• Tugas Teori Administrasi Publik

    Date: 2012.03.08 | Category: Teori Administrasi Publik | Tags:

    Nama   : Yanuar Afadan

    NIM    : 115030100111041

    Kelas   : H

    PRINSIP-PRINSIP ADMINISTRASI PUBLIK

                Jika kita berbicara tentang prinsip-prinsip administrasi, maka akan terdapat beberapa versi menurut para tokoh-tokoh yang ahli di bidang ini, diantaranya sebagai berikut:

    Prinsip-Prinsip Administrasi Menurut Henry Fayol

                Fayol dalam Robbins (2001:380), mengemukakan prinsip-prinsip administrasi yang kemudian dikenal sebagai prinsip-prinsip manajemen karena Henry Fayol dianggap sebagai Bapak Manajemen. Adapun prinsip-prinsip itu sebagai berikut:

    1. Pembagian pekerjaan

    2. Wewenang

    3. Disiplin

    4. Kesatuan komando

    5. Kesatuan arah

    6. Memprioritaskan kepentingan umum

    7. Pemberian upah

    8. Pemusatan

    9. Rentang kendali

    10. Tata tertib

    11. Keadilan

    12. Stabilitas pada jabatan personal

    13. Inisiatif

    14. Rasa persatuan

    Prinsip-Prinsip Administrasi Menurut Herbert Simon

    Herbert Simon (2004:68), membagi empat prinsip-prinsip adminstrasi yang lebih umum: (1) Efisiensi administrasi dapat ditingkatkan melalui suatu spesialisasi tugas di kalangan kelompok, (2) Efisiensi administrasi ditingkatkan dengan anggota kelompok di dalam suatu hirarki yang pasti, (3) Efisiensi administrasi dapat ditingkatkan dengan membatasi jarak pengawasan pada setiap sektor di dalam organisasi  sehingga jumlahnya menjadi kecil, (4) Efisiensi administrasi ditingkatkan dengan mengelompokkan pekerjaan, untuk maksud-maksud pengawasan berdasarkan: tujuan, proses, langganan, tempat.

    Disadur dari buku Teori Administrasi Publik karya Harbani Pasolong hal. 13-14. Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.

    Prinsip-Prinsip Administrasi Publik Menurut Gulick & Urwick

    1.         Pada tahun 1927 terbit karangan W. F. Willoughby yang berjudul “Principles of Public Administration”. Dalam masa ini ada anggapan bahwa ada prinsip-prinsip administrasi yang bersifat universal, ynag dapat ditemukan dan belaku kapan dan dimana saja. Dalam fase ini kemudian hadir Luther Gulick dan Lyndall Urwick yang mengajukan tujuh prinsip administrasi POSDCoRB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, dan Budgeting).

    Disadur dari buku Administrasi Publik karya Damai Darmadi dan Sukidin hal. 108. Penerbit LaksBang PRESSindo, Yogyakarta.

    2.         Salah satu dari dua atau tiga karya yang penting di dalam ilmu administrasi yang terbit pada tahun 1930-an berupa suatu kumpulan karangan dengan judul Papers on the Science of Administration, di bawah asuhan Luther Gulick dan Lyndall Urwick. Dalam suatu essay yang penting yang terdapat dalam buku itu, mereka mengemukakan suatu istilah yang disingkat POSDCORB sebagai suatu jembatan untuk mengingat fungsi-fungsi eksekutif di dalam administrasi. POSDCORB sendiri merupakan kepanjangan dari Planning, Organizing, Staffing, Directing, COordinating, Reporting, dan Budgeting.

    Disadur dari buku Pengantar Studi Public Administration karya Dwight Waldo hal.104-105. Penerbit Aksara Baru, Jakarta.

     

    3.         Pada paradigma 2 ini, pusat perhatiannya pada “focus” administrasi negara. W. F. Willoughby dalam bukunya yang berjudul “Principles of Public Administration” mengemukakan adanya prinsip-prinsip administrasi dalam setiap jenis organisasi apapun. Aspek “locus”nya bersifat ubikitos (ada dimana-mana), karena menurut paradigma 2 ini, sekali prinsip tetap akan menjadi prinsip; dan sekali administrasi tetap administrasi.

    Salah satu contoh prinsip-prinsip administrasi dikemukakan oleh Luther H. Gulick dan Lyndall Urwick dalam report paper-nya pada Komisi Presiden (Franklin D. Roosevelt) tentang ilmu administrasi tahun 1937 yang berjudul “Paper on the Science of Administration”, yaitu adanya 7 prinsip administrasi yang disingkat POSDCORB yang merupakan kepanjangan dari Planning, Organizing, Staffing, Directing, COordinating, Reporting, dan Budgeting.

    Disadur dari buku Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijakan Negara karya DR. M. Irfan Islamy hal. 4-5. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

    Dalam “paradigma kedua” di dalam manajemen publik, dikembangkan prinsip manajemen yang diklaim sebagai prinsip-prinsip universal yang sering dikenal dengan nama POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, COordinating, Reporting, dan Budgeting) yang merupakan karya besar Luther Gulick dan Lyndall Urwick di tahun 1937.

