RSS
 

Archive for October, 2012

REVIEW IKLAN STARBUCKS (tugas perilaku konsumen BB)

17 Oct

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=yN9_WT9l7xo[/youtube]

 

PEMBAHASAN :

Iklan Starbucks yag berjudul ‘SUE’ ini menceritakan tentang bagaimana Starbucks memberikan gambaran mengenai kopi yang mereka buat bagi konsumen di mana Starbucks mencoba meyakinkan konsumen bahwa setiap pelanggan adalah penting sehingga patut diberikan yang terbaik. Diperlihatkan bahwa kopi yang disajikan atau dijual terkesan memang spesial diperuntukkan bagi pelanggan setia starbucks sehingga pelanggan tidak akan kecewa dengan rasa yang ditawarkan. Pada akhir iklan diperlihatkan sebuah kalimat dari Starbucks yakni ‘Perfectly Handicrafted For You’ dan ‘You and Starbucks its Bigger Than Coffee’ di mana kata-kata ini bertujuan untuk memberitahu dan menarik perhatian konsumen. Dari kata-kata tersebut, Starbucks berusaha melibatkan konsumen dalam kegiatan penjualannya dan meyakinkan konsumen bahwa Starbucks (yang dimaksud adalah kopi) dan pelanggan adalah komponen yang tidak dapat dipisahkan serta Starbucks menganggap pelanggan lebih dari sekedar konsumen yang ingin membeli kopi.

            Iklan komersial ini ditujukan bagi siapapun dengan kepribadian yang bagaimanapun tanpa batasan. Tetapi iklan ini berfokus pada pribadi yang menganggap dirinya sebagai penikmat kopi dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Selain itu, iklan ini juga ditujukan bagi siapapun yang memiliki kepribadian yang mencari kesempurnaan dalam setiap kegiatan konsumsi yag mereka lakukan. Pemasar juga memperhatikan konsumen yang menyukai spesialisasi atau senang diperlakukan spesial karena dengan melihat iklan ini, mereka berusaha diyakinkan bahwa mereka adalah spesial dan setiap produk yang ditawarkan telah menjadi milik mereka secara personal bahkan sebelum mereka memikirkan untuk melakukan transaksi. Selain itu, dengan adanya iklan ini, konsumen dengan keterbatasan waktu untuk mengkonsumsi kopi di kedai juga akan merasa tertarik karena konsumen dengan kepribadian yang selalu terburu-buru dan gelisah dapat mengurangi kecemasannya akan waktu. Sesuai dengan Brand Ambassador yang adalah seorang wanita, maka iklan ini terutama bertujuan untuk menarik para wanita. hal ini dikarenakan banyak wanita saat ini yang ingin merasa diperlakukan spesial dan diberikan perhatian khusus dalam melakukan konsumsi. wanita juga dikenal dengan karakteristiknya dalam melakukan konsumsi mulai dari sifat selektif dan perfeksionis serta mudah dipengaruhi dan seringkali melakukan pembelian impulsif atau di luar kesadaran dan keinginannya. belum lagi jumlah penikmat kopi wanita yang lebih sedikit dari pria sehingga membutuhkan perhatian khusus untuk menarik minatnya terhadap kopi.

 
 

REVIEW JURNAL PENGARUH KEPRIBADIAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN (tugas perilaku konsumen BB)

17 Oct

1.    Exploring age-related differences in information acquisition for a gift purchase

Rangkuman :

Pembelajaran mengenai perilaku konsumen penting untuk dilakukan karena dapat mempengaruhi produsen atau penjual dalam menentukan strategi pasarnya. Perkembangan jumlah penduduk menimbulkan bayak studi mengenai perilaku konsumen. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada hadiah natal yang biasa diberikan dan menjadi tradisi di masyarakat barat. Dengan penelitian ini diharapkan memperoleh informasi mengenai perbedaan aktivitas atau pemilihan akan sejumlah barang atau hadiah natal dalam skala umur yang berbeda dan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti kepribadian, faktor situasiona, dan demografi.

Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber seperti penelitian terdahulu atau sumber pustaka lainnya, dirangkum mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian hadiah natal. Seperti misalnya variabel kepribadian atau personalitydimana kepribadian manusia yang berbeda-beda mampu mempengaruhi konsumen dalam menikmati belanja, memberikan loyalitas kepada merk, mempengaruhi style atau gaya hidup dan  ketertarikan terhadap fashion, serta  mengendalikan diri mereka dalam melakukan pembelian.

