IKLAN MEDIA CETAK

2013
05.16

Marcom lifebuoy

DAFTAR TARIF IKLAN TV, MEDIA CETAK, DAN RADIO

2013
04.03

TARIF IKLAN TV

 

  1. Karakteristik Stasiun Televisi

Stasiun televisi yang menyiarkan khusus berita, Olahraga, Musik, atau film akan lebih menguntungkan advertiser, karena mereka bisa memilih stasiun tv yang sesuai dengan market. Untuk stasiun yang ber-rating tinggi, maka mematok biaya iklan tv cukup besar, sekitar 10 juta hingga 15 juta rupiah per 15 hingga 30 detik penayangan. Beda lagi tarif untuk tv lokal, biaya iklan tv hanya berkisar 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per spot atau sekali tayang dengan durasi sekitar 30 detik.

 

  1. Rating Program Acara

Semakin tinggi sebuah rating acara, maka semakin mahal biaya yang dibandrol untuk iklan tv, contohnya acara Termehek-mehek di Trans TV mematok harga iklan Rp 5,5 juta per slot durasi 30 detik.

 

  1. Jenis Penyiaran Acara

Untuk acara yang disiarkan secara tunda atau langsung juga terdapat perbedaan dalam biaya iklan tv yang dipasang. Untuk siaran langsung, harga yang dipatok lebih mahal dibandingkan siaran tunda.

 

  1. Jam Penayangan

Pada trafik penonton yang ramai akan dipasang biaya iklan tv yang lebih mahal dibandingkan jam tayang yang diperkirakan tidak ramai penonton. Seputar Indonesia Pagi RCTI mematok Rp 8 juta, untuk Petang Rp 16 juta, sementara malam hanya Rp 5 juta.

  1. Peletakan Iklan

Letak antara iklan dan program acara juga mempengaruhi harga. Iklan yang diputar setelah program acara berlangsung akan dianggap sebagai posisi pasang iklan yang paling strategis sehingga dipasang harga lebih mahal dibandingkan iklan yang dipasang di antara iklan lain. Hal ini berkaitan dengan penonton yang suka mengganti chanel siaran ketika iklan berlangsung.
Apabila dikalkulasikan, maka rata-rata tarif iklan tv terbagi dalam dua jenis, tarif murah berkisar 50 ribu hingga 350 ribu rupiah per spot (durasi 15-30 detik) dan tarif mahal berkisar 6 juta hingga 16 juta rupiah per spot (durasi 15-30 detik).

 

TARIF IKLAN KOMPAS

  1. Pasang iklan kompas regular
    1. Display*
  • BW, Min. 40 mmk : Rp 117.000, -/ mmk
  • FC, Min. 810 mmk : Rp 161.500, -/ mmk
  • FC, Hal 3 ( KK) min 1.890 mmk: Rp 219.000, -/ mmk
  • FC, Hal 5 ( KK) min 810 mmk: Rp 215.000, -/ mmk
  1. Banner Halaman 1 ( per insersi)
  • FC, 7 x 50 mmk : Rp 226.000.000,
  • 7 x 70 mmk : Rp 293.000.000,
  • 7 x 100 mmk : Rp 395.000.000, -
  1. Advertorial dan korporatorial ( per mmk)
  • BW, Min. 810 mmk : Rp 120.000, -/ mmk
  • FC, Min. 810 mmk : Rp 164.500, -/ mmk
  1. Liputan Khusus/Inspiratorial (per mmk)
  • Halaman Utama FC, 7 x 135 mmk : Rp 164.000,-/mmk
  • Display BW, Min. 810 mmk: Rp 107.000,-/mmk
    FC, Min. 810 mmk : Rp 149.000,-/mmk
  • Advertorial BW, Min. 810 mmk: Rp110.000,-/mmk
    FC, Min. 810 mmk : Rp 152.000,-/mmk
  1. Prospektus/ RUPS/ Laporan Keuangan/ IPO ( per mmk)
  • BW, Min. 40 mmk : Rp 65.000, -/ mmk
  • FC, Min. 810 mmk : Rp 95.000, -/ mmk
  1. Seremonia (per kavling**)

BW, 2 kol (90mm) x 100mm : Rp 18.500.000,-/kavling
FC, 2 kol (90mm) x 100mm : Rp 23.500.000,-/kavling.

1 kavling = 2kol (90mm) x 100mm, maksimum 2 kavling terbit Selasa & Minggu.

  1. Sponsor
  • Navigasi (per insersi),80 mm x 20 mm Sesi 1, FC : Rp 32.500.000,-/insersi. Sesi 2 & 3, FC : Rp 20.000.000,-/insersi.
  • Sponsor artikel MInggu (per insersi)
    BW, 90mm X 20mm : Rp 11.000.000,-/insersi
    FC, 90mm X 20mm : Rp 17.500.000,-/insersi
  1. Halaman Olahraga

FC, 5mm X 15mm : Rp 27.000.000,-/insersi
FC, 5mm X 20mm : Rp 33.500.000,-/insersi

  1. Top Banner

Top Banner hal. OR uk. 5 x 15 mmk: 27,000,000
Top Banner hal. OR uk. 5 x 20 mmk: 33,500,000

Keterangan
Ukuran Lebar Kolom Kompas, Halaman Reguler :

1 kolom: 43mm, 2kolom: 90mm, 3kolom: 137mm, 4kolom: 184mm, 5kolom: 231mm, 6kolom: 278mm, 7kolom: 325mm

* ) Display FC Halaman 3 atau 5 ( per mmk) Sudah termasuk 1 kali pemuatan di Harian KONTAN.

Penempatan halaman disesuaikan dengan ketersediaan halaman di Harian KONTAN. Maksimal 1 minggu dari pemuatan di KOMPAS.
* * ) 1 kavling = 2kol ( 90mm) x 100mm, maksimum 2 kavling terbit Selasa & Minggu.

  1. Pasang Iklan Kompas Klasik
  1. DISPLAY
  • Display, Klasika BW, min. 40 mmk
    Nusantara : Rp 66.000, -/ mmk, Batavia : Rp 56.000, -/ mmk
  • Display Klasika FC, min. 1.080 mmk
    Nusantara : Rp 101.000, -/ mmk, Batavia : Rp 84.000, -/ mmk
  1. Iklan Pulau/Island Ad
  • BW,Min. 450mmk, Maks. 2.430mmk:
    Nusantara: Rp 101.500,-/mmk, Batavia: Rp 89.500,-/mmk
  • FC, Min. 1.080mmk, Maks. 2.430mmk
    Nusantara: Rp 108.000,-/mmk, Batavia: Rp 96.000,-/mmk
  1. Karir ( terbit Nusantara), min 1 x 50 mmk = 3,3 x 5 cm
  • BW, min. 50 mmk : Rp 68.500, -/ mmk
  • FC, min. 1.080 mmk : Rp 105.000, -/ mmk
  1. Duka Cita & Ucapan Terima Kasih*
  • BW: 300mmk, Nusantara: Rp 50.000,-/mmk, Batavia: Rp 42.500,-/mmk
  • BW: 300mmk Nusantara: Rp 59.000,-/mmk, Batavia: Rp 51.500,-/mmk

FC, min. 300mmk

Nusanatara: Rp 95.000,-/mmk, Batavia: Rp 82.000,-/mmk

  1. Iklan kolom, tinggi min. 20mm, maks. 150mm

Nusantara : Rp 65.000, -/ mmk, – Batavia : Rp 55.500, -/ mmk

  1. Iklan Baris, min. 3 baris, maks. 12 baris. Nusantara : Rp 58.000,-/baris, Batavia: Rp 47.500,-/baris
  • Baris Teks Warna, Cyan,min. 3 baris, maks. 12 baris
    Nusantara: Rp 73.000,-/baris, Batavia: Rp 64.500,-/baris
  • Baris Background**,min. 3 baris, maks. 12 baris
    Nusantara: Rp 83.000,-/baris, Batavia: Rp 75.000,-/baris
  • Kop by Request***,BW,min. 22 baris, maks. 50 baris
    Nusantara: Rp 61.000,-/baris, Batavia: Rp 53.000,-/baris
  • Sponsor KOP 1 x 15mmk
    Nusantara: Rp 800.000,-/baris, Batavia: Rp 700.000,-/baris
  • Logo (Iklan baris dengan logo 10 baris),BW, Logo: 15mm x 20mm
    Nusantara: Rp 790.000,-/baris, Batavia: Rp 695.000,-/baris
  • Picture (Iklan baris bergambar)**** BW,picture: 1 x 25mmk + 3 baris, – Teks BW

Nusantara: Rp 1.000.000,-/baris, Batavia: Rp 900.000,-/baris
@biaya tambahan:

Nusantara: Rp 62.000,-/baris, Batavia: Rp 53.500,-/baris

  • Teks cyan

Nusantara: Rp 1.175.000,-/baris, Batavia: Rp 1.020.000,-/baris
@biaya tambahan

Nusantara: Rp 73.500,-/baris, Batavia: Rp 65.000,-/baris

  • Drop Cap, min. 3 baris, maks. 12 baris, BW, teks
    Nusantara: Rp 61.000,-/baris, Batavia: Rp 52.500,-/baris- Cyan, teks
    Nusantara: Rp 77.000,-/baris, Batavia: Rp 69.000,-/baris
  • Baris Berjudul, min. 3 baris, maks. 12 baris
    BW, teks Nusantara: Rp 61.000,-/baris, Batavia: Rp 51.000,-/baris- Cyan teks Nusantara: Rp 81.500,-/baris, Batavia: Rp 74.000,-/baris.

