Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia 2016

Salam hangat, Para Pengusaha Muda!

Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (Expo KMI) merupakan acara di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti). Pada awal diadakannya tahun 2010 di Politeknik Negeri Manado, event ini bernama Expo Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Namun, pada tahun 2014 event Expo PMW berganti nama menjadi Expo KMI yang berlangsung di Politeknik Negeri Jember. Event ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausaha pada kalangan mahasiswa.

Dalam event Expo KMI mahasiswa universitas di seluruh Indonesia berkumpul memamerkan produk-produk wirausaha, promosi, membangun jaringan usaha, bertukar ide bisnis kreatif, sharing dengan wirausahawan sukses, dan ajang untuk mengembangkan semangat kewirausahaan.

Untuk tuan rumah acara Expo KMI sendiri dari tahun ke tahun ialah:

1. Politeknik Negeri Manado (2010)

2. Politeknik Negeri Malang (2011)

3. Politeknik Negeri Semarang (2012)

4. Politeknik Negeri Payakumbuh (2013)

5. Politeknik Negeri Jember (2014)

6. Politeknik Negeri Ambon (2015)

Dan pada tahun ini Universitas Brawijaya Malang, akan menjadi tuan rumah penyelenggara event “Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia ke-7 Tahun 2016” dengan tema “TECHNOPRENEUR” pada 16 hingga 19 november 2016

Berikut ini adalah review 10 stand menarik versi saya di event kewirausahaan mahasiswa TERBESAR Se- Indonesia:

1. Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

 1479479369876

          Pada stand milik Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta memamerkan karya-karya mereka yang berhubungan dengan IT dan desain grafik. Mereka menciptakan sebuah game perang seperti Point Blank tetapi berlatarbelakang sekitar kampus mereka sendiri. Jadi terasa nyata bahwa pemain bermain tembak-tembakan/perang di kampus mereka sendiri. Selain itu, mereka juga menciptakan beberapa desain baju, karikatur, video, aplikasi, dan lain-lain sesuai dari pesanan konsumen.

2. Institut Teknologi Kalimantan

 1479479354021

          Pada stand Institut Teknologi Kalimantan, mereka memamerkan program yang mereka ciptakan berupa pembelian sayur-sayuran secara online. Konsumen hanya login pada website bebayuran.com, memilih sayuran yang akan dibeli dan melakukan pembayaran maka pemesanan akan segera diproses. Tetapi kelemahan dari program ini yaitu lingkup yang terbatas karena sayuran tidak tahan lama di perjalanan. Oleh karena itu, program ini masih berada di lingkup Balikpapan saja. Program ini merupakan pemberdayaan masyarakat karena mereka memfasilitasi langsung petani sayuran untuk menjual hasil panen mereka tanpa adanya distributor yang membayar dengan harga lebih rendah.

3. Universitas Brawijaya

 1479479368453

          Pada stand Universitas Brawijaya terdapat karya-karya handmade mereka bernama Myscrap Indaka. Myscrap Indaka ini adalah kado unik masa kini yang dibuat sesuai keinginan dan selera dari konsumen. Myscrap Indaka mempunyai tagline “Make Your Moment Feel Special”. Mereka menyebutkan bahwa Myscrap Indaka tersebut memiliki keunggulan limited edition, unik, memorable, dan mempunyai kualitas produk yang tinggi.

4. Institut Teknologi Sepuluh November

 1479479365760

          Pada stand Institut Teknologi Sepuluh November terdapat beberapa karya mereka yang terbuat dari kardus dan dibikin menarik. Salah satu karya mereka yaitu di bidang furniture, mereka menciptakan kursi yang terbuat dari kardus tetapi kuat menumpang hingga berat 180 kg. Kardus ini dimodifikasi sedemikian rupa supaya elegan dan tidak terlihat dari kardus. Selain itu, mereka juga menciptakan beberapa hiasan dinding yang terbuat dari kardus. Bahkan dinding dan meja stand mereka terbuat dari kardus. Kelebihan mereka dalam hal ini yaitu bagaimana mereka dapat mengubah kardus menjadi berbagai bentuk dan tidak mudah rusak.

