Welcome To My Blog

Salah Satu Mahasiswa Universitas Brawijaya

Apa Itu LinkedIn ?

Review Aplikasi LinkedIn

Oleh

Adi Surya Pradana               165030701111001

 

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI  PERPUSTAKAAN & ILMU INFORMASI

2019

 

 

 

I.Pendahuluan

Kemajuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dewasa ini telah menimbulkan dampak yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Pola hidup dan perilaku manusia pada masa sekarang ini –yang  mengalami perubahan dari era industri ke era informasi– mengalami perubahan yang signifikan, sehingga muncul anggapan  bahwa “Tekhnologi informasi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Dengan memanfaatkan  tekhnologi yang sudah ada seperti gadget, komputer, laptop, netbook dan perangkat TIK lainnya, manusia dapat berkomunikasi dan saling berbagi informasi dengan orang lain dengan mudah . Aplikasi sosial media tersedia dalam berbagai bentuk dan cara, sehingga kadang menyita waktu yang banyak dalam membaca dan membalas pesan-pesan yang masuk. Di bidang informasi terjadi penyebaran  informasi (information explosion) yang  sangat pesat sehingga menyebabkan jutaan informasi tercipta setiap menitnya yang menyebabkan kita mesti memilah dan memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita, terutama dalam proses pengambilan keputusan. Perubahan-perubahan di atas berdampak pada pemenuhan kebutuhan informasi dan perilaku pencarian informasi, karena ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi seseorang dalam memenuhi kebutuhannya. Wersig sebagaimana dikutip oleh Wiranata (2016) menyatakan bahwa segala tindakan manusia didasarkan pada sebuah gambaran tentang lingkungan, pengetahuan, situasi dan tujuan yang ada pada diri manusia. Kebutuhan dan perilaku pencarian informasi dapat dipengaruhi oleh berbagai macam sebab, seperti latar belakang sosial, budaya, pendidikan, tujuan yang ada dalam diri manusia tersebut serta lingkungan sosialnya.Untuk mencari informasi kita membutuhkan sumber-sumber informasi yang valid dan kebenarannya bisa dipertanggung-jawabkan. Melalui jaringan internet kita dapat dengan mudah mencari informasi tetapi lebih sering kita menemukan informasi terutama informasi ilmiah yang sulit dipercaya dan rawan plagiarisme. Terutama aplikasi internet yang berbasis media sosial atau jejaring sosial.Aplikasi jejaring sosial saat ini memang tengah digandrungi oleh banyak orang seperti facebook, twitter, instagram, youtube, dan sebagainya. Aplikasi jejaring atau media sosial merupakan aplikasi yang memudahkan pengguna untuk berpartisipasi dengan tujuan berbagi dan menciptakan di dunia virtual.

Salah satu jejaring sosial yang memudahkan kita untuk mencari informasi yang valid dan kebenarannya bisa dipertanggung-jawabkan ialah aplikasi web seperti LinkedIn .Dimana LinkedIn merupakan aplikasi yang menyediakan informasi informasi bagi penggunanya.. Aplikasi LinkedIn merupakan media sosial yang dikelola dengan professional berisi mengenai informasi mengenai berbagai macam profesi tidak seperti media sosial lainnya. LinkedIn berorientasi kepada pengembangan bisnis penggunannya.Oleh karena itu tulisan ini di buat guna memberikan gambaran umum aplikasi linkedIn sebagai aplikasi penedia informasi.

II.Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui pengertian secara umum aplikasi LinkedIn.

III. Pembahasan

1.LinkedIn

          LinkedIn ini didirikan pada Desember 2002 oleh Reid Hoffman dan anggota pendiri tim dari PayPal dan Socialnet.com (Allen Blue, Eric Ly, Jean-Luc Vaillant, Lee Hower, Konstantin Guericke, Stephen Beitzel, David Eves, Ian McNish, Yan Pujante, Chris Saccheri). Pada akhir 2003, Sequoia Capital memimpin investasi Seri A di perusahaan. Pada Agustus 2004, LinkedIn mencapai 1 juta pengguna. Pada bulan Maret 2006, LinkedIn mencapai bulan pertama dari profitabilitas. Pada April 2007, LinkedIn mencapai 10 juta pengguna. Pada bulan Februari 2008, LinkedIn meluncurkan versi mobile dari situs tersebut.

       LinkedIn berkantor pusat di Sunnyvale, California, dengan kantor di Omaha, Chicago, Los Angeles, New York, San Francisco, Washington, DC, Sao Paulo, London, Dublin, Amsterdam, Milan, Paris, Munich, Madrid, Stockholm, Singapura, Hong Kong Kong, Cina, Jepang, Australia, Kanada, India, dan Dubai. Pada Januari 2016, perusahaan memiliki sekitar 9.200 karyawan.

CEO LinkedIn adalah Jeff Weiner, sedangkan pendirinya Reid Hoffman. Berbasis di Amerika Serikat, situs ini, pada 2013, tersedia dalam 24 bahasa, termasuk Arab, Cina, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Portugis, Spanyol, Belanda, Swedia, Denmark, Rumania, Rusia, Turki, Jepang, Ceko, Polandia, Korea, Indonesia, Melayu, dan Tagalog. LinkedIn mengajukan penawaran umum perdana pada Januari 2011 dan memperdagangkan saham pertamanya pada 19 Mei 2011, di bawah simbol NYSE “LNKD”.

  1. Fitur-Fitur LinkedIn

LinkedIn mempunyai fitur-fitur yang beragam untuk mendukung jejaring dalam melakukan proses bisnis dan profesi dalam dunia yang lebih profesional. Berikut merupakan fitur-fitur LinkedIn.

  • Pesan

Pesan LinkedIn memungkinkan kita terus berhubungan dengan kolega, rekan, dan peluang baru. Fitur ini sama saja dengan fitur pesan online seperti halnya di facebook dan media jejaring sosial lainnya.

  • Grup

Grup pada LinkedIn kita harus meminta untuk bergabung ke grup yang kita tuju sama seperti halnya ketika meminta izin memasuki grup di facebook.

  • Home

Fitur home merupakan bagian beranda depan di mana kita akan menemukan organisasi diposting pembaruan dan keterlibatan dengan para anggota masyarakat dan perusahaan, sekolah, atau merek yang berafiliasi.

  • Pekerjaan

Di fitur tombol pekerjaan menampilkan informasi mengenai lowongan pekerjaan dari perusahaan yang kita ikuti, dan kita dapat melamar lewat fitur ini. Jika kita seorang pengusaha yang membutuhkan pekerjaan kita dapat memposting pembukaan lowongan yang kita buat.

  • Jaringan Saya

Pada fitur “Jaringan Saya” kita dapat menambah kontak teman atau orang yang kita kenal. Selain itu kita dapat menambah kontak perusahaan atau institusi yang kita inginkan.

  • Learning

Fitur ini menampilkan video-video yang berisi tentang solusi dan tips mengenai permasalahan pekerjaan. Terdapat tiga genre video solusi dalam memecahkan masalah pada bidang bisnis, perguruan tinggi, dan pemerintah

2. Penggunaan LinkedIn

Pengguna LinkedIn sendiri sangat berbeda dengan media sosial lainnya seperti facebook, twitter, instagram, dan sebagainya. LinkedIn sendiri karena berorientasi pada informasi yang menunjang bisnis dan pekerjaan sehingga user atau penggunanya sendiri kebanyakan dari kalangan profesional dan pengusaha.Menurut Salman Aslam (2019) pada artikel di Omnicore LinkedIn mempunyai beberapa karakteristik pengguna sebagai berikut

  • Lebih dari 70% pengguna LinkedIn berasal dari Luar Kita.
  • 61 juta pengguna LinkedIn adalah influencer tingkat senior dan 40 juta berada di posisi pengambilan keputusan.
  • 40 juta siswa dan lulusan perguruan tinggi terbaru di LinkedIn.
  • Ada 56% pengguna pria dan 44% pengguna wanita di LinkedIn.
  • Setelah AS, India, Brasil, Inggris, dan Kanada memiliki jumlah pengguna LinkedIn
  • 13% dari Milenium (15-34 Tahun) menggunakan LinkedIn.
  • Ada 87 juta milenium di LinkedIn dengan 11 juta di posisi pengambilan keputusan.
  • 28% dari semua pengguna internet pria menggunakan LinkedIn, sedangkan 27% dari semua pengguna Internet wanita menggunakan LinkedIn.
  • 44% pengguna Linked menghasilkan lebih dari $ 75.000 dalam setahun.
  • Ada lebih dari 39 juta siswa dan lulusan baru di LinkedIn.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa data pengguna LinkedIn berasal dari mahasiswa yang baru lulus untuk mengikuti karir alumni-alumninya disebuah perusahaan atau institusi. Selain itu pengguna juga berasal dari para pengambil keputusan dimana memanfaatkan LinkedIn ini untuk menjaring relasi bisnis ataupun membuka lowongan pekerjaan.

3.Manfaat penggunaan LinkedIn :

  • Membangun Profil Profesional karena LinkedIn sebagai media sosial bagi profesional memberikan layanan untuk membangun profil profesional kamu. Seluruh data diri, foto, Curriculum Vitae, resume, dan lain-lain dapat kamu muat di LinkedIn.
  • Memperluas Koneksi karena Sebagai media sosial online, LinkedIn membantu kamu untuk berinteraksi dengan semua orang di seluruh dunia. Dunia online memberikan kemudahan untuk dapat mengenal orang lain tanpa harus bertemu
  • Memudahkan dalam melamar pekerjaan dengan menyediakan fitur yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan dari perusahaan-perusahaan ternama. Hanya dengan satu kali klik, dapat langsung melihat sederet lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan baik yang besar atau kecil.
  • Membuka kesempatan untuk di rekrut perusahaan karena di dalam linkedIn anatar data satu dan data lain profesional bisa di ketahui oleh semua pengguna tidak terkecuali perusahaan perusahaan besar.
  • Mengetahui informasi lebih banyak tentang dunia profesional dan bisnis. Selain itu,juga bisa mendapatkan informasi mengenai keahlian kerja Anda.

4.Kebijakan LinkedIn

  • Persyaratan Layanan
  • Berusaha memilih kata sandi yang kuat dan aman.
  • Menjaga keamanan dan kerahasiaan kata sandi.
  • Tidak mentransfer bagian mana pun dari akun Anda.
  • Menaati hukum serta daftar Imbauan dan Larangan serta Kebijakan Komunitas Profesional kami.
  • Usia minimum pengguna LinkedIn minimal 16 tahun.
  • Imbauan
  • Mematuhi semua hukum yang berlaku, termasuk tetapi tidak terbatas pada hukum privasi, hukum hak milik intelektual, hukum anti-spam, hukum pengontrolan ekspor, hukum perpajakan, dan persyaratan pengaturan.
  • Memberikan informasi akurat kepada kami dan tetap memperbaruinya;
  • Menggunakan nama asli di Profil Anda.
  • Menggunakan Layanan secara profesional.
  • Larangan
  • Membuat identitas palsu di LinkedIn, membuat profil Anggota untuk siapa pun kecuali Anda sendiri (seorang manusia), atau menggunakan atau berusaha untuk menggunakan akun orang lain.
  • Mengembangkan, mendukung atau menggunakan software, perangkat, skrip, robot, atau dengan cara atau proses lain apa pun, (termasuk crawler, browser plugin dan add-on, atau teknologi lainnya) untuk mengekstrak data Layanan atau menyalin profil dan data lainnya dari Layanan.
  • Mengganti fitur keamanan atau membypass atau menghindari pengontrolan akses atau pembatasan penggunaan Layanan (misalnya kapitalisasi pada pencarian kata kunci atau tampilan profil).
  • Menyalin, menggunakan, mengungkapkan, atau mendistribusikan informasi apa pun yang didapatkan dari Layanan, baik secara langsung atau melalui pihak ketiga (misalnya, mesin pencari), tanpa seizin LinkedIn.
  • Mengungkapkan informasi yang Anda tidak memiliki izin untuk mengungkapkannya (misalnya, informasi rahasia mengenai orang lain (termasuk majikan Anda)).
  • Melanggar hak milik intelektual orang lain, termasuk hak cipta, paten, merek dagang, rahasia dagang, atau hak kepemilikan lainnya. Contohnya, jangan menyalin atau mendistribusikan (kecuali melalui fungsionalitas berbagi yang tersedia) posting atau konten milik orang lain tanpa izin mereka, yang mereka dapat berikan dengan cara memposting berdasarkan lisensi Creative Commons.

IV.Kesimpulan

LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional yang penggunaannya sendiri sangat berbeda dengan media sosial lainnya seperti facebook, twitter, instagram, dan sebagainya. LinkedIn sendiri karena berorientasi pada informasi yang menunjang bisnis dan pekerjaan sehingga user atau penggunanya sendiri kebanyakan dari kalangan profesional dan pengusaha.Keduanya sama sama suatu aplikasi web penyedia informasi yang berfokus pada bidang yang berbeda dengna di lengkapi fitur fitur yang berbeda juga.Namun walaupun berbeda keduanya dapat membantu mahasiswa ,akademisi,pengusaha dan bidang lain dalam menemukan karyawan mencari kerja serta mendapatkan infrmasi lebih.Tidak hanya mendapatkan informasi yang luas kita juga bisa membuat dan menguplod informasi dengan di lengkapi pembuatan profil yang menarik sehingga kita bisa mempromosikan akun dan data diri kita untuk kepentingan tertentu seperti mencari pekerjaan.

Lampiran:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Endra, Robby Yuli. (2017, 15 Mei). Cara Daftar, Fungsi, Manfaat Academia.edu: Situs Share Hasil Penelitian. Diperoleh 20 Februari 2019, dari http://jejakdosen.com/cara-daftar-fungsi-manfaat-academia-edu/

(2019, 11 Februari). Academia.edu. Diperoleh 15 Feb 2019, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Academia.edu

Copyright Policy. Diperoleh 18 Feb 2019, dari http://www.academia.edu/copyright

Dikutip dari artikel pada laman https://web.archive.org/web/20160427110626/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman http://www.tiki-toki.com/timeline/entry/347471/linkedin-A-Short-Historical-Review/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman https://www.omnicoreagency.com/linkedin-statistics/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman https://foundationinc.co/lab/b2b-marketing-linkedin-stats/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artiketl pada laman https://www.linkedin.com/pulse/linkedins-mobile-app-versus-desktop-8-differences-bob diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman https://www.linkedin.com/legal/user-agreement#rights diakses pada 18 Februari 2019

Di kutip dari Cermati.com pada laman https://www.cermati.com/artikel/manfaat-linkedin-bagi-karir-kamu Di akses pada tanggal 04 Mei 2019

 

 

 

 

Apasih Academia.Edu ?

Review Aplikasi Academia.edu

Oleh

Adi Surya Pradana               165030701111001

 

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI  PERPUSTAKAAN & ILMU INFORMASI

2019

 

 

 

I.Pendahuluan

Kemajuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dewasa ini telah menimbulkan dampak yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Pola hidup dan perilaku manusia pada masa sekarang ini –yang  mengalami perubahan dari era industri ke era informasi– mengalami perubahan yang signifikan, sehingga muncul anggapan  bahwa “Tekhnologi informasi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Dengan memanfaatkan  tekhnologi yang sudah ada seperti gadget, komputer, laptop, netbook dan perangkat TIK lainnya, manusia dapat berkomunikasi dan saling berbagi informasi dengan orang lain dengan mudah . Aplikasi sosial media tersedia dalam berbagai bentuk dan cara, sehingga kadang menyita waktu yang banyak dalam membaca dan membalas pesan-pesan yang masuk. Di bidang informasi terjadi penyebaran  informasi (information explosion) yang  sangat pesat sehingga menyebabkan jutaan informasi tercipta setiap menitnya yang menyebabkan kita mesti memilah dan memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita, terutama dalam proses pengambilan keputusan. Perubahan-perubahan di atas berdampak pada pemenuhan kebutuhan informasi dan perilaku pencarian informasi, karena ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi seseorang dalam memenuhi kebutuhannya. Wersig sebagaimana dikutip oleh Wiranata (2016) menyatakan bahwa segala tindakan manusia didasarkan pada sebuah gambaran tentang lingkungan, pengetahuan, situasi dan tujuan yang ada pada diri manusia. Kebutuhan dan perilaku pencarian informasi dapat dipengaruhi oleh berbagai macam sebab, seperti latar belakang sosial, budaya, pendidikan, tujuan yang ada dalam diri manusia tersebut serta lingkungan sosialnya.Untuk mencari informasi kita membutuhkan sumber-sumber informasi yang valid dan kebenarannya bisa dipertanggung-jawabkan. Melalui jaringan internet kita dapat dengan mudah mencari informasi tetapi lebih sering kita menemukan informasi terutama informasi ilmiah yang sulit dipercaya dan rawan plagiarisme. Terutama aplikasi internet yang berbasis media sosial atau jejaring sosial.Aplikasi jejaring sosial saat ini memang tengah digandrungi oleh banyak orang seperti facebook, twitter, instagram, youtube, dan sebagainya. Aplikasi jejaring atau media sosial merupakan aplikasi yang memudahkan pengguna untuk berpartisipasi dengan tujuan berbagi dan menciptakan di dunia virtual.

Salah satu jejaring sosial yang memudahkan kita untuk mencari informasi yang valid dan kebenarannya bisa dipertanggung-jawabkan ialah aplikasi web seperti Academia.edu.Dimana  aplikasi ini menyediakan informasi informasi bagi penggunanya.. Aplikasi Academia.Edu adalah salah satu situs jejaring sosial Amerika di bidang akademik yang awal kehadirannya dilatarbelakangi, karena hasil  reaksi dari adanya kebutuhan untuk mendistribusikan sebuah hasil penelitian instan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap ilmu dan akses terbuka serta sistem peer-review.Oleh karena itu tulisan ini di buat guna memberikan gambaran academia.edu sebagai aplikais penyedia informasi secara umum.

II.Tujuan Penulisan

1.Untuk mengetahui kegunaan academia.edu secara umum dan khusus

III. Pembahasan

1.Academia.edu

Academia.edu adalah salah satu situs jejaring sosial Amerika di bidang akademik yang awal kehadirannya dilatarbelakangi, karena hasil  reaksi dari adanya kebutuhan untuk mendistribusikan sebuah hasil penelitian instan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap ilmu dan akses terbuka serta sistem peer-review. Hal tersebut pun menunjukan penolakannya pada Undang-undang pekerjaan 2011 di Amerika Serikat yang dinyatakan akan mengancam mandat akses yang terbuka. Meskipun akademia.edu bukanlah repositori dari institusi pendidikan formal, namun situs tersebut memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, mengunggah karya, memilih bidang yang diminati dan kemudian pengguna dapat menelusuri jaringan orang-orang dengan minat yang relatif sama.

