RSS
 

tugas perilaku konsumen : pengaruh kelas sosial terhadap keputusan pembelian

27 Nov

Socio-economic status, delay of gratification, and impulse buying

Michael Wood *

Department of Sociology, Hunter College, City University of New York, 695 Park Avenue,

New York, NY 10021, USA

Received 14 March 1997; accepted 2 January 1998

 

Abstraksi  :

Tingginya tingkat hutang konsumen dan kerugian yang dialami konsumen menimbulkan hipotesis atau dugaan akan terjadinya atau adanya penundaan kepuasaan pada konsumen kelas menengah.  Teori mengenai self identitiy pada kelompok post industrial menunjukkan bahwa norma-norma yang mendukung pengontrolan impuls atau rangsangan dan penundaan terhadap kepuasan telah melemahkan rekasi yang timbul dari impuls yang diberikan. Penelitian sebelumnya pada status socio economic, penundaan kepuasan, pembelian impulsif atau tidak terncana telah dilakukan dan sebuah konsep yang menyajikan perbedaan antara pembelian impulsif dan pembelian kompulsif juga telah disajikan atau ditemukan. survey terhadap sampel yang terdiri dari orang dewasa di US telah dilakukan dan menyajikan data atau informasi yang sesuai dengan model yang telah dirancang sebelumnya. namun hasil dari survey tersebut tidak sesuai dengan model yang menyatakan bahwa penundaan kepuasan mempengaruhi kelas kalangan menengah kebawah. Level pembelian impulsif yang lebih tinggi ditemukan memiliki keterkaitan terhadap beberapa pengalaman menempuh pendidikan baik di perguruan tinggi atau jenjang pendidikan yang lain. Selain itu, ditemukan juga bahwa umur yang dimiliki konsumen dan jenis kelamin juga mempengaruhi impulsif buying yang dilakukan. Namun keadaan sosial ekonomi tidak mempengaruhi keterkaitan atau pengaruh terhadap impulsif buying.

Kesimpulan :

Berbagai kemungkinan mengenai spekulasi yang berkaitan dengan hasil ada tidaknya pengaruh socio economic dan perubahan budaya telah memberikan gambaran mengenai hubungan dasar antara status sosial ekonomi dan kepuasan yang tertunda. Setelah perang dunia yang ke II, perkembangan ekonomi dan perubahan pada institusi keuangan telah mulai memberikan pengaruh yang signifikan bagi penundaan kepuasan pada kalangan sosial menengah kebawah bahkan sebelum perubahan budaya sempat memberikan pengaruh. Namun seiring berkembangnya zaman pada er tersebut, perubahan budaya yang terjadi sedikit demi sedikit memberikan pengaruh terhadap peningkatan keinginan membeli secara impulsif. Mka dapat disimpulkan dari survey yang telah dilakukan bahwa, pembelian impulsif banyak dilakukan oleh masyarakat kelas menengah kebawah dimana umur, jenis kelamin, status sosial ekonomi atau keadaan ekonomi mempengaruhi seringnya pembelian impulsif yang terjadi. Selain itu, tingkat pendidikan dan budaya juga mempengaruhi pembelian impulsif. Namun tidak ditemukan kecocokan bahwa penundaan kepuasan selalu dialami oleh kelas menengah kebawah karena penundaan kepuasan ini dipengaruhi oleh banyak aspek diluar aspek status sosial.

 
 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*