5. Universitas Indonesia

 1479479363814

          Pada stand Universitas Indonesia terdapat beberapa karya dari mahasiswa UI. Di bidang kuliner, mereka menciptakan suguyogu yang terbuat dari 7 varian susu dan yogurt, saung ki lengser dendeng, dan crispy yang merupakan kuliner bertemakan street food. Mereka juga menciptakan permainan bernama Helopoly (Healthy Food Monopoly). Helopoly merupakan permainan yang mirip monopoly tetapi yang membedakan yaitu monopoly berdesain negara-negara sedangkan helopoly berdesain makanan yang sehat dan tidak sehat. Jadi, pemain dapat mempelajari tentang makanan sehat dan makanan tidak sehat. Permainan helopoly ini cocok untuk anak-anak karena unik, menarik, dan beredukasi.

6. Universitas Padjajaran

 1479479362081

          Pada stand Universitas Padjajaran ada beberapa karya mereka yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat dan rata-rata bergerak di bidang kuliner. Produk mereka yaitu Fruits Up (Mango Pure),   Yourgood (Local Yoghurt), dan Janaka (Corn Rice). Fruits up merupakan produk minuman dalam kemasan yang dapat diminum kapan saja dan menyajikan sensasi rasa terbaik buah mangga local. Produk Yourgood merupakan hasil olahan susu berupa yoghurt yang dikemas dalam botol dan memiliki berbagai rasa. Janaka merupakan produk beras jagung untuk kesehatan seseorang, berorientasi sociopreneur dalam membantu perekonomian petani jagung di Banyuresmi, Garut dengan mengolah jagung agar lebih menguntungkan. Produk-produk tersebut adalah hasil dari pemberdayaan masyarakat. Jadi, petani mangga, petani jagung, dan peternak sapi langsung terlibat dan memproduksi bahan-bahan hasil panen mereka dan dipasarkan di masyarakat luas.

7. Universitas Jambi

 1479479360408

          Pada stand Universitas Jambi ini menjual minuman tradisional Sepang. Kandungan isi dari minuman tradisional sepang ini yaitu kayu sepang dan biji selasih. Adapun manfaat dari minuman tersebut yaitu menyembuhkan panas dalam tubuh, meningkatkan stamina tubuh, dan lain-lain. Zaman dahulu kala, kayu sepang digunakan untuk membunuh bakteri yang ada pada air yang akan diminum. Dalam bungkusan minuman tradisional ini berisi satu kayu sepang dan kayu tersebut dapat diseduh sebanyak 3x minum. Keberadaan kayu sepang saat ini sangat langka. Jadi, minuman ini merupakan inovasi baru dalam dunia kuliner.

8. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta

 1479479359001

          Pada stand milik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta ini didominasi oleh produk daur ulang limbah-limbah. Mereka berorientasi pada lingkungan oleh karena itu mereka membuat produk daur ulang. Diantaranya ada tas dari bekas kemasan, tutup lampu dari batang jagung, televisi rusak yang dijadikan aquarium, serta ada juga pupuk dari sisa sayuran dan buah-buahan. Selain itu, di stand tersebut ada bagian sudut stand yang bernama Math Addict dimana tempat tersebut terdapat produk-produk berbau matematika. Misalnya saja kaos yang bertuliskan teka-teki matematika serta ada pula jam yang angka dari jam tersebut merupakan rumus matematika.

9. Universitas Gadjah Mada

 1479479356733

          Pada stand milik Universitas Gadjah Mada ini memamerkan hasil karya mereka di bidang otomotif. Mereka menciptakan speedometer yang dimodifikasi untuk mobil dan motor dengan desain sesuai keinginan dari konsumen. Setiap desain berbeda-beda dan bahkan ada yang berdesain limited edition. Jadi mereka membuat speedometer setelah ada pesanan dari konsumen. Selain itu, ada karya mereka di bidang kebidanan. Mereka menciptakan semacam boneka menyerupai alat vital wanita untuk praktik cara menjahit yang benar setelah proses persalinan dan produk tersebut sangat berguna bagi bidan maupun dokter-dokter.