Academia.edu diluncurkan pada bulan September tahun 2008  dan situs sekarang sudah memiliki lebih dari 2 Juta pengguna lainnya yang sudah terdaftar.  Academia.edu didirikan oleh Richard Price yang mengangkat $600.000 dari Spark Ventures, Brent Hoberman. Pada bulan November tahun 2011 Academia.edu mengangkat $4,5Juta dari Spark Modal dan Ventures. Kemudian berkembang dan telah menghasilkan $2.200.000 dari Spark Ventures dan berbagai investor besar termasuk Mark Shuttleworth, Thomas Lehrman, dan Rupert Pennant-Rea. Lalu pada September 2013, perusahaan m engumpulkan $ 11,1 juta dari Khosla Ventures, True Ventures, Spark Ventures, Spark Capital, dan Rupert Pennant-Ream, sehingga total pendanaan ekuitasnya menjadi $ 17,7 juta. Pada bulan Januari 2019 lebih dari 21 juta teks yang diunggah.

Namun dari nama domain yang digunakan, academia.edu sempat mendapat tantangan, karena identitasnya yang bukan merupakan bagian universitas tersebut mengakibatkan standarisasinya tidak memenuhi syarat domain kelas atas. Namun akademia.edu telah mendaftarkan domainnya (.edu) sejak 1999, sebelum akhirnya peraturan nama domain dipegang sepenuhnya oleh institusi pasca sekolah menengah yang terakreditasi. Adapun pernah seorang kritikus, Kathleen Fitzpatrick, Direktur Komunikasi Cendekia di Asosiasi Bahasa Modern, mengatakan dia menemukan penggunaan nama domain “.edu” oleh Academia.edu sebagai masalah, karena nama domain mungkin menyesatkan pengguna untuk berpikir. Seperti kekhawatiran akan adanya dugaan, bahwa  siitus ini merupakan bagian dari institusi pendidikan terakreditasi.

2.Penggunaan Academia.edu

Penggunaan Academia untuk semua pengguna khususnya bagi mahasiswa untuk mencari referensi serta perkenalan peneliti luar negeri maupun dalam negeri dan juga mendapat bertukar informasi baik hasil peneliti maupun tentang lowongan pekerjaan. Bagi dosen dan peneliti selain manfaat seperti di dapatkan oleh mahasiswa, dosen dan peneliti juga menggunakan academia untuk tempat mempublikasikan ilmiah gratis. Dan juga bisa berbagi informasi atau sharing informasi yang kita punya.

Situs web memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, mengunggah karya mereka, memilih bidang yang diminati dan kemudian pengguna dapat menelusuri jaringan orang-orang dengan minat yang sama, pada desember 2017, 58 juta pengguna dari seluruh dunia. TechCrunch mengatakan bahwa Academia.edu memberikan para akademisi  sebuah cara yang efektif dan efisien untuk mendistribusikan penelitiannya” dan “Akan memungkinkan para peneliti mengawasi berapa banyak orang yang membaca karyanya dengan alat analisis khusus”, juga “Sangat baik dalam hasil pencarian Google”. Academia.edu tampak mencerminkan kombinasi norma jejaring sosial dan norma akademik.Dan untuk perkembangannya sendiri, pada awal 2016, beberapa pengguna melaporkan telah menerima email dari Academia.edu yang menanyakan prihal ketersediaan pengguna untuk membayar setiap karyanya, agar karyanya mendapatkan rekomendasi  oleh editor situs web. Hal ini membuat beberapa pengguna memulai kampanye yang mendorong pengguna untuk membatalkan akun Academia.edu miliknya. Kritik lain termasuk fakta bahwa Academia.edu menggunakan model “vendor lock-in”: dengan kata lain “Terserah Academia.edu untuk memutuskan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan dengan informasi yang pengguna berikan kepada pihaknya dan terkesan pihaknya tidak cenderung memudahkan metode alternatif untuk mengakses”. Tentu ini mengacu pada fakta bahwa, meskipun karya dapat dibaca oleh bukan pengguna, akun gratis diperlukan untuk mengunduh karya: “Pengguna harus masuk untuk melakukan sebagian besar hal berguna di situs (Bahkan saat pembaca biasa)”. Pengguna terdaftar, untuk menggunakan pencarian lanjutan di situs dan beberapa fungsi lainnya, perlu berlangganan premium ($ 100 – per tahun, atau $ 10 – per bulan) seperti yang dijelaskan di situs ketika Desember 2016, Academia.edu mengumumkan fitur premium tersebut mencakup analitik data pada pekerjaan dan peringkat profesional pengguna, menggunakan pencarian judul utama.

3.Manfaat penggunaan Academia ini antara lain:

  • Merupakan Salah satu situs jejaring sosial, tetapi lebih khusus untuk membahas tentang penelitian atau hal-hal yang berhubungan dengan akademik.
  • Dapat membaca hasil-hasil penelitian yang di publish oleh peneliti di menu home website academia.edu secara gratis.
  • Selain membaca, paper juga dapat didownload secara gratis.
  • Dapat juga sharing informasi akademik di website ini.
  • Dapat mengirimkan CV dan serta di tawarkan pekerjaan sesuai dengan keilmuan kita di Menu JOB Board.
  • Memiliki alat analisis khusus yang dapat memantau berapa banyak artikel milik pengguna yang dibaca atau didownload orang lain.
  • Tempat Publikasi ilmiah gratis.

 4.Kebijakan academia.edu

  1. Term and Condition
  • Copyright Policy (Perlindungan Hak Cipta)

Academia.edu (“Academia.edu”) menghormati hak kekayaan intelektual orang lain dan mengharapkan penggunanya melakukan hal yang sama.Ini adalah kebijakan Academia.edu, dalam keadaan yang sesuai dan atas kebijakannya sendiri, untuk menonaktifkan dan / atau menghentikan akun pengguna yang berulang kali melanggar atau berulang kali dituduh melanggar hak cipta atau hak kekayaan intelektual lainnya milik orang lain.

Sesuai dengan Digital Millennium Copyright Act of 1998, teks yang dapat ditemukan di situs web Kantor Hak Cipta AS di http://www.copyright.gov/legission/dmca.pdf, Academia.edu akan segera menanggapi klaim pelanggaran hak cipta yang dilakukan menggunakan situs web Academia.edu (“Situs”) yang dilaporkan ke Agen Hak Cipta yang Ditunjuk Academia.edu, diidentifikasi dalam pemberitahuan sampel di bawah ini.

  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)

Pada dasarnya Academia.edu memberikan Kebijakan Privasi ini untuk memberitahukan tentang kebijakan dan prosedur mengenai pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan informasi pribadi yang  diterima dari pengguna academia.edu. Adapun di bawah ini adalah macam-macam kebijakan yang tergolong dalam kebijakan privasi, antara lain:

  • Personally Identifiable Information

Ketika pengguna mendaftar melalui Situs untuk menjadi Anggota Academia.edu atau ketika pengguna memilih untuk membuat halaman situs profil sendiri, tim academia.edu akan meminta informasi pribadi pengguna.

  • Log Data

Ketika terdapat pengunjung yang mengunjungi Situs Academia.edu, baik sebagai pengguna aktif Academia.edu atau pengguna non aktif yang hanya menjelajah, maka server secara otomatis mencatat informasi yang dikirimkan oleh browser pengguna setiap kali pengguna mengunjungi situs. Log data ini dapat mencakup informasi mulai dari IP address komputer pengguna, jenis browser atau situs halaman yang pengguna kunjungi sebelum pengguna datang ke Situs Academia.edu, situs halaman Academia.edu yang pengguna kunjungi, waktu yang dihabiskan dalam situs  halaman tersebut, jenis informasi yang dicari di Situs halaman Academia.edu, waktu akses dan tanggal, serta statistik lainnya.

  • Invitations Via an Academia.edu Account

Sebagai bagian dari Layanan Academia.edu, Anggota Academia.edu dapat mengundang teman-teman yang tidak terdaftar untuk bergabung dengan Layanan Academia.edu dengan cara mengirimkan email undangan melalui penggunaan Akunnya dalam sistem undangan otomatis. kali per alamat email.

  • Use of Cookies

Academia.edu menggunakan cookie dan teknologi pengidentifikasi aplikasi seluler (secara kolektif disebut “Cookies”), untuk mengumpulkan informasi. Cookie termasuk file data kecil yang ditransfer ke hard disk komputer pengguna untuk tujuan pencatatan. Academia.edu menggunakan Cookie untuk dua tujuan.

  • Use of Pixel Tags/Web Beacons

Pixel tags/Web beacons adalah sepotong kode yang disematkan pada situs yang mengumpulkan informasi tentang keterlibatan pengguna pada halaman web itu. Penggunaan piksel memungkinkan untuk melakukan perekaman, misalnya, bahwa pengguna telah mengunjungi halaman web tertentu atau mengklik iklan tertentu.

  • Social Media Widgets and Platforms

Situs Academia.edu menjangkau fitur media sosial seperti Facebook dan Twitter yang mungkin mencakup widget seperti tombol bagikan  atau program mini interaktif lainnya. Fitur-fitur ini dapat mengumpulkan alamat IP pengguna, Tidak hanya facebook dan twier Academia.edu juga mencakup blog yang dapat di diakses publik, forum komunitas atau fitur pesan pribadi.

  • Analitics

Academia.edu menggunakan google analytics dan pelaporan demografi untuk mengumpulkan informasi mengenai perilaku pengunjung dan demografi pengunjung pada beberapa Layanan, serta untuk mengembangkan konten situs web.

  • Phishing

Pencurian identitas dan praktik yang saat ini dikenal sebagai “Phishing” menjadi perhatian besar bagi Academia.edu. Menjaga informasi untuk membantu melindungi pengguna dari pencurian identitas adalah prioritas utama.

  • Information Sharing and Disclosure

Academia.edu akan menampilkan Informasi Pribadi di halaman profil pengguna yang mungkin tersedia untuk umum di Situs sesuai dengan preferensi yang ditetapkan di akun pengguna.

  • Aggregate Information and Non-Identifying Information

Academia.edu dapat membagikan aggregate information yang tidak termasuk Informasi Pribadi dan dapat mengungkapkan non-identifying information serta log data dengan pihak ketiga untuk analisis industri, profil demografis, dan tujuan lain. Setiap aggregate information yang dibagikan dalam konteks ini tidak akan mengandung Informasi Pribadi pengguna.

  • Service Providers

Academia.edu dapat mempekerjakan perusahaan pihak ketiga dan individu untuk memfasilitasi Layanan Academia.edu atas nama perusahaan, untuk melakukan layanan terkait Situs (misalnya: without limitation, maintenance services, database management, web analytics and improvement of the Site’s features) atau untuk membantu dalam menganalisis bagaimana Situs dan Layanan Academia.edu dapat digunakan.

  • Marketing — Interest Based Advertising and Third Party Marketing

Layanan Academia.edu dapat mengizinkan mitra iklan Pihak Ketiga untuk mengatur alat pelacakan untuk mengumpulkan informasi mengenai aktivitas pengguna (misalnya: IP address user, page visited, time of day).

  • Compliance with Laws and Law Enforcement

Academia.edu bekerjasama dengan pemerintah dan pejabat penegak hukum serta swasta untuk menegakkan dan mematuhi hukum. Academia.edu akan mengungkapkan informasi apapun tentang pengguna kepada pejabat pemerintah, penegak hukum, atau swasta atas pertimbangan perusahaan. Apabila yakin sedang terjadi pengaduan, untuk akhirnya dirasakan perlu atau tidaknya dilakukan proses hukum. Namun tidak terbatas pada pengadilan, melainkan dari Academia.edu pun memperdulikan properti atau hak-hak pihak ketiga untuk melindungi keselamatan publik dan mengurangi resiko pelanggaran hukum.

  • Merger, Sale, or Other Asset Transfers

Academia.edu berusaha mengarahkan penerima untuk menggunakan Informasi Pribadi dengan cara yang konsisten dengan Kebijakan Privasi yang berlaku pada saat Informasi Pribadi tersebut dikumpulkan.

  • Links to Third Party Websites

Academia.edu berisi tautan ke situs web lain, sedangkan situs web lain dapat merujuk atau menautkan ke Situs Academia.edu atau layanan lain. Apabila pengguna memilih untuk mengunjungi pengiklan dengan memilih iklan banner atau jenis iklan lain, ataupun memilih tautan Pihak Ketiga lainnya, maka pengguna akan diarahkan ke situs web Pihak Ketiga tersebut.

  • Rights of Access, Rectification, Erasure, and Restriction

Semua pengguna Academia.edu dapat meninjau, memperbarui, memodifikasi atau menghapus Informasi Pribadi di halaman profilnya kapan saja dengan masuk ke Akunya dan mengakses fitur seperti Edit Profil dan Info Akun.

  • Opt-Out (Right to Object to Processing)

Pengguna memiliki hak untuk menolak dan menyisih dari penggunaan dan pengungkapan tertentu atas Informasi Pribadi pengguna. Di mana pengguna telah menyetujui pemrosesan informasi pribadinya oleh Academia.edu, pengguna dapat menarik persetujuan tersebut kapan saja dan memilih untuk tidak ikut serta dalam Proses lebih lanjut dengan menghubungi privacy@academia.edu.

  • Email and Telephone Communications

Apabila pengguna menerima email yang tidak diinginkan dari Academia.edu, pengguna dapat menggunakan tautan berhenti berlangganan yang terdapat di bagian bawah email untuk memilih tidak menerima email berikutnya. Academia.edu akan memproses permintaan dalam waktu yang wajar setelah diterimanya permintaan.

  • Data Retention

Academia.edu menyimpan Informasi Pribadi yang diterima seperti yang dijelaskan dalam Kebijakan Privasi ini selama pengguna menggunakan Layanan Academia.edu atau yang diperlukan untuk memenuhi tujuan pengumpulannya, menyediakan Layanan Academia.edu, menyelesaikan perselisihan, menetapkan pembelaan hukum, melakukan audit, mengejar tujuan bisnis yang sah, menegakkan perjanjian kami, dan mematuhi hukum yang berlaku.

  • Security

Academia.edu sangat peduli dalam menjaga informasi pengguna. Perusahaan menggunakan langkah-langkah keamanan fisik, teknologi, dan administrasi yang wajar untuk melindungi informasi pengguna dan berupaya memastikannya berlaku dalam situasi tersebut. Namun tidak ada metode transmisi melalui Internet, atau metode penyimpanan elektronik, dan Academia.edu tidak dapat memastikan atau menjamin keamanan informasi yang pengguna berikan kepada perusahaan.

  • Internasional Transfer

Informasi pengguna dapat ditransfer dan dikelola di  komputer yang terletak di luar negara bagian pengguna, provinsi, negara, atau yurisdiksi pemerintah lainnya di mana undang-undang privasi mungkin tidak melindungi seperti yang ada di yurisdiksi pengguna. Informasi pengguna yang dikumpulkan melalui Situs dapat disimpan dan Diproses di Amerika Serikat atau negara lain tempat Academia.edu mengelola fasilitas.

  • Kebijakan Kami Terhadap Anak-Anak

Situs ini tidak ditujukan kepada orang di bawah usia 13 tahun. Perusahaan tidak secara sadar mengumpulkan informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi dari anak-anak di bawah 13 tahun. Apabila orang tua atau wali mengetahui bahwa anaknya telah memberikan Informasi Pribadi kepada perusahaan tanpa persetujuan, pihaknya harus menghubungi perusahaan di privacy@academia.edu. Apabila perusahaan mengetahui bahwa seorang anak di bawah usia 13 tahun telah memberi  Informasi Pribadi, perusahaan akan menghapus informasi tersebut dari file perusahaan.

 

IV.Kesimpulan

Academia.edu adalah salah satu situs jejaring sosial Amerika di bidang akademik yang awal kehadirannya dilatarbelakangi, karena hasil  reaksi dari adanya kebutuhan untuk mendistribusikan sebuah hasil penelitian instan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap ilmu dan akses terbuka serta sistem peer-review.Dimana penggnaan academia.edu  untuk semua pengguna khususnya bagi mahasiswa untuk mencari referensi serta perkenalan peneliti luar negeri maupun dalam negeri dan juga mendapat bertukar informasi baik hasil peneliti maupun tentang lowongan pekerjaan. Bagi dosen dan peneliti selain manfaat seperti di dapatkan oleh mahasiswa, dosen dan peneliti juga menggunakan academia untuk tempat mempublikasikan ilmiah gratis. Dan juga bisa berbagi informasi atau sharing informasi yang kita punya.

 

Lampiran:

 

Daftar Pustaka

Endra, Robby Yuli. (2017, 15 Mei). Cara Daftar, Fungsi, Manfaat Academia.edu: Situs Share Hasil Penelitian. Diperoleh 20 Februari 2019, dari http://jejakdosen.com/cara-daftar-fungsi-manfaat-academia-edu/

(2019, 11 Februari). Academia.edu. Diperoleh 15 Feb 2019, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Academia.edu

Copyright Policy. Diperoleh 18 Feb 2019, dari http://www.academia.edu/copyright

Dikutip dari artikel pada laman https://web.archive.org/web/20160427110626/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman http://www.tiki-toki.com/timeline/entry/347471/linkedin-A-Short-Historical-Review/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman https://www.omnicoreagency.com/linkedin-statistics/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman https://foundationinc.co/lab/b2b-marketing-linkedin-stats/ diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artiketl pada laman https://www.linkedin.com/pulse/linkedins-mobile-app-versus-desktop-8-differences-bob diakses pada 18 Februari 2019

Dikutip dari artikel pada laman https://www.linkedin.com/legal/user-agreement#rights diakses pada 18 Februari 2019

Di kutip dari Cermati.com pada laman https://www.cermati.com/artikel/manfaat-linkedin-bagi-karir-kamu Di akses pada tanggal 04 Mei 2019

 

 

 

 

Pemanfaatan Aplikasi Internet

Perpustakaan sebagai agen perubahan atau agen pembangunan harus dapat memberikan sebuah sajian informasi yang lebih kreatif dengan sistem pelayanan yang lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu di setiap perpustakaan atau lembaga informasi berusaha untuk mengintegrasikan sebuah teknologi informasi dan komunikasi yang berguna untuk membangun dan memberdayakan civitas akademikanya agar dapat bersaing didalam era globalisasi dan perkembangan sebuah informasi yang sangat pesat di saat ini. Penggunaan internet pada perpustakaan sekarang ini sangat dibutuhkan baik oleh pengguna perpustakaan dan untuk pustakawannya juga.  Internet sangat berpengaruh dengan adanya internet di perpustakaan pemustaka dapat dengan mudah berkomunikasi, mencari sebuah literatur di internet, mencari sebuah koleksi dengan mudah,cepat dan tepat. Internet saat ini sangat dibutuhkan sekali di era digitalisasi karena koleksi pada perpustakaan saat ini pun terdapat koleksi digitalnya yang dapat diakses dengan komputer masing masing yang telah terhubung dengan internet yang ada. Koleksi digital perpustakaan berupa e-book dan journal yang telah dilanggan oleh perpustakaan perguruan tinggi . keuntungan dengan adanya internet juga dirasakan oleh pustakawannya yaitu dengan adanya internet mempermudah pekerjaan pemustaka dengan menginput koleksi perpustakaan kedalam sistem otomasi perpustakaan dengan cepat, mudah dan tepat.