Umur yang menjadi objek utama penelitian juga berkaitan dengan kepribadian yang dimiliki konsumen. Konsumen dengan umur yang berbeda memilikikepribadian yang berbeda di mana pada akhirnya mempengaruhi selera dan ketertarikan akan barang yang dikonsumsi. Seseorag dengan usia lebih muda dan lebih mengetahui produk tentu melakukan konsumsi yang berbeda akan barang. Mereka (para muda) lebih teliti dalam melakukan pembelian sehingga lebih lama waktu yang dibutuhkan dalam melakukan pemilihan akan barang. Orang yang lebih muda dengan kepribadian yang lebih cermat dan teliti juga lebih banyak mengumpulkan informasi dibandingkan orang yang lebih tua dengan kemampuan dan keterbatasan waktu untuk melakukan pengumpulan informasi. Orang yang lebih tua cenderung mencari jalan pintas dan enggan membandingkan sejumlah barang hanya untuk menemukan celah sempit antar barang yang ada.

     Kesimpulan :

Pada hakikatnya, manusia yang memiliki umur berbeda otomatis memiliki perilaku yang berbeda dalam melakukan pembelian. Perbedaan ini timbul karena adanya beberapa pengaruh seperti kepribadian konsumen, situasi dan demografi. Masing-masing faktor tersebut mempengaruhi dari berbagai aspek yang berbeda pula. Seperti misalnya kepribadian yang timbul karena didikan yang berbeda dari jamannya dapat mempengaruhi keputusan membeli. Generasi yang lebih muda cenderung memiliki pribadi yang lebih cermat dan teliti dalam melakukan pembelian dibanding generasi yang lebih tua karena pengaruh modernisasi. Sehingga hal ini mengakibatkan intensitas membeli yang berbeda dari dua generasi. Generasi yang lebih muda cenderung leboh sering melakukan pembelian dengan nominal yang lebih kecil karena dalam setiap pembelian selalu mempertimbangkan berbagai hal dibanding intensitas pembelian generasi lebih tua yang lebih jarang melakukan pembelian karena hanya melakukan pembelian saat butuh dan dengan nominal yang langsung besar.

Sumber : http://www.sciencedirect.com (diakses Senin, 15 Oktober 2012)

 

2.    Faking it: Personality and individual difference predictors of willingness to buy counterfeit goods

Rangkuman : 

       Counterfeit goods adalah berbagai jenis produk yang tidak memiliki ijin resmi dari pemerintah atau badan legal intelektual lainnya. Nama lain dari barang ini adalah barang gelap atau barang illegal. Di era global ini penyebaran atau konsumsi tergadap barang illegal semakin meningkat dan menyebar luas. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan timbullah statement mengenai willingness to buy counterfeit goods (WBCG) atau keinginan untuk membeli barang-barang terlarang. Sejumlah penelitian telah dilakukan terhadap sejumlah konsumen di mana dari salah satu penelitian didapati bahwa  konsumen wanita lebih memilih untuk membeli pakaian atau produk fashion yang tergolong barang illegal.

       Penelitian yang dilakukan membahas beberapa hal terkait dengan WBCG yang telah disebutkan sebelumnya. Pertama, peneliti mencari tahu mengenai perilaku pembelian barang gelap yang secarasignifikan mampu menjelaskan mengenai WBGC. Kedua, meneliti tentang nilai materialis yang dapat dirasakan konsumen terhadap WBGC. Ketiga, meneliti tentang pengaruh kepribadian konsumen dalam melakukan pembelian terhadap barang gelap. Penelitian tersebut dilakukan dengan tiga alat yang berbeda yakni Attitudes Towards Counterfeitting Scale (Furnham and Valgeirsson,2007), Willingness to Buy Counterfeit Goods Scale(WBGC: Furnham and Valgeirsson,2007), dan Ten Item Personality Inventory (TIPI:Gosling et al.,2003)

       Penelitian yang dilakukan menhasilkan beberapa hal yang pertama,  partisipan yang menyadari bahwa hukum yang  melarang barang gelap harus diperkuat dan barang gelap adalah barang yang berbahaya memiliki keinginan mengkonsumsi barang gelap cukup rendah. Kedua, nilai material mampu memprediksi WBCG dengan baik seperti perilaku yang menentang barang gelap/terlarang. Dan ketiga, dari penelitian diketahui bahwa faktor kepribadian yang dimiliki konsumen dari usianya juga mempengaruhi kosumen dalam WBCG.

