KESANTUNAN KALIMAT DAN PARAGRAF

2012
06.05

Kesantunan Kalimat dan Paragraf

 

Kelompok 10:

Diajeng Indah Nastiti – 115040201111091

Rud Biondy – 115040201111xxx

Arif Fuadi – 115040201111xxx

Kelas: F

Agroekoteknologi Fakultas Pertanian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesantunan Kalimat Dan Paragraf

  1. I.                  Pendahuluan

Suatu satuan-satuan bahasa dapat digunakan untuk menyusun suatu karangan. Satuan yang lebih kecil dapat membentuk satuan yang lebih besar atau dengan kata lain , satuan yang lebih besar terbentuk dari satuan yang lebih kecil . Begitulah satuan kata dapat membentuk frase. Satuan  frase dapat membentuk klausa , satuan klausa dapat membentuk kalimat . Satuan kalimat dapat paragraph. Akhirnya satuan paragraph dapat membentuk wacana, yakni satu karangan yang utuh dan lengkap. Kalimat dalam bahasa haruslah bersifat lugas , mematuhi kaidah gramatikal, dan bersifat efektif.

Paragraf merupakan satuan bahasa yang terdiri dari dua kalimat atau lebih yang saling berkaitan dan merupakan satu kesatuan yang utuh dan padu. Dalam setiap paragraph yang baik terdapat satu kalimat pokok yang berisi ide pokok dan sejumlah kalimat penjelas yang berisi ide penjelas yang merupakan penjabaran dari ide pokok.

Kesantunan paragraf dan kalimat sangat penting untuk penulisan artikel fiksi maupun non fiksi. Karena baik artikel fiksi maupun non fiksi pasti bertujuan untuk menyalurkan apa yang ada di pikiran penulis kepada pembaca. Untuk itu diperlukan suatu aturan agar tatanan ataupun bahasa yang digunakan dalam penulisan dapat diterima oleh pembaca.

Paragraf  atau kalimat yang baik akan membuat pembaca lebih mudah untuk menangkap maksud dari penulis. Sehingga apa yang ingin disampaikan oleh penulis akan lebih jelas, lebih mudah dipahami dan tidak berbelit-belit karena dalam penulisannya sudah terstruktur.

Paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.               Isi

Pengertian Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan. Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memiliki unsur Subyek dan Predikat.

Menurut KBBI, kalimat:

1.      kesatuan ujar yg mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan;

2.      perkataan;

3.      satuan bahasa yg secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa;

Pengertian Paragraf

Paragraf  berasal dari bahasa Yunani paragrafos yang artinya “menulis disamping” atau “tertulis disamping”. Paragraf adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Atau ada  juga yang mengartikan bahwa paragraf  adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik paragraf  disebut juga alinea. Paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun secara logis dan sistematis yang mengandung satu kesatuan ide pokok. Di samping itu,secara teknis paragraf  merupakan satuan terkecil dari sebuah karangan. Biasanya paragraf  itu terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan baik isi maupun bentuknya. Isi kalimat-kalimat pembangun paragraph itu membentuk satuan pikiran sebagai bagian dari pesan yang disampaikan penulis dalam karangannya. Jadi dengan kata lain bahwa paragraf  adalah satuan terkecil dari karangan yang biasanya terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan dan merupakan uraian tentang sebuah ide pokok.

Pengertian Kesantunan

Kesantunan (politiness), kesopansantunan, atau etiket adalah tatacara, adat, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingg kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu, kesantunan ini biasa disebut “tatakrama”. Berdasarkan pengertian tersebut, kesantunan dapat dilihat dari dari berbagai segi dalam pergaulan sehari-hari.Pertama, kesantunan memperlihatkan sikap yang mengandung nilai sopan santun atau etiket dalam pergaulan sehari-hari.karena yang dibahas dalam makalah ini adalah kesantunan dalam paragraph dan kalimat maka kesantunan yang dimaksud dalam makalah ini adalah kesantunan dalam kalimat.

Ciri-ciri Kalimat yang Baik dan Benar

1. Kesepadanan

Kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Menurut Putrayasa (2007: 54) kesepadanan bisa dibentuk jika ada keselarasan antara subjek-predikat, predikat-objek, dan predikat-keterangan. Sehingga kesatuan gagasan yang akan disampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca atau pendengar.Kesepadanan sebuah kalimat ditandai oleh beberapa hal, yaitu:

1. Memiliki subjek yang jelas (kata depan di, dari, dalam, kepada daripada, sebagai, mengenai, dan menurut tidak boleh mengawali subjek, kecuali seluruh kata depan tersebut berfungsi sebagai keterangan.