Nah, pada ruang baca fakultas Ilmu Komputer dari awal pembukaan ruang baca sudah terdapat fasilitas internet yang telah disediakan oleh kepala perpustakaan bapak Syaifudin. Ruang baca FILKOM ini dapat tergolong ruang baca yang baru berdiri tetapi anda akan takjub dengan perkembangan yang ada pada ruang baca ini sangat pesat dengan adanya perkembangan beberapa aplikasi-aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah para pemustakanya. Perkembangan aplikasi ini tentunya didukung dengan adanya internet yang ada di fakultas ilmu komputer tersebut. Perkembangan aplikasinya seperti untuk peminjaman koleksi, pengembalian koleksi, bayar denda dan lain-lain

Jika ingin tau lebih lanjut mengenai apa aja sih manfaat dari internet yang di gunakan di ruang baca FILKOM ini langsung saja yuk kita simak vidionya bareng-bareng biar kita juga dapat mengambil ilmu dalam vidio tersebut. Klik link dibawah ini untuk nonton vidio kita ya Enjoy for watching.

 

Peran Internet Pada Perpustakaan

Peran Internet Pada Perpustakaan

 

Untuk MemenuhiTugas pra  UTS  Mata Kuliah Pengembangan Aplikasi Internet

 

 

 

Oleh

Adi Surya Pradana               165030701111001

 

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI  PERPUSTAKAAN & ILMU INFORMASI

2018

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga artikel Pengembangan Aplikasi Internet yang berjudul ” Peran Internet Pada Perpustakaan   ”dapat selesai sesuai dengan waktu yang di tentukan.

Dalam mata kuliah Pengmebangan Aplikasi Internet , di dalamnya membahas  tentang bagaimana dan apa saja bentuk perkembvangan yang di sebabkan dengan adanya interenet khuusnya di bidang perpustakaan dan ilmu informasi, oleh karena itu pada artikel ini akan membahas mengenai penggunaan internet pada perpustakaan.

Mungkin dalam pembuatan artikel  ini masih terdapat banyak kesalahan, penulis mohon maaf serta mohon kritik dan sarannya agar artikel atau tulisan berikutnya dapat lebih baik.

 

 

 

 

Malang, 15 Desember 2019

Penulis

 

Adi Surya Pradana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Perkembangan zaman yang sudah berkembang  dewasa ini membuat masyarakat harus   ikut andil dalam mewarnainya  dengan berperan sebagai pengguna fasilitas wujud  dari kemajuan tekhnologi tersebut. Penggunaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan informasi yang di butuhkan oleh seorang individu yang dimana arus globalisasi dalam bidang informasi menyebar dengan begitu cepat dari pelosok dunia sehingga seakan tidak adanya jarak antara negara satu dengan negara lainnya di dunia.Sehingga Marshall McLuhan menyatakan bahwa dunia ini diibaratkan sebagai suatu perkampungan sejagat atau global village, karena memang informasi di suatu tempat dapat diakses dengan mudah pada daerah lain di dunia ini. Teknologi informasi (TI) juga terus mengalami perembangan sejalan dengan perkembangan peradaban manusia . Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur TI, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), dan teknologi komunikasi.Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga membawa perubahan penting dan mendasar bagi perpustakaan dalam mengelola, memberikan layanan baru, menjalin hubungan antar-perpustakaan atau dengan berbagai pangkalan data di luar perpustakaan. Konsep pelayanan perpustakaan yang secara konvensional menekankan penyediaan akses ke informasi yang dimiliki, kini dengan kehadiran Internet telah berubah ke arah konsep tanpa harus memilikinya. Peran perpustakaan yang secara tradisional hanya memberi layanan peminjaman koleksi kepada pengguna, akan berubah menjadi penyedia hubungan antara pengguna dengan berbagai jenis dan bentuk informasi di tempat manapun (agent of information). Melalui Internet, perpustakaan dapat menghubungkan pengguna ke berbagai situs atau pangkalan data di mancanegara. Dewasa ini, Internet dianggap sebagai sumber daya informasi yang sangat besar.

Uraian di atas memberi gambaran bahwa Internet berdampak positif terhadap perpustakaan. Internet memunculkan suatu paradigma baru dalam pelayanan perpustakaan. Internet memberikan banyak kemudahan bagi pepustakaan dalam melaksanakan tugas dan misinya. Sekalipun Internet memberi perubahan kepada konsep dasar pengelolaan dan pelayanan perpustakaan, namun Internet tidak akan menghilangkan keberadaan perpustakaan, bahkan tidak akan dapat menghilangkan atau menggantikan media cetak, akan tetapi justru sebaliknya, dengan kehadiran Internet keberadaan perpustakaan sebagai penyedia, pengolah dan penyebar informasi semakin eksis dan kuat.

  1. Tujuan

Adapun Tujuan dari dibuatnya artikel ini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana peran adanya internet terhadap perpustakaan.

 

 

Kajian Pustaka

 

  1. Pengertian Internet

Internet  merupakan jaringan dari ribuan jaringan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia (LaQuery, 1997). Pendapat ini menunjukkan bahwa Internet merupakan suatu jaringan internasional atau mancanegara yang menghubungkan jutaan komputer di dunia. Pendapat lain menyatakan bahwa Internet adalah sistem komputer yang saling berhubungan, sehingga memungkinkan komputer desktop yang kita miliki dapat bertukar data, pesan, dan file-file dengan berjuta-juta komputer lain yang berhubungan ke Internet (Allen, 1997). Kedua definisi di atas memberikan pemahaman yang sangat mendasar, bahwa berbicara tentang Internet objeknya adalah komputer, jaringan dan perangkat lainnya (hardware dan software). Jaringan komputer tersedia dalam berbagai format, namun ada dua jenis yang utama yaitu Local Area Network (LAN) dan Wide Area Network (WAN). Local Area Network biasanya terbentuk dengan menghubungkan beberapa komputer yang berdekatan, yang berada pada suatu ruangan atau gedung dengan menggunakan kabel sebagai penghubungnya. Sedangkan Wide Area Network adalah format jaringan di mana suatu komputer dihubungkan dengan yang lainnya melalui sambungan telepon. Data dikirim atau diterima oleh atau dari suatu komputer ke komputer lainnya lewat sambungan telepon. Konektor suatu komputer dengan telepon adalah menggunakan modem. Internet menyediakan sejumlah layanan yang bisa di nikmati seperti  yang dapat digunakan oleh pengguna, antara lain: Newsgroup atau Mailing List, World Wide Web (WWW), File Transfer Protocol (FTP), Electronic Mail (E-mail), Gopher, Chat Group, Telnet, dan sebagainya (Sitompul, 1997).

  1. Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi didefinisikan sebagai penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang. Sulistyo-Basuki (1991:87) dalam bukunya mengatakan bahwa teknologi ini bersinonim dengan ilmu terapan. Menurut Holland dalam Sulistyo-Basuki, informasi didefinisikan sebagai arti yang diungkapkan oleh manusia yang merupakan hasil dari representasi suatu fakta. Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa informasi merupakan suatu data yang diperoleh dari fakta, diproses, disimpan dan dikomunikasikan.

Sulistyo-Basuki (1991:87) mendefinisikan teknologi informasi sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi yang dapat berupa informasi numenk. audio. teks. maupun citra. Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada penggunaan teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim/menyebarkan informasi. Teknologi informasi adalah perpaduan dari teknologi komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang mentransmisikan data. suara, dan video.

  1. Otomasi Perpustakaan

Menurut Cohn, otomasi perpustakaan merupakan sistem yang mengkomputerisasikan beberapa kegiatan yang dilakukan pada perpustakaan tradisional seperti, kegiatan pengolahan bahan pustaka, sirkulasi, katalog publik (OPAC), pengadaan (akuisisi), manajemen keanggotaan, data (database) perpustakaan sebagai pondasinya (Cohn, Kelsey, & Fiels, 2001:15). Menurut Sulistyo Basuki, otomasi perpustakaan adalah proses atau hasil peneiptaan mesin swatindak atau swakendali tanpa campur tangan manusia dalam proses tersebut sebagai bentuk penerapan teknologi informasi untuk kepentingan perpustakaan dari mulai pengadaan hingga jasa informasi bagi pembaca (Basuki, 1994:96). Terdapat beberapa tujuan dan manfaat dari adanya sistem otomasi perpustakaan, menurut Lasa, 2009:223 diantaranya sebagai berikut :

  1. Membuat pekerjaan menjadi ringan dan efisien , khususnya yang rutin dan berulang-ulang,
  2. Menghemat waktu dan tenaga sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam bekerja,
  3. Memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dilakukan secara manual,
  4. Memberikan hasil pekerjaan yang konsisten dan akurat,
  5. Memberikan kualitas layanan kepada pengguna,
  6. Meningkatkan pencitraan yang positif terhadap perpustakaan,
  7. Meningkatkan daya saing,
  8. Meningkatkan kerja sama antar perpustakaan.

pengelolaan terbitan berseri. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan pangkalan data.

 

 

  1. Perpustakaan

            Perpustakaan Menurut UU No. 43 tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Menurut Sulistyo-Basuki, perpustakaan adalah kumpulan buku atau akomodasi fisik tempat buku dikumpulsusunkan untuk keperluan bacaan, studi, kenyamanan ataupun kesenangan. Jadi konsep perpustakaan mengacu pada bentuk fisik tempat penyimpanan buku maupun sebagai kumpulan buku yang disusun untuk keperluan pembaca. Dalam struktur bahasa (etimologi), Perpustakaan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar pustaka. Dalam berbagai bahasa yang lain, seperti dalam bahasa Inggris Perpustakaan disebut Library, yang berasal dari akar kata Liber dari bahasa Yunani yang artinya buku, dalam bahasa Belanda disebut Bibliotheek, dalam bahasa Jerman disebut Bibliothek, bahasa Prancis menyebutnya dengan Bibliotheque, bahasa Italia menyebut dengan Biblioteca, bahasa Spanyol dan Portugis menyebut dengan Bibliotheca, dan dalam bahasa Arab menyebutnya dengan istilah al-Maktabah. Sulistyo-Basuki (1991) menyebutkan terdapat 5 fungsi perpustakaan dalam masyarakat yaitu:

  1. Fungsi Simpan Karya Perpustakaan berfungsi untuk menyimpan hasil karya yang dicipttakan masyarakat. Adapun hasil karya yang dapat disimpan diperpustakaan umumnya adalah karya cetak dan karya yang dapat direkam lainnya.
  2. Fungsi Informasi Perpustakaan harus dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat yang datang ke perpustakaan dapat mencari dan mendapatkan informasi sesuai apa yang dibutuhkannya secara lengkap. Perpustakaan juga hendaknya mampu menyajikan informasi yang layak dikonsumsi masyarakat. Masyarakat bisa juga memberikan informasi kepada perpustakaan sehingga informasi tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat lainnya.
  3. Fungsi Pendidikan Keberadaan perpustakaan selaras dengan tujuan pendidikan. Perpustakaan sangat bermanfaat untuk menunjang proses pembelajaran. Perpustakaan menyediakan sumber-sumber belajar dan materi-materi pembelajaran.
  4. Fungsi Rekreasi Perpustakaan juga mampu menyajikan informasi yang menyenangkan dan menghibur bagi penggunanya. Masyarakat yang datang ke perpustakaan dapat merasakan suasana yang nyaman dan situasi yang kondusif untuk menerima informasi yang dicari.
  5. Fungsi Kultural Merupakan fungsi perpustakaan sebagai media untuk melestarikan kebudayaan yang ada di masyarakat.

Perpustakaan juga dapat digunakan sebagai tempat mengembangkan kebudayaan itu sendiri. Informasi yang didapat dari perpustakaan dapat digunakan untuk memberi nilai tambah pada tatanan sosial budaya yang sudah ada. Sutarno dalam Suwarno (2011: 21) menyebutkan bahwa terdapat 3 tugas perpustakaan yang secara garis besar adalah sebagai berikut:

  1. Tugas menghimpun informasi meliputi kegiatan mencari, menyeleksi, dan mengisi perpustakaan dengan sumber informasi yang memadai dan lengkap baik dalam arti jumlah, jenis, maupun mutu yang disesuaikan dengan kebijakan organisasi, ketersediaan dana, dan keinginan pemakai serta mutakhir.
  2. Tugas mengelola, meliputi proses pengolahan, penyusunan, penyimpanan, dan pengemasan agar tersusun rapi, mudah ditelusuri kembali (temu balik informasi) dan diakses oleh pemakai, serta merawat bahan pustaka.
  3. Tugas memberdayakan dan memberikan layanan secara optimal. Dalam Undang-Undang No. 43 tahun 2007 pasal 20 disebutkan jenis-jenis Perpustakaan terdiri atas:
  4. Perpustakaan Nasional;
  5. Perpustakaan Umum;
  6. Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
  7. Perpustakaan Perguruan Tinggi; dan
  8. Perpustakaan Khusus

 

Pembahasan

  1. Dampak Internet Terhadap Perpustakaan

Kehadiran teknologi informasi seperti Internet dan multimedia telah merubah konsep dasar maupun peran perpustakaan (Rahardjo, 1995). Konsep pelayanan perpustakaan yang secara konvensional menekankan penyediaan akses ke informasi yang dimiliki, kini dengan Internet berubah ke arah konsep tanpa harus memilikinya. Konsep perpustakaan yang selama berabad-abad menjadi pengelola informasi berbasis cetak (paper-based), kini dengan Internet dapat menjadi pengelola informasi elektronik. Adanya Internet membuat fugsi dari peprustakaan semakin berkembang, terutama dengan memanfaatkan fasilitas www-nya, akan memungkinkan banyak perpustakaan menjadi online. Perpustakaan yang online, berarti bahwa database koleksinya tersambung ke Internet, dengan demikian dapat diakses dari luar perpustakaan atau dari berbagai tempat. Internet telah membuka dunia baru bagi perpustakaan. Perpustakaan yang secara konvensional berinteraksi secara pasif kepada pengguna melalui layanan buku, maupun jurnal semata, akan menjadi lebih agresif dengan Internet. Ada beberapa konsekuensi menarik dengan banyaknya perpustakaan yang tersambung ke Internet yaitu:

(1) Sumber ilmu pengetahuan yang biasanya terbatas hanya tersedia pada jenis perpustakaan tertentu, kini menjadi tidak terbatas dengan adanya akses Internet.

(2) Buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian dan dokumen lainnya yang umumnya tersedia hanya di perpustakaan lokal, menjadi tidak terbatas karena dapat dicari di berbagai perpustakaan yang ada di Internet.

(3) Perpustakaan tidak lagi terbatas pada koleksi berbasis cetak (paper based), akan tetapi menjadi pusat diseminasi informasi maupun pangkalan data penelitian serta aktivitas lainnya (Purbo, 1996).

Melakukan pengambilan file (download) suatu informasi tertentu dari Internet ada  yang bersifat gratis ataupun. Download file artikel dari jurnal ilmiah tertentu, biasanya selalu meminta pembayaran, atau untuk dapat mengakses jurnal itu harus membayar biaya langganan per tahun. Sekalipun demikian, jika dihitung biaya melanggan suatu jurnal ilmiah tercetak jauh lebih mahal, jika dibandingkan dengan biaya melanggan jurnal itu secara online. Hal ini dapat dimengerti, karena penerbit jurnal tersebut tidak lagi memperkirakan biaya pencetakan, distribusi dan sebagainya. Bagi perpustakaan yang sudah tersambung dengan Internet keadaan ini sangat menguntungkan karena menghemat biaya pengadaan, menghemat penyimpanan, dan dapat memperoleh informasi dari jurnal itu dalam waktu yang relatif sangat cepat, dan sebagainya.

Uraian di atas memberi gambaran bahwa Internet berdampak positif terhadap perpustakaan. Internet memunculkan suatu paradigma baru dalam pelayanan perpustakaan. Internet memberikan banyak kemudahan bagi pepustakaan dalam melaksanakan tugas dan misinya.

  1. Manfaat Internet bagi pemustaka Perpustakaan

Dengan adanya keberadaan internet dapat membantu pemustaka  dalam menyelesaikan berbagai tugas-tugas  ataupun dapat menambah khasanah informasinya, melalui akses internet dengan berbagai penyediaan informasi yang ada. Hal ini secara otomatis berkaitan dengan frekuensi pemanfaatan internet itu sendiri. Semakin sering pemustaka menggunakan internet untuk mengakses informasi, maka semakin bertambah pula informasi yang dipeoleh pemustaka tersebut. Dengan melihat frekuensi kunjungan pemustaka yang begitu intens untuk berkunjung ke perpustakaan dan memanfaatkan internet guna menambah informasi, secara otomatis keberadaan internet dapat memberikan kontribusi positif bagi pemustaka itu sendiri. Karena dengan adanya internet di perpustakaan secara otomatis menjadi daya Tarik tersendiri bagi pemustaka untuk sering datang ke perpustakaan hal tersebut juga terlihat dari durasi penggunaan internet yang mana sebagian besar mahasiswa menggunakan internet ± 1-2 jam setiap hari, namun ada juga yang menggunakan internet ± 2-3 jam tergantung dari kebutuhan pemustaka itu sendiri. Hal inipun memberikan dampak postif bagi perpustakaan yaitu semakin bertambahnya jumlah pengunjung perpustakaan setiap hari. Fasilitas internet di perpustakaan sangat berperan dalam memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, dan dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan pemustaka, karena sebagian besar pemustaka menyatakan bahwa keberadaan fasilitas internet dapat memenuhi kebutuhan informasi yang mereka butuhkan. Keberadaan fasilitas internet itu sendiri merupakan suatu terobosan baru dalam dunia perpustakaan guna menyajikan informasi secara lebih praktis bagi pemustaka. Internet itu sendiri juga pada dasarnya merupakan aplikasi yang sangat mudah untuk digunakan oleh berbagai macam kalangan dan penggunaanyapun dapat memberikan implikasi positif bagi pemustaka yang membutuhkan informasi. Perpustakaan dengan segala keberadaannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, melalui penyediaan layanan internet yang saat ini cukup diminati oleh civitas akademika, baik mahasiswa, dosen maupun staf atau pegawai yang ada untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan informasi, baik melalui karya tulis ilmiah yang ada berupa jurnal, artikel, penelitian ataupun yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar pengguna perpustakaan lebih tertarik untuk menelusur dan menemukan informasi melalui internet dibandingkan melalui koleksi buku. Menurut pemustaka informasi yang diperoleh melalui internet sangat mudah dipahami dan dimengerti dibandingkan menggunakan koleksi buku pemustaka harus berusaha menelaah dan memahami benar apa yang disajikan dari koleksi tersebut. Selain itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna, hal ini yang membuat pemustaka cenderung beralih untuk menggunakan fasilitas internet dibandingkan menggunakan koleksi buku. Pada dasarnya pemustaka membutuhkan informasi yang akurat, relevan, ekonomis, cepat, tepat serta mudah didapatkan, dengan keadaan demikian maka pemustaka lebih cenderung dan tertarik untuk menggunakan internet sebagai sarana penelusuran informasi yang praktis dibandingkan yang lainnya.