Keterangan
Ukuran Lebar Kolom Kompas, Halaman Klasika

1 kolom: 33mm, 2kolom: 69,5mm, 3kolom: 106mm, 4kolom: 14,25mm, 5kolom: 179mm, 6kolom: 215,5mm, 7kolom: 252mm, 8kolom: 288,5mm, 9kolom: 325mm.

 

TARIF IKLAN JAWA POS

Iklan Kolom

  • Iklan Kolom (BW), min 1×50 mmk, Jawa timur, Minggu Rp. 58.500 / mmk
  • Iklan Kolom (BW), min 1×50 mmk, Jawa timur, Senin – Sabtu Rp. 64.500 / mmk
  • Iklan Kolom (BW), min 1×50 mmk, Nasional, Minggu Rp. 62.500 / mmk
  • Iklan Kolom (BW), min 1×50 mmk, Nasional, Senin – Sabtu Rp. 69.500 / mmk
  • Iklan Kolom (BW), min 1×50 mmk, Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 57.000 / mmk
  • Iklan Kolom (BW), min 1×50 mmk, Regional SBY – MLG, Senin – Sabtu Rp. 61.500 / mmk
  • Iklan Kolom Lowongan (BW), min. 50 mmk, Nasional, Minggu s/d Jumat Rp. 61.500 / mmk
  • Iklan Kolom Lowongan (BW), min. 50 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 76.500 / mmk

Iklan Display

  • Centerspread Halaman Berita (FC), min. 2800 mmk, Regional Utama, Minggu Rp. 105.000 / mmk
  • Centerspread Halaman Berita (FC), min. 2800 mmk, Regional Utama, Selasa s/d Sabtu Rp. 121.000 / mmk
  • Centerspread Halaman Berita (FC), min. 2800 mmk, Regional Utama, Senin Rp. 126.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Nasional, Minggu Rp. 108.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 116.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 93.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Regional SBY – MLG, Senin s/d Sabtu Rp. 105.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk,Jawa timur, Minggu Rp. 99.500 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk,Jawa timur, Senin s/d Sabtu Rp. 107.500 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, Min. 800 mmk, Jawa Timur, Minggu Rp. 94.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, Min. 800 mmk, Jawa timur, Senin s/d Sabtu Rp. 103.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, Min. 800 mmk, Nasional, Minggu Rp. 101.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, Min. 800 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 111.000 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, Min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 84.500 / mmk
  • Display (FC), 2 s/d 4 Warna, Min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Senin s/d Sabtu Rp. 98.500 / mmk Display (SC), 1 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Jawa timur, Minggu Rp. 84.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Jawa timur, Senin s/d Sabtu Rp. 90.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 93.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 67.000 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk, Regional SBY – MLG, Senin s/d Sabtu Rp. 89.000 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, > 300 mmk s/d < 800 mmk,Nasional, Minggu Rp. 91.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, Min. 800 mmk, Jawa timur, Minggu Rp. 77.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, Min. 800 mmk, Jawa timur, Senin s/d Sabtu Rp. 85.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, Min. 800 mmk, Nasional, Minggu Rp. 84.000 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, Min. 800 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 92.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, Min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 62.500 / mmk
  • Display (SC), 1 Warna, Min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Senin s/d Sabtu Rp. 82.500 / mmk
  • Display Hal 1 (FC) 1,5 kolom x 110 mmk/7 kolom x 50 mmk, Nasional, Minggu Rp. 393.500 / mmk
  • Display Hal 1 (FC) 1,5 kolom x 110 mmk/7 kolom x 50 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 433.500 / mmk
  • Display Hal 1 (FC) 2 kolom x 30 mmk, max 2 kolom x 50 mmk, Nasional, Minggu Rp. 425.000 / mmk
  • Display Hal 1 (FC) 2 kolom x 30 mmk, max 2 kolom x 50 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 469.000 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (BW), min. 800 mmk, Jawa timur, Minggu Rp. 34.500 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (BW), min. 800 mmk, Jawa timur, Senin s/d Sabtu Rp. 42.500 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (BW), min. 800 mmk, Nasional, Minggu Rp. 38.500 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (BW), min. 800 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 44.500 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (BW), min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 26.500 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (BW), min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Senin s/d Sabtu Rp. 39.000 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (FC), min. 800 mmk, Jawa timur, Minggu Rp. 56.500 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (FC), min. 800 mmk, Jawa timur, Senin s/d Sabtu Rp. 60.000 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (FC), min. 800 mmk, Nasional, Minggu Rp. 58.000 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (FC), min. 800 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 61.000 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (FC), min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 44.500 / mmk
  • Display Laporan Keuangan (FC), min. 800 mmk, Regional SBY – MLG, Senin s/d Sabtu Rp. 58.500 / mmk
  • Display Sosial – Duka Cita (BW), min. 2×50 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 37.000 / mmk
  • Display Sosial – In Memoriam (BW), min. 30 mmk, Nasional, Senin s/d Sabtu Rp. 23.000 / mmk

Iklan Advetorial

  • Iklan Advetorial (BW), SBY – MLG, Minggu Rp. 57.000 / mmk
  • Iklan Advetorial (BW), SBY – MLG, Senin – Sabtu Rp. 61.500 / mmk
  • Iklan Advetorial (BW),Jawa Timur, Minggu Rp. 58.500 / mmk
  • Iklan Advetorial (BW),Jawa Timur, Senin – Sabtu Rp. 64.500 / mmk
  • Iklan Advetorial (BW),Nasional, Minggu Rp. 62.500 / mmk
  • Iklan Advetorial (BW),Nasional, Senin – Sabtu Rp. 69.500 / mmk
  • Iklan Advetorial (FC) Min 810 mmk ,Jawa Timur, Senin – Sabtu Rp. 103.000 / mmk
  • Iklan Advetorial (FC) Min 810 mmk ,Jawa Timur,Minggu Rp. 94.000 / mmk
  • Iklan Advetorial (FC) Min 810 mmk, Nasional, Minggu Rp. 101.000 / mmk
  • Iklan Advetoraial (FC) Min 810 mmk, Nasional, Senin – Sabtu Rp. 111.000 / mmk
  • Iklan Advetorial (FC) Min 810 mmk, SBY – MLG, Minggu Rp. 84.500 / mmk
  • Iklan Advetorial (FC) Min 810 mmk, SBY – MLG, Senin – Sabtu Rp. 98.500 / mmk
  • Iklan Display (BW) Nasional, Senin – Sabtu Rp. 69.500 / mmk
  • Iklan Display (BW), Jawa timur, Minggu Rp. 58.500 / mmk
  • Iklan Display (BW), Jawa timur, Senin – Sabtu Rp. 64.500 / mmk
  • Iklan Display (BW), Nasional, Minggu Rp. 62.500 / mmk
  • Iklan Display (BW), Regional SBY – MLG, Minggu Rp. 57.000 / mmk
  • Iklan Display (BW), Regional SBY – MLG, Senin – Sabtu Rp. 61.500 / mmk
  • Iklan Display Lowongan (BW) Nasional, Minggu s/d Jumat Rp. 61.500 / mmk
  • Iklan Display Lowongan (BW) Nasional, Sabtu Rp. 76.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Berita (BW), min. 800 mmk, Regional Utama, Minggu Rp. 88.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Berita (BW), min. 800 mmk, Regional Utama, Selasa s/d Sabtu Rp. 101.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Berita (BW), min. 800 mmk, Regional Utama, Senin Rp. 106.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Berita (FC), min. 800 mmk, Regional Utama, Minggu Rp. 102.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Berita (FC), min. 800 mmk, Regional Utama, Selasa s/d Sabtu Rp. 117.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Berita (FC), min. 800 mmk, Regional Utama, Senin Rp. 123.000 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Jitu (BW), min. 800 mmk, Regional Utama, Minggu Rp. 84.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Jitu (BW), min. 800 mmk, Regional Utama, Selasa s/d Sabtu Rp. 97.000 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Jitu (BW), min. 800 mmk, Regional Utama, Senin Rp. 101.500 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Jitu (FC), min. 800 mmk, Regional Utama, Minggu Rp. 101.000 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Jitu (FC), min. 800 mmk, Regional Utama, Selasa s/d Sabtu Rp. 116.000 / mmk
  • Kreatif Ad Halaman Jitu (FC), min. 800 mmk, Regional Utama, Senin Rp. 121.000 / mmk

