Si Hitam Menguras Dompet

Setelah sekian lama menabung dan menahan pengeluaran, akhirnya saya dapat menebus gitar pengganti Ibanez GAX 010 LTD yang dilego ke teman pada tahun lalu, sebuah gitar Epiphone SG Special berwarna Ebony (hitam) yang dibeli di Wisma Melodia Surabaya. Berhubung pengeluaran untuk transportasi pembelian dialihkan untuk menambah dana, pembelian gitar ini saya titipkan lewat adik saya yang tengah berlibur di Surabaya. Awalnya target saya hanya sekedar gitar Squier Affinity atau Sterling SUB Silo 3, sayang sekali stoknya  saat itu tengah kosong. Target direvisi dan dipilihlah Epiphone SG Special Ebony meskipun harus menambah biaya dan membuat saya berhutang ke adik.

Gitar tanduk setannya Angus Young AC/DC

Gitar tanduk setannya Angus Young AC/DC

Gitar ini baru saya ulik sound-nya paska kepulangan dari Bandung seminggu setelah lebaran karena padatnya aktivitas. Dengan setting-an standar, gitar ini mampu menghasilkan suara seperti gitar-gitar mid-end yang menggunakan dua humbucker pickup bawaan pabrik. Pembeda gitar ini dengan gitar lain yang paling terlihat adalah fitur “KillPot” yang bekerja dengan memutus sinyal output dari gitar ke sound sehingga terdengar efek putus-putus  ketika dimainkan. Selebihnya dengan kualitas suara sedemikian rupa, penggunaan floor unit seperti pedal efek dan multiefek mutlak diperlukan untuk menghasilkan suara yang lebih bervariasi. Pada foto di bawah ini saya menggunakan pedal efek Boss Super Overdrive yang saya beli di Toko Nada Bandung dan dirangkai ke desktop ampli Ibanez DAG-1 dengan menggunakan kabel jumper PlanetWaves.

Desktop ampli Ibanez dan pedal efek Boss Super Overdrive

Desktop ampli Ibanez dan pedal efek Boss Super Overdrive

Knob yang lebih sedikit dan sederhana

Knob yang lebih sedikit dan sederhana

Mengingat kualitas sound yang didapat masih sederhana dengan menggunakan pedal efek jenis overdrive, kedepannya saya berencana untuk menambah beberapa pedal efek lain seperti wah pedal, octave shifter dan tuner seperti polytune2. Sembari pelan-pelan menyicil untuk melengkapi aksesoris lain seperti strap gitar  dan hardcase. Cukup membingungkan juga ketika dihadapkan dengan beragam perlengkapan gitar yang unik dan harga yang bervariasi. Sama saja seperti wanita yang kebingungan ketika harus menambah koleksi make-upnya. Hehehe…     

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Anomali Cuaca di Awal Ramadhan

Bagi anda yang berdomisili di Malang lebih dari setahun, mungkin tidak akan heran dengan perubahan cuaca yang terjadi ketika memasuki musim penerimaan mahasiswa baru yang biasanya berlangsung Mei-Agustus. Orang Jawa menyebutnya dengan “bediding”, atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Umumnya ditandai dengan perubahan cuaca yang mendadak dalam satu hari atau rentang satu minggu. Siang hari bisa terasa panas, lalu mendadak hujan atau bahkan dalam satu hari terjadi hujan secara terus menerus dan keesokannya cuaca panas dalam satu hari penuh. Situasi tersebut saat ini sedang terjadi ketika tulisan ini sedang dibuat. Kota Malang yang seminggu sebelum masuk bulan Ramadhan mengalami cuaca yang panas dan berangin, mendadak mendung dan hujan ketika memasuki 2-3 hari pertama di bulan Ramadhan.

Sekitar satu bulan yang lalu ketika saya mengadakan observasi dan dokumentasi di stasiun klimatologi BMKG Karangploso, saya berkesempatan “menimba” ilmu mengenai cuaca dan iklim dari para pakar disana. Permasalahan yang dihadapi kian jelas, anomali cuaca tidak bisa dihindari lagi dari tahun ke tahun. Beberapa puluh tahun silam, masyarakat agraria dan maritim di Indonesia masih bisa mengandalkan prediksi cuaca secara tradisional untuk memutuskan harus menanam apa dan kapan waktu yang tepat untuk berlayar untuk menjaring ikan. Tapi saat ini, seiring dengan berjalannya waktu, hal-hal tersebut semakin susah dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