Kesimpulan :

       Konsumsi terhadap sejumlah barang terlarang dipengaruhi oleh berbagai hal seperti misalnya kepercayaan, usia, kepribadian dan rasa hormat terhadap hukum yang berlaku. Para pemuda dengan pribadi yang lebih tangguh dan cenderung mengabaikan hukum melakukan konsumsi terhadap barang terlarang lebih besar dibanding orang yang lebih tua. Hal ini dikarenakan orang yang lebih tua memiliki pribadi yang emnuntut dirinya untuk patuh terhadap peraturan yang ada.

Sumber : http://www.sciencedirect.com (diakses Senin, 15 Oktober 2012)

 

3.   Demographics, attitude, personality and credit card features correlate with credit card debt: A view from China

Rangkuman :

Kredit card telah menjadi alat pembayaran yang popular di seluruh dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari People’s Bank of China, didapati bahwa pemakaian kredit card di China mencapai 18,6 juta pada tahun 2009. Meskipun jumlah pemakai kredit card sangat besar dan terus mengalamipeningkatan, namun sedikit sekali studi yang membahas mengenai hal ini.

       Dalam penelitian ini, peneliti fokus terhadap tiga pertanyaan yakni :

  1. Faktor apa yang membedakan antara pemakai kartu dan non-pemakai kartu?
  2. Apa yang membuat orang memutuskan untuk menjadi pemakai kartu kredit?
  3. Apa yang menentukan mengenai berapa banyak kredit yang dipakai kembali?

Analisis yang dilakukan menggunakan data terbaru dari para pemegang kartu kredit yang merupakan sampel penelitian di Shanghai. Para subjek harus memiliki kriteria khusus untuk dijadikan sampel yaitu pernah menggunakan kartu kredit di masa lalunya dan pernah menggunakan kartu kredit lebih dari sekali.

Penelitian yang dilakukan memberikan hasil bahwa penggunaan kartu kredit dapat dipengaruhi oleh faktor demografi, faktor kepribadian, faktor perilaku, dan fitur kartu kredit yang ditawarkan. Faktor demografi seperti usia, penghasilan, jenis kelamin, dan pekerjaan mempengaruhi konsumen dalam pemakaian kartu kredit. Faktor kepribadian seperti seberapa baik konsumen mengontrol dirinya, dan impulsif dari konsumen juga berpengaruh dalam melakukan konsumsi terhadap kartu kredit. Faktor perilaku seperti bagaimana konsumen melakukan pembelanjaan, perilaku dalam melakukan hutang dan sebagainya juga berpengaruh. Sedangkan faktor fitur kartu kredit seperti potongan harga mampu membuat konsumen mempertimbangkan untuk melakukan pemakaian kartu kredit.

Kesimpulan :

Banyak faktor yang mempengaruhi konsumen di Shanghai dlaam melakukan konsumsi terhadap kartu kredit. Demografi,perilaku,  kepribadian dan fitur kartu kredit yang ditawarkan mampu membuat konsumen mempertimbangkan dalam pemakaian kartu kredit. Pada intinya, faktor kepribadian mampu mebuat konsumen mempertimbangkan konsumsinya. Konsumen yang mampu mengontrol diri lebih baik dan tidak mudah terpengaruh jarang mengkonsumsi kartu kredit. Berbeda denga konsumen yang mudah melakukan tindakan impulsif atau mudah terpengaruh membuat konsumen mrmiliki potensi tinggi dalam melakukan konsumsi terhadap kartu kredit.

Sumber : http://www.sciencedirect.com (diakses Senin, 15 Oktober 2012)

 

4.    Influence of personality traits on satisfaction, perception of relational benefits, and  loyalty in a personal service context

Rangkuman :

Kepuasan konsumen merupakan salah satu faktor penghasil keuntungan bagi perusahaan. Semakin konsumen puas, bukan hanya terhadap produk yang ditawarkan tetapi juga berkaitan dengan servis atau layanan yang diberikan produsen, maka semakin loyal konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Keterkaitan antara kepuasan konsumen dengan keuntungan perusahaan ini sering disebut ‘relational bnefits’ dimana relasi atau hubungan tertentu dengan kosumen mampu emndatangkan keutungan bagi produsen.

