Home » Taman Kota » Taman Alun-alun Kota Malang

Taman Alun-alun Kota Malang

2 November 2013

Standar Taman Kota

Taman (Garden) diterjemahkan dari bahasa Ibrani, Gar berarti melindungi atau
mempertahankan lahan yang ada dalam suatu lingkungan berpagar, Oden berarti
kesenangan, kegembiraan, dan kenyamanan Secara lengkap dapat diartikan taman
adalah sebidang lahan berpagar yang digunakan untuk mendapatkan kesenangan,
kegembiraan, dan kenyamanan (Laurie, 1986 : 9). Dari batasan dapat diambil
pengertian sebagai berikut :

a.Taman merupakan wajah dan karakter bahan atau tapak, berarti bahwa menikmati
taman mencakup dua hal, yaitu penampakan visual, dalam arti yang bisa dilihat
dan penampakan karakter dalam arti apa yang tersirat dari taman tersebut.
Mungkin dari ceritanya, gambar yang teraplikasi, nilai-nilai yang terkandung
dari taman tersebut.
b.Taman mencakup semua elemen yang ada, baik elemen alami (natural), elemen
buatan manusia (artificial), bahkan makhluk hidup yang ada didalamnya,
terutama manusia.
Secara umum akhirnya diambil pengertian pembeda antara taman sebagai
landscape dan taman sebagai garden, yaitu bahwa taman (landscape) elemen
tamannya lebih banyak didominasi oleh elemen alami, sedangkan (garden)
elemennya lebih didominasi oleh elemen buatan manusia (artificial) dan
dalam luas yang lebih terbatas (Suharto, 1994 : 5).
Keberadaan taman kota sulit diperhitungkan dengan nilai ekonomi (financial). Hal ini dikarenakan, taman kota memiliki nilai lebih yang bersifat ekologis, sosial, dan kemanusiaan (humanisme). Nilai-nilai terhadap rasa keindahan (estetika) dan rasa kepuasan batin bagi pengunjung taman sulit untuk diukur dengan materi, termasuk di dalamnya aspek psikologis yang tidak mungkin diuraikan dengan standar materi.
Di Indonesia standarisasi taman kota juga belum disusun secara terperinci. Standar yang disusun oleh Dinas Jenderal Cipta Karya hanya menyangkut standarisasi ruang terbuka dalam lingkungan perumahan. Menurut Dinas Jenderal Cipta Karya lingkungan perumahan dibagi atas 3 skala lingkungan yang terdiri atas :

  1. Lingkungan tempat bermain (20-50 keluarga atau 100-200 penduduk), luas ruangan terbuka untuk tempat bermain adalah 200 m2.
  2. Lingkungan taman kanak-kanak (160-200 keluarga atau 800-1000 penduduk), luas ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 800 m2.
  3. Lingkungan sekolah dasar (600-1000 keluarga atau 3000-6000 penduduk), ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 11.400 m2.
Mengacu pada pernyataan di atas, standar luas dari taman yang harus dibangun di sebuah kota adalah 7-11,5 m2 per orang. Ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.
Sebuah taman kota modern, harus mempunyai beberapa standar yang harus diterapkan. Beberapa diantaranya adalah harus mempunyai fungsi yang banyak. Fungsi tersebut yakni memenuhi fungsi hidrologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi.
Dalam pemenuhan standar taman kota dapat dilihat dari unsur-unsur sebagai berikut :
Unsur Alami (Natural) biasanya berupa vegetasi dan satwa.
  • Pohon : Termasuk di dalamnya berupa tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Biasanya adalah pohon beringin asam kranji, lamtorogung, dan akasia.
  • Perdu : Termasuk di dalamnya adalah jenis tanaman seperti pohon tetapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Biasanya adalah bunga bougenvillle, kol banda, dan kembang sepatu.
  • Semak : Termasuk di dalamnya adalah tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Yakni berupa tanaman teh-tehan, dan lainnya.
  • Tanaman penutup tanah : Termasuk di dalamnya adalah tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah. Yakni berupa tanaman adalah krokot,dan nanas hias.
  • Rumput : Termasuk di dalamnya adalah jenis tanaman pengalas, yang merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah. Yakni berupa rumput jepang, dan rumput gajah.
  • Satwa : Termasuk di dalamnya adalah jenis satwa dari golongan Aves, seperti burung dara, burung hantu, dan burung emprit.
Unsur Buatan (Artificial), dibuat oleh manusia untuk mendukung nilai estetika dan fungsi taman.
  • Kolam : Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi estetika taman. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis.Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Selain itu, taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan yang berfungsi sebagai penyejuk lingkungan.
  • Batuan : Sebagian batu yang terpendam di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.
  • Gazebo: Gazebo dapat berupa bangunan rumah kecil atau hanya sekedar berupa bangku kayu. Gazebo berfungsi sebagai bangunan untuk beristirahat sejenak dan menikmati panorama.Bangunan peneduh berupa rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana.
  • Jalan Setapak (Stepping Stone) : Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.
  • Perkerasan : Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.
  • Lampu Taman : Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman.
Selain itu, untuk menunjang taman kota agar dapat memenuhi fungsinya dengan baik, maka perlu ditambah fasilitas publik yang mendukung. Elemen tersebut disusun sedemikian rupa sehingga tampak tampak dinamis dan bernilai seni. Elemen tersebut adalah:
  • Kesatuan dan keteraturan : adanya kesatuan dalam ide maupun dalam ekspresi fisik. Dimana semua unsur harus mempunyai hubungan satu dengan lain secara harmonis.
  • Skala : terdapat beberapa macam skala taman kota yakni skala ruang intim, skala ruang menumental, dan skala ruang kota.
  • Daya tarik : taman memiliki kesan mengundang secara permanen ke seluruh arah.

