RSS
 

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

analisis perhitungan biaya standar

26 Apr

I.   Pengertian

Biaya Standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi dan faktor-faktor lain tertentu.

 

 

II.  Prosedur Penentuan Biaya Standar

Biaya Bahan Baku Standar, terdiri atas  :

1.  Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah keluaran fisik tertentu, atau lebih dikenal dengan nama kuantitas standar.

2.  Harga satuan masukan fisik tersebut, atau disebut pula harga standar.

 

Kuantitas Standar Bahan Baku dapat ditentukan dengan menggunakan :

1.  Penyelidikan teknis.

2.  Analisis catatan masa lalu dalam bentuk  :

a)  Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama dalam periode tertentu dimasa lalu.

b)  Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik dan yang paling buruk dimasa lalu.

c)  Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik.

 

Harga yang dipakai sebagai harga standar dapat berupa  :

1.  Harga yang diperkirakan akan berlaku di masa yang akan datang, biasanya untuk jangka waktu 1 tahun.

2.  Harga yang berlaku pada saat penyusunan standar.

3.  Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal dalam jangka panjang.

 

 

III. Biaya Tenaga Kerja Standar

Jam Tenaga Kerja Standar dapat ditentukan dengan cara :

1.  Mnghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari Kartu Harga Pokok (Cost Sheet) periode yang lalu.

2.  Membuat test-run operasi produksi dibawah keadaan normal yang diharapkan.

3.  Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan dibawah keadaan nyata yang diharapkan.

4. Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk

 

 

IV. Biaya Overhead Pabrik Standar

Tarif Overhead Standar dihitung dengan membagi jumlah biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas normal dengan kapasitas normal.  Untuk pengendalian BOP dalam sistem biaya standar, perlu dibuat anggaran fleksibel, yaitu anggaran biaya untuk beberapa kisaran (range) kapasitas.  Tarif BOP standar menggabungkan biaya tetap dan variabel dalam satu tarif yang didasarkan pada tingkat kegiatan tertentu.  Sebagai akibatnya dalam tarif ini semua BOP diperlakukan sebagai biaya variabel.  Di lain pihak anggaran fleksibel memisahkan faktor-faktor biaya tetap dan variabel, dan memperlakukan BOP tetap sebagai biaya yang jumlahnya tetap dalam volume tertentu.

 

 

V.  Analisis  Penyimpangan Biaya Sesungguhnya Dari Biaya Standar

Penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar disebut dengan selisih (variance).  Selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar dianalisis, dan dari analisi ini diselidiki penyebab terjadinya selisih yang merugikan.

 

 

VI. Analisis Selisih Biaya Produksi Langsung

Ada 3 model analisis selisih biaya produksi langsung  :

1.  Model Satu Selisih (The One-Way Model)

Dalam model ini, selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar tidak dipecah kedalam selisih harga dan selisih kuantitas, tetapi hanya ada satu macam selisih yang merupakan gabungan antara selisih harga dengan selisih kuantitas.

 

Hasil perhitungan selisih diberi tanda L (selisih Laba) dan R (selisih Rugi).  Analisis selisih dalam model ini dapat digambarkan dengan rumus berikut ini :

 

 

St  =  ( HSt  x  KSt )  –  ( HS x KS )

 

                                                                     Diketahui  :

St       =    Total Selisih

Hst   =    Harga Standar

Kst   =    Kuantitas Standar

HS    =    Harga Sesungguhnya

KS    =    Kuantitas Sesungguhnya

 

2.  Model Dua Selisih (The Two-Way Model)

Selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar dipecah menjadi 2 macam selisih, yaitu selisih harga dan selisih kuantitas atau efisiensi.

Rumus perhitungan selisih dapat dinyatakan sebagai berikut  :

 

Perhitungan Selisih Harga                    Perhitungan Selisih Kuantitas           

 

SK  =  ( KSt  –  KS )  x  HSt

 

 

SH  =  ( HSt  –  HS )  x  KS

 

Diketahui  :

SH    =    Selisih Harga                       SK    =   Selisih Kuantitas

Hst   =    Harga Standar                     Kst   =   Kuantitas Standar

HS     =    Harga Sesungguhnya          KS     =   Kuantitas Sesungguhnya

 

2.  Model Tiga Selisih (The Two-Way Model)

Selisih antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya dipecah menjadi 3 macam selisih berikut ini : Selisih Harga, Selisih Kuantitas, Selisih Harga / Kuantitas.

Hubungan harga dan kuantitas sesungguhnya dapat terjadi dengan kemungkinan  berikut ini :

a)  Harga dan Kuantitas Standar masing-masing lebih tinggi atau lebih rendah dari harga dan kuantitas sesungguhnya.

Rumus perhitungan selisih harga dan kuantitas dalam kondisi Harga Standar dan Kuantitas Standar masing-masing  ” Lebih Rendah ”  dari Harga Sesungguhnya dan Kuantitas Sesungguhnya, dinyatakan dalam persamaan berikut ini :

 

SH  =  ( HSt  –  HS )  x  KSt

 

 

SK  =  ( KSt  –  KS )  x  HSt

 

Perhitungan Selisih Harga                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Perhitungan Selisih Kuantitas

 

 

SHK  =  ( HSt  –  HS )  x  ( KSt – KS )

 

Perhitungan Selisih Gabungan

                                                                              yang merupakan Selisih Harga /

                                                                              Kuantitas                                                                               

 

Rumus perhitungan selisih harga dan kuantitas dalam kondisi Harga Standar dan Kuantitas Standar masing-masing  ” Lebih Tinggi ”  dari Harga Sesungguhnya dan Kuantitas Sesungguhnya, dinyatakan dalam persamaan berikut ini :

 

 

SH  =  ( HSt  –  HS )  x  KS

 

 

SK  =  ( KSt  –  KS )  x  HS

 

Perhitungan Selisih Harga                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Perhitungan Selisih Kuantitas

 

 

SHK  =  ( HSt  –  HS )  x  ( KSt – KS )

 

Perhitungan Selisih Gabungan yang merupakan Selisih Harga/ Kuantitas                                    

                             

 

b)  Harga Standar “ Lebih Rendah “ dari Harga Sesungguhnya, namun sebaliknya Kuantitas Standar ” Lebih Tinggi “ dari Kuantitas Sesungguhnya.

Selisih gabungan yang merupakan selisih harga / kuantitas tidak akan terjadi. Dengan demikian perhitungan selisih harga dan kuantitas dalam kondisi seperti ini dengan model 3 selisih dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

 

 

SH  =  ( HSt  –  HS )  x  KS

 

 

SK  =  ( KSt  –  KS )  x  HSt

 

Perhitungan Selisih Harga                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Perhitungan Selisih Kuantitas

 

Selisih Harga / Kuantitas sama dengan nol

 

 

c)  Harga Standar “ Lebih Tinggi “ dari Harga Sesungguhnya, namun sebaliknya Kuantitas Standar ” Lebih Rendah “ dari Kuantitas Sesungguhnya.

Selisih gabungan tidak akan terjadi. Perhitungan selisih dengan model 3 selisih dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

 

 

SH  =  ( HSt  –  HS )  x  KSt

 

 

SK  =  ( KSt  –  KS )  x  HS

 

Perhitungan Selisih Harga                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Perhitungan Selisih Kuantitas

 

Selisih Harga / Kuantitas sama dengan nol

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CONTOH  SOAL

 

PT. CAHAYA MENTARI pada tahun 1996 memproduksi produk jadi sebanyak 120.000 unit. Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak 750.000 kg, sedangkan yang digunakan dalam proses produksi sebanyak 700.000 kg.

Dalam menghasilkan produk, ditetapkan standar kuantitas bahan baku sebanyak 6 kg / unit dengan standar harga Rp. 2.150,- / kg, lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 3 jam / unit dengan standar tarif upah Rp. 2.400,- / jam . Namun kenyataan yang terjadi, harga bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 2.100,- / kg dengan jumlah jam tenaga kerja sesungguhnya selama 365.000 jam dengan tarif Rp. 2.500, / jam.

 

Diminta  Carilah  :

1.  Selisih harga bahan baku.

2.  Selisih kuantitas bahan baku.

3.  Selisih efisiensi tenaga kerja langsung.

4.  Selisih Tarif tenaga kerja langsung

5.  Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta pengalokasian selisih gaji dan upah dengan mengabaikan pajak atas gaji dan upah

 

 

 

PENYELESAIAN  :

 

 

1.  Selisih Harga Bahan Baku :

Selisih Harga  =   ( Harga Ssg – Harga Std )  x  Kuantitas Ssg

=   ( Rp. 2.100  –  Rp. 2.150 )  x  700.000

=   Rp. 35.000.000,-   ( Laba )

 

2.  Selisih Kuantitas Bahan Baku :

Selisih Kuantitas    =   [ Kuantitas Ssg – Kuantitas Std yang ditetapkan ]  x  Harga Std

=   [ 700.000  –  ( 6  x 120.000 ) ]  x  Rp. 2.150

=   Rp. 43.000.000   ( Laba )

 

3.  Selisih Efisiensi Jam Tenaga Kerja Langsung :

Selisih Jam Kerja    =  [ Jam kerja Ssg – Jam kerja Std yang ditetapkan ] x Tarif upah Std

=  [ 365.000  –  ( 3  x 120.000 ) ]  x  Rp. 2.400

=   Rp. 12.000.000,-  ( Rugi )

 

4.  Selisih Tarif  Upah Tenaga Kerja Langsung :

Selisih Tarif Upah =  [ Tarif upah Ssg – Tarif upah Std ]  x  Jam kerja Ssg

=  [ Rp. 2.500 – Rp. 2.400 ]  x  365.000

=  Rp. 36.500.000,-  ( Rugi )

 

 

5.  Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar :

 

Gaji dan upah  ( 2.500 x 365.000)                  Rp.  912.500.000,-      —

Berbagai perkiraan hutang                              —        Rp.  912.500.000,-

 

 

Jurnal untuk mengalokasikan gaji dan upah serta selisih-selisihnya :

 

Barang dalam proses ( 360.000 x 2.400 )       Rp. 864.000.000,-       —

Selisih efisiensi TK langsung                          Rp.   12.000.000,-       —

Selisih tarif  TL langsung                                Rp.   36.500.000,-       —

Gaji dan upah                                                  —        Rp.  912.500.000,-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KASUS  2

 

PT. GEMERLAP BINTANG pada tahun 1995 memproduksi produk jadi sebanyak 20.000 unit. Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak 70.000 kg, sedangkan yang digunakan dalam proses produksi sebanyak 60.000 kg.

Dalam menghasilkan produk, ditetapkan standar kuantitas bahan baku sebanyak 4 kg / unit dengan standar harga Rp. 1.100,- / kg, lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 2 jam / unit dengan standar tarif upah Rp. 4.600,- / jam . Namun kenyataan yang terjadi, harga bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 1.050,- / kg dengan jumlah jam tenaga kerja sesungguhnya selama 41.800 jam dengan tarif Rp. 4.800, / jam.

 

Diminta   :

1.  Selisih harga bahan baku.

2.  Selisih kuantitas bahan baku.

3.  Selisih efisiensi tenaga kerja langsung.

4.  Selisih Tarif tenaga kerja langsung

5.  Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta pengalokasian selisih gaji dan upah.

 

 
 

26 Apr

 

ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA:

ALAT PERENCANAAN MANAJERIAL

 

 

 

Cost Volume Profit Analysis merupakan salah satu alat perencanaan dan pengambilan keputusan yang berguna dalam menganalisis keterkaitan biaya, kuantitas yang terjual, dan harga (termasuk laba yang diharapkan).

 

Isu yang muncul pada CVP Analysis:

  1. Jumlah unit yang harus terjual utk mencapai titik impas
  2. Dampak pengurangan biaya terhadap titik impas
  3. Dampak kenaikan harga terhadap titik impas

 

 

tITIK IMPAS DALAM UNIT

 

Break-Even Point (BEP): Titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, yaitu titik dimana laba sama dengan nol.

 

Langkah umum menghitung BEP adalah menentukan laba yang diharapkan dan memisahkan biaya menjadi biaya tetap dan biaya variabel.

 

 

Penggunaan Laba Operasi dlm CVP Analysis

 

Laba yg digunakan dalam CVP Analysis adalah laba operasi (operating income), yaitu laba sebelum dikurangi pajak, bukan laba bersih (net income)

 

Laba Operasi = Pendapatan penjualan – Biaya variabel – Biaya tetap

 

Laba Operasi = (Harga x Jumlah unit) – (Biaya variabel per unit
x Jumlah unit) – Total biaya tetap

 

 

Jalan Pintas Menghitung Unit BEP:

 

Jumlah Unit

=

Biaya tetap

Margin kontribusi per unit

 

 

Marjin kontribusi merupakan pendapatan penjualan dikurangi total biaya variabel.

 

Penjualan per Unit untuk Mencapai Target Laba

  • Target Laba sbg Jumlah Moneter

Target laba = (PxQ) – (BVxQ) – BT

  • Target Laba sbg Persentase dari Pendapatan Penjualan

% Target Laba (PxQ) = (PxQ) – (BVxQ) – BT

 

Target Laba Setelah Pajak

 

Laba bersih

=

Laba operasi – Pajak
= Laba operasi – (Tarif x Laba operasi)
= Laba operasi (1 – tarif pajak)

atau

Laba operasi

=

Laba bersih

1 – Tarif pajak

 

BEP DALAM RUPIAH PENJUALAN

 

Rasio Biaya Variabel: Rasio antara biaya variabel dan penjualan yang menyatakan berapa rupiah setiap penjualan yang hrs digunakan utk menutup biaya variabel.

Contoh:

 

 

Rupiah

% Penjualan

PenjualanBiaya variabel

Marjin Kontribusi

Biaya tetap

Laba operasi

400.000

(325.000)

75.000

(45.000)

30.000

100,00

81,25

18,75

 

Laba Operasi

= Penjualan – Biaya variabel – Biaya tetap
= Penjualan – (Rasio bi variabel x Penjualan) – Biaya tetap
= Penjualan (1 – Rasio biaya variabel) – Biaya tetap

0

= Penjualan (1 – 0,8125) – Rp45.000
0,1875 Penjualan = Rp45.000

Penjualan

= Rp240.000

 

Unit BEP

=

Biaya tetap

Harga – Biaya variabel per unit

 

Bila kedua sisi dikalikan dg harga, akan diperoleh BEP dlm penjualan

Penjualan BEP

=

Biaya tetap

Harga – Biaya variabel per unit

 

Unit BEP x Harga

=

Harga   x

Biaya tetap

Harga – Biaya variabel per unit

 

Penjualan BEP

=

Biaya tetap   x

Harga

Harga – Biaya variabel per unit

 

Penjualan BEP

=

Biaya tetap   x

Harga

Marjin kontribusi

 

Penjualan BEP

=

Biaya tetap

Rasio marjin kontribusi

 

Target Laba & Pendapatan Penjualan

 

 

Penjualan BEP

=

Biaya tetap + laba sebelum pajak

Rasio marjin kontribusi

 

 

ANALISIS MULTI PRODUK

 

Untuk penentuan CVP Analysis multi produk dihitung dengan cara terpisah untuk setiap produk atau dengan menggunakan bauran penjualan.

 

Penghitungan terpisah

Contoh: Unit impas penjualan mesin manual & mesin otomatis

 

 

Unit Impas mesin manual

=

Biaya tetap

Harga – Biaya variabel per unit

 

Unit Impas mesin otomatis

=

Biaya tetap

Harga – Biaya variabel per unit

 

Penghitungan dengan Bauran Penjualan

  • Bauran penjualan merupakan perbandingan terkecil unit penjualan antara produk satu dengan lainnya.
  • Bauran penjualan digunakan untuk menghasilkan marjin kontribusi per unit paket dengan cara mengalikan bauran penjualan dengan marjin kontribusi per unit setiap produk. Marjin kontribusi per unit paket dijumlahkan.

 

 

 

Paket impas

=

Biaya tetap

=

xx paket

Marjin kontribusi per paket

 

 

  • Pendekatan Rupiah Penjualan

Penjualan BEP

=

Biaya tetap

=

Rp xx

Rasio marjin kontribusi

 

PENYAJIAN SCR GRAFIS HUBUNGAN CVP

Grafik Laba-Volume

Laba/rugi

 

 

0                                                      Unit terjual

 

Titik impas

Grafik CVP

 

Total Pendapatan

 

 

           Total Biaya

             Titik

            Impas

 

 

 

 

                                                           Biaya Tetap

 

 

 

 

 

Asumsi pd CVP Analysis

  • Fungsi Linier
  • Rentang yg relevan
  • Produksi = Penjualan
  • Bauran Penjualan yg Konstan
  • Harga & Biaya Diketahui dg Pasti

 

 

PERUBAHAN VARIABEL CVP

 

Perubahan yang menjadi perhatian dlm CVP Analysis adalah variasi perubahan yang cepat dalam biaya variabel, biaya tetap, dan perubahan harga. Sehingga manajer dituntut untuk lebih concern terhadap perencanaan produksi, laba diinginkan dan pengendalian. Bisa digunakan beberapa skenario untuk alternatif yang berbeda-beda.

 

Risiko & Ketidakpastian

  • Risiko atas ketidakpastian harga, biayam dan kuantitas.
  • Pertimbangkan kisaran titik impas
  • Dua konsep yang bisa membantu:
    • Marjin Pengaman (margin of safety): unit yg dijual atau diharapkan terjual atau pendapatan yang dihasilkan atau diharapkan diterima yang melebihi volume impas.
    • Leverage Operasi (operating leverage): penggunaan biaya tetap untuk menciptakan perubahan persentase laba yg lebih tinggi ketika aktivitas penjualan berubah.

 

Tingkat leverage operasi

=

Marjin kontribusi

Laba

 

Analisis Sensitivitas & CVP

Yaitu teknik “bagaimana bila (what if)” untuk menguji dampak perubahan asumsi yang mendasarinya terhadap suatu jawaban.

 

CVP ANALYSIS & KALKULASI BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS

 

CVP Analysis konvebsional menyederhanakan biaya dibagi menjadi biaya tetap dan variabel sedang dalam ABC biaya dibagi dalam kategori unit dan non unit.

CVP Analysis menjadi lebih berguna dlm penghitungan ABC, namun dengan beberapa modifikasi.

Misal: Ada 3 variabel penggerak

 

Total Biaya

= Biaya tetap + (Biaya variabel per unit x Jumlah unit)
+ (Biaya setup x Jumlah setup)
+ (Biaya per jam mesin x Jumlah jam mesin) 
Laba operasi = Total pendapatan – Total biaya

 

Unit impas

=

Biaya tetap + (Biaya setup x Jumlah setup) + (Biaya per jam mesin x Jumlah jam mesin)

Harga – Biaya variabel per unit

 

 

Contoh Pembandingan Analisis Konvensional & ABC

 

Implikasi Strategis: CVP Analysis Konvensional vs Analisis ABC

 

 

Jumlah Unit

=

Biaya tetap

=

100.000

= 8.333 unit
Harga – Biaya variabel per unit

20 – 8

 

 

CVP Analysis & JIT

 

Total Biaya

= Biaya tetap + (Biaya variabel per unit x Jumlah unit)
+ (Biaya per jam mesin x Jumlah jam mesin)

 

 

 

 

 

 
 

Prosedur Audit Piutang usaha

22 Sep

1.1     Beberapa Pengertian Pokok

1.1.1  Pengertian Audit

Untuk mengetahui dengan jelas pengertian auditing, maka berikut ini akan dikemukakan definisi-definisi pengauditan yang di ambil dari beberapa sumber:

1. Konrath (2002:5) dalam Sukrisno Agoes (2004:1) mendefinisikan audit sebagai

”suatu proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.”

2.  Menurut Sukrisno Agoes  (2004:3), audit adalah

“Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen,  terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.”

3.  Menurut Mulyadi  (2002: 9), audit merupakan:

“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.”

Menurut Mulyadi, (2002:9), berdasarkan  pengertian audit di atas maka audit mengandung unsur-unsur:

1. suatu proses sistematis, artinya audit merupakan suatu langkah atau prosedur yang logis, berkerangka dan terorganisasi. Auditing dilakukan dengan suatu urutan langkah yang direncanakan, terorganisasi dan bertujuan.

2. untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif, artinya proses sistematik ditujukan untuk memperoleh bukti yang mendasari pernyataan yang dibuat oleh individu atau badan usaha serta untuk mengevaluasi tanpa memihak atau berprasangka terhadap bukti-bukti tersebut.

3. pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi, artinya pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi merupakan hasil proses akuntansi.

4. menetapkan tingkat kesesuaian, artinya pengumpulan bukti mengenai pernyataan dan evaluasi terhadap hasil pengumpulan bukti tersebut dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Tingkat kesesuaian antara pernyataan dengan kriteria tersebut kemungkinan dapat dikuantifikasikan, kemungkinan pula bersifat kualitatif.

5. kriteria yang telah ditetapkan, artinya kriteria atau standar yang dipakai sebagai dasar untuk menilai pernyataan (berupa hasil akuntansi) dapat berupa:
1)    peraturan yang ditetapkan oleh suatu badan legislatif
2)    anggaran atau ukuran prestasi yang ditetapkan oleh manajemen
3)    prinsip akuntansi berterima umum (PABU) di Indonesia

6.  Penyampaian hasil (atestasi), dimana penyampaian hasil dilakukan secara tertulis dalam bentuk laporan audit (audit report).

7. Pemakai yang berkepentingan, pemakai yang berkepentingan terhadap laporan audit adalah para pemakai informasi keuangan, misalnya pemegang saham, manajemen, kreditur, calon investor, organisasi buruh dan kantor pelayanan pajak.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa audit mencakup suatu proses sistematis dan terarah dalam prosesnya untuk menguji laporan keuangan perusahaan yang telah disusun manajemen oleh seorang yang kompeten (memiliki keahlian sebagai seorang akuntan) dan independen (tidak memiliki hubungan apapun dengan perusahaan) dengan tujuan dapat memberikan pendapat/opini mengenai kewajaran laporan keuangan.

1.1.2 Jenis-Jenis Audit

         Audit memiliki bermacam-macam jenis. Berikut jenis-jenis audit menurut beberapa pakar akuntansi.

Menurut Sukrisno Agoes (2004:9) ditinjau dari luasnya pemeriksaan, audit dibagi menjadi :

1. General Audit (Pemeriksaan umum)

Suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan kantor akuntan publik (KAP) independen dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Pemeriksaan tersebut harus dilakukan sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik dan memperhatikan Kode Etik Akuntan Indonesia, Aturan Etika KAP yang telah disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia serta Standar Pengendalian Mutu.

2.  Special Audit (Pemeriksaan Khusus)

Suatu pemeriksaan terbatas (sesuai permintaan klien) yang dilakukan oleh KAP Independen, dan pada akhir pemeriksaannya auditor tidak perlu memberikan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Pendapat yang diberikan terbatas pada pos atau masalah tertentu yang diperiksa, karena prosedur audit yang dilakukan juga terbatas. Misalnya KAP diminta untuk memeriksa apakah terdapat kecurangan terhadap penagihan piutang usaha diperusahaan klien.

Sedangkan menurut Mulyadi (2002:30) membagi jenis-jenis audit menjadi 3 kelompok yaitu:

1.  Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)

Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajran laporan keuangan tersebut.

2.  Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

Audit kepatuhan ialah audit yang tujuannya untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. Hasil audit kepatuhan umumnya dilaporkan kepada pihak yang berwenang membuat kriteria. Audit kepatuhan banyak dijumpai dalam pemerintahan.

3.  Audit Operasional (Operational Audit)

Auditor operasional merupakan review secara sistematik kegiatan organasasi, atau laporan bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Tujuan audit operasional adalah untuk :

1)  Mengevaluasi kinerja

2) Mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan

3) Membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut

1.1.3 Jenis-Jenis Auditor

Menurut Mulyadi (2002:28) jenis-jenis auditor dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu “auditor independen, auditor pemerintah, dan auditor intern”.

1.  Auditor Independen

Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang dibuat oleh klien. Audit tersebut terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai informasi keuangan seperti kreditur, investor, calon kreditur, calon investor, dan instansi pemerintah ( terutama instansi pajak).

2.  Auditor Pemerintah

Auditor pemerintah ialah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi atau entitas pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah.

3.  Audit Intern

Audit Intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara ataupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya ialah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang diterapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan kekayaan organisasi, menentukan efisiensi dan efektifitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.

Menurut Wiliam, et.al (2006:65) mengklasifikasi  jenis auditor menjadi empat kelompok  yaitu:

1.  Auditor Eksternal

2.  Auditor Internal

3.  Auditor Pemerintah

4.  Auditor Forensik

1.1.4    Standar Audit

Standar audit berbeda dengan prosedur auditing. “Prosedur” berkaitan dengan tindakan yang harus dilaksanakan, sedangkan “standar” berkenaan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut dan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai melalui penggunaan prosedur tersebut.

Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2001:150) terdiri dari sepuluh standar yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar yaitu:

1.    Standar Umum

1)        Audit harus dilakukan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan   pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.

2)        Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.

3)        Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

Sukrisno Agoes (2004:30) menjelaskan bahwa :

“Standar umum bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan auditor dan mutu pekerjaannya dan berbeda dengan standar yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan lapangan dan pelaporan. Standar pribadi atau standar umum ini berlaku sama dalam bidang pelaksanaan pekerjaan lapangan dan pelaporan.”

2.   Standar Pekerjaan Lapangan

1)      Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi sebagaimana mestinya.

2)      Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.

3)      Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.

Menurut Sukrisno Agoes (2004:35) bahwa “ standar pekerjaan lapangan berkaitan dengan pelaksanaan audit dan sepervisi, pemahaman dan evaluasi  pengendalian intern, pengumpulan bukti-bukti audit melalui compliance testsubstantive test, analytical review, sampai selesainya audit field work.”

3. Standar Pelaporan

1)      Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

2)      Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.

3)      Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit

4)      Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak diberika, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifart pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggungjawab yang dipikul oleh auditor.

1.1.5    Tahap-Tahap Pelaksanaan Audit

Mulyadi (2002:122) membagi tahapan pelaksanaan audit menjadi empat tahap yaitu:

1.  Penerimaan perikatan audit

Perikatan (engagement) adalah kesepakatan dua pihak untuk mengadakan suatu ikatan perjanjian. Dalam perikatan audit, klien yang memerlukan jasa auditing mengadakan suatu ikatan perjanjian dengan auditor. Dalam ikatan perjajian tersebut, klien menyerahkan pekerjaan audit atas laporan keuangan kepada auditor dan auditor sanggup untuk melaksanakan pekerjaan audit tersebut berdasarkan kompetensi profesionalnya.

2.  Perencanaan Audit

Langkah berikutnya setelah perikatan audit diterima oleh auditor adalah perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.

3.  Pelaksanaan Pengujian Audit

Tujuan utama pelaksanaan pekerjaan lapangan ini adalah untuk memperoleh bukti audit tentang efektifitas pengendalian intern klien dan kewajaran laporan keuangan klien.

4.  Pelaporan Audit

Pelaksanaan tahap ini harus mengacu ke “standar pelaporan”. Ada dua langkah penting yang dilaksanakan oleh auditor dalam pelaporan audit. 1) menyelesaikan audit dengan meringkas semua hasil pengujian dan menarik kesimpulan. 2) menerbitkan laporan audit.

 

2.2       Kantor Akuntan Publik

2.2.1    Pengertian Kantor Akuntan Publik

Dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik per 1 Januari 2001 (2001:1) disebutkan bahwa “KAP adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan pernudang-undangan, yang berusaha di bidang pemberian jasa profesional dalam praktik akuntan publik.”

Dengan kata lain KAP merupakan tempat penyediaan berbagai jasa oleh profesi akuntan publik bagi masyarakat. Suatu kantor akuntan yang sudah cukup besar dapat dibagi-bagi menurut jenis jasa yang diberikan, misalnya : bagian audit, jasa manajemen, perpajakan, serta penelitian dan latihan. Pembagian ini dimaksudkan untuk memungkinkan pegawai mengembangkan keahlian mereka ke bagian yang sesuai dengan pengetahuan preferensi mereka sehingga memungkinkan pemberian jasa yang lebih baik bagi klien.

2.2.2    Syarat Pendirian Kantor Akuntan Publik

Sesuai pasal 3 Keputusan Menteri Keuangan RI No.423/KMK.06/2002 tentang jasa akuntan publik untuk memperoleh izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1), akuntan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Lembaga Keuangan u.p Direktur Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Berdomisili di wilayah Republik Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Tidak pernah dikenakan sanksi pencabutan izin Akuntan Publik.

3. Memilik nomor Register Negara untuk Akuntan.

4. Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

5. Menjadi anggota IAI dan IAI-Kompartemen Akuntan Publik yang dibuktikan dengan kartu anggota atau surat keterangna dari organisasi yang bersangkutan.

6. Memiliki pengalaman kerja di bidang audit umum atas laporan keuangan sekurang-kurangnya 1.000 (seribu) jam dalam 5 (lima) tahun terakhir dan sekurang-kurangnya 5 (lima ratus) jam diantaranya memimpin dan menspervisi perikatan audit umum, yang disahkan oleh Pemimpin KAP tempat bekerja atau pejabat setingkat eselon I instansi pemerintah keuangan yang berwenagn di bidang audit umum, dan pengalaman audit umum sekurang-kurangnya 3.000 (tiga ribu) jam dengan reputasi baik di bidang audit.

7. Melengkapi formulir AP-1 sebagaimana terlampir dalam Keputusan Menteri Keuangan.

2.2.3    Struktur Organisasi Kantor Akuntan Publik

Suatu KAP yang sudah cukup besar dapat dibagi-bagi menurut jenis jasa yang diberkan. Jadi, misalnya kita dapat melihat kantor akuntan yang dibagi menjadi bagian pemeriksaan (audit), bagian konsultasi (management service), dan bagian sistem (system analysist).Pembagian ini dimaksudkan untuk memungkinkan pegawai profesional mengembangkan keahlian mereka ke jurusan yang sesuai dengan pengerahuan dan preferensi mereka sehingga memungkinkan pemberian jasa yang lebih baik bagi pelanggan.

Mulyadi (2002:33) menjelaskan struktur auditor dibagi menjadi “parner (rekan), manajer, auditor senior, dan auditor junior”

1. Parner

Parner menduduki jabatan tinggi dalam perikatan audit. Bertanggungjawab atas hubungan dengan klien. Bertanggungjawab secara menyeluruh mengenai auditing. Parner menandatangani laporan audit dan management letter, dan bertanggungjawab terhadap penagihan fee audit dari klien.

2. Manajer

Manajer bertindak sebagai pengawas audit, bertugas untuk membantu auditor senior dalam merencanakan program audit dan waktu audit. Me-review kertas kerja, laporan audit danmanagement letter. Biasanya manajer melakukan pengawasan terhadap pekerjaan beberapa auditor

3. Auditor senior

Auditor senior bertugas untuk melaksanakan audit. Bertanggungjawab untuk mengusahakan biaya audit dan waktu audit sesuai dengan rencana. Bertugas untuk mengarahkan dan me-review pekerjaan auditor junior. Auditor senior biasanya akan menetap di kantor klien sepanjang prosedur audit dilaksanakan.

4. Auditor junior

Auditor junior melaksanakan audit secara rinci. Membuat kertas kerja untuk mendokumentasikan pekerjaan audit yang telah dilaksanakan. Pekerjaan ini biasanya dipegang oleh auditor baru saja menyelesaikan pendidikan formalnya di sekolah. Dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai auditor junior, seorang auditor harus belajar secara rinci mengenai pekerjaan audit.

2.2.4    Jasa Yang Diberikan Kantor Akuntan Publik

Menurut Mulyadi (2002:4) jasa yang diberikan akuntan publik dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok yaitu “jasa assurance, jasa atestasi dan jasa nonassurance.”

1. Jasa assurance

Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan memerlukan informasi yang handal dan relevan sebagai basis untuk mengambil keputusan.

2. Jasa atestasi

Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi entitas sesuai, dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Asersi adalah pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang secara implisit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain (pihak ketiga).

3. Jasa nonassurance

Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Jenis jasa nonassurance yang dihasilkan oleh akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

2.2.5 Standar Profesional Akuntan Publik

Kualitas jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik diatur dan dikendalikan melalui berbagai standar yang diterbitkan oleh organisasi profesi tersebut. Organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang merupakan wadah untuk menampung berbagai tipe akuntan Indonesia memiliki empat kompartemen yaitu kompartemen Akuntan Publik, kompartemen Akuntan Manajemen, Kompartemen Sektor Publik, Kompartemen Akuntan Pendidik.

Kompartemen Akuntan Publik merupakan wadah untuk menampung para akuntan yang berpraktik dalam profesi akuntan publik. Di dalam Kompartemen Akuntan Publik ini dibentuk badan yang bertanggungjawab untuk menyusun berbagai standar yang digunakan oleh akuntan publik di dalam penyediaan berbagai jasa bagi masyarakat. Badan penyusun standar (standard setting body) yang bertanggung jawab untuk menyusun standar penyediaan berbagai jasa akuntan publik adalah Dewan Standar Profesional Akuntan Publik.

Menurut Mulyadi (2002:35) ada lima macam standar profesioanal yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik sebagai aturan mutu pekerjaan akuntan publik yaitu:

1. Standar Auditing

2. Standar Atestasi

3. Standar Jasa Akuntansi dan Review

4. Standar Jasa Konsultasi

5. Standar Pengendalian Mutu

 

2.3        Audit Piutang Usaha

2.3.1     Pengertian Piutang Usaha

             Piutang timbul dari beberapa jenis transaksi, di mana yang paling umum ialah dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Kredit dapat diberikan dalam bentuk perkiraan terbuka atau berdasarkan instrumen kredit yang sahih, yang disebut surat promes (wesel). Surat promes (promissory note), yang sering disebut wesel (nota), adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu atas permintaan atau pada suatu tanggal yang telah ditetapkan.

Menurut Donald E. Keiso (2004:386) “piutang adalah klaim uang, barang, jasa kepada pelanggan atau pihak – pihak lainnya.”

Menurut  Sukrisno Agoes, (2004:173) “piutang usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit.”

 

Menurut Jhon J Wild (2005:260) “Piutang merupakan semua klaim dalam bentuk uang terhadap entitas lainnya, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi-organisasi lainnya.”

Menurut Mulyadi (2001:257) dalam akuntansi piutang, secara periodik dihasilkan pernyataan piutang yang dikirimkan kepada setiap debitur. Mutasi penjualan adalah disebabkan oleh transaksi penjualan kredit, penerimaan kas dari debitur, retur penjualan, dan penghapusan piutang.

Contoh dari piutang usaha menurut Sukrisno Agoes (2004:713) ialah :

1. Piutang Usaha

2. Wesel Tagih

3. Piutang Pegawai.

4. Piutang Bunga

5. Uang Muka

6. Refundable deposit (uang jaminan)

7. Piutang lain-lain

8. Allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih)

2.3.2 Tujuan Audit Piutang Usaha

Menurut Sukrisno Agoes (2004:173) tujuan pemeriksaan perkiraan piutang usaha yaitu:

1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern (internal control) yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas.

2. Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan authenticity (ke otentikan) dari pada piutang.

3. Untuk memeriksa collectibility (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih)

4. Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih (notes receivable)

5. Untuk memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di  Indonesia/Standar Akuntansi Keuangan.

 

2.3.3 Prosedur Audit Piutang Usaha

Menurut Sukrisno Agoes (2004:125) Prosedur audit ialah “langkah-langkah yang harus dijalankan auditor dalam melaksanakan pemeriksaaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekerja secara efisien dan efektif.” Prosedur audit dilalukan dalam rangka mendapatkan bahan-bahan bukti (audit evidence) yang cukup untuk mendukung pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan.

Sukrisno Agoes (2004:176) menyarankan prosedur audit piutang usaha sebagai berikut:

1. Pelajari dan evaluasi internal control atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan.

2. Buat Top Schedule dan Supporting Schedule piutang pertanggal neraca.

3. Minta aging shedule dari piutang usaha pertanggal neraca yang antara lain menunjukkan nama pelanggan (customer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa subsequent collections-nya.

4. Periksa mathematical accuracy-nya dan check individual balance ke subledger lalu totalnya ke general ledger.

5. Test check umur piutang dari beberapa customer ke subledger piutang dan sales invoice.

6. Kirimkan konfirmasi piutang:

1)      Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirim surat konfirmasi.

2)      Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau konfirmasi negatif.

3)      Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun di surat  konfirmasi.

4)      Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada klien untuk dicari perbedaannya.

5)      Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi

7. Periksa subsequent collections dengan memeriksa buku kas dan bukti penerimaan kas untuk periode sesudah tanggal neraca sampai mendekati tanggal penyelesaian pemeriksaan lapangan (audit field work). Perhatikan bahwa yang dicatat sebagai subsequent collectionshanyalah yang berhubungan dengan penjualan dari periode yang sedang diperiksa.

8. Periksa apakah ada wesel tagih (notes receivable) yang didiskontokan untuk mengetahui kemungkinan adanya contingent liability.

9. Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan periksa apakah jumlah yang disediakan oleh klien sudah cukup, dalam arti tidak terlalu besar dan terlalu kecil.

10. Test sales cut-of dengan jalan memeriksa sales invoicecredit note dan lain-lain, lebih kurang 2 (dua) minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca. Periksa apakah barang-barang yang dijual melalui invoice sebelum tanggal neraca, sudah dikirim per tanggal neraca. Kalau belum cari tahu alasannya. Periksa apakah ada faktur penjualan dari tahun yang diperiksa, yang dibatalkan dalam periode berikutnya.

11. Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank, dan correspondence file untuk mengetahi apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.

12. Periksa apakah penyajian piutang di neraca dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK

13. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang yang diperiksa.

 

 
 

Konsep Dasar Dalam Penilaian Dan Manajemen Kinerja

22 Sep

Konsep Dasar Dalam Penilaian Dan Manajemen Kinerja

 

Penilaian kinerja berarti mengevaluasi kinerja karyawan saat ini dan/ atau di masa lalu relative terhadap standar kinerjanya. Penilaian kinerja juga selalu mengasumsikan bahwa karyawan memahami apa standar kinerja mereka, dan penyelia juga memberikan karyawan umpan balik, pengembangan dan insentif yang diperlukan untuk membantu orang yang bersangkutan menghilangkan kinerja yang kurang baik atau melanjutkan kinerja yang baik.

 

  • Membandingkan Penilaian Kinerja dan Manajemen Kinerja.

Mendefinisikan manajemen kinerja sebagai proses mengosolidasikan penetapan tujuan, penilaian dan pengembangan kinerja, ke dalam sisem tunggal bersama, yang berujuan memastikan bahwa kinerja karyawan mendukung tujuan strategis perusahaan. Manajemen kinerja termasuk praktik manajer mendefinisikan tujuan dan pekerjaan karyawan, mengembangkan kemampuan karyawan, serta mengevaluasi dan memberikan penghargaan pada usaha seseorang yang keseluruhannya ada dalam kerangka bagaimana seharusnya kinerja karyawan berkontribusi untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan.

 

  • Mendefinisikan Tujuan dan Usaha Kerja Karyawan.

Inti dari manajemen kinerja adalah pemikiran bhawa upaya karyawan harus memiliki tujuan yang jelas. Ada dua aspek yang terkait dalam hal ini yakni yang pertama, manajer harus menilai karyawan berdasarkan bagaimana orang tersebut melakukan tugas-tugasnya sesuai dengan pencapaian standart tertentu yang diinginkan oleh karyawan. Kedua, tujuannya dan standar kinerja harus sesuai dengan tujuan strategis perusahaan.

 

  • Menugaskan Tujuan yang Spesifik

Karyawan dengan tugas yang spesifik biasanya menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada yang tidak.

  • Menugaskan Tujuan yang Terukur

Manifestasikan tujuan dalam istilah-istilah yang terukur dan masukkan tanggal atau batas waktu pencapaian. Tujuan yang diterapkan dalam istilah yang terukur lebih jelas daripada tujuan yang diterapkan dengan istilah relative.

  • Menugaskan Tujuan yang Menantang tapi Realistis untuk Dilakukan.

Tujuan harus menantang, tapi tidak terlalu sulit hingga tampak tidak realistis atau tidak mungkin. Kapan suatu tujuan “terlalu sulit” seorang ahli mengatakan :

Suatu tujuan mungkin terlalu mudah jika tidak ada atau hanya terdapat sedikit sekali peningkatan pada kondisi yang menguntungkan, atau jika tingkat kinerja jauh di bawah sebagian besar karyawan dalam kondisi sebanding. Tujuan mungkin terlalu sulit jika mensyaratkan perbaikan kinerja yang besar pada situasi yang memburuk, atau jika target peningkatan kinerja jauh diatas orang-orang pada kondisi sebanding.