10. Universitas Siliwangi

 1479479352367

          Pada stand Universitas Siliwangi memamerkan beberapa karya mereka. Pertama, mereka menciptakan permainan di komputer/laptop. Cara permainannya seperti kita menggiring bola ke tempat tujuan dengan tanda panah di keyboard tetapi ada pengganggu dan lubang-lubang yang harus dilewati. Selain itu, mereka menciptakan aplikasi translator hanya dengan meng-scan bahasa asing tersebut dan untuk hewan dan tumbuhan akan muncul gambar 3Dnya. Mereka juga menyediakan jasa pembuatan kemasan sesuai keinginan konsumen yang dapat digunakan untuk produk-produk pemula bisnis. Kemasan yang disediakan bermacam-macam bahan dan kategori misalnya untuk kalangan atas bahan yang digunakan  dari kardus, kategori bawah dari kertas daur ulang yang unik, dan lain sebagainya.

Terima kasih telah membaca. Semoga bermanfaat dan sukses! 🙂

categories Uncategorized | comments Comments Off on Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia 2016

Sejarah dan Perkembangan Wirausaha di Indonesia

          Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.

          Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

           Menurut fakta sejarah, sejak ratusan tahun lalu sebagian besar atau mayoritas masyarakat Indonesia hidup dari pertanian. Hanya mereka yang hidup di daerah pantai sering terlibat dengan perdagangan kecil-kecilan dan belum pernah memasuki tingkat perdagangan internasional dengan ukuran skala ekonomis. Menurut mereka bahwa pada zaman dahulu para pedagang Indonesia telah aktif berdagang rempah-rempah sampai Gujarat, Teluk Arab, dan Madagaskar. Namun, kalau dikaji secara teliti berdagang rempah-rempah sampai Gujarat, Teluk Arab, dan Madagaskar. Namun, kalau dikaji secara teliti kegiatan perdagangan ini lebih mengarah pada kegiatan petualangan tanpa kesinambungan bisnis dalam ukuran dagang modern. Kegiatan ini pun terbatas pada beberapa suku tertentu penghuni pantai laut Jawa, Bugis, pantai Barat Sumatera, dan Aceh. Fakta ini, secara umum kurang berarti dalam kehidupan ekonomi Indonesia.

          Kemudian, Indonesia didatangi orang Portugis, disusul Kongsi Dagang Belanda (VOC), dan penjajahan Belanda, Inggris, serta Jepang yang semakin melumpuhkan kegiatan dunia usaha orang Indonesia baik yang menyangkut perdagangan lokal, antarpulau, maupun perdagangan Internasional. Keadaan ini semakin parah lagi dengan kebijakan Belanda memakai orang Cina sebagai pedagang perantara demi memudahkan penjajahan Belanda di Indonesia.

          Pada dasarnya, seorang wirausaha atau wiraswasta harus mampu  melihat suatu peluang dan memanfaatkannya untuk mencapai keuntungan atau manfaat bagi dirinya dan dunia sekelilingnya serta kelanjutan usahanya. Mereka harus mampu mengambil risiko dengan mengadakan pembaruan (innovation). Wirausaha harus pandai melihat ke depan dengan mengambil pelajaran dari pengalaman di waktu yang lampau, ditambah dengan kemampuan menerima serta memanfaatkan realitas atau kenyataan yang ada di sekelilingnya. Realitas ini bukan saja di bidang ekonomi, akan tetapi mencakup juga bidang sosial, pendidikan, bahkan agama. Mereka harus mampu mengoordinasi dan  mendayagunakan kekuatan  modal, teknologi, dan tenaga ahli untuk mencapai tujuan secara harmonis. Singkatnya, mereka harus seorang manajer dan menggunakan manajemen untuk mencapai tujuan.

