antara seluruh pulau yang ada, pulau Jawa merupakan pulau dengan penduduk terpadat. Penyebaran penduduk di Indonesia memang belum merata. Transmigrasi seolah hanya wacana yang memang harusnya diberlakukan secara terintegrasi. Memang beberapa kali Indonesia melaksanakan pemerataan penduduk, tetapi hingga detik ini penduduk belum juga rata, bahkan terpusat di Ibu Kota Jakarta. Berbondong-bondong manusia mengadu nasib, berharap bisa mendapatkan uang lebih banyak dari yang ia pernah dapatkan di desanya dahulu. Alhasil karena mereka kebanyakan tidak memiliki sanak saudara yang telah memiliki rumah, maka mereka lebih suka mendirikan gubuk di pinggir sungai atau di bawah jembatan. Hanya dengan beralaskan tanah, berdindingkan triplek atau bekas banner dan beratapkan seng atau bahkan terpal mereka hidup dan menjalankan aktivitas mereka sehari-hari.

Permasalahan bermunculan bukan hanya estetika kota yang menurun, melainkan limbah rumah tangga yang mereka buang langsung ke sungai telah mencemari sungai tersebut hingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan warna air yang berubah menjadi hitam. Hingga cacing merah (tubifex) bermunculan di air sungai. Seperti yang telah kita ketahui bahwa cacing tubifex adalah indikator pencemaran air yang disebabkan oleh limbah domestik, dimana pencemaran ini telah melebihi batas.

Terlepas dari itu semua, maka sudah sepatutnya pemerintah menjalankan program transmigrasi sehingga penyebaran penduduk dapat merata. Tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah pemerintah harus menyediakan rumah dan pekerjaan bagi mereka yang dimigrasikan. Tak hanya itu, pemerintah juga harus menyiapkan anggaran pembangunan dan pendidikan untuk penduduk daerah yang akan dihuni tersebut. Harapannya setelah penduduk menjadi rata, pemerintah tidak lagi menganakemaskan salah satu daerah saja. Sehingga tercipta pemerataan pembangunan, pendidikan, dan kesejahteraan. Transmigrasi akan menjadi awal yang baik menuju Indonesia Hijau.

Untuk mewujudkan kota-kota di Indonesia menjadi ‘green city’ ada beberapa upaya yang perlu diterapkan, di antaranya: pengelolaan air bersih, pengelolaan pembuangan limbah cair, pengelolaan pembuangan sampah, pengelolaan pengaturan sungai, pengelolaan taman, green zone, dan hutan kota, pengelolaan tata kota dan pemukiman, pengelolaan transportation and pedestrian track serta upaya teknologi bersih dan green production pada seluruh industri yang terintegrasi.

Pengelolaan air bersih yang terintegrasi, pemerintah daerah di Indonesia telah membentuk suatu badan dengan dengan nama PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Apakah air yang diolah dan didistribusikan dari PDAM ke masyarakat telah layak untuk langsung diminum? Bagi saya, belum layak. Mengapa? Karena yang saya temukan, air PDAM ini terkadang berbau kaporit atau agak terlihat sedikit keruh, bahkan di beberapa tempat kos teman saya, air PDAM tersebut membawa beberapa cacing kecil merah. Kasus ini bisa terjadi mungkin karena terjadi kebocoran pipa, atau korosi mikrobial. Seharusnya pengelolaan air dan pengawasannya harus lebih diperhatikan. Sebelum didistribusikan, sebaiknya air harus memenuhi persyaratan air minum.

Pengelolaan pembuangan limbah cair dan pengelolaan pengaturan sungai yang terintegrasi, eco green city concept menghendaki pemisahan antara limbah cair dengan air sungai. Ada istilah sewage dan drainage, dimana sewage       IPAL communal, serta drainage               untuk aliran air sungai yang berasal dari pegunungan dan air hujan yang titik akhirnya adalah laut. Sehingga kita tidak akan menjumpai sungai yang penuh sepanjang tahun, ada kalanya air sungai sedikit-kering saat musim kemarau dan ada kalanya penuh saat musim penghujan. Adapun mengenai limbah cair nantinya diolah dengan teknologi ‘waste and water threatment’ yang outputnya adalah air bersih yang dapat digunakan kembali.