  • Mendorong Partisipasi.

Artinya para manajer dituntut untuk lebih aktif dalam memotivasi karyawannya mengenai tugas-tugas dan tujuan dari pelaksanaan tugas  yang ingin dicapai.

tetapi kenyataannya tujuan yang lebih sulit, bukan karena ditetapkan secara partisipatif, melainkan menjelaskan kinerja yang lebih baik.

 

Pengantar Untuk Penilaian Kinerja.

 

  • Penilaian yang realistis

Banyak motivasi praktis dalam memberikan penilaianyang lunak : rasa takut saat mempekerjakan dan melatih karyawan baru; reaksi tidak menyenangkan dari yang dinilai atau misalnya, proses penilaian perusahaan tidak kondusif bagi keterusterangan; Akhirnya, bagaimanapun yang menilailah yang harus mengambil keputusan jika potensi dampak negatifnya kurang dari penilaian yang jujur dengan pemikiran jangka panjang yang tenang dari penilai, dan pada kinerja penilai dan perusahaannya lebih berat daripada keuntungan yang diperkirakan.

  • Peran Penyelia.

Penilaian kinerja adalah keahlian yang sulit dan sangat penting dari seorang penyelia. Penyelia-bukan SDM-selalu melakukan penilaian yang sesungguhnya dan mendorong penyelia menilai karyawannya terlalu tinggi atau terlalu rendah berarti melakukan perbuatan yang merugikan karyawan,perusahaan, dan dirinya sendiri. Oleh karena itu penyelia harus terbiasa dengan teknik dasar penilaian, memahami dan menghindari masalah-masalah yang dapat mengacaukan penilaian dan tahu bagaimana melaksanakan penilaian dengan adil.

Departemen SDM melayani peran pembuat keputusan dan penasihat.

  • Tahapan dalam Penilaian Kinerja

Proses penilaian kinerja terbagi menjadi tiga tahap: mendefinisikan pekerjaan,menilai kinerja,dan memberikanumpan balik. Pendefinisian pekerjaan berarti memastikan bahwa anda dan bawahan anda setuju dengan kewajiban dan standar pekerjaannya. Penilaian kinerja berarti membandingkan kinerja sesungguhnya dari bawahan anda dengan standar yang telah diterapkan; ini biasanya melibatkan beberapa formulir peringkat. Ketiga, penilaian kinerja biasanya membutuhkan seni umpan balik.

 

 

Metode Skala Peringkat Grafis

Skala peringkat grafis adalah teknik penilaian yangpaling sederhana dan paling popular. Skala peringkat grafis mencatat cirri-ciri (seperti kualitas dan keterpercayaan) dan jangkauan nilaikinerja (dari tidak memuaskan sampai luar biasa) untuk setiap cirri. Penyelia menyusun penilaian untuk setiap bawahan dengan melingkari atau menandai nilai yang paling baik mendeskripsikan kinerjakaryawannya untuk setiap cirri.

 

  • Metode Peringkat Alternasi

Metode peringkat alternasi adalah yang paling popular. Pertama, tuliskan semua bawahan yang akan diberi peringkat, kemudian keluarkan nama yang tidak cukup dikenal dengan baik untuk diberi peringkat. Kemudian, dalam formulir. Tandai karyawan yang terburuk. Pilih terbaik dan terburuk berikutnya, teruskan membuat alternasi antara terbaik dan terburuk sampai semua karyawan telah diberi peringkat.

  • Metode Perbandingan Berpasangan

Metode ini berfungsi untuk membuat metode penilaian menjadi lebih tepat. Untuk setiap cirri (kuantitas kerja, kualitas kinerja,dll) anda memasangkan dan membandingkan setiap bawahan dengan bawahan lainnya.

  • Metode Distribusi Kekuatan.

Buatan metode ini sama dengan membuat penilaian pada sebuah kurva. Dengan metode ini juga anda dapat memaparkan persentase dengan awal penilaian ke dalam kategori kinerja.

 

 
 

Manajemen Sumber Daya Manusia

22 Sep

Aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia Fokus utama manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah memberikan kontribusi pada suksesnya organisasi. Kunci untuk meningkatkan kinerja organisasi adalah dengan memastikan aktivitas SDM mendukung usaha organisasi yang terfokus pada produktivitas, pelayanan dan kualitas.  Produktivitas. Diukur dari jumlah output per tenaga kerja, peningkatan tanpa henti pada produktivitas telah menjadi kompetisi global. Produktivitas tenaga kerja di sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh usaha, program dan sistem manajemen.  Kualitas. Kualitas suatu barang/jasa akan sangat mempengaruhi kesuksesan jangka panjang suatu organisasi.Bila suatu organisasi memiliki reputasi sebagai penyedia barang/jasa yang kualitasnya buruk, perkembangan dan kinerja organisasi tersebut akan berkurang.  Pelayanan. SDM sering kali terlibat pada proses produksi barang/jasa. Manajemen SDM harus disertakan pada saat merancang proses tersebut. Pemecahan masalah harus melibatkan semua karyawan, tidak hanya manajer, karena sering kali membutuhkan perubahan pada budaya perusahaan, gaya kepemimpinan dan kebijakan SDM. Untuk mencapai sasaran tersebut, manajemen SDM haruslah terdiri dari aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan. Aktivitas SDM adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan dan Analisis SDM Aktivitas perencanaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan yang akan mempengaruhi pasokan dan permintaan akan tenaga kerja. Sedangkan, aktivitas analisis dan penilaian selektivitas SDM juga penting dilakukan sebagai bagian dari menjaga daya saing organisasi. Dukungan informasi akurat dan tepat waktu yang didapatkan dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ini. 2. Kesetaraan Kesempatan Bekerja Kepatuhan pda hukum dan peraturan Kesetaraan Kesempatan Bekerja (Equal Employment Opportunity – EEO) mempengaruhi aktifitas SDM lainnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen SDM. Contohnya, perencanaan SDM harus memastikan sumber tenaga kerja yang bervariasi untuk memenuhi jumlah tenaga kerja yang ditetapkan oleh hukum dan peraturan. Selain itu, pada saat perekrutan, seleksi dan pelatihan, semua manajer harys mengerti peraturan ini. 3. Perekrutan/Staffing Sasaran perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis perkerjaan (job analysis) adalah dasar dari fungsi perekrutan. Dari sini, uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job spesification), dapat dipersiapkan untuk proses perekrutan. Proses seleksi sangatlak menekankan pada pemilihan orang yang memenuhi kriteria persyaratan (qualified) untuk mengisi lowongan pekerjaan. 4. Pengembangan SDM Pekerjaan pasti akan berevolusi dan berubah, karena itu diperlukan pelatihan yang berkesinambungan untuk tanggap pada perubahan teknologi. Pengembangan semua tenaga kerja, termasuk pengawas (supervisor) dan manajer, diperlukan iuntuk menyiapkan organisasi menghadap tantangan ke depan. Perencanaan Karir (Career Planning) mengidentifikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di suatu organisasi. 5. Kompensasi dan Keuntungan Kompensasi diberikan pada tenaga kerja yang melakukan kerja organisasi seperti pembayaran (pay), insentif (incentive), dan keuntungan (benefits). Perusahaan harus mengembangkan dan selalu memperbaiki sistem upah dan gaji. Program insentif seperti pembagian keuntungan dan penghargaan atas produktivitas semakin banyak dilakukan. Peningkatan biaya pada keuntungan, contohnya pada keuntungan pemeliharaan kesehatan, selalu menjadi isu penting. 6. Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja Kesehatan dan keselamatan fisik serta mental tenaga kerja adalah hal yang utama. Occupational Safety and Health Act (OSHA) atau Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah membuat organisasi lebih tanggap atas isu kesehatan dan keselamatan. Pertimbangan tradisional atas keselamatan kerja terfokus pada mengurangi atau menghapuskan kecelakaan kerja. Pertimbangan lain adalah pada isu kesehatan yang timbul pada lingkungan kerja yang berbahaya seperti resiko terkena bahan kimia atau teknologi baru. Keamanan tempat kerja juga semakin penting karena kekerasasn tidak jarang terjadi di sini. 7. Hubungan Tenaga Kerja dan Buruh / Manajemen Hak-hak tenaga kerja harus diperhatikan, tidak peduli apakah ada atau tidak ada serikat tenaga kerja. Komunikasi dan pembaharuan kebijakan dan peraturan SDM sangat penting untuk dikembangkan sehingga manajer dan tenaga kerja tahu apa yang diharapkan dari mereka. Sumber: 1. Robert L. Mathis, John H.Jackson,”Manajemen Sumber Daya Manusia”, Thomson Learning, 2001 2. William B. Werther Jr, Keith Davis, “Human Resources and Personnel Management”, McGraw Hill, 1996.

 
 

Strategi Bisnis Internasional

22 Sep

Disejumlah negara berbagai karakteristik negara, seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, stabilitas politis, risiko lingkungan, kondisi operasi, dan infrastuktur, berdampak atas ketersediaan manajemen mengucurkan sumber daya untuk sebuah negara atau pasar tertentu dan juga cara masuknya. Pasar kecil kerapkali paling baik dilayani melalui pengeksporan atau pemberian lisensi, sebagai contoh. Demikian pula, manajemen mungkin menghendaki pembatasan komitmen sumber daya ke negara-negara dengan tingkat risiko yang tinggi atau infrastruktur yang buruk melalui perjanjian pemberian lisensi atau usaha patungan dengan mitra lokal. Sama halnya, jika manajemen berharap dapat memasuki sejurnlah negara secara cepat, sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya mungkin akan menghambat, yang mengakibatkan perusahaan menggunakan cara pemberian lisensi atau usaha patungan.

Karakteristik produk, sifat permintaan, hambatan perdagangan, tujuan manajemen, dan sasaran ekspansi juga mempengaruhi keputusan pernililian cara masuk. Produk-produk berukuran besar dengan nilai jual rendah, sebagai umpama, membutuhkan lokasi produksi yang dekat dengan pasar disebabkan biaya pengirimannya-sekalipun biaya ini dapat diimbangi oleh skala ekonomis produksi.

 

B. PEMBAHASAN

2.1. MASUK DAN KOMPETISI PASAR INTERNASIONAL

Salah satu perkembangan. paling signifikan dalam praktik dunia usaba dewasa ini adalah pertumbuhan pesat aktivitas internasional. Ekspor, investasi langsung asing dan penentuan sumber pengadaan produk dan komponen di luar negeri telah merebak secara dramatis. Dalam situasi seperti itu. banyak perusahaan yang memasuki pasar internasional untuk mencari sumber komponen secara lebih efektif dan memasuki pasar produk yang bertumbuh yang lebih menjanjikan dibandingkan pasar domestik.

2.2.1.      Konsep Masuk Pasar

Konsep masuk pasar (market entry) berkaitan dengan kemudahan atau kesulitan di dalamnya perusahaan dapat menjadi anggota kelompok perusahaan yang bersaing dengan menghasilkan substitusi erat untuk produk yang mereka tawarkan. Perusahaan harus mengembangkan seperanglcat produk, aset, dan aktivitas manajemen untuk pasar baru yang disusupi Kepentingannya di sini terletak pada pasar internasional baru. Masuk yang berhasil akan tergantung pada sejumlah faktor. Hal ini tergantung pada bagaimana perusahaan:

  • Menggunakan informasi peluang untuk rnenyusup ke pasar yang menguntungkan.
  • Mengakses sumber daya yang produktif.
  • Mengakses pasar.
  • Mengatasi rintangan masuk pasar.

Perusahaan-perusahaan mapan biasanya beroperasi lebih baik dibandingkan perusahaan perusahaan baru karena faktor- faktor di atas. Masuk ke pasar dapat berlangsung dalam berbagai keadaan, misalnya:

  • Keunggulan kompetitif biaya, strategi penjualan, atau daya tarik produk dari pendatan baru yang memungkinkannya mengatasi pukulan fatal bagi anggota-anggota lemah yang dilancarkan oleh kelompok perusahaan yang telah mapan sebelumnya.
  • Pendatang baru dapat meraup, sejumlah besar lapangan usaha dari beberapa anggota kelompok, yang karena sebab-sebab tertentu keunggulan kompetitifnya tidak bisa ditanding! oleh para pendatang,
  • Kelompok, dimekarkan oleh pendatang baru tersebut, mampu mencapai ekulibrium pada tingkat harga yang lebih tinggi, menutup biaya-biaya unit yang lebih besar yang dapat muncul dari pengurangan skala operasi dari setiap perusahaan.
  • Perusahaan-perusahaan yang telah mapan memilih untuk memasuki pasar baru sebagai bagian dari strategi hubungan antar perusahaan yang melibatkan pasar untuk produk lainnya.

Dalam, banyak kejadian, perusahaan mapan unggul terhadap perusahaan baru dalam kemampuan mereka mengatasi hambatan-hambatan sumber daya dan pasar, dan mencapai skala ekonomis operasi. Masuk pasar telah menjadi ujian tertinggi bagi kemampuan kompetitif  Perusahaan tidak lagi membuktikan kemampuannya dalam lahan bisnis biasa, melainkan membuktikan kompetensinya dalam. menjelajahi wilayah baru. Tantangan memasuki internasional baru sangatlah berat dan perusahaan-perusahaan yang berjaya menggunakan beraneka macam, cara masuk pasar.

2.2.2.      Startegi Pasar Generik untuk Kompetisi Internasional

Strategi kompetitif yang diikuti oleh perusahaan bakal tergantung pada serangkaian variabel yang terhadapnya manajemen dapat/tidak dapat mengendalikannya. Perusahaan dapat menyusun sejumlah strategi pemasaran yang memungkinkan. Sungphpun demikian, perusahaan di pasar internasional menghadapi dua strategi pasar generik: strategi penetrasi pasar (market penetration strategy) dan strategi pemayaran pasar (market skimming strategy).

Tujuan strategi pemayaran pasar adalah memperoleh tingkat hasil imbalan yang tinggi seraya mempertahankan tingkat komitmen sumber daya yang rendah. Perusahaan yang mengikuti strategi ini memilih target pasar yang lebih mudah tersedia sambil meminimalkan risiko dan investasinya. Metode masuk pasarnya lebih sering dengan pengeksporan atau pemberian lisensi. Keberhasilan strategi ini sangatlah tergantung pada pilihan agen, distributor, atau licensees. Tanggung jawab pemasaran dan distribusi jatuh ke tangan mitra di luar negeri. Perusahaan akan berupaya mematok harga yang tinggi guna menangguk marjin tinggi.

Penetrasi atau konsentrasi pasar adalah pemilihan secara sengaja sedikit pasar untuk dikembangkan dengan lebih intensif. Strategi seperti ini ditandai oleh tingkat pertumbuhan yang perlahan-lahan dan bertahap jumlah pasar yang dilayani. Keunggulannya meliputi spesialisasi, skala ekonomis, dan pertumbuhan melalui penetrasi.

Strategi penetrasi pasar didasarkan pada pandangan jangka panjangnya peluang-peluang di dalam pasar internasional. Dalam hal ini perusahaan mendukung langkah masuk ke pasar dengan komitmen sumber daya yang berat dalam memburu profitabilitas jangka panjang melalui penetrasi pasar. Bagi beberapa perusahaan, hal ini dapat berarti investasi langsung dalam berbagai fasilitas pabrikasi lokal atau akuisisi perusahaan lokal. Hubungan pemasaran yang lebih lama dibina untuk memastikan bahwa produk dan reputasi perusahaan dikenal dan diterima dengan baik. Kontak yang kuat dengan kalangan pelanggan, pemasok, toko distribusi, dan pemerintah dipupuk. Harga ditentukan dengan sasaran pertumbuhan penjualan. Laba jangka pendek mungkin dikorbankan. Perusahaan memakai produk dan jasanya untuk kebutuhan pasar internasional. Strategi penetrasi pasar mengakui bahwa mungkin terdapat kompetisi langsung dengan perusahaan lokal dan perusahaan internasional lainnya.

Strategi pemasaran atau penyebaran pasar membutuhkan pengelolaan Sumber daya. pemasaran perusahaan dalam suatu cara tertentu sehingga penyebarannya relatif sama untuk semua pasar yang dicapai. Keunggulan relatif rancangan ini meliputi keluwesan, penciutan. konsentrasi dan cara menggali secara cepat beberapa keunggulan kompetitif yang signifikan. Tentu saja perusahaan dapat mengikuti strategi bauran yang bukan strategi penetrasi maupun pemayaran pasar, namun sebaliknya justru menjual kepada sejumlah besar pasar seraya mengkonsentrasikan sumber dayanya terhadap pikhan dari pasar tersebut.

Baik strategi penetrasi pasar maupun strategi pemayaran pasar bukanlah jalan keluar yang universal untuk berbagai masalah ekspansi yang dihadapi perusahaan. Setiap strategi mengandung kelebihan maupun kekurangannya masing-masing yang menuntut pengambil keputusan untuk mencari kecocokan antara situasi perusahaan dan strategi yang memungkinkan. Strategi penetrasi pasar biasanya berarti penjualan kepada sekelompok kecil pasar. Strategi pemayaran pasar, di lain pihak, melibatkan penjualan kepada sejumlah besar pasar tanpa mengkonsentrasikan upaya besar pada sejumlah negara tertentu.

Dalam jangka panjang, strategi diversifikasi (diversification strategy) sering menyebabkan penyusutan jumlah pasar. Hal ini merupakan hasil konsolidasi dan pelepasan pasar yang tidak menguntungkan. Pola yang berbeda dari ekspansi pasar mungkin akan menyebabkan pengembangan kandidat kompetitif yang berbeda-beda di pasar yang berlainan. Terdapat pula taraf upaya peniasaran yang berlainan dan program-program pemasaran yang tidak serupa di setiap pasar. Dengan anggaran dan sumber daya manajerial yang terbatas, besarnya sumber daya yang dialokasikan kepada setiap pasar di bawah strategi diversifikasi akan lebih rendah dibandingkan di bawah strategi konsentrasi.

Sungguhpun demikian, strategi ekspansi pasar ditandai tidak hanya oleh data masuk ke pasar nasional yang baru, tetapi juga oleh segmen pasar di dalam pasar nasional dan alokasi upaya untuk segmen pasar yang berbeda. Cara yang digunakan untuk menerobos pasar internasional dapat mempengaruhi pilihan strategi. Perusahaan keeil, umpamanya, dapat menyaring sejumlah pasar melalui pengkaryaan agen penjualan.

2.2.3.      Strategi Pasar dan Strategi Kompetitif

Strategi konsentrasi maupun strategi pemayaran pasar akan menyebabkan pemilihan tingkat upaya pemasaran yang berlainan dan program pemasaran yang berbeda-beda di setiap pasar. Perusahaan mempunyai sumber daya manajerial dan finansial yang agak tetap dan dengan demikian tingkat sumber-sumber daya yang dialokasikan untuk setiap pasar dalam strategi penyebaran pasar akan lebih rendah daripada di bawah strategi konsentrasi di sedikit pasar. Pada umumnya, tingkat upaya pemasaran yang lebih rendah menyiratkan pengeluaran promosional yang lebih sedikit, lebih banyak ketergantungan pada para agen dan tendensi yang lebih kuat kepada ancangan penyebaran pada penentuan harganya. Di lain pihak, strategi ini membutuhkan investasi yang sangat besar dalam pangsa pasar dan menggunakan strartegi kompetitif yang agresif berdasarkan penentuan harga penetrasi yang berat.

Pilihan-pilihan strategis yang dihadapi oleh perusahaan melibatkan beragam kombinasi dari keputusan-keputusan negara, pasar, segmen, dan harga yang berbeda-beda, lihat Gambar 1. Startegi penestrasian segemen dan negara (Country and segment penetration strategy) berarti pemusatan pada segmen atau celah pasar tertentu di sedikit negara dan pada kenaikan setahap demi setahap pada jumlah pasar yang dilayani. Kompetisi atas dasar faktor-faktor cenderung menjadi sangat lazim disebabkan oleh kebutuhan untuk mengkhususkan diri melayani kebutuhan dari segmen pasar tertentu.

Staregi pemasaran segmen (Segmen skimming strategy) dan startegi penetrasi negara (Country penetration strategy) berarti pemusatan pada pasar, tetapi menyebarkan daya tarik produk perusahaan untuk sejumlah segmen pasar yang berlainan. Perusahaan masih tetap dapat mengharapkan persaingan atas dasar factor-faktor bukan harga, tetapi berusaha mencari keunggulan harga dengan memanfaatkan skala ekonomis dalam promosi.