Menyikapi anomali cuaca tersebut, salah seorang pakar cuaca dari stasiun BMKG Karangploso berpesan untuk lebih berhati-hati beraktivitas ketika terjadi perubahan cuaca yang mendadak. Tubuh juga dipaksa bekerja lebih keras untuk beradaptasi ketika suhu berubah dengan cepat. Bagi orang yang kondisi tubuhnya gampang drop seperti saya, disarankan untuk banyak mengonsumsi air dan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Selain itu disarankan untuk menggunakan pelindung seperti topi atau jaket tebal dan menghindari tempat-tempat yang rawan terkena pohon tumbang akibat hujan deras atau tempat-tempat yang berpotensi menghantarkan listrik petir seperti menara pemancar.

Semoga kita mampu menjaga kondisi tubuh dan berhati-hati selama perubahan cuaca terjadi. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim yang menjalankannya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Review Jaket Riding Respiro Nusantaride R3.1 dan Buff Respiro Multi HW Skull Face

Hasrat ingin memiliki jaket dan apparel berkendara sekelas Dainese dan Alpinestar, apa daya kocek belum mampu menebusnya. Akhirnya pilihan pun jatuh ke merek lokal yang kualitasnya sudah mampu berbicara di level internasional, Respiro. Pabrikan asli Cimahi yang konsisten menyuguhkan produk dengan kualitas terbaik, kini semakin dikenal setelah resmi ditunjuk menjadi official apparel sponsor untuk tim MotoGP Gresini Racing.

Dua item yang ditebus dari outlet Respiro cabang Mall Olympic Garden (MOG) kali ini adalah jaket Respiro edisi Nusantaride R3.1 dan Buff Multi HW Skull Face. Outlet MOG ini termasuk yang sering memberikan diskon, terbukti jaket Nusantaride yang biasa dibanderol Rp 880.000,00 setelah didiskon 20% bisa mencapai harga Rp 704.000,00. Harga yang sebanding dengan kualitas dan perlindungan yang ditawarkan jaket ini.

Tampak depan jaket Nusantaride edisi warna Sudan Brown

Tampak depan jaket Nusantaride edisi warna Sudan Brown

Terlihat dari penampakan jaket ini, terdiri dari banyak kantong dan saku yang memudahkan untuk menyimpan barang-barang kecil. Terdapat strap di bagian lengan untuk menyesuaikan dengan ukuran lengan pengguna. Kelebihan dari jaket ini antara lain bahan tiga lapis yang membuat pengguna tetap hangat ketika digunakan untuk riding di malam hari serta lapisan paling luar yang mampu menahan rintik hujan dalam skala kecil. Selain itu juga terdapat body protector  di bagian bahu dan siku yang memberikan perlindungan ekstra ketika terjadi gesekan dengan aspal maupun benturan. Satu-satunya kelemahan yang paling menonjol adalah penggunaan tiga lapis bahan yang menyebabkan suhu di dalam jaket cukup panas ketika digunakan riding di siang hari.

Tampak belakang jaket Nusantaride edisi warna Sudan Brown

Tampak belakang jaket Nusantaride edisi warna Sudan Brown

Item selanjutnya adalah buff Multi HW Skull Face yang memiliki motif tengkorak manusia. Buff ini dapat digunakan dalam berbagai macam bentuk, bahkan bisa digunakan untuk masker sehari-hari ketika berkendara. Banderol buff ini cukup lumayan mahal dengan “mahar” senilai Rp 55.000,00. Bahan yang digunakan berupa kain elastis yang mampu menyerap keringat.

Tampilannya sangar...

Tampilannya sangar…

Yang menjadi kekurangan dari buff ini adalah bahannya yang mudah melar dan cenderung mudah kotor. Belum lagi ditambah kualitas sablonnya yang rawan pudar jika sering dicuci dan dijemur. Hal ini bisa dijadikan masukan bagi Respiro agar kedepannya dapat meningkatkan kualitas produk mereka. Sehingga pengguna setia produk Respiro tidak merasa dikecewakan ketika menggunakan produk asli Cimahi yang sudah mendunia ini.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Review Sarung Tangan Motor Eiger Panone Ride

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kebersamaan indah bersama sarung tangan Respiro Aeroflexo akhirnya berakhir dengan cepat. Agak sedikit diluar nalar, bagaimana sarung tangan yang tersimpan dengan rapi di dalam jaket parka ketika ujian UAS, hilang begitu saja tanpa jejak. Apakah ada tangan-tangan “gaib” yang turut andil dibalik hilangnya sarung tangan best seller lansiran Respiro tersebut? Wallahualam..

