TUGAS MANAJEMEN OPERASIONAL AGROINDUSTRI

Posted: 7th April 2013 by ade kurniawan in kuliah

DENDY SATYABIMA (0911020036)

KRISNA DIPAYANA (0911020054)

 

KAPASITAS PRODUKSI

BISKUIT DI PT. GARUDAFOOD PUTRA PUTRI JAYA

GRESIK – JAWA TIMUR

Sekilas tentang garudafood, PT Garudafood Putra Putri jaya merupakan pabrik pembuat biskuit wafer, dan wafer stick. Di perusahaan ini terdapat 2 plan yaitu plan 1 dan plan 2, yang masing masing plant memiliki kapasitas produksi dan produk yang dihasilkan masing masing. Luas pabrik ini sekitar 8400 m2. Yang akan kita bahas disini produksinya ada di plan 2 yang khusus memproduksi biskuit bismart.

Produk ini terhitung produk baru yang diluncurkan untuk menyaingi produk biskuit yang sudah ada seperti “biskuat” produk dari Danone. GarudaFood cukup jeli melihat pasar yang dibidik pada misi ini. Pasar anak-anak merupakan tunggangan bagus memasuki pasar biskuit, GarudaFood menggunakan jurus-jurus yang berbeda sama sekali dari Biskuat. Pertama, mengemas produknya dalam ukuran yang lebih kecil ketimbang Biskuat. Untuk itu, GarudaFood menawarkan produknya pada harga ekonomis yaitu Rp 500. Kedua, memperkenalkan Gery sebagai burung kecil berwarna biru lincah dan lucu. Gery diposisikan sebagai sahabat anak-anak dalam bentuk cerita kartun mencapai 10 seri yang diterbitkan di televisi. Dan ketiga, GarudaFood sengaja membuat marketing gimmick yang merangsang anak-anak tertarik mencobanya. Terobosan pemasaran GarudaFood ini serta-merta memperlihatkan hasilnya. Penjualan Gery tumbuh secara signifikan. Tahun pertama setelah diluncurkan (2001-2002), angka pertumbuhannya mencapai 179% tahun 2003, tumbuh 300% tahun 2004, tumbuh 60% tahun 2005, tumbuh 60% dan tahun 2006, tumbuh 50%.

Strategi berikutnya adalah menawarkan nilai lebih kepada para peritel, baik itu berupa bonus maupun tawaran margin yang lebih tinggi. Tapi untuk hal ini perlu adanya pengawasan dan menjaga di saluran perdagangannya. Edukasi pun terus dilakukan. Salah satunya, dengan mencari konsumen baru atau menambah tingkat konsumsi. Dan ini dilakukan dengan Komunikasi langsung, karena komunikasi merupakan komponen brand building yang berpengaruh kuat dalam meningkatkan top of mind merek, khususnya untuk produk yang bersifat massal. Komunikasi above the line harus digunakan karena erat kaitannya dengan meningkatkan omset, sales, dan top of mind brand. Yang akhirnya GarudaFood melakukan promosi ke media. GarudaFood pun tak ragu merogoh koceknya dalam-dalam untuk menggelar komunikasi pemasaran di berbagai media.

PT. Garuda Food membuat atau memakai system ERP (Enterprise Resource Planning) untuk perencanaan kapasitas produksi termasuk untuk produk biskuitnya yang bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengoptomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. ERP sendiri adalah sistem lintas fungsi perusahaan yang digerakkan oleh modeul software suite terintegrasi yang mendukung proses bisnis dasar internal perusahaan.

Pada prinsipnya, dengan sistem ERP PT. Garuda Food dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.) dan biaya kerugian akibat ‘machine fault’. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di PT. Garuda Food, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan (service) untuk mencegah terjadinya machine fault, dan inventory.

PT. Garuda Food memerlukan efisiensi dan komputerisasi dari segi penjualan, maka ada tambahan bagi konsep ERP yang bernama Sales Force Automation (SFA). Sistem ini merupakan suatu bagian penting dari suatu rantai pengadaan (Supply Chain) ERP. Pada dasarnya, Sales yang dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karena semua informasi mengenai suatu pelanggan atau produk yang dipasarkan ada di databasenya.

PT. Garuda Food bersifat assemble-to-order atau make-to-order, sistem ERP dapat juga dilengkapi dengan Sales Configuration System (SCS). Dengan SCS, Sales dapat memberikan penawaran serta proposal yang dilengkapi dengan gambar, spesifikasi, harga berdasarkan keinginan/pesanan pelanggan.

CAPTCHA Image
*