Gambar 1

Penentuan Kompetitif, Segmen, dan Pasar

 

2.2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN CARA MASUK

Pemilihan metode masuk ke dalam pasar asing mempunyai arti penting. Pemilihan ini merupakan salah satu dari keputusan yang paling kritis dalam pemasaran internasional karena keputusan masuk merupakan keputusan makro. Yakni, pada saat perusahaan memilih tingkat keterlibatannya di dalam pasar-pasar asing, perusahaanjuga melakukan pilihan mengenai program pemasarannya di sana. Misalnya, apabila perusahaan memasuki sebuah pasar melalui distributor atau licensee, perusahaan membatasi kebebasannya dalam bidang-bidang seperti riset pemasaran, kebijakan produk, penentuan harga, dan promosi.

Keputusan yang menyangkut saluran pemasaran internasional khusus mana yang digunakan tidaklah sederhana bagi perusahaan. Adanya varian yang sangat banyak dari tipe organisasi pemasaran internasional dan banyak cara mereka dapat dikaitkan bersarna telah menghasilkan tipe alternatif sistem saluran pemasaran yang berbeda.

Untuk memasuki pasar asing, produsen haruslah memiliki sejumlah opsi strategis, setiap strategi dengan kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Banyak perusahaan Yang memakai beberapa strategi.

Adalah keliru jika menganggap bahwa sebuah strategi masuk tunggal adalah sesuai untuk semua produk atau di dalam semua negara. Sebagai umpama, suatu perubahan Yang signifikan dalam iklim investasi dapat membuat strategi tertentu menjadi tidak efektif, kendatipun strategi itu berjalan baik di masa silam. Terdapat sejumlah karakteristik yang menentukan ketepatan strategi masuk, dan banyak variabel yang mempengaruhi strategi yang dipilih.

2.2.4.      Karakteristik Negara

Tiga kategori luas dari karakteristik negara yang harus dipertimbangkan ialah: ukuran dan pertumbuhan negara, risiko lingkungan dan politis, dan prasarana ekonomi dan pasar. Walaupun banyak karakteristik negara lainnya yang juga diperhitungkan dalam keputusan-keputusan masuk, arti penting dan sifat spesifik dari faktor-faktor ini tergantung pada masing-masing perusahaan dan produk atau jasanya.

  1. Besaran Dan Tingkat Pertumbuhan Pasar

Besaran dan laju pertumbuhan pasar merupakan parameter kunci dalam penentuan cara masuk. Semakin besar negara dan ukuran pasarnya, semakin tinggi laju pertumbuhannya, maka lambat laun besar pula kemungkinan manajemen bakal mengucurkan berbagai sumber daya untuk perkembangannya; dan mempertimbangkan pendirian sebuah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya atau organisasi penjualan, atau berpartisipasi dalam. sebuah usaha. patungan dengan kepemilikan mayoritas. Mempertahankan pengawasan atas seluruh operasi memberikan manajemen dengan kontak langsung dan memungkinkannya merencanakan dan mengarahkan perkembangan pasar secara lebih efektif.

Pasar kecil, di lain pihak, khususnya bila mereka terasing secara geografis dan tidak dapat dilayani secara efisien dari sebuah negara yang ada di sekitarnya, mungkin tidak membutuhkan perhatian atau sumber daya yang signifikan. Konsekuensinya, pasar kecil tersebut mungkin paling baik bila dipasok lewat pengeksporan atau perjanjian pemberian lisensi. Meskipun tidak mungkin untuk merangsang perkembangan pasar atau memaksimalkan penetrasi pasar, pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memasuki pasar dengan komitmen sumber daya yang minimal dan membebaskan sumber daya untuk ditunjukkan kepada pasar yang secara potensial lebih menguntungkan.

  1. Risiko Politis dan Lingkungan

Manajemen kerapkali ragu-ragu untuk mengucurkan sumber daya kepada negara-negara dengan tingkat risiko lingkungan dan Politis yang tinggi, dan mungkin menghindari cara masuk yang memerlukan pembangunan fasilitas pergudangan dan produksi atau organisasi penjualan yang besar.

Kadar stabilitas politis dan tingkat rintangan legal yang ada dapat mempengaruhi pilihan saluran di sebuah pasar sasaran. Kedua faktor tersebut berasal dari kebijakan Pemerintah dan merupakan atribut pasar. Sebagai contoh, pasar yang memiliki kadar instabilitas politis yang sangat tinggi akan melibatkan suatu kadar risiko yang sangat tinggi bagi perusahaan untuk menggunakan ekspor atau produksi langsung di luar negeri, dalam haal bahwa pembayaran (atau repatriasi keuntungan) mungkin akan diperlambat atau bahwa diblokir, atau valuta yang diperlukan mungkin terbatas suplainya. jika kondisi seperti itu bakal ada atau dicurigai akan ada, maka ekspor tidak langsung akan lebih bijaksana bagi perusahaan.

Kondisi politis di dalgm negara sasaran sering mempengaruhi pemilihan strategi masuk. Di mana kondisi politis tidak mantap, manajemen biasanya lebih menyukai apa yang disebut dengan opsi nonkomital (noncommital options) pengeksporan, agen eksklusif, atau distributor. Di negara-negara dengan kondisi politis yang mantap, manajemen bersedia melakukan kotnitmen yang lebih besar, seperti melalui usaha patungan, cabang penjualan, atau anak perusahaan.

Pasar asing biasanya dipandang lebih berisiko daripada pasar domestik. Besarnya risiko yang dihadapi perusahaan tidak hanya merupakan fungsi pasar itu. sendiri, tetapi juga cara keterlibatannya di sana. Di samping keterlibatannya, perusahaan menanggung risiko persediaan dan piutang dagang. Pada saat merencanakan cara masuknya, perusahaan harus melakukan analisis risiko pasar dan cara masuknya. Kurs valuta asing merupakan variabel lainnya.

2.2.5.      Infrastruktur Pasar dan Ekonomi

Infrastruktur pasar dan ekonomi merupakan karakteristik negara yang ketiga yang mempunyai imbas terhadap keputusan-keputusan yang berkaitan dengan cara masuk atau operasi. Pada saat infrastruktur fisik (sistem transportasi, jaringan komunikasi, atau suplai energi) dibangun secara menyedihkan, manajemen mungkin menghadapi kesulitan dan biaya pengembangan yang sangat besar dalam mendirikan fasilitas penjualan, distribusi, atau. produksinya sendiri.

Tingkat pembangunan ekonomi pasar asing merupakan determinan cara masuk dalam hal bahwa hal tersebut mempengaruhi keseluruhan organisasi saluran alternatif, yakni struktur distribusi. Biarpun hal ini merupakan faktor yang berkaitan dengan pasar, dampaknya akan dirasakan melalui faktor tersedianya organisasi pemasaran yang cocok di dalam pasar sasaran.

2.2.6.      Hambatan Perdagangan dan Regulasi Pemerintah

Adakalanya regulasi pemerintah membatasi opsi cara masuk yang terbuka bagi perusahaanperusahaan asing, terutama dalam industri-industri strategis seperti telekomunikasi, transportasi, dan komputer. Karena pasar dunia berangsur-angsur saling tergantung dan terintegrasi, banyak pemerintah telah mencabut atau mengurangi restriksi kepemilikan.

Regulasi kontrak dengan para distributor dan organisasi lainnya, teristimewa yang berkaitan dengan perjanjian eksklusif atau terminasi kontrak, juga harus dipertimbangkan. Biaya pembatalan kontrak tenaga kerja dan manajemen juga perlu dipertimbangkan masak-masak.

Hambatan perdagangan, seperti tarif, kuota, pabean, atau regulasi produk, juga mempengaruhi keputusan cara masuk. Hambatan perdagangan langsung yang membatasi impor barang-barang asing, seperti tarif dan kuota, mempengaruhi keputusan-keputusan yang berkaitan dengan produksi atau perakitan lokal. Hambatan-hambatan perdagangan tidak langsung, seperti regulasi produk, preferensi kepada pemasok lokal, pabean, dan formalitas sertifikasi, mendorong pembuatan perjanjian kontraktual dengan mitra lokal.

  1. Hambatan Perdagangan Langsung

Tarif atau, kuota atas impor barang dan komponen asing akan menguntungkan pembentukan produksi. Ancaman potensial dari tarif bakal menggairahkan perusahaan untuk beralih dari pengeksporan ke produksi atau perakitan lokal, terutama di dalam industri di mana hal ini akan mempunyai dampak yang signifikan atas neraca perdagangan.

  1. Hambatan Perdagangan Tidak Langsung

Regulasi perdagangan, standar produk, dan preferensi kepada pemasok lokal juga mempunyai implikasi atas cara masuk dan keputusan operasi. Preferensi kepada. pemasok lokal, atau tendensi untuk membeli “barang-barang nasional”, sering mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan sebuah usaha patungan atau perjanjlian kontraktual lainnya dengan sebuah perusahaan lokal.

Demikian pula, regulasi produk dan perdagangan dan formalitas pabean mendorong cara-cara yang menuntut perusahaan-perusahaan lokal yang dapat menyediakan informasi dan kontak bisnis mengenai pasar lokal serta dapat mempermudah akses. Dalam beberapa kasus di mana regulasi dan standa produk mengharuskan adaptasi dan modifikasi signifikan, perusahaan dapat mendirikan fasilitas produksi, perakitan, atau perampungan lokal.

  1. Kebijakan Pemerintah

Ada banyak, tindakan pemerintah nasional yang dapat mempengaruhi pemilihan jalur masuk, khususnya jalur masuk di antara negara-negara. Aktivitas regulatori umum dapat menghalangi ekspor secara keseluruhan dan menetapkan produksi di luar negeri jika pasar ingin dilayani secara efekti£ Beberapa pemerintah juga mengatur valuta asing dan izin impor mereka sedemikian rupa sehingga importir lokal tidak dapat memperoleh cukup valuta asing (atau izin yang diperlukan) untuk membeli apa yang mereka inginkan dari berbagal negara.

Faktor pemerintahan lainnya dalam pemilihan jalur masuk adalah sifat program promosional lapangan usaha internasional tertentu. Kendatipun pemerintah cenderung untuk tidak mempromosikan impor, bisa saja pada saat promosi seperti itu dilancarkan namun dilakukan secara selektif, dan produk-produk tertentu akan disisihkan. jadi, meskipun mungkin tidak ada restriksi perdagangan formal terhadap produknya, pemasar internasional bisa dipaksa agar memilih jalur-jalur tertentu. jenis situasi yang sama bisa terjadi di dalam negeri pemasar internasiortaljika kebijakan pemerintalmya mengarah ke investasi langsung (direct investment) dan atau penggalakan ekspor sehingga bentuk eksporlah yang harus dipakai, terlepas dari betapapun lebih untungnya menggunakan cara masuk yang lainnya.

2.2.7.      Karakteristik Produk

Sifat produk mempengaruhi seleksi saluran karena produk sangat beraneka ragam dalam karakteristik (sebagai contoh, nilai unit, bobot, kompleksitas teknis dan kemampurusakan) dan maslahatnya, dan pekerjaan penjualan dapat berbeda secara menyolok, Sebagai contoh, Sifat teknis sebuah produk mungkin membutuhkan kerja servis sebelum dan setelah penjualan. Di banyak wilayah pasar asing, khususnya di negara berkembang, para perantara pemasaran mungkin tidak sanggup menangani pekerjaan seperti itu. juga, ukuran dan bobot produk atau bahkan suhunya, seperti halnya dalam makanan beku, dapat mengindikasikan kebutuhan akanberbagai fasilitas penanganan khusus yang mungkin tidak dipunyai oleh organisasi-organisasi pemasaran. Hal ini merupakan, situasi di mana para grosir mungkin tidak akan digunakan. Selain itu, kemampurusakan (perishability) sebuah produk, baik fisik atau dalam bentuk kebiasaan, kerap membuat kecepatan distribusi menjadi sangat diperlukan dan penting sekali. Oleh karena itu pemasar internasional akan menggunakan saluran yang lebih singkat dari pada yang lainnya, dan ekspor langsung mungkin lebih digemari.

Karakteristik fisik produk atau jasa, seperti rasio bobot/nilai, kemampuan dan komposisi adalah penting dalam penentuan di mana produksi berlokasi. Produk dengan rasio bobot/nilai yang rendah, semisal jam tangan mewah, biasanya rentan untuk pengeksporan langsung, khususnya di mana terdapat skala ekonomis produksi yang tinggi atau jika manajemen ingin mempertahankan pengendalian langsung atas produksi. Sebaliknya, dalam industri minuman ringan dan bir, perusahaan biasanya membuat perjanjian pemberian lisensi atau melakukan investasi dalam fasilitas produksi atau pembotolan lokal karena biaya pengiriman, khususnya untuk pasar yang jaraknya jauh, akan menghambat. Heineken. sebagai contoh, telah Mendirikan usaha patungan untuk membangun pabrik bir di India, Thailand, Vietnam, dan Cina.

Tahap perkembangan sebuah produk dan juga kebauran relatifnya terhadap sebuah pasar asing dapat memiliki hubungan atas saluran yang akan digunakan. Jika sebuah perusahaan Mempunyai produk yang relatif tidak dikenal, akan lebih menguntungkan bila perusahaan itu bergantung kepada para grosir dan/atau agen daripada mencoba menjualnya langsung.

Produk yang harus dibuat menurut pesanan atau yang membutuhkan servis sebelum dan setelah penjualan tidak dapat dengan mudah diekspor ke negara lain. Sebenarnya, produk atau jasa yang nilainya sebagian besar ditentukan oleh servis yang menyertainya tidak dapat secara praktis didistribusikan ke luar dari negara yang menghasilkannya. Setiap bagian produk yang berorientasi jasa haruslah dibuat pada tempat konsurnsi. Akibatnya, produk yang intensif jasa membutuhkan cara masuk pasar tertentu. Opsinya meliputi kontrak manajemen untuk menjual jasa tersebut kepada pelanggan asing, pemberian lisensi sehingga perusahaan lokal lainnya (franchisce) dapat dilatih untuk menyediakan jasa tersebut, dan pabrikasi lokal dengan mendirikan sebuah cabang atau anak perusahaan permanen di sana.

Produk yang pada dasarnya merupakan komoditi mungkin memerlukan produksi lokal guna mengurangi biaya tenaga kerja dan pengiriman. Untuk sebuah produk bernilai tambah atau yang terdiferensiasi, perusahaan bisa bergantung kepada cara pengeksporan lantaran margin keuntungannya yang lebih tinggi. Lagi pula, pabrikasi lokal dapat merusak citra produk dan, dengan demikian, mengurangi pasar yang telah ada sebelumnya.

2.2.8.      Tujuan Manajemen/Perusahaan

Perusahaan dengan tujuan yang terbatas untuk operasi internasionalnya cenderung menyukai cara masuk yang memerlukan komitmen yang minimal. Perusahaan seperti itu kerap lebih suka bergantung pada agen atau perusahaan manajemen ekspor, atau membuat perjanjian lisensi. Card masuk seperti ini memerlukan sedikit sumber daya finansial dan perhatian manajemen karena tanggung jawab atas pasar internasional ditangani oleh organisasi lainnya.

Perusahaan dengan pendekatan proaktif dan agresif kepada pertumbuhan pasar internasional mungkin lebih menggemari pembentukan sebuah organisasi penjualan ekspor dan bergerak secara cepat menuju cara-cara operasi seperti usaha patungan atau anak perusaban yang dimiliki sepenuhnya, Yang memberiksalns pengawasan yang substansial atas Produksi dan pemasaran di dalam pasar asing.

2.2.9.      Strategi Pemilihan Negara

Bilamana sebuah perusahaan ingin memasuki sebuah negara dengan cepat supaya bisa memanfaatkan peluang pasar yang sedang bertumbuh, opsi seperti pemberian lisensi, pemberian waralaba, atau pengambilalihan perusahaan yang ada mungkin tepat karena perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas produksi dan jaringan distribusi yang telah mapan serta pengetahuan pasar dan kontak bisnis lokal.

Sebaliknya, pada waktu perusahaan memutuskan untuk mengadopsi sebuah strategi yang lebih hati-hati untuk memasuki pasar internasional, manajemen mungkin pada awalnya lebih menyukai pengeksporan, lalu setahap demi setahap beralih ke pembentukan tenaga pejualan lokal, dan akhirnya mendirikan fasilitas produksi di pasar asing.

2.2.10.  Jenis Cara Masuk

Pertanyaan-pertanyaan tentang tipe ataujenis cara masuk melibatkan tipe organisasi pemasaran, jika memang ada, yang digunakan. jadi, pemasar internasional memutuskan seberapa jauh struktur organisasionalnya sendiri harus diperluas guna menjangkau konsumen atau pemakai.

2.2.11.  Tersedianya Organisasi Pemasaran

Pilihan cara masuk pemasar internasional dipengaruhi oleh struktur distribusi yang ada di dalam negeri maupun di pasar sasaran, dan juga oleh kompetensi dan tersedianya organisasi perantara pemasaran di dalam struktur itu. Tersedianya toko-toko distribusi yang diinginkan memacu manajemen komitmen jangka panjang dan strategi masuk berisiko tinggi. Jika jenis toko distribusi yang dikehendaki tidak tersedia di pasar sasaran, manajemen menghadapi keputusan apakah akan mengembangkannya (mungkin melalui investasi langsung) atau tidak. Sebagai contoh, bila produk membutuhkan distribusi melalui pengecer khusus (misalnya, pengecer yang bisa memberikan servis dan reparasi) dan tidak ada jenis tersebut yang tersedia, maka manajemen akan memikirkan alternatif lainnya. jika perantara pemasaran tidak ada, atau telah menangani produk kompetitor, pemasar internasional mungkin harus menggunakan cara masuk yang lebih langsung di antara negara-negara dan di dalam pasar sasaran.

a. Pertimbangan Perusahaan

Terdapat sejumlah faktor yang dapat diklasifikasikan sebagai hal yang berkaitan dengan perusahaan. Sebagian besar faktor ini berpengaruh terhadap penentuan kekuatan pemasaran dari pemasar internasional. Termasuk di antaranya adalah:

  • Kapabilitas manajemen pemasaran dan kecakapan teknis.
  • Kebaruan perusahaan pada aktivitas pemasaran internasional.
  • Ukuran perusahaan dan lebar lini produknya.
  • Kekuatan. dan kemampuan finansial untuk menyuntikkan modal tambahan jika dibutuhkan.

Pada umumnya, semakin besar kekuatan pemasaran, semakin mampu dan berangsur-angsur kuat kemungkinan perusahaan untuk menjual secara langsung. Organisasi pemasaran terbaik dan paling agresif biasanya lebih menyukai berhubungan dengan perusahaan-perusahaan mapan yang mempunyai kekuatan pemasaran.

Faktor lainnya yang berkaitan dengan perusahaan yang dapat mempengaruhi pemilihan sebuah saluran adalah praduga manajemen. Kadang-kadang para eksekutif puncak mempunyai preferensi tentang sebuah saluran tertentu. Terlepas dari alasan-alasan mereka, jika para eksekutif ini benar-benar berpengaruh, pilihan mereka akan dipilih walaupun analisis ataupun pengalaman mengindikasikan bahwa alternatif lainnya lebih penting.

Keputusan cara masuk juga perlu memperhitungkan kadar pengendalian yang dibutuhkan oleh manajemen terhadap kiprah bisnisnya di dalam pasar internasional. Kendali sering terkait erat dengan tingkat komitmen sumber daya. Cara-cara masuk dengan kucuran sumber daya yang minimal, seperti pengeksporan secara tidak langsung, memberikan sedikit atau tidak ada pengendalian atas perkembangan pasar internasional dan juga atas kondisi di bawalmya produk atau jasa dipasarkan di luar negeri. Konsekuensinya, produk mungkin akan dikenakan harga yang terlalu mahal atau terlalu murah (overpriced atau underpriced), mengakibatkan melayangnya penjualan atau keuntungan potensial. Produk mungldnjuga disimpan secara buruk, mengakibatkan kerusakan fisik produk. Dalam hal pemberian lisensi dan pabrikasi kontrakan, manaJemen perlu memastikan bahwa produksinya memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Usaha patungan juga membatasi kadar pengendalian manajemen atas operasi internasional dan bisa menjadi sebuah sumber konflik yang sangat tajam di mana tujuan dan sasaran dari para mitra adalah berbeda-beda. Anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya memberikan kontrol yang paling kuat, tetapi memerlukan komitmen sumber daya manusia yang sangat besar.