Tak perlu berlama-lama larut dalam kehilangan sarung tangan, akhirnya dengan sedikit usaha menabung, satu buah unit sarung tangan Eiger Panone Ride berukuran XL berhasil diboyong.

Dilengkapi dengan Scotch Lite di bagian atas

Dilengkapi dengan Scotch Lite di bagian atas

Secara keseluruhan kualitas sarung tangan berharga Rp 110.000,00 ini cukup baik. Bahannya lumayan tebal, dengan bahan serupa kulit sintetis di bagian jempol agar tidak slip ketika menarik handle rem atau kopling. Terdapat pula strip ScotchLite di bagian permukaan sarung tangan yang berpendar ketika disinari cahaya dari kendaraan. Strip ini berguna bagi pengendara lain untuk mengetahui keberadaan kita ketika berada di tempat yang minim cahaya.

Lapisan tambahan di bagian bawah untuk perlindungan ekstra

Lapisan tambahan di bagian bawah untuk perlindungan ekstra

Kekurangan yang sangat mengganggu dari sarung tangan ini adalah ketiadaan pelindung tambahan pada permukaan sarung tangan serta rasa kaku dan kram setelah pemakaian dalam jangka waktu yang lama. Sehingga perlu dilepas setelah berjalan beberapa saat untuk memberi waktu istirahat bagi telapak tangan. Selebihnya sarung tangan ini mampu memberikan keamanan ekstra dan tampilan yang sporty ketika dipakai.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Review Senter Eiger PL-902 dan Pisau Survival Eiger Fresh Orange 3813

Kegiatan perkemahan sekaligus hunting akbar yang diselenggarakan oleh teman-teman OPTIIK FILKOM di pantai Pangi pada tahun lalu ternyata menambah wawasan saya mengenai dunia perkemahan dan adventure. Dipercaya sebagai pembuka lokasi untuk mendirikan tenda, membuat saya berkenalan dengan beberapa peralatan dasar untuk berkemah seperti pasak, karabiner, pisau lipat, sampai palu berukuran kecil untuk memaku pasak tenda. Belum lagi teman-teman OPTIIK yang sudah terbiasa berpetualang ke alam sering memperlihatkan koleksi perlengkapan adventure mereka. Dan disinilah “virus” itu bermula…

Perlengkapan petualangan yang sophisticated banget itu ternyata mampu menggoda isi dompet saya. Beruntung ada sedikit anggaran di dompet, akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi outlet Eiger cabang Mall Olympic Garden (MOG) beberapa pekan setelah acara perkemahan di pantai Pangi. Siapa tau disana ada perlengkapan untuk petualangan yang berkualitas dengan harga terjangkau.  Dan akhirnya…tadaaa

Warna gagangnya secerah kulit jeruk..

Warna gagangnya secerah kulit jeruk..

Ditebuslah pisau lipat untuk survival berwarna oranye seharga Rp. 100.000,00. Sempat galau antara pisau konvensional yang modelnya seperti parang untuk menebas ilalang atau pisau lipat. Tapi akhirnya atas dasar kebutuhan untuk kegiatan yang ringan dan ringkas, akhirnya pisau lipat lebih diutamakan. Untuk bahannya sendiri cukup kuat dan kokoh, hanya saja mata pisau tidak terlalu panjang dan perlu diasah untuk menjaga ketajamannya. Selain mata pisau juga terdapat celah di bagian belakang gagang yang berguna untuk memotong tali atau benang.

Penampakan pisau ketika tidak dilipat

Penampakan pisau ketika tidak dilipat

Selain pisau lipat, saya juga membeli satu unit senter LED seharga Rp 85.000,00 yang menggunakan bahan die-cast tebal sebagai selubung senternya. Senter ini cukup vital perannya ketika sedang berada di alam, untuk menerangi sekitar kita ketika tidak terdapat cukup cahaya.

Senter yang cukup kokoh bahannya

Senter yang cukup kokoh bahannya

Senter LED ini memiliki tiga mode pencahayaan, yaitu untuk jarak jauh, jarak dekat dan lampu kedip yang berfungsi jika terjadi kondisi darurat atau membutuhkan pertolongan. Bahannya sendiri cukup kokoh dan dilabur dengan warna perak yang membuatnya semakin eksklusif. Senter ini hanya memiliki keterbatasan dalam mengubah mode pencahayaan yang harus menekan tombol di bagian belakangnya. Sementara produk sejenis dengan yang harga lebih mahal, cukup diputar di bagian leher senter untuk menyesuaikan mode pencahayaan.