          Dari segi kehidupan ekonomi keadaan di Indonesia hingga 1945 kurang menguntungkan karena:

  • Monopoli kekuasaan di perusahaan Belanda.
  • Kedudukan istimewa keturunan Cina di dunia usaha.
  • Luas pasar yang terbatas.
  • Kurangnya komunikasi.
  • Kebijakan penjajah Belanda yang tidak mendorong lahirnya perundang-undangan dan ketentuan yang memberi dorongan munculnya para pengusaha dan wirausaha di kalangan rakyat Indonesia.

          Dari sejarah, kita mencatat lahirnya Serikat Islam, yang asal-usulnya ditujukan untuk mendobrak monopoli (seperti yang disebut di atas), terutama di dunia perdagangan. Kemudian, setelah kemerdekaan pemerintah RI menyadari bahwa dalam mengisi kemerdekaan harus juga ditopang dengan perkembangan dunia usaha yang dikelola oleh orang Indonesia sendiri. Dalam mewujudkan hal ini hingga 1965 kita amati adanya usaha pemerintah mendorong tumbuhnya pengusaha Indonesia terutama di kalangan pribumi lewat:

  • Pengeluaran lisensi istimewa
  • Memberi kemudahan mendirikan perusahaan, mendapat izin impor ekspor, dan lain-lain
  • Kemudahan  mendapat kredit
  • Propaganda pembentukan koperasi, dekret ekonomi, dan pembuatan beberapa peraturan atau undang-undang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional
  • Pendirian dan pembukaan sekolah kejuruan dan kursus di bidang usaha sebagai sarana penunjang.
  • Membuka atas ekonomi perdagangan di pusat-pusat perdagangan dunia

          Dari sekian banyak usaha tersebut di atas ternyata tidak semua berhasil. Hal itu disebabkan:

  • kurangnya kesadaran dan dukungan masyarakat.
  • kurangnya pengalaman pemerintah dan masyarakat.
  • keadaan politik dan pembinaan bangsa, karena adanya pemberontakan dan ketidakstabilan politik. Hampir semua dana dan kemampuan (fund&force) pemerintah dalam periode 1945-1965 ditujukan untuk membina dan menjaga kesatuan persatuan bangsa.

       Setelah 1966, terjadi perubahan strategi pokok pembangunan di Indonesia. Setelah menyelesaikan kemelut Gestapu, pemerintah bertekad membina kehidupan ekonomi yang baru sebagai sarana mengisi kemerdekaan dalam mewujudkan cita-cita negara Pancasila yang adil dan makmur. Orde Baru, menggariskan kebijakan ekonomi yang baru lewat perencanaan nasional, dengan mendirikan Badan Perencanaan. Pembangunan Nasional (Bappenas). Upaya berencana sejak 1967 tercermin dengan pemberian prioritas tertinggi pada pembangunan di bidang ekonomi dalam Garis Besar Haluan Negara dan rencana pembangunan lima tahun (GBHN & Repelita). Saluran ekonomi dibuka lebar–lebar baik lewat Undang-Undang Perindustrian dan lain-lain. Hal itu diikuti pula dengan pengaktifan Kadin (Kamar Dagang Indonesia), pemberian KIK (Kredit Industri Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen), Keppres No. 14, 1971 & KUD (Koperasi Unit Desa), serta fasilitas lainnya. Demikian juga, dengan pembaruan perundang-undangan di bidang Perseroan Terbatas (UU, No. 1/1995) serta diratifikasinya Organisasi Perdagangan Dunia (GATT & WTO) yang mulai berlaku 1 Januari 1995. Indonesia juga menyetujui perdagangan bebas ASEAN (AFTA) yang mulai efektif pada 2003 serta masuknya Indonesia dalam kerja sama ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang mulai efektif pada 2020. Namun demikian, karena kurangnya pengalaman baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat, maka cita-cita menumbuhkan wirausaha secepatnya tetap masih belum memuaskan.