       Penelitian ini brtujuan untuk mencari tahu bagaimana kepribadian berkaitan dengan relational benefits, kepuasan konsumen, dan loyalitas aktif dan pasif dari konsumen dalam konteks penataan rambut. Peneliti berfokus pada tiga sikap psikologis yakni kebutuhan akan komunitas atau hubungan sosial seperti pada penelitian pendahulu; kecenderungan dari relasi atau hubungan konsumen sebagai variabel mediasi antara dampak dari kebutuhan akan hubungan sosial dan intensitas perilaku; dan kebutuhan akan varietas atau jenis yang berbeda.

       Penelitian dilakukan pada pemakai jasa atau konsumen jasa penataan rambut di Seville Spanyol. Alasan dipilihnya subjek dan objek penelitian adalah layanan penataan rambut di lokasi tersebut pernah di teliti oleh para pemasar sebelumnya dan bayaknya perhatian atau ketertarikan sejumlah peneliti terhadap servis penataan rambut karena karakteristik yang dimiliki.

Kesimpulan :

Dari penelitian didapati bahwa kepribadian yang dimiliki konsumen dapat menghasilkan atau menimbulkan beberapa faktor yang berkaitan dengan kepuasan konsumen dalam melakukan penataan rambut. Kepribadian ini pada akhirnya menimbulkan kebutuhan konsumen akan interaksi sosial. Dengan penelitian yang dilakukan juga disimpulkan bahwa kebutuhan akan komunitas atau komunikasi kelompok sosial memiliki keterkaitan yang kuat dengan loyalitas konsumen . kepribadian ini nantinya mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi layanan dan persepsi konsumen. Dengan pengaruh dari kepribadian konsumen tentu saja mempengaruhi keinginannya melakukan penataan rambut. Semakin sering konsumen berkomunikasi dengan sesamanya yang memiliki ketertarikan akan penataan rambut maka semakin sering penataan rambut dilakukan.

Sumber : http://www.sciencedirect.com (diakses Senin, 15 Oktober 2012)

 

5.      Consumer Complaint Behavior Manifestations For Table Service Restaurants: Identifying Sociodemographic Charateristics, Personality, And Behavioral Factors

Rangkuman :

       Penelitian ini tidak hanya berfokus pada intensitas pembelian konsumen karena kepribadiannya tetapi juga menelaah mengenai bagaimana sebuah perusahaan berusaha untuk menanggapi setiap timbal balik yang diberikan konsumen. Menanggapi feedback konsumen merupakan faktor penting bagi usaha restaurant yang mengutamakan pelayanan jasa. Salah satu feedback yang diberikan konsumen adalah complain atau keluhan.

       Penelitian dilakukan dengan metode Adult Longitudinal Panel dimana pada akhirnya di dapati tiga tipe complain atau keluhan yang dilakukan konsumen yakni tidak ingin mengajukan atau mengutarakan keluhan, melakukan komplain atau mengeluh kepada siapapun dan mengeluh dengan cara word of mouth. Mengeluh dengan cara word of mouth merupakan salah satu tipe komplain yang paling menarik dan menantang. Hal ini dikarenakan pihak manajemen dari restaurant tidak mengetahui apa yang dikeluhkan mengenai pelayanannya tetapi komentar buruk langsung disebarkan kepada calon pembeli lain di mana hal ini akan berakibat buruk bagi restaurant.

       Berbagai faktor dapat mempengaruhi konsumen hingga dikelompokkan menjadi tiga tipe complainer yang berbeda. Tidak lain dan tidak bukan, faktor keadaan sosial dan pribadi individu sangat berpengaruh. Individu dengan pribadi yang cenderung pendiam dan perasa menjadi individu potensial dalam melakukan komplain tipe word of mouth. Sedangkan konsumen yang memiliki kontrol diri yang baik dapat mengatasi atau mengontrol diri mereka dalam melakukan komplain dan tidak meledak-ledak. Hal ini dikarenakan konsumen dengan kondisi psikologis yang baik mampu memegang kendali atas emosi mereka.

