RSS Feed

Resume Klasifikasi Bentuk Lahan

25 March 2018 by agung nugroho Comments Off on Resume Klasifikasi Bentuk Lahan

Landscape adalah semua bentukan alam maupun buatan manusia di permukaan bumi, seperti: sawah, bukit, rawa, hutan, bendungan, jalan, dll yang membedakan suatu hamparan dengan hamparan yang lainnya.

Relief

Keadaan suatu wilayah daratan di permukaan bumi ditinjau dari aspek lereng/kelerengan dan perbedaan ketinggian yang ada

Dasar Klasifikasi Bentuk Lahan

Klasifikasi bentuk lahan didasri oleh :

  1. Kategori tertinggi berdasarkan atas PROSES, khususnya proses geomorfik
  2. Kategori selanjutnya didasarkan atas bentukan bentuklahan itu sendiri, relief, lereng, litologi, tingkat erosi atau torehan, dll mana yang dominan di daerah tersebut.

Klasifikasi Bentuklahan Yang Dikenal

  1. Christian & Steward, 1968
  2. Desaunettes, 1977
  3. Van Zuidam & Zuidam-Cancelado, 1979
  4. Buurman dan balsem, 1990.
  5. Marsoedi, dkk, 1997.

Marsoedi, dkk., 1997

Klasifikasi bentuk lahan oleh Marsoedi (1997), dikembangkan dan digunakan di Indonesia oleh Puslittanak Bogor, dalam Proyek LREP-2 untuk survei sumberdaya lahan tingkat tinjau (1:50000) Kategori tertinggi berdasarkan proses geomorfik, selanjutnya berdasarkan relief, lereng, litologi, dll.

Grup Utama Landform terdiri dari :

  1. Grup Aluvial (A)
  2. Grup Marin (M)
  3. Grup Fluvio – Marin (B)
  4. Grup Gambut (B)
  5. Grup Eolin (E)
  6. Grup Karst (K)
  7. Grup Volkanik (V)
  8. Grup Tektonik Dan Struktural (T)
  9. Grup Aneka (X)
 

Resume Materi Gaya Eksogen: Denudasi dan Deposisi

by agung nugroho Comments Off on Resume Materi Gaya Eksogen: Denudasi dan Deposisi
  1. Gradasional/Denudasional
  • Pelapukan : desintegrasi atau dekomposisi batuan di tempatnya, merupakan proses statis, tidak melibatkan pemindahan material.
  • Perpindahan massa karena gravitasi : merupakan proses dinamis, melibatkan perpindahan massa batuan ke lereng bawah karena pengaruh gravitasi.
  • Erosi dan agen transportasi :
    • Erosi : permukaan, alur, parit, jurang, tebing
    • Agen transportasi : aliran air, air tanah, gelombang air, angin, glasier
  1. Agradasi / deposisi

Agradasi merupakan [roses akibat dari adanya proses degradasi lahan, proses ini akan mendatarkan permukaan bumi.

Proses-proses Denudasi

1. Proses-proses Denudasi di Tropika Basah

Denudasi adalah pengikisan, pemindahan/transportasi bahan yang ada di muka bumi. Denudasi tersebut melibatkan proses pelapukan batuan, pemindahan bahan, dan pengendapan. Ketiga proses tersebut dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu proses kimiawi dan proses mekanik yang dipengaruhi oleh vegetasi, iklim, dan lingkungan geokimia.

Peran vegetasi terhadap geomorfologi di tropika basah

  1. Meredam enersi tetesan hujan,
  2. Menahan aliran air di permukaan,
  3. Meningkatkan infiltrasi melalui :
  • berkurangnya aliran permukaan,
  • perbaikan struktur tanah, dll
  1. Pemakaian air dan hara untuk proses-proses metabolism
  2. Peningkatan kemampuan tanah menahan proses-proses pencucian hara / larutan tanah
  3. Mempengaruhi kesuburan tanah dan mempertahankan pertumbuhan penutup lahan
  4. Menahan bahan2 yang terangkut oleh aliran permukaan, ===> terjadi pengendapan
  5. Mengurangi pengaruh fluktuasi suhu udara, dan
  6. Mengurangi pengaruh erosi

2. Denudasi Kimia

Dalam proses pelapukan terjadi pergerakan dan translokasi ion2 terlarut ke tempat lain. Proses-proses tersebut termasuk dalam denudasi kimia. Proses denudasi kimia aktif di daerah tropika basah, karena :

  • curah hujan tinggi
  • vegetasi lebat
  • pelapukan intensif
  • solum tanah dalam

3. Eluviasi Mekanik

Eluviasi merupakan proses pedogenik yang melibatkan pergerakan material tanah dari satu tempat ke tempat lain dalam profil tanah.

