Posting-an perdana saya ini dibuka dengan bahasan yang cukup mendalam tentang buah nangka. Mengapa harus nangka? Karena itu adalah salah satu buah favorit saya. Baiklah, sebelum terlalu jauh, saya akan memperkenalkan buah nangka lebih dulu.

Buah dan Pohon Nangka (Artocarpus heterophyllus)

Nangka adalah nama sejenis pohon sekaligus buahnya yang termasuk dalam suku Moraceae, nama ilmiahnya adalah Artocarpus heterophyllus. Dalam bahasa Inggris, nangka dikenal sebagai jackfruit. Nangka diyakini berasal dari India, yaitu wilayah Ghats bagian barat, di mana jenis-jenis liarnya masih didapati tumbuh tersebar di hutan hujan di sana. Kini nangka telah menyebar luas di berbagai daerah tropik, terutama di Asia Tenggara.

Varian nangka amat banyak, baik dengan melihat perawakan pohon dan bagian-bagian tanaman, rasa dan sifat buah, maupun sifat-sifat yang tak mudah dilihat seperti kemampuan tumbuhnya terhadap variasi-variasi lingkungan. Dari segi sifat buahnya, secara umum nangka dikenal dengan dua kelompok besar, yaitu nangka bubur (Indonesia dan Malaysia), yang disebut pula sebagai khanun lamoud (Thailand), vela (Srilangka) atau koozha chakka (India selatan), dengan daging buah tipis, berserat, lunak dan membubur, rasanya asam manis, dan berbau harum tajam. Nangka salak (India), nangka belulang (Malaysia), khanun nang (Thailand), varaka (Srilangka), atau koozha pusham (India selatan); dengan daging buah tebal, keras, mengeripik, rasa manis agak pahit, dan tak begitu harum (Verheij, 1997).

Daging Buah Nangka

Pada minggu kemarin, lebih tepatnya tanggal 4 September 2012, saya mendapat mata kuliah Pengetahuan Bahan Agroindustri. Pada saat kuliah tersebut, saya diperkenalkan klasifikasi buah-buahan berdasarkan laju respirasi yang dikenal dengan istilah klimaterik dan non-klimaterik. Berdasarkan pola respirasi selama pertumbuhan dan perkembangan buah selama pematangan, buah dibedakan menjadi dua, yaitu buah klimaterik dan buah nonklimaterik (Rukmana, 2003). Lalu, termasuk dalam golongan manakah buah nangka? Menurut sifat fisik yang dapat terlihat oleh mata, nangka yang matang pohon kebanyakan dikerubuti hama atau belatung karena wanginya yang harum menyebabkan buah ini menjadi sasaran hama buah seperti kumbang atau lalat yang menaruh larvanya di bagian nangka yang membusuk ketika masih berada di pohonnya (Suryobuwono, 2005). Jadi, nangka merupakan golongan buah klimaterik, di mana laju respirasi buah tersebut pasca panen relatif tinggi, sehingga umur simpan singkat.

Belahan Isi Nangka

Pada umumnya nangka dijual masih dalam bentuk glondongan / buah utuh. Oleh karena itu  buah nangka yang sudah cukup umur (tua) disimpan  dengan cara diletakkan  di gudang  penyimpanan, dijaga  agar tidak terdapat cacat ataupun luka  pada kulit buah  sehingga tidak terjadi pembusukan.  Ada juga yang melalui proses pengupasan kulit terlebih dahulu, namun harus dipasarkan langsung untuk dikonsumsi atau diproses lebih lanjut karena sifatnya yang mudah membusuk. Salah satu penanganannya adalah daging buah nangka yang tebal itu seringkali diekstrak, dibersihkan, dan dijual dalam keadaan ekstrak segar. Jika persediaan melimpah, buah nangka diawetkan, caranya ialah daging buah dipisahkan dari bijinya, kemudian dicuci, dipipihkan, dan dijemur ditambah gula atau sirop, atau tanpa diberi apa-apa. Hasil olahan ini dijual sebagai kue kering.

Keripik Nangka

DAFTAR PUSTAKA

Suryobuwono, A.dkk. 2005. Buah Segala Musim. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.

Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. Jakarta: PROSEA – Gramedia.

Rukmana, R. 2003. Bertanam Buah-buahan Di Pekarangan. Yogyakarta: Kanisius.