2.2.12.  Lokasi Produksi

Dalam pengeksporan, produksi berlokasi di pasar domestik, sedangkan segala cara masuk lainnya membutuhkan produksi di negara lain. Dalam praktiknya, pilihan pengeksporan versus produksi lokal mungkin ditentukan oleh faktor biaya. Adakalanya volume penjualan di pasar asing tidaklah memadai untuk menopang skala ekonomis produksi minimal. Eksistensi skala ekonomis potensial dapat lebih banyak daripada biaya pengiriman dan pengapalan. Di samping pertimbangan biaya, produksi lokal menawarkan berbagai manfaat tertentu yang muncul dari proksimitas/kedekatan jarak ke pasar.

2.2.13.  Komitmen Sumber Daya

Pengeksporan tidak langsung dan pemberian lisensi biasanya memerlukan tingkat komitmen sumber daya finansial dan manajemen yang rendah. Usaha patungan (joint ventures) menawarkan cara berbagi risiko, eksposur finansial, dan biaya pembentukan jaringan distribusi lokal dan pengangkatan personalia lokal. Tetapi menegosiasikan dan mengelola usaha patungan kerap menguras banyak waktu dan tenaga manaJemen. Sekalipun demikian, cara-cara masuk yang membutuhkan kadar komitmen sumber daya minimal tidak mungkin membantu pertumbuhan perkembangan operasi internasional dan dapat mengakibatkan lepasnya peluang yang signifikan.

2.2.14.        Fleksibilitas

Apabila perusahaan berharap, berada di pasar asing untuk jangka panjang, fleksibilitas dalam metode masuknya adalah penting. Setiap metode masuk yang optimal pada suatu waktu mungkin kurang optimal lima tahun kemudian. Di simping lingkungan dan pasar, situasi dan tujuan perusahaanjuga mengalami perubahan. Perusahaan, oleh karenanya, menghendaki keluwesan-kemampuan untuk berubah guna menghadapi kondisi baru. Perusahaan mungkin ingin memperluas usahanya untuk memanfaatkan pasak yang bertumbuh atau mengontrakkannya karena perkembangannya yang buruk. Cara-cara yang memerlukan perjanjian kontraktual (aliansi strategis) dengan perusahaan lain atau investasi modal yang sangat besar dalam produksi, pergudangan, atau berbagai fasilitas penjualan di pasar asing umumnya luwes dan paling sulit diganti dalam jangka pendek. Pemberian lisensi dan perjanjian kontraktual lainnya akan membatasi kesanggupan perusahaan untuk beradaptasi atau mengubah strategi selama durasi perjanjian itu dan pedu dievaluasi secara hati-hati, terutama bila kondisi pasar berubah secara sangat cepat. Demikian pula, produksi atau jaringan distribusi yang dimiliki sepenuhnya dalam pasar internasional mungkin mahal dan sulit dibebaskan.

2.2.15.        Anggota Saluran Pemasaran

Bersamaan dengan pengambilan keputusan atas jenis cara masuk, pemasar internasional perlu memilih organisaisi pemasaran yang bakal menjadi anggotanya. Setidak-tidaknya terdapat dua sebab mengapa pemasar internasional tidak perlu mengendalikan piliban masing-masing organisasi pemasaran tersebut.

Pertama, dalam memandang realitas situasi kompetitif di pasar dunia, organisasi pemasaran, teristimewa yang baik, mempunyai banyak produk yang akan dipilihnya. Dengan demikian, perusahaan seperti itu dapat menjadi selektif dalam keputusan untuk menjual sebuah produk atau untuk tidak menjualnya. Hal ini berarti bahwa cara masuk yang hendak dipakai oleh perusahaan tergantung pada kekuatan relatif pemasar internasional sendiri, produknya, dan perantara pemasarannya.

Kedua, pada umumnya pemasar internasional dapat memilih organisasi pemasaran hanya pada satu lapisan dalam saluran pemasaran. Umpamanya, dalam distribusi barang-barang konsumsi, pemilihan toko eceran biasanya terpulang kepada lembaga yang dipilih pada jenjang penjualan grosiran; pemilihan para grosir tergantung kepada para importir dan/atau organisasi pemasaran ekspor (jika ekspor tidak langsung yang dipakai). Kendatipun begitu, pemasar internasional dapat lebih mendekati konsumen atau pemakai industrial dengan memilih organisasi eksportir, importir dan/atau para grosir atau distributor yang menjual kepada berbagai jenis perantara pemasaran yang dikehendaki di dalam pasar sasaran. Yang Penting bagi kalangan pernasar internasional adalah karakteristik dari perantara pemasaran, seperti luas wilayah yang dicakup, lini produk yang dijual, organisasi penjualan, potensi penjualan lini produk produsen, kapasitas untuk memberikan layanan tambahan, kekuatan finansial untuk menyimpan persediaan dan memberikan kredit kepada kalangan pelanggan, dan kemauan dan kesediaannya mempromosikan lini-lini produk pemasar internaslonal.

2.2.16.        Hubungan Dengan Perantara-perantara Pemasaran

Kebijakan menyangkut hubungan antara pemasar internasional dan organisasi pemasaran yang merupakan anggota saluran pemasaran berputar di sekitar jenis-jenis bantuan yang ditawarkan kepada mereka dan kerja sama yang didapatkan dari mereka. Dasar pemikirannya adalah bahwa apapun yang dilakukan hendaknya berdasarkan manfaat yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini merupakan esensi konsep sistem seperti ini.

Salah satu aspek kritis hubungan dengan para perantara terfokus pada aktivitas promosional internasional para perantara. Dalam hal ini terdapat tiga jenis kebijakan: gravity, push, dan pull. Kebijakan daya tarik (gravity policy) adalah nonpromosi di mana masar internasional semata-mata menjual kepada seorang perantara dan membiarkan produritu mencari jalannya sendiri ke konsumen atau pemakai akhir. Kebijakan dorong (push policy) adalah promosi melalui saluran pemasaran. Anggota-anggota saluran pemasaran secara agresif menjual dan mempromosikan produk kepada anggota saluran lainnya pada lapisan yang lebih rendah. Kebijakan ini dianut oleh perusahaan-perusahaan Eropa Barat, Amerika, da’n Australia. Kebijakan tarik (pull strategy) adalah kebijakan di mana distribusi “dibeli” oleh Permintaan konsumen yang ada. Pemasar internasional terlibat dalam perikIanan massal ke pasar sasaran sehingga konsumen prajual (presold); konsumen kemudian menarik produk tersebut melalui saluran dengan mendesaknya melalui para perantara. Kebijakan seperti ini lebih mengena untuk jenis-jenis produk konsumsi tertentu daripada barang-barang industrial karena sukar melakukan prajual (presell) kepada pemakai industrial.

Masalah yang dihadapi oleh pemasar internasional dalam usahanya untuk membina hubungan baik dengan para perantara kemungkinan menggunung akibat ketimpangan-ketimpangan komunikasi tertentu. Empat ketimpangan seperti itu-kultural, nasionalitas, lingkungan, dan jarak-adalah relevan. Kesenjangan kultural (cultural gap) bermuara dari kesukaran-kesukaran yang bertalian dengan komunikasi antara orang-orang yang memiliki nilai, norma sosial, dan sikap yang berbeda. Kesenjangan nasionalitas (nationality gap) lebih jelas dibandingkan dengan perbedaan kultural. Sebagian besar orang mempunyai sikap loyal terhadap negaranya. Kesenjangan jarak (distance gap) bermuara dari jarak geografis disertai dengan ketidak sempurnaan media komunikasi yang ada. Kesenjangan ini dapat menghalangi arus informasi. Kesenjangan ini harus diatasi atau ditutup bila pemasar internasional menghendaki pemungsian sistem saluran yang mulus dan efektif. Sayangnya, tidak ada pedoman yang mudah diikuti oleh para pemasar.

Pemasar internasional mesti membentuk suatu sistem komunikasi yang efektif di dalamnya informasi umpan balik mengalir dari anggota-anggota saluran. Hal ini menempatkan para pemasar dalam posisi mengevaluasi secara rasional efektivitas saluran pemasaran. Pemasar internasional perlu mengetahui seberapa baik sistem saluran beroperasi. Seiring dengan itu, organisasi pemasaran dapat mengharapkan umpan balik yang serupa. jadi, yang dibutuhkan adalah komunikasi dua arah.

2.2.17.        Faktor-faktor Lainnya

Terdapat pula kriteria-kriteria lainnya yang berkaitan dengan pemilihan metode masuk ke pasar asing.

  1. Kontrol

Pengendalian manaJemen atas pemasaran asing terentang mulai dari yang tidak ada sama sekali-sebagai contoh, penjualan melalui perusahaan dagang-hingga ke pengendalian yang lengkap, seperti dalam anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya. Perusahaan mungkin menghendaki suara dalam pemasaran asingnya, sebagai misal, penentuan harga dan syarat-syarat kredit, promosi, dan pemberian servis produk-produknya. Tingkat terhadapnya kontrol seperti itu kritis bagi perusahaan sangat berhubungan dengan pilihan jalan atau masuknya.

Kebutuhan pengendalian terhadap pabrikasi produk dan/atau distribusi kadang kala merupakan faktor penting dalam memilih strategi masuk. Apabila kebutuhan pengendalian adalah substansial, perusahaan hanya mempertimbangkan strategi-strategi yang melibatkan investasi langsung-usaha patungan, cabang penjualan, atau anak perusahaan. jika kebutuhan kendali adalah kecil atau bahkan tidak ada, cara masuknya mungkin cukup melalui agen-agen eksklusif atau distributor saja.

  1. Jumlah Pasar

Perusahaan-perusahaan pada umumnya berbeda-beda perihal jumlah negara yang ingin mereka masuki. Metode-metode masuk yang tidak serupa menawarkan liputan pasar internasional yang berlainan pula. Sebagai contoh, operasi-operasi asing yang dimiliki sepenuhnya tidak diizinkan di sejumlah negara; pemberian lisensi mungkin mustahil di pasar lainnya disebabkan perusahaan tidak dapat menemukan licensees yang memenuffi syarat.

  1. Penetrasi Didalam Pasar

Yang juga berkaitan dengan jumlah pasar yang dicakup adalah kualitas cakupan itu sendiri. Perusahaan manaJemen ekspor, sebagai contoh, mungkin mengklaim memberikan kepada produsen akses ke lebih dari 60 negara. Produsen perlu mencari tahu apakah akses ini untuk semua pasar nasional ataukah hanya terbatas ke beberapa kota besarnya saja.

  1. Kondisi Pasar

Kondisi pasar mempunyai pengaruh kuat atas pemilihan strategi masuk. jika kondisi pasar memperlihatkan peluang pemasaran yang sangat cerah, manajemen cenderung membuat komitmen jangka panjang.

  1. Potensi Pasar

Potensi pasar yang akan datang bahkan merupakan pertimbangan yang lebih kuat daripada kondisi-kondisi pasar yang ada sekarang. jika terdapat alasan untuk mempercayai bahwa potensi pasar berkembang secara cepat, komitmen jangka panjang adalah mungkin. Sebaliknya, jika potensi pasar tampaknya suram, kofflitmen jangka pendek dan keinginan memperkecil risiko akan menggerakkan manajemen untuk memilih strategi dengan risiko rendah.

  1. Umpan Balik Pasar

Seandainya perusahaan ingin mengetahui apa yang terjadi dipasar asingnya, perusahaan hendaknya memilih metode masuk yang akan memberikan umpan balik. Meskipun secara keseluruhan metode-metode masuk yang lebih langsung menawarkan informasi pasar yang lebih baik, sebagian umpan balik akan tergantung kepada bagaimana perusahaan mengelola suatu bentuk cara masuk pasar tertentu.

  1. Belajar Berdasarkan Pengalaman

Pengalaman adalah guru yang terbaik, dan perusahaan menimba lebih banyak pengalaman internasional apabila semakin langsung terlibat di dalam pasar asing. Perusahaan dengan ambisi internasional haruslah memilih sebuah jalan masuk yang akan membantunya menimba pengalaman dan mewujudkan ambisinya.

  1. Biaya PemasaranTambahan

Terdapat biaya-biaya yang berkaitan dengan pemasaran internasional. Walaupun demikian, pengeluaran pemasaran tambahan produsen dan persyaratan modal kerj a bervariasi menurut tingkat langsungnya (directness) saluran. Umpamanya, melalui pengeksporan secara, tidak langsung, tidak akan ada pengeluaran tambahan yang dikeluarkan oleh produsen.

  1. Potensi Keuntungan

Dalam mengevaluasi potensi keuntungan dari metode-metode jalan masuk yang berbeda, biaya dan penjualan jangka panjang yang dikaitkan dengan setiap cara masuk yang dipilih mestilah diestimasi. Biaya dan marjin keuntungan kurang begitu penting dibandingkan keseluruhan potensi keuntungan. Misalnya, sebuah metode masuk mungkin menawarkan marjin keuntungan 25 persen atas volume penjualan sebesar Rp. 2 milyar, tetapi cara masuk lainnya menawarkan suatu marjin kcuntungan 17 persen atas volume penjualan sebesar Rp. 9 milyar. Cara masuk terakhir kemungkinan akan lebih menarik, walaupun mempunyai margin keuntungan yang lebih rendah.

  1. Syarat-syarat Investasi

Syarat-syarat investasi adalah paling tinggi dalam bisnis asing yang dikuasai sepenuhnya. Walaupun demikian, investasi pabrik bukanlah satu-satunya pertimbangan; modal juga mungkin diperlukan guna membiayai persediaan dan memperluas kredit. Karena jumlah modal yang dibutuhkan sangat bervariasi menurut cara masuk, kebutuhan finansial ini dapat menjadi determinan yang penting.

  1. Syarat-syarat Administratif

Biaya-biaya dan beban-beban administratif pemasaran internasional bervariasi menurut cara masuknya. Hal ini meliputi dokumentasi dan birokrasi danjuga waktu manaJemen. Sebagai contoh, pengeksporan tidak langsung atau pemberian lisensi mungkin menyita sedikit biaya tambahan atas manajemen.

  1. Kebutuhan Personalia

Kebutuhan personalia juga bervariasi menurut cara masuk pasar. jenis keterlibatan yang lebih langsung pada. umumnya menuntut sejumlah personalia internasional yang cakap.

  1. Kecakapan Teknis

Tersedianya kecakapan teknis di negara sasaran dalam hal produk, pabrikasi, dan distribusinya adalah penting. Ketersediaan kecakapan teknis lokal membuatnya menarik untuk dimasuki dengan suatu komitmenjangka panjang. Situasi inijuga akhirnyajuga mernfasilitasi pengalihan pengelolaan operasi ke personalia lokal.

  1. Eksposur  Tterhadap Masalah-masalah Asing

Semakin langsung keterlibatan perusahaan di dalam pasar asing, semakin manajemen mesti berhadapan denganjenis baru legislasi, regulasi, pajiak, masalah pekerja, dan kcunikan pasar asing lainnya. jika perusahaan tidak sanggup atau tidak bersedia berhubungan dengan masalah-masalah tersebut, perusahaan sebaiknya memilih metode masuk yang membiarkan pihak lain menanganinya.

  1. Modal

Tersedianya modal ventura (capital venture) di pasar sasaran merupakan pertimbangan eksternal lainnya. jika terdapat modal ventura yang memadai di pasar, franchise, sebagai conloh, akan menjadi lebih mungkin hidup.

  1. Taraf Internasionalisasi

Taraf internasionalisasi mempengaruhi pemilihan strategi masuk. Perusahaan yang sangat berniat untuk internasionalisasi biasanya membentuk sistem distribusi dan pemasaran di dalam pasarnya yang telah ada di luar negeri, dan perusahaan memasuki pasar baru dengan nienggunakan strategi-strategi pemberian lisensi sampai ke pendirian anak perusahaan sehingga mengindikasikan orientasi jangka panjangnya dan kesediaannya menanggung risiko. Perusahaan dengan taraf internasionalisasi yang lebih rendah cenderung menggunakan cara masuk pengeksporan, agen, atau distributor.

  1. Desakan Terjun ke Kancah lnternasional

Desakan ini sekali waktu mempengaruhi pemilihan strategi masuk. Urgensi mencuat clari situasi seperti menciutnya penjualan di pasar domestik, meningkatnya permintaan luar negeri untuk tipe produk, pertumbuhan umum dalam pasar internasional tertentu, dan kelebihan kapasitas pabrikasi dan/atau distribusi. Perusahaan yang berhadapan dengan jenis situasi ini kerap merupakan perusahaan dengan kadar internasionalisasi yang rendah dan pengalaman internasional yang sedikit.

  1. Kemampuan Menanggulangi Risiko Internasional

Kemampuan ini merupakan salah satu faktor dalam memilih strategi masuk. Risiko internasional mengernuka dari perubahan kondisi politis, pergeseran dalam postur dan persekutuan politis, kekacauan perang dan kerusuhan sipil, dan hal-hal sejenis. Perusahaan yang tidak dipersiapkan untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini dan risiko yang tidak terduga lainnya biasanya menggeser risiko tersebut kepada pihak lain, seperti agen dan distributor. Perusahaan yang mempunyai persyaratan keahlian dan pengalaman dalam menangani risiko internasional lebih memilih strategi-strategi yang melibatkan investasi langsung.

 

C. Evaluasi dan Kesimpulan

I. Evaluasi

Kadangkala Manajer ini membuat dua jenis kekeliruan: pasar asing tidak dapat diterobos dengan satu-satunya cara masuk yang digunakan, atau pasar akan dimasuki dengan cara masuk yang tidak tepat. Hanya jika cara masuk awal tersebut tidak laik atau tidak menguntungkan saja, maka perusahaan mencari cara masuk lainnya yang dapat berhasil.

Risiko masuk pasar asing dengan jenis cara masuk yang keliru adalah diminimalkan karena cara-cara yang tidak berhasil akan ditolak. Selain itu, biaya pengumpulan informasi dan waktu manajemen dikurangi lantaran tidak semua alternatif potensial diteliti begitu cara masuk yang berhasil telah ditemukan.

Kelemahan mendasar manajer-manajer menuju determinasi cara masuk yang paling sesuai antara kemampuan dan sumbersumber daya perusahaan dengan peluang pasar. Singkatnya, cara masuk yang berjalan dengan baik boleh jadi bukan merupakan cara masuk terbaik atau yang paling jitu.

Dalam strategi (strate-gyrule) menegaskan bahwa perusahaan harus menggunakan cara masuk yang benar. Ancangan ini mewajibkan bahwa semua alternatif yang mungkin dievaluasi secara sistematis dan kemudian diperbandingkan. Membandingkan ancangan-ancangan alternatif dapat diperpelik oleh bermacam-macam sasaran yang mungkin dimiliki oleh perusahaan di dalam setiap, pasar asing, dan kadangkala sasaran-sasaran seperti itu bisa jadi tampak tidak konsisten. Maka dari itu, pengorbanan di antara sasaran harus dibuat. Hasil akhir analisis ini adalah seperangkat cara masuk laik yang kemudian akan tergantung pada analisis yang lebih mendalam.

Perbandingan masuk perlu dibuat antara biaya terproyeksikan dan manfaatnya selaffla periode waktu tertentu. Karenanya, biaya dan manfaat diharapkan diestimasi, dan hal ini tergantung pada ketidakpastian-ketidakpastian yang senantiasa berubah. Cara-cara masuk yang berbeda dipengaruhi oleh risiko politis dan pasar yang berbeda-beda.