Lebar 1 Kolom = 43 mmk
Lebar 2 Kolom = 90 mmk
Lebar 3 Kolom = 137 mmk
Lebar 4 Kolom = 184 mmk
Lebar 5 Kolom = 230 mmk
Lebar 6 Kolom = 277 mmk
Lebar 7 Kolom = 324 mmk

 

Sumber:

http://pasangiklankompasposkota.com/

http://iklan2013.com/tarif-iklan-jawa-pos/

http://kamerabaru.blogspot.com/2012/09/harga-iklan-di-televisi-tv.html

 

word: Marcom – Harga Iklan

pdf: Marcom – Harga Iklan

 

Analisis VIEW dan P-O-P

2013
03.26

 Analisis VIEW

 

79402b878d3f1dfed1e3cfcac2e5275a-fullsize

Snack Pillow merupakan makanan ringan kraker yang di dalamnya terdapat lumeran cokelat. Di Indonesia terdapat dua rasa, yaitu cokelat dan ubi. Analisis VIEW sebagai berikut:

  1. Visibility
    Oishi Pillows snack memiliki kemasan yang dapat menarik perhatian, karena Oishi Pillows  memiliki kemasan dengan warna yang cerah dan disesuaikan dengan rasanya sehingga memudahkan pembeli mencari dengan cepat. Bentuk kemasannya pun unik berbeda dengan snack lainnya yaitu kemasannya yang berbentuk standing pouch dan ziplock yang dapat dibuka-tutup berulang kali dan mudah diletakkan sehingga tidak tumpah.
  2. Information
    Kemasan Oishi Pillows memiliki informasi yang tidak berlebihan seperti rasa dari produk, kehalalan produk dari MUI dan slogan produk di bagian depan kemasan. Di bagian belakang kemasan terdapat komposisi produk, nutrition fact, sedikit promosi penjualan, dan juga tanggal kadaluwarsa produk Oishi Pillows tersebut.
  3. Emotional Appeal

Kemasan Oishi Pillows memiliki daya tarik emosional bagi konsumen, karena ketika konsumen melihatnya pasti akan penasaran dengan produk ini karena berbeda dengan snack yang lain. Gambar yang tertera pada kemasan juga terlihat menggiurkan, snack nya beda dengan snack pada umumnya dengan lumeran cokelat di dalamnya yang membuatnya unik dan menggugah selera para konsumen.

  1. Workability
    Kemasan Oishi Pillows sangat mudah dibuka tutup karena bentuk kemasannya yang berbentuk standing pouch dan ziplock. Hal ini memudahkan konsumen untuk menyimpannya ketika snack sudah dibuka, sehingga kraker yang masih tersisa dapat tersimpan dengan baik dan tetap renyah ketika akan dimakan lagi walaupun dalam jangka waktu yang lama.

 

Analisis P-O-P

BI-LO_Supermarket_Sydney_Australia

Material P-O-P permanent mencakup display dan tanda-tanda yang segaja digunakan untuk jangka waktu enam bulan atau lebih. Namun, perhatian bahwan enam bulan waktu pembatas adalah konvensi sepihak yang ditetapkan oleh POPAI (Point – of – Purchase Advertising Institute)

hypermart

Material P-O-P temporer mencakup display dan tanda tanda yang sengaja digunakan kurang dari enam bulan.

 

pol Fairtrade_supermarket_Trolley

Media in store mencakup Mencakup material iklan dan promosi seperti radio P-O-P, iklan yang tertempel di kereta belanja, tulisan di rak pajangan, serta mesin penjual kupon. Juga perusahaan pihak ketiga (misalnya perusahaan lain selain produsen merek dan pengecer) menyelenggarakan media in-store tersebut

 

word: Analisis VIEW dan POP

pdf: Analisis VIEW dan POP

Segmentasi dan Positioning

2013
03.20

Segmentasi
Menurut Kartajaya (2002-49) memberikan pengertian segmentasi pasar tersebut sebagai berikut: Segmentasi pasar adalah tentang pemetaan (mapping) suatu pasar menjadi beberapa kategori dengan mengumpulkan perilaku yang serupa dari pelanggan ke dalam sebuah segmen.

Segmentasi Demografis
Pasar di bagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demografis seperti, usia, ukuran keluarga, jenis kelamin, penghasilan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial. Variabel demografis ini merupakan dasar yang paling banyak digunakan dalam membuat kelompok pelanggan, karena variabel ini sangat berhubungan dengan preferensi dan tingkat pemakaian.

Segmentasi Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan mengelompokkan pembeli yang berbeda berdasarkan gaya hidup atau kepribadian akan nilai. Penentuan gaya hidup biasanya didasarkan pada analisis kegiatan, minat dan opini (activities, interest, opinion – AIO) para konsumen.

Targetting

url

Pasta gigi kodomo merupakan pasta gigi yang membidik anak-anak sebagai target pemasaran mereka. Segmentasinya anak-anak usia balita hingga sekolah dasar, yang menyukai pasta gigi yang tidak pahit dan mempunyai beragam rasa. Rasa khas pasta gigi ini merangsang anak-anak gemar menggosok gigi. Wadahnya dibuat tube agar mudah untuk dibuka.
Positioning dilakukan dengan memaksimalkan iklan di televisi. Perusahaan membuat jingle iklan yang khas seperti ‘kodomo-kodomo, teman baikku” yang mudah dicerna anak-anak dan mudah ditirukan, sehingga juga membuat produk ini mudah diingat anak-anak.

 

Sumber:

http://invesdana.com/tag/segmentasi-demografis/

http://www.southernlion.com.my/en/images/press/kodomo_new.jpg

http://www.lionwings.com/id/child.htm

 

Word: Segmentasi dan Positioning

Pdf: Segmentasi dan Positioning

 

 

BENTUK-BENTUK MARKETING COMMUNICATION

2013
02.28
  1. IKLAN

Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah promosi benda seperti meja baru, jasa seperti kantor pos, tempat usaha dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat klanik sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.

Definisi atau pengertian iklan menurut KBBI adalah “berita atau pesan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.” Dari definisi diatas, terdapat beberapa komponen utama dalam sebuah iklan yakni “mendorong dan membujuk”. Dengan kata lain, sebuah iklan harus memiliki sifat persuasi.

 

  1. PUBLIC RELATIONS/PUBLISITAS

Public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).

Menurut Philip Kotler, marketing public relations merupakan kampanye public relations yang merupakan pengembangan dari kampanye pemasaran. Philip berpendapat public relations adalah bagian dari mega marketing yaitu aplikasi koordinasi secara terencana atas unsur-unsur ekonomi, psikologi, politik, dan ketrampilan public relations untuk memperoleh simpati (kerjasama) dari pihak-pihak terkait agar dapat beroperasi atau masuk ke pasar tertentu.

  1. SALES PROMOTION

Belch and Belch (2009) memberikan pengertian Sales Promotion (Promosi Penjualan sebagai  aktivitas promosi yang memberikan keuntungan pada penjualan, dan dapat meningkatkan volume penjualan dengan segera. Kotler (2004) memberikan pengertian Sales Promotion (Promosi Penjualan) sebagai insentif jangka-pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk atau jasa. Grewal and Levy (2008) memberikan pengertian Sales Promotioan (Promosi Penjualan) sebagai  insentif spesial atau program-program menarik yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian produk dan jasa tertentu. Jadi, promosi penjualan adalah aktivitas promosi yang terdiri dari insentif jangka pendek yang dilakukan untuk mendorong pembelian dengan segera dan meningkatkan penjualan perusahaan.

