Beberapa Sistem Peminjaman di Perpustakaan

Posted: 30th May 2015 by Aldi Rahman Untoro in Pelayanan Perpustakaan
Comments Off on Beberapa Sistem Peminjaman di Perpustakaan

SISTEM PEMINJAMAN di Perpustakaan

 

Dalam pelayanan perpustakaan dikenal beberapa sistem peminjaman, yaitu:

 

a. Sistem Buku Besar

Sistem ini menganut register, artinya setiap peminjam mendapat jatah satu halaman

atau lebih dalam buku besar, disertai dengan indeks nama peminjam pada bagian

akhir buku besar. Pada setiap halaman buku besar terdapat kolom nama peminjam,

alamat, tanggal pinjam, nomor panggil buku, pengarang, judul, tanda tangan

peminjam, tanggal harus kembali. Setiap kali seorang peminjam meminjam buku,

maka keterangan buku yang dipinjam beserta tanggal pinjam dan tanggal harus

kembali dicatat dalam buku besar, kemudian ditanda-tangani. Sistem ini hanya dapat

diterapkan pada perpustakaan kecil.

 

b. Sistem Sulih (dummy)

Sistem sulih atau dummy system dalam bahasa Inggris, menggunakan sulih yang

terbuat dari karton sebagai substitusi buku tatkala buku dipinjam. Sulih dari karton

tersebut ditempeli secarik kertas yang berisi nama peminjam, nomor panggil, dan

tanggal peminjaman.

 

c. Sistem NCR (No Carbon Required)

Pada sistem ini peminjam perlu mengisi formulir peminjaman lengkap dengan nama,

alamat, nama pengarang, judul, nomor panggil pada formulir peminjaman. Formulir

peminjaman menggunakan kertas khusus yang langsung membuat tembusan,

walaupun tidak menggunakan karbon. Karena itu disebut NCR atau No Carbon

Required. Jumlah kertas karbon tergantung pada kebijakan masing-masing

perpustakaan.

 

d. Sistem Book Issue Card (BIC)

Ada dua variasi sistem BIC, amsing-masing menggunakan kartu berukuran 7,5 X

12,5 cm. Pada sistem pertama, pada bagian atas kartu tertulis kata “pengarang” dan

“judul”. Pada bagian sebelah bawah “pengarang” dan “judul” ditulis kolom “tanggal”

dan “nama peminjam”. Metode kedua menggunakan kartu juga. Di bagian atas

tercetak keterangan “nama” dan “bentuk”. Kolom itu akan diisi oleh petugas dengan

nama dan kelas murid peminjam. Di bagian bawah tertera tanggal dan buku yang diisi

pada waktu peminjaman. Sistem ini banyak digunakan di perpustakaan sekolah.

 

e. Sistem Browne

Setiap anggota perpustakaan memperoleh tiket pembaca, yang jumlahnya sama

dengan jumlah buku yang boleh dipinjam oleh anggota perpustakaan. Tiket anggota,

nama, serta alamat diketik pada masing-masing tiket. Tiket pembaca berbentuk

kantong. Untuk mendampingi tiket buku diperlukan kartu buku, berisi nomor panggil,

nomor induk, pengarang, judul, edisi, dan tahun terbit.

 

Kartu buku ini dimasukkan kedalam kantong buku, diletakkan pada bagian akhir buku disebelah dalam. Label tanggal atau slip tanggal kembali diletakkan dibagian akhir buku, biasanya berhadap-hadapan dengan kantong buku. Pada slip tanggal dituliskan nomor induk serta nomor panggil.

 

Bila peminjam ingin meminjam, maka petugas mencabut kartu

buku dari kantong buku kemudian dimasukkan ke tiket pembaca. Tanggal harus

kembali diterakan pada slip tanggal. Kantong buku kemudian disusun menurut

tanggal harus kembali.

 

Bila pada tanggal yang sama terdapat berbagai kantong buku, maka kantong buku

disusun menurut nomor panggil. Bila anggota mengembalikan buku yang

dipinjamnya, lokasi kartu buku dicari berdasarkan tanggal pada slip tanggal. Tiket

buku kemudian dikembalikan pada kantong. Sistem ini pernah dipakai di

perpustakaan British Council.