II. Kesimpulan

Beberapa skenario faktor-faktor risiko internasional yang dapat secara buruk mempengaruhi bisnis yang diusulkan. Dengan bantuan analisis sensitivitas, perusahaan dapat dengan cepat menunjuk variabel-variabel kunci di dalam lingkungan yang akan menentukan hasil dari cara masuk pasar yang diusulkan. Perusahaan internasional itu kemudian mempunyai peluang untuk memantau secara cermat perkembangannya. Dengan cara :

  1. Mengestimasi Penjualan Suatu estimasi yang akurat dari pangsa pasar atau volume penjualan adalah krusial bagi keputusan strategi masuk. Hasil penjualan akan sangat tergantung pada pangsa pasar perusahaan dan besarnya total dan potensi pasar. Pangsa pasar yang bakal digaruk biasanya ditentukan secara kompetitif. Perusahaan asing dapat mempengaruhi pangsa pasar melalui bauran pemasaran yang kuat, yang pada gilirannya tergantung pada tingkat komitmen finansial untuk pengeluaran pemasaran. Berbagai tipe strategi masuk juga memungkinkan sebuah perusahaan asing untuk membidik bermacam-macam. kadar pangsa pasar. Pada umumnya, pengekspor langsung ataupun ticlak langsung mengakibatkan pangsa pasar yang lebih kecil daripada anak perusahaan penjualan lokal atau produksi lokal, disebabkan oleh lemahnya kehadiran pasar. Kehadiran pasar yang lemah ini mengakibatkan hilangnya kendali atas perantara-perantara lokal.
  2. Potensi pasar tidak tergantung pada pengaruh perusahaan internasional yang mencari cara masuk. Ukuran pasar lokal dikombinasikan dengan pangsa pasar yang diharapkan kerap menentukan hasil dari analisis strategi masuk.
  3. Mengestimasi Biaya Perusahaan internasional harus menetapkan taksiran biaya dari operasinya di sebuah negara asing berkenaan dengan biaya administratif umum dan pabrikasi. Biaya variabel unit dapat beragam tergantung pada strategi yang dipilih: produksi lokal, perakitan, atau pengeksporan., Untuk membuat biaya seperti itu, analis perlu menyimak biaya bahan baku lokal, tingkat upah lokal, dan tarif atas impor. Biaya tetap yang diperlukan mewakili elemen penting lainnya. Dalam analisis. Biaya administratif cenderung jauh lebih kecil untuk sebuah anak perusahaan penjualan daripada untuk sebuah unit pabrikasi lokal. Melalui penggunaan analis marfin kontribusi, titik impas untuk beberapa tingkat strategi masuk dapat dipertimbangkan. Regulasi pemerintah dan undang-undang dapat pula mempengaruhi biaya-biaya lokal dan secara substansial mengubah biaya dalam jangka waktu tertentu.
  4. Mengestimasi Tingkat Aset Tingkat aset yang disebar sangatlah mempengaruhi profitabilitas dari setiap strategi masuk. Aset dapat terdiri atas setiap investasi yang dilakukan bersamaan dengan proses masuk ke dalam. pasar baru. Investasi seperti itu dapat meliputi modal kerja dalam bentuk kas, piutans dagang, dan/atau persediaan, atau aktiva tetap seperti tanah, bangunan, mesin, dan perlengkapan. Banyaknya aset yang dibutuhkan sangat tergantung pada tingkat kekhususan strategi masuk yang dipilih. Pengeksporan dan anak perusahaan penjualan membutuhkan suatu investasi modal kerja saja, dengan sedikit dana tambahan untuk fasilitas tetap. Perakitan dan produksi lokal menuntut investasi yang sangat besar. Untuk perbandingan yang memadai dari berbagai strategi masuk, perlu dipertimbangkan penyusunan anggaran modal untuk setiap alternatif.
  5. Meramalkan Profitabifitas Secara konseptual, perusahaan haruslah memaksimalkan arus mendatang dari pendapatannya, didiskontokan pada biaya modaInya. Perusahaan-perusahaan mungkin menyukai imbalan investasi (return on investment) sebagai suatu pengukuran profitabilitas yang lebih tepat. Profitabilitas tergantung pada tingkat aset, biaya, dan penjualan. Beberapa faktor risiko internasional eksogen mempengaruhi profitabilitas dan karenanya perlu dimasukkan dalam analisis. Hasil analisis seperti itu menentukan pemilihan strategi masuk.
  6. Konfigurasi Strategi Masuk Dalam kenyataannya, sebagian besar strategi masuk terdiri atas suatu kombinasi dari format-format yang berbeda. Proses pengambilan keputusan kombinasi yang paling baik disebut dengan konfigurasi strategi masuk.
 
 

Sistem Ekonomi, Politik dan Hukum dalam Bisnis Internasional

22 Sep

A.Sistem Ekonomi, Politik dan Hukum dalam Bisnis Internasional

 1.  Sistem Ekonomi dalam Bisnis Internasional

Perdagangan internasional itu dipengaruhi sistem ekonomi yang berdampak pada industrialisasi negara, kemajuan transportasi, globalisasi dan kehadiran perusahaan multinasional. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri sehingga permasalahan ekonomi atas tersedianya bahan kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi. Perdagangan internasional mampu meningkatkan kondisi ekonomi suatu negara. Sistem ekonomi berjalan dengan baik terutama dalam memperoleh peningkatan kas negara melalui impor barang dalam perdagangan internasional

Seperti yang dijelaskan Daniel S. Papp dalam bukunya. Beberapa hal dalam tatanan dunia internasional yang terbentuk setelah PD II menjadi hal utama. Namun, sejak awal tahun 1990-an, ekonomi sebagai suatu elemen kekuatan, mulai ditempatkan sebagai prioritas utama oleh sebagian besar aktor internasional. Hal tersebut disebabkan dinamika dan perubahan yang terjadi dalam dunia internasional yang menunjukkan pentingnya kemampuan ekonomi.

Pendekatan yang dilakukan aktor – aktor internasional terlibat dalam sistem ekonomi internasional, yaitu kemampuan ekonomi internal dari suatu aktor yang akan menentukan seberapa kuat aktor tersebut dalam persaingan internasional yang akhirnya akan menentukan seberapa jauh aktor tersebut terlibat dalam sistem ekonomi internasional, perdagangan internasional yang semakin mengarah pada perdagangan bebas dengan teori comparative advantages oleh David Ricardo dan segala bentuk resistensi berkaitan dengan perdagangan bebas tersebut, kebijakan moneter internasional mengenai nilai pertukaran mata uang antar negara (fixed exchange rate maupun floating exchange rate), ranah finansial internasional mengenai mobilitas uang antar negara untuk tujuan investasi, perdagangan, dan akumulasi kapital (modal) di mana kebanyakan bagian dunia sudah menjadi satu pasar finansial yang terintegrasi, dan ketiga subsistem ekonomi global (subsistem fungsi antar negara – negara maju, antara negara – negara maju dan negara – negara berkembang, dan antar negara berkembang).

Sistem ekonomi yang terjadi saat ini lebih bersifat interdependen. Sifat anarki yang ada perlahan – lahan berusaha dikikis untuk mengembangkan sistem ekonomi internasional secara keseluruhan, seperti yang diargumenkan Papp. Sistem ekonomi baru ditandai dengan meningkatnya area – area perdagangan bebas.

Teori comparative advamtages dari David Ricardo menjadi dasar ideal dari perdagangan bebas, di mana suatu negara harus menciptakan suatu produk yang dibutuhkan negara lain, dan negara lain memproduksi hal yang dibutuhkan negara itu, sehingga negara – negara tersebut menjadi saling membutuhkan satu sama lain. Papp menjelaskan bahwa menjelaskan bahwa kelompok yang mendukung perdagangan bebas berargumen bahwa perdagangan bebas akan meningkatkan mutual dpendence yang akan menuntun pada interdepedensi.  Hal ini, menurut mereka, akan menuntun pada harmoni dan perdamaian, karena masing – masing negara akan menahan diri untuk melakukan sesuatu, terutama intervensi militer, yang bisa mebuat mereka kehilangan akses pada resource yang mereka butuhkan dari negara lain yang biasa mereka peropleh melalui perdagangan internasional.

Jadi, ada beberapa poin yang harus diamati mengenai perdagangan bebas dan interdependensi, yaitu :

ü Interdependensi merupakan ketergantungan yang timbal balik, A membutuhkan B, dan B membutuhkan A. Dalam ekonomi internasional, interdependensi ini mudah dilihat dari ketergantungan suatu negara terhadap produk atau resource dari negara lain untuk kegiatan perekonomiannya sendiri.

ü Suatu kondisi di mana perdagangan dapat dengan bebas dilakukan akan memperkuat integrasi ekonomi antar negara tersebut menjadi suatu pasar yang besar. Perdagangan bebas ini, hanya dapat dilakukan dengan meminimalisir intervensi negara pada pasar, yang biasa dilakukan dengan berbagai kebijakan proteksionis dan tarif.

 

Patut dicatat di sini bahwa penggunaan kata ”dependensi” merujuk pada efek interdependensi pada salah satu negara. Namun, muncul pertanyaan kritis lain mengenai interdependensi yang terbentuk karena perdagangan bebas ini, yaitu apakah yang sebetulnya terbentuk, interdependensi atau dependensi? Kedua hal tersebut berbeda satu sama lain. Dependensi merujuk pada  suatu keadaan di mana outcome yang ingin dicapai secara signifikan di suatu tempat membutuhkan suatu kondisi atau perkembangan di tempat lain. Perbedaan utama antara dependensi dan interdependensi terletak pada sifat hubungannya. Dependensi lebih bersifat hubungan satu arah, sedangkan interdependensi bersifat timbal balik. Secara teoritis, dependensi dan interdependensi mudah dibedakan. Namun secara praktikal, penggolongan hubungan timbal balik antar negara sebagai suatu hubungan interdependen maupun dependen sulit dilakukan.

Dapat disimpulkan bahwa, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kondisi sistem ekonomi internasional saat ini sesuai dengan yang telah dijabarkan di atas masih bersifat anarki sekaligus interdependen, seperti apa yang dikatakan Papp dalam tulisannya ini. Hal itu dapat kita lihat dari persaingan antar negara itu sendiri untuk memperoleh kekuatan ekonomi yang besar, dan di saat yang sama, tetap terus bekerja sama demi kepentingan mereka masing – masing.

 

2.  Sistem Politik dan Hukum dalam Bisnis Internasional

Elemen lingkungan politik yang relevan adalah peranan pemerintah dalam perekonomian , ideologi ekpolitik dan hukum, hubungan internasional, dan hubungan antara pemerintah dan bisnis pada umumnya. Para ahli politik biasanya melihat pada variabel lainya karena mereka berminat terhadap perilaku politik dan organisasi menurut pengertian harfiahnya, bukannya bagaimana kaitan semua faktor itu dengan kegiatan bisnis. Lingkungan politik telah diakui sebagai faktor penting dalam banyak keputusan bisnis internasional. Studi menunjukkan bahawa nasionalisme dan perundangan dengan pemerintah dianggap sebagai masalah pokok bagi manajemen internasional. Selanjutnya, Hendrick dan Struggles memperkirakan bahwa lebih dari 60% perusahaan Amerika Serikat yang melakukan bisnis di luar negeri mengalami kerugian akibat politik dalam periode 1975 sampai 1980.

Permasalahan politik merupakan permasalahan yang sangat penting bagi perusahaan internasional bahkan bayak sekali perusahaan yang melakukan analisi politik sebelum menanamkan modalnya. Kehadiran perusahaan multinasional juga sering dicurigaiakan mendominasi perekonomian suatu Negara. Dengan demikian, perusahaan asing dalam kegiatan internasionalnya tidak bisa mengabaikan begitu saja aspek-aspek politik dalam negeri suatu Negara, sebab aspek tersebut variable penting dalam penentuan strategi dalam perumusan kebijaksanaan perusahaan.

Aspek politik tergolong kritis dalam perlusan operasi perusahaan internasional. Perusahaan multinasional biasanya melakukan analisis resiko politik terhadap negara yang menjadi wilayah operasinya tidak mengherankan bagi suatu perusahaan untuk tidak melakukan investasi di negara yang mengalami peperangan atau instabilitas politik dalam negeri sikap ini didasari akan kekhawatiran akan perubahan situasi politik yang bisa merugikan operasi perusahan multinasional.

 

Sedangkan pada pengaruh kekuatan hukum terhadap bisnis internasionalyaitu:

ü berfokus pada pajak atas laba modal yang didapat,

ü adanya kuota ( pembatasan jumlah produk yang diimpor) dan subsidi ( pembayaran pemerintah untuk membantu bisnis domestic bersaing dengan perusahaan asing)

ü adanya kontrak bisnis internasional, yang berisi : perjanjian patungan (joint vventure), perjanjian waralaba (franchise), perjanjian lihsensi (license), perjanjian keagenan (agence), memiliki formal dan substansi yang hampir sama diberbagai negara.

ü Adanya hak paten     terhadap merek dagang, nama dagang, hak cipta, dan rahasia dagang kekayaan.

 

B. Hak Milik Pribadi dalam Bisnis Internasional

Hak milik pribadi dalam bisnis internasional merupakan dasar kapitalisme dan penghapusannya merupakan sasaran pokok ajaran sosialis. Pemilikan kekayaan yang tidak terbatas dalam kapitalisme pasti tidak luput dari kecaman bahwa ia turut bertanggung jawab akan kesenjangan pembagian kekayaan dan pendapatan secara mencolok.

Hak milik yang tidak ada batasnya ini akan membuat si kaya akan menjadi lebih kaya dan si miskin menjadi lebih miskin. Prinsip kapitalisme mendewakan hak milik pribadi dgn membuka jalan selebar-lebarnya agar tiap orang mengerahkan kemampuan dan potensi yg ada utk meningkatkan kekayaan dan memeliharanya serta tidak ada yg menjahatinya. Karena itu dibuatlah peraturan-peraturan yg cocok utk meningkatkan dan melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi kecuali dalam batas-batas yg yg sangat diperlukan oleh peraturan umum dalam rangka mengokohkan keamanan.

Hak milik pribadi dalam bisnis internasionl perlu adanya pengaturan pemisahan harta antara hak milik pribadi dan perusahaan. karena dalam perdaganagan internasional perlunya pengawasan terhadap hak pribadi dan bisnis demi mengontrol harta yang telah diinvestasikan sisalamnya. Pemisahan hak milik dalam perdagangan internasional memudahkan pengakuan hak milik pribadi.

 

 

C.Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Suatu negara ataupun suatu perusahaan melakukan transaksi bisnis internasional baik dalam bentuk perdagangan internasional pada umunya memiliki beberapa pertimbangan ataupun alasan.  Pertimbangan tersebut meliputi pertimbangan ekonomis, politis ataupun social budaya bahkan tidak jarang atas dasar petimbangan militer. Bisnis internasional memang tidak dapat dihindarkan karena sebenarnya tidak ada satu Negara pun didunia yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan negerinya dari barang-barang atau produk yang dihasilkan oleh Negara itu sendiri. Hal ini disebabkan karena terjadinya penyebaran yang tidak merata dari sumber daya baik dari sumber daya alam modal maupun sumber daya manusia. Berikut ini ada beberapa faktor yang bersifat umum dan spesialisasi sebagai faktor pendorong perdagangan.

Faktor yang bersifat umum, yaitu :

1.    Memperoleh Barang yang Tidak Dapat Diproduksi Sendiri

Di toko-toko selalu dijumpai produk yang tidak dapat diproduksikan di Indonesia, tetapi masyarakat dapat membelinya. Hal ini dosebabkan karena barang tersebut dapat diimpor dari luar negeri. Buah-buahan seperti apel dan durian bangkok dapat dinikmati di Indonesia karena barang tersebut dapat diimpor dari Negara yang memperoduksikannya. Barang konsumsi mewah seperti jam rolex dan sepatu bally yang mahal dapat dinikmati oleh golongan kaya sebagai akibat pengimporannya. Negara-negara berkembang dapat mengimpor barang modal dari Negara maju seperti peralatan pabrik dan kapal terbang. Kegiatan perdagangan dari Negara maju juga menu njukkan mereka banyak mengimpor barang yang mereka tidak hasilkan sendiri.

 

2.    Memperluas Pasar Produksi dalam Negeri

Dalam 10 tahun belakangan ini negara Cina telah mampu menaikkan pendapatan perkapita penduduknya dari sekitar US$ 400 menjadi US$ 1000. Kenaikan yang besar ini terutama disebabkan karena ekspor negara itu yang sangat berkembang dan dapat menguasai pasaran internasional. Sekarang kebanyakan permainan anak-anak dating dari negara Cina. Di pasar banyak kita lihat barang-barang buatan Cina, bukan saja berbagai jenis permainan anak-anak seperti yang dinyatakan di atas, tetapi juga pakaian, sepatu dan berbagai jenis barang lain. Perkembangan ekspornya yang pesat tersebut merupakan sumber utama dari kenaikan pesat dalam pendapatan perkapita di negara tersebut.

 

Spesialisasi sebagai faktor pendorong perdagangan, yaitu :

Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan tertentu beserta kelemahannya itu maka suatu Negara haruslah menentukan pilihan strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu :memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien dan paling murah diantara Negara-negara yang lain,menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara Negara-negara yang lain, mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya. Ketiga strategi tersebut berkaitan erat dengan adanya dua buah konsep keunggulan yang dimiliki oleh suatu negara ketimbang negara lain dalam satu ataupun beberapa bidang tertentu, yaitu :

1.    Keunggulan Absolut

Suatu negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut apabila negara itu memegang monopoli dalam berproduksi dan perdagangan terhadap produk tersebut. Hal ini akan dapat dicapai kalau tidak ada negara lain yang dapat menghasilkan produk tersebut sehingga negara itu menjadi satu-satunya negara penghasil yang pada umumnya disebabkan karena kondisi alam yang dimilikinya, misalnya hasil tambang, perkebunan, kehutanan, pertanian dan sebagainya. Disamping kondisi alam, keunggulan absolut dapat pula diperoleh dari suatu negara yang mampu untuk memproduksikan suatu komoditi yang paling murah di antara negara-negara lainnya. Keunggulan semacam ini pada umumnya tidak akan dapat berlangsung lama karena kemajuan teknologi akan dengan cepat mengatasi cara produksi yang lebih efisien dan ongkos yang lebih murah.

 

2.    Keunggulan komperatif (comparative advantage)

Konsep Keunggulan komparatif ini merupakan konsep yang lebih realistik dan banyak terdapat dalam bisnis Internasional. Yaitu suatu keadaan di mana suatu negara memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menawarkan produk tersebut dibandingkan dengan negara lain. Kemampuan yang lebih tinggi dalam menawarkan suatu produk itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yaitu : ongkos atau harga penawaran yang lebih rendah, mutu yang lebih unggul meskipun harganya lebih mahal, kontinuitas penyediaan (Supply) yang lebih baik, stabilitas hubungan bisnis maupun politik yang baik, tersedianya fasilitas penunjang yang lebih baik misalnya fasilitas latihan maupun transportasi.

Suatu negara pada umumnya akan mengkonsentrasikan untuk berproduksi dan mengekspor komoditi yang mana dia memiliki keunggulan komparatif yang paling baik dan kemudian mengimpor komoditi yang mana mereka memiliki keunggulan komparatif yang terjelek atau kelemahan yang terbesar. Konsep tersebut akan dapat kita lihat dengan jelas dan nyata apabila kita mencoba untuk menelaah neraca perdagangan negara kita (Indonesia) misalnya. Dari neraca perdagangan itu kita dapat melihat komoditi apa yang kita ekspor adalah komoditi yang memiliki keunggulan komparatif bagi Indonesia dan yang kita impor adalah yang keunggulan komparatif kita paling lemah.