  1. DIRECT MARKETING

Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi. Dalam direct marketing, komunikasi promosi ditujukan langsung kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik melalui telepon, pos atau dengan datang langsung ke tempat konsumen. Teknik ini berkembang sebagai respon terhadap demasifikasi (pengecilan) pasar, di mana semakin banyak ceruk pasar (market niche) dengan kebutuhan serta pilihan yang sangat individual.

  1. PERSONAL SELLING

Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

Sifat-sifat personal selling antara lain :

  • Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.

Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.

Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.

  1. WORD OF MOUTH / BUZZ / VIRAL MARKETING

Berbeda dengan bentuk komunikasi marketing pada umumnya, strategi dengan WOM lebih besar dalam mencapai target. hal ini dikarenakan WOM diterjemahkan dan dikemas dalam bentuk simbol sebelum disampaikan melalui saluran komunikasi ke penerima pesan, sehingga informasi yang disampaikan langsung diterima target yang pada umumnya adalah orang-orang yang membutuhkan informasi tersebut. Bentuk saluran yang digunakan dalam WOM adalah viral atau tradisional. Biasanya terjadi pada saat terjadi pertemuan marketer dengan target di suatu tempat atau via saluran baru seperti internet , telephone selular dan lain-lain.Perbincangan yang terjadi kemudian membentuk saluran yang kemudian ditransmisikan. Saluran tersebut saluran pribadi ( personal channel), sehinga sang penerima pesan mengetahui siapa yang menyampaikan informasi.

Kotler & Keller (2007) mengemukakan bahwa word of mouth Communication (WOM) atau komunikasi dari mulut ke mulut merupakan proses komunikasi yang berupa pemberian rekomendasi baik secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal.

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan

http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.referensi-pengetahuan/pengertian-iklan.html

http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2177086-pengertian-sales-promotion-promosi-penjualan/

http://dahlanforum.wordpress.com/2009/04/07/direct-marketing/

http://dahlanforum.wordpress.com/2009/04/06/personal-selling/

http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/titi_n/2008/07/19/word-of-mouth-marketing

 

Doc: BENTUK MARCOM

Pdf: BENTUK MARCOM

SALES PROMOTION MANAGEMENT, MARKETING-ORIENTED PUBLIC RELATION, AND SPONSORSHIP

2013
02.28

MARKETING COMMUNICATION

SALES PROMOTION MANAGEMENT, MARKETING-ORIENTED PUBLIC RELATION, AND SPONSORSHIP

 

 FEB-UB-Gold

 

 

KELOMPOK 6

SHELA PIJAR A. P.              105020200111082

AMALIA INDAH K. D.       105020200111085

ZAKY RACHMAN H.          105020207111056

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FEBRUARI 2013

PROMOSI

Promosi mengacu pada insentif perusahaan untuk membangkitkan perdagangan dan konsumerisme sehingga membeli barang dan untuk mendorong agresivitas penjualan.

Sales force (tenaga penjualan) mendorong penjualan dengan cara agresif melakukan perdagangan. Kemudian pengecer atau penjual harus mendorong dan mengalokasikan toko atau tempat yang cukup untuk meletakkan barang dan menyediakan barang pendukung. Konsumen sebagai pembuat keputusan akan memilih produk mana yang akan dibeli.

Adapun konsep pemasaran (marketing) : Orientasi pelanggan, menemukan apa yang diingkan oleh konsumen serta menyediakan bagi mereka (lebih memperhatikan kebutuhan konsumen daripada promosi atau penjualan); Orientasi jasa, lebih ditujukan kepada kepuasan pelanggan, dan semua organisasi mempunyai tujuan yang sama serta menjadi usaha organisasional yang terintegrasi; Orientasi laba,  orientasi yang memfokuskan pada baran dan jasa yang bisa menghasilkan laba terbanyak dan memungkinkan organisasi dapat bertahan agar dapat melakukan perluasan untuk melayani keinginan dan kebutuhan konsumen lebih banyak lagi

 

Promosi Yang Bisa Dicapai

  1. Menstimulasi antusias tenaga penjualan untuk produk baru, meningkat, dan matang
  2. Memperkuat penjualan dari produk yang sudah matang
  3. Memfasilitasi pengenalan produk di pasar
  4. Meningkatkan perdagangan merchandise
  5. Menetralkan kompetisi iklan dan promosi penjualan
  6. Memperoleh percobaan pembelian dari konsumen
  7. Mempertahankan pelanggan saat ini dengan mendorong pembelian ulang
  8. Meningkatkan penggunaan produk melalui konsumen
  9. Mendahului kompetisi oleh konsumen
  10. Memperkuat iklan

 

Promosi Yang Tidak Bisa Dicapai

  1. Ketidakmampuan untuk memberi kompensasi pada tenaga penjualan yang buruk karena kurangnya iklan
  2. Ketidakmampuan untuk memberi pasar atau konsumen suatu alasaan untuk melanjutkan pembelian
  3. Ketidakmampuan untuk memberhentikan secara permanen suatu masa penurunan produk atau mengubah dasar dari produk yang tidak bagus di pasar

 

Peran Promosi

Meskipun promosi tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya, perusahaan harus menetapkan sasaran untuk melakukan promosi. Secara khusus, sasaran tersebut mencakup:

  1. Mengenalkan produk baru maupun produk lama yang diperbarui
  2. Meningkatkan distribusi produk baru atau ukuran baru
  3. Membangun investasi retail
  4. Mempertahankan atau meningkatkan saham perusahaan
  5. Mendapatkan tampilar luar biasa dari lokasi
  6. Mengurangi kelebihan persediaan dan meningkatkan omset
  7. Mecapai fitur produk di iklan pengecer
  8. Melawan aktivitas pesaing
  9. Menjual sebanyak mungkin barang kepada konsumen

 

Komponen Program Promosi Sukses

  1. Insentif keuangan

Sebuah pembuatan ‘promosi perdagangan harus menawarkan grosir, pengecer, dan saluran perantara lainnya meningkatkan margin laba, peningkatan volume penjualan, atau keduanya.

  1. Waktu yang tepat

Promosi dikatakan tepat waktu ketika (a) sesuai dengan perayaan selama penjualan, misal menjual permen saat Hari Valentine); (b) tersambung dengan promosi yang berorientasi konsumen; (c) menerapkan strategi untuk mengimbangi aktivitas promosi pesaing.

  1. Meminimalisir usaha dan biaya pengecer

Semakin besar usaha dan semakin banyak biaya yang dikeluarkan, semakin berkurang pengecer yang bekerjasama dengan perusahaan di program yang mereka lihat menguntungkan perusahaan tapi tidak menguntungkan mereka.

  1. Hasil cepat

Hal yang peling efektif dari promosi adalah penjualan yang semakin meningkat di pasar.

  1. Meningkatkan performa pengecer

Promosi efektif jika dapa membantu pengecer berjualan lebih baik atau meningkatkan tampilan.

Generalisasi Promosi                                                         

Diskusi terdahulu telah menghubungkan tentang penelitian yang berhubungan dengan bagaimana cara kerja promosi dan sasaran kerja. Penelitian-terutama dua dekade lalu-telah berusaha mempelajari fungsi dan keefektivan promosi penjualan. Menurut data yang ada memungkinkan penelitian untuk menggambarkan tentang kesimpulan sementara. Kesimpulan ini, lebih dikenal dengan istilah empirical generalization, menggambarkan konsistensi dan hubungannya antara perbedaan sudut pandang dari performa promosi. Berikut adalah sembilan empirical generalization tersebut:

1.      Penurunan harga eceran dalam jangka panjang dapat mengurangi harga jual secara drastis-tetapi hanya dalam jangka pendek.

Dari data yang ada jelas bahwa penurunan harga eceran dalam jangka panjang secara keseluruhan dapat mengurangi harga jual secara drastis dalam penjualan jangka pendek. Penjualan dalam jangka pendek ini menambah penjualan spikes. Penjualan ini dalam jangka pendek terjadi secara keseluruhan.

2.      Lebih besar frekuensi transaksi penjualan, maka lebih rendah puncak dari transaksi spike.

Saat manufaktur (dan para retailer) secara terus menerus menawarkan transaksi, konsumen belajar untuk mengantisipasi kemungkinan yang ada untuk transaksi yang akan datang, yang itu adalah tanggungjawab mereka untuk setiap transaksi yang dikurangi.

3.      Frequensi transaksi mengubah referensi harga konsumen.

Akibat dari generalisasi yang terdahulu adalah frekuensi transaksi dari merek tertentu untuk mengurangi ekspektasi harga dari konsumen atau referensi harga untuk merek tersebut. Rendahnya referensi harga merek tersebut konsekuensi yang tidak diinginkan dari rendahnya ekuitas harga merek tersebut dan itu adalah kemampuan dari penjual untuk memberikan harga premium.

