UJI HIPOTESIS



Filed under : Uncategorized

Prosedur Umum Uji Hipotesis

Dimana:
H₀ : asumsi yang akan diuji
H₁ : segala hipotesis yang berbeda dari H₀
α   : tingkat resiko melakukan kesalahan
dengan menolak H₀

Uji Hipotesis Mean dengan Sampel Tunggal

Uji Dua-Ujung

Jika Deviasi Standard Populasi diketahui “Tolak H₀ dan terima H₁ jika RU< atau RU>+ . Jika tidak demikian, maka terima H₀.” Sedangkan rasio uji (RU) adalah:

Dimana:
x      : mean sampel
μH₀ : mean asumsi yang dinyatakan padaH₀
σx   : error standard distribusi sampling

Jika Deviasi Standard Populasi tidak diketahui
• Distribusi sampling dapat diasumsikan mendekati bentuk normal jika n>30
• Dalam perhitungan rasio uji (RUz) digunakan error standard estimasi, σ̂x̅ = s/√n
dimana s=deviasi standard sampel
Selebihnya prosedur sama seperti uji dua-ujung dengan deviasi standard diketahui

Contoh:
Suatu populasi berupa pelat baja yang diproduksi suatu perusahaan memiliki rata-rata panjang 80 cm dengan simpangan baku 7 cm. Sesudah berselang 3 tahun, teknisi perusahaan meragukan hipotesis mengenai rata-rata panjang pelat baja tersebut.
Guna meyakinkan keabsahan hipotesis tersebut, diambil suatu sampel acak sebanyak 100 unit pelat baja dari populasi di atas, dan diperoleh hasil perhitungan bahwa rata-rata panjang pelat baja adalah 83 cm dan standard deviasinya tetap.
Apakah ada alasan untuk meragukan bahwa rata-rata panjang pelat baja yang dihasilkan perusahaan itu sama dengan 80 cm pada tingkat signifikan α = 5%?

Uji Satu-Ujung

Prosedur pengujian sama dengan uji dua-ujung.  Hanya saja dalam uji satu ujung, Rasio Uji yang
digunakan hanya salah satu dariRU< (untuk ujung kiri) atau RU>+ ( untuk  ujung kanan)

Contoh:
Misalkan pada Contoh sebelumnya ditambah data bahwa  teknisi perusahaan telah menemukan metode baru  memperpanjang pelat baja paling sedikit 2 cm,  simpangan bakunya tetap.
Untuk menguji hipotesis tersebut, diambil sampel acak  sebanyak 100 unit pelat baja dari populasi itu dan  diperoleh rata-rata panjang pelat baja = 83 cm.
Dengan tingkat signifikansi 5%, apakah ada alasan  menganggap bahwa hasil pelat baja dengan metode  baru tersebut memang lebih panjang daripada hasil yang  diperoleh dengan metode lama?

Uji Hipotesis Persentase dengan Sampel Tunggal

  • Prosedur yang digunakan sesuai dengan prosedur umum uji hipotesis
  • Perbedaannya terletak pada perhitungan RU

  • p = persentase sampel
  • πH₀ = nilai hipotesis dari persentase populasi

Uji Hipotesis Varians dengan

Dengan prosedur pengujian yang sama, namun
distribusi yang digunakan adalah distribusi chi-kuadrat dan perhitungan rasio uji sebagai berikut.

Dimana:
s² = varians sampel
σ² = varians populasi

 Nilai P pada Uji Hipotesis

Nilai P didefinisikan sebagai suatu tingkat kepentingan (α) terkecil yang teramati dimanaH₀dapatditolak.
Kriteria:

  • Jika nilai P ≤ αmaka H₀ ditolak pada tingkat kepentingan α
  • Jika nilai P ≥ αmaka H₀ diterima pada tingkat kepentingan

Penentuan nilai P

 

16 Responses to “UJI HIPOTESIS”

  1. seo says:

    9PHCuZ wow, awesome article post.Really looking forward to read more. Keep writing.

  2. social says:

    OhNI3m Say, you got a nice blog.Really looking forward to read more. Will read on…

  3. bookmarking says:

    Lot97P Thanks for the article.Much thanks again. Much obliged.

  4. serivce says:

    EvJdCR Thanks a lot for the article post.Much thanks again. Much obliged.

  5. bookmarking says:

    BjbxcM Appreciate you sharing, great blog article.Much thanks again.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a reply


*