Kewirausahaan di Korea Selatan

Posted: 4th April 2012 by ade kurniawan in kuliah

oleh Ade Kurniawan

0911020022

Kewirausahaan di Korea Selatan

 

Korea Selatan memiliki perekonomian maupun industri raksasa yang sudah dapat dibilang sebagai perusahaan internasional yang memiliki jangkauan pasar ke seluruh dunia semisal Samsung, LG, Daewoo, Hyundai, KIA, dan perusahaan raksasa lainnya.. Dilihat dari besarnya perusahaan- perusahaan yang berasal dari korea selatan yang awalnya bermula dari kegiatan berwirausaha, maka dapat dikatakan wirausahawan Korea Selatan sudah memiliki kemampuan dan kematangan dalam mengelola dan mengembangkan bisnis (kegiatan wirausaha) sampai menjadi sebesar sekarang ini.

Secara umum perkembangan kewirausahaan di Korea Selatan dapat dilihat dari aspek dasar yaitu kultur berwirausaha, edukasi dan pelatihan, akses untuk mengembangkan usaha baru, dan dukungan oleh pemerintah. Pesatnya kemajuan kewirausahaan di Korea Selatan dapat dilihat dengan indikator ekonomi negaranya seperti tingkat pendapatan rakyatnya dan tingkat perputaran uang di negara tersebut.

Budaya Berwirausaha

Pemikiran masyarakat Korea Selatan yang menjadi dasar dalam budaya berwirausaha salah satunya adalah mind-set bahwa dengan berwirausaha akan dapat meningkatkan kesempatan bekerja dalam pemenuhan kebutuhan. Hal ini dapat dikaitkan dengan ketegangan politik dan keamanan yang terjadi antara negara Korea Selatan dan Korea Utara, sehingga potensi usaha sangat terbuka karena sedikit perusahaan asing yang masuk kesana. Dari usaha yang berskala dalam negeri hingga akhirnya dapat memperluas jaringannya ke seluruh dunia.

Hal lainnya adalah wirausahawan di Korea Selatan memiliki inovasi dalam mengembangkan produknya yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk yang sudah ada sebelumnya. Sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dan diterima oleh pasar

Pendidikan dan Pelatihan dalam Berwirausaha

Inovasi dan penciptaan usaha baru di Korea Selatan didukung oleh program yang spesifik di universitas dan sekolah bisnis, program pelatihan, konferensi dan seminar yang dapat membuka wawasan pelajar menjadi calon-calon wirausahawan baru. Jika sebelumnya pendiri usaha sudah memiliki perusahaan, maka penerusnya akan berimprovisasi membuat seperti usaha tersebut atau mengembangkan (inovasi) pada perusahaan terdahulu.

Akses dalam Mengembangkan Usaha

Korea Selatan memiliki kondisi yang baik dalam mendukung penciptaan produk baru bagi wirausahawan, khususnya wirausahawan kecil dan menengah. Peminjaman modal di Bank dapat dilakukan secara mudah tetapi terkontrol. Selain itu, dari pengalaman masyarakat Korea Selatan dalam berwirausaha, dapat menjadi faktor utama dalam akses penciptaan produk baru selain faktor lainnya semisal modal.

Dukungan Pemerintah

Dukungan pemerintah Korea Selatan dalam menciptakan suasana yang baik dalam berwirausaha dilakukan dengan pemberian modal insentif bagi usahawan kecil dan menengah melalui bank. Selain itu regulasi pemerintah dan pajak impor maupun ekspor dalam perekonomiannya menciptakan lingkungan yang baik dalam pengembangan usaha dan akhirnya dapat menguntungkan wirausahawan baru.

Salah satu contoh dari keberhasilan wirausaha di Korea Selatan adalah Perusahaan Otomotif KIA. KIA merupakan perusahaan mobil terbesar kedua di Korea. Perjuangan dalam perkembangan perusahaan mobil Korea ini patut dicontoh.

kia

Dari awal yang sangat sederhana sebagai produsen bagian sepeda dengan tangan di pinggiran kota Seoul, Korea, Kia Motors telah muncul sebagai kekuatan pendorong di belakang kendaraan bermotor Korea selama enam dekade terakhir, meletakkan klaim ke produksi mobil pertama di negara serta ekspor mobil pertama Korea. Perusahaan dibuka untuk pertama kalinya pada bulan Desember 1944 oleh grup usaha Kyungsung Precision Industry.

Satu dekade kemudian, pada bulan Oktober 1961, Kia meluncurkan sepeda motor, dan industri otomotif Korea lahir. Laju pembangunan itu mengejutkan. Hanya tiga bulan setelah memproduksi sepeda motor pertama Korea, KIA kemudian memproduksi truk tiga roda. Truk empat roda Titan, yang dikembangkan pada tahun 1971, begitu populer di Korea. Hyundai Motor Company  sebagai saingan terbesar memulai bisnis dengan memproduksi kendaraan di bawah lisensi dari Ford, yang juga memproduksi mobil dari komponen US Army, dan Asia Motors.

Pengalaman menjadi perusahaan perakitan membuat KIA semakin berkembang sampai kemudian pada tahun 1984 memiliki Pusat Riset dan Pengembangan. Dua tahun kemudian KIA menggandeng Ford untuk membuat perusahaan patungan.

Di tahun 1997, sebagai imbas dari krisis ekonomi di Asia, KIA jatuh bangkrut. Hyundai, saingan KIA membeli perusahaan ini. Walapun pada akhirnya Hyundai melepaskan sebagian dari saham KIA. Saat ini Hyundai memiliki 40% saham KIA. JointVenture antara KIA dengan Hyundai menghasilkan perluasan produk mereka terhadap pasar internasional. Supaya posisi mereka dapat tetap terjaga. Selain itu Joint Venture dilakukan untuk melakukan riset dan pengembangan teknologi dan menghadapi persaingan baik domestik ataupun internasional dan pengembangan profit bagi kedua belah pihak yang melakukan kerjasama.

 

CAPTCHA Image
*