Selain memenuhi standar dari segi komponennya, sebuah taman kota modern juga harus mampu memenuhi beberapa fungsinya. Beberapa fungsi yang harus ada pada taman kota adalah fungsi hidrologi, kesehatan, estetika, dan nilai social, ekonomi budaya.

  1. Fungsi Hidrologi
Taman perkotaan yang merupakan lahan terbuka hijau, yang berperan dalam membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir. Pohon-pohon melalui perakarannya yang dalam, mampu meresapkan air ke dalam tanah sehingga pasokan air dalam tanah (water saving) semakin meningkat. Dan jumlah aliran limpasan air (run off) juga berkurang sehingga mengurangi terjadinya banjir.
Diperkirakan untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi.
     2. Fungsi Kesehatan
Taman yang penuh dengan pohon sebagai paru-paru kota merupakan produsen oksigen (O2) yang belum tergantikan fungsinya. Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan yang lain adalah berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega.
     3. Fungsi Ekologis
Taman kota sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi.
Terkait dengan fungsi ekologis taman kota dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro. Pepohonan yang rimbun, dan rindang, yang terus-menerus menyerap dan mengolah gas karbondioksida (CO2), sulfur oksida (SO2), ozon (O3), nitrogendioksida (NO2), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) yang merupakan 80 persen pencemar udara kota, menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga setiap saat. Kita sadari pentingnya tanaman dan hutan sebagai paru-paru kota yang diharapkan dapat membantu menyaring dan menjerap polutan di udara, sehingga program penghijauan harus mulai digalakkan kembali.
Tanaman mampu menyerap CO2 hasil pernapasan, yang nantinya dari hasil metabolisme oleh tanaman akan mengelurakan O2 yang kita gunakan untuk bernafas. Setiap jam, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama.
Dengan tereduksinya polutan di udara maka masyarakat kota akan terhindar dari resiko yang berupa kemandulan, infeksi saluran pernapasan atas, stres, mual, muntah, pusing, kematian janin, keterbelakangan mental anak- anak, dan kanker kulit. Kota sehat, warga pun sehat.
Tersedianya lahan yang teduh sejuk dan nyaman, mendorong warga kota dapat memanfaatkan sebagai sarana berjalan kaki setiap pagi, olah raga dan bermain, dalam lingkungan kota yang benar-benar asri, sejuk, dan segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek. Taman kota yang rindang mampu mengurangi suhu lima sampai delapan derajat Celsius, sehingga terasa sejuk.
     4. Fungsi estetika
Dengan terpeliharanya dan tertatanya taman kota dengan baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung. Jika lingkungan kotanya sehat dengan taman kotanya tertata indah akan menambah daya tarik bagi wisatawan.
Setelah taman kota dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas, maka sebuah taman kota dapat berperan sebagai :
a) Sarana Kesehatan (Higienis)
Taman kota sangat berguna sekali karena unsur utama taman adalah tanaman, yang dalam proses fotosintesis akan mengeluarkan O2, O2 dipergunakan oleh makhuk hidup dengan bantuan sinar matahari. Dengan bantuan sinar matahari ini, taman akan menyerap CO2 yang dihasilkan manusia dalam pernafasan, dan tanaman menghasilkan O2 dari proses fotosintesis yang kemudian dihirup oleh manusia melalui pernafasan.
b) Pengaturan Iklim (Klimatologis)
Taman dapat melindungi manusia dari panas matahari dan tekanan suhu panas serta peneduh. Taman mampu menyerap panas dari atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah disekitar tanaman, sehingga daerah disekitarnya menjadi nyaman. Penghijauan memperkecil amplitudo variasi yang lebih besar dari kondisi udara panas ke kondisi udara sejuk.
