KRITERIA KELAYAKAN INVESTASI

KRITERIA KELAYAKAN INVESTASI
Tujuan dari pembuatan artikel ini yaitu untuk memenuhi tugas Evaluasi Proyek, namun selain itu juga dapat membantu para pembaca untuk mengetahui bagaimana cara menghitung dan menganalisis kelayakan investasi dari data suatu proyek yang akan didirikan atau sudah didirikan.
Kriteria yang digunakan dalam pengukuran tersebut ada 5 poin, yaitu :
1. NPV (Net Present Value)
2. Net B/C
3. Gross B/C
4. IRR (Internal Rate of Return)
5. Payback Period
Sebelum itu untuk mengukur kelayakan investasi, diperlukan sebuah data, misalnya data yang ada dibawah ini :

1
Tabel 1 contoh data suatu proyek

Diketahui dari data tersebut ada suatu proyek yang memiliki umur 10 tahun. Pada pengerjaan suatu proyek juga dihitung tahun ke 0 nya, tapi pada tahun ini belum ada produksi sehingga biaya dan benefitnya belum diketahui. Jadi hanya ada capital (K) saja yang dikeluarkan. Pada tahun pertama K mulai berkurang, kemudian muncul C dan B. Semakin bertambahnya tahun K mulai berkurang dan pada tahun ke-3 sudah tidak ada K, hanya ada C dan B. Kemudian C dan B semakin meningkat seiring dengan bertambahnya produksi setiap tahun.
Setelah ada data tersebut, kemudian dilanjutkan dengan analisis kelayakan investasi dengan menggunakan 5 poin yang sudah disebutkan tadi.
1. NPV (Net Present Value)
Berdasarkan dari kriteria NPV, proyek tersebut mampu menghasilkan nilai bersih selama 10 tahun pada tingkat DF 10% sebesar 29,618, sehingga layak untuk diterima karena hasilnya positif.

2
Tabel 2 Hasil NPV dari data suatu proyek

2. NET B/C
Net B/C didasarkan pada perbandingan dari present Value + dengan Present Value -. Maka dapat diketahui hasilnya yaitu -1,34, namun dalam perhitungannya itu mutlak maka hasilnya dipositifkan menjadi 1,34. Yang artinya, dari setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan proyek mampu menghasilkan manfaat bersih sebesar 1,34, dengan demikian berdasarkan kriteria Net B/C , proyek tersebut layak untuk diterima karena hasilnya lebih dari 1.

3

Tabel 3 Hasil Net B/C dari data suatu proyek

3. Gross B/C
Gross B/C didasarkan pada perbandingan dari present value benefit dengan present value biaya yang ditambahkan dengan kapital. Hasil dari perhitungannya yaitu 1,189. Yang artinya, dari setiap satuan biaya yang dikeluarkan proyek mampu menghasilkan manfaat kotor sebesar 1,189. Sehingga berdasarkan dari kriteria Gross B/C proyek layak untuk diterima karena hasilnya lebih dari 1.

4

Tabel 4 hasil Gross B/C dari data suatu proyek

4. IRR (Internal Rate of Return)
Dilihat dari data, bahwa pada tingkat DF 10%, NPV nya masih bernilai positif maka haruslah dicari NPV nya yang nilainya – untuk pertama kali. Setelah dihitung, NPV – untuk pertama kali pada DF 16%, yang dihitung maka menghasilkan IRR sebesar 15,668 yang dibulatkan menjadi 16%. Yang artinya, kemampuan proyek menghasilkan return sebesar 16%, sehingga berdasarkan kriteria IRR proyek tersebut layak untuk diterima.

5

Tabel 5 hasil NPV dari DF 10%

6

Tabel 6 Hasil NPV dari DF 15%

7

Tabel 7 Hasil NPV dari DF 16%

5. Payback Period
Proyek ini akan mengembalikan dana modalnya pada tahun ke 9, semakin cepat pengembalian dana ini, maka semakin proyek tersebut dilaksanakan

9

Tabel 8 hasil payback period suatu proyek

Demikian analisa kelayakan investasi dari suatu proyek, yang berdasarkan dari analisa-analisa diatas menghasilkan bahwa proyek tersebut layak untuk diterima. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat.

Alfiani Bintang Fajari
155020500111001

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*