Anomali Cuaca di Awal Ramadhan

Bagi anda yang berdomisili di Malang lebih dari setahun, mungkin tidak akan heran dengan perubahan cuaca yang terjadi ketika memasuki musim penerimaan mahasiswa baru yang biasanya berlangsung Mei-Agustus. Orang Jawa menyebutnya dengan “bediding”, atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Umumnya ditandai dengan perubahan cuaca yang mendadak dalam satu hari atau rentang satu minggu. Siang hari bisa terasa panas, lalu mendadak hujan atau bahkan dalam satu hari terjadi hujan secara terus menerus dan keesokannya cuaca panas dalam satu hari penuh. Situasi tersebut saat ini sedang terjadi ketika tulisan ini sedang dibuat. Kota Malang yang seminggu sebelum masuk bulan Ramadhan mengalami cuaca yang panas dan berangin, mendadak mendung dan hujan ketika memasuki 2-3 hari pertama di bulan Ramadhan.

Sekitar satu bulan yang lalu ketika saya mengadakan observasi dan dokumentasi di stasiun klimatologi BMKG Karangploso, saya berkesempatan “menimba” ilmu mengenai cuaca dan iklim dari para pakar disana. Permasalahan yang dihadapi kian jelas, anomali cuaca tidak bisa dihindari lagi dari tahun ke tahun. Beberapa puluh tahun silam, masyarakat agraria dan maritim di Indonesia masih bisa mengandalkan prediksi cuaca secara tradisional untuk memutuskan harus menanam apa dan kapan waktu yang tepat untuk berlayar untuk menjaring ikan. Tapi saat ini, seiring dengan berjalannya waktu, hal-hal tersebut semakin susah dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

Menyikapi anomali cuaca tersebut, salah seorang pakar cuaca dari stasiun BMKG Karangploso berpesan untuk lebih berhati-hati beraktivitas ketika terjadi perubahan cuaca yang mendadak. Tubuh juga dipaksa bekerja lebih keras untuk beradaptasi ketika suhu berubah dengan cepat. Bagi orang yang kondisi tubuhnya gampang drop seperti saya, disarankan untuk banyak mengonsumsi air dan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Selain itu disarankan untuk menggunakan pelindung seperti topi atau jaket tebal dan menghindari tempat-tempat yang rawan terkena pohon tumbang akibat hujan deras atau tempat-tempat yang berpotensi menghantarkan listrik petir seperti menara pemancar.

Semoga kita mampu menjaga kondisi tubuh dan berhati-hati selama perubahan cuaca terjadi. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim yang menjalankannya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*