4. Proses Pemindahan Fisik

a. Gerakan massa

Perpindahan sejumlah besar massa tanah (+batuan) ke tempat yang lebih rendah.

b. Erosi permukaan

Erosi permukaan terjadi karena hujan menyebabkan limpasan permukaan.

c. Erosi oleh sungai

Erosi sungai merupakan agen geomorfik bila mampu memindahkan hasil sedimen

 

Resume Materi Vulkasnisme

by agung nugroho Comments Off on Resume Materi Vulkasnisme

Gunung berapi merupakan bukit atau gunung yang mempunyai mempunyai lubang kepundan, lubang kepundan sebagai tempat keluarnya magma dan atau gas ke permukaan bumi. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki banyak gunung berapi, yang jumlahnya mencapai 500 gunung, 129 diantaranya yaitu berupa gunung aktif (13% dari gunung aktif di dunia), 70 diantaranya meletus. Indonesia termasuk wilayah yang dilewati oleh cincin api (ring of fire), kondisi tersebut yang menyebabkan Indonesia rawan terjadi bencana gempa dan letusan gunung api.

Dalam vulkanisme terdapat dua proses atau gejala sebagai berikut:

  1. Intrusi magma Intrusi magma adalah peristiwa naiknya / keluarnya magma dari dapur magma namun tidak sampai hingga permukaan bumi. Magma hanya keluar diantara pelapisan kulit bumi (litosfer).
  2. Ekstrusi magma juga biasa disebut erupsi, erupsi adalah peristiwa keluarnya magma dari dalam perut bumi hingga mencapai permukaan bumi. Ekstrusi magma merupakan salah satu penyebab terbentuknya gunung api atau vulkan

Erupsi Eksplosif

Erupsi Eksplosif adalah ekstrusi magma yang sampai menyebabkan letusan, letusan tersebut disebabkan karena tekanan gas dalam dapur magma sangat kuat. Biasanya kejadian ini mampu menyemburkan material vulkan baik cair maupun padat.

Erupsi Effusif

Erupsi Effusif merupakan ekstrusi magma yang tidak mengakibatkan letusan, hal ini disebabkan karena tekanan gas terlalu kecil. Dalam letusan ini yang dikeluarkan hanyalah beberapa material cair (lava) dan sedikit kandungan material padat.

Struktur Gunung berapi

  1. Sejumlah wujud vulkanik yang membentuk landform khas seperti kepundan dan kaldera.
  2. Batuan beku, intrusif

Magma terbagi menjadi dua :

  1. Magma Granitik : Sangat kental dan tidak dapat mengalir dengan mudah, cepat membeku sehingga dengan mudah menyumbat lubang kepundan, biasanya asam dan banyak mengandung silika.
  2. Magma basalitik : bersifat basah dengan kandungan silika yang rendah, tidak kental dan dpat dengan mudah mengalir ke bagian bawah.

Tipe Kerucut vulkanik:

  1. Kerucut sinder : terbentuk oleh erupsi dari magma yang kental dan hampir semuanya tersusun dari deposit piroklastik.
  2. Kerucut komposit : kerucut yang relatif curam yang tersusun dari pelapisan aliran lava kental dan deposit piroklastik, umumnya mencapai ketinggian lebih dari 10 000’.

Kerucut volkanik memiliki :

  1. Kepundan : dibagian puncak dari gunung tempat keluarnya magma.
  2. Kaldera : merupakan kepundan besar yang disebabkan oleh erupsi yang besar.

Tipe-Tipe Letusan

  1. Icelandic : Letusan melalui rekahan, mengeluarkan aliran magma  basalt bebas, tenang, gas sedikit, menghasilkan volume lava yang besar, lava mengalir seperti lapisan pada daerah yang luas, sehingga membentuk plato.
  2. Hawaiian : Erupsi yang umumnya berupa semburan lava pijar seperti air mancur dan pada saat bersamaan diikuti leleran lava pada celah-celah gunung berapi atau kepundan.
  3. Strombolian : Mengeluarkan lava yang cair tipis, tekanan gas yang sedang, material padat, gas, serta cairan.
  4. Vulcanian : Melontarkan bongkahan di sekitar kawah. Material yang dilontarkan tidak hanya berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik.
  5. Pelean : erdapat campuran gabungan lava dan tingkat gas yang tinggi. Saat erupsi, lava tersebut cenderung encer dan mengalir dengan kecepatan tinggi sehingga sangat membahayakan.
  6. Plinian : Material yang dilontarkan bisa berupa gas dan abu setingi 50 kilometer dengan kecepatan beberapa ratus meter per detik. Biasanya erupsi tipe Plinian berwujud seperti jamur.
 