Contoh:

-Menurut presiden mengatakan bahwa subsidi pendidikan akan diprioritaskan.

-Kepada para mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri di sekretariat.

Kalimat-kalimat di atas subjeknya kurang jelas karena diantar oleh kata depan. Oleh karena itu, kata depan harus dihilangkan sehingga menjadi:

- Presiden mengatakan bahwa subsidi pendidikan akan diprioritaskan.

- Para mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri di sekretariat.

2. Memiliki Predikat yang jelas (Predikat kalimat tidak didahului kata yang)

Contoh:

- Rumah kami yang terletak di kampung Neglasari RT 01/01.

- Rumah kami terletak di kampung Neglasari RT 01/01.

3.Tidak boleh ada subjek ganda pada sebuah kalimat.

Contoh:

a)      Soal itu saya kurang jelas.

b)      Pekerjaan itu saya kurang cocok.

  • Soal itu bagi saya kurang jelas.
  • Pekerjaan itu bagi saya kurang cocok.

4.Kata penghubung intrakalimat tidak boleh digunakan dalam awal kalimat tunggal.

Contoh:

a)      Tidak semua data ditampilkan. Karena lokasi penelitian sangat sulit dijangkau.

b)      Tidak semua data ditampilkan, karena lokasi penelitian sangat sulit dijangkau.

2.Keparalelan

Menurut Arifin dan Tasai ( 2006:106) keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, bila dalam suatu kalimat menggunakan bentuk nomina berarti seterusnya menggunakan nomina. Apabila bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba.

Contoh:

- Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.

Kalimat di atas tidak memiliki kesejajaran karena terbentuk dari bentuk kata yang berbeda, yaitu dibekukan dan kenaikan. Oleh karena itu, kalimat ini harus disejajarkan bentuknya, menjadi:

- Harga minyak dibekukan atau dinaikan secara luwes.

3.Kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu (Arifin dan Tasai 2006:106). Akan tetapi, bukan berarti menghilangkan kata atau frasa yang dapat memperjelas kalimat.

Menurut Arifin dan Tasai (2006:106) kalimat hemat memiliki beberapa kriteria, yaitu:

1.Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.

Contoh:

a)      Karena ia tidak diundang ia tidak datang ke tempat itu.

b)      Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui presiden datang.

Perbaikannya

a)      Karena tidak diundang, ia tidak datang ke tempat itu.

b)      Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.

2.Penghematan dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponim kata.

Contoh:

a)      Ia memakai baju warna merah.

b)      Di mana engkau menangkap burung pipit itu?

Perubahannya

a)      Ia memakai baju merah

b)      Di mana engkau menangkap pipit itu?

3.Penghematan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.

Contoh:

a)      Dia hanya membawa badannya saja.

b)      Sejak dari pagi dia bermenung.

Perbaikannya:

a)      Dia hanya membawa badannya.

b)      Sejak pagi dia bermenung.

4.Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak, misalnya:

a)      Para tamu-tamu

b)      Beberapa orang-orang

Perbaikannya:

a)      Para tamu

b)      Beberapa orang

4. Kecermatan

Kecermatan adalah kalimat yang tidak menimbulkan penafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata (Arifin dan Tasai, 2006:105).

Contoh :

a. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.

Kalimat(a)memiliki makna ganda, yaitu siapa yang terkenal, mahasiswa atau perguruan tinggi.

Perhatikan kalimat berikut

“Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja, para lulubalang, dan para mentri”.

Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan, yaitu diceritakan dan menceritakan. Kalimat itu dapat diubah menjadi

Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para lulubalang, dan para menteri.

5. Kepaduan

Kepaduan adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga maksud atau informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah (sistematis) (Arifin dan Tasai, 2006:106). Kepaduan dalam kalimat ditandai dengan hal sebagai berikut.

1. Kalimat padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.

a)      Surat itu saya sudah baca.

b)      Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan.

Perbaikannya

a)      Surat itu sudah saya baca.

b)      Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.

2. Tidak menyisipkan kata diantara predikat dan objek

a)      Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.

b)      Pemerintah menaikkan bagi harga BBM sebesar 20%.

Perbaikannya

a)      Mereka membicarakan kehendak rakyat.

b)      Pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 20%.