  1. 3. Sesuatu ttg perpustakaan setelah adanya Internet

Kehadiran internet ini membawa sesuatu yang baru bagi per pustakaan karena dengan kehadiran internet maka muncullah istilah Digital Library (Perpustakaan Digital), e­Library (Perpustakaan elektronik), dan Virtual Library (Perpustakaan Maya). Ketiga istilah ini merupakan sesuatu yang tidak asing lagi bagi kita dan turut mem perkaya khazanah kosa kata bahasa kita. Manfaat Perpustakaan Digital tidak hanya dirasakan oleh peng gunanya saja, akan tetapi juga pustakawan pun ikut merasakan bagai mana manfaat Perpustakaan Digital (Digital Library) ini. Menurut Harmawan13 ada beberapa manfaat Perpustakaan Digital ini, yaitu :

  • Bagi pengguna perpustakaan, diantaranya :

– Mengatasi keterbatasan waktu

– Mengatasi keterbatasan tempat

– Memperoleh informasi yang paling baru dengan cepat

– Mempermudah akses informasi dari berbagai sumber

– Mempermudah untuk memindah dan merubah bentuk untuk kepentingan presentasi, dan sebagainya.

  • Bagi Pustakawan, diantaranya :

– Memperingan pekerjaan – Meningkatkan layanan

– Tidak memerlukan gedung dan ruang yang besar

– Menumbuhkan rasa bangga Pengembangan Perpustakaan Digital ini merupakan sesuatu yang baru karena menerapkan dari sistem tradisional manual menuju modern yang canggih. Namun demikian dalam penerapan atau membangun Perpustakaan Digital ini ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan. Di antara faktor-faktor tersebut adalah

  1. Analisa Kebutuhan
  2. Studi Kelayakan
  3. Memilih Sofware
  4. Pelaksanaan
  5. Evaluasi

Penggunaan internet tidak dapat di hindari lagi dalam dunia pendidikan, dengan kemudahan yang di tawarkan membuat pencarian informasi lebih efisien menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi para mahasiswa yang sedang menemuh studinya. Oleh sebab itu penting bagi pihak universitas untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mahasiswanya dalam menunjang proses belajar merek, salah satunya adalah dengan adanya fasilitas ruangan internet di UPT Perputakaan Univeristas Sam Ratulangi. UPT Perputakaan Univeristas Sam Ratulangi diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal sehingga para mahasiswa dapat terbantu dengan hadirnya ruangan khusus untuk mengakses internet tersebut.    Berdasarkan hasil wawancara informan telah terbiasa menggunakan internet dari sebelum mereka memasuki dunia perkuliahan, sehingga pengetahuan mereka dalam menggunakan interenet tidak perlu diragukan lagi,

 

KESIMPULAN

 

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Internet merupakan salah satu sarana untuk mencari informasi. Informasi yang tersedia di internet memuat segala bentuk bidang baik bidang pendidikan ,bisnis dan sebagainya tergantung dari kebutuhan pamakainya.
  2. Kehadiran internet ini bisa membawa berbagai macam dampak, baik dampak positif dan mempunyai nilai plus maupun dampak yang negatif terutama merusak nilai-nilai moralitas anak bangsa.
  3. Dengan adanya internet maka perpustakaan perpustakan konvensional mulai beralih menjadi perpustakaan Hibryda yang dimana proses pelayanan dan fungsi perpustakaan mulai di gabungkan dengan tekhnologi , Perpustakaan Elektronik, Perpustakaan Maya. Ketiga istilah ini memperkaya kosa kata bahasa Indonesia dan juga memperkaya khazanah Ilmu Pengetahuan di Indonesia terutama di bidang perpustakaan.
  4. Dengan adanya internet tugas,fungsi dan pekerjaan yang ada di peprustakaan semakin terbantu sehingga cepat efisien dan efektif ,sehingga arah kepuasan pelayanan terhadap pemustaka semakin bisa di optimalkan.
  5. Internet merupakan salah satu infrastruktur informasi yang menjadi sarana penyebar informasi. Dengan keberadaan internet maka ada beberapa kemudahan dalam mengakses informasi secara up to date.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Rodhin,Roni.2011. INTERNET DALAM KONTEKS PERPUSTAKAAN,Vol 4,N0 1.Pustakaloka.Di akses pada tanggal 03 Maret 2019 di http://jurnal.stainponorogo.ac.id/index.php/pustakaloka/article/download/631/475

Liando,Olivia Dkk.2017. PEMANFAATAN INTERNET UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR MAHASISWA,Vol 6,No 1.Acta Diurna.Di akses pada tanggal 03 Maret 2019 di https://media.neliti.com/media/publications/90958-ID-pemanfaatan-internet-upt-perpustakaan-un.pdf

Karundeng,Anjani grace Dkk.2016. PEMANFAATAN LAYANAN INTERNET PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR MAHASISWA,Vol 5,No 5.Acta Diurna.Di akses pada tanggal 03 Maret 2019 di https://media.neliti.com/media/publications/91118-ID-pemanfaatan-layanan-internet-pada-perpus.pdf

Hasugia, Jonner.2005. Pemanfaatan Internet   Studi Kasus Tentang Pola, Manfaat dan Tujuan  Penggunaan Internet Oleh Mahasiswa pada Perpustakaan USU,Vol 1,No 1. Pustaha: Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi.Di akses pada tanggal 03 Maret 2019 di https://media.neliti.com/media/publications/90958-ID-pemanfaatan-internet-upt-perpustakaan-un.pdf

 

 

 

 

Mengapa Setiap Perpustakaan Harus Menggunakan Slims

Mengapa Setiap Perpustakaan Harus Menggunakan Slims

Untuk Memenuhi  UAS  Mata Kuliah Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran 

Oleh

Adi Surya Pradana               165030701111001

 

 

 

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI  PERPUSTAKAAN & ILMU INFORMASI

2018

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan artikel  yang berjudul “SLiMS – Senayan Library Management System”. Artikel  ini disusun untuk memenuhi  tugas pra ulangan akhir semester pada mata kuliah Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran.

Penulis menyadari bahwa penyusunan artikel ini belum dikatakan sempurna karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Namun demikian, penulis berharap bahwa artikel  ini dapat  disetujui untuk memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.Terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyelesaian artikel ini. Semoga artikel ini dapat memenuhi syarat dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

 

 

 

 

                                                                          Malang, 19 Desember 2018

                                                                                                            Penulis,

                Adi surya pradana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Perkembangan dalam bidang tekhnologi informasi sangatlah pesat dan juga berdampak pada perilaku manusia di era ini ,diman semua pekerjaan semakin tergantung dengan tekhnologi  yang memudahkan segala sesuatu berjlan dengan cepat tepat akurat serta pekerjaan yang biasa di kerjakaan memerlukan waktu lama bisa di kerjakan dengan cepat. Pemanfaatan teknologi informasi di segala sektor kehidupan tanpa di sadari telah membawa ke dalam arah era globalisasi yang perkembangan tekhnologi yang khususnya informasi ini berupa perkembangan infrastruktur tekhnologi informasi,seperti hardware, software dan tekhnologi komunikasi Perkembangan informasi diiringi dengan perkembangan teknologi informasi yang disebut dengan Teknologi Informasi (TI).Menurut Sulistyo-Basuki (1998) Teknologi Informasi merupakan teknologi yang berbasis computer yang digunakan untuk bekerja secara efisien dengan memanfaatkan media internet.Perkembangan tekhonologi informasi sudah memberikan dampak menyeliuruh bagi aspek kehidupan tidak terkecuali perpustakaan yang berperan sebagai unit pelayanan teknis yang menyediakan informasi tentang ilmu pengetahuan yang meliputi  perpustakaan umum ,khusus maupun perpustakaan perguruan tinggi.Saat ini sudah semua perpustakaan sudah menggunakan komputer dalam proses kinerjanya karena mengimbangi perkembangan di era globalisasi ini ,yang dimana penggunaan komputer ini sebagai media promosi semisal melalui website, blog, jejaring social, dan lain-lain. Bentuk lain dari pemanfaatan  teknoloi informasi di perpustakaan adalah untuk pemesanan dan pengadaan, pengolahan, klasifikasi menggunanan e-DDC, penyimpanan data bibliografis, dan lain-lain. Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan juga mencakup bidang keanggotaan, layanan, penelusuran dengan online public access catalog (OPAC), dan lain-lain.

Dengan kegiatan terkomputerisasi tersebut perlu adanya software aplikasi yang mendukung proses tersebut salah satunya adalah SLIMS yang merupakan Open Source Software dari otomasi perpustakaan yang di bangun menggunakan PHP dan MysQL (SLIMS Meet Up Community: 2013). SLIMS yang memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan seluruh kegiatan di dalam perpustakaan.Oleh karena itu dalam artikel yang berjudul “Mengapa setiap perpustakaan harus menggunakan SLiMS” akan membahas kebermanfaatan Senayan Library Management System SLIMS ini bagi suatu perpustakaan.

  1. Tujuan

Adapun Tujuan dari dibuatnya Artikel  ini adalah:

  1. Untuk mengetahui gambaran umum mengenai SLiMS serta kebermanfaatan SLIMS bagi perpustakaan.

3.Rumusan Masalah

1.Bagaimana gambaran umum  SLIMS ?

  1. Apa yang di maksud otomasi perpustakaan ?
  2. Apa .kebermanfaatan slims bagi perpustakaan ?
  3. Bagaimana pengembangan sistem otomasi yang bisa menyempurnakan SLiMS ?

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

1. Gambaran umum slims

1.1 Sekilas Tentang Slims  

SLiMS Library Management System (SLiMS) adalah merupakan suatu Software(OSS)berbasis web untuk memenuhi kebutuhan automasi perpustakaan (library automation) skala kecil hingga skala besar.Dengan fitur yang  dapat dikatakan, lengkap dan masih terus aktif dikembangkan, SLiMS dapat digunakan oleh perpustakaan yang memiliki koleksi, anggota dan staf banyak di lingkungan jaringan, baik itu jaringan local (intranet) maupun internet. SLiMS merupakan aplikasi berbasis web dengan pertimbangan cross-platform, dapat berjalan dengan baik di atas platform sistem operasi seperti MacOS,MS-Windows, dan GnU/Linux. Sepenuhnya dikembangkan menggunakan perangkat lunak kode sumber terbuka     yaitu:   PHP Web Scripting Language, (http://www.php.net) dan MySQL Database Server (http://www.mysql.com). Untuk            meningkatkan interaktifitas agar bisa tampil seperti aplikasi desktop, juga digunakan teknolog AJAX (Asynchronous JavaScript And XML). Aplikasi seperti PhpThumb dan Simbio (development platform yang digunakan dan dikembangkan dari proyek Igloo) juga digunakan oleh SLiMS. Karena itu, SLiMS menggunakan Lisensi Publik GnU (GPL) v3untuk  menjamin kebebasan dalam mendapatkan, memodifikasi dan mendistribusikan kembali (rights to use, study,         copy, modify, and redistribute computer nprograms). Lebih jauh tentang GPLv3 bisa dibaca di http://www.gnu.org/licenses/gpl-3.0.html. Pada saat itu, ketika masih disebut Senayan, versi 1 dan 2 tidak dirilis    ke npublik karena masih tahap ujicoba dan sedang dalam penyempurnaan. Sejak (Senayan) versi 3, Senayan dianggap sudah stabil untuk dirilis ke           publik dan sudah waktunya  diujicoba oleh komunitas pustakawan.      Diharapkan dengan peer-to-peer review oleh publik, Senayan semakin stabil dan fitur-fiturnya bisa semakin beragam     dan mengakomodasi banyak kebutuhanSLiMS di kembangkan dari perpaduan perangkat lunak berbasis open source yang meliputi Apache sebagai web server; HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa standar yang digunakan oleh browser untuk memuat informais yang berada pada web ,PHP (Hypertext Preprocessor) adalah merupakan bahasa script yang di masukan  dalam HTML yang berguna sebagai Bahasa dari web, dan MySQL adalah suatu system memanajement database yang menyimpang smeua data. Dari semua perangkat lunak yang di padukan lalu di susun dari kode sumber yang bersifat open source. Kode sumber yang bersifat open resources inlah yang menjadikan sebuah peluang untuk para developer mengembangkan Slims yang berguna bagi peprustakaan.Di lain sisi adanya aplikasi seperti : Simbol 2 sebagai framework atau kumpulan script coding (library) yang membangun aplikasi SLiMS; Genbarcode dan Zenbarcode untuk pembuatan (generate) barcode; TinyMCE untuk penyuntingan teks berbasis web; PHPThumb untuk menampilkan gambar dalam bentuk thumbnail; Flowplayer untuk menampilkan video secara streaming dalam halaman web; ZViewer untuk menampilkan dokumen pdf; PHPLot untuk menampilkan informasi berupa laporan dalam bentuk grafik; PHPMailer untuk pengiriman email dalam aplikasi web; JQuery berguna untuk memanipulasi isi di dalam dokumen HTML, mengimbangi berbagai event, animasi, efek serta  memproses interaksi ajax; teknologi AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) berguna memudahkan interaksi pengguna dalam mengguankan aplikasi; Index dan Sphinx guna menudkung proses temu kembali informasi dengan metode yang sangat efektif  Untuk medukung pengelolaan manajemen perpustakaan.

2.2 pengembangan slims

            Awal pengembangan aplikasi Slims ini di lakuka oleh dua orang dan berhasil merilis aplikasi senayan ini pada tanggal 29 November dengan versi Senayan 3-rc4, namun pada tahap ini aplikais yang di rili belum di implementasikan pada perpustakaan  sehingga selanjutnya adanya pengembangan dalam hal membentuk komunitas pengguna yang melibatkan banyak orang sebagai anggota yang mengembangkan open source,Dimana setiap anggota mempunyai akses ke source kode dan didorong untuk aktif dalam pengembangan Senayan.Dengan melibatkan banyak orang sebagai anggota  dirilislah Senayan3-rc5 sampai Senayan3-rc10. Pada Februari 2008 dirilis Senayan3stable1 yang dianggap sudah mamou di gunakan secara stabil untuk pengelolaan di perpustakaan ,lalu pada  Maret 2008 dirilis kembali Senayan3-stable2.

Dengan pengembangan yang sudah di lakukan sampailah kepada titik dimana senayan menggatikan fungsi Alice pada awal bulaN april hingga terus berkembang menjadi Senayan3-stable15.Senayan fokus untuk melakukan penambahan fitur, perbaikan, serta update dokumentasi pada sistem senayan untuk mencapai kesempurnaan pada sistem Senayan.Perkembangan Senayan terjadi sangat cepat untuk memperbaiki sistem Senayan itu sendiri.Perbaikan ini terlihat dari versi Slims-5 meranti.Hal  inilah yang kemudian menginpirasi para pengembang SLIMS untuk mengembangkan generasi barunya dengan menggunakan nama meranti. YANG mempunyai fitur baru yang berbeda dengan versi Senayan sebelumnya. Penambahan fitur baru terlihat pada tampilan OPAC yang sangat dinamis.Dan selanjutnya berbagai ujicoba setelah itu di lakukan sehingga lterdapat slims versi terbaru yaitu pada akhir tahun 2014 yang bernama  SLIMS 7 Cendana guna menyempurnakan fitur–fitur SLIMS untuk mengelola manajemen perpustakaan.