Resume Materi Tektonisme Dinamika dan Pembentukan Muka Bumi

by agung nugroho Comments Off on Resume Materi Tektonisme Dinamika dan Pembentukan Muka Bumi

Bentuk lahan di muka bumi berkaitan dengan aktivitas dari kulit bumi (bentuk, susunan, lapisan bumi, dan perubahan dalam bumi) terdapat dinamika, dan aktivitas dari luar bumi (pelapukan,pengangkutan dan pengendapan). Proses pembentukan bumi terjadi dalam waktu yang panjang, melibatkan tenaga dari dalam bumi (endogen) dan tenaga dari luar bumi (eksogen). Pengaruh topografi dan manusia juga berkaitan dengan proses pembentukan lahan.

Tenaga dari Dalam (endogen)

Proses pembentukan mulai awal sampai terbentuknya relief muka bumi

Akibat pergerakan lempeng tektonik

  • Kemungkinan:
  1. Kecepatan sama tinggi
  2. Yang satu tinggi yang satu rendah
  3. Kecepatan sama-sama rendah
  • Batas
  1. Batas menyebar, semakin menjauh, biasanya berupa rangkaian punggung dasar laut
  2. Batas terpusatkan, gerakan memusat/mendekat, gunungapi dan palung laut yang sejajar dengan batas
  3. Batas menggunting, gerak lereng sejajar dengan
  4. Arah berlawanan sepanjang perbatasan

Gaya Tektonik

Gaya tektonik adalah gerak yang berasal dari dalam bumi karena kerak/lapisan bumi mengalami gerakan secara terus-menerus. Gaya tektonik ada dua, yaitu tektonik epirogenesa dan orogenesa.

  1. Tektonik Epirogenesa

Tektonik Epirogenesa adalah Gerakan vertikal yang lambat dan meliputi daerah yang luas.

Macam-macam tektonik epirogenesa yaitu:

  1. Epirogenesa Positif: ke dalam bumi, karena beban (sedimen, lava, dll)
  2. Epirogenesa Negatif: ke luar, berupa pengangkatan
  3. Tektonik Orogenesa

Tektonik orogenesa gerakan tektonik meliputi wilayah yang sempit dan terjadi pembentukan pegunungan.

Struktur Diastropik

Struktur pelapisan yang disebabkan oleh gerak diastropik:

  1. Pelengkungan (warping)
  2. Pelipatan (fold)
  3. Retakan (joint)
  4. Pengangkatan (fault)
 

Tugas Analisis Lanskap Minggu ke-1

14 February 2018 by agung nugroho Comments Off on Tugas Analisis Lanskap Minggu ke-1

TUGAS KELOMPOK
MATA KULIAH ANALISIS LANDSKAP TERPADU

Oleh :

Rizal Ai                                   155040200111121
Iqbal Maulana Akmal             155040201111076
Indah Apriana Bakti               155040201111320
Agung Nugroho                      155040207111098
Nimmas Anggraydia W          155040207111125

Kelas : C
Dosen Pengampu : Dr. Ir. Sudarto, MS.

JURUSAN TANAH
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2018

 

A. Kliping berita bencana

Longsor di Kabupaten Malang Sebabkan Gagal Panen

Selasa 12 July 2016 16:36 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG Bencana longsor yang melanda Desa Lebakharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang menyebabkan gagal panen. Sejumlah lahan pertanian di beberapa dusun terendam air sehingga mustahil dipanen.

Air merendam lahan pertanian seluas 18 hektar di Dusun Sukomaju B. Tujuh hektar lahan pembibitan pohon jabon pun tak luput dari terjangan air. Di Dusun Krajan 2, lahan siap panen seluas 12 hektar juga ikut terendam air.

“Petani yang lahannya terendam air diperkirakan gagal panen,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Endah Parminingtyas, Selasa (12/7).

Hujan deras yang mengguyur Desa Lebakharjo telah menyebabkan longsor pada Ahad (10/7). Air sungai mulai meluap pada Ahad malam dan merendam rumah warga serta lahan pertanian. Selain itu, longsor yang terjadi di delapan titik menyebabkan terputusnya akses jalan Sonowangi – Lebakharjo selama sekitar delapan jam.