Nyalanya terang dan jernih

Nyalanya terang dan jernih

Pisau dan senter yang telah saya beli tersebut adalah bagian dasar dari kelengkapan dalam berpetualang di alam bebas. Mungkin tidak terlalu canggih sekali seperti yang dimiliki oleh petualang profesional, tapi setidaknya mampu digunakan untuk bertualang dalam kondisi yang tidak terlalu berat. Semoga aja dengan semakin lengkap koleksi perlengkapan petualangan saya, undangan untuk “bermain” di alam bebas semakin banyak. So, kapan kita muncak lagi? *ups wkwkwk

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cintailah Produk-produk Indonesia!

Awalnya tidak terbersit sedikitpun keinginan untuk membeli perangkat satu ini. Berhubung tugas akhir mensyaratkan untuk upgrade hardware, akhirnya mau nggak mau nebus juga satu unit Xiaomi Redmi 3S rakitan pabrik lokal Indonesia. Benar sekali, Xiaomi kini telah bekerjasama dengan salah satu ritel penjualan telpon genggam terkemuka di Indonesia untuk merakit produknya di Batam. Demi memenuhi unsur Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30% yang rencananya mulai diterapkan di tahun 2017 ini.

Xiaomi Redmi 3S Rakitan Indonesia

Xiaomi Redmi 3S Rakitan Indonesia

20170315_222104

Akhirnya “Made in Indonesia”

Penting nggak sih sebenarnya TKDN ini? Harus diakui, TKDN itu penting banget, terutama bagi masyarakat pengguna ponsel cerdas yang diprediksi totalnya 103 juta orang di tahun 2018 nanti (Survey eMarketer 2014), supaya tidak hanya sekedar menjadi konsumen saja. TKDN nantinya berperan sebagai “wasit” yang mengatur supaya pabrikan ponsel cerdas yang ingin memasuki pasar Indonesia agar berperan dalam mentransfer ilmu manufaktur, teknologi yang mereka gunakan, bahkan bisa berinvestasi dalam skala besar di Tanah Air.

Semoga lancar dipakai nge-VR

Semoga lancar dipakai nge-VR

Balik lagi ke soal Redmi 3S yang baru saja ditebus. Dengan mahar yang cukup terjangkau (ciri khas Xiaomi), smartphone satu ini menghadirkan fitur yang lumayan mumpuni. Karena sudah memenuhi unsur TKDN yang ditentukan, Redmi 3S bisa mengakses jaringan 4G yang disediakan operator dalam negeri. RAMnya 3GB dan ROMnya sebesar 32GB. Disokong CPU Snapdragon 430 dan GPU Adreno 505, semoga aja nggak pake acara ngelag pas ngejalanin program VR yang mau dibuat. hehehehe…

Semoga kedepannya TKDN bukan menjadi “batu” sandungan buat pabrikan ponsel cerdas di luar sana, tetapi menjadi “jembatan” kemitraan antara pemerintah dengan pabrikan ponsel cerdas yang ingin memasarkan produknya di Indonesia. Sehingga bangsa kita tidak hanya sekedar menjadi konsumen, tapi juga merasakan manfaat yang lain seperti mendapat ilmu manufaktur, teknologi dan juga harga produk yang lebih murah karena diproduksi di dalam negeri..mantap tho?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tutorial Membuat Marker Menggunakan ARToolkit

Kali ini saya akan berbagi tutorial mengenai cara membuat marker menggunakan ARToolkit dan bagaimana cara menampilkan obyek 3D pada marker tersebut. Tutorial ini sebenarnya merupakan tugas akhir untuk melengkapi nilai UAS mata kuliah Augmented dan Virtual Reality yang saya ambil pada semester lalu. Daripada hanya tersimpan di hardisk, akan lebih bermanfaat jika dibagikan secara luas. Langsung saja kira praktikkan tutorialnya.