Kesimpulan :

Usaha restaurant sebagai usaha jasa jarang mendapatkan pengaruh kepribadian terhadap intensitas pembelian secara lagsung, namun usaha jenis ini sering kali berhadapan dengan keluhan atau komplain konsumen yang secara tidak langsung mempengaruhi penjualan jasa mereka. Dapat disimpulkan bahwa pengunjung dengan tingkat stress yang tinggi berpotensi mengajukan keluhan kepada siapa saja dan menjadi pelaku komplain tipe word of mouth. Konsumen dengan personality yang baik dan pendidikan yang tinggi memiliki intensitas keluhan yang lebih sedikit dibanding mereka yang berpengetahuan rendah.

Sumber : http://jht.sagepub.com/content/26/2/105.full.pdf+html (diakses Senin, 15 Oktober 2012)

 

 

 

 
 

TIPE-TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA (tugas perilaku konsumen BB)

17 Oct

I.     Pengertian kepribadian:

            Kepribadian (Allport, 1971) adalah organisasi-organisasi dinamis dari sistem- sistem psikofisik dalam individu yang turut  menentukan cara-caranya yang unik/khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

II.  Tipe-tipe kepribadian manusia :

  • Berikut ini adalah tipe – tipe kepribadian orang secara umum yang sudah ada dari dahulu kala hingga sekarang :

  1. Tipe Periang, Optimistis

  2. Tipe Cemas

  3. Tipe Sensitif

  4. Tipe Argumentatif

  5. Tipe Ramah

  6. Pemalu

  7. Tipe Bodoh

  8. Tipe ‘Virtuous’ (berbudi baik)

  • Hippocrates dan Galenus yang mengemukakan bahwa manusia bisa dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalam tubuhnya.
  1. 1) Melancholicus (melankolisi), yaitu orang-orang yang banyak empedu hitamnya, sehingga orang-orang dengan tipe ini selalu bersikap murung atau muram, pesimistis dan selalu menaruh rasa curiga.
  2. 2) Sanguinicus (sanguinisi), yakni orang-orang yang banyak darahnya, sehingga orang-orang tipe ini selalu menunjukkan wajah berseri-seri, periang atau selalu gembira, dan bersikap optimistis.
  3.  3) Flegmaticus (flegmatisi), yaitu orang-orang yang banyak lendirnya. Orang- orang seperti ini sifatnya lamban dan pemalas, wajahnya selalu pucat, pesimis, pembawaannya tenang, pendiriannya tidak mudah berubah.
  4.  4) Cholericus (kolerisi), yakni yang banyak empedu kuningnya. Orang bertipe ini bertubuh besar dan kuat, namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri, sifatnya garang dan agresif.

 

  • C.G. Jung, seorang ahli penyakit jiwa dari Swiss, membuat pembagian tipe manusia dengan cara lain lagi. Ia menyatakan bahwa perhaian manusia tertuju pada dua arah, yakni :
  1. keluar dirinya yang disebut extrovert :Tipe extrovert, yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya, kepada orang-orang lain dan kepada masyarakat. Extrovert mempunyai sifat-sifat berhati terbuka, lancar dalam pergaulan, ramah, penggembira, kontak dengan lingkungan besar sekali.
  2. kedalam dirinya yang disebut introvert :Tipe introvert, orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada dirinya. Orang-orang yang tergolong introvert memiliki sifat-sifat : kurang pandai bergaul, pendiam, sukar diselami batinnya, suka mnyendiri, bahkan sering takut kepada orang lain.

 

  • Kretschmer, ahli penyakit jiwa berkebangsaan Jerman, mengemukakan adanya hubungan yang erat antara tipe tubuh dengan sifat dan wataknya. Ia memebagi manusia dalam empat golongan menurut tipe atau bentuk tubuhnya masing-masing, yaitu berikut ini :
  1.  Atletis, dengan ciri-ciri tubuh: besar, berotot kuat, kekar dan tegap, berdada lebar :Tipe watak orang yang berbentuk atletis dan astenis adalah schizothim, yang menurut Kretschmer mempunyai sifat-sifat, antara lain : sulit bergaul, mempunyai kebiasaan yang tetap, sukar menyesuaikan diri dengan situasi baru, kelihatan sombong, egoistis dan bersifat ingin berkuasa, kadang-kadang optimis, kadang pula pesimis, selalu berpikir terlebih dahulu masak-masak sebelum bertindak.
  2. Astenis, dengan ciri-ciri: tinggi, kurus, tidak kuat, bahu sempit, lengan, dan kaki kecil :Memiliki tipe watak yang sama dengan atletis
  3. Piknis, dengan ciri-ciri: bulat, gemuk, pendek, muka bulat, leher pejal :Tipe wataknya sering disebut siklithim. Sifat orang-orang ini adalah mudah bergaul, suka humor, mudah berubah-ubah stemming-nya, mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang baru, lekas memaafkan kesalahan orang lain, tetapi kurang setia, dan tidak konsekuen