4.      Retailer meninggalkan kurang dari 100 percen transaksi perdagangan.

Realita sederhananya adalah transaksi perdagangan manufaktur, yang mempunyai ciri khas yaitu memberikan penawaran kepada retailer yaitu diskon off-invoice, tetapi tidak selalu diberikan kepada semua konsumen. Berdasarkan penawaran manufaktur, mengatakan, 15% dari off-invoice mungkin hanya 60% dari retailer yang akan memperpanjang untuk konsumen dengan harga eceran rendah.

5.      Tingginya harga pasar akan mengurangi elastisitas transaksi.

Berdasarkan harga barang merek tertentu diciptakan oleh retail 20% dan penjualan tersebut meningkat 30%. Generalisasi 5 menyarankan bahwa merek tersebut memegang peranan yang besar pada market share.

6.      Promosi iklan dapat mengakibatkan bertambahnya kegiatan transaksi jual-beli.

Perhitungan dari penawaran penelitian mengatakan bahwa keuntungan dari bertambahnya kegiatan transaksi jual-beli adalah dari kegiatan brand-dealing. Saat menjelaskan pada retailer keunggulan dari periklanan transaksi merek, beberapa konsumen akan berpindah toko, jika hanya dalam waktu singkat, jadi harus mengambil keuntungan dari toko lain dibandingkan dengan mereka yang mempunyai toko-toko biasa.

7.      Keistimewaan dari periklanan dan operasi yang menunjukkan sinergi dengan pengaruh penjualan oleh merek yang tidak diperhitungkan.

Saat merek ditempatkan pada harga transaksi, secara keseluruhan bertambah. Saat merek ditempatkan pada harga transaksi dan diperlihatkan pada retailer keistimewaan periklanan, maka dengan demikian penjualan akan bertambah. Saat merek ditempatkan pada harga transaksi, yang dimana adalah keistimewaan periklanan, dan akan mendapatkan perhatian khusus, penjualan akan bertambah sangat banyak sekali.

8.      Promosi adalah satu dari produk kategori yang mempengaruhi penjualan dari merek yang melengkapi dan kategori bersaing.

Yang menarik disini adalah saat merek pada kategori produk khusus akan dipromosikan, penjualan dari merekyang melengkapi dan kategori bersaing seakan dibuat-buat.

9.      Efek dari promosi tinggi dan rendahnya kualitas merek adalah asimetri.

Saat merek kualitas tinggi dipromosikan, mengatakan bahwa, kekuatan dari pengurangan harga adalah kecenderungan untuk merek yang menarik dan penjualan dari produk dengan harga murah berasal dari produk dengan kualitas yg rendah.

 

SAMPLING PRODUK

Sampling meliputi segala metode yang digunakan untuk menyampaikan produk aktual atau trial-sized kepada para konsumen. Sampling merupakan saran promosi penjualan yang utama untuk menghasilkan penggunaan percobaan. Metode-metode distribusi sampling:

  • Pos langsung
  • Surat kabar dan majalah
  • Dari pintu ke pintu oleh kru khusus
  • Sampling on- or in- pack
  • Lokasi lalu lintas yang ramai
  • Sampling in store

Situasi yang ideal untuk menerapkan metode sampling:

  • Sampling harus digunakan apabila merek baru jelas lebih unggul dari merek-merek lain
  • Sampling harus digunakan apabila konsep produk sangat inovatif sehingga sulit dikomunikasikan dengan iklan saja
  • Sampling harus digunakan apabila anggaran promosi dapat menghasilkan percobaan konsumen dengan cepat

Masalah-masalah yang dihadapi dalam metode sampling:

  • Mahal
  • Pengiriman sampel dalam jumlah besar merepotkan jasa pos atau distributor lainnya
  • Sampel yang dibagikan dari pintu-ke-pintu atau di lokasi lalu lintas mungkin boros dan tidak menjangkau pelanggan potensial
  • Sampling in- or on-package tidak melibatkan para konsumen yang bukan pembeli merek itu
  • Sampling in store seringkali gagal menjangkau konsumen yang cukup untuk menutup biayanya
  • Sampel dapat disalahgunakan konsumen
  • Dapat terjadi pencurian sampel yang dibagikan melalui pos

 

PEMBERIAN KUPON

Kupon adalah sarana promosi yang memberikan penghematan cents-off kepada konsumen bila menebusnya. Kupon diberikan melalui surat kabar, majalah, sisipan bebas, pos langsung, in or on packages, di tempat pembelian dengan cara pakert, di rak-rak, dan secara elektronis. Penggunaan kupon mengalami perkembangan yang relatif cepat. Dalam prosesnya, terdapat perubahan-perubahan yang terjadi dalam usaha menghindari kekusutan kompetitif, meningkatkan penentuan sasaran, dan mengurangi biaya distribusi. Pada tahun 1997, model freestanding insert (kupon yang mudah digunting oleh konsumen) menggantikan run-of-papers coupons. Selain itu, terdapat juga program kupon kooperatif di mana perusahaan jasa membagikan kupon untuk berbagai merek perusahaan atau merek-merek dari berbagai perusahaan. Kegiatan pemberian kupon memerlukan investasi yang besar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Walaupun mahal, pemakaian kupon tetap menunjukkan bahwa tidak ada sarana promosi yang lebih baik atau secara ekonomis tidak layak. Untuk membuat metode pemberian kupon menjadi efisien dan efektif diperlukan program-program pemberian kupon yang kreatif dan inovatif.

  • Kupon point-of-purchase

Kupon yang dapat ditebus secara langsung.
Merupakan kupon yang dapat dilepas dari kemasan di tempat pembelian, yang menjadi imbalan langsung yang dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian percobaan atas merek yang dipromosikan.

  • Kupon shelf-delivered

Mesin kupon shelf-delivered merupakan cara yang inovatif untuk menjangkau konsumen dengan kupon ketika sedang membuat keputusan pemilihan merek.

  • Kupon scanner-delivered

Sistem pemberian kupon scanner-delivered yang berhasil adalah milik Catalina Marketing Corp. Terdapat dua program:

  • Checkout Coupon: menyerahkan kupon berdasarkan merek-merek tertentu yang telah dibeli oleh seorang pembeli.
    Checkout Direct: memungkinkan para pemasar menyerahkan kupon hanya kepada konsumen yang memenuhi persyaratan penentuan sasaran khusus produsen, dengan melihat: (1) demografis pembelian, (2) pola pembelian konsumen, (3) jumlah pemakaian produk.
  • Kupon melalui Pos

Umumnya pemasar menggunakan kupon yang disampaikan melalui pos untuk memperkenalkan produk baru atau produk yang diperbaiki.
Hasil riset membuktikan bahwa:

  • • Kupon ini mampu mencapai persentase penetrasi tertinggi ke rumah tangga.
    • Memiliki tingkat penebusan tertinggi dari seluruh teknik penyampaian kupon secara massal.
  • • Meningkatkan jumlah pembelian produk.

Kelemahannya: secara relatif lebih mahal dan tidak efisien.

 

  • Kupon melalui Media

Kupon yang disampaikan melalui media memiliki exposure yang luas dan dapat menentukan demografi dan psikografi secara tepat.

  • Kupon In- and On-Pack

Kupon ini umumnya dimaksudkan untuk merangsang pembelian ulang (memiliki nilai bounce-back).

Penebusan Kupon Yang Keliru

Penebusan yang keliru terjadi pada setiap tahap proses penebusan.Konsumen menyerahkan kupon yang telah kadaluarsa, kupon untuk item yang tidak dibeli, atau kupon untuk produk berukuran lebih kecil. Pramuniaga menukarkan kupon tanpa melakukan pembelian. Manajemen toko meningkatkan laba dengan menyerahkan kupon ekstra. Clearinghouse menggabungkan kupon asli dengan kupon ilegal dan menyatakan semuanya sah. Misredeemers profesional (jalur M) menggunakan pengecer untuk berperan sebagai penyalur dimana kupon ditebus secara keliru dan menjalankan bisnis fiktif untuk dapat menebus kupon.

PREMIUM
Merupakan artikel barang dagangan atau jasa yang ditawarkan oleh para produsen untuk mendorong tindakan di pihak wiraniaga, representatif perdagangan, atau konsumen. Memiliki kemampuan untuk:

  • Menghasilkan pembelian percobaan.
  • Memperkenalkan merek baru
  • Meningkatkan exposure display
  • Meningkatkan ekuitas merek.