Pengelolaan sampah yang terintegrasi, pemisahan jenis sampah saat membuangnya ke tempat sampah merupakan salah satu konsep yang baik. Sampah kita klasifikasikan ke dalam empat jenis, yaitu sampah organik, sampah kaca, sampah logam, dan sampah plastik. Lalu seluruh daerah di Indonesia menyeragamkan waktu akhir pembuangan sampah di TPA dan menetapkan denda bagi siapa saja yang melanggarnya. Dendanya jangan tanggung-tanggung. Sampah ini akhirnya dapat ditindaklanjuti sesuai dengan teknologi yang ada. Selain pemisahan sampah, hal yang bisa kita lakukan sebagai warga negara adalah menerapkan konsep 4R (reuse, reduce, recycle, dan recover). Plastik atau botol kaca bekas dapat kita gunakan kembali untuk menghindari pemborosan, contohnya saat kita akan berangkat untuk berbelanja di super market, kita dapat membawa plastik yang bulan lalu kita dapatkan dari super market tersebut, botol kaca bekas sirup juga kita dapat manfaatkan sebagai wadah air minum yang kita simpan di lemari pendingin.

Pengelolaan taman, green zone, dan hutan kota, pemerintah harus menganggarkan dana untuk pembuatan taman, green zone dan hutan kota, dengan begitu setiap daerah memiliki pemfiksasi O2 alami. Tak lupa sebagai warga negara yang baik sepatutnya kita menjaga keindahan dan kebersihan ketiga aset tersebut.

Pengelolaan tata kota dan pemukiman, seperti yang telah dipaparkan di awal, bahwa perlu adanya transmigrasi sebagai upaya pemerataan penduduk. Selain itu, perlu perencanaan tata kota, dimana terdapat pembagian kawasan, ada kawasan industri, kawasan pemukiman, dan kawasan pertanian. Semuanya harus diatur dengan melihat beberapa aspek terutama lingkungan.

Pengelolaan transportation and pedestrian track, seperti yang kita ketahui bahwa mayoritas kota di Indonesia tidak menerapkan pemisahan jalur untuk transportasi umum, kendaraan pribadi dan sepeda. Bahkan trotoar (untuk pejalan kaki) saja hanya terdapat pada jalan utama. Alangkah tertata dan indahnya kota-kota di negara kita ini jika kita menyediakan jalan khusus transportasi umum, jalan khusus kendaraan pribadi dan jalan khusus yang terpisah untuk pesepeda dan pesepatu roda . Apalagi jika ada trotoar dan jalan yang khusus untuk pengguna kursi roda. Lalu dibuat zebra cross atau jembatan penyebrangan pada setiap pertigaan dan perempatan jalan. Saya jamin semua warga negara ini akan merasa aman dan tentram. Tak cukup itu saja, pemberhentian transportasi umum pun tidak boleh seenaknya, melainkan harus berhenti tepat di halte, bukan di tempat lain.

Penerapan green production dan teknologi bersih di seluruh industri, pasti ada yang bertanya-tanya tentang apa itu green production dan/ teknologi bersih? Green production adalah upaya untuk menjadikan proses industri yang ramah lingkungan, seperti upaya daur ulang dan pengurangan sumber pencemar. Sedangkan teknologi bersih adalah semua produk, jasa, dan proses yang mendayagunakan bahan ramah lngkungan dan sumber energi terbarukan, mampu mengurangi penggunaan sumber daya alam secara drastis, dan mengurangi atau mengeliminasi emisi gas dan sampah.

Teknologi yang mungkin bisa membantu mewujudkan ‘Indonesia Green Country’. Saya pernah berfikir bagaimana jika kita membuat alat yang dapat menyedot sampah plastik yang ada di laut? Prinsipnya bisa menggunakan pemrograman visual basic, saya pikir dengan memasukan data sifat-sifat plastik ke dalam program yang saya buat dan memasang sensor pendetek, maka sensor ini akan mengenali plastik tersebut dan akhirnya muncul perintah dari sensor pendetek untuk mengaktifkan alat penyedot tersebut dengan kecepatan rendah dan akhirnya plastik masuk ke dalam storage yang ada sebagai penampung sampah plastik dengan kapasitas kecil terlebih dahulu. Baru kemudian sampah yang terkumpul di storage didegradasi dengan bantuan mikroba seperti Pseudomonas, Bacillus atau mikroba pendegradasi plastik lainnya. Jika memang ini berhasil, maka akan dilakukan pengembangan alat dan pengujian terus menerus hingga alat ini bisa secepatnya digunakan di bumi Indonesia ini. Karena tidak sedikit sampah plastik yang termakan oleh satwa laut dan membuatnya mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*