1.3 Fitur Slims

            Menurut Arie Nugraha(Dokumentasi SLIMS) terdapat 11 fitur atau menu yang terdapat di dalam aplikasi Senayan Library Information Management System (SLIMS)

  1. Home ; Home merupakan tampilan utama dari aplikasi SLIMS
  2. OPAC ; OPAC (Online Public Access Catalog) yang digunakan untuk pencarian katalog buku di dalam perpustakaan
  3. .Bibliografi ; Bibliografi dimanfaatkan untuk menyimpan dan memasukkan data buku ke dalam aplikasi SLIMS
  4. Sirkulasi ; Menu sirkulasi dimanfaatkan sebagai sistem untuk peminjaman dan pengembalian buku didalam suatu perpustakaan
  5. Keanggotaan ; Menu keanggotaan dimanfaatkan sebagai sistem penyimpanan seluruh kegiatan keanggotaan.
  6. Mater File ; Menu Master File dimanfaatkan sebagai data bibliografi.
  7. Iventarisasi ; Menu Inventarisasi dimanfaatkan sebagaimengolah majalah, jurnal dan lain
  8. Sistem ; Menu Sistem dimanfaatkan sebagai menu untuk mendesain aplikasi SLIMS yang diterapkan di perpustakaan.
  9. Pelaporan ; Menu Pelaporan dimanfaatkan sebagai pelaporan seluruh kegiatan yang di lakukan di suatu perpustakaa dengan mengaplikasikan SLIMS.
  10. Kendali terbitan Berseri ; Menu Kendali terbitan Berseri dimanfaatkan untuk mengecek koleksi yang terdapat di perpustakaan.
  11. Modul Presensi Menu presensi difungsikan sebagai alat hitung pengunjung perpustakaan
  12. Otomasi Perpustakaan

              Menurut Cohn, otomasi perpustakaan merupakan sistem yang mengkomputerisasikan beberapa kegiatan yang dilakukan pada perpustakaan tradisional seperti, kegiatan pengolahan bahan pustaka, sirkulasi, katalog publik (OPAC), pengadaan (akuisisi), manajemen keanggotaan, pengelolaan terbitan berseri. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan pangkalan data (database) perpustakaan sebagai pondasinya (Cohn, Kelsey, & Fiels, 2001:15).       Menurut Sulistyo Basuki, otomasi perpustakaan adalah proses atau hasil penciptaan mesin swatindak atau swakendali tanpa campur tangan manusia dalam proses tersebut sebagai bentuk penerapan teknologi informasi untuk kepentingan perpustakaan dari mulai pengadaan hingga jasa informasi bagi pembaca (Basuki, 1994:96).       Menurut Decky Hendarsyah—penulis & IT ilmukomputer.com—Sistem otomasi perpustakaan merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik bagi pengelola maupun pengguna perpustakaan. Sistem otomasi perpustakaan yang baik adalah sistem yang terintegrasi, mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, sistem pencarian kembali bahan pustaka, sistem sirkulasi (peminjaman, pengembalian dan perpanjangan peminjaman), keanggotaan (membership), pengaturan hak akses keanggotaan, pendataan serta aturan  denda keterlambatan pengembalian, sistem pesan serta repoting perpustakaan. Lebih sempurna lagi, apabila sistem otomasi perpustakaan dilengkapi dengan barcoding, dan mekanisme pengaksesan data berbasis web dan internet (Hendarsyah, 2008

Dari beberapa pengertian oleh para tokoh di atas ,dapat di Tarik kesimpulan bahwa  system otomasi perpustakaan adalah suatu system yang mengintregasi tugas dan kegiatan yang ada di perpustakaan menggunakan suatau aplikasi seperti pencatatan, perekapan, pencetakan, pelaporan, dan sebagainya dengan menggunakan teknologi komputer.Aktivitas yang dilakukan oleh system otomasi perpustakaan meliputi  manajemen pengadaan (akuisisi) bahan pustaka, layanan penelusuran koleksi yang dikenal dengan istilah Online Public Access Catalogue (OPAC), manajemen pengolahan bahan pustaka, manajemen keanggotaan, manajemen sirkulasi, manajemen inventarisasi koleksi, manajemen pelaporan, dan manajemen kendali terbitan berseri.

 

3 . Kebermanfatan Slims Bagi Perpustakaan

Kebermanfatan Slims pada perpustakaan sebagai suatu system otomasi perpustakaan berdampak besar bagi optmialnya fungsi perpustkaan dalam menyebarkan informasi yang ada di dalamnya serta mencapai pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pemustaka.Berikut kebermanfaatan Slims bagi peprustakaan..

  1. Mempercepat Pekerjaan di Perpustakaan

Keberadaan slims bisa menghemat waktu untuk melakukan suatu pekerjaan di perpustakaan.Seperti halnya memudahkan seorang pustakawan dalam hal pembuatan kelengkapan buku karena dengan adanya SLIMS pekerjaan tersebut bisa lansung di selesaikan dengan sekali input data ke pangkalan data SLiMS dan sudah bisa di gunakanberbagai  kelengkapan buku seperti barcode dan label buku.Pemangkasan waktu juga di rasakan pada proses sirkulasi suatu perpustakaan serta penelusuran informasi yang di lakukan oleh karena hanya dengan memasukan kata kunci dalam kolom pencarian OPAC, informasi terkait koleksi yang dicari sudah ditampilkan

. b. Meningkatkan Performa Pekerjaan

Kebradaan slims meningkatkan performa pekerjaan yang dilakukan oleh pemustaka sebagai contoh dalam hal  inventarisasi koleksi baru yang dulunya  harus dicatat secara manual di buku induk, sekarang tinggal memasukan ke pangkalan data perpustakaan dengan ruas-ruas metadata yang sudah sangat jelas. Karena semua pekerjaan diproses oleh program, kualitas pekerjaan menjadi lebih bagus, hal ini karena pengelola perpustakaan hanya berperan untuk memasukan data selanjutnya dilakukan SLiMS. Hal inilah yang mengurangi adanya human error sehingga pekerjaan yang dilakukan memberikan hasil yang lebih baik.

  1. Peningkatan Produktifitas Kerja

Produktifitas kerja pada perpustkaan semenjak penggunaan Slims akan meningkat karena pengelola perpustakaan mampu melakukan pekerjaan dengan hasil yang lebih banyak dalam hal pengolahan pustakawan dapat melakukan pengolahan buku lebih banyak setiap harinya karena di bantu oleh system yang sudah terstruktur serta pada bidang sirkulas ,pelayanan bisa melayani peminajaman dengan se=kala yang lebih besar dalam hitungan menit Pemanfaatan SLiMS untuk penelusuran koleksi menggunakan menu OPAC juga telah mampu memberikan pengalaman baru bagi pemustaka karena mereka merasa adanya penigkatan kemampuan dalam menemukan sebuah informasi yang merek abutuhkan secara efektif efisien dan tepat.

  1. Adanya Efektifitas Kerja

Sebelum adanya SLiMS walaupun perpustakaansudah melakukan pekerjaan dengan komputer dan di rasa sudah cepat proses pekerjaannya namun masih rentan terjadi kesalahan – kesalahan yang diakibatkan oleh kesalahan pengguna (human error).Dan dengan perpustakaan menggunakan system otomasi menggunakan SLiMS  kesalahan-kesalahan semacam ini dapat diminimalisir karena semuanya dikerjakan secara otomatis oleh SLiMS, SLiMS yang bertindak sebagai pengolah data yang dimasukan oleh pengguna. Pemustaka juga merasakan keefektifan kerja dari penggunaan SLiMS dalam hal mencari suatu koleksi serta dapat mengetahui status koleksi sedang di pinjam atau tidak.

  1. Mempermudah Pekerjaan

Kemudahan yang di berikan SLiMS melalui operasionalnya dapat mempermudah pekerjaan di semua bagian di perpustakaan Sebagai contoh adalah pada bagian pengolahan ketika perlu menyisipkan koleksi baru dengan judul yang sudah ada tinggal  input data ke pangkalan data SLiMS. Pengguna bisa langsung mengedit data bibliografi yang sudah ada dengan menambahkan kode item (nomor inventaris).Pemustaka juga di permudah pekerjaannya dalam hal mencari informasi yang di butuhkan, tinggal memasukan kata kunci di OPAC informasi tentang ketersediaan koleksi yang dicari sudah muncul.

4. Pengembangan Slims  Untuk Mendukung Otomasi

Penggunaan SLiMS pada perpustakaan sebagai suatu Sistem otomasi perpustakaan tidak selalu berjalan dengan lancar dalam penerapannya ,sering sekali SLiMS yang sudah di lengkapi  dengan berbagai fitur malah membuat penggunaannya belum maksimal karena banyak sekali fitur – fitur yang ada di dalmnya tidak terpakai oleh pihak perpustakaan.Pada suatu penelitian yang penulis temukan yang berjudul ANALISIS PEMANFAATAN SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM (SLiMS) DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KOTA SALATIGA yang di tulis oleh Oleh: Jefri Eko Cahyono, Heriyanto memaparkan data saat ini pemanfaatan SLiMS di Kantor Perpustakaan dan Arsip Darah Kota Salatiga belum maksimal, masih ada fitur SLiMS yang belum dimanfaatkan. Fitur SLiMS yang belum dimanfaatkan antara lain menu area anggota (member area), kendali terbitan berseri (serial control), copy cataloging  dan penghitung pengunjung (visitor counter). Menu penghitung jumlah pengunjung awalnya sempat diaktifkan sehingga pengunjung dapat dihitung dengan membacakan nomor anggotanya dengan barcode reader yang disediakan. Menu penghitung jumlah pengunjung perpustakaan dalam SLiMS dinilai kurang efektif sehingga dinonaktifkan kembali dengan pertimbangan pengunjung perpustakaan tidak semuanya anggota perpustakaan.Data ini menunjukan bahwa fitur fitur perpustakaan tidak selalu di manfaatkan seua oleh perpustakaan karena di nilai ada yang kurang efektif

.Bukan hanya itu ,proses penerapan SLiMS pada perpustakaan juga di kendalai dengan banyaknya pustakawan yang belum mahir menggunakan SLiMS itu sendiri ini adanya kemungkinan bahwa dari slims fitur slims sendiri masih sulit untuk di pelajari atau dari pihak pustakawannya sendiri yang tidak mampu mempelajari dan hanya fokus pada bagian kerjanya saja.Oleh karena harus adanya pelatihan penggunaan slims supaya para pustakawan mampu memahami fitur” pada SLiMS secara maksimal sehingga Slims bisa di manfaatkan perpustakaan untuk meningkatkan fungsi nya dalam hal menyebarkan informasi sehingga menjadi optimal ,efisien dan efektif.

walaupun begitu, perlu adanya pengembangan untuk memaksimalkan system otomasi perpustakaan tesebut yang salah satunya penulis mempunyai gagasan yaitu dengan penggabungan aplikasi software antara SLiMS dan e-DDC,yang dimana e-DDC ini adalah  aplikasi yang ditujukan untuk membantu pustakawan dan penggiat perpustakaan dari lintas disiplin keilmuan dalam menemukan nomor klasifikasi koleksi dengan berdasar pada sistem klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification) dengan lebih mudah, efisien, ringkas dan cepat. Dimana e-DDC berguna sebagai pendamping dari SLiMS  dalam hal system informasi manajemen perpustakaan atau disebut dengan automasi perpustakaan yang saat ini di lain sisi dengan adanya sistem automasi “plus” e-DDC, maka aplikasi SLiMS yang digunakan untuk pengelolaan perpustakaan akan menjadi lebih komplit. Karena pada aplikasis enyaan sendiri  belum dilengkapi dengan fitur khusus untuk membantu menentukan nomor klasifikasi.Dengan adanya penggabungan antara SLiMS dan e-DDC ini penulis mempercayai akan membantu pencapaian otomasi perpustakaan yang maksimal

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Manfaat  dari penerapan SLiMS pada perpustakaan adalah meningkatkan kefektifan kerja dan membuat pekerjaan pada perpustakaan menjadi lebih mudah ,karena dengan penggunaan SLiMS bisa membuat minimnya kesalahan yang di lakukan  karena yang berperan sebagai pengolah data adalah SLiMS, pengguna hanya sebagai pemberi masukan. Hal ini juga membuat pekerjaan menjadi sangat mudah karena hanya dengan input data bibliografi satu kali, kelengkapan buku sudah dapat dicetak tanpa harus menyeting secara manual menggunakan aplikasi pengolah kata (word prosessor) seperti sebelumnya. SLiMS sendiri juga merupakan suatu aplikasi yang memberi kemudahan untuk mengontrol dan kejelasan program yang membantu pengguna dalam memahami SLiMS. Untuk mempelajari SLiMS ada banyak alternatif yang dapat ditempuh, bisa dengan mengikuti pelatihan yang diadakan komunitas SLiMS atau belajar mandiri menggunakan buku panduan yang ada.Namun dalam penerapanya sering sekali terjadi kendala dengan tidak di pahaminya fitur” yang ada sehingga penggunaan aplikasi SLiMS ini menjadi tidak mekasimal  dan perlu adanay suatu pemecahan masalah dalam hal otomasi peerpustakaan supaya slims lebih bisa di pahami dan lebih bisa di manfaatkan salah satunya melalui penggabungan SLiMS dengan e-DDC.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Senayan Development Community.(2017).PANDUAN PENGGUNAAN Senayan Library Management System.

Cahyo Widodo Onny.(2016). Efektifitas Penggunaan Software Open Source (Slims) Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Malang[skripsi].Surabaya. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.Universitas Airlangga di peroleh di http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-lncd09f5046afull.pdf pada 20 Desember 2018.

Azwar Muhammad.2013. Membangun Sistem Otomasi Perpustakaan Dengan Senayan Library Management System (Slims).Khizanah Al hikmah. Vol. 1 No.1.Diperoleh dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/32253/4/Muhammad%20Azwar%20-%20FAH.pdf pada 20 Desember 2018.

Cahyono Jefri Eko,Heriyanto.2013. Analisis Pemanfaatan Senayan Library Management System (Slims) Di Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kota Salatiga.Jurnal Ilmu Perpustakaan.Vol 3 No.3 di akses di  http: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jip  pada 21 Desember 2018

Angelia Putu Laras.2015. Pemanfaatan Senayan Library Information Management System (SLIMS) Di Perpustakaan Pusat Universitas Warmadewa. Jurnal Ilmiah D3 Perpustakaan Vol 1, No 1.di akses di http://garuda.ristekdikti.go.id pada 21 Desember 2018.

Rotmianto Muhammad.2016. Pengembangan Plugin e-DDC sebagai Aplikasi Tambahan pada Senayan Library Management System Menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan Database. Record And Library Journal.Vol 2 No.1. di akses di http://garuda.ristekdikti.go.id pada 21 Desember 2018.

Erus Effendi, Meuthia Rachmaniah, Irman Hermadi.2015. Pengayaan Fitur Laporan Pada Senayan Library Management System (Slims) Di Perpustakaan President University. Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 14, No 1. di akses di http://garuda.ristekdikti.go.id pada 21 Desember 2018.

Zainal Nur Alfian.2015. Penerapan Sistem Otomasi Slims (Senayan Library Management System) Di Perpustakaan Universitas Fajar Makassar[skripsi]. Fakultas Adab Dan Humaniora .Universitas Islam Negeri Alauddin .Makassar.di akses di http://repositori.uin-alauddin.ac.id pada 21 Desember 2018.

 

SLiMS – Senayan Library Management System

SLiMS – Senayan Library Management System

Untuk Memenuhi Tugas Pra UAS  Mata Kuliah Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran 

Oleh

Adi Surya Pradana               165030701111001

 

 

 

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI  PERPUSTAKAAN & ILMU INFORMASI

2018

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan artikel  yang berjudul “SLiMS – Senayan Library Management System”. Artikel  ini disusun untuk memenuhi  tugas pra ulangan akhir semester pada mata kuliah Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran.

Penulis menyadari bahwa penyusunan artikel ini belum dikatakan sempurna karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Namun demikian, penulis berharap bahwa artikel  ini dapat  disetujui untuk memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.Terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyelesaian artikel ini. Semoga artikel ini dapat memenuhi syarat dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

 

 

 

 

                                                                        Malang, 19 Desember 2018

                                                                                                            Penulis,

                Adi surya pradana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Pada dewasa ini dimana kemajuan era informasi yang selalu berkaitan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT (Information and Communication Technology) menjadi suatu hal yang tidak bisa di pisahkan dalam kehidupan global saat ini,Tidak terkecuali dalam kontek perpustakaan ,yang dimana era informasi dengan perkembangan tekhnologi informasi telah memperngaruhi perpustakaan serta di tuntut untukmegikuti perkembangan dengan berlomba untuk mengintegrasikan ICT guna membangun dan memberdayakan sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan agar dapat bersaing pada era globalisasi ini.. Contoh penerapan ICT dalam bidang  perpustakaan adalah system otomasi dan perpustakaan digital.Perpustakaan digital adalah sebuah system yang memiliki beragam layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tersebut melalui perangkat digital (Sismanto, 2008). Dimana proyek perpustakaan ini di harapkan dapat mempermudah pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat, dan akurat. Perpustakaan digital itu tidak bisa  berdiri sendiri, melainkan mempunyai keterkaitan sumber smber lain sehingga informasinya terbuka bagi seluruh dunia. Kemudahan pengguna dalam menemukan informasi baik dalam system otomasi maupun perpustakaan digital bukanlah hal yang mudah dalam proses penerapannya. Dibutuhkan sarana untuk dapat menemukan informasi tersebut secara efektif dan efisien yang disebut dengan istilah metadata. Metadata ini bukanlah konsep yang baru muncul setelah kita mengenal system komputerisasi namun sudah ada sebelumnya walaupun dengan istilah yang berbeda. Seharusnya setiap perpustakaan harus mampu mengimbangi perkembangan perkembangan yang ada dengan memanfaatkan kecanggiahn tekhnologi untuk mendukung pengelolaan koleksi perpustakaan. Salah satu contoh konkritnya yaitu perpustakaan menggunakan Aplikasi yang disebut dengan SLiMS (Senayan Library Management System). Aplikasi OSS (Open Source System) ini telah digunakan hampir di seluruh perpustakaan di Indonesia. Sedikitnya ada sekitar 218 perpustakaan dan lembaga lain yang mengaku memakai SLiMS sebagai OSS mereka (Hendro dkk, 2008).

Namun, di sisi lain masih sangat banyak dijumpai perpustakaan banyak peprustakaan  di Indonesia yang belum mampu mewujudkan sistem otomasi perpustakaan. Hal ini disebabkan kurangnya  pengetahuan tentang sistem otomasi perpustakaan disertai dengan beberapa anggapan yang keliru mengenai sistem otomasi tersebut. Sebagian besar  masyarakat masih memiliki persepsi bahwa dalam mewujudkan otomasi pepustakaan memerlukan biaya yang cukup besar. Khususnya pengadaan perangkat lunak (software) masih diasumsikan sebagai sesuatu yang sangat mahal bahkan bisa melebihi harga perangkat keras (hardware).    Artikel ini akan membahas tentang gambaran umu software senayan Library Management system sebagai salah satu aplikasi pendukung dari pengembangan perpustakaan yang tanggap dengan perkembangan tekhnologi informasi..

 

  1. Tujuan

Adapun Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui gambaran umum mengenai SLiMS (Senayan Library Management System)

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Sejarah Slims

Senayan Library Mnagement System ini awalnya di produksi  SLiMS awalnya diproduksi oleh Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional. Kelahiran SLiMS  ini dirintis oleh para developer yang hampir semuanya adalah para alumni Jurusan Ilmu Perpustakaan universitas terkemuka di Indonesia. Mereka adalah Hendro Wicaksono, Arie Nugraha, Wardiyono, Arif Syamsuddin, dan M. Rasyid Ridho. Dua developer lainnya adalah Eddy Subrata (konsultan IT) dan Indra Sutriadi (guru Fisika). Para developer SLiMS berkomitmen untuk terus mengembangkan SLiMS sesuai dengan kebutuhan sistem otomasi perpustakaan, berupaya mengikuti tren perkembangan teknologi dengan menerapkan fitur-fitur baru, yang tetap selaras dengan prinsip-prinsip dan standar Ilmu Perpustakaan. Untuk mendukung pengembangannya ke depan, SLiMS selain memiliki komunitas pengembang yang tergabung dalam Senayan Developer Community (SDC), juga dikembangkan oleh berbagai komunitas pengguna SLiMS yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan beberapa komunitas dari manca negara. Hampir di setiap provinsi di Indonesia memiliki komunitas SLiMS .

