Archive for May, 2017

Potensi Ekonomi Kabupaten Jember


2017
05.25

Jember adalah salah satu kabupaten Di Jawa Timur. Kabupaten Jember berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di Timur, Samudera Hindia di selatan dan Kabupaten Lumajang di Barat. Jember merupakan salah satu kota penghasil tembakau terbaik di dunia, oleh karena itu tembakau merupakan potensi perekonomian di kota Jember. Berawal dari George Bernie yang memulai menanam tembakau jenis BNO setelah mendapat izin usaha di Jember, kemudian beralih kepemilikan kepada pemerintahan Belanda saat itu, lanjut dengan pendudukan Jepang dan dinasionalisasikan. Sengketa antara petani dengan pihak PT Perkebunan (PTP) XXVII yang merupakan pengelola dari perkebunan tembakau tersebut juga sempat terjadi, meskipun demikian permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Produk yang dibuat dari tembakau adalah cerutu, bisa dikatakan kualitas curutu Jember tidak kalah dengan cerutu-cerutu lain. Cita rasanya yang khas membuat cerutu jember dapat disejajarkan dengan cerutu Kuba yang notabene merupakah cerutu terbaik didunia ini.

Permasalahan di desa


2017
05.18

Banyak permasalah yang saya temui saatdi desa. Permasalahan tersebut timbul akibat kurangnya pengetahuan masyarakat desa. Kebanyakan masyarakat desa hanya berpendidikan SD-SMP. Permasalahan yang pertama adalah masyarakat desa masih bisa menerima system perbankan dimana mereka lebih memilih untuk menyimpan uangnya sendiri daripada dibank, seperti yang kita tahu bahwa menyimpan uang sendiri (tidak dibank) sangat beresiko. Butuh adanya penyuluhan mengenai fungsi perbankan dan program-program perbankan untuk masyarakat seperti ini. Permasalah yang kedua adalah kebanyakan masyarakat desa takut merantau. Penghasilan yang kecil dapat diatasi dengan melakukan upaya untuk bekerja diluar lingkungan saat ini. Salah satu alasana mengapa mereka tidak mau merantau adalah pesan orang tua mereka untuk tinggal didesa tersebut dan bertani. Permasalahan yang terakhir adalah tidak adanya tabungan. Kebanyakan masyarakat desa ini tidak memperhitungkan masa depan mereka. Mindset mereka hanyalah bagaimana untuk hidup saat ini dan berserah kepada nasib untuk hari esok. Butuh penyuluhan dari pemerintah tentang menabung untuk desa ini.

Report kegiatan di desa


2017
05.18

PEMBELAJAR DI DESA

Banyak hal yang saya dapatkan selama tinggal di desa. Masyarakat desa sangat ramah menyambut kami mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Pembelajaran yang saya dapatkan adalah bagaimana cara menghargai uang, sepertiyang kita tahu bahwa masyarakat didesa berpenghasilan sangat minim. Dari narasumber yang saya dapatkan penghasilan tiap harinya hanya sebesar 20 ribu rupiah. Jumlah tersebut sangat sedikit dibanding masyarakat kota. Tiap harinya mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang tersebut dari pagi sampai sore. Menurut saya jumlah tersebut tidaklah banyak. Pelajaran berikutnya yang saya ambil adalah masyarakat desa adalah masyarakat yang tertib, dimana pola makan dan pola tidur diatur sedemikian rupa untuk menjaga kesehatan mereka. Tindakan ini jarang ditemukan pada masyarakat perkotaan dimana mindset masyarakat perkotaan hanyalah mencari uang sekeras mungkin tanpa memperhatikan kondisi kesehatan mereka. Di desa saya juga mendapatkan kesempatan untuk “Ngarit” (mencari rumput untuk pakan ternak). Dimana kegiatan ini dilakukan tiap pagi dan sore. Masyarakat desa melakukan kegiatan Ngarit 2 kali sehari dikarenakan tidak adanya kendaraan yang mampu mengangkut rumput dengan sekali jalan, mobilisasi ngarit menggunakan sepeda motor. Jumlah rumput yang dihasilkan pada saat ngarit sekitar 50-100 kg. jumlah tersebut merupakan jumlah yang ideal dikarenakan tiap sapi menghabiskan sekitar 30-40 kg rumput tiap harinya. IMG_3230