c) Perlindungan (Protektif)
Taman dapat melindungi manusia dari angin kencang, panas sinar matahari, serta mempunyai sifat melindungi dari asap-asap kendaraan dan gas-gas dari buangan industri dan gas beracun mengambang di udara, melalui proses kimiawi zat hijau daun dapat mengubah CO2 menjadi O2 juga gas-gas lainnya seperti zat lemas (N) dan (S). Dengan begitu penghijauan mampu menyerap polusi udara di kota.
d) Pengaturan Persediaan Air Tanah (Hidrologis)
Taman pada pertamanan kota bermanfaat untuk menyimpan air hujan yang jatuh ke tanah melalui pori-pori tanah, sehingga pada musim kemarau dapat berfungsi atau bermanfaat. Sedangkan pada musim penghujan kemampuan tanah dapat menyimpan air tanah mengurangi adanya bahaya banjir. Air dalam proses fotosintesis sangat penting, air mengangkut bahan makanan keseluruh organ tanaman, air dalam daun akan menjaga tegangan sel daun bertahan tegar
e) Pencegah Erosi (Orlogis)
Semakin besar curah hujan yang terjadi pada suatu daerah dataran, semakin besar pula banjir yang diterima didaerah tersebut. Namun oleh adanya taman atau ruang terbuka hijau, sebagi resapan air guna menjaga keseimbangan tata air dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan, menangkap dan menyimpan air, menjaga keseimbangan tanah agar kesuburan tanah tetap terjamin. Penghijauan atau penyebaran taman yang merata akan dapat mennggulangi banjir.
f) Penyeimbang Alam
Tanaman dapat memberikan lingkungan hidup bagi makhluk. Akar tanaman menerobos tanah, menggemburkan tanah, dan memberikan lingkungan hidup bagi mikroorganisme. Ini menyuburkan tanah dan tanaman. Tanaman juga memberikan kehidupan lain diatas tanah, sebagai tempat hidup satwa. Pohon peneduh di taman kota, di tepi jalan sebagai tempat hidup satwa burung atau unggas dan serangga berkembang mambantu keseimbangan alam.
g) Keindahan (Estetika)
Taman-taman diperkotaan dengan warna yang alami serta tekstur yang bermacam- macam dan perencanaan yang teratur akan menampakkan keindahan. Kelebihan ini menjadikan tanaman sebagai salah satu elemen yang dapat menunjang keindahan lingkungan.
h) Kejiwaan (Psikis)
Taman kota dapat membawa dan memberikan suasana sejuk dan tentram, serta damai bagi jiwa manusia. Hal ini dapat mengurangi gangguan syaraf dan kejiwaan manusia, sehingga dengan adanya taman tersebut dapat mengalihkan perhatian kita dari suasana tegang serta pengaruh kejiwaan kita menjadi tenang, karena adanya sirkulasi udara dalam kota.
i) Pendidikan (Edukatif)
Taman dapat menjadi media untuk pendidikan pengetahuan alam, sarana penelitian, pendidikan, dan membentuk kesadaran lingkungan
j) Sosial-Ekonomi
Taman kota mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia, karena
merupakan tempat rekreasi warga. Disamping itu taman kota dapat dikembangkan
dengan tanaman- tanaman produktif, sehingga dapat membantu menambah pendapatan
dan peningkatan taraf hidup rakyat.
Standar Taman Kota Dunia
Kawasan kepentingan umum yang berupa taman kota sebagai bagian dari ruang terbuka hijau dikembangkan pada bagian–bagian kota sesuai hirarkinya, sehingga terbentuk taman skala kota atau metropolitan, skala kota satelit skala kawasan sampai dengan taman terbuka publik pada skala lingkungan seperti taman bermain anak. Penataaan ruang terbuka hijau sebagai bagian kawasan kepentingan umum yang terstruktur tersebut diarahkan untuk estetika perkotaan maupun sebagai ruang kesehatan lingkungan perkotaan, fasilitas olahraga maupun rekreasi.

