ANALISIS PUBLIC RELATIONS

Nama: Aldi Aditya

NIM: 195120207111031

Kelas: D-2 Dasar-Dasar Public Relations

ANALISIS PUBLIC RELATIONS

1. Jelaskan mengapa PR mesti lebih fokus pada publisitas daripada iklan.

Secara umum periklanan bertujuan untuk memperkenalkan produk dan perusahaan. periklanan bersifat “one too mass” (satu arah dan nonpersonal), sulit memengaruhi secara personal.  iklan juga dinilai mempunyai kredibilitas rendah dibanding publisitas. hal ini disebabkan iklan yang bersifat menjual, dan mengutamakan sifat persuasif agar masyarakat tertarik untuk melakukan pembelian produk. Iklan juga tidak bersifat detail, karena ia tidak dapat menjelaskan produk dengan jelas dan lengkap, karena keterbatasan waktu dan ruang. dalam iklan juga tidak dijelaskan secara detail kelebihan dan kekurangan ataupun kecacatan suatu produk. publisitas bertujuan untuk menjadi sarana memperkenalkan produk dan perusahaan dengan cara mendukung fungsi marketing. ada juga strategi yang menggunakan konsep bercerita. ini kita jumpai dalam iklan “advetorial”, “testimoni”, dan iklan “adib” di radio. iklan testimoni adalah iklan yang menampilkan seseorang yang bercerita, seperti artis terkenal, tentang pengalamannya mengonsumsi prodyk yang diiklankan. iklan advertorial (adevrtising-editorial/advertising informasi) adalah iklan yang berbentuk cerita seperti berita pada umumnya. terkenal publisitas merupakan andalan public relation, namun bukan berarti public relation terbatas hanya pada aktivitas publik. publisitas hanyalah alat yang digunakan public relations untuk mendukug tujuan manajemen. (hal 49-52)

2. Iklan yang bagaimana yg mestinya dibuat PR? Jelaskan disertai contoh!

Dalam kegiatan Public Relations,  aktivitas yang dilakukan kerap kali menggunakan stratergi periklanan. Hal ini dilakukan seorang Public Relations dalam memelihara hubungan baik dan melakukan promosi sebuah organisasi/perushaaan yang dipegang. Sedangkan periklanan yang dilakukan oleh praktisi marketing yang menjual produk secara langsung dalam mencapai target. Dalam hal ini, dikenal dengan dua macam iklan, hard-selling dan seft-selling. Hard-selling yang merupakan penjualan produk secara langsung (product selling). Iklan ini terkadang dapat kita jumpai di banyak penjualan produk dan dapat dilihat dalam tampilannya yang biasanya bersifat persuasif. Contohnya seperti “belilah makanan ini”, “produk kami yang terbaik”, “segera dapatkan hadiah setelah membeli produk kami”.  Misalnya lagi seperti universitas yang beriklan tentang penerimaan mahasiswa baru atau produsen jamu yang menawarkan bermacam jamu yang bermanfaat untuk orang-orang.

Iklan soft-selling merupakan iklan yang memiliki tujuan yang berfokus pada kesan umum (image) yang akan diraih atau menjual citra korporat (corporate image selling). Meskipun yang diketuhui, pada akhirnya tujuannya ialah keuntungan, tetapi melalui penanaman citra korporat yang positif. Cara publikasi iklan beginilah yang seharusnya dipakai praktisi public relations. Meski iklan public relations ini tidak secara langsung merangsang konsumen, iklan public relations ini berfungsi mendukung streategi pemasaran perusahaan. (Riantono, 2016)

 

3. Prinsip utama PR adalah tell the truth. Jelaskan disertai contoh kaitan prinsip ini dg prinsip lainnya bahwa PR based on fact.

Biarkan publik tahu apa yang terjadi dan sediakan gambar yang akurat dari karakter ideal dan praktek lembaga. Segala kejadian maupun peritiwa yang terjadi di dalam lembaga pemerintahan, merupakan obyek perhatian publik. Mengapa? Karena lembaga pemerintahan merupakan lembaga yang berkedudukan di ruang publik. Artinya, setiap kegiatan maupun pekerjaan yang dilakukan, dilakukan atas nama publik dan demi kepentingan publik. Oleh sebab itu, publik memiliki hak tersendiri untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya terkait dengan lembaga

Dengan tersampaikannya informasi kepada publik, diharapkan publik menjadi tahu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan lembaga, sehingga kemudian dapat sampai pada tahap mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut..

