Peran Menjadi Mahasiswa

Posted: 5th September 2014 by Aldi Rahman Untoro in Esai
Tags:
Comments Off on Peran Menjadi Mahasiswa

3

Peran Menjadi Mahasiswa

Tema : Aku dan Bangsaku

Kita sebagai bangsa Indonesia, merupakan bangsa yang besar. Saat ini yang dibutuhkan bangsa adalah, pemuda-pemuda yang dapat mengucangkan dunia, dengan melakukan berbagai perubahan positif, yang akan membuat bangsa Indonesia, tidak diremehkan di dunia internasional.
Pemuda-pemuda itu adalah mahasiswa, dipundaknya terdapat beban besar. Untuk dapat mengubah bangsa ini ke arah yang positif, mahasiwa sangat dibutuhkan. Karena itu, peran dari mahasiswa sangat besar untuk masa depan Indonesia. Peran-peran tersebut adalah :

• Agent of Change : Sebagai mahasiswa kita bisa melakukan perubahan-perubahan ke arah yang positif. Di kampus, belajar sesuai minat masing-masing mahasiswa, dengan begitu, skill yang didapat bisa bermanfaat untuk masyarakat. Misalnya, mahasiswa di bidang peternakan, jika sudah lulus nanti, bisa berbagi ilmunya kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah, dengan begitu masyarakat bisa menjadi sejahtera.

• Iron stock : Jika saya menjadi pemimpin, saya akan melakukan perubahan-perubahan. Saya akan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku korupsi. Kemudian saya mendengar langsung suara rakyat, karena belum tentu apa yang dikatakan oleh pemerintah, sesuai dengan keadaan rakyat.

• Saya akan mendukung pelaku bisnis, perdagangan dan bank syariah, dengan begitu pertumbuhan ekonomi bangsa ini akan terus mengalami peningkatan. Mendukung berbagai sektor pertanian, industri kreatif, olahraga, terutama sepakbola. Kemudian menjamin pendidikan, agar rakyat yang tidak mampu, bisa mendapatkan pendidikan yang sama dengan yang mampu.

• Sosial control : Kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini, terdapat perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin. Hukum keras kepada yang tidak punya uang, tetapi lunak kepada yang mempunyai uang. Orang Indonesia semakin kurang memiliki rasa sosial, untuk membantu sesama. Contohnya ada yang jatuh dari sepeda motor, kemudian tidak ada yang menolong, hanya melihat, kemudian pergi. Seharusnya tolong-menolong dipupuk sejak sekolah dasar, agar masyarakat Indonesia, menjadi bangsa yang beradab dan berbudi pekerti yang baik. (Baca juga : Cerpen Mengajarkan Budi Pekerti)

• Moral force : Saat ini pemimpin bangsa Indonesia, terdapat kesenjangan antara pemimpin dengan rakyatnya. Pemimpin Indonesia tinggal di rumah yang bagus, sedangkan rakyat miskin, banyak yang tinggal rumah yang sudah tidak layak huni. Pemimpin bangsa saat ini makan, dengan makanan yang di siapkan oleh koki terbaik, sedangkan rakyatnya menangis kelaparan.

• Apakah pemimpin seperti itu? Pemimpin seharusnya bertanggung jawab kepada rakyatnya, tidak makan sebelum semua rakyatnya makan, seperti yang dicontohkan oleh Umar bin Khattab. Seharusnya pemimpin bangsa Indonesia, mengambil contoh dari Rasulullah saw. dan para sahabatnya, dengan begitu, pemimpin bangsa Indonesia akan memiliki sikap dan akhlak yang baik.