Sebagaimana kita ketahui bersama, wujud fisik kawasan kepentingan umum dapat berupa jalur hijau seperti pedestrian, garis sempadan sungai, danau dan pantai maupun di buffer zone yang bisa berfungsi sebagai ’jogging track atau bicycle track; jalur biru seperti sungai, situ, waduk, telaga, dan danau yang dapat berfungsi untuk kegiatan olahraga air; ruang terbuka seperti taman-taman atau ruang terbuka hijau, area bermain anak-anak, plaza, alun-alun, dan hutan kota. Berbagai kota besar di dunia, seperti New York, Manchester, Singapura, Beijing, Shanghai, Melbourne, dan Curitiba telah menerapkan konsep ’green cities’ dengan meningkatkan proporsi luasan RTH (ruang terbuka hijau) hingga mencapai lebih 20% dari total luas kota, demi kesehatan, kenyamanan dan kesegaran warga kotanya. Penerapan konsep tersebut secara konsisten dan didukung kerjasama semua pemangku kepentingan kota-kota tersebut, ternyata telah mampu memberi manfaat ekonomi seiring meningkatnya citra kota yang ramah lingkungan, dan ruang visual yang indah sehingga memiliki ’nilai jual’ tersendiri bagi pengembangan pariwisata.
Taman kota disadari atau tidak, telah membentuk dan membangun citra untuk sebuah kota. Pencitraan yang baik tentang sebuah kota, sesungguhnya itu hanya dampak dari keadaan yang sesungguhnya tentang lingkungan perkotaan yang nyaman. Taman-taman kota menjadi penting karena dapat berperan sebagai sarana pengembangan budaya kota, pendidikan, dan menjadi pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.
Sebagai perbandingan, dalam penerapan standar luasan ruang publik, terkait pelayanan fasilitas olahraga ’outdoor’, rasio yang berlaku pada kota-kota di Jepang 5 m2/penduduk, Inggris 7 – 11,5 m2/penduduk, Malaysia 2 m2/penduduk, sementara di Bandung saat ini rasio baru mencapai 0,45 m2/penduduk dan di Jakarta 0.55 m2/penduduk. Untuk itu, kebutuhan produk hukum yang dapat memayungi kewajiban penyediaan ruang publik pada saat ini, sangat mendesak.
Studi Kasus Taman Alun-alun Kota Malang

Kota Malang merupakan salah satu Kota sejuk nan indah yang berada di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Malang terkenal dengan julukan sebagai Kota Pelajar karena di Kota ini terdapat sejumlah perguruan tinggi dan sekolah yang terkenal. Selain disebut dengan Kota Pelajar, Kota Malang juga memiliki julukan lain yang dikenal oleh masyarakat luas seperti Kota Militer, Kota Sejarah, Kota Bunga, Kota Kuliner, Kota Dingin dan tentunya Kota Wisata yang kini menjadi sentra wisata di Jawa Timur. Lokasi Jantung Kota ini sendiri terletak di Alun Alun Kota Malang yang berupa taman indah dengan beberapa pohon beringin yang rindang mengelilingi taman Kota.