 

1.      Premium free-in-the-mail

Promosi di mana konsumen menerima item premium dari produsen yang mensponsorinya sebagai imbalan untuk menyerahkan sejumlah bukti pembelian yang diminta. Bertujuan untuk merangsang pembelian percobaan, mempertahankan pelanggan serta mendorong pembelian ulang.

2.      Premium in-, on-, and near-pack

a. Menawarkan item premium di dalam atau ditempelkan atau menjadikan paket itu sendiri sebagai paket premium.
b. Memberikan konsumen nilai langsung sehingga mendorong pembelian produk.
c. Premium near-package dapat meningkatkan volume penjualan di toko-toko yang menampilkan display dan berpartisipasi penuh.

3.      Self-liquidating premium

  • • Konsumen mengirimkan sejumlah bukti pembelian yang disyaratkan bersama dengan uang untuk menutup biaya pembelian, penanngan, dan pengiriman melalui pos oleh produsen atas item premium.
    • Dari segi produsen, item tersebut bebas biaya (self-liquidating).4.      Kartu telepon

Dilakukan untuk mempertahankan pelanggan dan memberi konsumen hadiah tertunda.

 

PUBLIC RELATION

Public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).
Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karena public relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7).

Menurut Philip Kotler, marketing public relations merupakan kampanye public relations yang merupakan pengembangan dari kampanye pemasaran. Philip berpendapat public relations adalah bagian dari mega marketing yaitu aplikasi koordinasi secara terencana atas unsur-unsur ekonomi, psikologi, politik, dan ketrampilan public relations untuk memperoleh simpati (kerjasama) dari pihak-pihak terkait agar dapat beroperasi atau masuk ke pasar tertentu.

Philip Kotler menyebutkan tujuan dari marketing public relations ini adalah untuk menampilkan pola how to service of excellent marketing dalam upaya mempertahankan loyalitas pelanggan.

Konsep marketing public relations yang dikemukakan oleh Philip Kotler yaitu proses POAC dari program-program yang dapat merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi yang dipercaya dan berkaitan dengan identitas perusahaan atau produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian, dan kepentingan konsumen.

Konsep public relations tersebut melahirkan three ways strategy untuk menciptakan opini public yang favourable atau menciptakan citra. Three ways strategy tersebut terdiri dari pull strategy (menarik), power strategy (kekuatan, penyandang), push strategy (mendorong), dan pass strategy (membujuk).

Ruang lingkup marketing public relations antara lain: memposisikan perusahaan sebagai leader atau expert, membangun kepercayaan konsumen (confidence and trust), memperkenalkan produk baru, menghapus lalu meluncurkan kembali (relaunch) produk-produk yang sudah dewasa (mature), mengkomunikasikan keuntungan-keuntungan produk lama, mempromosikan cara-cara pemakaian baru atas produk-produk yang sudah dikenal, melibatkan atau menggerakkan masyarakat terhadap produk kita, menjangkau secondary markets, menekan pasar yang lemah, memperluas jangkauan iklan, menyebarkan barita sebelum beriklan, membuat iklan lebih berbunyi (menjadi bahan pembicaraan), menjelaskan product story dengan lebih detail, memperoleh publisitas atas produk-produk yang tabu diiklankan di televisi, melakukan tes konsep pemasaran, mengidentifikasikan produk (merek) dengan nama perusahaan, mendapatkan dukungan konsumen dengan menjelaskan misi perusahaan, mendorong motivasi tenaga-tenaga penjual (sales force), dan memperoleh dukungan dari para penyalur (pengecer).

 

Tujuan Public Relation

Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).

Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:

  1. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
  2. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
  3. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
  4. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
  5. Mendukung bauran pemasaran.

Jefkins (2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
  2. Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
  3. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan
  4. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru.
  5. Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
  6. Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.
  7. Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.
  8. Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.
  9. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
  10. Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
  11. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
  12. Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara.
  13. Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
  14. Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Shimp, Terence. 2007. Integrated Marketing Communications in Advertising and Promotion. USA: Thomson South-Western.

http://petiusang.wordpress.com/category/komunikasi/strategi-marketing-public-relations-heineken-nv-dalam-kasus-produk-baru/

http://www.anneahira.com/public-relations-adalah.htm

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/public-relation-definisi-fungsi-dan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_masyarakat

 

Doc: MARKETING COMMUNICATION

Pdf: MARKETING COMMUNICATION

KRITIK IKLAN

2013
02.27

Iklan Fren 2

 

Ini merupakan iklan kartu selular Fren beberapa tahun lalu. Di sini saya melihat ada yang tidak etis dari iklan yang ditampilakan melalui poster dan tayangan di televisi. Secara umum iklan ini tidak mencerminkan iklan yang baik, di mana ciri-ciri iklan yang baik adalah:

  1. Etis: berkaitan dengan kepantasan
  2. Estetis: berkaitan dengan kelayakan
  3. Artistik: bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khalayak

Di iklan ini menunjukkan tayangan yang menurut saya tidak sopan dengan menempatkan wanita hanya mengenakan daun dan ada tiga pria mengenakan hal serupa. Menurut saya secara visual iklan ini tidak mendidik dan cenderung eskploitasi seksual. Lebih baik jika pelaku menggunakan pakaian yang pantas dan lebih tertutup.

YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) juga mempermasalahkan slogan dari Fren, “Nelpon Pake Fren Bayarnya Pake Daun”. YLKI berpendapat daun bukan merupakan alat pembayaran yang sah.

Sesuai dengan etika pariwara Indonesia yang disepakati Organisasi Periklanan dan Media Massa tahun 2005, ada beberapa poin yang saya soroti dari iklan ini, antara lain:

  1. Pencantuman harga. Jika harga sesuatu produk dicantumkan dalam iklan, maka ia harus ditampakkan dengan jelas, sehingga konsumen mengetahui apa yang akan diperolehnya dengan harga tersebut. Dalam iklan ini, tarif kartu tidak jelas. Jika konsumen membayar dengan daun saya rasa tidak masalah karena iklan menyatakan demikian.
  2. Pornografi dan pornoaksi. Iklan tidak boleh mengeksploitasi erotisme atau seksualitas dengan cara apapun, dan untuk tujuan atau alasan apapun. Di atas saya sudah menjelaskan bahwa iklan ini cenderung mengekploitasi seksualitas.
  3. Bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Dalam iklan ini melanggar norma kesopanan.

 

Sumber:

http://ruangdosen.wordpress.com/2010/04/04/etika-dalam-periklanan/

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:iSLZfgzNrnMJ:faizal.student.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_236.pdf+undang-undang+iklan&hl=id&pid=bl&srcid=ADGEESjd2PCkwCqsynVzK6ySJCyJTJDJJE8Ox6o2Nq5BSAd0IVoJNLQ6Y_HUWOkEwD43XM63ZyiqaJZFD_MyvEa2ozEvFP4Vg9ZIOQU0o6mwjE3V7zJT2Z8BlH19su-MTxUv2pJ_54U9&sig=AHIEtbSTa0D8f-xtj99nJOXfGmq9xTCjtg

 

Doc: kritik iklan

Pdf: kritik iklan

CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

2013
02.27

Efektivitas Pemasaran adalah kualitas pemasar untuk mengoptimalkan upaya mereka dan mencapai hasil jangka pendek dan jangka panjang terbaik. Efektivitas Pemasaran terkait dengan Return on Investment Pemasaran (Romi) dan ROI Pemasaran yang membantu untuk menggambarkan hubungan antara Biaya dan hasil yang dicapai baik dalam bentuk keuntungan atau arahan.

Mengukur efektivitas dari proses komunikasi pemasaran merupakan kegiatan mengevaluasi hasil dari kegiatan pemasaran. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah proses promosi yang dilakukan sudah tepat atau tidak. Beberapa perusahaan memiliki metode dan batasan-batasan yang berbeda dalam melakukan pengukuran. Efektivitas.perbedaan pada batasan batasan ini sangat dittentukan oleh ukuran perusahaan. Untuk mengukur efektivitas komunikasi pemasaran dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu :

  • Business outcomes (Penjualan)
  • Communication outcomes (Di luar Penjualan)

Proses pengukuran yang paling sederhana adalah melalui business outcomes, yaitu dengan melihat tren penjualan dari perusahaan itu sendiri, di sana dapat dilihat peningkatan atau penurunan pembelian yang terjadi selama periode waktu tertentu saat program komunikasi pemasaran dijalankan. Namun, kita biasanya tidak dapat mengukur efektivitas komunikasi pemasaran dari penjualan saja. Sebab keseluruhan bauran pemasaran, memiliki pengaruh terhadap penjualan.