  1. Buat marker yang digunakan untuk menampilkan obyek augmentednya. Disini saya menggunakan Adobe Photoshop, apabila ingin menggunakan aplikasi editing gambar lainnya tidak masalah, selama marker yang dibuat ukurannya presisi seperti ukuran persegi dan warna yang digunakan dua jenis saja yaitu hitam dan putih.
    Gambar 1. Contoh Marker yang dibuat menggunakan Photoshop

    Gambar 1. Contoh Marker yang dibuat menggunakan Photoshop

    2. Setelah marker selesai dibuat, maka cetaklah marker tersebut pada selembar kertas putih

    Gambar 2. Marker yang telah berhasil dicetak

    Gambar 2. Marker yang telah berhasil dicetak

    3. Pastikan anda telah menginstall aplikasi ARToolkit pada PC/laptop anda. Jika sudah terinstall, langsung saja menuju ke folder C:\ARToolkit\bin, lalu jalankan file mk_patt.exe

    Gambar 3. Cari file mk_patt.exe yang terdapat pada folder ARToolkit

    Gambar 3. Cari file mk_patt.exe yang terdapat pada folder ARToolkit

    4. Setelah file mk_patt.exe dijalankan, arahkan marker yang telah dicetak ke kamera PC/laptop anda. Arahkan hingga muncul garis merah dan hijau pada pinggiran marker. Apabila sudah muncul garis merah dan hijau pada pinggiran marker, klik marker tersebut pada layar tampilan mk_patt.exe

    Gambar 4. Proses peng-capture-an marker yang telah dibuat

    Gambar 4. Proses peng-capture-an marker yang telah dibuat

    5. Selanjutnya simpan marker yang sudah di-capture pada jendela command prompt mk_patt.exe. Beri nama marker anda dengan format patt.nama_marker, dalam tutorial ini saya menggunakan nama patt.markerirfan. Tekan enter saja sampai muncul tulisan “saved” pada jendela command prompt mk_patt.exe

    Gambar 5. Proses penyimpanan hasil capture marker

    Gambar 5. Proses penyimpanan hasil capture marker

    6. Kemudian cari berkas tersebut di folder “bin”, yang terdapat di dalam folder ARToolkit. Lalu pindahkan marker yang telah anda buat tadi ke dalam folder C:\ARToolkit\bin\Data

    Gambar 6. Nama marker yang berhasil disimpan

    Gambar 6. Nama marker yang berhasil disimpan

    7. Untuk menguji marker yang kita buat tadi, buka folder C:\ARToolkit\bin\Data lalu edit file object_data_vrml menggunakan text editor untuk pemrograman seperti Sublime atau Notepad++. Ganti tulisan Data/patt.hiro dengan nama marker yang telah kita buat, menjadi seperti ini misalnya Data/patt.markerirfan. Kemudian kita simpan filenya.

    Gambar 7. Proses pengeditan kode untuk uji marker

    Gambar 7. Proses pengeditan kode untuk uji marker

    8. Langkah terakhir untuk menguji marker yang telah kita buat adalah dengan menjalankan file simpleVRML.exe dan Voila! Muncullah objek augmented pada marker kita.

    Gambar 8. Obyek 3D muncul pada marker

    Gambar 8. Obyek 3D muncul pada marker

    9. Tutorial sebelumnya adalah tutorial menampilkan obyek augmented default bawaan dari ARToolkit. Bagaimana jika kita ingin membuat obyek kita sendiri? Pertama-tama kita harus membuat obyek berformat .wrl yang digunakan untuk menampilkan obyek tersebut. Dibawah ini adalah potongan dari kode obyek yang telah saya buat dan saya beri nama avr_roketfilkom.wrl

    Gambar 9. Potongan kode obyek WRL

    Gambar 9. Potongan kode obyek WRL

    10. Tampilan dari file wrl tersebut apabila dijalankan pada aplikasi freeWRL akan tampak seperti ini.

    Gambar 10. Obyek WRL berupa Roket

    Gambar 10. Obyek WRL berupa Roket

    11. Langkah selanjutnya adalah mengcopy file .wrl yang telah kita buat tadi ke dalam folder C:\ARToolkit\bin\Wrl, lalu kita buat juga file .dat yang berfungsi untuk menjadi obyek yang akan ditampilkan pada marker yang telah kita buat di awal tadi.

    Gambar 11. File WRL dan DAT yang berhasil dibuat

    Gambar 11. File WRL dan DAT yang berhasil dibuat

    12. Jangan lupa untuk untuk membuat file .dat. File ini penting untuk bisa menampilkan obyek kita pada marker

    Gambar 12. Proses pembuatan kode untuk file DAT

    Gambar 12. Proses pembuatan kode untuk file DAT

    13. Lakukan modifikasi lagi pada file object_data_vrml. Sesuaikan dengan nama file .dat yang telah kita buat tadi. Pada contoh ini saya menggantinya menjadi Wrl/avr_roketfilkom.dat

    Gambar 13. Kode untuk memanggil obyek WRL yang dibuat

    Gambar 13. Kode untuk memanggil obyek WRL yang dibuat

    14. Untuk menguji apakah obyek augmented yang telah kita buat tadi telah sukses, jalankan lagi file simpleVRML.exe. Walah! Obyek augmented yang telah kita buat berhasil muncul diatas marker!