     4. Displastis, merupakan bentuk tubuh campuran dari ketiga tipe diatas

 

  • Tipe kepribadian menurut Enneagram,  yakni tes yang dikembangkan oleh Oscar Ichazo (Psikolog kelahiran Bolivia) dan Claudio Naranjo (Psikiater kelahiran Chili) pada tahun 1950-an dan didasarkan pada pengajaran G.I.Gurdjieff. Kesembilan jenis kepribadian ini digambarkan dalam diagram yang masing-masing kepribadian saling memiliki hubungan Tes Enneagam ini berfungsi untuk mengetahui bentuk-bentuk kepribadian manusia yang dibagi menjadi 9 jenis. Jenis kepribadian tersebut adalah:
  1.    Reformer / Perfeksionis :Seorang yang rasional dan sangat idealis. Punya jiwa kuat dalam membedakan benar dan salah. Umumnya seorang guru, atau agen perubahan (agen reformasi). Ingin selalu memperbaiki yang salah. Tapi terkadang terlalu kritis dan terlalu perfeksionis.
  2. Giver / Helper :

    Seorang yang berjiwa merawat, peduli kepada sesamanya. Berhati lembut, tulus dan empati kepada orang lain. Mau berkorban untuk orang lain. Suka membantu orang lain. Namun terkadang terlalu sentimentil (perasa). Terkadang punya masalah dalam hal menyampaikan kebutuhannya sendiri kepada orang lain. Menuntut orang lain mengerti kebutuhannya. 

  3. Achiever/ Motivator/ Performer :

    Seorang yang berorientasi pada prestasi. Energik, bersemangat, percaya diri. Punya ambisi untuk maju. Terkadang terlalu berpikir tentang pandangan orang lain terhadap dirinya. Terlalu gila kerja dan terlalu suka bersaing untuk menang.       

  4. Romantic / Artist/ Individualist :

     Seorang yang sensitif dan introspektif (melihat kedalam diri sendiri). Kreatif, dapat mengekspresikan diri. Terkadang emosinya berubah-ubah (moody). Terlalu menarik diri dari pergaulan. Kurang nyaman bertemu banyak orang. Terkadang mengasihani diri sendiri.              

  5. Observer / Thinker / Investigator :

    Seorang yang memiliki otak cerebral kuat. Punya rasa penasaran tinggi. Ingin mengetahui sesuatu secara mendalam. Mampu berkonsentrasi terhadap keahlian-keahlian yang rumit. Mandiri. Inovatif. Dan punya kemampuan inventif (menemukan sesuatu). Terkadang terlalu asyik dengan konsep-konsep gagasannya sendiri. Dapat melihat dunia dengan cara pandang yang berbeda. Terkadang terlalu memisahkan diri dari bertemu banyak orang.             

  6.    Loyalist / Pessimist :

    Seorang yang terlalu menekankan rasa aman. Punya komitmen. Bertanggungjawab, dapat bekerja keras. Sering meragukan diri sendiri. Kurang yakin dan kurang percaya diri. Kurang bisa mengambil keputusan.

  7.  Generalist / Optimist / Adventure :  Seorang yang selalu sibuk. Punya sikap terbuka terhadap orang lain. Berjiwa spontan. Bersemangat. Selalu optimis dan yakin pada diri sendiri. Terkadang kurang disiplin mengerjakan satu hal. Kurang fokus. Selalu mencari pengalaman-pengalaman baru. Kurang bisa bersabar.
  8. Peacemaker / Mediator/ Accomodator

    Seorang yang easygoing. Bisa mempercayai orang lain. Bisa menerima orang lain. Emosinya stabil. Cukup kreatif dan optimis. Terkadang harus mengajak orang lain untuk bepergian untuk mencari rasa aman. Selalu menghindari konflik. Tidak suka berselisih. Namun terkadang bersikap keras kepala.         