Alun Alun Kota Malang merupakan tempat favorit bagi warga Malang untuk bersantai bersama keluarga menikmati panorama Kota Malang sendiri. Di Alun Alun ini, Anda dapat menikmati keindahan air mancur taman yang terletak tepat di tengah Alun Alun Kota. Bukan hanya keindahan air mancur kota, ratusan burung merpati selalu menemani langkah Anda ketika berada di Alun Alun Kota Malang. Ratusan burung merpati tersebut memang ditempatkan dan dirawat di Alun Alun Kota Malang untuk lebih memberikan nuansa teman yang asri dan indah. Di Alun Alun Kota Malang ini juga terdapat fasilitas hotspot yang disediakan oleh PT. Telkom Indonesia untuk layanan pelengkap bagi pengunjung yang datang kesini. Tidak jauh dari Alun Alun Malang, terdapat beberapa pusat perbelanjaan keluarga yang dapat Anda singgahi antara lain Sarinah, Ramayana, Malang Plaza, Mitra 1 dan masih banyak pusat perbelanjaan lainnya yang berlokasi kurang lebih 100m dari Alun Alun Kota. Selain pusat perbelanjaan, tepat di depan Alun Alun Kota Malang ini berdiri kokoh Masjid Agung Jami Kota Malang yang terkenal akan keindahan Masjidnya.

Kantor Pusat InformasiKantor Pusat Informasi Wisata

Gapura Alun-alun Kota Malang

Gapura Alun-alun Kota Malang

DSC_0207

Tempat Duduk-duduk di Alun-alun Kota Malang

DSC_0210

Mading di Alun-alun Kota Malang

DSC_0208

Fasilitas Toilet Umum di Alun-alun Kota Malang

Berdasarkan uraian standar taman kota di atas, menurut saya taman alun-alun kota Malang cukup memenuhi standar taman kota yang telah disebutkan. Yakni adanya unsu atau komponen seperti banyaknya pepohonan, adanya berbagai macam tanaman semak atau perdu, serta beberapa fasilitas lain seperti toilet umum dan sebagainya. Namun, menurut saya kondisi atau keadaan taman alun-alun kota Malang saat ini masih kurang untuk dapat benar-benar mencapai standar taman kota modern yang ideal. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal, seperti misalnya terdapatnya beberapa penjual atau pedagang baik makanan ataupun dagangan yang lainnya yangmana masih belum tertata secara rapi tempat/lokasinya. Lalu juga masih ada beberapa sampah-sampah yang masih terlihat di lingkungan taman alun-alun. Disisi lain, juga saya temukan beberapa fasilitas atau bangunan yang sudah sedikit rusak dan masih belum diperbaiki atau direnovasi.

Desain Taman Alun-Alun Kota Malang
alun-alun-malang
Foto Citra  Satelit Denah Alun-alun Kota Malang
Desain alun-alun kota malang ini sangat dipengaruhi oleh budaya tradisional dan budaya bangsa belanda, hal ini dikarenakan pada masa pembentukan alun-alun sangat dipengaruhi oleh campur tangan dan pemikiran bangsa belanda. Hal ini berdasarkan pada data–data dokumenter yang terkait proses pembentukan alun-alun kota malang, misalnya tentang konsep pembentukan ruang terbuka di alun-alun yang diadopsi dari konsep di Eropa. Desain alun-alun kota malang terdapat kolam di tengah-tengah alun-alun tersebut, dimana perancangan kolam tersebut dirancang dengan kurang memperhatikan aktivitas perilaku pengguna, sehingga penutup tanahnya dibuat dengan bahan yang memberikan efek panas (pola-pola semacam paving), apalagi di sekitarnya tanpa ada naungan pohon-pohon. Selain itu para pengunjung juga ketika menikmati kolam sangat terganggu oleh adanya pagar disekitar kolam. Selain itu juga di bangun tempat–tempat duduk untuk para pengunjung agar bisa duduk lantai di alun-alun.
Unsur-unsur fisik yang ada di alun-alun kota Malang antara lain, meliputi:
  1. Di sekeliling kolam terdapat tempat duduk seperti teater terbuka ditempat ini dulu dijadikan sebagai tempat anak-anak menonton atraksi topeng monyet.
  1. Sisi timur area parkir alun-alun kota malang yang beraspal. Pada sisi ini biasanya digunakan oleh para pedagang kaki lima untuk berjualan.
  1. Lantai paving sisi utara kolam dengan teduhan pohon beringin. Tempat ini biasanya juga di gunakan oleh para PKL untuk mencari nafkah.
  1. Pedestrian berpaving. Area ini dinikmati sebagai tempat olahraga badminton.
  1. Taman berumput. Area ini dapat dijadikan sebgai area rekreasi yang nyaman bagi para pengunjung alun-alun kota malang.