    Gambar 14. Obyek WRL muncul pada marker

    Gambar 14. Obyek WRL muncul pada marker

    Sekian tutorial mengenai cara membuat marker menggunakan ARToolkit. Kita dapat berkreasi dengan menggunakan marker lainnya dan menampilkan objek augmented yang berbeda-beda pula. Apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam tutorial ini, saya mohon maaf. Semoga tutorial yang singkat ini dapat menambah wawasan kita dalam bidang Augmented dan Virtual Reality. Salam.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Prosedur PKL di FILKOM UB

Salah satu “cerita” yang paling berkesan selama setahun kemarin adalah praktik kerja lapangan (PKL) yang dulu dikenal dengan nama KKN-P di Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya. Saya akan berbagi pengalaman mengenai proses pengajuan PKL di FILKOM. Supaya para pembaca, terutama mahasiswa/i FILKOM yang akan mengambil mata kuliah PKL dapat mengerti alurnya secara umum.

Bahasan PKL atau magang menjadi trending ketika saya dan teman-teman memasuki awal semester 6. Kebingungan akan memilih tempat magang menjadi isu yang segera ngehits di kampus. Awalnya saya berkeinginan untuk bisa magang di kantor ayah atau ibu saya, ya hitung-hitung bisa magang di kantor perusahaan elit dan dekat rumah juga. Tapi karena keadaan tidak mendukung, akhirnya rencana magang di kantor ayah atau ibu di Kalimantan pun urung terlaksana. Strategi berubah, tempat magang dipilih yang dekat dengan kampus. Alasannya? Saat itu saya dan teman magang masih menjalani semester pendek. Alasan lainnya supaya administrasi dengan kampus lebih lancar karena lokasi magang masih dapat dijangkau dari kampus. Pilihan tempat magang berikutnya yaitu Dinas Pendidikan Kota Malang, namun urung terlaksana pula karena ketidakcocokan objek magang. Dan akhirnya, kami berhasil mendapatkan tempat magang di sebuah software house lokal di daerah Sawojajar yang sesuai dengan objek magang kami. Alhamdulilah

Secara umum proses pengajuan PKL atau magang di FILKOM dimulai dengan mengisi form I yang berisi surat pengajuan untuk pelaksanaan PKL kepada akademik. Pada form ini terdapat nama, nim, kemudian jumlah SKS, nama tempat PKL yang akan dituju serta objek PKL apa yang akan dikerjakan. Setelah form I sukses, maka kita akan mendapatkan form II yang harus ditandatangani oleh Wakil Dekan Bidang Akademik untuk selanjutnya menjadi surat pengantar kita pada tempat PKL yang akan dituju. Apabila proses administrasi PKL pada fakultas dan tempat PKL kita berhasil dan dinyatakan diperbolehkan untuk magang, jangan lupa untuk segera mengurus form III yang berisi permintaan pengajuan dosen pembimbing PKL. Dosen pembimbing ini yang berperan membimbing kita dan menjadi tempat konsultasi apabila kita menemui kesulitan ketika proses PKL atau pada saat pembuatan laporan PKL. Sederhana saja proses pengajuannya, kita cukup menyerahkan form III kepada ketua program studi, untuk selanjutnya beliau yang menentukan dosen pembimbing sesuai objek PKL kita. Kemudian serahkan form tersebut kepada dosen pembimbing yang telah ditentukan.

Form I-III menandai fase awal proses administrasi PKL. Setelah menyelesaikan ketiga form tersebut, kita melakukan proses kegiatan PKL yang umumnya diselenggarakan selama minimal dua bulan. Selama dua bulan proses kegiatan PKL disarankan untuk menyicil laporan PKL, karena laporan PKL akan diberi tenggat waktu pengumpulan maksimal satu bulan setelah pelaksanaan PKL. Selebihnya harus mengajukan surat pernyataan untuk pengunduran pengumpulan laporan PKL.