 

Namun selain faktor tersebut, ada banyak faktor lainnya yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :

a.    Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri

b.    Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan Negara

c.    Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi

d.   Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.

e.    Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.

f.     Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.

g.    Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.

h.    Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

 

Dan berdasarakan dari faktor-faktor tersebut, kesimpulan yang didapat dari bisnis internasional ini, adalah :

ü Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri

ü Setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri

ü Memperoleh keuntungan dari spesialisasi, keuntungannya :

  • Faktor-faktor produksi yang dimiliki setiap negara dapat digunakan dengan lebih efesien, dan
  • Setiap negara dapat menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi dalam negeri

ü Memperluas pasar dan menambah keuntungan

ü Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

 

 

 
 

Istilah dalam Akuntansi

22 Sep

istilah akuntansi dalam bahasa inggris

* ACTUAL AMOUNT = Jumlah sesungguhnya
* ACTUAL COST ( arti islilahnya ) Biaya sesungguhnya
* ACTUAL FACTORY OVERHEAD = Beban overhead sesungguhnya
* ACTUAL LIABILITY=Hutang nyata
* ACTUAL PRICE= Harga sesungguhnya
* ACTUAL QUANTITY = Kwalitas sesungguhnya
* ADJUSTED BALANCE = Saldo setelah penyesuaian
* ADJUSTED TRIAL BALANCE = Neraca saldo penyesuaian
* ADJUSTING ENTRIES = Ayat jurnal penyesuaian
* ADDITIONAL COST ( istilahnya ) Biaya tambahan
* ADVANCE FROM CUSTOMER = Uang muka langganan
* ADVANCE ACCOUNTING = Akuntansi lanjutan
* ADVERTISING EXPENSE = Biaya iklan
* ADVERSE OPINION = Pendapatan tidak wajar
* Allowance for inventory decline to market = Cadangan penurunan nilai persediaan
* ALLOWANCE METHOD ( artinya ) Metode cadangan
* ALLOWANCE ACCOUNT = Perkiraan cadangan
* ALLOWANCE FOR BAD DEBT = Cadangan piutang tak tertagih
* ALLOWANCE FOR DOUBT FULL ACCOUNT = Cadangan pitang ragu-ragu
* ALLOWANCE FOR OVERVALUATION OF BRANCH MERCHANDISE = Cadangan kenaikan harga barang cabang
* AMORTIZATION = Penyusutan atas harta tak berwujud
* APPLIED FACTORY OVERHEAD COST = Biaya overhead yang dibebankan
* ANNUAL REPORT ( istilah ) Laporan tahunan
* ASSET ( istilah ) Harta
* ASSET APPROACH = Pendekatan aktifa

* ACCOUNT = Perkiraan
* ACCOUNT RECEIVABLE = Piutang Dagang
* ACCOUNT FROM = Bentuk Perkiraan
* ACCOUNT NOT CURRENT = Pos-pos yang tidak lancar
* ACCOUNT PAYABLE = Hutang Lancar
* ACCOUNT PAYABLE LEDGER= Buku besar hutang
* ACCOUNT RECEIVABLE STATEMENT= Dartar piutang usaha
* Account Payable Subsidiary Ledger = Buku tambahan piutang
* ACCOUNTANT = Akuntan
* ACCOUNTANT FEE EXPENSE = Biaya akuntan
* ACCOUNTANT PUBLIC = Akuntan publik
* ACCOUNTING = Akuntasi
* ACCOUNTING ASSUMPTION = Asumsi akuntansi
* ACCOUNTING CYCLE = Sirklus akuntansi
* ACCOUNTING DATA = Data akuntansi
* ACCOUNTING DEPARTMENT = Departemen akuntansi
* ACCOUNTING EQUATION = Persaman akuntansi
* ACCOUNTING INCOME = Laba akuntansi
* ACCOUNTING INFORMATION = Informasi akuntansi
* ACCOUNTING INSTRUCTION = Intruksi akuntansi
* ACCOUNTING MANAGEMENT = Manajement akuntansi
* ACCOUNTING METHOD = Metode akuntansi
* ACCOUNTING PERIOD = Periode akuntansi
* ACCOUNTING PRINCIPLE = Akuntansi dasar
* ACCOUNTING PROCEDURE = Prosedur akuntansi
* ACCOUNTING RESPONSIBILITY = Akuntansi pertanggung jawaban
* ACCOUNTING SYSTEM = Sistem akuntansi
* ACCOUNTS INTER COMPANY = Rekening antar perusahan
* ACCRUED EXPENSE = Biaya yang akan di bayar
* ACCRUED EXPENSE PAYABLE = Beban terhutang
* ACCRUED PAYROLL PAYABLE = Utang gaji
* ACCRUED INTERS PAYABLE = Bunga terhutang
* ACCRUED REVENUE = Pendapatan yang akan diterima
* ACCRUED TAX PAYABLE = Hutang pajak
* ACCRUED WAGES PAYABLE = Upah terhutang
* ACCUMULATED DEPLETION = Akumulasi deplesi
* ACCUMULATED DEPRECIATION = Akumulasi penyusutan
* ASSET ACCOUNT = Perkiranan harta
* AUDIT FEE = Pendapatan audit
* ASSUME = Asumsi
* AUDIT EXPENSE = Biaya audit
* AUDIT PROGRAMME = Program pemeriksaan
* AUDIT PROCESS = Proses pemeriksaan
* AUDIT PLANNING = Rencana pereiksaan
* AUDITOR ( islilahnya ) Pemerikasa keuangan
* AUDITING = Pemeriksaan keuangan
* AVERAGE METHOD = Metode rata-rata

* BALANCE SHEET ( arti istilahnya ) Neraca
* BALANCE PER BANK = Saldo menurut bank
* BALANCE PER BOOK = Saldo menurut buku
* BALANCE SHEET ACCOUNT = Perkiraan neraca
* BALANCE AMOUNT = keseimbangan jumlah
* BANK PAYABLE = Hutang bank
* BALANCE BEFORE LIQUIDATION = Saldo sebelum likuidasi
* BANK RECONCILIATION = Reconsiliasi bank
* BANK SERVICE CHARGE = Bedan administrasi bank
* BANK STATEMENT = Rekening koran
* BIN CARD ( artinya ) Kartu gudang
* BASIC FINANCIAL STATEMENT = Laporan keuangan pokok
* BEGINNING BALANCE = Saldo awal
* BETTERMENT = Perbaikan
* BOOK VALUE = Nilai buku
* BOOK VALUE OF ASSET = Nilai buku aktifa
* BOOK VALUE PER SHARE = Nilai buku per saham
* BRANCH ( istilah akuntansi ) Cabang
* BRANCH MERCHANDISE = Barang dagangan cabang
* BRANCH PROFIT = Keuntungan cabang
* BREAK EVENT = Pulang pokok
* BREAK EVEN PIONT = Titik pulang pokok
* BREAK EVEN SALES = Penjualan pulang pokok
* BUDGET ( arti istilahnya ) Anggaran
* BUDGET VARIANCE = Selisih anggaran
* BUDGET FLEXIBLE = Anggaran flexsibel
* BUDGET FIXED = Anggaran tetap
* BUDGET CYCLE = Siklus Anggaran
* BUDGET BALANCE SHEET = Anggaran neraca
* BY PRODUCT = Produksi sampingan
* BUILDING ( istilahnya ) Gedung
* BUSINESS ENTITY = Kesatuan usaha

* CAPITAL ( info intilah ) Modal
* CAPITAL STATEMENT = Laporan perubahan modal
* CAPITAL STOCK = Modal saham
* CASH = Kas
* CASH BUDGET = Anggaran kas
* CASH COUNT = Perhitungan kas
* CASH DISBURSEMENT JOURNAL = Jurnal pengeluaran kas
* CASH DISCOUNT = Potongan yang diberikan atas pembayaran tunai
* CASH FLOW ( info intilahnya ) Alur kas
* CASH FLOW CYCLE = Siklus alur kas
* CASH IN BANK = Kas dalam bank/kas di bank
* CASH ON HAND = Kas di tangan
* CASH IN TRANSIT = Kas dalam perjalanan
* CASH PAYMENT JOURNAL = Buku kas pengeluaran
* CASH RECEIPT JOURNAL = Buku kas penerimaan
* CASH SALES = Penjualan tunai
* CLOSING ENTRIES = Ayat jurnal penutup
* COST = Biaya
* COST ACCOUNTING = Akuntansi biaya
* COST OF GOODS AVAIBLE FOR SALES = Harga pokok barang tersedia untuk dijual
* COST OF GOODS MANUFACTURED = Harga pokok produksi
* COST OF SOLD = Harga pokok barang yang di jual
* CURRENCY = Mata uang
* CURRENCY ASSET = Harta lancar
* CURRENCY LIABILITIES = Hutang jangka pendek

* DEBIT NOTE = Nota debet
* DEBIT BALANCE = saldo debet
* DEDUCTION = Pengurangan
* DEFECTIVE GOODS = Produk rusak
* DEFERRED GROS PROFIT ON REALIZATION = Laba kotar yang belum direalisasikan
* DELIVERY EXPENSE = Biaya pengankutan
* DEPOSIT SLIP = Bukti setoran
* DEPRECIATION = Penyusutan
* DEPRECIATION EXPENSE = Biaya penusutan
* DETERMINING DEPRECIATION = Penetapan penyusutan
* DIRECT COSTING = Penetapan biaya langsung
* DIRECT DEPARTMENT OVERHEAD EXPENSE = Beban/biaya overhead departemen lansungMiring
* DIRECT EXPENSE = Biaya langsung
* DIRECT LABOR COST BUTGET = Biaya anggaran buruh langsung
* DIRECT TAXES = Pajak langsung
* DIRECT WRITE OFF = Penghapusan langsung
* DISCOUNT = Potngan ( harga )
* DISSOLUTION = Pembubaran
* DIVIDEND STOCK = Deviden saham
* DOUBLE ENTRY SYSTEM = Sistem pembukuan berpasangan
* DRAFT ( info ) = Wesel
* DUE DATE = Tanggal jatuh tempo

* EARNED = Pendapatan
* EARNING AFTER INTEREST AND TAXES = Pendapatan sesudah bunga dan pajak
* EARNING AFTER TAX = Pendapatan sesudah pajak
* ECONOMIC LIFE = Umur ekomoni
* ECONOMIC ORDER QUANTITY = Jumlah pembelian optimal
* EMERGENCY WORKING CAPITAL = Modal kerja darurat
* EMPLOYEE EARNING STATEMENT = Laporan gaji karyawan
* END OF MONTH TRIAL BALANCE = Daftar saldo akhir bulan
* ENDING BALANCE = Saldo akhir
* ENDING INVENTORY = Persediaan akhir
* ENTERTAIMENT EXPENSE = Biaya entertain
* ENTRY = Ayat
* EQUIPMENT = Peralatan
* EQUITIES = Kekayaan
* EQUITY IH INCOME OF SUBSIDIARY COMPANY = Laba atas anak perusahaan
* ESTIMATE VALUE = Nilai taksir
* ESTIMATED GROSS PROVIT = Taksiran laba kotor
* EVIDENCE = Bukti-bukti
* EXCEPT = Pengecualian
* EXCESS OF COST OVER BOOK VALUE OF SUBSIDIARY INTEREST = Selisih lebih harga pokok di atas nilai buku
* EXCESS VALUE = Nilai lebih
* EXCHANGE RATE = Nilai tukar
* EXPECTED ACTUAL CAPACITY = Kapasitas yang sesungguhnya di harapkan
* EXPECTED RATE OF RETURN = Tingkat pengembalian yang diinginkan
* EXPIRED = Kadarluasa
* EXPENSE = Biaya
* EXTERNAL AUDIT = Pemeriksaan ekternal
* EXTRA ORDINARY GAIN = pembelajan yang luar biasa
* EXTRA ORDINARY LOSS = Kerugian yang luar biasa
* EXTRA ORDINARY REPAIRS = Perbaikan luar biasa
* EXTRA ORDINARY RETIREMENT = Penarikan aktiva sebab luar biasa

# Fiscal Year = Tahun pajak
# Fixed asset subsidiary ledge = Buku tambahan harta tetap
# Fixed asset turnover = Perputaran harta tetap
# Fixed capital asset = Modal kerja tetap
# Fixed cast = Biaya tetap
# Fixed efficency variance = Penyimpangan effisiensi yang tetap
# Fixed factory overhead = Overhead pabrik yang tetap
# Flexible budget = Anggaran yang berubah-ubah
# Floor = Batasan bawah
# Flow of cost = Aliran biaya
# Flow of document = Peredaran dokumen
# Flow of funds = Aliran dana
# Flow of work = Peredaran kerja
# Flowchart = Daftar aliran
# Fluctualing method = Metode fluktuasi
# Fluctuating fund = Dana berubah-ubah
# Foot note = Catatan kaki
# Forecast balance sheet = Ramalan neraca
# Forecast income statement = Taksiran rugi laba
# Form = Formulir
# Four collumn ccount = Jurnal empat kolom
# Fraud = kecurangan
# Freight in = Ongkos angkut pembelian
# Freight on material purchasas = Beban angkut pembelian bahan
# Freight out = Ongkos angkut penjualan
# Funds = Dana
# Funds statement = Laporan sumber dan pengunan dana
# Furniture & fixture = Peralatan
# Fusion = Penggabungan

* General Accounting = Aukuntansi Umum
* General Ledger = Buku besar
* General Journal = Jurnal umum
* General And Administrative Expense = Biaya umum dan administrasi
* General Examination = Pemeriksaan umum
* General Assigment = Penegasan umum
* Government financial = Keuangan penerintah
* Government accunting = Akuntansi pemerintah
* Gross loss = Rugi kotor
* Gross Profit Laba kotor
* Gross Profit Analysist = Analisa laba kotor
* Gross provfi metho = Metode laba kotor
* Gross Profit on sales = Laba kotor atas penjualan
* Gross Working Capital = modal kerja kotor
* Group Code = Kode kelompok
* Go Publik Compony = Perusahan yang menjual saham ke masyarakat

* Heating and lighting expense = Biaya pemanasan dan penerangan
* Hidden Reserves = Cadangan rahasia
* Historical cost Accounting = Harga perolehan historis
* Historical cost = Biaya Historis
* Home office = kantor pusat
* Horizon Analyst = Analisa mendatar
* Human Resource Accounting = Akuntansi sumber daya manusia
* Income = laba
* Income After Tax = Laba sesudah pajak
* Income From Joint Venture = Laba usaha patungan
* Income From Operation = Laba usaha
* Income Sharing Agreement = Persetujuan penbagian laba
* Income Statement = Laporan rugi laba
* Income Statement Account = Pendekatan laba rugi
* Income Summary = iktiar rugi laba
* Incremental cost = Biaya tambahan
* Independent Auditor Report = Laporan pemeriksaan bebas
* Indirect Expense = Biaya tak langsung
* Indirect Departemental Expense = Biaya departemen tak langung
* Indirect factory cost = Biaya pabrik tak langsung
* Indirect Labor = Tenaga kerja tak langsung
* Inderect Material = Bahan baku tak langsung
* Indirect Operatiing Expense = Biaya usaha tak langsung
* Individual Priprietorship = perusahan perorangan
* Inflation = Inflansi
* Information = informasi
* Information System = Sistem informasi

* Initial Inventory = Persediaan awal
* Initial Audit = Pemeriksaan awal/pertama kali
* Input Tax = Pajak masukan
* Installation Cost = Biaya instalasi atau pemasangan
* Installment = Angguran atau cicilan
* Installment Contract Receivable = Piutang penjualan cicilan
* Installment Method = Metode cicilan
* Installment Payable = Hutang cicilan
* Installment Term Debt = Utang jangka menengah
* Insurance Expense General = Biaya asuransi unum
* Insurance expense selling = Biaya asuransi penjualan
* Intagible Asset = Aktiva tak berwujud
* Intangible Fixed Assets = Aktiva tetap tak berwujud
* Intercompany Loans = Pinjaman antar perusahan
* Interest = Bunga
* Interest Baering Note = Wesel berbunga
* Interest Expense = Biaya bunga
* Interest Factor = Faktor bunga
* Interest Income = Pendapatan bunga
* Interest ayable = Hutang bunga
* Interest Receivable = Piutang bunga
* Interim Statement = Laporan sementara
* Internal Audit = Pemeriksan Intern
* Internal Auditor = Pemeriksan internal
* Internal Control = Pengawasan internal
* Internal Control Questioary = Pertanyaan pengendalian Intern
* Internal Finacing = Pembiayan internal
* Inventory = Persediaan
* Inventory of Material = Persediaan Bahan Mentah
* Inventory Trun Over = Perputaran persediaan
* Inventory Valuation = Penilaian Persediaan
* Invesment In Fund = Investasi dalam dana
* Invesment In Bond = Investasi dalam obligasi
* Invesment In Joint Venture = Investasi dalam usaha patungan
* Invesment In Land = Investasi dalam bentuk tanah
* Invesment In life Insurance = Investasi dalam bentuk asuransi jiwa
* Invesment In Stock = Investasi saham
* Investor = Orang yang menanamkan modal
* Invoice = Faktur

* Job order cost = Biaya pesanan
* Job order cost sheet = Kartu biaya pesanan
* Job order cost system = Sistem biaya pesanan
* Job time ticket = Kartu jam kerja
* Joint cost = Biaya gabungan
* Joint cost of capital = Biaya penggunan modal bersama
* Joint product = Produksi gabungan
* Joint venture = Usaha patungan
* Joint venture books = buku-buku usaha patungan
* Journal = Buku harian
* Journal entry = Ayat-ayat jurnal
* Journalizing = menjurnal/ penjurnalan
* Judgment sample = Sampel pertimbangan

# Labor = Tenaga kerja
# Labor budget = Anggaran tenaga kerja
# Labor cost = biaya tenaga kerja
# Labor cost control = pengendalian biaya tenaga kerja
# Labor cost report = Laporan biaya tenaga kerja
# Labor efficiency ratio = Rasio effiensi tenaga kerja
# Labor efficiency stasndar = Standar effisinsi tenaga kerja
# Labor efficiency Variance = Selisih effiensi upah
# Labor Fringe benefit = Pendapatan yang diterima tenaga kerja
# Labor performance report = Laporan pelaksanan kerja
# labor rate variance = Penyimpangan tarif tenaga kerja
# Land = Tanah
# Land right = Hak atas tanah
# Last in first out ( LIFO ) = Masuk pertamakeluar pertama
# Lease = Sewa
# Lease agreement = Kontrak sewa guna
# Leaseing = Sewa guna
# Ledger = Buku besar
# Legal capital = Modal resmi
# Lessee = Pihak yang menyewakan guna barang
# Lessor = Pihak yang menyewa guna barang
# letter of comments = Surat komentar
# Letter of transmettal = Surat penyerangan
# Liabilities = Kewajiban
# Limited liabilty = Tanggung jawab terbatas
# Liquidating deviden = Deviden likiudasi
# liquidity = Kemampunan bayar hutang jangka pendek
# Long from report = Laporan akuntansi betuk panjang
# Long run proof = Pengecekan jangka panjang
# Long term debets = Utang jangka panjang
# long term debet to equity ratio = Rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri
# Long term investment = Investasi jangka panjang
# Long term liabilities = Hutang jangka panjang
# Loss = rugi
# loss from operation = Rugi usaha
# Loss on realization = Realisasi kerugian
# Loss on reduction of inventory = Rugi penurunan nilai persdiaan
# Loss on repossession = Rugi penarikan kembali
# loss on sale of invesment = Rugi penjualan investasi
# Loss on trade in = Rugi pertukaran
# Loss unit = Unit yang hilang
# Lower cost or market = Harga beli atau harga pasar yang lebih rendah
# Lumsump purchase = Pembelian secara bulat

# Machine = Mesin
# Maintenance Cost = Biaya pemeliharana
# Maintenance Departement Butget = Anggaran departeman pemeliharan
# Maintenance Expense = Biaya pemeliharan
# Management Accounting = Akuntansi manjemen
# Management Advisory Service = Pelayanan Konsultasi perusahan
# Management Audit = Pemeriksaan manajemen
# Management By Exception = Manjemen dengan pengecualian
# Manufacturer = Pabrikan
# Manufacturing Company = Perusahan pabrikan
# Manufacturing Cost = Biaya pabrikasi
# Manufacturing Overhead = Overhead pabrik
# Markdown cancellation = Pembatalan penurunan harga
# Market Rate = Harga pasar
# market Value = Harga pasar
# Market Value At Split Off = Harga jual pada titik pisah
# Market Value Of Rights = Harga jual hak beli saham
# Market Value Of Stock Ex Right = Harga pasar saham tampa hak beli saham

# Marketable securities = surat berharga
# Marketing = Pemasaran
# Marketing Department = Departemen pemasaran
# Marketing Expense = Biaya pemasaran
# Markup Cancellation = Pembatalan kenaikan harga
# Matching Cost With revenue = Penetapan pendapatan dan biaya
# Material = Bahan baku
# Material Account = Perkiraan bahan baku
# Material in Control = pengendalian bahan baku
# Material in Process = Bahan baku dalam proses
# Material ledger = Buku besar bahan baku
# Material Ledger Card = Kartu bahan baku
# Material Mix Variance = Selisih komposisi bahan
# Material Price variance = Penyimpangan harga bahan baku
# Material Usage prince Variance = Sesilsih harga pemakainan bahan
# Material Yield Variance = Selisih hasil bahan
# Material Requisition = Permintaan bahan baku
# Medical Expense = Biaya pengobatan
# Merchandise Inventory = Persediaan barang dagangan
# Merchandise Inventory Turnover = Perputaran persedian barang dagangan
# Merchandise Shipment on Consigment = Pengiriman barang konsinyasi
# Merchandise Company = Perusahan Dagang
# Mixed Account = Rekening campuran
# Mixed Opinion = Pendapat Campuran
# Mortgage Bond = Obligasi Hipotik
# Mortgage Payable = Hutang hipotik
# Moving Average = Rata rata bergerak

* National Association of Accounting = Asosiasi akuntan nasional
* Natural Bussiness year = Tahun bisnis alami
* Negative Assurance = Jaminan negatif
* Net Asset = Aktifa bersih
* Net earning =Pendapatan bersih
* Net Income = Keuntungan bersih
* Net Income After Tax = Keuntungan bersih setelah pajak
* Net Loss = Kerugian bersih
* Net Profit = Laba bersih
* Net Purchase = Pembelian bersih
* Net Realizable Value Nilai bersih yang dapat direalisasikan
* Net Sales = Penjualan bersih
* Net Worth = Kekayan bersih
* Nominal Accounts = Perkiraan nominal
* Nominal Value = Nilai nominal
* Normal Balance= istilah = Saldo normal
* Not Sufficient Fund = Dana tidak mencukupi
* Note Payable = Wesel bayar
* Note Receivable = Wesel tagih
* Note of Financial Statement = Catatan atas laporan keuangan
* Notice of Employment = Surat perjanjian kerja.

