RSS Feed

Tugas Analisis Lanskap Minggu ke-1

14 February 2018 by agung nugroho No Comments »

TUGAS KELOMPOK
MATA KULIAH ANALISIS LANDSKAP TERPADU

Oleh :

Rizal Ai                                   155040200111121
Iqbal Maulana Akmal             155040201111076
Indah Apriana Bakti               155040201111320
Agung Nugroho                      155040207111098
Nimmas Anggraydia W          155040207111125

Kelas : C
Dosen Pengampu : Dr. Ir. Sudarto, MS.

JURUSAN TANAH
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2018

 

A. Kliping berita bencana

Longsor di Kabupaten Malang Sebabkan Gagal Panen

Selasa 12 July 2016 16:36 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG Bencana longsor yang melanda Desa Lebakharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang menyebabkan gagal panen. Sejumlah lahan pertanian di beberapa dusun terendam air sehingga mustahil dipanen.

Air merendam lahan pertanian seluas 18 hektar di Dusun Sukomaju B. Tujuh hektar lahan pembibitan pohon jabon pun tak luput dari terjangan air. Di Dusun Krajan 2, lahan siap panen seluas 12 hektar juga ikut terendam air.

“Petani yang lahannya terendam air diperkirakan gagal panen,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Endah Parminingtyas, Selasa (12/7).

Hujan deras yang mengguyur Desa Lebakharjo telah menyebabkan longsor pada Ahad (10/7). Air sungai mulai meluap pada Ahad malam dan merendam rumah warga serta lahan pertanian. Selain itu, longsor yang terjadi di delapan titik menyebabkan terputusnya akses jalan Sonowangi – Lebakharjo selama sekitar delapan jam.

Bencana ini juga merusak saluran irigasi dan dam. BPBD Kabupaten Malang mencatat, sebanyak enam rumah rusak berat, 13 rumah rusak sedang, dan 76 rumah rusak ringan.

Hingga Selasa (12/7), para personil BPBD dibantu anggota TNI masih bergotong royong membersihkan puing-puing bekas longsoran. “Total kerugian masih dihitung oleh BPBD bersama SKPD terkait,” kata Endah

Mengapa Malang Raya Banyak Dikelilingi Gunung Api?

Kota Malang yang terletak pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut, merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur karena potensi alam dan iklim yang dimiliki. Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Malang secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, de

ngan batas wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang
  2. Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
  3. Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten
  4. Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang

Serta dikelilingi gunung-gunung :

  1. Gunung Arjuno di sebelah Utara
  2. Gunung Semeru di sebelah Timur
  3. Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat
  4. Gunung Kelud di sebelah Selatan

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Malang , formasi geologi yang dijumpai di kawasan Kota DAS Sumber Brantas ada lima, berturut-turut dari yang paling luas yaitu:

  1. Qvaw (Batuan Gunungapi Arjuna Welirang)
  2. Qpat (Batuan Gunungapi Anjasmara Tua)
  3. Qvp (Batuan Gunungapi Panderman)
  4. Qpvkb (Batuan Gunungapi Kawi-Butak)
  5. Qpva (Batuan Gunungapi Anjasmara Muda).

Kondisi geologi dan proses pembentukan lahan menghasilkan bentuk lahan yang dipengaruhi oleh proses vulkanisme. Berdasarkan reliefnya, bentuk lahan di wilayah Malang dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu:

Sistem Pegunungan berapa di bagian lereng atas kompleks pegunungan yang ada, yaitu Gunung Arjuna-Welirang, Anjasmara dan Kawi-Butak. Berdasarkan atas konfigurasi permukaannya, grup ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yaitu: Plato, spurs dan punggunggunung (Mp), kerucut gunung vulkanik pada bagian lereng atas (Mu), lereng-lereng gunung curam (Ms), bahan tertimbun akibat longsoran di gunung (Mc ), gunung tertoreh dengan punggung tajam sejajar (Md), Kerucut gunung vulkanik terisolir, curam sampai sangat curam (Mi), dan bekas longsoran tanah di gunung (Ml).

Secara umum tanah yang berkembang di wilayah Malang berkembang dari bahan vulkanik hasil gunung api, yang dipengaruhi oleh Gunung Arjuno dan Anjasmoro di bagian utara, dan Gunung Panderman di bagian selatan.

Pada Malang bagian selatan terjadi Pelipatan (Gerak Diastropik). Ditemukannya banyak daerah yang mengandung kapur, di Malang Selatan dan Blitar, hal ini disebabkan adanya tekanan dari lempeng euroasia yang bertumbukan sehingga, terjadi pelipatan kulit bumi. Kapur hanya terbentuk di dalam laut, akibat sedimentasi, fosil binatang dan endapan Ca CO3, apabila kapur ditemukan di daratan merupakan terjadinya pelipatan sehingga, daerah dasar laut mengangkat ke permukaan bumi.

2. Mendeskripsikan kondisi lansekap pada suatu daerah yang dipilih (berkaitan dengan bentuk lahan dan proses geomorfologinya)

 BENTUK LAHAN DAN GEOMORFOLOGI KECAMATAN TIRTOYUDO, MALANG

Kecamatan Tirtoyudo merupakan kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Malang. Tirtoyudo terletak dibagian timur kota Malang Provinsi Jawa Timur, dengan luasan 162,42 km² (5,45% luas Kabupaten Malang). Secara geografik kecamatan Tirtoyudo terletak pada 112°20’55″ – 112°51’45″ BT dan 8°21’22″ – 8°86’57″ LS. Terdapat DAS Tundo didaerah Tirtoyudo. DAS Tundo ini berada di wilayah pegunungan vulkanik yang mengelilinginya, yaitu: Gunung Kukusan, gunung Kitiran, gunung Bagong dan gunung Semeru.