Ketika kita dinyatakan selesai melaksanakan PKL atau magang, jangan lupa untuk meminta pengisian form penilaian yaitu form V dan form VI dari pembimbing PKL kita. Pastikan semua administrasi penilaian dari tempat PKL kita berlangsung dengan lancar. Kenapa form IV dilewati pada fase ini? Form IV sendiri adalah form penilaian dari dosen pembimbing dan hanya dapat dilakukan jika laporan PKL kita telah selesai dan form penilaian pembimbing dari tempat PKL telah diisi dan ditandatangani. Setelah form IV-VI serta laporan PKL di-acc oleh dosen pembimbing dan ketua jurusan, kita dapat mengisi form terakhir yaitu form VII yang berisi rincian nilai dari tempat PKL serta dosen pembimbing kepada ketua program studi untuk ditandatangani. Fase terakhir PKL adalah pengumpulan form II-VII serta laporan PKL kepada pihak akademik dan ruang baca. Hal ini diperlukan supaya nilai yang telah kita dapatkan selama proses PKL dapat diunggah ke Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM) dan laporan PKL yang telah kita buat dapat diarsipkan di ruang baca.

Kira-kira seperti itulah gambaran umum prosedur pengajuan PKL atau magang di FILKOM. Sistemnya mungkin sedikit berbeda dengan fakultas atau universitas lain, tapi setidaknya bisa memberi gambaran bagi adik-adik mahasiswa/i FILKOM yang ingin mengambil mata kuliah PKL.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ada Apa di 2017 ?

2016 berlalu dengan cepat dan tanpa disadari tahun mulai berganti 2017. Tahun lalu jarang ngeblog, tapi sekalinya ngeblog bahasannya berat. Mungkin tahun ini lebih sering ngeblog dengan tulisan yang santai, sesekali diselingi tulisan mengenai perkuliahan juga. Masak blog mahasiswa tapi nggak ada sharing tulisan soal perkuliahan? hehehe

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Review Sepatu Signore Choco Tan Black Sole By Brodo

Selamat tahun baru 2016! Akhirnya tanggalan di kalender berganti dari 2015 menjadi 2016. Semoga di tahun yang baru ini semangat kita semakin bertambah untuk mencapai segala cita-cita yang ingin kita raih. Ngomong-ngomong soal semangat, kali ini saya bersemangat sekali untuk mereview suatu produk yang sering kita pakai sehari-hari. Yup, bener banget, sepatu. Di awal tahun yang baru ini, di hari ke 2 dari 366 hari pada kalender, saya akan mereview sepatu boots yang lagi nge-trend di kalangan anak muda masa kini, yaitu Brodo.

Brodo sendiri adalah merek sepatu asli Bandung yang didirikan oleh mahasiswa ITB bernama Yukka Harianda yang kesulitan mencari sepatu sesuai ukurannya yaitu 46. Senasib dengan saya yang juga kesulitan mencari sepatu dengan ukuran besar. Untunglah Brodo bisa memahami permasalahan tersebut dengan menyediakan sepatu berukuran besar. Hatur nuhuun Brodo! 😀

Singkat cerita Yukka yang kesulitan mencari sepatu berukuran besar, memutuskan untuk terjun ke bisnis pembuatan sepatu bersama temannya dan pada tahun 2010 mendirikan Brodo Footwear. Dengan banderol harga Rp 500.000,00 – Rp. 700.000,00, Brodo mengukuhkan diri sebagai brand sepatu premium dengan harga yang terjangkau.

Saya pertamakali mengenal Brodo di tahun 2013, ketika iseng mencari model sepatu boots yang keren serta ramah bagi dompet mahasiswa. Ketika asyik browsing di internet, saya menemukan model sepatu yang terlihat cukup kokoh dan keren untuk dipakai berkuliah dan itu adalah Brodo. Sayangnya, karena saat itu mama selaku “investor” tidak menyetujui pembelian boots tersebut, akhirnya proses order yang sudah saya lakukan terpaksa saya cancel. Sedih ya?

Dua kali order, akhirnya bisa nebus sepatu idaman juga.

Dua kali order, satu kali batal, akhirnya bisa nebus sepatu idaman juga.

Di penghujung tahun 2015, memanfaatkan momen Hari Belanja Online Nasional dan promo voucher diskon yang “bergentayangan” di timeline, saya memutuskan ini saat yang tepat untuk menebus kegagalan order yang dulu saya lakukan. Alhamdulilah, setelah melalui proses pemilihan, pembayaran dan verifikasi, saya bisa memboyong satu pasang Signore Choco Tan Black Sole dengan hanya Rp. 514.000,00 termasuk ongkos kirimnya. Warbiasaah saudara saudari!