 

f. Sistem Islington (Variasi Browne)

Perlengkapan yang diperlukan ialah mesin pencetak huruf timbul (embossing

machine), kartu plastik (masing-masing anggota menerima 1 kartu), paper clip, label

tanggal pada masing-masing buku, kantong buku. Setiap anggota memperoleh satu

kartu plastik, di bagian atas tertulis nama dan alamatnya dalam huruf timbul.Proses peminjamannya sama dengan sistem Browne, hanya saja peminjam harus

menempelkan kartu anggota pada kartu buku dengan alat cetak khusus.

 

Alat inimenekan plastik pada kartu buku sehingga di kartu buku tertera nama peminjam. Sistem ini relatif mahal, karena memakai perlengkapan mesin pencetak huruf timbul.

 

g. Sistem Newark

Anggota perpustakaan memperoleh kartu peminjaman. Kartu peminjam berisi nama,

alamat, nomor pendaftaran, tanggal berakhirnya kartu anggota, dan kolom tanggal

harus kembali. Kartu anggota tersebut harus dibawa apabila meminjam atau

mengembalikan buku. Seperti pada sistem Browne, sistem Newark juga

menggunakan kartu buku, kantong buku, serta slip tanggal kembali.

 

h. Token Charging

Untuk keperluan ini digunakan kartu anggota, satu kartu untuk seorang anggota

dengan masa berlaku satu tahun. “Token” artinya semacam kartu berisi tanda

pengenal perpustakaan terbuat dari karton berukuran 4 X 6 cm atau lebih.

 

i. Sistem Kartu Tebuk (Punched Card)

Perlengkapan yang diperlukan adalah komputer atau pemilah meaknis lainnya, mesin

tebuk otomatis, kartu keanggotaan yang terbuat dari plastik (satu kartu untuk setiap

anggota), kartu tebuk (punched card), dua kartu untuk setiap buku yang dipinjam,

serta kantong buku masing-masing buku.

 

j. Photocharging atau peminjaman berbasis foto

Alat yang diperlukan adalah mesin “photocharging”, komputer, alat baca mikro film,

kartu anggota (satu kartu per anggota) dan kartu transaksi. Biasanya satu set terdiri

dari beberapa warna, kantong buku serta label pada masing-masing buku. Label ini

berisi keterangan mengenai nomor induk, pengarang dan judul, namun tidak berisi

kolom untuk tanggal.

 

k. Sistem peminjaman berbasis Komputer

Sistem peminjaman jenis ini adalah sistem peminjaman yang maling mutakhir saat

ini. Peralatan yang diperlukan tentu saja komputer baik perangkat keras maupun

perangkat lunak.

 

Saat ini banyak perpustakaan yang menerapkan sistem peminjaman

berbasis komputer. Kelebihannya adalah transaksi bisa dilakukan dengan cepat.

Selain itu dari satu kali transaksi bisa dilakukan banyak keluaran seperti statistik

peminjaman, surat tagihan, pemeriksaan pinajaman setiap anggota atau bahkan

melacak buku tersebut dipinjam oleh siapa.

 

Data koleksi dan data anggota biasanya sudah diinput terlebih dahulu kedalam komputer. Transaksi dilakukan dengan cara membaca kode baris (barcode) dengan alat baca khusus pada kartu anggota perpustakaan dan koloksi buku yang mau dipinjam. Sampai saat ini sistemNewark banyak digunakan di perpustakaan di Indonesia.

 

Oleh karena itu maka pembahasan lebih mendalam dari sistem peminjaman  ini akan dititik beratkan pada sistem Newark. Dengan demikian selanjutnya apabila disebutkan peminjaman maka yang dimaksud adalah peminjaman sistem Newark. Sungguhpun demikian tidak tertutup kemungkinan bahwa perpustakaan melakukan modifikasi sesuai dengan keperluan setempat.