    Disadur dari buku Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik Konsep, Teori dan Isu karya Prof. Dr. Yeremias T. Keban, SU, MURP hal 101. Penerbit Gava Media, Yogyakarta.  

    4.         Prinsip-Prinsip Administrasi Negara (1927-1937)
    Tokoh : Gulick dan Urwick, F.W. Taylor, Henry Fayol, Mary Parker Follet, dan Willoughby
    Diawali dengan terbitnya Principles of Public Adminisration karya W F Willoughby. Pada fase ini Administrasi diwarnai oleh berbagai macam kontribusi dari bidang-bidang lain seperti industri dan manajemen, berbagai bidang inilah yang membawa dampak yang besar pada timbulnya prinsip-prinsip administrasi, prinsip-prinsip tersebut yang menjadi Focus kajian Administrasi Publik. Sedangkan locus dari paradigma ini kurang ditekankan karena esensi prinsip-prinsip tersebut, dimana dalam kenyataan bahwa bahwa prinsip itu bisa terjadi pada semua tatanan, lingkungan, misi atau kerangka institusi, ataupun kebudayaan, dengan demikian administrasi bisa hidup dimanapun asalkan Prinsip-prinsip tersebut dipatuhi. Pada paradigma ini Gullick dan Urwick mengajukan 7 prinsip administrasi ( Posdcorb ) yang merupakan kepanjangan dari Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, dan Budgeting.

    http://thepublicadministration.blogspot.com/2011/10/paradigma-administrasi-publik.html

    Fungsi-Fungsi P.O.S.D.Co.R.B. dalam Administrasi Negara

    Yang mengembangkan tujuh prinsip administrasi yang kemudian dikenal dengan POSDCoRB adalah Luther H. Gullick. POSDCoRB adalah akronim dari planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting. Menurut Gullick ketujuh aktivitas inilah yang pada umumnya dijalankan oleh manajer pada semua organisasi.
    1. Perencanaan adalah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan penyusunan garis-garis besar yang memuat sesuatu yang harus dikerjakan, dan metode-metode untuk melaksanakannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Henry Fayol telah menunjukkan adanya 8 kriteria bagi suatu rencana yang baik. Dalam pemerintahan, dikenal tiga macam perencanaan, yakni: perencanaan jangka panjang, menengah, dan pendek.
    2. Yang dimaksudkan dengan pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan penyusunan struktur yang dirancang untuk membantu pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian sebenarnya merupakan proses mengorganisasikan orang-orang untuk melaksanakan tugas pokoknya. Karena itu, dalam administrasi negara masalah organisasi dan personalia merupakan dua faktor utama.
    3. Yang dimaksudkan dengan penyediaan staf adalah pengarahan dan latihan sekelompok orang yang mengerjakan sesuatu tugas, dan memelihara kondisi kerja yang menyenangkan. Dalam upaya mengembangkan staf metode yang dapat dipergunakan, antara lain: latihan jabatan, penugasan khusus, simulasi, permainan peranan, satuan tugas penelitian, pengembangan diri dan seterusnya. Sementara itu ada tiga tipe program pengembangan staf yang terdiri dari: presupervisory programs, middle management programs dan executive development programs.
    4. Yang dimaksudkan dengan pengarahan adalah pembuatan keputusan-keputusan dan menyatukan mereka dalam aturan yang bersifat khusus dan umum. Fungsi pengarahan melibatkan pembimbingan dan supervisi terhadap usaha-usaha bawahan dalam rangka pencapaian sasaran-sasaran organisasi. Dalam kaitannya dengan fungsi ini, ilmu-ilmu perilaku telah memberikan sumbangan besar dalam bidang-bidang motivasi dan komunikasi.
    5.Yang dimaksudkan dengan pengoordinasian adalah kegiatan-kegiatan untuk mempertalikan berbagai bagian-bagian pekerjaan dalam sesuatu organisasi. Mengenai koordinasi ada beda pandang antara beberapa sarjana. Di satu pihak ada yang memandangnya sebagai fungsi manajemen. Sedang pihak yang lain, menganggapnya sebagai tujuan manajemen. Dalam pandangan yang kedua, keberhasilan koordinasi sepenuhnya tergantung pada keberhasilan atau efektivitas dari fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
    6. Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. Jalur pelaporan dapat bersifat vertikal, tetapi dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal penting dalam pembuatan keputusan oleh manajer.
    7. Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan fiskal dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun APBD, menunjukkan dua hal: pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua sebagai suatu mekanisme. Allen Schick mengungkapkan adanya tiga tujuan anggaran: pengawasan, manajemen, dan perencanaan. Sedangkan fungsi anggaran berdasarkan perjalankan historisnya terdiri dari empat macam yaitu: fungsi kontrol, fungsi manajemen, fungsi perencanaan, dan fungsi evaluasi.

    http://blogs.unpad.ac.id/iqbalrudiansyah/2011/05/13/latar-belakang-administrasi-negara/