 

Informasi Geologi diperoleh dari Peta Geologi skala 1:100,000 Lembar Turen (Sujanto et.al., 1992). Secara umum tanah yang berkembang di wilayah Tirtoyudo berkembang dari bahan vulkanik hasil gunung api, yang dipengaruhi oleh Gunung Kukusan, gunung Kitiran, gunung Bagong disekelilingnya dan Semeru/Mahameru di bagian utara. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Turen (Sujanto et.al., 1992), formasi geologi yang dijumpai di kawasan Tirtoyudo yaitu Tmw (Formasi Wuni) berupa breksi dan lava andesit-basal, breksi tuf, breksi lahar, dan tuf pasiran. Sebaran masing-masing formasi disajikan pada Gambar diatas.

Kondisi Landform

Kondisi geologi dan proses pembentukan lahan menghasilkan bentuk lahan yang dipengaruhi oleh proses vulkanisme. Berdasarkan topografinya, bentuk lahan di wilayah Tirtoyudo yaitu Perbukitan dan dataran rendah dimana, berdasarkan posisinya pada suatu lereng dan kemiringan lerengnya, masih dapat dibagi lagi menjadi berbagai macam bentuk lahan. Sistem dataran dijumpai di bagian tengah, merupakan dataran vulkanik antar pegunungan yang terbentuk oleh berbagai bahan hasil letusan dan atau sedimentasi hasil erosi dan atau longsor dari kawasan perbukitan/ pegunungan di atasnya.

PETA GEOLOGI LEMBAR TUREN, JAWA

 

DAFTAR PUSTAKA

https://malangkota.go.id/sekilas-malang/geografis/. Longsor di Kabupaten Malang Sebabkan Gagal Panen. Diakses           pada tanggal 13 Februari 2018 pukul 14.00 WIB

http://www.amuzigi.com/2015/11/peta-geologi-regional-lembar-jawa-timur.html. Diakses pada tanggal 13 Februari            2018 pukul 20.00 WIB

 

Tugas 1 SISDL/GIS Dosen Pengampu: Dr. Ir. Sudarto MS.

by agung nugroho No Comments »
Agung Nugroho
155040207111098
Kelas A
REPUBLIKA.CO.ID,MALANG — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Malang dari Jumat siang (15/12) menyebabkan beberapa titik mengalami longsor dan banjir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, J Hartono mengatakan, terdapat sekitar enam titik mengalami banjir di Kota Malang.

“Untuk sementara yang terpantau itu,” ujar Hartono saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (15/12).

Adapun keenam titik tersebut, yakni di Jalan Klaseman, Bondowoso, Surabaya, Suhat, Veteran, dan Gajayana. Berdasarkan laporan, ketinggian banjir ada yang mencapai satu meter seperti yang ada di Jalan Surabaya. Meski demikian, beberapa di antaranya diinformasikan sudah mulai surut.

Warga Kota Malang, Dwi Ayu Lestari mengaku sangat terganggu dengan adanya banjir tersebut. Selama perjalanan dari Jalan Sukun sampai Dinoyo, dia menemukan beberapa titik banjir. Bahkan, banjir yang berada di Jalan Surabaya berhasil membuat motor matic-nya terendam hingga bagian jok. “Itu sepinggang saya, tapi untungnya motor saya tidak mati walau agak susah juga bawanya,” ujar perempuan lulusan Universitas Negeri Malang ini.

Sebelumnya, pada Kamis (14/12) pukul 15.00 WIB juga telah terjadi longsor pada tebing tanah di Kediaman Ibu Kastin, Jalan Slamet Riyadi Gang 8, RW 3/RT 5 Kelurahan Oro-oro dowo, Kecamatan Klojen. Sekretaris RT, Sugiyono mengatakan, kejadian tersebut berawal karena hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan terjadinya empat kali longsor. “Yang pertama pada pukul 15.00 WIB kemudian disusul pukul 20.00 WIB longsoran besar dan terakhir Jum’at dini hari pukul 03.00 WIB” ujar Sugiyono.

Menurut Sugiyono, kejadian longsor tersebut berdampak pada dua rumah yang saat ini harus diungsikan untuk sementara waktu demi menghindari bencana susulan. Berdasarkan data yang ada, panjang longsoran sekitar 15 meter dengan tinggi sekitar delapan meter. Kejadian ini dilaporkan tidak memakan korban jiwa maupun luka.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, pada pertengahan Desember 2017 terdapat total 10 kejadian bencana. Jika diakumulasikan sejak Januari hingga pertengahan Desember 2017, terdapat 169 kejadian bencana yang terjadi di Kota Malang. Dari data itu, 44 di antaranya tanah longsor, 28 puting beliung atau angin kencang, 15 banjir, 35 kebakaran, lima gempa bumi dan 42 peristiwa bencana lainnya.
Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/12/15/p102gy382-kota-malang-dilanda-banjir-dan-longsor
 

Hello world!

13 February 2018 by agung nugroho 1 Comment »

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!