Tujuan dan Pengertian Dokumentasi

Posted: 20th November 2014 by Aldi Rahman Untoro in Dokumentasi & Kearsipan
Tags:
Comments Off on Tujuan dan Pengertian Dokumentasi

Tujuan Dokumentasi :

1. Menata dokumen untuk menenuhi kebutuhan dokumen dan informasi bagi pengguna

2. Menghindari duplikasi kerja

3. Menyediakan informasi yang diinginkan bilamana diperlukan

4. Menyimpan dokumen untuk didayagunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan pemakai.

Pengertian Dokumentasi

(Baca juga : Ciri dan Sifat Dokumen )

Federation of International Documentation (FID, 1986) :
penyusunan, penyimpanan, temu balik, penyebaran, evaluasi informasi terekam dalam bidang sains, teknologi, ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.

“Documentation is organization, storage, retrieval, dissemination, evaluation of information recorded in the field of science, technology, social sciences and humanities”.

Paul, Outlet (1934)
Proses pengumpulan, penyusunan dan penyaluran setiap jenis dokumen dalam setiap bidang kegiatan manusia.

Frank (1949) dan Briet (1951). Jesse Shera.
Penataan bibliografi yaitu penyaluran cantuman bibliografis kepada semua pemakai untuk semua tingkat pemakaian sedemikian rupa sehingga mampu memanfaatkan semaksimal mungkin pemanfaatan sosial dan pengalaman manusia yang terekam.

Pietsch :
Perpustakaan mengolah dokumen
Dokumentasi mengeksploitasi atau mendayagunakan dokumen

Documentation Committee of Special Library Association (SLA, 1951) &
International Encyclopedia of Information and Library Science (2003)

Reproduksi dokumen
Distribusi dokumen
Pemanfaatan dokumen

Encyclopedia Dictionary of Library and Information Science Vol. I :
Kegiatan yg mencakup organisasi pengkoleksian, penyimpanan, klasifikasi, penyediaan akses dokumen, reproduksi, penyajian, dan penyebaran rekaman ilmu pengetahuan

Sulistyo-Basuki dlm pengantar Ilmu Perpustakaan 1991 membedakan 2 pengertian dokumentasi.

Dokumentasi Korporir artinya kegiatan penyimpanan & temu kembali benda bukan pustaka

Dokumentasi literer : kegiatan pemyimpnan dan temu kembali dokumentasi pustaka. Istilah dokumentasi mengalami perubahan makna sejak 1895 yang berarti pengawasan bibliografi artinya usaha pencatatan setiap buku yang terbit.

Sulistyo-Basuki (2004)
Objek yang merekam informasi
Tanpa memandang bentuk dan media
Wadah menyimpan pengetahuan dan ingatan manusia
Pengetahuan diperoleh dengan berbagai cara

Sulistyo-Basuki (1991)
Penyusunan, penyimpanan, temu balik, penyebaran , evaluasi pada setiap informasi yang direkam dalam bidang IPTEK, sosial dan kemanusiaan

Australian standard dlm Mirmani, Anom (2010)
Unit terstruktur dari informasi terekam, diterbitkan atau tidak dalam bentuk kertas atau elektronik dan dikelola sebagai unit yg berbeda dlm sistem informasi

Mirmani (2010)
Segala informasi terekam dan mencakup apapun diatasnya, tertulis ada tanda, gambar, simbol, apapun yg berupa suara atau tulisan yg bisa dipoduksi dengan alat bantu lainnya, atau sebuah peta, gambar atau foto. Melalui dokumen informasi dapat disosialisasikan pada komunitas tertentu

Foskett (2010) :
Pengetahuan yang merupakan milik bersama yang dikomunikasikan lewat media cetak, film, video, lisan (ceramah, pidato dsb.)

Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976) :
Sesuatu yg tetulis atau tercetak yg dapat dipergunakan sebagai bukti atau keterangan (surat lahir, surat nikah, surat perjanjian dsb.)
Naskah karangan yg dikirim melalui pos

Ensiklopedi Administrasi (1981) :
Suatu warkat asli yg dipergunakan sebagai alat pembuktian atau bahan utk mendukung suatu keterangan

Menurut literatur :

Supraposisi : pengertian dokumentasi lebih luas daripada perpustakaan yg mencakup pengadaan, pengolahan, temu balik, penyebaran dan penyebaran.

Juxtapoisisi : pengertian bahwa dokumentasi dan perpustakaan menduduki tempat yang setara. Contohnya di pemerintahan Indonesia.

Infraposisi : perngertian perpustakaan lebih luas daripada dokumentasi.

Terima kasih sudah membaca ini, semoga bermanfaat 🙂