 

6. Kelogisan

Menurut Arifin dan Tasai, ( 2006:106), yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Perhatikan kalimat di bawah ini.

a)      Waktu dan tempat kami persilakan.

b)      Untuk mempersingkat waktu, kita teruskan acara ini.

Perbaikannya :

a)      Bapak kepala sekolah kami persilakan.

b)      Untuk menghemat waktu, kita teruskan acara ini.

Persyaratan Paragraf yang Baik

  1. Kepaduan Paragraf

Untuk mencapai kepaduan, langkah-langkah yang harus ditempuh adalah kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu oleh karna itu digunakan kata penghubung.

Terdapat dua jenis kata penghubung, yaitu kata penghubung intrakalimatdan kata penghubung antarkalimat. Kata penghubung intrakalimat adalah kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat adalah kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya, contoh penghubung intrakalimat yaitu karena, sehingga, tetapi, sedangkan, apabila, jika, maka dan lain-lain. Contoh kata penghubung antarkalimat yakni oleh karena itu, jadi, kemudian, namun, selanjutnya, bahkan, dan lain-lain.

Kesesatan paragraf tersebut adalah karena belum terangkainya kalimat demi kalimat dengan baik.

 

  • • Paragraf A.(yang belum padu)

 

David Beckham adalah seorang pemain sepak bola yang sukses. Kehidupan David Beckham selalu bergelimang kekayaan dan kepopuleran. David Beckham masih terikat kontrak dengan real Madrid sampai Juni 2007. David Beckham sudah mengumumkan secara resmi kepindahannya ke LA Galaxy di Liga Amerika Serikat. David Beckham sudah meneken kontrak transfer 250 juta dolar AS. David Beckham banyak mendapatkan kritikan dan laporan diberbagai media massa. Masalah ini tetap membuat nama David Beckham populer dan menjadi buah bibir di jagat persepakbolaan dunia.

• Paragraf B (setelah digunakan kata penghubung)

 

David Beckham adalah seorang pemain sepak bola yang sukses. Buktinya, kehidupan David Beckham selalu bergelimang kekayaan dan kepopuleran. Walaupun masih terikat kontrak dengan real Madrid sampai Juni 2007. Bahkan, David Beckham sudah mengumumkan secara resmi kepindahannya ke LA Galaxy di Liga Amerika Serikat. David Beckham sudah meneken kontrak transfer 250 juta dolar AS. Akibat pemberitaan ini, David Beckham banyak mendapatkan kritikan dan laporan diberbagai media massa, tetapi, David Beckham tetap menjadi pemain sepak bola yang terpopuler dan menjadi buah bibir di jagat persepakbolaan dunia.

• Paragraf C ( setelah penggunaan kata penghubung dan kata ganti)

David Beckham adalah seorang pemain sepak bola yang sukses. Buktinya, suami Victoria Beckham selalu bergelimang kekayaan dan kepopuleran. Walaupun masih terikat kontrak dengan real Madrid sampai Juni 2007. Bahkan,mantan kapten Inggris ini sudah mengumumkan secara resmi kepindahannya ke LA Galaxy di Liga Amerika Serikat. Bahkan, pemain yang memiliki tendangan jarak jauh yang mematikan lawan ini sudah meneken kontrak transfer 250 juta dolar AS. Akibat pemberitaan ini, lelaki yang pernah berselisih dengan pelatihnya di Manchester United ini banyak mendapatkan kritikan dan laporan diberbagai media massa, tetapi, ayah dari Brooklyn,dan Romeo tetap menjadi pemain sepak bola yang terpopuler dan menjadi buah bibir di jagat persepakbolaan dunia.

 

Syarat paragraf yang baik adalah kesatuan yang berarti setiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran . Pokok pikiran diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama diletakkan di awal paragraf (deduktif) atau di akhir paragraf (induktif).

 

  1. Kesatuan Paragraf

 

Adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang diletakkan di awal paragraf dinamakan paragraf deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf disebut paragraf induktif.

Ciri-ciri dalam membuat kalimat utama yaitu kalimat yang dibuat harus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk diperinci atau diuraikan lebih lanjut. Lalu, kalimat utama dapat dibuatlengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat.

  1.  Kelengkapan Paragraf

 

Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran antar kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh, dan lain-lain. Selain itu, kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf. Paragraf dapat dikembangkan dengan cara pertentangan, perbandingan, analogi, contoh, sebab akibat, contoh, sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.