Lingkungan Sekitar Taman Alun-alun Kota Malang

Taman kota alun-alun merupakan taman yang indah yang dikelilingi oleh bangunan kuno seperti masjid Jami dan gereja Katolik serta pusat perbelanjaan. Taman kota alun-alun ini sangat cocok dijadikan pusat rekreasi masyarakat karena lokasinya yang strategis yang terletak di Jalan Kayutangan yang berada persis di sebelah barat alun-alun, membentang arah Utara–Selatan, merupakan jalur utama kota Malang. Suatu area dapat dikatakan sebagai alun-alun apabila area tersebut merupakan ruang publik. Dimana alun-alun malang ini merupakan ruang publik.
Beberapa gedung atau bangunan yang ada di sekeliling atau sekitar taman alun-alun kota Malang ini antara lain Masjid Jami’ Kota Malang, lalu gereja, hingga adanya kantor pemerintahan Kabupaten Malang. Letak atau lokasi beberapa gedung tersebut mengelilingi di setiap arah atau sisi dari taman alun-alun kota Malang tersebut. Selain itu, lokasi pasar besar tradisional kota Malang juga berada dekat dengan taman alun-alun Kota Malang ini. Terdapat juga beberapa tempat hiburan seperti pusat perbelanjaan (misalnya Ramayana), hingga bioskop Malang Plaza berada tidak cukup jauh dari alun-alun ini.

Aktivitas Pengunjung Taman Alun-alun Kota Malang

Adapun aktivitas para pengunjung taman alun-alun kota Malang diantaranya ada yang sedang melakukan transaksi jual-beli denagan para pedagang yang ada. Lalu ada yang sedang sekedar berjalan-jalan mengelilingi taman sambil menikmati kesejukan dan suasana taman. Ada yang sedang berkencan dan ada yang sedang berkumpul-kumpul keluarga atau sanak saudara. Hingga ada pula saya temukan kemarin pengunjung dari turis mancanegara.

Aktivitas masyarakat di alun-alun kota Malang sangat beraneka macam antara lain:
  1. Aktivitas komersil para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan mulai pagi, siang, sore dan malam.
  1. Aktivitas/kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh para pengunjung dalam mengisi waktu luang atau mengajak refreshing anak-anak bagi orang-orang yang sudah berkeluarga. Biasanya kebanyakan para pengunjung yang berkeluarga datang ke alun-alun ini pada sore hari.
  1. Aktivitas dalam mencari pendapatan yang dilakukan oleh para pengamen, para pengamen ini mulai datang ke alun- alun pada sore hari.
  2. Aktivitas berolahraga seperti jogging yang biasanya lebih sering dilakukan oleh pengunjung pada hari libur seperti hari Minggu dan dilakukan pada pagi hari.
  3. Pada siang hari, biasanya juga ada beberapa sopir angkutan umum ataupun para pedagang yang bermain catur di dekat mading alun-alun. ada pula penjaga toilet umum yang juga selalu berjaga mulai dari pagi hari.

Foto Lain dari Taman Alun-alun Kota Malang

DSC_0214

DSC_0212

DSC_0216

DSC_0197

DSC_0196

Sumber:

Anantha, Didik.2011.Standart Taman Kota Dunia.(Online).http://didikanantha.blogspot.com/2011/04/standart-taman-kota-dunia.html.Diakses pada 5 Nopember 2013.

Amanah.2012.Alun-alun Kota Malang.(Online).http://www.malang-guidance.com/alun-alun-kota-malang/.Diakses pada 2 Nopember 2013.

Putra.2010.Standard Taman Kota.(Online).http://putraaslibatu.blogspot.com/2010/11/standard-taman-kota.html.Diakses pada 2 Nopember 2013.

Rojahatin.2011.Sejarah Alun-alun Kota Malang.(Online).http://rojahatin.blogspot.com/2011/12/sejarah-alun-alun-kota-malang.html.Diakses pada 5 Nopember 2013.

Taman Kota