Nature Enemy…

Musuh alami itu salah satu cara pengendalian yang cukup bagus diterapkan di Indonesia.

Walaupun butuh waktu yang lama supaya gulma mati / terkendali, tetapi musuh alami termasuk pengendali yang ramah terhadap lingkungan. Teatapi perlu juga dipelajari apa akibatnya apabila musuh alami

berlimpah. [Kirstina Simamora, C54060235]

penggunaan musuh alami sekarang ini di Indonesia sangat perlu dikembangkan lagi. kebanyakan petani Indonesia masih menggunakan bahan kimia yang sangat membahayakan lingkungan, mungkin mereka

menggunakan itu dikarenakan harganya masih terjangkau dan kurang tahunya para petani terhadap adanya metode yang lebih aman yaitu menggunakan agen biologi yaitu musuh alami. oleh karena itu, kita sebagai

orang yang berpendidikan perlu mengadakan penyuluhan guna memberikan wawasan tentang penggunaan musuh alami supaya lingkungan atau ekosistem dapat berjalan aman dan alami. [Azim Kholis, G24070036]

penggunaan musuh alami cukup efektif digunakan karena tidak mengeluarkan biaya yang besar. kita hanya cukup mendatangkan musuh alami tersebut ke perkebunan tanpa merusak lingkungan. karena pemberantasan gulma dengan pemangkasan memerlukan waktu lama dan gulma tidak akan mati karena kita h

anya memangkasnya saja. sedangkan penggunaan herbisisda, yaitu menggunakan bahan kimia, dapat merusak lingkungan atau ekosistem, mengakibatkan polusi, dan biayanya besar. meskipun begitu, musuh alami harus tetap dipantau agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan baru. [Dilla Angraina, G24070034]

menurut saya, penggunaan musuh alami di Indonesia masih kurang disosialisasikan. karena banyak orang yang masih menggunakan obat-obatan kimia seperti pestisida dan herbisida dalam melakukan perawatan tanaman. padahal musuh alami lebih ramah lingkungan dari pada bahan kimia sintetik yang notabene menyebabkan polusi, harga mahal, serta dapat mengurangi unsur hara tanah. seharusnya departemen pertanian / pihak pemerintah rajin memberi sosialisai para petani Indonesia agar menggunakan musuh alami, sehingga nantinya lingkungan kita lebih sehat dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia yang berbahaya bagi makhluk hidup. [Firdana Ayu Rahmawati, G24070030]
menurut saya, kurangnya minat rakyat pertanian dalam penggunaan  musuh alami karena kurangnya sosialisasi dan pendidikan tentang pertanian kepada masyarakat tentang pertanian kepada masyarakat pertanian yang rata-rata miskin atau menengah ke bawah. bagaimana tidak, lulusan IPB saja pada melanglang buana pekerjaannya ke perbankkan, penyiaran, dll. bukan turun jadi petani. jadi pendidikan gulma di kampus diterapkan di bank. [Rini Utami M, G24070006]

penggunaan msusuh alami di Indonesia baik selama dilakukan penelitian terhadapa jenis musuh alami yang digunakan, di mana musuh alami tidak menyebabkan kerugian bagi organisme atau faktor abiotik lainnya. selain itu, musuh alami sebaiknya dikembangkan oleh Indonesia sendiri, tidak diimpor terus menerus dari luar negeri. [Rizka Rahma Dewi, C54063418]
musuh alami di Indonesia kurang efektif akrena banyaknya lahan prtanian di Indonesia yang sudah habis dilalap pleh hama. musuh alami hanya mengurangi beberapa persen perkembangbiakan hama. akan tetapi sudah cukup lumayan. selain itu, musuh alami juga masih mempunyai musuh. oleh karena itu, musuh alami perlu dikembangkan untuk membantu pembasmian hama. [Rendra Edwuard, G24070063]

tidak selamanya penggunaan musuh alami itu baik atau selalu bermanfaat. terkadang juga dapat menjadi masalah. tetapi mungkin dengan ketelitian yang lebih baik lagi musuh alami dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. [Kristian I, G24070042]

pengawasan penggunan tidak terlalu ketat di mana cenderung musuh alami itu malah berkembang terlalu pesat dan merusak keseimbangan ekologi. ini menjadi masalah baru yang harus dicari solusinya. maka untuk mengurangi kemungkinan ini, pengujian, pengawasan, serta perijinan terhadap musuh alami harus diperhatikan dan dilaksanakan. jangan hanya karena akan mengurangi penggunaan unusr kimiawi saja sebagai solusi, kita malah merusak keseimbangan ekologi dengan menggunakan solusi musuh alami yang berlum teruji aman. [Fitrie Atviana N, G24070001]

penggunanan musuh alami kurang efektif karena dapat menyebabkan  semakin banyaknya tumbuhan pengganggu/ parasit baru… apalagi di Indonesia di mana manusianya kurang disiplin terhadap suatu hal dan sukanya berlebihan. [Adita Dwi N, C54062990]

(Sumber: http://creationist.multiply.com/journal/item/2)

!