Ciri-Ciri Paragraf yang Baik dan Benar

  • Terdapat satu kalimat pokok yang berisi ide pokok dan sejumlah kalimat penjelas yang berisi ide penjelas yang merupakan penjabaran dari ide pokok.
  • Kepaduan Bentuk (Kohesi)

Suatu paragraf adalah kohesif apabila pada paragraf itu dioptimalkan pemakaian penanda-penanda hubungan antar kalimatnya. Adapun fungsi utamanya adalah memadukan hubungan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Penanda hubungan antarkalimat itu mencakup lima hal, yakni:

  • Hubungan penunjukkan yang ditandai oleh kata-kata itu, ini, tersebut, berikut, tadi.
  • Hubungan pergantian ditunjukkan oleh kata-kata: saya, kami, kita, engkau, anda, mereka,  ia: bentuk ini–itu dan sejenisnya dapat pula berfungsi sebagai penanda hubungan bergantian
  • Hubungan pelesapan ditandai oleh penggunaan kata sebagian, seluruhnya.
  • Hubungan perangkaian, ditandai oleh kata dan, lalu, kemudian, akan tetapi, sementara itu, selain itu, jadi, akhirnya, namun, demikian.
  • Hubungan leksikal, ditandai oleh pemanfaatan pengulangan kata, sinonim, hiponim.

 

  • Kepaduan Makna (koherensi)

Suatu paragraf adalah koheren apabila informasi yang terdapat pada kalimat yang satu berhubungan erat dengan kalimat lainnya, keeratan hubungan antara kalimat-kalimat tersebut ditandai oleh penanda pertalian makna antarkalimat. Adapun pertalian makna antarkalimat dalam paragraf sedikitnya mencakup sepuluh macam, yakni:

  1. Pertalian penjumlahan ditandai oleh penggunaan di samping, selain itu, selain daripada itu, kecuali itu, lagi pula.
  2. Pertalian perurutan ditandai oleh penggunaan lalu, kemudian.
  3. Pertalian pertentangan ditandai dengan ungkapan sebaliknya, akan tetapi, tetapi, namun, padahal, walaupun demikian.
  4. Pertalian lebih ditandai oleh ungkapan malah, malahan, apalagi, lebih-lebih, bahkan.
  5. Pertalian sebab-akibat ditandai oleh ungkapan oleh karenanya, karena itu, oleh sebab itu, maka, akibatnya.
  6. Pertalian waktu ditandai oleh ungkapan setelah itu, ketika itu, sebelum itu, sejak itu.
  7. Pertalian syarat ditandai oleh ungkapan jika demikian, apabila demikian, apabila begitu.
  8. Pertalian cara ditandai oleh ungkapan dengan demikian, dengan begitu, dengan carabegitu.
  9. Pertalian kegunaan ditandai oleh ungkapan untuk itu.
  10. Pertalian penjelasan ditandai oleh ungkapan misalnya, contohnya.

 

3.3  Cara Menerapkan Kesantunan Kalimat dan Paragraf dalam Penulisan Suatu Artikel

  • Menulis kalimat dan paragraf menurut bahasa Indonesia dengan santun supaya  tidak dianggap rancu dalam berbahasa indonesia.
  • Kehalusan budi bahasa dalam memakai atau menggunakan bahasa atau kesopanan ketika menggunakan bahasa.
  • Dalam kesantunan berbahasa, bahasa Indonesia mempunyai sistem sapaan dan  panggilan yang tersendiri.
  • Sistem sapaan dan panggilan ini melibatkan penggabungan gelaran, rujukan hormat dan ganti nama.
  • Kesantunan berbahasa mempunyai ciri-ciri yang tertentu. Penggunaan kosa kata dan ganti nama diberi perhatian khusus agar sesuai dengan kedudukan, pangkat, umur, dan keakraban hubungan.
  1. III.           Kesimpulan

Dari hasil suatu isi dapat disimpulkan bahwa paragraf adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingg kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial.

Adapun ciri-ciri kalimat yang baik dan benar adalah memperhatikan suatu kepaduan bentuk (kohesi) dan kepaduan makna (koherensi). Sedangkan ciri-ciri paragraf yang baik dan benar harus memperhatikan beberapa diantaranya yaitu : kesepadanan, kepararelan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan .

Untuk menerapkan suatu kesantunan paragraph sangatlah penting karena dapat mempengaruhi hasil dari suatu karya baik ilmiah maupun nonilmiah.

 

 

 

Your Reply

CAPTCHA Image
*