Pada pengukuran efektivitas marketing ini, perlu diperhatikan adalah penggunaan statistik. Statistik perlu sebagai bahan analisis dan evaluasi pada program marketing yang telah dijalankan. Misal pada tahun ini promosi yang dilakukan perusahaan mencapai Rp 5 miliar. Kemudian berapa penjualan yang telah dilakukan dapat dihitung dari berapa konsumen yang menggunakan produk perusahaan tersebut.

Selain itu ukuran lain yang digunakan adalah ukuran  ukuran communication outcomes atau secara nonsales. Suatu ukuran komunikasi akan memperlihatkan target di luar penjualan. Artinya sasaran yang dituju adalah sebuah brand awareness, apakah pesan tersebut tersampaikan, sikap terhadap merek serta keinginan membeli adalah ukuran-ukuran komunikasi pemasaran pada umumnya.

Ada lima faktor yang bisa mengarahkan tingkat efektivitas pemasaran yang bisa dicapai oleh para pemasar:
1. Strategi Pemasaran

2. Kreativitas pemasaran

3. Menjalankan pemasaran

4. Infrastruktur Pemasaran (juga dikenal sebagai Marketing Management)

5. Faktor-faktor Exogenous. Ada banyak faktor yang ada diluar kemampuan pengendalian kita yang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas pemasaran. Hal ini seperti cuaca, tingkat bunga, peraturan pemerintah dan banyak hal lainnya. Pemahaman terhadap dampak dari faktor-faktor ini yang mungkin terdapat di dalam konsumen kita, bisa membantu kita untuk merancang program yang bisa mendatangkan keuntungan dari berbagai faktor ini atau mengurangi resiko dari faktor ini jika mereka berada di tengah-tengah kampanye pemasaran kita.

Cara mengukur efektivitasan marketing communication juga bisa dengan menggunakan audit komunikasi. Konsep audit komunikasi sebagaimana ditawarkan Gerald Goldhaber adalah “pemeriksaan diagnosis yang dapat memberikan informasi dini untuk mencegah kehancuran dari kesehatan organisasi yang lebih besar” (Hardjana, 2000). Pemeriksaan diagnosis tersebut barupa kajian mendalam serta menyeluruh tentang sistem komunikasi keorganisasian yang terdiri dari dua bagian yang saling berkaitan, yakni komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Karena itu, di samping audit komunikasi internal organisasi, audit Public Relations juga menyangkut audit corporate image, yaitu mengetahui persepsi masyarakat terhadap kinerja dan personaliti organisasi atau perusahaan

Ketika kita ingin mengukur efektivitas dari kampanye pemasaran, ada tiga hal yang penting untuk tahu. Salah satunya adalah biaya pemasaran, kedua adalah pendapatan atau lead yang dihasilkan dari kampanye dan nilai seumur hidup pelanggan. Pemasaran adalah suatu proses dimana organisasi menciptakan dan mendistribusikan produk yang tidak hanya diinginkan oleh pelanggan tetapi mereka bersedia untuk membeli pada harga yang diberikan.

 

Sumber:

http://juniorsuryadilaga.wordpress.com/2013/01/09/mengukur-efektivitas-komunikasi-pemasaran/

http://id.prmob.net/pemasaran/bisnis/strategi-pemasaran-1074778.html

http://thekingbrembi-scorpio.blogspot.com/2012/10/tulisan6-cara-mengukur-efektivitas.html

http://gemaswadaya.blogspot.com/2011/12/mengukur-efektivitas-program-pemasaran.html

 

Doc: Tugas 2 Marcom

Pdf: Tugas 2 Marcom

MENGAPA SAYA INGIN MEMPELAJARI MARKETING COMMUNICATION

2013
02.20

Sebelum mengenal marketing communication (marcom) lebih lanjut, jujur saya  tidak mengerti banyak tentang mata kuliah ini. Saya melihat dari namanya dan yang saya tangkap dari adalah mata kuliah pemasaran tentang bagaimana kita mengoumikasikan produk kita dalam bentuk promosi. Saya juga sempat bertanya ke beberapa kakak tingkat tentang mata kuliah ini. Hampir semua bilang marcom mata kuliah bagus untuk mengembangkan pemasaran di era modern. Oleh karena itu, saya memilih mata kuliah ini dan ingin mempelajari lebih lanjut tentang apa itu marketing communication dan strategi apa yang bisa dilakukan dalam mempromosikan suatu produk secara efektif. Saya sempat mencari beberapa informasi tentang marcom, dan saya rasa tidak jauh berbeda dengan apa yang saya duga sebelumnya.

Menurut Paul Smith , Chris Berry dan Alan Pulford komunikasi pemasaran adalah hubungan sistematis antara sebuah bisnis dan pasarnya, dimana pelaku pasar memasang beberapa ide-ide yang luas, desain-desain, pesan-pesan, media, potongan-potongan, bentuk-bentuk dan warna-warna, keduanya untuk mengomunikasikan ide-ide dan untuk merangsang persepsi khusus tentang produk dan layanan-layanan oleh individual masyarakat yang telah dikumpulkan atau disatukan kedalam sebuah target pasar.

Djasmin Saladin (2001; 123) mengatakan bahwa Komunikasi Pemasaran adalah aktivitas yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi dan membujuk atau mengingatkan pasan sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Marketing Communication merupakan sebuah langkah strategis dalam penentuan kesuksesan penjualan. Banyak sekali aspek yang perlu dipersiapkan; mulai dari pembuatan budget hingga langkah-langkah strategis untuk memastikan keberhasilan dalam penjualan produk.

Tiga tugas besar marketing communication diera persaingan bisnis yang sangat kompetitif seperti sekarang ini adalah menjaga dan meningkatkan kualitas komunikasi antara perusahaan dengan customernya, perusahaan dengan komunitasnya dan perusahaan dengan internalnya. Dimana hal tersebut mempunyai tujuan akhir dari segala aktivitasnya yaitu menjadikan komunikasi perusahaan lebih baik dan lebih efektif khususnya yang berkaitan langsung dengan marketing dan promosi.

Komunikasi pemasaran (bahasa Inggris: marketing communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan “suara” perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.

Komunikasi pemasaran bagi konsumen, dapat memberitahu atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa suatu produk digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan. Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas merek dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek serta emndorong penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.

Dua unsur pokok dalam komunikasi pemasaran, yaitu:

  • Komunikasi : Proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan individu. Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan yang merupakan gagasan atau informasi pengirim melalui suatu media kepada penerima agar mampu memahami maksud pengirim.
  • Pemasaran : Sekumpulan kegiatan dimana perusahaan atau organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai (pertukaran) tentang informasi produk, jasa dan ide antara mereka dengan pelanggannya.

Ada delapan langkah dalam mengembangkan komunikasi yang efektif.

  • Mengidentifikasikan pemirsa atau konsumen sasaran : menganalisa pembeli potensial produk perusahaan dan menetapkan target konsumen.
  • Menentukan tujuan komunikasi : kebutuhan kategori, kesadaran merek, sikap merek, maksud pembelian merek.
  • Merancang komunikasi : strategi pesan, strategi kreatif, sumber pesan, adaptasi global.
  • Memilih saluran komunikasi.

1. Saluran komunikasi pribadi : dua orang atau lebih berkomunikasi tatap muka, antara seseorang dengan pemirsa, melalui telepon atau melalui e-mail.

2. Saluran komunikasi nonpribadi : komunikasi yang diarahkan ke lebih dari satu orang dan meliputi media, promosi penjualan, acara dan pengalaman, serta hubungan masyarakat.

  • Menetapkan total anggaran komunikasi pemasaran : metode terjangkau, metode persentase penjualan, metode paritas kompetitif, metode tujuan dan tugas.
  • Memutuskan bauran komunikasi pemasaran (marketing mix).
  • Mengukur hasil komunikasi : mengukur dampak pesan yang dikomunikasikan terhadap konsumen sasaran dan umpan balik yang diterima.
  • Mengelola proses komunikasi pemasaran terintegrasi : mengkoordinasikan media, mengimplementasikan IMC (Integrated Marketing Communication) atau komunikasi pemasaran terpadu.

Model Makro Proses Komunikasi

Model makro adalah model komunikasi yang terdiri dari sembilan elemen. Dua elemen sebagai pihak utama yaitu pengirim dan penerima. Dua elemen lainnya merepresentasikan alat komunikasi utama yaitu pesan dan media. Empat elemen merepresentasikan fungsi komunikasi utama yaitu penyandian, pengartian, respons, dan umpan balik. Elemen terakhir adalah gangguan yang dapat menganggu proses komunikasi.