  9. Challenger/ Leader / Boss/ Protector/ Intimidator                      

    Seorang yang dominan. Percaya diri. Berjiwa melindungi. Gaya bicara langsung pada intinya. Terkadang cenderung egois dan mendominasi. Merasa dia harus mengendalikan lingkungan, dan orang-orang di sekitarnya. Cenderung mudah marah (temperamental).

 

SUMBER:

http://digitalcommons.iwu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1014&context=busadmin_honproj (diakses hari Senin, 15 Oktober 2012)

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25112/4/Chapter%20II.pdf (diakses hari Senin, 15 Oktober 2012)

http://ens-stan.com/berita-161-9-jenis-kepribadian-manusia.html (diakses hari senin 15 Oktober 2012)

 

Agata Rahmi Pertiwi

105020203111003

Perilaku Konsumen BB

 
 

Tugas Perilaku Konsumen : Data Kependudukan Indonesia, Jawa Timur, Malang

02 Oct

Data Kependudukan

 

  1. Jumlah penduduk dunia                                              : 7.010.424.289
  2. 10 Negara dengan penduduk terpadat                  :
    1. RRC                      1.306.313.812
    2. India                      1.103.600.000
    3. AS                         298.186.698
    4. Indonesia              237.641.326
    5. Brazil                     186.112.794
    6. Pakistan                 162.419.946
    7. Nigeria                  128.771.988
    8. Bangladesh           144.319.628
    9. Rusia                     143.420.303
    10. Jepang                   127.417.244

3. Jumlah penduduk indonesia                                       :  237.641.326

4. Jumlah penduduk indonesia berdasarkan             :

Jenis kelamin                                 :

Laki laki                : 119 630 913

Perempuan         : 118 010 413

SD                                                 : 25.667.578

SMP                                             : 24.332.422

SMA/SMK                                 : sekitar 8 juta

Perguruan Tinggi                  : 4.337.039

Pendapatan Rata-rata per Kapita Sebulan            : 2.560.000

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan           : 593.664

Umur                                             :

0-4             : 22.678.702

5-9             : 23.253.480

10-14         : 22.671.081

15-19         : 20.880.734

20-24         : 19.891.633

25-29         : 21.310.443

30-34         : 19.830.685

35-39         : 18.505.131

40-44         : 16.524.852

45-49         : 14.040.982

50-54         : 11.561.321

55-59         : 8.448.570

60-64         : 6.058.761

65-69         : 4.694.031

70-74         : 3.456.331

75-79         :  1.977.905

80-84         : 1.143.170

85-89         : 437.961

90-94         : 170.899

95+            : 104.654

Jumlah penduduk jatim                                               :  37.476.757

Jumlah penduduk jatim berdasarkan                    :

Jenis kelamin                                 :

Laki laki                  : 18 503 516

Perempuan            : 18973 241

SD                                                 : 4.057.910

SMP                                             : 540.608

SMA dan SMK                         : 1.152.145

Perguruan Tinggi                  : 550.496

Pendapatan Rata-rata per Kapita Sebulan             : 1.730.833

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan           : 486.426

Umur                                             :

0-4

2 923 910

5-9

3 107 999

10-14

3 183 211

15-19

3 010 540

20-24

2 771 786

25-29

3 129 016

30-34

2 981 333

35-39

3 023 213

40-44

2 917 015

45-49

2 610 911

50-54

2 229 583

55-59

1 691 206

60-64

1 246 621

65-69

1 012 635

70-74

767 959

75-79

456 613

80-84

255 241

85-89

99 812

90-94

35 228

95+

22 925

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah penduduk di malang                    : 820.243

Jumlah penduduk di malang berdasarkan                               :

Jenis kelamin                                 :

Laki-laki                              : 404,553

Perempuan                        : 415,690

SD                                           : 76,841

SMP                                        : 35,124

SMA/SMK                            : 5,731/29,138

Perguruan Tinggi              : 501.238

Pendapatan Rata-rata per Kapita Sebulan             : 1.012.000

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan           : 375.880

Umur                                                         :

0-4             : 61.351

5-9             : 62.412

10-14         : 60.405

15-19         : 79.291

20-24         : 97.775

25-29         : 76.544

30-34         : 65.882

35-39         : 60.974

40-44         : 57.694

45-49         : 51.291

50-54         : 44.737

55-59         : 33.374

60-64         : 23.098

65-69         : 17.878

70-74         : 12.808

75+            : 14.720

 

Agata Rahmi Pertiwi

105020203111003

perilaku konsumen BB