          Di bidang pendidikan persoalannya ternyata lebih rumit dan jelimet serta menjadi untaian mata rantai yang paling lemah dalam pembinaan dan pertumbuhan dunia wirausaha di Indonesia selama ini. Di zaman penjajahan hampir tidak ada sekolah atau perguruan tinggi yang mendorong timbulnya wirausaha. Setelah kemerdekaan, sekolah kejuruan baru seperti STM, SMEA, sekolah kejuruan lain dan beberapa Akademi dibangun, tetapi kurang berhasil karena kekurangan guru, siswa yang berbakat, pengalaman berikut hambatan struktur nilai di masyarakat, maupun karena peraturan atau ketentuan pemerintah yang simpang siur.

          Kelemahan dunia pendidikan ini lebih terasa lagi dengan belum adanya pola kurikulum yang jelas dan pengarahan terhadap mereka yang lulus sekolah kejuruan. Alasan kekurangan guru, minat masyarakat, dan pengalaman juga ikut menghambat. Hal ini berbeda dengan kenyataan yang ditemui di Jerman Barat, Belanda, Jepang, dan negara kapitalis lainnya dari dahulu hingga sekarang. Di negara-negara maju ini peranan dan proporsi sekolah kejuruan sangat dominan dan meliputi hampir 60% dari jumlah sekolah yang ada.

          Jadi di bangku pendidikan mulai ditanamkan mental-mental seorang wirausahawan. Bagaimana seorang wirausaha bersikap, menyelesaikan masalah, kepemimpinan, dan soft skill lain yang berkaitan. Belakangan ini, pembahasan mengenai kewirausahaan makin marak terutama karena banyak wirausaha-wirausaha sukses ikut berusaha untuk berpartisipasi dalam bentuk pendidikan maupun mentoring langsung ke calon wirausaha. Bisa diperhatikan kiprah dari Ciputra, Bob Sadino, Sandiaga Uno, dan lainnya yang memang sudah terkenal dalam keberhasilannya membangun bisnis.

          Kemajuan Internet dan terbentuknya komunitas-komunitas wirausaha juga turut memberikan dampak pada perkembangan kewirausahaan di Indonesia. Komunitas seperti Tangan di Atas (TDA), Indonesia Young Entrepreneur (IYE), atau komunitas yang terbentuk dari Forum Internet seperti Kaskus Entrepreneur Corner (EC) serta komunitas wirausaha dengan industri spesifik misalkan Forum Web Anak Bandung (FOWAB) yang merupakan wadah kumpul-kumpul pelaku IT.

          Peran media dan lembaga-lembaga terkait pun tak kalah penting. Kerjasama media dalam kegiatan-kegiatan penghargaan, ekspo, pameran bagi wirausaha membuat topik ini menjadi selalu hangat sepanjang tahun. Perusahaan Konsultan Manajemen sekelas Earns & Young (EY) misalnya setiap tahun selalu memberikan penghargaan EY Entrepreneurs of The Year kepada wirausaha yang dinilai berhasil dalam bidangnya. Ditambah lagi dengan beragam penghargaan lain yang diberikan baik oleh pemerintah secara langsung memberikan daya ungkit yang terus mengangkat kemajuan kewirausahaan di Indonesia. (AA). Saat ini, pengembangan kewirausahaan dan ekonomi digital menjadi prioritas Presiden, dan Indonesia membuka diri terhadap kerjasama dan investasi dari pihak swasta termasuk dari Amerika Serikat. Indonesia sedang mempersiapkan  infrastruktur seperti Palapa Ring untuk internet cepat dan akses finansial untuk UKM dan wirausaha melalui KUR, bahkan dalam hal finansial akan mengarah ke transaksi tanpa uang tunai (cashless). Untuk transaksi di pulau terpencil telah tersedia Bank Kapal. Selain itu Indonesia tengah mempersiapkan RUU Kewirausahaan Nasional  untuk mendukung pengembangan Kewirausahaan Sosial dan Pemula. Para pengusaha tersebut menjajaki kerjasama lebih jauh, dan diarahkan oleh Teten untuk berkomunikasi dengan Kementrian teknis terkait, seperti Kemenkominfo, Kemendag dan Bekraf agar dapat segera terealisir.

categories Uncategorized | comments Comments Off on Sejarah dan Perkembangan Wirausaha di Indonesia

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

categories Uncategorized | comments Comments (1)