Model Mikro Respons Konsumen

Model mikro komunikasi pemasaran berkonsentrasi pada respons spesifik konsumen terhadap komunikasi. Ada empat model hirarki respons klasik yaitu AIDA, Hirarki Pengaruh, Inovasi-adopsi, dan Komunikasi. Semua model mengasumsikan bahwa pembeli melewati tahap kognitif, afektif dan perilaku.

  • Kesadaran : Jika sebagian besar konsumen sasaran tidak menyadari produk, tugas komunikator adalah membangun kesadaran dengan memperkenalkan produk dengan informasi awal seperti nama produk.
  • Pengetahuan : Informasi lebih dalam mengenai produk. Konsumen sasaran mungkin memiliki kesadaran tapi tidak tahu banyak tentang produk. Pengetahuan sangat penting untuk diberikan kepada sasaran agar informasi yang dimiliki sasaran tentang produk menjadi lengkap.
  • Rasa suka : Jika konsumen sasaran mengetahui merek, apa yang mereka rasakan tentang merek tersebut? Dalam hal ini komunikator harus bisa membangkitkan rasa suka konsumen sasaran terhadap produk.
  • Preferensi : Konsumen sasaran mungkin menyukai produk, tetapi tidak lebih baik dibandingkan produk lain. Komunikator harus berusaha membangun preferensi konsumen dengan membandingkan kualitas, nilai, kinerja, dan fitur lain terhadap pesaing.
  • Keyakinan : Komunikator harus membangun dan memperkuat keyakinan dan minat konsumen sasaran untuk membeli.
  • Pembelian : Konsumen sasaran memiliki keyakinan dan minat yang kuat, namun tidak cukup tergerak untuk membeli.

Komunikator harus mengarahkan konsumen agar mengambil langkah terakhir untuk membeli dengan cara menawarkan produk dengan harga terjangkau, menawarkan premi, atau membiarkan konsumen mencoba produk.

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_pemasaran

http://www.mpromediatama.com/index.php?view=article&catid=25:program-marcomm-institute&id=23:powerfull-skills-for-marketing-communication&option=com_content

http://diyolineri.blogspot.com/2012/03/definisi-komunikasi-pemasaran-menurut.html

Doc: Marcom

Pdf: Marcom

 

TUGAS MICROFINANCE

2012
09.26

1.  Jelaskan perspektif perkembangan UKM + contoh!

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan istilah yang mengacu pada jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

Kriteria usaha kecil menurut UU no. 95 tahun 1995 adalah:

  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak RP 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000
  • Milik warga negara Indonesia.
  • Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar.
  • Berbentuk usaha perseorangan, atau badan usaha yang tidak berbadan hukum, termasuk koperasi.

Secara garis besar, perspektif perkembangan UKM dibagi menjadi empat, yaitu:

  • Livelihood Activities, merupakan UKM yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contoh, pedagang kaki lima. Usahanya hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa berpikir bagaimana mengembangkan usahanya.
  • Micro Enterprise, merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan. Contoh: pengrajin gerabah yang hanya membuat gerabah saja tanpa melihat kemauan pasar.
  • Small Dynamic Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor. Contoh: pengrajin gerabah yang bekerjasama dengan pabrik teh membuat satu subkontrak dimana pengrajin tersebut membuat gerabah dengan logo pabrik teh.
  • Fast Moving Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi usaha besar. Contoh: pengrajin gerabah yang berorientasi pasar dan mampu mengembangkan pasarnya ke luar negeri.

 

referensi: http://infoukm.wordpress.com/2008/08/29/klasifikasi-ukm/

 

2. Apa yang dimaksud dengan jiwa kewirausahaan? Apa sifat-sifatnya?

Kewirausahaan atau wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Jiwa wirausaha adalah sifat kemandirian untuk mencari sebuah sumber penghasilan dengan membuka usaha ataupun menyalurkan kreatifitas yang dimiliki sesorang untuk kemudian dijadikan sebuah lahan untuk mencari penghasilan. Jiwa kewirausahaan sejatinya sudah melekat pada diri masing-masing orang. Sifat ini bisa dibentuk seiring berjalannya waktu, namun dasarnya tetap apa yang ada di dalam diri orang tersebut.

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:

  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Pengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun

Karakteristik kewirausahaan:

  • Motif Berprestasi Tinggi

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs).

  • Selalu Perspektif

Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23). Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.

  • Memiliki Kreatifitas Tinggi

Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu enurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.

  • Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi

Seorang wirausahawan harus memiliki perilaku yang penuh inovasi. Inovasi sangat dibutuhkan agar produk yang dihasilkan mempunyai daya tarik lebih dan menarik minat masyarakat. Seorang wirausaha harus dituntut untuk selalu menciptakan hal yang baru dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya, mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

  • Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab

Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya. Di dalam menjalankan usaha tersebut seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya. Ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada di pasar. Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.

  • Mandiri atau Tidak Ketergantungan

Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif di dalam mengembangkangkan ide dan pikiranya terutama dalam menciptakan peluang usaha didalam dirinya, dia dapat mandiri menjalankan usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain.

  • Selalu Mencari Peluang

Esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu juga menampung wirausaha yang pengusaha, yang mengejar keuntungan secara etis serta wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yang mengelola organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/masyarakat.

  • Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia selalu ingin tampil berbeda, lebih dahulu, lebih menonjol. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi, ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih dahulu dan segera berada di pasar. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor yang baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Ia selalu ingin bergaul untuk mencari peluang, terbuka untuk menerima kritik dan saran yang kemudian dijadikan peluang. Seorang pemimpin harus memiliki taktik mediator dan negosiator daripada diktaktor.

  • Memiliki Kemampuan Manajerial

Salah satu jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan untuk memanagerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaanya yang kesemuanya itu adalah merupakan kemampuan managerial yang wajib dimiliki dari seorang wirausaha, tanpa itu semua maka bukan keberhasilan yang diperoleh tetapi kegagalan uasaha yang diperoleh.

 

referensi : http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan

 

3. Mimpi menjadi wirausahawan

Mempunyai usaha mandiri merupakan mimpi kecil saya. Mempunyai usaha mandiri yang sukses, itu merupakan mimpi besar saya. Usaha yang ingin saya mulai dan kembangkan berupa usaha cafe. Sejauh yang saya lihat semakin hari bisnis cafe semakin menjamur. Tidak hanya di Malang, namun juga di banyak kota lainnya. Karakter manusia yang bergeser lebih senang bersosialisasi membuat tempat berkumpul atau kongkow menjadi jujukan menghabiskan waktu dengan mengobrol atau hanya sekedar menikmati suasana.

  • Gambaran umum: usaha cafe saya kurang lebih sama dengan konsep cafe kebanyakan. Saya akan lebih melakukan perbedaan dari segi dekorasi dan menu. Dekorasi yang dibuat nyaman akan membuat konsumen betah. Untuk interior dan dekorasi saya ingin membuatnya seperti jaman victoria, atau Eropa kebanyakan. Menunya juga bervariasi dari menu ringan hingga berat. Fasilitas tambahan yang ada berupa koneksi wifi dan live music. Juga ada satu ruangan yang lebih privat yang bisa dipesan untuk acara meeting atau lainnya.
  • Tujuan: memfasilitasi konsumen dengan menyediakan tempat berkumpul yang nyaman, menu yang istimewa, fasilitas tambahan yang memadai, namun tetap dengan harga terjangkau.
  • Sasaran: anak muda dan mahasiswa. Karena sifat anak muda yang senang bergaul jadi saya lebih memilih segmen pasar yang paling tidak saya mengerti dunianya, seperti anak muda. Selain itu di Malang, mahasiswa merupakan penduduk dengan jumlah yang banyak sehingga untuk target pasar saya yakin bisa tercapai.
  • Lokasi: untuk lokasi saya tidak terlalu kaku harus di pusat keramaian. Namun lebih memilih yang strategis dekat dengan kalangan anak muda dan dapat diakses dengan mudah.
  • Strategi pemasaran: media jejaring sosial dan word of mouth.

 

Usaha ini saya harap menjadi usaha yang berkembang. Siapa yang tidak mau sukses. Semua orang ingin sukses. Dengan usaha yang berawal kecil ini diharapkan bisa membuka cabang di mana-mana. Bisa ekspansi juga ke luar negeri. Jadi bukan hanya saya yang untung, namun Indonesia juga kena imbas positifnya.