Bencana ini juga merusak saluran irigasi dan dam. BPBD Kabupaten Malang mencatat, sebanyak enam rumah rusak berat, 13 rumah rusak sedang, dan 76 rumah rusak ringan.

Hingga Selasa (12/7), para personil BPBD dibantu anggota TNI masih bergotong royong membersihkan puing-puing bekas longsoran. “Total kerugian masih dihitung oleh BPBD bersama SKPD terkait,” kata Endah

Mengapa Malang Raya Banyak Dikelilingi Gunung Api?

Kota Malang yang terletak pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut, merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur karena potensi alam dan iklim yang dimiliki. Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Malang secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, de

ngan batas wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang
  2. Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
  3. Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten
  4. Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang

Serta dikelilingi gunung-gunung :

  1. Gunung Arjuno di sebelah Utara
  2. Gunung Semeru di sebelah Timur
  3. Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat
  4. Gunung Kelud di sebelah Selatan

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Malang , formasi geologi yang dijumpai di kawasan Kota DAS Sumber Brantas ada lima, berturut-turut dari yang paling luas yaitu:

  1. Qvaw (Batuan Gunungapi Arjuna Welirang)
  2. Qpat (Batuan Gunungapi Anjasmara Tua)
  3. Qvp (Batuan Gunungapi Panderman)
  4. Qpvkb (Batuan Gunungapi Kawi-Butak)
  5. Qpva (Batuan Gunungapi Anjasmara Muda).

Kondisi geologi dan proses pembentukan lahan menghasilkan bentuk lahan yang dipengaruhi oleh proses vulkanisme. Berdasarkan reliefnya, bentuk lahan di wilayah Malang dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu:

Sistem Pegunungan berapa di bagian lereng atas kompleks pegunungan yang ada, yaitu Gunung Arjuna-Welirang, Anjasmara dan Kawi-Butak. Berdasarkan atas konfigurasi permukaannya, grup ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yaitu: Plato, spurs dan punggunggunung (Mp), kerucut gunung vulkanik pada bagian lereng atas (Mu), lereng-lereng gunung curam (Ms), bahan tertimbun akibat longsoran di gunung (Mc ), gunung tertoreh dengan punggung tajam sejajar (Md), Kerucut gunung vulkanik terisolir, curam sampai sangat curam (Mi), dan bekas longsoran tanah di gunung (Ml).

Secara umum tanah yang berkembang di wilayah Malang berkembang dari bahan vulkanik hasil gunung api, yang dipengaruhi oleh Gunung Arjuno dan Anjasmoro di bagian utara, dan Gunung Panderman di bagian selatan.

Pada Malang bagian selatan terjadi Pelipatan (Gerak Diastropik). Ditemukannya banyak daerah yang mengandung kapur, di Malang Selatan dan Blitar, hal ini disebabkan adanya tekanan dari lempeng euroasia yang bertumbukan sehingga, terjadi pelipatan kulit bumi. Kapur hanya terbentuk di dalam laut, akibat sedimentasi, fosil binatang dan endapan Ca CO3, apabila kapur ditemukan di daratan merupakan terjadinya pelipatan sehingga, daerah dasar laut mengangkat ke permukaan bumi.

2. Mendeskripsikan kondisi lansekap pada suatu daerah yang dipilih (berkaitan dengan bentuk lahan dan proses geomorfologinya)

 BENTUK LAHAN DAN GEOMORFOLOGI KECAMATAN TIRTOYUDO, MALANG

Kecamatan Tirtoyudo merupakan kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Malang. Tirtoyudo terletak dibagian timur kota Malang Provinsi Jawa Timur, dengan luasan 162,42 km² (5,45% luas Kabupaten Malang). Secara geografik kecamatan Tirtoyudo terletak pada 112°20’55″ – 112°51’45″ BT dan 8°21’22″ – 8°86’57″ LS. Terdapat DAS Tundo didaerah Tirtoyudo. DAS Tundo ini berada di wilayah pegunungan vulkanik yang mengelilinginya, yaitu: Gunung Kukusan, gunung Kitiran, gunung Bagong dan gunung Semeru.

 

Informasi Geologi diperoleh dari Peta Geologi skala 1:100,000 Lembar Turen (Sujanto et.al., 1992). Secara umum tanah yang berkembang di wilayah Tirtoyudo berkembang dari bahan vulkanik hasil gunung api, yang dipengaruhi oleh Gunung Kukusan, gunung Kitiran, gunung Bagong disekelilingnya dan Semeru/Mahameru di bagian utara. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Turen (Sujanto et.al., 1992), formasi geologi yang dijumpai di kawasan Tirtoyudo yaitu Tmw (Formasi Wuni) berupa breksi dan lava andesit-basal, breksi tuf, breksi lahar, dan tuf pasiran. Sebaran masing-masing formasi disajikan pada Gambar diatas.