Sebagai perangkat lunak yang termasuk dalam kategori FOSS, SLiMS berkembang sangat cepat. Sejak dirilis akhir tahun 2007 sampai dengan sekarang, perangkat lunak ini telah empat belas kali mengalami upgrade sistem mulai dari Senayan3 Stable 3 hingga mencapai versi Senayan versi 7. SLiMS versi 7 code name Cendana ini merupakan penyempurnaan dari SLiMS versi-versi sebelumnya yang dirasa masih memiliki berbagai kekurangan di samping berupaya mengikuti fitur teknologi terbaru yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Pada tahun 2009, aplikasi SLiMS memenangkan INAICTA (Indonesia ICT Award) yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Infdonesia (Kemenkoinfo RI) untuk kategori software open source (INAICTA, 2009). INAICTA sendiri merupakan ajang lomba karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TIK terbesar di Indonesia. INAICTA di adakan untuk mendorong berkembangnya produk produk tekhnologi informasi lokal yang di dukung dengan kualitas. Ini membuktikan software SLiMS merupakan software unggulan dan telah diakui keunggulannya secara nasional. Dan berikut merupakan peta konsep dari pengembangan slims :

  • 13 Maret 2008 Portable Senayan 3.0 (based on senayan3 stable1)
  • 21 Maret 2008 Portable Senayan 3.1 (based on senayan3 stable2)
  • 24 Maret 2008 Portable Senayan 3.2 (based on senayan3 stable3)
  • 1 Juni 2008 Portable Senayan 3.3 (based on senayan3 stable4)
  • 18 Agustus 2008 Portable Senayan 3.4 (based on senayan3 stable5)
  • 21 September 2008 Portable Senayan 3.5 (based on senayan3 stable6)
  • 13 Januari 2009 Portable Senayan 3.6 (based on senayan3 stable7)
  • 14 Maret 2009 Portable Senayan 3.7 (based on senayan3 stable8)
  • 7 April 2009 Portable Senayan 3.8 (based on senayan3 stable9)
  • 22 Juli 2009 Portable Senayan 3.9 (based on senayan3 stable10-Patch1
  • 17 Oktober 2009 Portable Senayan 3.10 (based on senayan3 stable11)
  • 24 November 2009 Portable Senayan 3.11 (based on senayan3 stable12)
  • 24 Maret 2010 Portable Senayan 3.12 (based on senayan3 stable13-patch2)
  • 24 Maret 2010 Portable Senayan 3.13 (based on senayan3 stable14/Seulanga)
  • 2011 sekarang Portable Senayan 3.14 (based on senayan3 stable15/Matoa)

 

2.2  Sekilas  Tentang Slims

SLiMS Library Management System (SLiMS) adalah merupakan suatu Software(OSS)berbasis web untuk memenuhi kebutuhan automasi perpustakaan (library automation) skala kecil hingga skala besar.Dengan fitur yang  dapat dikatakan, lengkap dan masih terus aktif dikembangkan, SLiMS dapat digunakan oleh perpustakaan yang memiliki koleksi, anggota dan staf banyak di lingkungan jaringan, baik itu jaringan local (intranet) maupun internet. SLiMS merupakan aplikasi berbasis web dengan pertimbangan cross-platform, dapat berjalan dengan baik di atas platform sistem operasi seperti MacOS,MS-Windows, dan GnU/Linux. Sepenuhnya dikembangkan menggunakan perangkat lunak kode sumber terbuka yaitu:       PHP Web Scripting Language, (http://www.php.net) dan MySQL Database Server (http://www.mysql.com). Untuk            meningkatkan interaktifitas agar bisa tampil seperti aplikasi desktop, juga digunakan teknolog AJAX (Asynchronous JavaScript And XML). Aplikasi seperti PhpThumb dan Simbio (development platform yang digunakan dan dikembangkan dari proyek Igloo) juga digunakan oleh SLiMS. Karena itu, SLiMS menggunakan Lisensi Publik GnU (GPL) v3untuk  menjamin kebebasan dalam mendapatkan, memodifikasi dan mendistribusikan kembali (rights to use, study,         copy, modify, and redistribute computer nprograms). Lebih jauh tentang GPLv3 bisa dibaca di http://www.gnu.org/licenses/gpl-3.0.html. Pada saat itu, ketika masih disebut Senayan, versi 1 dan 2 tidak dirilis    ke npublik karena masih tahap ujicoba dan sedang dalam penyempurnaan. Sejak (Senayan) versi 3, Senayan dianggap sudah stabil untuk dirilis ke           publik dan sudah waktunya  diujicoba oleh komunitas pustakawan. Diharapkan dengan peer-to-peer review oleh publik, Senayan semakin stabil dan fitur-fiturnya bisa semakin beragam dan mengakomodasi banyak kebutuhanSLiMS di kembangkan dari perpaduan perangkat lunak berbasis open source yang meliputi Apache sebagai web server; HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa standar yang digunakan oleh browser untuk memuat informais yang berada pada web ,PHP (Hypertext Preprocessor) adalah merupakan bahasa script yang di masukan  dalam HTML yang berguna sebagai Bahasa dari web, dan MySQL adalah suatu system memanajement database yang menyimpang smeua data. Dari semua perangkat lunak yang di padukan lalu di susun dari kode sumber yang bersifat open source. Kode sumber yang bersifat open resources inlah yang menjadikan sebuah peluang untuk para developer mengembangkan Slims yang berguna bagi peprustakaan.Di lain sisi adanya aplikasi seperti : Simbol 2 sebagai framework atau kumpulan script coding (library) yang membangun aplikasi SLiMS; Genbarcode dan Zenbarcode untuk pembuatan (generate) barcode; TinyMCE untuk penyuntingan teks berbasis web; PHPThumb untuk menampilkan gambar dalam bentuk thumbnail; Flowplayer untuk menampilkan video secara streaming dalam halaman web; ZViewer untuk menampilkan dokumen pdf; PHPLot untuk menampilkan informasi berupa laporan dalam bentuk grafik; PHPMailer untuk pengiriman email dalam aplikasi web; JQuery berguna untuk memanipulasi isi di dalam dokumen HTML, mengimbangi berbagai event, animasi, efek serta  memproses interaksi ajax; teknologi AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) berguna memudahkan interaksi pengguna dalam mengguankan aplikasi; Index dan Sphinx guna menudkung proses temu kembali informasi dengan metode yang sangat efektif  Untuk medukung pengelolaan manajemen perpustakaan.

2.3 Fitur Slims

  • Online Public  Access Catalog (OPAC) dengan pembuatan thumbnail yang di-generateon-the-fly. Thumbnail berguna untuk menampilkan sampul buku. Juga tersedianya suatu pilihan penelusuran untuk yang sederhana( Simple          Search) ataupun tingkat lanjut            (Advanced Search)
  • Detail record  (cantuman)     juga     tersedia format XML (Extensible Markup Language) untuk            kebutuhan       web     service
  • Manajemen data     bibliografi         yang
  • Manajemen masterfile        untuk   data     referensial seperti GMD (General Material Designation),            Tipe     Koleksi, Penerbit, Pengarang, Lokasi, Supplier, dan            lain-lain
  • Sirkulasi dengan fitur:
  • Transaksi peminjaman    dan      pengembalian;
  • Reservasi koleksi;
  • Aturan peminjaman    yang    fleksibel;
  • Informasi     keterlambatan dan
  • Manajemen
  • Inventarisasi   koleksi (stock  taking).
  • Laporan dan
  • Pengelolaan terbitan
  • Dukungan      pengelolaan     dokumen multimedia  (.flv,.mp3,        )   serta dokumen dijital.
  • SLiMS memberikan pelayanan pendukung berbagai format Bahasa
  • Menyediakan berbagai          Bahasa pengantar      (Indonesia,      Inggris, Spanyol, Arab,            Jerman, Bengali, Persia, Melayu,] Portugis Brasil, Thailand, Jepang).
  • Dukungan Modul Union Catalog Service.
  • Penghitung     Pengunjung
  • Data member  untuk  melihat koleksi sedang dipinjam oleh anggota.
  • Modul sistem  dengan fitur:
  • Konfigurasi sistem  global;
  • Manajemen modul;
  • Manajemen pengguna        (grup    pengguna        dan      pengguna        aplikasi); Pengaturan       hari      libur;
  • Pembuatan barcode           otomatis;
  • Utilitas untuk

2.4 Kelebihan slims

SLiMS ini  memiliki banyak kelebihan bila  dibandingkan dengan aplikasi sistem otomasi perpustakaan lainnya. Secara umum, kelebihan software SLiMS adalah :

  1. Aplikasi open source berlisensi.

SLiMS berlisensi GNU General Public License (GPL) version 3. SLiMS bisa diunduh secara gratis melalui website resminya http://slims.web.id (SLiMS Developer Community, 2013)

  1. Memenuhi standar pengelolaan koleksi perpustakaan.

SLiMS dirancang untuk mengelola koleksi perpustakaan sesuai dengan International Standard Bibliographic Description (ISBD) berdasarkan Anglo American Cataloguing Rules (AACR2) level 2. Standar ini umum digunakan di seluruh dunia. Metadata yang digunakan SLiMS adalah Metadata Object Description Schema (MODS).

  1. Komitmen dari developer dan komunitas.

Developer dan komunitas berkomitmen untuk terus mengembangkan SLiMS yang di buktikan dengan slims yang selalu mengalami pengupgrade an siste, serta  , penyempurnaan dan penambahan fitur-fitur baru. Setiap ada versi terbaru.

  1. Banyak perpustakaan yang menggunakan SLiMS.

Jumlah pengguna SLiMS sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Mulai dari perpustakaan umum , perpustakaan khusus dan perpustakaan perguruan tinggi.

  1. Memiliki manual atau dokumentasi yang lengkap.

Salah satu indikator memilih aplikasi sistem otomasi perpustakaan yang baik adalah tersedianya manual atau dokumentasinya secara lengkap. Manual berisi informasi bagaimana menggunakan aplikasi SLiMS dengan optimal mulai dari instalasi, menggunakan berbagai modul, trik-trik, hingga mengatasi berbagai masalah (trouble shooting).

  1. Dukungan komunitas SLiMS.

Dukungan komunitas pengguna di seluruh Indonesia, bahkan juga beberapa komunitas dari manca negara. Para pengguna SLiMS berkumpul dalam satu lingkup  membentuk komunitas SLiMS Indonesia. Komunitas SLiMS menjalin hubungan, kerja sama, saling berbagi dan berkoordinasi dengan memanfaatkan fasilitas internet, seperti Milis, Grup Facebook, SLiMS Users Forum, dan Twitter.

BAB III

KESIMPULAN

 

Dari pemaparan di atas ,dapat di ketahui bahawa Slims merupakan suatu software open resources yang dapat emembantu manajement suatu perpustakaan dengan pengimplementasiannya tidak emmbuatuhkan dana yang besar.Keberadaan slims merupakan suatu kesempatan untuk perpustakaan tanagh air dan juga dunia untuk menjadi suatu perpustakaan yang ramah terhadap pengguan dnegan sumber informais yang di manajement denganbaik sehingga mengarah kepada kepuasan penguna.Dimana Slims di lengkapi dengan fitur fitur yang sangat kompleks guna memberikan suatu pengolahan perpustakaan yang baik seperti fitur OPAC,Detail Record,Manajemen data,Manajemen master file dan masih banyak lagi ,serta dengan adanya berbgaai fitur ini lah Slims memilki banyak kelebihan di bidang pengolahannya sehingga memiliki banyak kelebihan bagi pengguna dan pemakainya sehingga tidak heran saat ini Slims banyak di gunakan oleh perpustakaan di indoensia maupun di luar negeri.Banyak orang yang mengatakan bahwa menggunakan produk software open source biasanya banyak memiliki kelemahan dibandingkan dengan software proprietary  (yang berbayar). Anggapan ini tidaklah selalu benar. SLiMS merupakan contohnya. SLiMS merupakan produk open source software yang bisa dikatakan sempurna karena aplikasi ini terus dikembangkan (diupgrade) selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Senayan Development Community.(2017).PANDUAN PENGGUNAAN Senayan Library Management System.

Cahyo Widodo Onny.(2016). Efektifitas Penggunaan Software Open Source (Slims)

Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Malang[skripsi].Surabaya. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.Universitas Airlangga di peroleh di http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-lncd09f5046afull.pdf pada 20 Desember 2018.

Azwar Muhammad.2013. Membangun Sistem Otomasi Perpustakaan Dengan Senayan Library Management System (Slims).Khizanah Al hikmah. Vol. 1 No.1.Diperoleh dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/32253/4/Muhammad%20Azwar%20-%20FAH.pdf pada 20 Desember 2018.

Rdho M.rasyid. Senayan Library Management System For

Dummies.Diperoleh dari https://perpustakaan.unpkediri.ac.id/download_lampiran/E3QCbb3Fx pada 20 Desember 2018

Wacana pustaka. SLiMS (Senayan Library Management System)[internet].Di peroleh dari http://wacanapustaka.blogspot.com/ pada 20 Desember 2018.

 

Jaringan Kerja Sama Perpustakaan Di Dalam dan Luar Negeri

Jaringan Kerja Sama Perpustakaan Di Dalam dan Luar Negeri 

Untuk MemenuhiTugas pra  UAS  Mata Kuliah Kerjasama Jaringan Informasi 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh

Adi Surya Pradana               165030701111001

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI  PERPUSTAKAAN & ILMU INFORMASI

2018

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga artikel Kerja Sama Jaringan Informasi yang berjudul ” Jaringan Kerja Sama Perpustakaan Di Dalam dan Luar Negeri  ”dapat selesai sesuai dengan waktu yang di tentukan.

Dalam mata kuliah Kerjasama  Jaringan Informasi, di dalamnya membahas  tentang bagaimana dan apa saja bentuk kerjasama lembaga pengelola informasi khususnya  perpustakaan. Banyak jenis kerjasama yang dilakukan di perpustakaan, maupun yang di lakukan di skala internasional walaupun nasional, oleh karena itu pada artikel ini akan membahas mengenai   kerjasama perpustakaan yang di lakukan di Indonesia maupun internasional.

Mungkin dalam pembuatan artikel  ini masih terdapat banyak kesalahan, penulis mohon maaf serta mohon kritik dan sarannya agar artikel atau tulisan berikutnya dapat lebih baik.

 

 

 

 

Malang, 18 Desember 2018

Penulis

Adi Surya Pradana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Setiap perpustakaan yang ada di indonesia maupun luar negeri sama sama memilki unsur kemiripan dalam melakukan penyebaran informasi untuk itulah dengan adanya unsur serumpun tersebut tidak menutup kemungkinan banyak informasi yang bisa di kelola dan di pakai bersama. Perpustakaan sebagai pusat informasi tentu membutuhkan banyak koleksi informasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya,Dimana pengguna memilki kebutuhan yang beragam dan mereka menginginkan kebutuhan tersebut terpenuhi sewaktu mereka berada di pusat informasi dalam hal ini adalah perpustakaan. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan hal ini di sebabkan karena semakin kompleksnya kebutuhan pengguna itu sendiri, selain itu juga semakin kompleksanya informasi yang disediakan baik oleh penerbit, pemerintah atau melalui jaringan internet.

`           Di Indoenesia sendiri Jaringan kerjasama perpustakaan tercetus pada tahun 1971 di kota Bandung sekaligus menjadi Kegiatan workshop sistem jaringan dokumentasi dan informasi untuk Indonesia. Pada workshop tersebut disepakati empat jejaring informasi nasional, yakni  :PDIN-LIPI (jaringan informasi IPTEK),Departemen Pertanian (jaringan informasi pertanian dan biologi),Departemen Kesehatan (jaringan informasi kesehatan dan kedokteran),Perpusnas (jaringan informasi sosial dan humaniora).Serta wabil khusus perpustakaan nasional republic Indonesia pun yang berperan sebagai pusat informasi suatu negara  selama 33 tahun telah melakukan kerja sama dengan 35 instansi pemerintah/swasta (dalam dan luar negeri) yang tertuang dalam 44 MOU, serta enam organisasi internasional melalui Keppres No. 32 tahun 2012. Selain itu menjalin kemitraan dengan 35 BPAD provinsi dan 150 perpustakaan umum kabupaten/kota untuk membentuk jaringan perpustakaan digital nasional.Dimana di harapkan dengan dengan adanya kerjasama yang di lakukan  antar perpustakaan ini ,mampu  meningkatkan layanan terhadap penggunanya karena sebesar apapun perpustakaan belum tentu dapat memenuhi kebutuhan penggunanya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kerjasama dan jaringan perpustakaan yang di lakukan oleh perpustakan satu dengan perpustakaan lainya baik itu naisonal maupun internasional  yang perolehan datanya di dapatkan dari dari studi  pustaka melalui berbagai sumber terutama dengan menggunakan sumber informasi online serta dari buku.

 

.

  1. Tujuan

Adapun Tujuan dari dibuatnya artikel ini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana Jaringan Kerja Sama Perpustakaan Di Dalam dan Luar Negeri

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Kerjasama Jaringan Perpustakaan.

kerjasama memiliki arti  dua orang atau lebih untuk melakukan aktivitas bersama yang dilakukan secara bersam sama yang saling bersinergi untuk mecapai sutau target tertentu. Konsep sinergi disini maksudnya adalah  kegiatan bersama mau melakukan untuk kerja atau kinerja yang lebih besar dibandingkan dengan kegiatan masing-masing (Sulistyo-Basuki, 1992). Berdasarkan hal tersebut maka kerjasama antar perpustakaan adalah kerjasama yang melibatkan dua perpustakaan atau lebih dengan keseepakatan tertentu. Ada berbagai macam definisi jaringan namun di perpustakaan istilah jaringan mengacu pada perangkat keras, perangkat lunak, proyek, badan, dan system komunikasi (sulistyobasuki,1992). Perangkat keras ini maksudnya adalah pada bentuk fisik seperti peralata yang digunakan di perpustakaan sedangkan perangkat lunak adalah program, instruksi atau rencana yang akan dilaksankaan. Masih menurut Sulistyo-Basuki (1992) Jaringan perpustakaan adalah sebuah kumpulan perpustakaan yang melayani sejumlah badan, instansi atau lembaga atau melayani berbagai instansi yang berada di bawah yurisdiksi tertentu dan memberikan sejumlah jasa sesuai dengan rencana terpadu untuk mencapai tujuan bersama. Dan dalam kajian ini jaringan perpustakaan lebih merujuk pada sebuah organisasi formal yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi.