* Observation of Inventory = Pengamatan persediaan
* Observation Of Inventory Taking = Pengamatan perhitungan persediaan
* Occupancy Cost = Biaya pendiaman atau penetapan
* Office Equipment = Peralatan kantor
* Office Salaries Expense = Biaya gaji bagian kantor
* Office Supplies = perlengkapan kantor
* Office Supplies Expense = Biaya perlengkapan kantor
* One Time Voucher procedure = Prosedur pembuatan voucher sekaligus
* One Write System = Sistem sekali tulis
* Open Item Statement = surat pernyatan elemen-elemen terbuka
* Operating Assets = Akifa atau modal oprasi
* Operating Expense = Biaya usaha
* Operating Sales Budget = Anggaran operasional penjualan
* Operating Transaction = Transaksi operasional
* Opinion = Pendapat
* Opportunity Cost = Biaya kesempataan
* Ordering Cost = Biaya Pesanan
* Ordinary Repair = Reperasi luar biasa
* Organization Chart = Stuktur Ogranisasi
* Other General Expense = Biaya umum lainya
* Other Longterm Liabilities = Hutang jangka panjang lainnya
* Out Of Pocket Cost = Biaya kantong sendiri
* Out Tax = Pajak keluaran
* Outlay = Pengeluaran
* Outstanding check = Cek beredar
* Out standing Stock = Saham yang beredar
* Over Time = Lembur
* Over All Cost Of Capital = Biaya penggunan modal Rata-rata
* Over Applied Factory Overhead = Kelebihan aplikasi overhead pabrik
* Over draft = Kelebihan penarikan
* Over Stated = Terlalu tinggi
* Owners Equity = Modal pemilik
* Onnership Right = Hak pemilik perusahan.

# Partner in Charge = Partner utama
# Partnership =Persekutuan
# Payable = Hutang
# Payable to Defaulting Sub souder = Hutang kepada pemesanan saham
# Payment = pembayaran
# Percentage Depletion = Deplesi persentase
# Perferred St0ck holder = Pemegang saham istimewa
# Performence Report = Laporan pelaksanaan
# Premium =Agio
# Premium of Prepered Stock = agio Saham preferen
# Premium on Bonds Payable = Agio olbigasi
# Premium on stock = Agoi saham
# Prepaid Advertising = Iklan dibayar dimuka
# Prepaid expense = Biaya dibayar dimuka
# Prepaid Insurance = Asuransi dibayar dimuka
# prepaid Transportation = Transportation sewa dibayar dimuka
# Prepayment = pembayaran dimuka
# Price Index = Indek harga
# Primary working capital = Modal kerja perimer
# Process Cost = Biaya proses
# Profssional Fess = pendapatan profesional
# Profit = laba
# Proforma = Proyeksi
# Progress Billing to Costomer = harga kontrak yang difakturkan
# Property = Kekayan
# Property Tax = Pajak keayaan
# Purchase = pembelian
# Purchase Discount = Potongan pembelian
# Purchase Invoice = Faktur pembelian
# Purchase journal = Buku harian pembelian
# Purchase Method = Metode pembelian
# Purchase order =Pesanan pembelian
# Purchase Requistion = Permintaan pembelian

# Qualified Opinion = Pendapat wajar tanpa syarat
# Quick Ratio = Ratio aktiva tunai

* R & D Cost = Biaya riset dan pengembangan
* Rate of Return = Tingkat pengembalian
* Rate of Return on Net Worth = Rentabilitas modal sendiri
* Ratio Analysist = analsa ratio
* Ratio of Plant Asset to Long term Liability = Perbandingan harga tetap dengan hutang jangka panjang.
* Raw Material = Bahan mentah
* Raw Material Investory = Persedianan bahan mentah
* Raw Material Price Variance = Penyimpangan harga bahan mentah
* Realized Gross profit On Installment Sales = Realiasai laba kotor
* Re Arrangement = penyusunan kembali
* Receivable = Piutang
* Receivable Collection Budget =Budget pengumpulan piutang
* Receivable Trun Over = Perputaran piutang
* Receivable Write Off = Penghapusan piutang
* Receiving Account = Laporan penerimaan barang
* Reciprocal Account = Perkiraan berlawanan
* Recovable From Insurance Companies = Piutang kepada asuransi
* Redemption of bound = Penghentian obligasi
* Redemption value = Nilai penarikan
* Refference = Petunjuk
* Registered Bonds = Daftar obligasi
* Related Partty transaction = Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan yang istimewa

* Sefety Stock = Persediaan bersih
* Safe Harbor Rule = Aturan perlindungan
* Saleries Allowance = Tunjangan gaji
* Salary Expense = Beban gaji
* Sale On Account = Penjualan kredit
* Sales = Penjualan
* Sales Budget = Anggran penjualan
* Sales Discount = Potongan penjualan
* Sales Invoice = Faktur penjualan
* Sales Journal = Buku harian penjualan
* Sales Mix Variance = Selesih komposisi
* Sales order = Order penjualan
* Sales Return = Retur penjualan
* Sales Salaries Expense = Biaya gaji bagian penjualan
* Sale Salaries Payable = Hutang gaji bagian penjualan
* Sales Tax = Pajak penjualan
* Salvage value = Nilai sisa
* Sample Risk = Resiko penarikan contoh
* Schedule Of Account Payable = Daftar hutang
* Schedule Of Account Receivable = Daftar piutang
* Schedule Of Factory overhead = Daftar overhead pabrik
* Scrap Value = Nilai barang sisa
* Seasonal Working Capital = Modal kerja musiman
* Secured Bond = Obligasi yang dijamin
* Selling Expense = Biaya penjualan
* Semifixed Cost = Biaya semi tetap
* Separable Cost = Biaya tambahan
* Separation Report = Laporan pemberhentian
* Service Firm = Perusahan Jasa
* Set Up Cost = Biaya Pesanan
* Share holder = Pemegang saham
* Shipment On Installment sales = Pengiriman barang cicilan
* Short Form Report = Laporan akuntansi bentuk pendek
* Shut Down Point = Titik penutupan usaha
* Significant = Penting cukup berarti
* Simple Average Of Cost = Metode rata-rata sederhana
* Single Bookkeeping = Tata buku tunggal
* Single entery System = Sistem Pembukuan tunggal
* Single step = Langkah tunggal
* Sinking Fund = Dana pelunasan / dana pembayaran
* Slush Fund = Dana taktis
* Social Benefit = Manfaat sosial
* Sole Proprietorship = Persahan perseorangan
* Sound Value = Nilai sehat

# T Account = Perkiraan bentuk T
# Tangible Asset = Harta berwujud
# Tangible Fixed Asset = Aktiva tetap berwujud
# Tax Acoounting = Akuntansi perpajakan
# Tax Deduction = Pengurangan Pajak
# Tax Invoice = Faktur pajak
# Tax Return Statement = Surat pemberitahuan pajak
# Taxable Firm = Pengusaha kena pajak
# Taxable Income = Pendapatan kena pajak
# Taxes Expense = Biaya pajak
# Taxes Holiday = Pembebasan pajak
# Taxes payable = Hutang pajak
# Taxes Rate = Tarif pajak
# Taxes Return = Pajak yang dikembalikan
# Temporary Investment = Investasi sementara
# Temporary Proprietorship = Perkiraan pemilikan sementara
# Tender Offer = Penawaran dagang
# Term Compliance = UJi ketaatan
# The old & New Balance Proof = Pengecekan saldo awal dan akhir
# Theoritical Capacity = Kapasitas secara teoritis
# Three Variance Method = Metode tiga penyimpangan
# Tickmarks = Tanda pemeriksaan
# Time Value of Money = Nilai waktu dari pada uang
# Timing Diffrence = Perbedaan waktu
# To Compare = Membandingkan
# To Trace = Menelusuri
# Total Asset Turn Over = Perputaran total harta
# Total Asset To Debts Ratio = Ratio aktifa terhadap utang
# Tracks = Taksiran
# Trade Discounts = Potongan perdagangan
# Trande In = Tukar tambah
# Trade Mark = Merk Dagang
# Traveling Expense = Biaya perjalan
# Treasurer = Pejabat keuangan
# Treasury Bill = Surat hutang jangka panjang
# Treasury Departement = Departemen keuangan
# Trent Analyst = Analysa pengembangan dari waktu ke waktu
# Trial Balance = Neraca saldo
# Trouble Debt Restructuring = Penataan kembali utang yang macet
# Trust Fund = Dana perwakilan
# Turn Over = Perputaran
# Two bin System = Sistem dua bin
# Two collumn Account = Perkiraan dua kolom
# Two collumn Journal = Dua kolom jurnal
# Two Variance Method = Metode dua penyimpangan

* Unadjusted Trial Balance : Neraca percobaan yang belum disesuaikan
* Unearned Income : Sewa diterima dimuka
* Uncertainties : Ketidak pastian
* Uncollectible Account : Beban penghapusan puitang
* Uncollectible Account Receivable : Beban penghapusan piutang
* Under Applied Overhead : Overhead yang dibebankan terlalu rendah
* Unearned Revenue : Pendapatan diterima dimuka
* Unemployment Tax : Pajak pengurangan
* Unexpired : Belum kadaluwarsa
* Unfavorable Variance : Selisih merugikan
* Uniformity : Keseragaman
* Unissued Capital stock : Modal saham yang belum beredar
* Unit Cost : Harga perunit
* Unit Equivalent : Unit setara
* Unit Of Output Depreciation : Penyusutan dengan jumlah unut keluaran
* Unit Product Cost : Biaya unit produksi
* Unit Profit Graph : Grafik laba perunit
* Unit Still In Process : Unit dalam Proses
* Unlimited Liabilities : Kewajiban tak terbatas
* Unqualied Opinion : Pendapatan Wajar
* Unvoidable Cost : Biaya yang terhindarkan
* Useful Life : Masa Pengunaan

# Valuation Account : Perkiraan pernilaian
# Value : Nilai
# Value Added : Nilai tambah
# Value Added Tax : Pajak Pertambahan Nilai
# Value In Use : Nilai pengurangan
# Variable Cost : Biaya variabel
# Variable Cost Ratio : Rasio biaya Variabel
# Variable Efficiency Variance : Penyimpangan effisiensi biaya variabel
# Variance Analysist : Analisa selisih
# Variance Analysist Report : Laporan analisa penyimpangan
# Verability : Daya uji
# Vertical Analysist : Analisa Vertical
# Volume Variance : Penyimpangan dalam isi
# Vouching : Biaya upah
# Voucher Register : Pemeriksaan dokumen dasar
# Voucher : Dokumen
# Voluntary Contribution : Simpanan sukarela

* Working Capital : Modal kerja
* Working In Process : Barang dalam proses
* Working In Process Inventory : Persediaan barang dalam proses
* Wages Expense : Pemeriksaan dokumen dasar
* Wages Rate : Biaya upah
* Wages And Taxes Statement : Laporan upah dan pajak
* Working Paper For Consolidated Balance Sheet : Neraca lajur untuk neraca konsolidasi
* Weighted Average : Metode rata-rata terimbang
* Weighted Average Method : Metode rata-rata terimbang
* working sheet : Neraca Lajur
* Working Paper : Kertas kerja
* Write Off : Dihapuskan
* Write Off Method : Metode penghapusan

* Yield = Metode penghapusan
* Yield Variance = Penyimpangan hasil
* Zero Base Budgeting = Penganggaran atas dasar nol

 

 
 

Ekspansi Bisnis – Merger, Akuisisi, Hostile Take Over dan Leverage Buyout

22 Sep

Macam, Jenis Serta Pengertian Ekspansi Bisnis – Merger, Akuisisi, Hostile Take Over dan Leverage Buyout

Perluasan atau expansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni :

1. Merger Atau Penggabungan
Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang dimilikinya. jenis-jenis merger :

a. Merger Vertikal
Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.

b. Merger Horisontal
Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di level operasi yang sama. Contoh : pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer.

c. Merger Konglomerasi
Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis. Contoh : perusahaan pengobatan alternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.

2. Akuisisi
Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain.

3. Hostile Take Over atau Pengambil Alihan Secara Paksa
Hostile take over adalah suatu tindakan akuisisi yang dilakukan secara paksa yang biasanya dilakukan dengan cara membuka penawaran atas saham perusahaan yang ingin dikuasai di pasar modal dengan harga di atas harga pasar. Pengambilalihan secara paksa biasanya diikuti oleh pemecatan karyawan dan manajer untuk diganti orang baru untuk melakukan efisiensi pada operasional perusahaan.

4. Leverage Buyout
Leverage buy out adalah teknik pengusaan perusahaan dengan metode pinjaman atau utang yang digunakan pihak manajemen untuk membeli perusahaan lain. Terkadang suatu perusahaan target dapat dimiliki tanpa modal awal yang besar.

 
 

artikel akuntansi perbankan

20 Mar

ARTIKEL AKUNTANSI PERBANKAN

DEFINISI AKUNTANSI

Selasa,20-maret-2012

Akuntansi Perbankan

Akuntansi diartikan sebagai seni pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang setidak-tidaknya sebagian mempunyai sifat keuangan serta penginterpretasian hasil dari pencatatan tersebut.

Aplikasi

Akuntansi Perbankan

TUJUAN LAPORAN BANK

Tujuan adanya laporan Keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat :

• dipercaya mengenai posisi keuangan perusahaan

• dipercaya mengenai hasil usaha perusahaan selama periode akuntansi tertentu.

• membantu pihak yang berkepentingan untuk menilai atau meng-interpretasikan kondisi dan potensi perusahan disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang bersangkutan.

Bentuk laporan yang dihasilkan dalam perusahaan termasuk bank terdiri :

1. Laporan Neraca,

2. Laporan perhitungan laba rugi

3. Laporan perubahan posisi keuangan

Bagi bank ada laporan tambahan untuk menyimpan data yang belum mempengaruhi Neraca, namun sudah harus di perhitungkan oleh pihak Bank, yaitu:

Laporan Rekening Administrasi.

AKTIVA / ASSET

Yaitu alokasi atau penggunaan dana (use of Fund)

• Monetary Assets,

Yaitu uang tunai, surat berharga, tagihan-tagihan

• Non Monetary Asset

Yaitu gedung (fixed Asset), inventaris kantor

PASIVA

Yaitu Sumber dana

•Volatile liability,

yaitu sewaktu-waktu di tagih

Giro, Tabungan, Deposito Jatuh tempo

•Non Volatile liability,

Yaitu Deposito belum Jatuh tempo, Modal Akuntansi Perbankan

PRINSIP PENJURNALAN LAPORAN LABA RUGI PENDAPATAN

( + ) Kredit

( – ) Debet

BIAYA

( – ) Debet

( + ) Kredit

PERSAMAAN AKUNTANSI PERBANKAN :

AKTIVA = PASIVA

HARTA = KEWAJIBAN + MODAL

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
PENGKREDITAN DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

Pengkreditan:

    • Kredit diakui pada saat pencairannya sebesar pokok kredit. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama diakui sebesar pokok kredit yang merupakan porsi tagihan bank yang bersangkutan
    • Kredit yang diberikan dengan perjanjian sindikasi ataupun penerusan kredit diakui sebesar porsi kredit yang resikonya ditanggung bank
    • Penyisihan kerugian kredit dibentuk sebesarr estimasi kerugian kredit yang tidak dapat ditagih sesuai dengan mata uang denominasi yang diberikan
    • Pendapatan bunga diakui secara akrual kecuali pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produkstif lain yang nonperforming. Pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produktif lain yang non performing diakui pada saat pendapatan tersebut diterima
    • Pada saat kredit diklasifikasikan sebagai non performing, bunga yang telah diakui tetapi belum ditagih harus dibatalkan
    • Beban bunga diakui secara akrual
    • Seluruh penerimaan yang berhubungan dengan kredit diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurangan pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga
    • Pendapatan selain bunga yang berkaitan dengan jangka waktu diakui selama jangka waktu tersebut
    • Apabila kredit atau komitmen kredit diselesaikan sebelum jangka waktunya maka sisa pendapatan dan beban diakui pada saat penyelesaian kredit atau komitmen tersebut
    • Pengakuan pendapatan atas tagihan bunga yang dijadikan pokok kredit dalam reangka restrukturisasi dialkukan sesuai dengan PSAK 54: Restrukturisasi Utang Piutang Bermasalah
    • Pengalihan kredit menjadi penyertaan diakui sebesar nilai wajar dari saham yang diterima
    • Penyertaan yang berasal dari restrukturisasi kredit merupakan penyertaan sementara sehingga ndinilai dengan metode biaya tanpa memeprhatikan besarnya kepemilikan. Bila terdapat penurunan permanen tersbut. Penyertaan ini disajikan terpisah dari penyertaan lain dan tidak perlu dilakukan konsolidais laporan keuangan karena sifat penyertaannya sementara

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
RESTRUKSURI KREDIT DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

    • Agunan kredit yang diambil alih diakui sebesar nilai bersih yang dapat direliasasikan.
    • Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil jual diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan
    • Penerimaan kredit yang telah dihapusbukukan diakui sebagai penyesuaian terhadap penyyisihan kerugian kredit sebesar bnilai pokok. Jika penerimaan tersbut melebihi nilai pokoknya maka kelebihan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
TRANSAKSI EFEK DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

    • Bank mengklasifikasikan efek pada saat perolehan dalam:
        • Dimiliki hingga jatuh tempo
        • Diperdagangkan
        • Tersedia untuk dijual
    • Efek yang dibeli dengan jnaji dijual kembali merupkana jaminan transaksi kredit dan diakui sebagai tagihan repo sebesar harga jual kembali efek yang bersangkutan dikurangi pendapatan bunga yang belum dihasilkan. Selisih antara harga beli dan harga jual diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang belum dihasilkan dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu sejak efek dibeli hingg dijual kembali

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
RESTRUKSURI KREDIT DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

    • Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diakui sebagai kewajiban sebesar harga pembelian yang disepakati oleh bank dan nasabah dikurangi beban bunga yang belumdireliasisasikan. Selisih antara harga jual dan harga beli diperlakukan sebagai beban dibayar dimuka dan diakui sebagai bebandibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak efek dijual hingga dibeli kembali
    • Instrumen derivatif diakui dalam neraca sebagai aktiva dan kewajibanberdasarkan hak/kewajiban menurut perjanjian. Seluruh instrumen derivatif harus disajikan dengan nilai wajar
    • Nilai wajar diestimasi berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa
    • Laba atau rugi transaksi valuta asingyang disebabkan oleh perubahan harga pasar derivatif diakui sebagai pendapatan atau beban pada periode terjadinya

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
PEMBIAYAAN L/C Ekspor AKUNTANSI PERBANKAN

    • Pada saat menerima L/c dari bank penerbit, bank mengadministrasikan L/C yang diterima dan transaksi tersbut belum merupakan komitmen dan kontijensi
    • Pada saat L/C dibayar oleh bank pembayar kepada penerima sebesar nilai L/C atau nilai reliasasinay, bank pembayar mengakui sebagai tagihan kepada bank penerbit sebesar nilai yang sama

TRANSAKSI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT

Produk disimpan sebagai berikut:

    • Giro dinilai sebesar kewajiban bank kepada pemegang biro
    • Tabungan dinilai sebesar jumlah kewajiban bank kepada pemilik tabungan
    • Deposito dinilai sebesar jumlah pokok deposito yang tercantum dalam perjanjian antar pemilik bank dan pemegang deposito berjangka
    • Sertifikat deposito dinilai sebesar nilai nominal dikurangi saldo bunga dibayar dimuka dan diamortisasi selama jangka waktu sertifikat deposito.  Cukup sekian penjelasan-nya Terima kasih.by. Alyda N. Prantama