Om Bro kalau ngasih voucher banyak kok, jangan khawatir kantung jebol, hahaha.

Om Bro kalau ngasih voucher banyak kok, jangan khawatir dompet kering, hahaha.

Packaging bagian pertama nih. Dijamin barang aman selama pengiriman.

Packaging bagian pertama nih. Dijamin barang aman selama pengiriman.

Packaging bagian kedua, logo khas Brodo nongol di bagian atas.

Packaging bagian kedua, logo khas Brodo nongol di bagian atas.

Langsung saja kita membahas mengenai kualitas sepatunya. Untuk model Signore Choco Tan Black Sole yang saya punya memakai kulit jenis CH leather pada bagian outside uppernya. Bahan ini sendiri cukup kokoh dan memiliki karakteristik dimana tekstur kulitnya jika terkena sentuhan benda akan terlihat seperti efek tergores. Efek goresan tersebut justru memiliki nilai seni bagi orang yang lama menekuni dunia sepatu boots. Kesannya terlihat seperti sepatu ini telah menjelajah kemana-mana dan melewati berbagai medan yang berbeda-beda.

Tampak depan sepatu Signore Choco Tan Black Sole. Keren, Bro!

Tampak depan sepatu Signore Choco Tan Black Sole. Keren, Bro!

Selanjutnya untuk bagian insole menggunakan bahan fabric dan polyfoam. Bahan pabric dan polyfoam ini menjadi bahan standar yang digunakan oleh banyak pembuat sepatu boots di Indonesia. Saya kurang begitu menyukai model insole yang digunakan pada sepatu ini, karena bahannya dijahit menjadi satu dengan dasar sol. Karena dijahit menjadi satu dengan sol akan terasa susah ketika harus dibersihkan dan dicuci. Tapi itu bukan masalah besar bagi saya, selama pemilihan bahan yang digunakan adalah bahan yang terbaik di kelasnya.

Penampakan samping kiri sepatu Signore Choco Tan Black Sole

Penampakan samping kiri sepatu Signore Choco Tan Black Sole

Penampakan samping kanan sepatu Signore Choco Tan Black Sole

Penampakan samping kanan sepatu Signore Choco Tan Black Sole

Brodo mempertegas identitas sebagai merek sepatu asli Indonesia justru di bagian sol dasar dari sepatunya. Jika dicermati anda akan menemukan motif batik parang dan motif peta nusantara di model sepatu yang dikeluarkan oleh Brodo. Khusus model Signore Choco Tan Black Sole ini yang digunakan pada sol dasarnya adalah motif batik parang. Inilah yang menjadi pembeda Brodo dengan merek-merek boots premium lainnya. Brodo seakan memberi pesan bahwa sebagai generasi muda kita harus bangga dengan produk buatan dalam negeri. Salut, Bro!

Secara keseluruhan, model Signore Choco Tan Black Sole yang saya review memiliki kualitas yang baik. Mungkin bagi pecinta sepatu akan beranggapan bahwa model ini tidak cukup kokoh mengingat sol dasarnya tidak memiliki jahitan luar. Tapi Brodo tidak hanya memiliki lini produk sepatu boots kasual saja, selain itu ada model seperti seri Mandalika, Ventura, Birawa dan Epsilon bahkan melalui Brodo Performance turut meluncurkan lini sepatu olahraga. Kembali ke selera masing-masing, sesuaikan kebutuhan pemakaian anda dengan model sepatu yang ingin anda gunakan. Terakhir, untuk menjaga anda tetap nyaman dan tenang dalam menggunakan produk Brodo, Brodo melengkapi setiap produk sepatunya dengan garansi jika ukurannya kekecilan atau terdapat cacat produk. Bahkan jika dalam penggunaan sehari-hari kemudian dasar sol anda rusak atau pecah, Brodo memberikan garansi repair sol yang rusak tersebut. Wah, bener-bener ngertiin pelanggan banget ya Bro! 😀

Dalam packaging sepatu dilengkapi panfuan perawatan, form return, form garansi sol sepatu dan stiker Brodo.

Dalam packaging sepatu dilengkapi panduan perawatan, form return, form garansi sol sepatu dan stiker Brodo.

Cukup sampai disini review saya, semoga bermanfaat bagi pembaca. Akhir kata, salam #TosJantan dan sukses selalu bagi Brodo. Selalu jadi yang terdepan dan bisa menjadi kebanggaan Indonesia. Sampai jumpa di review selanjutnya!

Posted in Uncategorized | Leave a comment