Kondisi Landform

Kondisi geologi dan proses pembentukan lahan menghasilkan bentuk lahan yang dipengaruhi oleh proses vulkanisme. Berdasarkan topografinya, bentuk lahan di wilayah Tirtoyudo yaitu Perbukitan dan dataran rendah dimana, berdasarkan posisinya pada suatu lereng dan kemiringan lerengnya, masih dapat dibagi lagi menjadi berbagai macam bentuk lahan. Sistem dataran dijumpai di bagian tengah, merupakan dataran vulkanik antar pegunungan yang terbentuk oleh berbagai bahan hasil letusan dan atau sedimentasi hasil erosi dan atau longsor dari kawasan perbukitan/ pegunungan di atasnya.

PETA GEOLOGI LEMBAR TUREN, JAWA

 

DAFTAR PUSTAKA

https://malangkota.go.id/sekilas-malang/geografis/. Longsor di Kabupaten Malang Sebabkan Gagal Panen. Diakses           pada tanggal 13 Februari 2018 pukul 14.00 WIB

http://www.amuzigi.com/2015/11/peta-geologi-regional-lembar-jawa-timur.html. Diakses pada tanggal 13 Februari            2018 pukul 20.00 WIB

 

Tugas 1 SISDL/GIS Dosen Pengampu: Dr. Ir. Sudarto MS.

by agung nugroho Comments Off on Tugas 1 SISDL/GIS Dosen Pengampu: Dr. Ir. Sudarto MS.
Agung Nugroho
155040207111098
Kelas A
REPUBLIKA.CO.ID,MALANG — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Malang dari Jumat siang (15/12) menyebabkan beberapa titik mengalami longsor dan banjir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, J Hartono mengatakan, terdapat sekitar enam titik mengalami banjir di Kota Malang.

“Untuk sementara yang terpantau itu,” ujar Hartono saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (15/12).

Adapun keenam titik tersebut, yakni di Jalan Klaseman, Bondowoso, Surabaya, Suhat, Veteran, dan Gajayana. Berdasarkan laporan, ketinggian banjir ada yang mencapai satu meter seperti yang ada di Jalan Surabaya. Meski demikian, beberapa di antaranya diinformasikan sudah mulai surut.

Warga Kota Malang, Dwi Ayu Lestari mengaku sangat terganggu dengan adanya banjir tersebut. Selama perjalanan dari Jalan Sukun sampai Dinoyo, dia menemukan beberapa titik banjir. Bahkan, banjir yang berada di Jalan Surabaya berhasil membuat motor matic-nya terendam hingga bagian jok. “Itu sepinggang saya, tapi untungnya motor saya tidak mati walau agak susah juga bawanya,” ujar perempuan lulusan Universitas Negeri Malang ini.

Sebelumnya, pada Kamis (14/12) pukul 15.00 WIB juga telah terjadi longsor pada tebing tanah di Kediaman Ibu Kastin, Jalan Slamet Riyadi Gang 8, RW 3/RT 5 Kelurahan Oro-oro dowo, Kecamatan Klojen. Sekretaris RT, Sugiyono mengatakan, kejadian tersebut berawal karena hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan terjadinya empat kali longsor. “Yang pertama pada pukul 15.00 WIB kemudian disusul pukul 20.00 WIB longsoran besar dan terakhir Jum’at dini hari pukul 03.00 WIB” ujar Sugiyono.

Menurut Sugiyono, kejadian longsor tersebut berdampak pada dua rumah yang saat ini harus diungsikan untuk sementara waktu demi menghindari bencana susulan. Berdasarkan data yang ada, panjang longsoran sekitar 15 meter dengan tinggi sekitar delapan meter. Kejadian ini dilaporkan tidak memakan korban jiwa maupun luka.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, pada pertengahan Desember 2017 terdapat total 10 kejadian bencana. Jika diakumulasikan sejak Januari hingga pertengahan Desember 2017, terdapat 169 kejadian bencana yang terjadi di Kota Malang. Dari data itu, 44 di antaranya tanah longsor, 28 puting beliung atau angin kencang, 15 banjir, 35 kebakaran, lima gempa bumi dan 42 peristiwa bencana lainnya.
Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/12/15/p102gy382-kota-malang-dilanda-banjir-dan-longsor
 

Hello world!

13 February 2018 by agung nugroho 1 Comment »

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!