2.2  Latar Belakang Kerjasama

Latar belakang terjadinya atau aspek yang mendorong suatu perpustakaan melakukan kerjasama meliputi banyak aspek antara lain:

  • Meningkatnya jumlah buku yang diterbitkan setiap tahun,
  • Semakin banyaknya jenis media,
  • Kebutuhan pemakai yang semakin komplek,
  • Tuntutan masyarakat untuk mendapatkan informasi dimanapun dan kapanpun,
  • Semakin berkembangnya Information Communication Technology (ICT),
  • Untuk penghematan sumber dana perpustakaan.

Sedangkan menurut Saleh (2003) ada beberapa faktor yang mendorong perpustakaan untuk saling bekerjasama yaitu

  • Adanya peningkatan luar biasa dalam ilmu pengetahuan dan membawa pengaruh semakin banyak buku yang ditulis tentang pengetahuan tersebut;
  • Meluasnya kegiatan pendidikan, mendorong semakin banyaknya dan semakin beraneka ragamnya permintaan pemakai yang dari hari ke hari semakin banyak memerlukan informasi;
  • Kemajuan dalam bidang teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap industri dan perdagangan serta perlunya pimpinan serta karyawan mengembangkan ketrampilan dan teknik baru;
  • Berkembangnya kesempatan dan peluang bagi kerjasama internasional dan lalu lintas internasional;
  • Berkembangnya teknologi informasi, terutama dalam bidang komputer dan telekomunikasi,
  • Tuntutan masyarakat untuk memperoleh layanan informasi yang sama;
  • Kerjasama memungkinkan penghematan fasilitas, biaya, SDM dan waktu

2.3 Hasil dan Manfaat Kerjasama dan Jaringan Perpustakaan

Hasil dari sebuah kerjasama pastinya akan membawa dampak yang lebih mnegarah kepada kemajuan bagi perpustakaan yang melakukan suatu kerjasama, menurut (Woodsworth, 1991) Ada beberapa hasil dari kerjasama perpustakaan yang di bantu oleh adanay tekhnologi informasi maupun tidak menggunakan tekhnologi informasi yaitu

  • Terbentuknya sebuah katalog induk yang merupakan media yang digunakan bersama oleh perpustakaan yang melakukan kerja sama,tentunya dalam keuntungan ini lebih mudahnya bila di lakukan dengan tekhnologi informasi.
  • Lebih terstrukturnya manajemen koleksi yang di sebabkan oleh kerjasama ,diaman perpustakaan berbagi pemenuhan kebutuhan informasi tertentu sehingga tidak terjadi duplikasi koleksi;
  • Manajemen preservasi koleksi yang mereka miliki;
  • Saling berbagi sumber daya yang dimilki seperti koleksi perpustakaan, ruangan dan juga tenaga perpustakaan. Dimana yang menjadi anggota jaringan perpustakaan ini dapat meminjam koleksi di perpustakaan yang sudah tergabung kedalam jaringan tersebut dengan ketentuan yang sudah diatur;
  • Layanan referens dan referral, yaitu layanan jasa bantuan pencarian informasi dengan subjek-subjek tertentu yang dilakukan oleh pustakawan referensi di peprustakaan masing masing
  • adanya  pelatihan staf perpustakaan guna mengembangkan juga kemampuan dengan cara melakukan studi banding di perpustakaan lainnya.

Dalam suatu kerjasama yang di lakukan oleh perpustakaan yang terlibat tidak selalu berjalan dengan mulus melainkan terdapat kendala kendala yang harus di hadapi seperti memerlukan biaya yang tinggi namun masih menghasilkan hasil yang belum maksimal, tidak adanya pengurangan terhadap biaya yang harus mereka keluarkan setelah melakukan kerjasama atau bahkan mereka mengeluarkan biaya lebih banyak lagi setelah melakukan kerjasama, layanan di lakukan tidak memuasakan pemustaka , berkurangnya otonomi perpustakaan tersebut, adanya konflik kebijakan diantara perpustakaan dan kurangnya pendanaan dari luar.

2.4 Studi Kasus Jaringan Kerjasama Perpustakaan

2.4.1. Kerjasama Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya

  1. Gambaran kerjasama yang dilakukan oleh perpustakaan Unair

Perpustakaan Unair merupakan suatu perpustakaan perguruan tinggi yang sudah melakukan suatu kerjasama dengan lemabag informasi yang lainnya termaasuk dengan perpustakaan yang di lakukan secara formal, artinya bahwa ada kesepakatan tertulis antara perpustakaan unair dengan perpustakaan lain dalam melakukan kerjasama. Kerjasama perpustakaan yang dilakukan oleh unair sampai saat ini adalah kerjasama melalui Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN), kerjasama melalui Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPTI) dan kerjasama melalui Portal Garuda DIKTI. Bentuk kerjasama perpustakaan unair dengan perpustakaan perguruan tinggi lainnya berbentuk FKP2TN dimana Kepala Perpustakaan Unair pernah menjabat menjabat sebagai ketua FKP2TN dengan masa bakti 2011-2015. FKP2TN didirikan pada tahun 1992 dengan jumlah anggota sampai dengan 2011 adalah 60 perpustakaan perguruan tinggi negeri Indonesia (http://fkp2tn.org/). Setiap pengguna perpustakaan anggota FKP2TN dapat menggunakan koleksi seluruh anggota perpustakaan dengan menggunakan kartu sakti . Kartu sakti adalah kartu yang dapat digunakan oleh civitas akademika anggota FKP2TN dengan membayar Rp 25.000,00 per tahun. Dengan menggunakan kartu sakti pengguna dapat memanfatkan seluruh layanan yang ada diperpustakaan namun pemegang kartu sakti tidak diperbolehkan meminjam koleksi perpustakaan, hanya baca ditempat. Kerjasama perpustakaan unair dengan perguruan tinggi lainnya melalui FPPTI Jawa Timur yang dimulai pada tahun 2006. FPPTI berdiri pada tanggal 12 Oktober 2000 di Ciawi Bogor dengan didasari pada fakta di lapangan bahwa perpustakaan perguruan tinggi belum berperan secara optimal dalam  menunjang Tridharma Perguruan Tinggi, adanya kesenjangan pendidikan tenaga fungsional pustakawan dan dosen, seretnya kerjasama antar perpustakaan Perguruan Tinggi, dan rendahnya pendidikan pengelola perpustakaan Perguruan Tinggi. Setiap pengguna perpustakaan anggota FPPTI dapat menggunakan seluruh fasilitas perpustakaan PTN dan PTS yang tergabung dalam FPPTI dengan menggunakan Kartu Super. Biaya pembuatan kartu super adalah Rp 5.000,00 per kartunya. Anggota FPPTI jawa Timur saat ini adalah 89 perpustakaan perguruan tinggi . http://www3.petra.ac.id/fppti/.

Garuda (Garba Rujukan Digital) atau Portal Garuda adalah portal penemuan referensi ilmiah dan umum karya bangsa Indonesia, yang memungkinkan akses e-journal dan e-book domestik, tugas akhir mahasiswa, laporan penelitian, serta karya umum. Portal ini dikembangkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti – Kemdiknas RI tahun 2010. http://garuda.kemdiknas.go.id/. Kerjasama Perpustakaan dengan Garuda tidak menggunakan perjanjian tertulis karena memang Garuda di peruntukan untuk semua civitas akademika yang ada di perguruan tinggi. tidak menggunakan perjanjian tertulis karena Garuda memnag diperuntukkan untuk semua civitas akademika perguruan tinggi.Perpuatakaan melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain untuk emmenuhi kebutuhan informasi  yang tidak di miliki oleh perpuatakaan unair sendiri untuk proses  pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat di perpustakaan lainnya. Perpustakaan uniar dalam melakukan kerjasama salama ini belum pernah menghadapi kendala dari dalam organisasi sendiri namun kadang kendala terjadi dengan perpustakaan lainnya yang tergabung dalam kerjasama tersebut seperti teknologi informasi  yang dipakai, koleksi yang tidak berimbang dan lain sebagainya.

  1. Hasil Kerjasama dan Jaringan Perpustakaan Indonesia Malaysia

Salah satu kerja sama perpustakaan adalah kerjasama pada bidang pengadaan koleksi yang berguna untuk memenuhi kebutuhan penggunanya dalam hal memenuhi kebutuhan informasi permustakanya maka setiap perpustakaan harus menambah jumlah koleksi yang dimiliki baik yang cetak maupun elektronik.Seperti halnya bentuk kerjasama pengadaan koleksi ini di lakukan oleh perpustakaan Indoensia dan Malaysia yang berbentuk k@borneo, dimana anggota – anggota k@borneo saling bekerjasma untuk mengidentifikasi dan  mneghimpun koleksi tentang borneo. Bukan hanya kerjasama pada bidang pengadaan koleksi tetapi Inodensia Malaysia juga melakukan kerjasama pembuatan katalog induk yang dimana katalog induk itu merupakan  daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Sedangkan gabungan katalog dari berbagai perpustakaan yang saling bekerjasama disebut sebagai katalog induk. Katalog induk digunakan oleh perpustakaan yang saling bekerjasama dalam sharing sumber daya untuk memudahkan pengguna dalam peminjaman antar perpustakaan dan pemberian jasa informasi bagi pemakai.  Kerjasama dana jaringan perpustakaan antara Indonesia dan Malaysia juga menghasilkan catalog induk yaitu k@borneo Bibliography yang merupakan gabungan catalog perpustakaan yang tergabung dalam k@borneo khususnya untuk koleksi yang berhubungan dengan borneo.

Kerjasama bidang preservasi koleksi perpustakaan, preservasi adalah kegiatan yang terencana dan terkelola untuk memastikan agar koleksi perpustakaan dapat terus dipakai selama mungkin. Tujuan dari preservasi adalah agar koleksi selalu tersedia dan siap dipakai oleh pengguna. Kadang perpustakaan tidak mempunyai tenaga ahli atau juga alat untuk melakukan preservasi terutama untuk koleksi-koleksi kuno yang memerlukan perawatan ekstra. Salah satu bentuk kerjasama bidang preservasi adalah yang dilakuakn oleh k@borneo yaitu dengan memelihara dan merawat peninggalan sejarah budaya borneo agar dapat terus digunakan sebagaimana mestinya.  Kerjasama bidang pengembangan sumber daya manusia perpustakaan, sumber daya manusia di perpustakaan merupakan hal vital yang harus selalu diperhatikan. Kemajuan dan peningkatan pelayanan di perpustakaan salah satunya tergantung pada SDM yang handal dan mumpuni di bidangnya. Untuk mengfasilitasi hal tersebut maka dibnetuk kerjasma dan ajringan perpustakaan, begitu juga antara Indonesia dan Malaysia. slah satu bentuk kerjasmaa ini salah satunya adalah yang akan dilakukan oleh FKP2TN dengan perpustakaan Nasional Malaysia yaitu dengan tukar menukar staf perpustakaan.

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Kerjasama perpustakan yang di lakukan oleh peprustakaan dalam negeri maupuin luar negeri di latar belakangi oleh bahwa tidak ada satupun perpustakaan yang pernah berharap atau akan melakukan pengadaan dari semua koleksi dan sumber daya informasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.Oleh Karena itulah banayak perpustakaan yang melakukan suatu kerjasama .Diaman kerjasama perpustakaan ini mempunyai hasil dan output bagi perpustakaan seperti  Terbentuknya sebuah katalog induk , Lebih terstrukturnya manajemen koleksi ,Manajemen preservasi koleksi yang mereka miliki; Layanan referens dan referral, Selain itu juga ada pelatihan staf perpustakaan dan juga pengembangan kemampuan dengan cara magang di perpustakaan lainnya.Bentuk kerjasama perpustakaan ini tidak hanya pada dalam negeri melainkan juga pada luar negeri ,dimana contoh bentuk kerjsama dalam negeri merupakan perpustakaan Universitas Airlangga yang melakuka kerjasama dengan portal Garuda, Ristek Dikti dan juga melakukan kerjasama dengan perpustakaan perguruan tinggi lainnya melaui FKP2TN,sedangkan bentuk kerjasama perpustakaan luar negeri adalah kerjasama anatar Indonesia dan Malaysia yang selama ini lebih menekankan pada kebudayaan dimana hal tersebut dikarenakan adanya persamaan kebudayaan (serumpun) sehingga kerjasama yang dilakukan lebih menitik beratkan pada mengidentifikasi dan memelihara sumber sumber informasi budaya borneo. Output dari kerjasama dan jaringan perpustakaan yang dilakukan antara Indonesia Malaysia antara lain kerjasama bidang pengadaan koleksi, kerjasama pembuatan catalog induk, kerjasama preservasi dan kerjasama pengembangan SDM.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Purwono (2010). “Kerja sama dan Jaringan Perpustakaan”. Jakarta: Universitas Terbuka.

Puspitasari Dyah , Fitriyah Mannan Endang & Nove E. Variant Anna.(2014).” Kerjasama Dan Jaringan Perpustakaan  Antara Indonesia-Malaysia Indonesia-Malaysia Library Cooperation And   Networking”. EduLib, Vol 1, No.2

Puspytasari Dyah. Studi Deskriptif Tentang Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Di Surabaya.Diakses pada 18 Desember 2018 di http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers- palim0bbf190ff02full.pdf

suwarno Wiji. (2014). Jaringan Kerja Sama Perpustakaan dan Informasi Universitas Terbuka :    Tanggerang.

Sulistyo-Basuki . 2010. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam kerjasama perpustakaan. Lokakarya Nasional Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan : Bandung

 

6  POINT  YANG AKAN MEMBUATMU PAHAM MENGENAI CDS/ISIS

6  POINT  YANG AKAN MEMBUATMU PAHAM MENGENAI CDS/ISIS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh

 Adi Surya Pradana

Prodi Perpustakaan & Ilmu Informasi

Fakultas Ilmu Administrasi

Universitas Brawijaya

2018

 

 

 

 

 

 

  1. Pengertian CDS/ISIS

CDS/ISIS (Computerized Documentation Services/Integrated Sets of Information Systems = Layanan Dokumentasi TerKomputerisasi/Perangkat Sistem Informasi Terpadu) dibuat oleh UNESCO sejak tahun 1985, adalah perangkat lunak sistem penyimpanan dan temukembali informasi (Information Storage and Retrieval System) yang dirancang khusus untuk komputerisasi pengelolaan database non-numerik terstruktur. CDS/ISIS sangat cocok digunakan untuk komputerisasi perpustakaan atau lembaga informasi lainnya yang banyak menggunakan data teks pada database yang dikelolanya. CDS/ISIS dapat digunakan secara berdiri sendiri (Stand Alone), jaringan lokal (LAN = Local Area Network), intranet dan internet

CDS / ISIS adalah sistem Penyimpanan dan Pengambilan Informasi umum yang dikendalikan oleh menu yang dirancang khusus untuk manajemen terkomputerisasi dari basis data non-numerik terstruktur. Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan oleh desain umum sistem ini adalah CDS / ISIS mampu memanipulasi basis data tak terbatas yang masing-masing dapat terdiri dari  elemen data yang berbeda. Oleh karena itu, pengguna CDS / ISIS terbebas dari biaya yang mahal dan tugas merancang dan menulis program komputer  setiap kali proyek baru menggunakan teknik pengambilan informasi. Meskipun beberapa fitur CDS / ISIS membutuhkan beberapa pengetahuan dan pengalaman dengan sistem informasi terkomputerisasi,  aplikasi ini  telah dirancang menjadi  sistem yang  dapat digunakan oleh orang yang memiliki sedikit atau tidak memiliki pengalaman  komputer sebelumnya

Untuk pengguna tingkat lanjut yang memiliki akses ke profesional komputer, CDS / ISIS menawarkan integrasi fasilitas pemrograman yang memungkinkan pengembangan aplikasi khusus atau fungsional perpanjangan dari perangkat lunak sebagaimana aslinya yang telah  disediakan. Fasilitas pemrograman yang telah  dijelaskan dalam manual CDS / ISIS Pasca  dikeluarkan secara terpisah.

Jika saat ini Anda menggunakan perangkat lunak versi 1, Anda harus dengan hati-hati meninjau Bagian 1 ini manual, dan, khususnya, Bagian 2 yang menjelaskan prosedur instalasi dan menyediakan pedoman untuk mengubah basis data yang dibangun dengan versi 1 sehingga mereka akan terus beroperasi

di bawah versi 2.3. Inovasi utama yang diperkenalkan pada versi 2.3  CDS / ISIS dirangkum di bawah ini:

·         semua program (ISIS, ISISINV, ISISDEF, ISISPRT, ISISUTL dan ISISXCH) sekarang terintegrasi menjadi satu program dan dapat diakses dari menu utama. Tombol-tombol lompat disediakan untuk langsung memilih fungsi yang paling sering dibutuhkan. Selain itu, masing-masing waktu menu ditampilkan, dua garis bawah layar berisi status data base informasi givin nama basis data yang saat ini dipilih, format tampilan dan worksheet (informasi status ditampilkan segera sebagai basis data dipilih);·         basis data sekarang dapat berisi lebih dari 16.000.000 rekaman (karena ini struktur file tidak kompatibel dengan yang digunakan dalam versi 1 dan memerlukan konversi);·          integritas data telah diperbaiki dengan menyiram semua buffer file master setelah menulis atau memperbarui setiap catatan (ini akan mencegah korupsi file jika terjadi kegagalan daya dan  penghentian program mendadak);·         Fitur baru dan kuat telah ditambahkan ke bahasa pemformatan, termasuk record linking dan table look up (ukuran maksimum dari format tampilan juga sudah ada) meningkat dari 2000 hingga 4000 karakter);·         Pengidentifikasi opsi menu dan submenu sekarang dapat disesuaikan untuk mencocokkan persyaratan masing-masing bahasa;·         Urutan urut (untuk hasil cetak) sekarang dapat disesuaikan untuk disesuaikan dengan yang khusus persyaratan setiap bahasa.