Adapun kegiatan yang dapat dilakukan, melalui penyampaian informasi yang akurat dan sebenar-benarnya terkait dengan suatu isu atau peristiwa atau kejadian, bahkan kegiatan operasional sehari-hari. Berikan gambaran yang tepat, dan sediakan informasi yang dibutuhkan kepada publik. Dengan demikian, publik mengetahui apa yang terjadi, dengan sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutupi. Kebutuhan mereka akan informasi yang benar terpenuhi, dan hubungan baik antara lembaga dengan publiknya dapat dijaga.

Informasi yang dimaksud, dapat berupa data statistik, dokumentasi atau apapun yang dapat berguna bagi publik luas. Informasi tersebut, kemudian disampaikan kepada publik, tanpa ditutupi, atau dengan kata lain, sampaikan informasi dengan sejujur mungkin. Untuk mendapatkan dukungan dari publik, karena publik dapat menangkap apabila lembaga melakukan kebohongan. Akibatnya, akan lebih fatal bila publik dapat menemukan kebenaran dari pihak lain, dan bukan dari lembaga itu sendiri. Kepercayaan publik terhadap lembaga akan luntur, mengarah pada hilangnya dukungan publik kepada lembaga. Hilangnya dukungan publik, akan menimbulkan kesulitan bagi lembaga pada saat harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat publik

 

4. PR harus mampu menulis berita. Jelaskan prinsip menulis berita berdasarkan prinsip objektivitas secara lengkap, disertai contoh!

Berita bersifat objektif, yang berarti baik tidaknya sebuah berita sesuai kaidah-kaidah jurnalistik. Objektivitas berita mencakup dua hal, yaitu:

a. Faktualisasi, berita harus berdasarkan fakta bukan karangan opini. Berita yang mengandung kebenaran (truth). Fakta dalam berita harus tetap dikonfirmasi ulang atau dicek kembali sebelum melakukan publikasi. Tidak mencamputi antara fakta dan opini wartawan dan berita yuang dipublikaiskan harus lengkap. Dalam berita, terkandung 5W+1H (what, when, why, where, dan who). Berita juga harus relevan dengan kondisi saat berita tersebut disebarkan .

b. Imparsialitas, berita tidak harusnya berpihak pada golongan tertentu dan harus lengkap dalam memberitakan sebuah berita atau peristiwa. Berita harus seimbang dalam pemberitaanya dan menceritakan sesungguhnya, tidak sepotong-sepotong. Berita harus netral yang dimaksudkan tidak memihak salah satu pihak yang memberikan opini pribadi wartawan.

Contoh: Anda bertanya apakah Ibu pulang, dan kakak menjawab pulang jam 1 padahal kakak belum tahu ibu akan pulanng jam 1 atau tidak. Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh Westerthal. Konsep ini juga dikutip oleh Denis McQuail dalam buku Mass Communication Theory, 2000, Sage Publication, hlm. 200. 119

 

5. Agar publisitas sukses, perlu win the editior’s heart melalui media relations. Jelaskan strategi2 media relations yang bisa dilakukan PR!

Publisitas menjadi peluang bagi Public Relations untuk memanfaatkan media massa sebagai penyebar informasi dengan gratis. Namun juga menjadi tantangan. terdapat 2 faktor penentu publisitas, yaitu:

a. Faktor penulisan materi publisitas

Produk-produk public relations digunakan untuk sarana publikasi dan publisitas media. Materi publikasi informasi yang ditulis public relations adalah informasi yang akan dikirim ke media agar dimuat. Jika dimuat oleh media, maka disebut produk jurnalistik.

b. Kualitas hubungan media

Semakin baik kualitas hubungan antara public relations dan mdia, maka semakin besar peluang informasi dimuat. Pada dasarnya, sinergi antara public relations dan media bersifat simbiosis mutualisme, di mana media membutuhkan bahan-bahan informasi dari public relations dan sebaliknya.

DAFTAR PUSTRAKA

Kriyantono, Rachmat. (2016). Public Relations Writing. Jakarta: Kencana.

Lattimore, dkk. (2010). Public Relations: The Profession & The Practice. New York: Mc-Graw Hill.

Cutlip, Scott. M., Center Allen H. & Broom. Glen. M. (2011). Effective Public Relations. Jakarta: Kencana.