  1. Sejarah CDS/ISIS

CDS/ISIS CDS/ISIS didesain sejak tahun 60-an oleh Mr Giampaolo Del Bigio pada Sistem Dokumentasi UNESCO CDS (UNESCO’s Computerized Documentation System). Sistem CDS ini dibangun berdasarkan pada sistem internal ISIS (Integrated Set of Information Systems = Perangkat Sistem Informasi Terpadu) milik ILO (International Labour Organization) di Genewa, Swiss. Pada awalnya CDS/ISIS berjalan pada mesin mainframe IBM, pada tahun 1985 dibuat sebuah versi baru untuk komputer mini dan mikro yang ditulis dengan menggunakan bahasa Pascal. Sistem ini berjalan pada komputer IBM PC dalam sistem MS-DOS. WINISIS adalah CDS/ISIS versi Windows yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995, ditulis dengan menggunakan bahasa C, dapat dijalankan secara berdiri sendiri (Stand Alone) atau Jaringan Lokal (LAN).

3.. Database  CDS / ISIS

CDS / ISIS memungkinkan Anda untuk membangun dan mengelola basis data non-numerik terstruktur, yaitu basis data yang konstituen utamanya adalah teks. Meskipun CDS / ISIS berurusan dengan teks dan kata-kata, dan karena itu menawarkan banyak fitur biasanya ditemukan dalam paket pengolah kata, itu lebih dari sekedar pemrosesan teks. Ini karena teks bahwa proses CDS / ISIS terstruktur menjadi elemen datayang Anda tetapkan. Dalam istilah yang paling umum Anda mungkin berpikir tentang basis data CDS / ISIS sebagai file yang terkait data yang Anda kumpulkan untuk memenuhi persyaratan informasi dari komunitas pengguna tertentu. Ini mungkin misalnya file sederhana dari alamat atau file yang lebih kompleks seperti katalog perpustakaan atau direktori proyek penelitian. Setiap unit informasi disimpan dalam basis data terdiri dari elemen data diskrit, masing-masing mengandung karakteristik tertentu serta entitas yang sedang dijelaskan. Misalnya, basis data bibliografi akan berisi informasi tentang buku, laporan, artikel jurnal, dll. Setiap unit akan, dalam hal ini, setiap unit akan terdiri atas elemen data seperti penulis, judul, tanggal publikasi, dll. Elemen data disimpan di bidang, yang masing-masing diberi tag numerik yang menunjukkan isinya. Anda mungkin menganggap tag sebagai nama bidang seperti yang diketahui oleh CDS / ISIS. Pengumpulan bidang yang berisi semua elemen data dari suatu unit informasi tertentu disebut catatan

Karakteristik unik CDS / ISIS adalah bahwa ia dirancang khusus untuk menangani bidang (dan akibatnya catatan) dari berbagai panjang, sehingga memungkinkan, di satu sisi, yang optimal pemanfaatan penyimpanan disk Anda dan, di sisi lain, kebebasan penuh dalam menentukan panjang maksimum setiap bidang Bidang mungkin opsional (mis. Mungkin tidak ada dalam satu atau beberapa catatan), mungkin berisi elemen data tunggal, atau dua atau lebih elemen data variabel variabel panjang. Dalam kasus terakhir bidang ini dikatakan mengandung subbidang, yang masing-masing diidentifikasi oleh subfield 2 karakter pembatas sebelum elemen data yang sesuai. Selanjutnya suatu bidang mungkin dapat diulang, yaitu catatan yang diberikan dapat berisi lebih dari satu kejadian atau kejadian, dari lapangan

4. Fungsi system CDS/ISIS

Fungsi utama yang disediakan oleh CDS / ISIS memungkinkan Anda untuk:·         Mendefinisikan basis data yang berisi elemen data yang dibutuhkan·          Memasukkan  catatan baru ke dalam basis data yang diberikan·          Memodifikasi, memperbaiki atau menghapus rekaman yang ada·         Secara otomatis membangun dan memelihara file akses cepat untuk setiap basis data agar memaksimalkan kecepatan pengambilan·         Mengambil rekaman berdasarkan isinya, melalui bahasa pencarian yang canggih·         Menampilkan catatan atau bagiannya sesuai dengan kebutuhan Anda·         Mengurutkan rekaman dalam urutan apa pun yang diinginkan·         Mencetak sebagian atau seluruh katalog dan / atau indeks·         Mengembangkan aplikasi khusus menggunakan CDS / ISIS integrated programming fasilitas                    Fasilitas-fasilitas ini disediakan melalui satu set 8 layanan utama, diklasifikasikan dalam dua luas kategori: layanan pengguna, beroperasi pada basis data yang ada, dan layanan sistem, yang dirancang untuk administrator basis data untuk membuat basis data baru lalu melakukan berbagai sistem tugas. Layanan pengguna hanya memerlukan pengetahuan operasional dasar CDS / ISIS, sedangkan layanan sistem mengasumsikan pengetahuan teknis yang mendalam tentang semua komponen sistem, naik keakraban dengan pemrograman komputer.                    Keempat layanan pengguna menyediakan fungsi-fungsi berikut: ·         Entri data ISISENT dan pengeditan rekaman·         Pengambilan informasi ISISRET·         ISISPRT menghasilkan output cetak seperti katalog dan indeks·         ISISINV pemeliharaan file terbalik dan fungsi utilitas.                     Empat layanan sistem menyediakan:·         Definisi ISISDEF dari basis data baru dan / atau modifikasi data yang ada definisi dasar·         Fungsi utilitas sistem fungsi ISISUTL·         Fasilitas ISISXCH untuk pertukaran data dengan sistem lain dan file Master fungsi utilitas·         Fasilitas pemrograman lanjutan ISISPAS, yang memungkinkan Anda untuk mengembangkannya menjadi  program aplikasi sendiri dan mengintegrasikannya dengan CDS / ISIS.

5. Strukture Database cds isis

Meskipun basis data CDS / ISIS akan muncul kepada Anda sebagai satu file informasi,  fakta sebenarnya terdiri dari sejumlah komputer yang secara logis terkait tetapi secara fisik berbeda file. Pengelolaan file fisik adalah tanggung jawab CDS / ISIS dan Anda melakukannya biasanya tidak harus mengetahui strukturnya secara detail untuk mengoperasikan basis data. Namun beberapa pengetahuan dasar tentang tujuan dan fungsi dari file-file utama yang terkait dengan basis data akan membantu Anda memahami sistem dengan lebih baik (lebih teknis pengguna yang cenderung akan menemukan penjelasan rinci tentang format fisik dari basis data di  “Struktur file induk dan format rekaman” di halaman 263 dan “Struktur file terbalik dan rekam format “di halaman 267)

5.1 Data base definition files

Sebelum basis data dapat diakses untuk diproses, harus diketahuinCDS / ISIS dapat  mendefinisikan karakteristik tertentu dari struktur dan isi catatannya. Layanan ISISDEF memungkinkan Anda untuk membuat  atau memodifikasi definisi basis data. Definisi basis data CDS / ISIS terdiri dari komponen-komponen berikut, masing-masing disimpan dalam file terpisah: ·         Field Defintion Table (FDT): FDT mendefinisikan bidang yang mungkin ada dalam catatan basis data dan karakteristiknya (T FD sepenuhnya dijelaskan di bawah “The Field Definition Table (FDT)” di halaman 31).·         Data entry worksheet(s): Satu atau lebih tata letak layar digunakan untuk membuat  atau memperbarui catatan induk dari basis data. CDS / ISIS secara khusus  dirancang oleh editor  untuk membuat lembar kerja ini (lihat di bawah “The Worksheet Editor” di halaman 207).·         Display format(s): Format tampilan menentukan persyaratan pemformatan yang tepat untuk baik tampilan on-line dari catatan selama pencarian atau untuk pembuatan produk hasil cetak seperti katalog dan indeks. CDS / ISIS menyediakan bahasa pemformatan yang kuat dan komprehensif yang memungkinkan Anda untuk menampilkan isi rekaman dengan cara apa pun yang diinginkan. Ini dijelaskan di bawah “The Formatting Bahasa “di halaman 41.·         Field Select Table(s) (FST): Satu FST mendefinisikan bidang basis data yang dibuat  sehingga dapat dicari melalui file Inverted. FST tambahan paling menentukan persyaratan sortir yang sering digunakan untuk basis data. FST dibahas di bawah “The Field Select Table (FST)” di halaman 75.

5. 2 Master file                 

   File Master berisi semua catatan dari basis data yang diberikan, setiap record terdiri dari satu set bidang panjang variabel. Setiap catatan diidentifikasi oleh nomor unik, secara otomatis ditetapkan oleh CDS / ISIS ketika dibuat, disebut Master File Angka atau MFN. Untuk menyediakan akses cepat ke setiap catatan file induk, CDS / ISIS mengaitkan file khusus ke file Master, yang disebut file Crossreference, yang sebenarnya adalah file indeks memberikan lokasi setiap catatan dalam file Master. Anda dapat membuat, memodifikasi atau menghapus catatan file Master melalui Entri Data fasilitas layanan ISISENT. 

5.3 File yang dibalik

Meskipun catatan master dapat diambil langsung oleh MFN-nya, melalui File crossreference, cara tambahan untuk mengakses rekaman tentu saja diperlukan. Dalam pengambilan catatan bibliografi, misalnya, mungkin diinginkan mengakses catatan oleh penulis, per subjek, atau dengan elemen data lain yang terjadi di rekaman. CDS / ISIS memungkinkan Anda untuk menyediakan jumlah yang hampir tidak terbatas akses poin untuk setiap record melalui pembuatan file khusus yang disebut File terbalik.                    File Terbalik berisi semua istilah yang dapat digunakan sebagai jalur akses selama pengambilan untuk basis data tertentu, dan, untuk setiap istilah, daftar referensi ke Master catatan file (s) dari mana istilah itu diekstraksi. Koleksi semua akses poin untuk basis data tertentu disebut kamus. Anda mungkin berpikir tentang Inverted file sebagai indeks ke isi file Master.                    Sebagai contoh, empat catatan induk (dengan MF N 18, 204, 766 dan 1039) berisi kata kunci  dewasa dan  pendidikan . Struktur logis yang sesuai Entri file terbalik adalah PENDIDIKAN DEWASA 18 204 766 1039                               Di sini, ADULT EDUCATION adalah titik akses (atau istilah kamus), dan masing-masing referensi ke catatan file Master di mana ia muncul disebut posting. Karena setiap istilah biasanya akan memiliki jumlah catatan yang berbeda yang diindeks di bawahnya, catatan logis dalam file Inverted memiliki panjang yang bervariasi. Disini lagi, untuk menyediakan pengambilan cepat dari setiap titik akses, sebenarnya file Invert terdiri dari beberapa file fisik.CDS / ISIS memungkinkan pembuatan file Invert secara selektif untuk setiap basis data. Anda boleh pilih bidang, subbidang, atau elemen-elemennya. Selain itu, dengan menentukan yang sesuai pilihan, Anda dapat mengekstraksi kata, frasa, atau deskriptor dari yang dipilih ladang. Anda menentukan elemen yang dapat dicari untuk basis data tertentu dengan menggunakan suatu Bidang Pilih Tabel (FST), yang berisi bidang yang akan dibalik dan teknik pengindeksan yang digunakan untuk setiap bidang.                    Tidak seperti sistem retrieval file berbasis invert lainnya, di mana ada yang terpisah File yang dibalik untuk setiap bidang yang dapat dicari, CDS / ISIS menggunakan satu file Invert untuk apapun diberikan basis data. Karena struktur tertentu dari file ini, bagaimanapun, itu secara fungsional setara dengan beberapa pendekatan file Inverted. Faktanya, masing-masing posting tidak hanya berisi MFN, tetapi juga informasi tambahan secara tepatmengidentifikasi bidang dari mana data diekstrak, serta relatif posisi kata dalam bidang ini. Implementasi saat ini menyediakan titik akses hingga 30 karakter.Elemen yang lebih panjang dari panjang maksimum terpotong sebelum entri di File terbalik dibuat.

5.4 Setiap File                  

  Jenis file opsional, yang terkait dengan file Invert, adalah File Apa Pun. Ini digunakan dalam pengambilan untuk menghubungkan bersama istilah-istilah tertentu yang berkaitan . Istilah apa pun adalah kolektifnama yang ditetapkan ke tabel istilah pencarian. Jika ada istilah APAPUN digunakan dalam pencarian, tabel dengan nama itu diambil, dan istilah individu dalam tabel secara otomatis atau bersama-sama.Kriteria untuk penetapan istilah APAPUN kemungkinan besar terjadi  dalam Queri.  Dalam pengelompokan geografis akan, banyak kasus, memenuhi ini kriteria, tetapi jenis lain mungkin memenuhi syarat dengan baik. Jika, misalnya, Anda membuat Setiap  istilah APA Amerika Latin, yang mendefinisikan nama semua negara di IndonesiaAmerika Latin, Anda kemudian menggunakan nama kolektif ini dalam pencarian, bukanmengetik semua nama dari berbagai negara. Penggunaan istilah APAPUN dijelaskan secara lebih rinci di bawah “Pencarian CDS / ISIS Bahasa “di halaman 95 5. 5. Hubungan antar file                    Hubungan logis antara file utama dari basis data CDS / ISIS adalah yang terbaik dirasakan dengan memeriksa cara di mana pengambilan dilakukan. Pengambilan dari basis data dilakukan dengan menentukan satu set istilah pencarian yang dicari di Inverted File untuk mencari daftar MFN yang terkait dengan setiap istilah. Daftar inikemudian dimanipulasi oleh program sesuai dengan operator pencarian yang Anda miliki ditentukan dalam formulasi pencarian Anda hingga, di akhir pencarian, daftar tunggal, disebut daftar hit, diperoleh, sesuai dengan MFN dari catatan yang memuaskan formulasi pencarian Anda. Jika pada titik ini Anda meminta tampilan catatan diambil,                     CDS / ISIS akan membaca setiap catatan dalam daftar hit dari file Master, format  itu sesuai dengan format yang ditentukan dan menampilkannya di layar. Anda juga dapat menyimpan satu atau beberapa daftar klik, yang nantinya dapat Anda gunakan untuk mencetak catatan menggunakan layanan ISISPRT. Daftar klik yang disimpan disebut file simpan

  1. Fasilitas Pemrograman CDS/ISIS Terpadu

Selain mengeluarkan dan mendistribusikan CDS/ISIS versi DOS dan WINISIS, UNESCO juga mengeluarkan dan mendistribusikan fasilitas pemrograman CDS/ISIS Terpadu.

Pascal CDS/ISIS adalah suatu bahasa pemrograman yang dirancang untuk memberi jalan bagi pemanfaatkan berbagai fungsi CDS/ISIS yang tidak disiapkan secara siap pakai dalam paket standar. Pemakai Pascal CDS/ISIS terlebih dahulu harus akrab dengan Bahasa Pemrograman Pascal dan juga dengan CDS/ISIS itu sendiri. Pengetahuan yang mendalam tentang CDS/ ISIS sangat diperlukan, seperti Struktur File dan Format Record.

Pascal CDS/ISIS merupakan bagian integral dari CDS/ISIS yang berisi compiler, interpreter, dan library (kepustakaan). Compiler menghasilkan kode bayangan (pseudo-code) yang akan dieksekusi oleh penterjemah (interpretter). Kepustakaan berisi prosedurprosedur dan fungsi-fungsi yang telah terdefinisi, yang selanjutnya digunakan sebagai jalan masuk untuk memanfaatkan berbagai fungsi CDS/ISIS dalam bentuk dan cara yang lebih disenangi dan sederhana.

ISIS_DLL (ISIS Dynamic Link Library, 2001) (http://portal.unesco.org /ci/en/ev.php-URL_ID=5333&URL_ DO=DO_TOPIC &URL_SECTION= 201.html), merupakan ISIS API (Application Program Interface = Interface Program Aplikasi) yang dikembangkan dan didistribusikan oleh BIREME/PAHO/WHO dan UNESCO. ISIS_DLL adalah suatu tool untuk mengembangkan program aplikasi CDS/ISIS dibawah MS Windows 95, MS Windows 98, Windows NT, MS Windows 2000 dan Linux untuk 32 bits platforms. ISIS_DLL dapat dipanggil dari berbagai aplikasi yang ditulis dengan bahasa pemrograman Visual Basic, Delphi, C, C++, Java, Power Builder atau bahasa compiler lainnya yang mendukung pemanggilan DLL

Salah satu produk yang menggunakan ISIS_DLL adalah ISISDBC.OCX (2003) (http://portal. unesco.org/ci/en /ev.php-URL_ID= 8307&URL_DO= DO_TOPIC&URL_SECTION=201. html) yang memungkinkan untuk melakukan pencarian database CDS/ ISIS yang tersimpan pada beberapa HTTP. WWWISIS (1997) adalah sistem yang dikembangkan dan didistribusikan oleh BIREME/PAHO/WHO, khusus dirancang untuk mengaktifkan Server Database CDS/ISIS pada lingkungan client/server WWW. Berfungsi melakukan operasi Pencarian dan Entri data terhadap database CDS/ISIS. Dengan fasilitas WWWISIS dapat dibuat aplikasi pada lingkungan Intranet dan Internet dengan menggunakan bahasa scripts CGI Scripts, HTML, CSS, dan Bahasa (2003) (http://portal. unesco.org/ci/en /ev.php-URL_ID= 8307&URL_DO= DO_TOPIC&URL_SECTION=201. html) yang memungkinkan untuk melakukan pencarian database CDS/ ISIS yang tersimpan pada beberapa HTTP. WWWISIS (1997) adalah sistem yang dikembangkan dan didistribusikan oleh BIREME/PAHO/WHO, khusus dirancang untuk mengaktifkan Server Database CDS/ISIS pada lingkungan client/server WWW. Berfungsi melakukan operasi Pencarian dan Entri data terhadap database CDS/ISIS. Dengan fasilitas WWWISIS dapat dibuat aplikasi pada lingkungan Intranet dan Internet dengan menggunakan bahasa scripts CGI Scripts, HTML, CSS, dan Bahasa Script lainnya. JavaISIS, GENISIS, dan WEBLIS merupakan program aplikasi yang dibuat berdasarkan WWWISIS

.               Dengan fasilitas pemrograman CDS/ISIS terpadu yang dikembangkan dan didistribusikan oleh BIREME/ PAHO/WHO dan UNESCO, CDS/ ISIS merupakan suatu pilihan yang baik untuk membangun suatu Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan dalam berbagai lingkungan jaringan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.

 

Daftar Pustaka

Suryanata Yaya.2013. Membangun Sistem Informasi Manajemen       Perpustakaan Dengan                 CDS/ISIS.Bandung:Jurnal Pustakawan                             Indonesia.Vol 12,No.1.

Unesco.1989. Mini-micro CDS/ISIS REFERENCE MANUAL (Version 23).Paris.             ISBN 92-3-       102-605-5

Hello Guys !!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!